• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan Alternatif Metode Pengolahan L

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemilihan Alternatif Metode Pengolahan L"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Deskripsi Permasalahan

Dijaman yang serba modern ini segala sesuatunya pasti dilakukan dengan praktis, otomatis, dan efisien baik dari segi waktu maupun tenaga yang harus dikeluarkan. Segala keperluan bisa diselesaikan dengan alat yang telah diciptakan sedemikian rupa yang memang khusus untuk menyeselaikan suatu pekerjaan sesuai seperti yang dikehendaki. Bahkan dengan hanya sekali tekan suatu peralatan dapat menyelesaikan tugasnya, jadi pengguna hanya cukup menunggunya sampai selesai tidak diperlukan tenaga yang berlebih. Tak terkecuali kegiatan mencuci pakaian, sudah ada alat modern yaitu mesin cuci yang dapat melakukan kegiatan mencuci pakaian dengan praktis. Jadi manusia tidak perlu lagi repot-repot mencuci pakaian dengan tangan, yang dimana hal tersebut sangat menyita tenaga dan waktu yang ada. Dengan harga mesin cuci yang sekarang sudah terjangkau, hampir semua orang mampu membelinya. Karena tidak semua orang dapat memiliki mesin cuci tersebut maka mulai bermunculan usaha laundry yang menyediakan jasa mencuci pakaian dengan mesin cuci. Karena banyaknya konsumen yang membutuhkan jasa laundry, dengan begitu pengusaha laundry mulai menjamur sampai-sampai ditiap daerah pasti mudah sekali ditemukan laundry.

(2)

masyarakat itu sendiri yang konsumtif dan enggan merasa repot dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Namun berkembang pesatnya usaha laundry tersebut tidak hanya memberikan dampak positif saja melainkan juga memunculkan berbagai macam dampak negatif, salah satunya yaitu masalah limbah yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan berupa air yang sudah tercampur detergen, dimana detergen tersebut mengendung banyak sekali zat-zat kimia baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan bagi tubuh dan sudah tentu dapat mengganggu kesehatan penggunanya itu sendiri. Tidak hanya berdampak buruk pada manusia saja tetapi juga memberikan dampak buruk pada lingkungan sekitar. Hal tersebut bisa terjadi jika dalam pembuangan limbah laundry tidak dilakukan dengan benar atau hanya dibuang sembarang tempat, entah itu di selokan maupun di sungai.

Pada umumnya, detergen mengandung bahan-bahan seperti surfaktan. Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Surfaktan merupakan zat aktif permukaan yang termasuk bahan kimia organik. Ia memiliki rantai kimia yang sulit didegradasi (diuraikan) alam. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan, atau istilah teknisnya, ia berfungsi sebagai emulsifier, bahan pengemulsi.. Zat kimia ini bersifat toksik (beracun) bila dihirup, diserap melalui kulit atau termakan. Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contohnya Sodium sulfat. Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contohnya Enzim, Boraks, Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC). (www.matoa.org)

(3)

terhadap pengusaha laundry dalam hal ini Ole Laundry dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Dengan metode ANP tersebut dapat dicari dengan melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan cara pembuangan limbah laundry dan memperhatikan hubungan antar cluster yang dimana terdapat node yang saling berhubungan satu sama lain, sehingga akan mudah untuk dilakukan dan tidak memakan biaya yang besar maupun menyita waktu bagi si pengusaha laundry itu sendiri. Untuk mendukung penelitian ini digunakan software Super Decision yang akan memudahkan dalam membuat jaringan dan pembobotan.

Pada penelitian terdahulu terdapat penggunaan metode yang sama yaitu dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Penelitian tersebut yaitu mengenai pemilihan alternatif pengelolaan sampah oleh Pudji Astuti, Tiena G.Amran, Herdono yang berjudul “Pemilihan Alternatif Pengelolaan Sampah dengan Metode ANP dan BOCR di Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta”. Metode tersebut sama seperti yang kami gunakan dalam penelitian kami yang membahas tentang pemilihan cara pembuangan limbah laundry yang baik untuk Ole Laundry yaitu dengan menggunakan ANP tetapi dalam penelitian kami tidak menggunakan Benefit Opportunities Cost Risk (BOCR) dalam mendapatkan prioritas alternatif dan analisa Strategis.

(4)

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Apa sajakah cluster dan node yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam permasalahan pemilihan cara pembuangan limbah laundry yang baik? 2. Bagaimana hasil analisis dan rekomendasi solusi permasalahan menggunakan 3. metode ANP?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui cluster dan node yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam permasalahan pemilihan cara pembuangan limbah laundry yang baik.

(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Deduktif

2.1.1 Analytical Network Process (ANP)

Analytic Network Process atau ANP adalah teori umum pengukuran relatif yang digunakan untuk menurunkan rasio prioritas komposit dari skala rasio individu yang mencerminkan pengukuran relatif dari pengaruh elemen-elemen yang saling berinteraksi berkenaan dengan kriteria kontrol (Saaty, 2003). ANP merupakan teori matematika yang memungkinkan seseorang untuk memperlakukan dependence dan feedback secara sistematis yang dapat menangkap dan mengkombinasi faktorfaktor tangible dan intangible (Azis, 2003).

ANP merupakan pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan kerangka kerja umum dalam memperlakukan keputusan-keputusan tanpa membuat asumsi-asumsi tentang independensi elemen-elemen pada level yang lebih tinggi dari elemenelemen pada level yang lebih rendah dan tentang independensi elemen-elemen dalam suatu level. Malahan ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yang merupakan titik awal ANP. Konsep utama dalam ANP adalah influence ‘pengaruh’, sementara konsep utama dalam AHP adalah preferrence ‘preferensi’. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP. Dalam metodologi ANP, data yang digunakan merupakan data primer yang didapat dari hasil wawancara (in-depth interview) dengan dengan pakar, praktisi, dan regulator, yang memiliki pemahaman tentang permasalahan yang dibahas. Dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pada pertemuan kedua dengan responden. Data siap olah dalam ANP adalah variabel-variabel penilaian responden terhadap masalah yang menjadi objek penelitian dalam skala numerik.

(6)

diantara keduanya yang lebih besar pengaruhnya (lebih dominan) dan seberapa besar perbedaannya dilihat dari satu sisi. Skala numerik 1-9 yang digunakan merupakan terjemahan dari penilaian verbal. (www.konsultan-anp.com)

Gambar 2.1 Perbandingan Skala Verbal dan Skala Numerik

Prinsip-prinsip dasar ANP ada tiga, yaitu dekomposisi, penilaian komparasi (comparative judgements), dan komposisi hierarkis atau sintesis dari prioritas. 1. Prinsip dekomposisi diterapkan untuk menstrukturkan masalah yang

kompleks menjadi kerangka hierarki atau jaringan cluster, sub-cluster, sus-sub cluster, dan seterusnya. Dengan kata lain dekomposisi adalah memodelkan masalah ke dalam kerangka ANP.

2. Prinsip penilaian komparasi diterapkan untuk membangun pembandingan pasangan (pairwise comparison) dari semua kombinasi elemen-elemen dalam cluster dilihat dari cluster induknya. Pembandingan pasangan ini digunakan untuk mendapatkan prioritas lokal dari elemen-elemen dalam suatu cluster dilihat dari cluster induknya.

3. Prinsip komposisi hierarkis atau sintesis diterapkan untuk mengalikan prioritas lokal dari elemen-elemen dalam cluster dengan prioritas ‘global’ dari elemen induk, yang akan menghasilkan prioritas global seluruh hierarki dan menjumlahkannya untuk menghasilkan prioritas global untuk elemen level terendah (biasanya merupakan alternatif).

Metodologi ANP memiliki tiga fungsi utama sebagai berikut : 1. Melakukan strukturisasi pada kompleksitas

(7)

kompleksitas dari masa ke masa. Dimana kompleksitas distruktur secara hierarkis ke dalam cluster-cluster yang homogen dari faktor-faktor.

2. Pengukuran ke dalam skala rasio.

Metodologi pengambilan keputusan yang terdahulu pada umumnya menggunakan pengukuran level rendah (pengukuran ordinal atau interval), sedangkan metodologi ANP menggunakan pengukuran skala rasio yang diyakini paling akurat dalam mengukur faktor-faktor yang membentuk hierarki. Level pengukuran dari terendah ke tertinggi adalah nominal, ordinal, interval, dan rasio. Setiap level pengukuran memiliki semua arti yang dimiliki level yang lebih rendah dengan tambahan arti yang baru. Pengukuran interval tidak memiliki arti rasio, namun memiliki artiinterval, ordinal, dan nominal. Pengukuran rasio diperlukan untuk mencerminkan proporsi. Untuk menjaga kesederhanaan metodologi, Saaty mengusulkan penggunaan penilaian rasio dari setiap pasang faktor dalam hierarki untuk smendapatkan (tidak secara langsung memberikan nilai) pengukuran skala rasio. Setiap metodologi dengan struktur hieraki harus menggunakan prioritas skala rasio untuk elemen diatas level terendah dari hierarki. Hal ini penting karena prioritas (atau bobot) dari elemen di level manapun dari hierarki ditentukan dengan mengalikan prioritas dari elemen pada level dengan prioritas dari elemen induknya. Karena hasil perkalian dari dua pengukuran level interval secara matematis tidak memiliki arti, skala rasio diperlukan untuk perkalian ini. AHP/ANP menggunakan skala rasio pada semua level terendah dari hierarki/jaringan, termasuk level terendah (alternatif dalam model pilihan). Skala rasio ini menjadi semakin penting jika prioritas tidak hanya digunakan untuk aplikasi pilihan, namun untuk aplikasi-aplikasi lain, seperti untuk aplikasi alokasi sumber daya.

3. Sintesis.

(8)

melakukan sintesis dari banyak dimensi. Meskipun ANP memfasilitasi analisis, fungsi yang lebih penting lagi dalam ANP adalah kemampuannya untuk membantu kita dalam melakukan pengukuran dan sintesis sejumlah faktor-faktor dalam hierarki atau jaringan.

2.1.2 Tahapan ANP

Langkah ANP menurut Lee dan Kim (2000) dalam Handayani (2003):

1. Jelaskan masalah keputusan secara rinci termasuk tujuan, kriteria dan subkriteria, pelaku dan tujuan mereka dan hasil yang mungkin dari keputusan itu.

2. Mengidentifikasikan kriteria-kriteria evaluasi

3. Menentukan bobot kepentingan untuk mengetahui seberapa pentingnya satu kriteria evaluasi terhadap kriteria yang lain bagi pengambil keputusan dalam lingkup ermasalahan yang ingin dipecahkan.

4. Menentukan bobot ketergantungan antar kriteria untuk mengetahui seberapa besar suatu kriteria tergantung pada kriteria yang lain didalam lingkup permasalahan tersebut dengan skala penilaian bobot antara 1 - 9.

5. Menentukan bobot prioritas kriteria untuk masing-masing kriteria dengan mengalikan bobot kepentingan kriteria dengan bobot ketergantungan kriteria. 6. Melakukan analisis sensitivitas terhadap hasil akhir dan menginterpretasikan

hasil sensitivitas dengan mengamati seberapa besar atau kecil ini adalah rasio.

2.2 Kajian Induktif

Pada penelitian terdahulu terdapat penggunaan metode yang sama yaitu dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Penelitian tersebut yaitu mengenai pemilihan alternatif pengelolaan sampah oleh Pudji Astuti, Tiena G.Amran, Herdono yang berjudul “Pemilihan Alternatif Pengelolaan Sampah dengan Metode ANP dan BOCR di Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta”. Metode tersebut sama seperti yang kami gunakan dalam penelitian kami yang membahas tentang pemilihan cara pembuangan limbah laundry yang baik untuk Ole Laundry.

(9)
(10)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Pada penelitian ini tempat yang dijadikan objek yaitu Ole Laundry yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 14,5 Lodadi, Sleman, Yogyakarta. Tempat tersebut adalah jasa pencucian pakaian, boneka, karpet, tas atau yang biasa dikenal khalayak luas dengan laundry.

3.2 Metode Pengumpulan data

Metode Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner yang diserahkan kepada pemilik laundry yang digunakan untuk menentukan perbandingan berpasangan. Sedangkan wawancara untuk mengetahui hubungan yang terdapat antar kriteria.

3.3 Jenis Data

(11)

3.4 Alur Penelitian

(12)

Penjelasan dari diagram alir diatas adalah sebagai berikut:

a. Tahap pertama yaitu mewawancarai dan memberikan kuesioner kepada pihak Ole Laundry guna mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan terdapat hubungan atau tidak.

b. Tahap kedua yaitu melakukan dekomposisi dengan cara membagi-bagi kriteria menjadi cluster dan node guna mengetahui apakah terdapat hubungan cluster satu dengan lainnya.

c. Tahap ketiga yaitu membuat hubungan antar node yang dilakukan oleh expert dalam hal ini adalah pemilik Ole Laundry

d. Tahap keempat yaitu melakukan perbandingan berpasangan dari setiap cluster dan node dengan alternatif yang kemudian akan dilakukan uji konsistensi dari perbandingan berpasangan yang ada. Nilai konsistensi kurang dari sama dengan 0,1 maka dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, jika ada perbandingan berpasangan yang tidak memenuhi syarat maka diulang ke tahap sebelumnya.

e. Tahap kelima yaitu perhitungan supermatriks untuk menghitung perbandingan tingkat kepentingan dalam setiap elemen maupun cluster yang direpresentasikan dalam sebuah matrix dengan memberikan skala rasio dengan perbandingan berpasangan. Masing-masing skala rasio menunjukan perbandingan kepentingan antara elemen didalam sebuah komponen dengan elemen diluar komponen (outer dependence) atau juga didalam elemen terdapat elemen itu sendiri yang berada dikomponen dalam (inner dependence). Elemen yang tidak memberikan pengaruh pada elemen lain akan memberikan nilai nol. (Pudji Astuti, Tiena G.Amran, Herdono, 2011)

(13)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Cluster dan Node Model AHP

Dalam kasus ini yaitu mengenai pemilihan metode pengolahan limbah deterjen dalam usaha laundry, kami mengambil beberapa cluster dan node yang dapat dijadikan bahan pertimbangan diantaranya:

4.1.1 Biaya

Biaya atau cost adalah semua yang dikorbankan untuk memperoleh barang atau jasa yang dianggap dapat memberi manfaat di waktu yang akan datang (Garrison & Eric, 2012). Untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan seseorang harus mengorbankan sesuatu yang dimilikinya baik dalam bentuk materi ataupun non materi. Bagi seorang pengusaha biaya merupakan faktor yang paling diperhitungkan mengingat biaya sebagai salah satu penentu besarnya keuntungan selain pendapatan (Mulyadi,2011). Semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk usaha maka semakin kecil keuntungan yang diperoleh. Sebaliknya, bila biaya yang dikeluarkan sedikit maka akan semakin besar keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha. Dalam kasus ini, biaya perlu dipertimbangkan melihat pendapatan usaha laundry yang tidak menentu. Cluster biaya dibagi menjadi 3 node sebagai berikut.

1. Biaya instalasi, merupakan biaya yang dikeluarkan seorang pengusaha untuk jasa penginstalasian atau pemasangan suatu proyek alat pada perusahaan atau organisasi (Darsono, 2010). Biaya instalasi menjadi bagian dari biaya yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan metode pengolahan limbah untuk usaha laundry.

(14)

3. Biaya bahan baku, merupakan biaya yang berasal dari kebutuhan akan suatu bahan untuk memproduksi suatu barang atau jasa (Mulyadi, 2013). Pada pemilihan metode pengolahan limbah ini biaya bahan baku bergantung dari jenis bahan alat yang digunakan dalam instalasi.

4.1.2 Kemudahan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2015) kemudahan adalah suatu keadaan yang memungkinkan untuk melaksanakan suatu rencana yang memerlukan pertimbangan. Derajat kemudahan sesorang dlilihat dari kemudahan objek, pelayanan, ataupun lingkungan sekitarnya. Semua orang pasti menginginkan kemudahan di segala aspek kehidupannya, tidak ada manusia yang mengingkan kesulitan. Oleh karena itu di zaman modern ini semuanya serba mudah dan praktis untuk memuaskan keinginan manusia mulai dari informasi dan teknologi. Dalam hal penentuan metode pengolahan limbah, kemudahan dapat dijadikan salah satu pertimbangan memmilih metode mana yang dirasa paling baik. Cluster kemudahan disini dibagi menjadi 3 node diantaranya:

1. Kemudahan penggunaan, ISO 9241-210 mendefinisikan kemudahan penggunaan sebaai persepsi dan respon seseorang yang dihasilkan dari penggunaan atau penggunaan terantisipasi dari sebuah produk, sistem, atau jasa. Kemudahan penggunaan diperlukan bagi pengusaha agar metode yang digunakan dapat berfungsi secara baik dan benar.

2. Kemudahan perawatan, adalah persepsi yang dirasakan seorang konsumen untuk melakukan manajemen dan perawatan terhadap fasilitas yang digunakan (Alexander, 2011). Tujuan pemeliharaan sangat bergantung pada tujuan penggunaan fasilitas, untuk itu setiap tujuan pemeliharaan harus ditetapkan terlebih dahulu. Kemudahan perawatan nantinya akan membantu pengusaha dalam memaksimalkan metode yang digunakan.

(15)

dipertimbangkan agar tidak salah memilih metode yang kurang cocok dengan permasalahan yang ada. Dari proses proses yang ada pada metode, kita dapat melihat metode yang paling sesuai dengan bahan pencemar.

4.1.3 Efektivitas

Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan tujuan yang tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya (Allaby, 2011). Efektivitas suatu pengolahan limbah perlu dikaji agar metode yang digunakan yang telah diinstalasi dapat bermanfaat dan sesuai ekspektasi penggunanya. Dalam cluster efektivitas terdapat 3 node yang menjadi bagian pertimbangan efektivitas suatu metode pengolahan limbah diantaranya:

1. Aroma limbah, aroma limbah menggambarkan kualitas limbah yang dibuang ke media ambient apakah baik, buruk atau sangat buruk (Bennet, 2010). Dengan mencium aroma dari limbah yang dibuang kita bisa melihat kualitas limbah itu sendiri. Limbah cair yang baik dan sudah dianggap bersih mempunyai aroma yang sama dengan air suling (Effendi, 2013)

2. Warna limbah, warna pada limbah merupakan indicator utama yang dapat dengan jelas diamati untuk menentukan kualitas suatu limbah cair (Wardhana,2011). Dengan melihat warna limbahnya saja kita dapat beramsumsi tentang kondisi kualitasnya. Warna limbah cair yang sudah dapat dibuang ke lingkungan berwarna bening tidak berbau (Effendi,2013).

(16)

4.1.4 Dampak (Impact)

Dampak atau pengaruh adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya. Hal ini ditekankan khususnya pada keinginan untuk mempengaruhi atau menimbulkan dampak pada subjek lain (Indosdm.com). Dalam penentuan metode pengolahan limbah yang baik, seorang pengusaha harus mempertimbangkan juga pengaruh (impact) dari metode yang digunakan (Ginting,2012). Dari cluster dampak ini dibagi lagi menjadi 3 node diantaranya:

1. Pengaruh terhadap lingkungan, metode pengolahan limbah yang baik adalah metode yang berdampak baik bagi lingkungan. Metode pengolahan limbah dikatakan berhasil jika mampu mengubah kualitas limbah yang dibuang menjadi baik dan layak berada di lingkungan (Pratama, 2012). Oleh sebab itu pengaruh metode terhadap lingkungan patut dijadikan pertimbangan oleh expert. 2. Pengaruh terhadap usaha, pemilihan metode pengolahan limbah

yang salah bisa berdampak buruk terhadap kelangsungan usaha. Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan alat pengolahan limbah lebih besar daripada pendapatan bulanan usaha laundry. Pemilihan metode yang sesuai dan tepat memerlukan analisis yang kuat dilihat dari berbagai aspek termasuk biaya (Lea, 2011). Sehingga usaha perbaikan lingkungan yang dilakukan bisa saling memberikan upan balik terhadap bisnis yang dijalankan.

(17)

4.1.5 Jenis

Hal pertama yang harus diketahui secara teknis dalam pengolahan limbah yaitu mengenai jenis jenis pengolahannya (airlimbahonline.com). Secara umum pengolahan limbah ditentukan oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitasnya. Cluster jenis pengolahan dibagi lagi menjadi 3 node yaitu:

1. Bahan yang digunakan, bahan yang digunakan untuk metode pengolahan limbah dapat mempengaruhi kualitas dan efektifitas dari suatu metode (Kubare, 2010). Dari jenis bahan yang digunakan ini juga nantinya akan mempengaruhi total biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan.

2. Ukuran yang diperlukan, jenis ukuran alat atau metode pengolahan limbah cukup beragam. Ada yang berukuran besar, sedang, dan kecil tergantung proses yang ada dalam sistem metode tersebut (Kubare, 2010). Semakin rumit proses yang dilakukan maka ukuran alat yang digunakan akan semakin besar pula, sebaliknya jika prosesnya sederhana maka hanya diperlukan ruang yang sedikit untuk alat.

3. Ketahanan, pada proses perbaikan mutu limbah yang dilakukan terkadang alat atau metode yang digunakan tidak mampu mengatasi volume limbah yang begitu besar hingga fungsi dan tujuan dari metode itu menjadi berkurang (Sihombing, 2011). Pemilihan metode yang sesuai dengan bahan cemaran akan sangat membantu dalam menjaga ketahanan metode terhadap bahan cemaran yang diprosesnya sehingga dapat mengurangi pengeluaran biaya.

4.2 Alternatif Solusi 4.2.1 Biosand filter

(18)

menjerap ke dalam partikel partikel pasir. Bakteri dan zat zat padat yang terapung mulai meningkat dalam kepadatan yang tinggi di lapisan pasir paling atas menuju biofilm. BSF didesain 5 cm bagian atas air yang dilapisi pasir halus. Ketinggian 5 cm ini menjadi ketinggian optimum dari perpindahan pathogen. Jika tingkatan air terlalu rendah, lapisan biofilm akan lebih mudah terganggu karena rusak oleh kecepatan datangnya air (Kubare, 2010).

4.2.2 Activated carbon

Activated carbon adalah suatu bahan yang berupa karbon amorf yang sebagian besar terdiri dari karbon bebas serta mempunya kemampuan daa jerap (adsorpsi) yang baik. Activated carbon digunakan sebagai bahan pemucat, penjerap gas, penjerap logam, dan sebagainya. Menurut Pratama (2012), activated carbon mempunyai daya jerap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan karbon yang belum mengalami proses aktivasi serta mempunya permukaan yang luas yaitu 300-200 m/gram. Penjerapan yang dilakukan secara umum yaitu dengan cara mengumpulan benda benda terlarut didalam zat cair. Proses adsorpsi pada activated carbon terjadi melalui tiga tahap dasar. Pertama, zat terjerap pada activated carbon bagian luar, lalu bergerak menuju pori pori activated carbon, selanjutnya terjerap ke dinding bagian dalam dari activated carbon (Sihombing, 2011).

4.2.3 Membran Selulosa

(19)

polutan, penggunaan lahan yang relatif kecil dan mudah dikombinasikan dengan produk teknologi lain (Mulder, 2010)

4.3 Model Network ANP

Gambar 4. 1 Model Network ANP Pemilihan Metode Pengolahan Limbah Laundry

Pada gambar diatas hubungan yang terjadi adalah sebagai berikut:

1. Hubungan outer dependence antara biaya bahan baku dengan jenis ketahanan. Menurut pendapat expert, biaya bahan baku dapat mempengaruhi kualitas alat yang dibuat karena semakin mahal harha yang dikeluarkan maka semakin baik pula kualitasnya. Sebaliknya semakin murah harga bahan maka kualitasnya semakin kurang meskipun tidak selalu yang mahal lebih baik dari yang murah.

(20)

semakin pula biayanya. Sebaliknya jika perawatan untuk barang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu lebih maka biaya yang diperlukan akan semakin mahal.

3. Hubungan inner dependence antara kemudahan proses mempengaruhi kemudahan penggunaan. Expert berpendapat bahwa metode yang hanya mempunyai proses sederhana akan lebih mudah untuk digunakan karena tidak berbelit belit dan mudah dipahami. 4. Hubungan outer dependence antara kemudahan proses

mempengaruhi efektivitas dalam menetralisisr kandungan limbah. Menurut pendapat expert, proses pengolahan yang rumit dan panjang mungkin akan lebih efektif hasil pengolahannya dibandingkan dengan proses yang sederhana.

5. Hubungan inner dependence antara kandungan limbah mempengaruhi aroma dan warna limbah pada efektivitas pengolahan limbah. Menurut expert limbah yang sudah benar benar bersih akan memiliki warna bening seperti air dan tidak berbau seperti air cucian yang baru saja dibuang.

6. Hubungan outer dependence antara kandungan limbah dengan pengaruh pengolahan limbah terhadap lingkungan. Expert berpendapat bahwa limbah yang sudah bersih diproses atau diolah tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Namun sebaliknya bila limbah yang diproses masih mengandung bahan bahan berbahaya akan mempunyai pengaruh buruk terhadap lingkungan sekitar

(21)

8. Hubungan outer dependence antara jenis bahan yang digunakan mempengaruhi biaya perawatan dan kemudahan pemeliharaan. Menurut expert jenis bahan yang digunakan dalam metode pengolahan limbah mampu mempengaruhi cara perawatannya sehingga biaya yang dikeluarkan pun akan berbeda pula. Kemudahan perawatan alat juga bergantung dari jenis bahan yang digunakan. Bergantung dari kekurangan yang dimiliki oleh bahan tersebut.

9. Hubungan inner dependence antara jenis bahan yang digunakan terhadap ukuran yang diperlukan dan ketahanan alat. Menurut expert, bahan yang berasal alam tidak memerlukan ukuran ruang yang besar pada lokasi. Berbeda dengan bahan bahan lain seperti tangki ataupun drum yang memerlukan ruang cukup besar pada lokasi. Akan tetapi menurut expert, bahan yang berasal dari alam pengaruhnya kurang cukup efektif dalam proses pengolahan berbeda dengan bahan bahan sintetik dengan tambahan bahan kimia yang dapat lebih baik dan efektif dari bahan alami atau organic.

10. Hubungan feedback antara jenis bahan yang digunakan dengan biaya bahan baku. Menurut Prasetijo (2010), terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara harga dan jenis barang yang didapat. Suatu harga ditetapkan berdasarkan nilai suatu barang itu sendiri. Barang yang mempunyai nilai guna tinggi dan keunggulan akan mempunyai harga yang tinggi. Berbeda dengan benda yang kurang memiliki nilai guna yang akan dihargai sedikit saja. Jadi harga bergantung pada jenis bahan atau barang sedangkan jenis barang akan mempengaruhi harga jual.

(22)

Kriteria kriteria yang disebutkan harus mampu mempengaruhi pilihan pilihan alternative yang ada agar terbentuknya suatu perbandingan antar keduanya yang dapat dijadikan scenario terpilih nantinya.

4.4 Hasil Perbandingan Berpasangan dan Uji Konsistensi

4.4.1 Node Comparison

Gambar 4. 2 Perbandingan Activated carbon dengan Biaya

Sebelum memilih alternative mana yang tepat, disini kita harus membandingkan terlebih dahulu setiap alternative dengan node node cluster yang ada. Pada gambar diatas dapat dilihat hasil perbandingan berpasangan antara alternative activated carbon dengan cluster biaya. Dapat kita lihat bahwa biaya bahan baku sedikit berpengaruh terhadap biaya instalasi. Hal ini dikarenakan setiap bahan baku mempunyai karakteristik dan memerlukan jenis perlakuan yang berbeda sehingga akan berpengaruh terhadap biaya instalasi yang diperlukan. Biaya bahan baku juga lebih berpengaruh terhadap biaya biaya perawatannya dikarenakan semakin baik kualitas bahan baku maka akan semakin mudah perawatannya dan akan semakin murah. Sedangkan biaya instalasi sedikit lebih berpengaruh terhadap biaya perawatan. Pemasangan alat yang baik nantinya kan memudahkan pengguna dalam melakukan perawatan dan alat pun akan semakin awet dari kerusakan.

(23)

dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 3 Perbandingan Activated carbon dengan Efektivitas

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara node alternative activated carbon dengan cluster efektivitas. Dapat kita lihat bahwa kandungan limbah sedikit berpengaruh terhadap aroma limbah karena semakin baik kandungan limbah maka tidak akan ada aroma deterjen yang tercium lagi. Aroma limbah sedikit berpengaruh terhadap warna limbah. Hal ini karena limbah yang sudah bersih tak berbau akan memiliki warna bening seperti air suling tidak keruh. Sedangkan kandungan limbah lebih berpengaruh terhadap warna limbah karena limbah yang sudah bersih dari bahan pencemar khususnya deterjen akan berwarna bening seperti air suling tidak putih maupun keruh karena busa.

(24)

Gambar 4. 4 Perbandingan Activated carbon dengan Impact

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative activated carbon dengan cluster impact atau dampak. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa pengaruh terhadap lingkungan mutlak berpengaruh terhadap sosial karena penggunaan alat yang baik terhadap lingkungan mampu menumbuhkan motivasi tersendiri terhadap para pengusaha lain untuk ikut melestarikan lingkungan sekitar selain mendapatkan keuntungan dari usahanya. Pengaruh terhadap lingkungan juga sedikit berpengaruh terhadap usaha yang dijalankan. Semakin baik pengolahan limbah yang dilakukan maka usaha bisnis yang dijalankan akan semakin baik pula karena sukses mendapatkan keuntungan tanpa merusak lingkungan sekitar. Sedangkan pengaruh pengolahan limbah terhadap usaha sedikit berpengaruh terhadap social dikarenakan semakin menguntungkan usaha yang dijalankan maka social seseorang pun akan berubah pula.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.03356 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(25)

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara activated carbon dengan jenis pengolahan limbah. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa bahan yang digunakan sedikit berpengaruh terhadap ketahan alat. Semakin baik kualitas bahan maka ketahanan nya pun akan semakin baik pula. Bahan yang digunakan juga sedikit berpengaruh dengan ukuran yang diperlukan untuk pembuatan alat pengolahan limbah. Penggunaan bahan bahan yang berasal dari alam biasanya akan lebih mudah untuk dirakit dan tidak terlalu membutuhkan ruang yang besar pada lokasi. Sedangkan ketahanan akan sedikit berpengaruh terhadap ukuran yang diperlukan. Alat pengolahan akan semakin kuat dan baik apabila ukuran alat dapat menyesuaikan dengan volume limbah yang diolah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 6 Perbandingan Activated carbon dengan Kemudahan

(26)

rumit cukup membantu expert dalam melakukan perawatan alatnya. Sedangkan kemudahan penggunaan juga sedikit berpengaruh terhadap kemudahan proses karena semakin mudah alat digunakan oleh expert maka proses proses pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan benar berbeda jika expert tidak mampu menggunakan alat dengan baik mungkin proses pengolahan tidak akan berjalan dengan baik dan benar.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00885 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 7 Perbandingan Biosand filter dengan Biaya

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative biosand filter dengan cluster biaya. Pada pembobotan yang dilakukan biaya bahan baku sedikit berpengaruh terhadap biaya instalasi. Hal ini dikarenakan karakteristik jenis bahan yang digunakan berbeda beda sehingga perlakuan pemasangannya pun akan berbeda pula dan berdampak pada biaya yang berbeda. Biaya bahan baku juga lebih berpengaruh dibandingkan biaya perawatan karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, karakteristik jenis bahan berbeda beda sehingga cara perawatannya juga berbeda beda dampaknya biaya perawatannya pun berbeda. Pada biaya instalasi diketahui sedikit berpengaruh dari biaya perawatan dikarenakan besar biaya instalasi yang dikeluarkan berarti semakin baik kualitas dari alat tersebut.

(27)

dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 8 Perbandingan Biosand filter dengan Efektivitas

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative biosand filter dengan cluster efektivitas. Pada pembobotan yang dilakukan didapatkan bahwa kandungan limbah sedikit berpengaruh terhadap aroma limbah. Dikarenakan semakin bersih kandungan pada limbah maka aromanya pun juga semakin tak tercium. Aroma limbah sedikit berpengaruh dibandingkan dengan warna limbah dikarenakan semakin menyengat bau limbah maka warnanya akan semakin keruh. Kandungan pada limbah akan lebih mempengaruhi warna dari limbah dikarenakan kandungan pada limbah mengandung bahan bahan kimia yang dapat menyebabkan warna air menjadi keruh.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(28)

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative biosand filter dengan cluster impact. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa pengaruh terhadap lingkungan mutak berpengaruh terhadap pengaruh social. Hal ini karena hasil pengolahan limbah yang baik pada lingkungan sekitar akan mendapatkan respek yang baik pula dari masyarakat sekitar. Pengaruh terhadap lingkungan sedikit berpengaruh terhadap usaha yang dijalankan karena semakin baik pengaruh yang ditimbulkan dari pengolahan limbah yang dilakukan maka akan berdampak juga pada usha yan dijalankan. Sedangkan pengaruh usaha lebih berpengaruh dibandingkan dengan social karena semakin baik pengolahan limbah terhadap usaha maka akan berdampak baik pula terhadap social sekitar untuk sebagai contoh baik di masyarakat.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.01361 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 10 Perbandingan Biosand filter dengan Jenis

(29)

lebih mudah untuk dirakit dan tidak terlalu membutuhkan ruang yang besar pada lokasi. Sedangkan ketahanan akan sedikit berpengaruh terhadap ukuran yang diperlukan. Alat pengolahan akan semakin kuat dan baik apabila ukuran alat dapat menyesuaikan dengan volume limbah yang diolah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.01759 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 11 Perbandingan Biosand filter dengan Kemudahan

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative biosand filter dengan cluster kemudahan. Dari perbandingan yang dilakukan diketahui kemudahan penggunaan lebih berpengaruh terhadap kemudahan pemeliharaan. Hal ini dikarenakan alat yang mudah digunakan akan lebih mudah pula dimengerti sehingga perawatan akan lebih mudah dilakukan. Kemudahan proses sedikit berpengaruh daripada pemeliharaan dikarenakan proses pengolahan limbah yang mudah dan tidak rumit akan cukup membantu dalam melakukan perawatan alatnya. Sedangkan kemudahan penggunaan juga sedikit berpengaruh terhadap kemudahan proses karena semakin mudah alat digunakan oleh expert maka proses proses pengolahan dapat dilakukan dengan baik dan benar berbeda jika expert tidak mampu menggunakan alat dengan baik mungkin proses pengolahan tidak akan berjalan dengan baik dan benar.

(30)

dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 12 Perbandingan Membran Selulosadengan Biaya

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative membrane selulosa dengan cluster biaya. Pada pembobotan yang dilakukan biaya bahan baku sedikit berpengaruh terhadap biaya instalasi. Hal ini dikarenakan karakteristik jenis bahan yang digunakan berbeda beda sehingga perlakuan pemasangannya pun akan berbeda pula dan berdampak pada biaya yang berbeda. Biaya bahan baku juga mutlak berpengaruh dibandingkan biaya perawatan karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, karakteristik jenis bahan berbeda beda sehingga cara perawatannya juga berbeda beda dampaknya biaya perawatannya pun berbeda. Pada biaya instalasi diketahui lebih berpengaruh dari biaya perawatan dikarenakan besar biaya instalasi yang dikeluarkan berarti semakin baik kualitas dari alat tersebut.

(31)

Gambar 4. 13 Perbandingan Membran Selulosadengan Efektivitas

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara node alternative membrane selulosa dengan cluster efektivitas. Dapat kita lihat bahwa kandungan limbah sedikit berpengaruh terhadap aroma limbah karena semakin baik kandungan limbah maka tidak akan ada aroma deterjen yang tercium lagi. Aroma limbah sedikit berpengaruh terhadap warna limbah. Hal ini karena limbah yang sudah bersih tak berbau akan memiliki warna bening seperti air suling tidak keruh. Sedangkan kandungan limbah lebih berpengaruh terhadap warna limbah karena limbah yang sudah bersih dari bahan pencemar khususnya deterjen akan berwarna bening seperti air suling tidak putih maupun keruh karena busa.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 14 Perbandingan Membran Selulosadengan Impact

(32)

lebih berpengaruh terhadap sosial karena penggunaan alat yang baik terhadap lingkungan mampu menumbuhkan motivasi tersendiri terhadap para pengusaha lain untuk ikut melestarikan lingkungan sekitar selain mendapatkan keuntungan dari usahanya. Pengaruh terhadap lingkungan juga sedikit berpengaruh terhadap usaha yang dijalankan. Semakin baik pengolahan limbah yang dilakukan maka usaha bisnis yang dijalankan akan semakin baik pula karena sukses mendapatkan keuntungan tanpa merusak lingkungan sekitar. Sedangkan pengaruh pengolahan limbah terhadap usaha sedikit berpengaruh terhadap social dikarenakan semakin menguntungkan usaha yang dijalankan maka social seseorang pun akan berubah pula.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00885 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 15 Perbandingan Membran Selulosadengan Jenis

(33)

semakin kuat dan baik apabila ukuran alat dapat menyesuaikan dengan volume limbah yang diolah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.01759 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 16 Perbandingan Membran Selulosadengan Kemudahan

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan berpasangan antara alternative membrane selulosa dengan cluster kemudahan. Dari perbandingan yang dilakukan diketahui kemudahan penggunaan lebih berpengaruh terhadap kemudahan pemeliharaan. Hal ini dikarenakan alat yang mudah digunakan akan lebih mudah dimengerti sehingga perawatan akan lebih mudah dilakukan. Kemudahan proses sedikit berpengaruh daripada pemeliharaan dikarenakan proses pengolahan limbah yang mudah dan tidak rumit cukup membantu expert dalam melakukan perawatan alatnya. Sedangkan kemudahan penggunaan sedikit berpengaruh terhadap kemudahan proses karena semakin mudah alat digunakan maka proses proses pengolahan yang dilakukan dapat dilakukan dengan benar. Jika semakin sulit maka kemungkinan melakukan kesalahan dalam penggunaan pun akan semakin besar akibatnya proses pengolahan yang seharusnya mudah akan menjadi sulit karea kesalahan kealahan yang terjadi

(34)

Gambar 4. 17 Perbandingan Biaya Bahan Baku dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara biaya bahan baku terhadap alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang baik dilihat dari cluster biaya node bahan bakunya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan biaya bahan baku untuk pembuatan biosand filter lebih rendah dibandingkan dengan activated carbon. Membran selulosa lebih berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon dikarenakan harga bahan baku untuk pembuatan membrane selulosa sangat rendah sekali bahkan dapat menggunakan limbah yang didaur ulang. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh dibanding biosand filter karena harga bahan bakunya lebih murah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(35)

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara biaya bahan baku terhadap jenis. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan yang digunakan dengan ketahanan. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa bahan yang digunakan sedikit berpengaruh terhadap jenis ketahanan alat. Hal ini dikarenakan berbeda beda jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan alat pengolahan limbah berbeda beda pula kualitasnya. Karena perbedaan kualitas setiap bahan itulah yang menyebabkan pengaruh terhadap ketahanan alat nantinya saat digunakan. Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 19 Perbandingan Biaya Instalasi dengan Alternatif

(36)

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00885 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 20 Perbandingan Biaya Perawatan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara biaya perawatan terhadap alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang baik dilihat dari biaya perawatannya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan biosand filter lebih awet dan hanya membutuhkan perawatan yang sederhana seperti membersihkan filter atau saringan secara rutin saja. Membran selulosa lebih berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon dikarenakan penggunaan bahan bakunya yang mudah didapat dan mudah diganti kapan saja. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh dibanding biosand bahan baku pada membrane selulosa mudah didapat dan mudah diganti pula sehingga tidak memerlukan perawatan rutin yang memerlukan biaya.

(37)

Gambar 4. 21 Perbandingan Aroma Limbah dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara aroma limbah terhadap alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang baik dilihat dari efektivitas pengolahan berdasarkan dari aroma limbahnya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan pada biosand filter cairan limbah melewati saringan atau filter yang begitu rapat sehingga aroma deterjen pada limbah hilang dengan baik. Membran selulosa diketahui lebih berpengaruh dari activated carbon karena pada membrane selulosa selain disaring dengan filter yang sangat rapat selulosa juga dapat menyerap bahan bahan kimia penyebab aroma deterjen pada limbah. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena hasil saringan dan pengolahan keduanya tidak begitu jauh.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(38)

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara kandungan limbah terhadap alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari efektivitas pengolahan berdasarkna kandungan limbahnya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan pada biosand filter cairan limbah melewati saringan atau filter yang begitu rapat sehingga kandungan bahan bahan berbahaya pada deterjen dapat hilang dengan baik. Membran selulosa diketahui lebih berpengaruh dari activated carbon karena pada membrane selulosa selain disaring dengan filter yang sangat rapat selulosa juga dapat menyerap bahan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Berbeda dengan sifat dari activated carbon yang hanya menjerap zat saja. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena hasil saringan dan pengolahan keduanya tidak begitu jauh.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.03112 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 23 Perbandingan Kandungan Limbah dengan Efektivitas

(39)

limbah. Hal ini dikarenakan kandungan limbah beracun yang masih berbekas pada limbah akan menimbulkan aroma sama dengan air cucian sebelum diolah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 24 Perbandingan Warna Limbah dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara warna limbah terhadap alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari efektivitas pengolahan berdasarkna warna limbahnya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan pada biosand filter cairan limbah disaring dengan cukup baik sehingga zat zat yang menimbulkan warna limbah hilang hingga seperti air biasa. Membran selulosa diketahui sedikit berpengaruh dari activated carbon karena pada membrane selulosa cairan limbah melewati saringan yang sangat sangat rapat hingga ukuran micron hingga limbah benar benar bersih dan tampak bening seperti air. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena hasil saringan dan pengolahan keduanya tidak begitu jauh dilihat dari warna limbahnya.

(40)

Gambar 4. 25 Perbandingan Pengaruh Terhadap Lingkungan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara pengaruh terhadap lingkungan dengan alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan pada biosand filter hasil proses pengolahan limbah lebih bersih daripada activated carbon sehingga layak dibuang ke lingkungan. Membran selulosa diketahui lebih berpengaruh dari activated carbon karena pada membrane selulosa hasil pengolahan begitu bersih hingga meyerupai air bersih sehingga limbah yang dibuang tidak mempunyai masalah terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena hasil saringan dan pengolahan keduanya tidak begitu jauh.

(41)

Gambar 4. 26 Perbandingan Pengaruh Terhadap Lingkungan dengan Impact

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara pengaruh terhadap lingkungan dengan impact. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui lebih berpengaruh mana pengaruh lingkungan terhadap usaha dan sosial. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa pengaruh terhadap lingkungan sedikit berpengaruh terhadap usaha yang dijalankan. Hal ini dikarenakan ketika pengusaha sukses melakukan pengolahan limbah dari usahanya hal tersebut dapat menarik minat pelanggan yang peduli akan lingkungan. Selain menginginkan pelayanan yang memuaskan, pelanggan juga menginginkan tempat yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam sekitar sehingga pendapatan usaha pun dapat meningkat.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 27 Perbandingan Pengaruh Terhadap Sosial dengan Alternatif

(42)

alternative mana yang paling baik dilihat dari pengaruhnya terhadap social.. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Hal ini dikarenakan pada biosand filter proses pengolahan limbah dilakukan dengan baik tanpa mengganngu aktivitas lainnya.. Membran selulosa diketahui lebih berpengaruh dari activated carbon karena pada membrane selulosa hasil pengolahan begitu bersih hingga meyerupai air bersih sehingga limbah yang dibuang tidak mempunyai masalah terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena hasil saringan dan pengolahan keduanya tidak begitu jauh.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 28 Perbandingan Pengaruh Terhadap Usaha dengan Alternatif

(43)

carbon. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena biaya yang dikeluarkan tidak begitu jauh dan hasilnya sama sama memuaskan.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00885 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 29 Perbandingan Jenis Bahan yang Diunakan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara jenis bahan yang digunakan dengan alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari jeis bahan yang digunakan. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon. Dikarenakan bahan untuk pembuatan biosand filter lebih mudah didapat dan lebih murah dibandingkan dengan activated carbon. Membran selulosa diketahui lebih berpengaruh dari activated carbon karena pada untuk pembuatan membrane selulosa bahan bahan yang digunakan sangat murh dan banyak dialam. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh terhadap biosand filter karena biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku tidak begitu jauh sama sama banyak terdapat di alam.

(44)

Gambar 4. 30 Perbandingan Jenis Bahan yang digunakan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara jenis bahan yang digunakan dengan biaya. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui lebih berpengaruh terhadap mana bahan yang digunakan dengan biaya bahan baku dan biaya perawatan. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa bahan yang digunakan sedikit berpengaruh terhadap biaya bahan baku dibandingkan dengan biaya perawatannya. Hal ini dikarenakan semakin berkualitas jenis bahan yang digunakan maka akan semakin mahal pula biaya bahan baku yang dikeluarkan

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 31 Perbandingan Jenis Bahan yang digunakan dengan Alternatif

(45)

kompleks jenis bahan yang digunakan untuk pembuatan alat maka akan semakin besar pula ruangan yang diperlukan pada tempat usaha.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 32 Perbandingan Jenis Ketahanan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara jenis ketahanan dengan alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari jenis ketahanannya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa activated carbon sedikit lebih berpengaruh dibandingkan dengan biosand filter dikarenakan harga activated carbon yang mahal dan biaya instalasinya yang mahal membuat activated carbon lbeih kuat dan tahan dibandingkan dengan biosand filter. Activated carbon juga lebih berpengaruh dibandingkan dengan membrane selulosa yang hanya membutuhkan emasangan sederhana. Sedangkan biosand filter sedikit berpengaruh dibandingkan dengan membrane selulosa dikarenakan pada biosand filter pemasangan dilakukan lebih kompleks dibandingkan dengan membrane selulosa.

(46)

Gambar 4. 33 Perbandingan Jenis Ukuran yang Diperlukan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara jenis ukuran yang diperlukan dengan alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari jenis ukurannya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa activated carbon sedikit lebih berpengaruh dibandingkan dengan biosand filter dikarenakan pada biosand filter hanya membutuhkan ruang yang kecil dibandingkan dengan biosand filter. Pada membrane selulosa diketahui sedikit berpengaruh dibandingkan activated carbon karena ukuran yang diperlukannya lebih kecil daripada activated carbon. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh dibandingkankan dengan biosand dikarenakan ukuran ketiga alat yang tidak begitu jauh dilihat dari ruang yang diperlukan pada tempat usaha.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 34 Perbandingan Kemudahan Pemeliharaan dengan Alternatif

(47)

mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari kemudahan pemeliharaannya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa activated carbon sedikit lebih berpengaruh dibandingkan dengan biosand filter dikarenakan pada activated carbon untuk melakukan perawatan hanya dengan mengganti batang karbonnya saja dibandingkan dengan biosand filter yang harus dibersihkan dengan cara mencopot filter dalam dan pembersihan lumut. Membran selulosa sedikit berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon dikarenakan perawatan yang diperlukan sebenarnya sama akan tetapi harga perawatannya saja yang berbeda dan lebih murah. Sedangkan membrane selulosa lebih berpengaruh dibandingkan dengan biosand filter karena perawatannya yang jauh lebih mudah.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.01759 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(48)

dibandingkan dengan biosand filter karena sama sama mudah dalam penggunaan alatnya.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 36 Perbandingan Kemudahan Pemeliharaan dengan Alternatif

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan antara kemudahan proses dengan alternative. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui alternative mana yang paling baik dilihat dari kemudahan penggunaannya. Dari hasil pembobotan diketahui bahwa biosand filter sedikit lebih berpengaruh daripada activated carbon dikarenakan proses pengolahan pada alat yang sederhana dengan melakukan proses filtrasi pada cairan limbah. Membran selulosa lebih berpengaruh dibandingkan dengan activated carbon dikarenakan prosesnya yang hampir sama dengan biosand filter sebagai alat penyaring dan tidak rumit. Sedangkan membrane selulosa sedikit berpengaruh daripada biosand filter karena proses pengolahannya tidak begitu jauh dan sama sama melakukan proses yang sederhana pada cairan limbah.

(49)

4.4.2 Cluster Comparison

Gambar 4. 37 Perbandingan Setiap Alternatif Terhadap Cluster

(50)

Gambar 4. 38 Perbandingan Setiap Alternatif Terhadap Biaya

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan alternative terhadap biaya. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa jenis lebih berpengaruh dibandingkan dengan alternative. Hal ini dikarenakan berbeda beda jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan alat pengolahan maka kualitasnya pun akan berbeda beda pula sehingga harga atau biaya yang dikeluarkan juga berbeda.

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 39 Perbandingan Setiap Alternatif Terhadap Efektivitas

(51)

usaha pengolahan yan dilakukan tidak sia sia. Sedangkan efektivitas sedikit berpengaruh daripada impact dikarenakan keduanya yang sama sama penting

Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.00355 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 40 Perbandingan Setiap Alternatif Terhadap Impact

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan alternative terhadap impact. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa impact sedikit berpengaruh dibandingkan dengan alternative. Hal ini impact merupakan bentuk implementasi dari usaha pengolahan limbah yang dilakukan. Tujuan utama dari pengolahan limbah adalah agar lingkungan sekitar tetap bersih dan asri dari bahan bahan pencemar agar tetap nyaman untuk ditempati. Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

(52)

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan alternative terhadap jenis. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa biaya lebih berpengaruh dibandingkan dengan alternative, jenis dan kemudahan Hal ini dikarenakan bahwa biaya adalah pertimbangan terpenting sebelum menentukan pilihan, walupun pilihan tersebut merupaka pilihan yang baik dan tepat bagi perusahaan. Selain itu kemudahan dan jenis juga lebih berpengaruh terhadap alternative karena nanti jenis alat yang digunakan dan kemudahan alat sangat berpengaruh terhadap hasil pengolahan limbah yang dilakukan Dari hasil perbandingan berpasangan yang dilakukan didapatkan nilai uji konsistensi dengan nilai 0.01783 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0.1 dan dinyatakan konsistensi sehingga data perbandingan berpasangan dapat diterima untuk perhitungan ouput nantinya.

Gambar 4. 42 Perbandingan Setiap Alternatif dengan Jenis

Pada gambar diatas dilakukan perbandingan alternative terhadap kemudahan. Dari hasil pembobotan yang dilakukan diketahui bahwa biaya lebih berpengaruh dibandingkan dengan alternative, efektivitas dan kemudahan Hal ini dikarenakan bahwa biaya adalah pertimbangan terpenting sebelum menentukan pilihan, walupun pilihan tersebut merupaka pilihan yang baik dan tepat bagi perusahaan. Selain itu efektivitas dan jenis juga lebih berpengaruh terhadap alternative karena nanti efektivitas pengolahan dan kemudahan alat sangat berpengaruh terhadap hasil pengolahan limbah yang dilakukan

(53)
(54)

4.1Analisis Hasil

4.5.1 Unweighted supermatrix

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

Acti

(55)
(56)
(57)

Gambar 4. 43 Hasil Komputasi Unweighted supermatrix

Pada gambar diatas didapatkan hasil unweighted supermatrix dari hasil penelitian yang dilakukan. Unweighted supermatrix atau tahap supermatriks tanpa bobot adalah supermatriks yang asli berasal dari hasil pembobotan perbandingan berpasangan subcluster dengan cluster (berasal dari perhitungan komputasi antara subcluster dengan cluster)

(58)

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

8996 25420.01 0.009772 0.229651 0.04

(59)
(60)

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

(61)

Pada gambar diatas kita dapat melihat hasil weighted supermatrix dari penelitian yang dilakukan. Weighted supermatrix merupakan supermatriks yang diperoleh dengan mengalikan semua elemen di dalam komponen unweighted supermatrix dengan bobot cluster yang sesuai sehingga setiap kolom pada weighted supermatrix sudah memiliki jumlah 1.

4.5.3 Limit Supermatrix

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

(62)

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

7162 71620.05 0.057162 0.057162 0.05

2171 21710.04 0.042171 0.042171 0.04

0741 07410.02 0.020741 0.020741 0.02

(63)

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

(64)

Alternatives Biaya Efektivitas Impact Jenis Kemudahan

unaan 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 0.01516 Prose

Gambar 4. 45 Hasil Komputasi Limit Supermatrix

Pada gambar diatas kita dapat melihat data data limit supermatrix yang telah diexport ke Ms Excel. Limit supermatrix merupakan supermatriks yang diperoleh dengan menaikan bobot dari weighted supermatrix. Yaitu dengan cara mengalikan supermatriks itu sendiri dengan dirinya sendiri sampai beberapa kali hingga setiap kolom memiliki nilai yang sama, maka nilai limit supermatrix telah stabil dan proses perkalian matriks dihentikan.

(65)

Gambar 4. 46 Hasil Komputasi Synthesized

Dari hasil komputasi synthesized yang didapatkan, kita dapat meengetahui nilai ideal dan nilai normal dari masing masing alternative. Nilai normal dari activated carbon diketahui 0.200913, nilai normal biosand filter 0.222549, dan nilai normal membrane selulosa sebesar 0.576537. Nilai normal yang didapat berasal dari pembagian nilai raw dengan total nilai raw. Dari nilai nilai normal yang didapat, membrane selulosa memiliki nilai normal terbesar 0.576537. Selanjutnya pada gambar kita juga dapat mengetahui nilai idea setiap alternative. Nilai ideal didapatkan dari hasil pembagian nilai normal dengan normal terbesar. Pada hasil komputasi synthesized diketahui nilai ideal untuk activated carbon 0.34843, biosand filter 0.386010, dan membrane selulosa 1. Pemilihan alternative terbaik adalah alternative dengan nilai ideal terbesar maka dapat ditarik kesimpulan alternative membrane selulosa lah yang akan dipilih sebagai metode pengolahan limbah pada gerai Ole Laundry.

(66)
(67)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Untuk mengetahui cluster dan node yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam permasalahan pemilihan cara pembuangan limbah laundry yang baik. Untuk mengetahui hasil analisis dan rekomendasi solusi permasalahan menggunakan metode ANP.

Dari hasil pnelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian kami yaitu:

1. Kriteria kriteria / cluster yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penentuan metode pengolahan limbah yang paling baik diantaranya biaya, kemudahan, efektivitas, impact atau pengaruh dan jenis. Sedangkan sub kriteria atau node yang dipilih didalam cluster untuk biaya ada biaya bahan baku, biaya perawatan, dan biaya instalasi. Untuk cluster kemudahan ada kemudahan penggunaan, kemudahan pemeliharaan, dan kemudahan proses. Pada cluster efektivitas ada aroma limbah, warna limbah dan kandungan limbah. Cluster impact/pengaruh ada pengaruh terhadap lingkungan, pengaruh terhadap usaha dan pengaruh terhadap social. Yang terakhir cluster jenis mencakup jenis bahan yang digunakan, jenis ukuran yang diperlukan dan jenis ketahan alat/metode. Alternatif yang ditawarkan yaitu biosand filter, activated carbon dan membrane selulosa.

Gambar

Gambar 4. 1 Model Network ANP Pemilihan Metode Pengolahan Limbah
Gambar 4. 2 Perbandingan Activated carbon dengan Biaya
Gambar 4. 3 Perbandingan Activated carbon dengan Efektivitas
Gambar 4. 5 Perbandingan Activated carbon dengan Jenis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang hasilnya akan dituangkan dalam bentuk skripsi dengan

Metode survey merupakan metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi

Pengaruh Manajemen Laba terhadap Biaya Modal Ekuitas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Qadir dan Wahyudin

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek tersebut memiliki persepsi yang berbeda terhadap dukungan suami.Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor

Saya mengambil data dengan mengumpulkan ucapan yang di ucapkan oleh Robert Pattinson (Tyler) and Emilie de Ravin (Ally) dalam skrip film Remember Me akan tetapi focus

Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan Sumber Dana DAK+APBD Tahun Anggaran 2013 dengan ini menyatakan Pelelangan Gagal. Pada Pelelangan Ulang

Melihat kemampuan tersebut, penulis dari STMIK Bumigora Mataram berencana untuk memberikan pelatihan kepada para guru pengampu atau tim teknis di sekolah untuk membuat