• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PGSD 1105862 Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PGSD 1105862 Abstract"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Ashadi, 2015

MOD EL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SD PAD A PEMBELAJARAN IPA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SD PADA PEMBELAJARAN IPA

Oleh Ashadi 1105862

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan kajian langsung di kelas V SDN 3 Cibodas Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang mana di dalam proses pembelajaran IPA guru hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional yang tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA, sehingga proses pembelajaran hanya bersifat satu

arah (teacher centered) yang mengakibatkan kurangnya pengembangan/peningkatan

keterampilan proses sains (KPS) siswa pada mata pelajaran IPA, khususnya KPS mengamati, menanya, mencoba, mengasossiasi, dan mengkomunikasi atau diakronimkan dengan 5M. Oleh sebab itu untuk mengatasi masalah diatas, diperlukan upaya/tindakan khusus, yaitu salah

satunya dengan menerapkan model Quantum Learning yang menggunakan teknik rancangan

TANDUR, yang merupakan akronim dari (tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, rayakan). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis melakukan penelitian yang

bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, dan perkembangan/peningkatan

keterampilan poses sains 5M siswa dengan menerapkan model Quantum Learning. Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart, dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB SDN 3 yang berjumlah 29 orang, sedangkan yang menjadi fokus penelitian 3 orang siswa, akan tetapi di dalam proses pembelajaran tidak mengabaikan siswa yang lain. Data dikumpulkan dengan

menggunakan instrumen observasi keterlaksanaan model Quantum Learning, Instrumen

observasi KPS, kuesioner, catatan lapangan, dan tes (LKS). Data dianalisis dengan deskripsi

kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Learning dengan teknik

TANDUR dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa, hal tersebut terbukti pada hasil perkembangan KPS siswa pada pembelajaran siklus I dan II. Di mana pada siklus I, dari 12 indikator 5M yang diukur, 6 indikator sudah dapat dilakukan siswa dengan baik seperti M1 indikator 1, M3 indikator 3, M4 indikator 1,3,4, M5 indikator 1. Sedangkan 6 indikator belum bisa dilakukan dengan baik, seperti KPS M2 indikator 1,2,3, M3 indikator 1, M4 indikator 2, M5 indikator 2. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu dari 12 indikator 5M yang diuukur, 10 indikator sudah dapat dilakukan siswa dengan baik, seperti KPS M1 indikator 1, M2 indikator 1 dan 2, M3 indikator 2, M4 indikator 1 sampai dengan 4, M5 indikator 1 dan 2. Dan hanya 2 indikator yang belum bisa dilakukan dengan baik yaitu diantaranya KPS M2 indikator 3 dan M3 indikator 1. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model

Quantum Learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains 5M siswa kelas VB SD Negeri 3 Cibodas Kecamatan Lembang.

(2)

Ashadi, 2015

MOD EL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SD PAD A PEMBELAJARAN IPA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

QUANTUM LEARNING MODEL TO IMPROVE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS SCINCE PROCESS SKILLS ON IPA

By Ashadi 1105862

This research is motivated by the observation and study directly in class V SDN 3 Cibodas District Lembang, West Bandung regency, which is in the process of learning science teacher uses only conventional teaching methods that do not conform to the characteristics of learning science, so that the learning process is merely one direction (teacher centered), which resulted in

the lack of development / improvement of students science process skills (SPS) in science subjects, especially SPS observe, ask, try, mengasossiasi, and communicate, or an acronym 5M (mengamati, menanya, mencoba, mengasossiasi, mengkomunikasi). Therefore, to overcome the above problems, the necessary effort / special action, that one of them by applying the model of Quantum Learning that use design techniques TANDUR, which is an acronym of (grow, natural, name, demonstration, repeat, celebrate). Based on these problems, the authors conducted a study that aims to determine how the implementation and the development / enhancement of students

science process skills by applying the model of Quantum Learning. The method used in this research is classroom action research (CAR) which adapts the model Kemmis & Mc. Taggart,

with two cycles. The subjects were students of class VB SDN 3 totaling 29 people, while the study focused on three students, but in the learning process does not ignore the other students. Data was collected using observation instruments keterlaksanaan model of Quantum Learning, Instruments KPS observations, questionnaires, field notes, and test. Data were analyzed with a qualitative description. The results showed that the model of Quantum Learning with TANDUR

technique can enhance students' science process skills, it is evident in the results of the development commissioner students in learning cycle I and II. Where in the first cycle, of 12

indicators measured 5M, 6 indicators already students can do well as one indicator M1, M3 indicator 3, 1,3,4 indicator M4, M5 indicator 1. The six indicators can not be done well , such as

1,2,3 indicators KPS M2, M3 indicator 1, 2 indicator M4, M5 indicator 2. While on the second cycle increased, namely from 12 indicators 5M diuukur, 10 indicators can be performed with good students, such as KPS M1 1 indicator, M2 indicator 1 and 2, 2 indicator M3, M4 indicator

of 1 to 4, the M5 indicator 1 and 2. And only two indicators that can not be done well some of them KPS M2 and M3 indicator indicator 3 1. Based on these data it can be concluded that the application of the model of Quantum Learning can enhance science process skills 5M VB grade

students of SD Negeri 3 Cibodas District Lembang.

Referensi

Dokumen terkait

Tinggi tumpukan merupakan salah satu faktor yang menentukan temperatur pengomposan, tumpukan bahan yang terlalu rendah akan mengakibatkan cepatnya kehilangan panas karena

Ketidak bergantungan permitivitas subtansi nonpolar pada frekuensi membuat bahan ini lebih banyak dipakai dibandingkan dengan bahan yang bersifat polar. Misalnya air

dilakukan peneliti dengan mewawancarai 10 karyawan wanita bagian pemeliharaan tanaman untuk beban kerja yang berat merasakan sakit, lelah dan pegal sebesar 70%

PERBANDINGAN LEMPARAN ATAS, LEMPARAN BAWAH, LEMPARAN SAMPING TERHADAP AKURASI DAN KECEPATAN DALAM OLAHRAGA SOFTBALL.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Borland delphi 5.0 sebagai bahasa visual yang mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan bahasa visual yang lain, dapat memberikan bahkan memudahkan kita dalam membuat

[r]

[r]

Penetapan kadar triklosan yang di lakukan secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) memperoleh hasil bahwa triklosan yang terdapat dalam pasta gigi ini memenuhi