Sumber Daya Alam dan Teknologi Di Lingkungan Modern
Di susun oleh :
1. Arin Khusnul Khotimah 1342010008
2. Mega Ayu Wijaya Putri 1342010021
3. Anggraeni Esa Putri 1342010023
4. Laylatul Damayanti Kharimah 1342010032
5. Irin Fitriyaningsih 1342010036
6. Putri Wahyu Suwandari 1342010039
Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa Timur
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Progdi Ilmu Administrasi Bisnis
Kata pengantar
Syukur alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah yang maha esa yang selalu me- limpahkan karunianya kepada kita semua sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Sumber Daya Alam dan Teknologi di Lingkungan Modern”. Sejalan dengan dinamika bangsa ini yang masih terus mencari bentuk yang lebih baik untuk menghasilkan generasi cerdas yang berbudi, maka kami membuat makalah ini sesuai dengan pendekatan materi yang diberikan dengan tujuan agar mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mampu bersikap positif kepada sesama manusia, sebagai ungkapan rasa syukur atas segala anugrah Allah yang maha pemurah. kami telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin. Akan tetapi, kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh sebab itu, kritik da saran dari berbagai pihak untuk perbaikan isi makalah ini agar bisa terwujud dengan lebih baik.
Surabaya, Mei 2014
Daftar isi
Cover ………. 1
Kata pengantar ... … 2
Daftar Isi ………. 3
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ……… 4
1.2 Rumusan Masalah ……… 4
1.3 Maksud & Tujuan ……… 4
Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Landasan Teori ……… 5
Bab III Pembahasan 3.1 Pengertian Sumber daya alam ……… 6
3.2 Teknologi Pengolahan SDA ……… 9
3.3 Dampak Pengambilan Bahan Alam………. .. 11
3.4 Pengertian Daur ulang ……… 13
Bab IV Penutup 4.1 simpulan ……… 15
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Air, tanah, tumbuhan, hewan, dan berbagai macam barang merupakan suber daya alam yang sangat berrnilai. Sumber daya alam banyak macamnya misalnya tanah, air, perairan, tumbuhan, hewan, dan barang tambang.
Pada dasarnya, Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 2.1 Apa pengertian sumber daya alam?
2.2 Apa saja hasil teknologi pengolahan sumber daya alam?
2.3 Bagaimana dampak pengambilan bahan alam tarhadap kelestarian lingkungan? 2.4 Apa yang dimaksud dengan daur ulang?
1.3 Maksud & Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuannya adalah untuk: 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan sumber daya alam
2. Dapat menyebutkan contoh hasil pengolahan sumber daya alam 3. Mengetahui dampak dari pengambilan bahan alam
Bab II
Tinjauan Pustaka
Landasan Ilmiah (Teori)
A. SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.
Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.
B. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
Bab III
Pembahasan
3.1 Pengertian sumber daya alam
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya.Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme saja, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.
Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam tak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh sumber daya alam terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. Sumber daya alam tak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan. Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.
Macam Sumber Daya Alam 1. Sumber Daya Tumbuhan
Sumber daya tumbuhan sangat penting bagi manusia maupun hewan. Manusia dan hewan tidak mungkin hidup tanpa tumbuhan. Beraneka jenis tumbuhan ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang sengaja diupayaan oleh manusia.
Menurut asalnya, tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah tumbuhan hasil hutan serta hasil pertanian dan perkebunan.
a. Tumbuhan Hasil Hutan
Hutan merupakan sebuah areal tanah yang luas yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan secara alami. Tumbuhan yang ada di hutan sangat beraneka ragam, ada berupa pepohonan yang tinggi ada juga berupa semak-semak belukar.
Selain penghasil tumbuhan, hutan juga memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut:
1) Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
2) Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
3) Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
4) Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
5) Hutan sebagai tempat menyimpan air. Air hujan yang meresap kedalam tanah akan disimpan oleh akar-akar pohon. Resapanair akan keluar ditempat lain sebagai mata air.
6) Hutan sebagai tempat hdup bagi hewan-hewan yang terdapat didalamnya. 7) Hutan sebagai tempat wisata.
b. Tumbuhan Hasil Pertanian dan Perkebunan
Selain hasil hutan, tumbuhan ada yang sngaja diupayakan oleh manusia dilahan pertanian dan perkebunan. Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian antara lain padi, palawija, rempah-rempah, sayur-sayuran dan buah-buahan. Hasil perkebunan meliputi kapas, karet, kelapa sawit, the, kopi, cokelat dan tebu. Semua hasil pertanian dan perkebunan tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia.
2. Sumber Daya Hewan
Beraneka jenis hewan ada di bumi. Semua hewan tersebut dibedakan atas beberapa kelompok, misalnya mamalia, burung, ikan dan serangga. Berdasarkan tempat hidupnya hewan dikelompokkan menjadi hewan darat, hewan air dan hewan amfibi.
Hewan yng hidup di darat ada bermacam-macam. Misalnya semut, ayam, kuda dan harimau. Demikian juga hewan yang hidup di air pun sangat beragam. Ada hewan yang hidup di air tawar seperti di kolam, sungai dan danau. Hewan air tawar misalnya ikan gurame, mujair, mas dan beberapa jenis udang. Ada hewn yang hidup di air asin (laut). Hewan yang hidup di laut lebih beraneka ragam lagi. Berbagai jenis ikan kecil, ikan sedang dan ikan besar dapat dijumpai di laut. Selain ikan di laut banyak pula hewan-hewan lain seperti udang, ubur-ubur, cumi-cumi, kuda laut, bintang laut dan timun laut.
Berdasarkan cara hidupnya, hewan dikelompokkan menjadi hewan liar dan hewan peliharaan.
a. Hewan Liar
Sekarang ini populasi beberapa jaenis hewan tersebut makin berkurang atau langka. Oleh karena itu hewan-hewan tersebut ada yang dilindungi agar tidak punah. Tempat atau kawasan khusus untuk melindungi hewan-hewan langka dinamakan suaka margasatwa.
b. Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan adalah hewan yng dipelihara oleh manusia untuk diambil manfaatnya atau sekedar untuk hobi dan kesayangan semata.
Hewan yang dipelihara untuk diambil manfaatnya adalah hewan ternak. Misalnya sapi, kerbau, kuda, kmbing, kelinci dan unggas. Hewan tersebut sengaja dipelihara untuk diambil daging, telur, kulit, susu atau tenaganya. Beberapa jenis ikan air tawar juga dibudidayakan di kolam atau dalam kerambah di sungai dan danau. Daging, telur dan ikan merupakan sumber makanan bergizi tinggi. Sebagian hewan dipelihra untuk kesayangan. Hewan tersebut antara lain kucing, burung perkutut dan ikan koi.
3. Sumber Daya Barang Tambang
Barang tambang merupakan sumber daya alam yang diperoleh dengan cara ditambang atau digali. Pada umumnya barang tambang berada di dalam tanah. Barang tambang dikelompokkan menjadi barang tambang mineral dan barang tambang bukan mineral.
a. Barang Tambang Mineral
Barang tambang mineral bukan berasal dari makhluk hidup, biasanya berupa batuan. Mineral ada yang mengandung logam dan ada yang tidak mengandung logam. Batuan mineral yang mengandung logam biasa disebut juga dengan bijih. Contohnya adalah bijih emas, bijih besi, bijih bauksit, dan bijih tembaga. Mineral yang tidak mengandung ligam misalnya tanah liat atau lempung.
b. Barang Tambang Bukan Mineral
Barang tambang bukan mineral berasal dari makhluk hidup, contohnya adalah minyak bumi dan batu bara. Minyak bumi dan batu bara berasal dari jasad makhluk hidup yang tertimbun selama berjuta-juta tahun.
Bahan Baku Menurut Asalnya
Bahan baku adalah bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi bahan jadi. Contohya kayu diolah menjadi meja, kursi dan lemari. Dalam contoh tersebut, kayu adalah bahan baku, edangkan mrja,kursi, dan lemari adalah bahan jadi. Bahan baku dapat berasal dari tumbuhan, hewan dan barang tambang.
1. Bahan Baku dari Tumbuhan
Kayu merupakan contoh bahan baku yang berasal dari tumbuhan. Diruang kelas ada meja, kursi, lemari, papan tulis dan pintu. Benda-benda tersebur terbuat dari kayu. Tumbuhan yang dapat diambil kayunya untuk dimanfaatkan membuat berbagai perlengkapan adalah pohon jati, pohon mahoni, pohon gaharu dan pohon meranti.
2. Bahan Baku dari Hewan
a. Daging
Daging berasal dari ayam, sapi atau kambing. Daging dapat diolah menjadi bermacam-macam masakan, seperti sosis, satai ayam, ayam bakar, opor ayam, dan satai kambing. Daging mengandung protein bermutu tinggi. kambing. Dari hasil perahan sapi diperoleh susu segar atau susu cair. Susu cair dapat diolah di pabrik menjadi susu bubuk yang dikemas dalam kaleng.
3. Bahan Baku dari Barang Tambang
Bahan baku yang berasal dari barang tambang conyohnya adalah logam. Logam berasal dari bijih logam. Macam-macam logam yang banyak ditemui diantaranya adalah besi, alumunium, tembaga, emas, perak dan timah. Logam-logam tersebut diolah lagi untuk dijadikan berbagai barang jadi.
Emas dan perak dapat dibuat menjadi berbagai jenis perhiasan seperti kalung, gelang dan cincin. Alumunium dibuat menjadi berbagai peralatan memasak seperti panci, teko dan wajan karena sifatnya yang tidak mudah berkarat, menghantarkan panas dan cukup ringan. Tembaga digunakan untuk membuat kabel dan alat-alat listrik. Besi yang kuat digunakan untuk kerangka bagunan dan paku.
Beberapa jenis logam ada yang dicampur dengan logam lain agar sifatnya semakin bagus. Contoh logam campuran adalah baja. Baja merupakan campuran besi dengan karbon sehingga baja bersifat lebih kuat dari besi dan tahan karat. Baja antara lain igunakan untuk membuat jembatan dan gedung pencakar langit. Ada juga jenis baja yang lebih mengilap dinamakan stainless steel. Stainless steel merupakan baja yang dilapisi kromium. Stainless steel memiliki sifat yang kuat seperti besi tetapi tidak berkarat dan lebih mengilap. Stainless steel banyak digunakan untuk berbagai peralatan rumah tangga seperti sendok, garpu, pisau dan gunting.
3.2 teknologi pengolahan sumber daya alam
Teknologi adalah ilmu dan seni membuat dan menggunakan sesuatu. Teknologi diciptakan manusia untuk mempermudah dan membantu kegiatan manusia, termasuk dalam mengolahbahan baku menjadi bahan jadi. Ada teknologi sederhana dan ada juga teknologi yang canggih. Teknologi sederhana menggunakan peralatan yang sederhana, sedangkan teknologi canggih menggunakan peralatan yang cukup rumit dan lebih canggih.
1. Kertas
Kertas dibuat pertama kali di cina sekitar 1900 tahun yang lalu. Pada abad VIII bangsa arab belajar cara membuat kertas dari bangsa cina kemudian mereka mengembangkannya di spanyol dengan mendirikan ndustri kertas.
Kertas yang sering kita gunakan merupakan contoh hasil teknologi. Semula kertas terbuat dari serat tumbuhan yang digabungkan menjadi lembaran. Beberapa abad yang lalu ditemukan bahwa kertas diproduksi dari kulit kayu. Kebanyakan kertas terbuat dari kulit kayu pohon pinus dan cemara.
Berikut ini adalah proses pembuatan kertas secara sederhana dengan menggunakan mesin pembuat kertas:
a. Kulit kayu dilepas dari gelondongannya dengan menggunakan mesin pabrik.
b. Kulit kayu kemudian diubah menjadi serat dengan menggunakan mesin gilas dan bahan-bahan kimia.
c. Serat-serat dibuat menjadi bubur dengan menambahkan air.
d. Bubur kayu dari serat yang sudah diaduk dan dicampur bahan kimia kemudian dimasukkan kedalam mesin pembuat kertas.
e. Selanjutnya, kedua bahan campuran tersebut dimasukkan ke dalam mesin kemudian disaring airnya. Sebagian air dalam campuran tadi dapat kering, sementara sisanya akan disedot oleh yang dapat kita nikmati. Nasi berasal dari beras. Beras adalah biji padi. Padi ditanam hampir di seluruh daerah di Indonesia. Proses penanaman padi di sawah sampai menjadi beras adalah sebagai berikut:
a. Sebelum ditanam di sawah, benih (bibit) padi disemaikan pada lahan persemaian . sementara itu, lahan dibajak untuk membalikkan tanah dan diairi setinggi 15-30cm.
b. Setelah 1 bulan, benih (bibit) siap ditanam pada petak sawah. Benih (bibit) kemudian ditanam dengan menggunakan tangan. Cara yang dilakukan petani adalah berdiri berjejer membentuk garis lurus dan berjalan mundur sambil menanam bibit padi tersebut. Petani harus memperhatikan jarak tanam. Bibit yang mati harus segera diganti.
c. Selama proses penanaman, air dijaga ketinggiannya sehingga sawah tidak menjadi kering. Akan tetapi, bila padi sudah makin tua, maka tinggi air dikurangi sehingga pada saat panen tiba sawah dalam keadaan kering.
d. Setelah 100-150 hari, benih (bibit) padi siap dipanen ketika sudah menguning. Selanjutnya batang padi dipotong dengan menggunakan pisau pemotong padi (ani-ani) atau sabit.
f. Kemudian biji padi dipisahkan dari batang padi dan ditampung dalam karung plastik.
g. Butir-butir padi tersebut selanjutnya ditumpuk dan digiling dengan mesin giling untuk menghilangkan kulit padinya. Padi yang telah terlepas dari kulitnya inilah yang disebut beras.
Setelah menjadi beras, kita dapat mengolahnya menjadi nasi. Berikut adalah proses pengolahan beras menjadi nasi:
1) Beras yang akan ditanak dicuci sampai bersih. 2) Beras dituangi air secukupnya kemudian didihkan.
3) Beras yang dimasak lama-kelamaan akan menjadi lunak, basah dan lengket, bersamaan dengan itu air akan berkurang.
4) Setelah matang, beras dikukus menjadi nasi. 3. Tempe
Tempe terbuat dri kacang kedelai. Berikut ini proses sederhana pembuatan tempe dari kacang kedelai:
a. Masukkan kacang kedeai kedalam panci.
b. Rebus biji kedelai sampai setengah matang kemudian injak-injak sampai kulit biji terlepas. c. Rebur kembali biji kedelai sampai matang/lunak.
d. Setelah masak, taburkan biji kedelai di atas nampan kemudian berikan bibit jamur sambil diaduk hingga rata.
e. Setelah dingin bungkuslah bakal tempe dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi daun jati atau daun waru. Selanjutnya ikat dengan tali. Selain dengan daun pisang dapat juga dibingkus dengan plastik.
f. Setelah dibungkus, semua bahan difermentasikan (proses peragian) pada suhu kamar di tempat yang agak gelap. Pada saat diperam, tempe ditaruh pada suatu tempat khusus yang biasanya terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang.
g. Setelah satu malam diperam, pembungkus tempe ditusuk-tusuk dengan kawat agar udara segar masuk ke dalamnya. Selanjutnya bakal tempe diperam lagi selama 1 hari 2 malam sampi membentuk tempe berkualitas baik.
3.3 dampak pengambilan bahan alam tarhadap kelestarian lingkungan
Pengambilan bahan alam semestinya dilakukan dengan mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya, pengambilan dan pemanfaatan sumber daya alam dengan teknologi yang sesuai dan pengelolaan yang tapat. Hal itu dimaksudkan agar mutu dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan. Dengan demikian, sumber daya alam dapat dimanfaatkan hingga masa mendatang.
Beberapa cara pengambilan sumber daya alam dengan cara yang tidak bijaksana diantaranya sebagai berikut:
a. Penebangan Hutan secara Liar
Penebangan pohon-pohon di hutan secara liar memeng kebih mudah, dalam waktu yang cepat dapat diperoleh kayu yang banyak. Setelah pohon dalam satu areal dibabat habis, penebangan dilakukan di areal hutan lainnya. Akibatnya hutan menjadi gundul, hutan gundul yang dibiarkan begitu saja dapat mengakibatkan bencana, seperti banjir, erosi, tanah longsor dan kurangnya persediaan air saat kemarau.
b. Penangkapan Ikan dengan Menggunakan Bom, Racun, Listrik dan Pukat Harimau
Penangkapan ikn dengan bom, racun, listrik dan pukat harimau juga lebih mudah, dalam waktu yang cept ikan yang diperoleh sangat banyak. Namun, ikan yang diperoleh bukan saja ikan berukuran besar melainkan juga ikan yang masih berukuran kecil. Hal demikian dapat mengakibatkan populasi ikan menjdi turun.
Selain membunuh ikan, penggunaan bom dan racun juga dapat membunuh atau memusnahkan hewan laut lainnya. Dampak lainnya adalah menyebabkan air sungai atau laut menjadi tercemar. Oleh karena itu, cara-cara pengambilan ikan seperti itu dilarang.
c. Pengerukan Bahan Tambang
Bahan tambang diambil dengan cara digali atau ditambang. Penambangan dilakukan dengan cara mengeruk lapisan demi lapisan tanah yang menimbun bahan tambang tersebut.
Bahan tambang yang letaknya jauh di bagian dalam tanah dilakukan dengan penggalian tanah yang lebih dalam, kedalaman penggalian dapat mencapai ribuan meter. Bahan tambang ini biasanya berupa mineral logam. Penambangan minyak bumi dan gas dilakukan dengan pengeboran minyak hingga mencapai timbunan mineral.
Penambangan yang dilaukan secara tidak terkendali akan merusak lapisan tanah yang subur. Selain itu, sisa-sisa penambangan yang dibiarkan begitu saja akan meninggalkan lubang-lubang yang sangat besar dan merusak permukaan tanah.
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Bijak
Apakah dengan melimpahnya sumber daya alam yang ada kita dapat menggunakannya dengan sekehendak hati? Tentu tidak. Bagaimana nasib generasi yang akan datang apabila sumber daya alam yanag ada habis oleh generasi saat ini? Untuk itu hendaknya kita dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan sebaik mungkin agar dapat dilestarikan untuk kebutuhan masa mendatang. Selain itu, cara pengambilan sumber daya alam hendaklah dilakukan secara bijaksana dan tidak merusak lingkungan.
Berikut ini adalah beberapa cara pengambilan bahan alam dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
a. Penanaman kembali lahan yang pohonnya telah ditebang (reboisasi).
b. Penebangan pohon dengan system tebang pilih untuk mencegah penggundulan hutan.
d. Mengambil ikan di sungai atau dilaut dengan cara yang dienarkan, misalnya dengan pancing atau jarring-jaring.
e. Mencegah terjadinya pencemaran air dengan tidak membuang limbah ke perairan. f. Mengolah limbah agar tidak membahayakan kehidupan ketika dibuang ke lingkungan.
g. Mengatasi pengambilan barang tambang dengan memperkirakan jumlah kandungan yang terdapat di dalamnya.
3.4 Definisi daur ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosesorkomputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya di antaranya adalah: 1. Bahan bangunan
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, danbatu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.
2. Baterai
Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemprosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.
3. Barang Elektronik
Barang elektronik yang populer seperti komputer dan telepon genggam umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.
4. Logam
Bab IV
Kesimpulan
4.1 Simpulan
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme saja, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Sumber daya alam banyak macamnya, diantaranya sumber Daya tumbuhan, sumber daya hewan dan sumber daya barang tambang. Tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah tumbuhan hasil hutan serta hasil pertanian dan perkebunan. Sumber daya barang tambang dikelompokkan menjadi barang tambang mineral dan barang tambang bukan mineral.
Daftar Pustaka
Ridwanaz. 2009. pengertian sumber daya alam-macam sda dan jenisnya. http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian-sumber-daya-alam-macam-sda-dan-jenisnya/ (7 Desember 2013)
Tim Bina IPA. 2008. IPA kelas 4 SD. Bogor. Yudhistira
Wikipedia. 2011. Sumber daya alam. http://id.wikipedia.org/wiki/sumber_daya_alam (7 Desember 2013)