• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANFAAT FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI PER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANFAAT FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI PER"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MANFAAT FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI , PERSPEKTIF FUNGSI NILAI

DI BIDANG ENGINEERING A. PENDAHULUAN

Apa yang kita maksud dengan filsafat sains dan teknologi dan mengapa kita ingin tahu tentang hal itu?. Dua pertanyaan itulah yang akan dibahas dalam bab ini. Jawaban atas pertanyaan itu,tentunya tidak terlalu jelas. Kata ‘filsafat’, pada pertanyaan pertama di gunakan dalam berbagai cara. Misalnya seorang guru/dosen, menyatakan bahwa dia bekerja atas ‘filsafat’, diri dalam menghadapi siswa/mahasiswa di kelas,atas dasar untuk melakukan apa yang terbaik. Kata “filsafat’’ yang di jadikan jawaban tadi, tidak mengacu pada suatu disiplin ilmu, tetapi lebih kepada suatu ‘pendekatan’ tertentu. Jika kata tersebut digunakan dalam arti disiplin ilmu, maka sudah dipastikan tidak semua orang tertarik untuk mengetahui hal ‘filsafat’.. Pertanyaan kedua tidak bisa dijawab dengan benar, tanpa harus menjawab yang pertama. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan arti dari istilah “Filsafat Teknologi”.

Filisafat umum, merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan sistematis dan refleksi pada semua aspek realitas. Dalam filsafat kita mencoba untuk mendapatkan informasi tentang sifat sesungguhnya dari aspek-aspek tertentu. Kita dapat melakukan dengan menanyakan hal berikut pertanyaan: “ apa yang anda maksud apabila anda katakan?. Hal ini dapat disebut fungsi analitis filsafat.

Mengajukan pertanyaan seperti ini dapat memiliki tujuan praktis. Hal ini dapat, membantu kita untuk keluar dari berakhirnya perdebatan, khususnya ketika hal ini disebabkan oleh penggunaan istilah naïf.

Sebuah contoh, seperti mengalami jalan buntu sebgaai berikut, selama bertahun-tahun orang berdebat tentang masalah apakah teknologi tepat atau tidak disebut ‘ilmu terapan’. Perdebatan seperti itu sering menimbulkan frustasi, karena pendapat teknologi adalah ilmu terapan, dan terdapat pula pendapat berlawanan.

(2)

Paradoks ini tampaknya, merupakan satu bantahan hanya ketika seseorang mengajukan pertanyaaan: apa yang kita maksud ketika kita berkata ‘sains’ dan apa yang kita maksud ‘teknologi’, ketika kita mengatakan dalam kita debat? Hanya saat itulah kita mulai menyadari bahwa paradoks tersebut merupakan hasil penggunaan kata yang terbatas pada persyaratan. B. PEMBAHASAN

1. STRUKTUR FILSAFAT SAINS DAN TEKNOLOGI

Struktur filsafat sains dan teknologi dapat ditinjau dari aspek ontology, epistemology, aksiologi . Keempat kajian tersebut , mempunyai ikatan kuat untuk mencapai satu kesatuan makna.

a) Aspek Ontologi

Berdasarkan pengertian ontology, yang menjadi fokus adalah “apa sains dan teknologi” dan “mengapa ada”. Sebuah pemandangan pertama yang mungkin nampak sepele, misalnya, kita dapat bertanya apakah produk teknologi benar-benar memiliki sifat system atau apakah ini hanya sesuatu yang kita telah ‘diciptakan’ untuk memahaminya. Esensi tersebut, akan terjawab atas aspek Ontologi. Keberadaan Ontologi , berdasarkan lintas batas berfikir dari kebermaknaan manusia sebagai makhluk mulia dalam komunitas social mikrokosmos dan makrokosmos.

b) Aspek Epistemologi

Epistemologi berfokus pada sifat sains dan teknologi. Misalnya apa,yang kita maksudkan ketika kita mengatakan bahwa kita ‘tahu’ bahwa bulan mengelilingi lingkaran bumi? Atau apa yang kita maksudkan ketika kita mengatakan bahwa kita ‘tahu’ bahwa objek di depan kita adalah material geoteknik.

Berdasarkan pengertian epistemology, yang menjadi fokus adalah “seperangkat pengetahuan apa yang ada dalam sains dan teknologi yang harus ada”. Hal itu, dapat dikaji berdasarkan lintas batas multi disiplin keilmuan.

c) Aspek Aksiologi

(3)

Berdasarkan pengertian aksiologi, yang menjadi fokus adalah “Pengetahuan yang bagaimana dalam sains dan teknologi dipelajari, agar terjadi keseimbangan antara manusia sebagai makhluk social dengan lingkungannya”. Hal itu, dapat dikaji berdasarkan lintas batas aksiologi.

2. HUBUNGAN PERSAMAAN & PERBEDAAN SAINS DENGAN TEKNOLOGI

Dari penelusuran terhadap konsep ilmu dan teknologi dengan berbagai aspek dan nuansanya, kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi.

Sir Bertrand Russel, merumuskan hubungan sains dan teknologi dengan rumusan yang amat sederhana. Menurut dia dengan akalbudinya manusia mempunyai dua kemampuan. Pertama, akalbudi memberinya kemungkinan mengetahui berbagai hal. Kedua, akalbudi yang sama memberinya kemungkinan menciptakan berbagai hal. Ilmu adalah pengetahuan. Sedangkan teknologi adalah penciptaan

Beberapa keterkaitan antara sains dan teknologi dapat dirumuskan sebagai berikut:

a) Baik sains maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual, dimensi abstrak maupun konkrit, dan aspek teoritis maupun praktis.

b) Terdapat hubungan dialektis (timbal balik) antara sains dan teknologi. Pada satu sisi sains menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori; pada sisi lain penemuan-penemuan teknologis sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah, yakni dengan dikembangkannya perangkat-perangkat penelitian berteknologi mutakhir. Bahkan dapat dikatakan, dewasa ini kemajuan sains mengandalkan dukungan teknologi, sebaliknya, kemajuan teknologi mengandalkan dukungan sains.

c) Sebagai klarifikasi konsep, istilah ilmu lebih tepat dikaitkan dengan konteks teknologis, sedangkan istilah pengetahuan lebih sesuai bila digunakan dalam konteks teknis.

Adapun perbedaan dasar dari sains dengan teknologi terurai pada tabel dibawah ini:

(4)

ASPEK SAINS TEKNOLOGI

Tujuan Mencari pengetahuan Memperoleh pengertian

Menciptakan barang Mengusahan perubahan Hasil Karya tulis ilmiah Barang teknologis

Lingkungan Kebudayaan umumnya Kebudayaan khususnya

Sumber Khususnya teknologi pengetahuan yang ada

Khususnya ilmu

Berbagai sumber alam, manusia dan pengetahuan

Komponen

aktivitas Penelitian Pembuatan sampai produksi Proses kendali Berdasarkan feedback

peralatan keilmuan

Berdasarkan feedback pengetahuan ilmiah Sumber :(The Kiang Gie, 1996:94)

3. KOMPONEN ILMU

Semakin lama pengetahuan manusia semakin berkembang, demikian juga pemikiran manusia semakin tersebar dalam berbagai bidang kehidupan, hal ini telah mendorong para akhli untuk mengklasifikasikan ilmu ke dalam beberapa kelompok dengan sudut pandangnya sendiri-sendiri, namun seara umum pembagian ilmu lebih mengacu pada obyek formal dari ilmu itu sendiri, sedangkan jenis-jenis di dalam suatu kelompok mengacu pada obyek formalnya. Pada tahap awal perkembangannya ilmu terdiri dari dua bagian yaitu :

1. trivium yang terdiri dari :

a) gramatika, tata bahasa agar orang berbicara benar b) dialektika, agar orang berfikir logis

c) retorika, agar orang berbicara indah 2. quadrivium yang terdiri dari :

a) aritmetika, ilmu hitung b) geometrika, ilmu ukur c) musika, ilmu musik

d) astronomis, ilmu perbintangan

pembagian tersebut di atas pada dasarnya sesuai dengan bidang-bidang ilmu yang menjadi telaahan utama pada masanya, sehingga ketika pengetahuan manusia berkembangan dan lahir ilmu-ilmu baru maka pembagian ilmupun turut berubah sementara

(5)

a) Ilmu murni (pure science). Ilmu murni adalam ilmu yang maksud pengkajiannya hanya semata-mata memperoleh prinsi-prinsip umum atau teori baru tanpa memperhatikan dampak praktis dari ilmu itu sendiri, dengan kata lain ilmu untuk ilmu itu sendiri.

b) Ilmu terapan (applied science), ilmu yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam kehidupan paraktis di masyarakat.

Pembagian ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mesti dipandang sebagai kerangka dasar pemahaman, hal ini tidak lain karena pengetahuan manusia terus berkembang sehingga memungkinkan tumbuhnya ilmu-ilmu baru, sehingga pengelompokan ilmu pun akan terus bertambah seiring dengan perkembangan tersebut, yang jelas bila dilihat dari objek materilnya ilmu dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok saja, yaitu ilmu yang mengkaji/menelaah alam dan ilmu yang menelaah manusia, dementara variasi penamaannya tergantung pada objek formal dari ilmu itu sendiri. 4. KOMPONEN SAINS DAN TEKNOLOGI

Contoh penggolongan kelembagaan teknologi dilandasi oleh kajiaan tiga dokumen utama. Pertama, bibliografi sejarah teknologi yang ditulis oleh Jack Goodwin (1964) dalam majalah Technology and Culture . Kedua, The new Encyclopedia Britannica and Cultu Edisi ke 15 (1982) . Ketiga : Sca Part Seven Division III,

1. Jack Goodwin (1964) Technology and Culture .

Rincian 10 rubrik meliputi komponen sebagai berikut:

a) Civil engineering : Architecture and building contruction, Bridges, harbors, tunnels, surveying , instrument and maps, cartography, urban engineering

b) Transportation : Land transportation (roads,vehicles,railroads and vehicles) , marine transportation (ships,navigation and charting, canals and boats), air and spacecraft ( pengangkutan udara dan ruang angkasa).

c) Energy conversion : Hdraulic engineering, internal combustion engines, steam engine, steam-electric central stations,electric power transmissions, lighting, heating and ventilating, refrigeration, nuclear, solar and direct-conversion.

(6)

e) Mechanical and Electro-mechanical Technology : Tools, machines, instruments, timekeepers,calculating machines and computers, Automatoc control , sewing machines , mechanical powr transmission, weights and measures.

f) Communication and record (Printing, telegraph, telephone,radio,phonographs and recorders.

g) Agriculture and Food Technology, h) Industrial organization

i) Military Technology

2. The New Encyclopedia Britennica Edisi ke-15

Unsur teknologi mencakup lima kelompok besar, terinci sebagai berikut :

a) Technology og energy conversion and utilization : Major types of energy useful to man, devices and technique for the utilization of energy, devices for enery convertion, devices for energy concentration and control, devices for unlimited production of free enery.

b) Technology of tools and machines : Hands tools, machines and machine components.

c) Technology of measurement, observation and control .

a. Technology involved in the extraction and conversion of industrial raw materials. (Teknologi yang terlibat dalam pengambilan dan pengubahan bahan mentah industry) .

b. Technology of industrial production processes. C. PENUTUP

Deskripsi tentang eksistensi dan interaksi manusia dalam konteks berfikir dan menghasilkan seperangkat pengetahuan yang berkembang. Masing-masing unsur eksistensi budaya manusia berinteraksi, menjadi wilayah baru yang terus berkembang. Perkembangan tersebut mencakup interaksi kepercayaan dengan filsafat menjadi teologi, kepercayaan dengan seni menjadi mitos, filsafat dengan ilmu menjadi filsafat ilmu dan seni dengan ilmu menjadi teknologi, kepercayaan dengan ilmu menjadi psikologi empiris , seni dengan filsafat menjadi kritik seni.

(7)

sains dan teknologi dapat ditinjau dari aspek ontology (“apa sains dan teknologi” dan “mengapa ada”) , aspek epistemology (“seperangkat pengetahuan apa yang ada dalam sains dan teknologi yang harus ada”) dan aspek aksiologi (“Pengetahuan yang bagaimana dalam sains dan teknologi dipelajari, agar terjadi keseimbangan antara manusia sebagai makhluk social dengan lingkungannya”).

Perbedaan dan persamaan sains dan teknologi sebagai kerangka system, yaitu teknologi sebagai suatu system ketrampilan praktis dan sains sebagai suatu system pengetahuan rasional dengan lima segi berupa : tujuandan hasil, lingkungan sekeliling , sumber, komponen aktivitas dan proses control.

DAFTAR PUSTAKA

1. A.C. Ewing, Persoalan-Persoalan Mendasar Filsafat. Jakarta:Pustaka Pelajar,2003. Terjemahan.

2. Louis O. Kattsoff, Pengantar Filsafat. Yogayakarta: Tiara wacana, 1996. Terjemahan.

3. Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003.

4. The Liang Gie, Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Penerbit Liberty Yogyakarta.

5. Gordon, Scott. 1991. The history and philosophy of social science. New York: Routledge

6. Wallace, Walter L. 1971. The Logic of Science in Sociology. New York: Aldine Publishing Company

7. Wedberg, Anders. 1982. A History of Philosophy. Oxford: Clarendon Press. Volume 1 & 2.

8. Wowo Sunaryo Kuswana, Filsafat Pendidikan Teknologi Vokasi dan Kejuruan. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

dengan pemodelan matematis untuk difusi turbulen pada suatu jenis ocean. ou(fall dengan memperhatikan aspek penyebaran kearah memanjang

Dengan menggunakan alat pengering surya tipe ini kita dapat mengeringkan hasil perikanan dan perkebunan tanpa menggunakan bahan bakar fosil, dimana prinsif

Fakultas menyampaikan SK kepada masing-masing dosen pembimbing dan Kajur, selanjutnya Jurusan dibantu oleh koordinator skripsi mengumumkan dosen pembimbing skripsi

Dari grafik dapat dilihat bahwa pada pretreatment waktu 10 menit sampai dengan waktu 20 menit dengan konsentrasi NaOH 1 molar menghasilkan kandungan selulosa

• DR = Detection Risk = Resiko Deteksi = resiko sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi..

Dalam program kewirausahaan, diciptakan produk kosmetik tradisional yang diberi nama “Masker Ketan Hitam Sebagai Penghilang Jerawat” dengan alasan untuk memberikan rasa kesukaan

29 Penelitian pada remaja obesitas sentral dengan sindrom metabolik ini, menunjukkan bahwa pro-inflamator sitokin IL- 18 lah yang mengalami produksi yang sangat tinggi

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Panjuantiningrum (2010) membuktikan bahwa flavonoid dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan kemampuannya sebagai zat