• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH JENIS MATA ENTRES DAN KLON TERHADAP KEBERHASILAN OKULASI DAN PERTUMBUHAN TUNAS PADA OKULASI HIJAU DI POLIBEG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Jenis mata entres yang digunakan dalam penelitian (mata tunas ditunjukkan tanda panah), a
Gambar 2. Pengaruh  jenis mata okulasi terhadap keberhasilan okulasi
Gambar 3. Pengaruh  jenis entres terhadap tinggi tunas
Tabel  2. Tinggi tunas hasil okulasi  Table  2. Shoot height of budding result
+3

Referensi

Dokumen terkait

benih karet pada percobaan jenis mata entres pada beberapa klon 3 variabel berbeda nyata yaitu variabel presentase tunas yang tumbuh, variabel tinggi tunas hasil

Hasil penelitian ini adalah penyimpanan entres jati pada media pelepah pisang ambon selama enam hari mampu mempertahankan persentase keberhasilan okulasi sebanyak 66,67%,

Untuk mengetahui pengaruh interaksi yang terbaik dari okulasi tanaman jeruk dengan menggunakan berbagai klon mata entres dan umur batang bawah JC

Tingkat keberhasilan okulasi hijau pada tanaman karet sebagai akibat perlakuan media tumbuh (Gambar 7) tidak terlepas dari pengaruh peningkatan pertumbuhan tinggi, diameter

Perkembangan diameter tunas jenis mata sisik umur 31 – 97 hari setelah tanam pada beberapa klon.. Perkembangan diameter tunas jenis mata rapat umur 31 – 97 hari setelah tanam

Jumlah Tangkai Daun dan Helaian Daun Penanaman stum okulasi mata tidur dari beberapa klon entres tanaman karet pada batang bawah PB 260 menunjukkan pengaruh yang

Waktu tumbuh tunas mempengaruhi tinggi tunas, mata tunas prima memiliki waktu tumbuh tunas yang lebih cepat dibandingkan mata tunas sisik, hal ini mengakibatkan

Pembuatan jendela okulasi pada tanaman batang bawah tempat penempelan mata okulasi yang diambil dari kayu entres dilakukan dengan cara irisan vertikal dari atas ke bawah dengan ukuran