ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
STATISTIK DAERAH
KABUPATEN JENEPONTO
2015
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
STATISTIK
DAERAH
KABUPATEN
JENEPONTO
201
5
Katalog BPS : 1103001.7304
Ukuran Buku : 17,6 cm X 25 cm
Jumlah Halaman : 27
Naskah:
KSK Kecamatan Binamu
Gambar Kulit:
Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Diterbitkan Oleh:
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
KATA SAMBUTAN
Publikasi
Statistik
Daerah
Kabupaten
Jeneponto
201
5
diterbitkan oleh Badan Pusat
Statistik Kabupaten Jeneponto,
publikasi ini melengkapi
publikasi-publikasi
yang
terbit
setiap
tahunnya,
Materi yang disajikan dalam
publikasi
Statistik
Daerah
Kabupaten Jeneponto 2015
ini
berisi berbagai data dan informasi
terpilih seputar Jeneponto yang
dianalisis secara sederhana untuk
membantu
pengguna
data
memahami
perkembangan
pembangunan serta berbagai
potensi daerah, serta diharapkan
dapat menjadi bahan kajian
dalam perencanaan dan evaluasi
kegiatan pembangunan.
Kepada semua pihak yang
telah membantu kami ucapkan
terima kasih. Saran, kritik dan
koreksi yang konstruktif dari
berbagai pihak sangat kami
harapkan
demi
semakin
sempurnanya publikasi ini di masa
masa mendatang.
Semoga publikasi ini dapat
bermanfaat bagi para pengguna
data
dan
masyarakat
pada
umumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik
Kabupaten Jeneponto
Drs. H. Abd. Salam, MM
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
DAFTAR ISI
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
iii
DAFTAR ISI
KATALOG ... i
KATA SAMBUTAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
GEOGRAFI DAN IKLIM ... 1
Peningkatan Pemanfaatan Luas Lahan Meningkat ... 1
GEOGRAFI DAN IKLIM ... 1
Peningkatan Pemanfaatan Luas Lahan Meningkat ... 1
PEMERINTAHAN ... 2
Tidak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal ... 2
PENDUDUK ... 3
Laju Pertumbuhan Penduduk Meningkat... 3
KETENEGAKERJAAN ... 4
Kesempatan Kerja dan Peningkatan Tenaga Kerja ... 4
PENDIDIKAN ... 5
Perlunya Meningkatkan Mutu Pendidikan ... 5
KESEHATAN ... 6
Angka Harapan Hidup Semakin Baik ... 6
PERUMAHAN ... 7
Masih Ada Rumah Yang Tidak Layak Huni ... 7
PEMBANGUNAN MANUSIA ... 8
Masih Peringkat Terakhir ... 8
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
DAFTAR ISI
PERTANIAN...9
Jagung Merupakan Komoditas Utama...9
PERTAMBANGAN DAN ENERGI...10
Sektor Pertambangan di Jeneponto Masih Kurang...10
INDUSTRI PENGOLAHAN ...11
Industri Makanan dan Minuman Masih Dominan ...11
KONSTRUKSI ...12
Pertumbuhan Sektor Konstruksi Meningkat ...12
HOTEL DAN PARIWISATA ...13
Pariwisata di Jeneponto perlu dikembangkan ...13
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI ...14
Kondisi Jalan MasihCukup Baik ...14
PERBANKAN DAN INVESTASI ...15
Nilai Investasi Mengalami Peningkatan Yang Cukup Tinggi...15
HARGA-HARGA...16
Peningkatan Harga Kebutuhan Pokok...16
PENGELUARAN PENDUDUK...17
Kesejahteraan Penduduk Menunjukkan Penurunan...17
PERDAGANGAN...18
Menurunnya Minat di Sektor Perdagangan...18
PENDAPATAN REGIONAL ...19
PDRB Kabupaten Jeneponto Masih Perlu Ditingkatkan...19
PERBANDINGAN REGIONAL...20
PDRB Perkapita Jeneponto Seperenambelas PDRB Perkapita Kota Makassar...20
iv
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
|
2015
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Peta Kabupaten Jeneponto
** Tahukah anda **
Dari 11 Kecamatan yang ada, hanya di Kecamatan Rumbia yang memiliki sawah dengan masa panen 3 kali selama setahun.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan, Kabupaten Jeneponto merupakan kabupaten dengan luas terkecil ke-7 dengan luas wilayah sebesar 749,79 km2.
Kabupaten Jeneponto berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar di sebelah utara, Kabupaten Bantaeng di sebelah timur, Kabupaten Takalar sebelah Barat dan laut Flores di sebelah Selatan.
Bila dipandang secara astronomis Kabupaten Jeneponto terletak antara 5° 23’12' - 5° 42’12' Lintang Selatan dan 119° 29’12' -119° 56’44,9' Bujur Timur.
Ibukota Kabupaten Jeneponto berada di Bontosunggu Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu. Kecamatan terjauh dan terluas adalah kecamatan Bangkala Barat dengan jarak 41 km dari ibukota kabupaten dan luas 152,96 km².
Sektor pertanian masih menjadi dominansi di Kabupaten Jeneponto. Tercatat bahwa lahan yang digunakan untuk sektor pertanian sebesar 66.544 ha atau sekitar 88 persen dari luas wilayah di Kabupaten Jeneponto. Pergeseran fungsi lahan terbesar selama dua tahun terakhir berupa tambak yang tersebar di seluruh kecamatan di Jeneponto.
Jl. Adyaksa Baru Ruko Zamrud II Blok J No.11 Panakukang Mas Makassar Telp. 0411-5718970 Fax. 0411-425278
GLOBALINDO KONSULTAMA
PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BAPPEDA
Kegiatan
Pembuatan Peta Tematik Pysical Setting Kabupaten Jeneponto Tahun 2006
Sumber Peta :
Peta Rupa Bumi Skala 1:50.000 Peta Administrasi Kab. Jeneponto Tahun 2004 Skala 1:55.000
Peta Indeks Provinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten Jeneponto
Keterangan
Pusat Kabupaten
% Jalan Nasional Jalan Provinsi Sungai Besar Sungai Garis Pantai Batas Wilayah Kabupaten
PETA ADMINISTRASI KABUPATEN JENEPONTO
UTARA
2 0 2 4
Kilometer Skala 1:170.000
# KEC. BANGKALA BARAT
KEC. BANGKALA
Komposisi Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaannya (Ha)
Jenis Penggunaan 2013 2014 Sawah Panen 3x 39 * Sawah Panen 2x 3.816 14.014 Sawah Panen 1x 7.637 8.539 Tegalan 36.166
Ladang/Huma 1.157 Perkebunan 1.431 Tambak 9.337 Sawah Tadah Hujan 5.389 Hutan Rakyat 1.572 Sementara tidak
diusahakan 92 Lahan bukan Pertanian 8.273 Lainnya 70
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2014-2015
GEOGRAFI DAN IKLIM
Peningkatan pemanfaatan luas lahan meningkat
Peningkatan kualitas pendayagunaan lahan khususnya pada sector pertanian perlu ditingkatkan, mengingat potensi terbesar diKabupaten Jeneponto adalah sektor pertanian.
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
2
Secara administratif, Kabupaten Jeneponto memiliki 11 kecamatan yang terdiri dari 113 desa/kelurahan (31 kelurahan dan 82 desa). Data 2014 memperlihatkan bahwa terjadinya penurunan jumlah pegawai hal ini disebabkan adanya pegawai yang pensiun namun di sisi lain terjadi moratorium pegawai selain itu pindah tugas pegawai di luar daerah menjadi penyebab lainnya. Jumlah PNS di Kab Jeneponto sebagian besar adalah pegawai perempuan. Sedangkan dari segi kualitas, sejak tahun 2009 dominansi tamatan Sarjana Strata satu.
** Tahukah anda **
Tahun 2014 Pendapatan Daerah Kab Jeneponto mengalami kenaikan 10.2%
APBD sebagai dasar perencanaan pembangunan pemerintah Kabupaten Jeneponto mengalami kenaikan mencapai 804,412 milyar. Sebagian besar APBD Kabupaten Jeneponto bersumber dari Dana Perimbangan Dana Perimbangan selain digunakan untuk mengurangi kesenjangan antara Pemerintah Pusat, Daerah dan antar daerah juga mengindikasikan bahwa Kabupaten Jeneponto belum cukup mandiri dalam melaksanakan pembangunannya. Sedangkan belanja daerah naik dari 709,374 milyar di tahun 2013 menjadi
794,224 milyar di tahun 2014. Sumber : PPKAD Kab Jeneponto
2012 2013 2014 Pendapatan Daerah Belanja Daerah
Jumlah PNS Jeneponto menurut
Golongan, 2013-2014
Golongan 2013 2014
Golongan I 50 30 Golongan II 1.269 891 Golongan III 2.934 2.537 Golongan IV 1.765 1.543 Total 6.018 5.001
Sumber : BKD, 2014-2015
Pendapatan dan Belanja APBD
2012-2014 (Juta Rp)
PEMERINTAHAN
Tidak ada lagi desa sangat tertinggal
Berdasarkan SK Bupati tahun 2010 tentang Kategori Desa Tertinggal, dari 113 desa dan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Jeneponto, sebanyak 63 desa masuk kategori tidak tertinggal dan 50 desa masuk kategoritertinggal.
2
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Sumber : BPS (Proyeksi),2014
Gambar piramida penduduk disamping menunjukkan bahwa penduduk pada usia kerja (15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk di usia non produktif (0-14 tahun dan 65+). Begitu halnya bila ditelusuri pada dua tahun sebelumnya. Relatif menurunnya usia non produktif mengindikasikan akan adanya perbaikan kondisi perekonomian masyarakat, mengingat penduduk usia produktif memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Angka ketergantungan pada tahun 2014 sebesar 54, dengan kata lain dari 100 orang usia produktif menanggung 54 orang usia non produktif.
Tercatat bahwa jumlah penduduk Kabupaten Jeneponto tahun 2014 sebanyak 353.287 jiwa yang terdiri dari 170.873 laki laki dan 182.414 perempuan. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Binamu sebanyak 54.633 jiwa. Dengan luas wilayah sebesar 749,79 km², rata- rata kepadatan penduduk sebesar 471 jiwa per km².
Untuk jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Jeneponto pada tahun 2014 sebesar 80.068. Dengan kata lain, secara rata-rata anggota rumah tangga dihuni/terdiri dari 4 jiwa.
** Tahukah anda **
Berdasarkan data dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pada tahun 2014 tercatat sebanyak
151.385 Kepala Keluarga
3
PENDUDUK
Laju pertumbuhan penduduk meningkat.
Selama kurun waktu 2 tahun terakhir laju pertumbuhan meningkat sebesar 1,35 persen. Bila ditelusuri lebih dalam peningkatan penduduk terjadi pada kelompok usia 55-59 tahun.
Piramida Penduduk Kabupaten Jeneponto
2014 (jiwa)
Indikator Kependudukan Kabupaten
Jeneponto, 2012-2014
Uraian 2012 2013 2014 Jumlah 348.680 351.111 353.287 Kepadatan 465 468 471 Sex Ratio 93,83 93,75 93,67 Rumah tangga 79.024 79.576 80.068
Penduduk Menurut Kelompok Umur 0-14 Thn 103.488 102.966 102.414 15-64 Thn 224.966 227.464 229.725 65+ 20.226 20.681 21.148
Sumber : BPS (Proyeksi),2012-2014
Perempuan Laki-laki
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
4
Jumlah Angkatan Kerja (seluruh penduduk usia 15 tahun keatas) pada tahun 2014 sebanyak 155.035 orang atau sekitar 61,74% dari total penduduk. Dari angka tersebut, 150.806 orang (97,27%) berstatus bekerja dan 4.229 orang (2,73%)
berstatus pengangguran terbuka,
sisanya sebesar 96.055 tergolong bukan Angkatan Kerja (sekolah, mengurus Rumah Tangga dan lainnya).
Dilihat dari tingkat pendidikan, penduduk yang bekerja, sebagian besar masih berpendidikan rendah (belum tamat SD) dengan persentase sekitar 25,37%. Kesempatan bekerja lebih banyak di lapangan usaha pertanian sebanyak 53,17% sedangkan pekerja yang paling sedikit berada di sektor lapangan usaha industri sekitar 3,45%.
Untuk sebaran gender pekerja, sebanyak 94.957 orang merupakan pekerja laki laki, dan 55.849 merupakan pekerja perempuan. Sebagian besar pekerja laki-laki terpusat pada kelompok umur 30-34 sebanyak 2.935 jiwa, sedangkan pekerja perempuan terpusat pada kelompok umur 40-44 sebanyak 18.163 jiwa
** Tahukah anda **
Tingkat pengangguran Kab Jeneponto tahun 2014 naik 1,95 % dari tahun sebelumnya
Sumber: BPS HASIL Sakernas 2014
uneversitas Diploma I/II/III/Akademi SMA sederajat SLTP sederajat SD sederajat Belum/Tidak tamat SD
Belum/Tidak pernah…
Kesempatan Kerja dan Peningkatan Tenaga Kerja
Tingginya angka kesempatan kerja di Kabupaten Jeneponto perlu diimbangidengan peningkatan tingkat pendidikan penduduk bekerja
,
sehingga kualitaspekerja lebih baik dan dapat merangkul semua peluang yang ada.
Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut
Jenis Kelamin dan Sektor Lapangan
Usaha tahun 2014
Jumlah
Bekerja Laki-Laki Perempuan Total
Pertanian 54.615 25.576 80.191 Industri 2.893 2.311 5.204 Perdagangan 7.765 10.934 18.699 Jasa-Jasa 6.820 15.584 22.404 Lainnya 22.864 1.444 24.308 Total 94.957 55.849 150.806
Sumber : BPS, Survey Sakernas 2014
Penduduk yang Bekerja Menurut
Tingkat Pendidikan tahun 2014
Penurunan jumlah murid sekolah di Kabupaten Jeneponto perlu menjadi perhatian demi peningkatan IPM Kabupaten. Di tahun 2014 tercatat jumlah murid SD sederajat turun 10,91 % menjadi 46.561 siswa sedangkan jumlah guru sebanyak 3.674 orang, yang menyebabkan rasio murid guru SD sebesar 12 yang berarti secara rata-rata 1 orang guru mempunyai beban mengajar sebanyak 12 murid. Sedangkan rasio murid guru SLTP sederajat sebesar 19 dan SLTA sederajat sebesar 17. Salah satu sarana penunjang pendidikan adalah jumlah sekolah, rasio murid sekolah SD sebesar 160, yang berarti satu sekolah menampung sekitar 160 murid, sedangkan rasio murid sekolah untuk SLTP 163 dan SLTA 278.
Potensi SDM di suatu daerah antara lain dapat dilihat dari jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Meskipun masih banyak yang belum memiliki ijazah, namun kesetaraan gender dalam mengeyam pendidikan mulai Nampak hal ini dapat dilihat dari ijazah pendidikan tertinggi (DIV/S1/S2/S3) lebih banyak dimiliki oleh perempuan.
** Tahukah anda **
Masih terdapat 24,25 % penduduk usia 15 tahun ke atas di Kab Jeneponto yang belum bisa baca
dan tulis huruf latin
5
PENDIDIKAN
Perlunya peningkatan mutu pendidikan
.
Rata rata lama sekolah di kabupaten Jeneponto masih tergolong rendah, yaitu sekitar 6, yang berarti secara rata rata tingkat pendidikan tertinggi hanya sampai kelas 6 SD. Ini menjadi dasar perlunya peningkatan mutu pendidikan di segala aspek.
Perkembangan Jumlah Murid dan Guru
Tahun 2012-2014
Uraian 2012 2013 2014
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2015
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun
Keatas Menurut Tamatan
Pendidikan,2014(%)
Sumber : :susenas 2014
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
6
Ketersediaan sarana dan prasana layanan kesehatan merupakan salah satu hal penunjang perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2014, fasilitas kesehatan tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya namun tenaga medis berkurang, tentunya ini diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan fasilitas kesehatan berdampak pada angka kematian bayi yang berkurang, data 2014 memperlihatkan bahwa kematian bayi turun 0,91 % dibanding tahun sebelumnya sebesar 1,24%. Dari 5.458 bayi yang mendapatkan pertolongan masih terdapat 114 bayi yang mendapatkan pertolongan dari dukun atau sekitar 2,05% Meskipun demikian pola pembinaan kepada masyarakat harus terus digallakan demi meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selain itu koordinasi bidan desa dan dukun harus tetap terjaga.
Musim pancaroba selama 2014 menimbulkan serangan berbegai penyakit. Diare, Disentri dan TBC adalah kasus penyakit terbanyak yang ditemui pada tahun 2014.
** Tahukah anda **
Pada tahun 2014 tercatat 9 orang meninggal karena penyakit typhus dan 8 karena TBC yang menjadi
penyakit dengan angka kematian tertinggi
KESEHATAN
Angka Harapan Hidup Semakin Baik
Tingkat kesadaran masyarakat Jeneponto akan kesehatan tercermin dari Angka Harapan Hidup yang ditunjang oleh ketersediaan sarana prasarana serta tenaga kesehatan penolong kelahiran yang relative meningkat dari tahun ke tahun.Indikator Kesehatan di Jeneponto
Uraian
2012
2013
2014
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2013-2015
Angka Kelahiran Bayi 2013-2014
6
Sumber data: DDA Kab Jeneponto,2015
Tingkat kesejahteraan rakyat dapat dilihat salah satunya dari kualitas lantai yang digunakan. Jenis lantai di Jeneponto dibedakan jadi 2 yaitu tanah dan bukan tanah. Persentase jenis lantai bukan tanah sebesar 99,31% (rumah panggung dan rumah batu) dan lantai tanah sebesar 1,69%. Lantai bukan tanah yang paling banyak dijumpai di Kabupaten Jeneponto berupa lantai Kayu sebesar 74,08% dari total rumah tangga.
Selain jenis lantai, luas lantai juga berpengaruh terhadap kesehatan, salah satu indikator rumah sehat menurut WHO adalah rumah tinggal yang memiliki luas lantai perkapita minimal 10 m², konsumsi air bersih dan jarak ke tempat penampungan kotoran >= 10 m. Nampak pada gambar disamping bahwa Standard Kesehatan menurut WHO telah terpenuhi meskipun masih terdapat sebagian penduduk yang belum memenuhi standard kesehatan ini.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap air bersih dapat dilihat dari peningkatan jumlah pelanggan PDAM dari kategori rumah tempat tinggal setiap tahunnya. Kenaikan pada tahun ini sebesar 6,02%.
** Tahukah anda **
Penerangan Rumah Tangga, sebagian besar sudah menggunakan listrik PLN, namun yang
menyambung (nyantol) pada 2014 sebesar 41,15%.
PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN
Masih ada rumah yang tidak layak huni.
Dari 78.315 jumlah rumah yang ada di Kabupaten Jeneponto, sekitar 65,38% merupakan rumah layak huni, dan masih ada sekitar 34,62% rumah yang tidak layak huni.
7
Penggunaan Indikator Perumahan dan
Lingkungan (%)
Uraian
2013
2014
Atap Seng
94,74
94,81
Dinding Bambu
40,39
38,6
Dinding Tembok
7,44
9,65
Lantai bukan tanah
97,95
99,31
Air layak
81,43
86.98
Listrik PLN
98,92
99,42
Sumber : BPS,susenas 2013-2014
Persentase Rumah Tangga Menurut
Standar Kesehatan, 2014
Sumber : BPS,susenas 2014
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
8
Untuk mengukur keberhasilan kinerja pembangunan manusia suatu wilayah, digunakan Indeks Pembangunan Manusia yang mencakup Indeks Harapan Hidup, Indeks Pendidikan dan Indeks PPP (Purchasing Power Parity) atau Kemampuan daya Beli. IPM Kabupaten Jeneponto sedikit mengalami peningkatan selama kurun waktu 2012-2014 yaitu dari 59,62 menjadi 61,45. Kenaikan ini sebagai akibat naiknya semua komponen pendukung IPM.
Kemampuan penduduk Jeneponto dalam menyerap informasi di kabupaten Jeneponto tercermin dalam besarnya Indeks pendidikan yang mengalami kenaikan 1,98. Meskipun tidak banyak mengalami perubahan, namun sudah cukup baik bahwa terdapat 75,75% dari penduduk Jeneponto usia 15 tahu keatas yang dapat membaca dan menulias latin. IPM selain terdiri dari aspek kesehatan dan pendidikan juga mencakup aspek perekonomian yang tercermin dari indeks pengeluaran masyarakat pada suatu periode watu tertentu. Tercatat bahwa indeks pengeluaran penduduk Jeneponto selama tahun 2014 adalah 64,87
** Tahukah anda **
Kecepatan pencapaian IPM Kabupaten Jeneponto pada tahun 2014 dalam memenuhi
capaian idealnya terbilang sangat cepat dengan nilai sebesar 1,48%
8
Komponen IPM 2012-2014
Uraian 2012 2013 2014
Angka Harapan Hidup (AHH)
65,27 65,35 65,39
Indekx kesehatan 69,64 69,76 69,82
Indekx Pendidikan 47,20 49,24 51,22
Indeks Pengeluaran
64,46 64,62 64,87
Sumber : BPS, 2012-2014
Perkembangan IPM 2012-2014
PEMBANGUNAN MANUSIA
Masih peringkat terakhir.
Meskipun IPM Kabupaten Jeneponto masih tertinggal dari Kabupaten yang lain di Sulawesi Selatan, namun pada tahun 2014 IPM Kabupaten Jeneponto terkategorikan pada posisi menengah keatas.ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2015
Sektor pertanian masih merupakan tumpuan daerah Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, secara umum selama tahun 2014, produksi pertanian tanaman pangan mengalami penurunan cukup tajam yakni 10,47 persen di banding tahun 2013 atau 14,11 persen dibanding 2012. produksi kedelai merupakan komoditi yang mengalami penurunan paling signifikan yaitu sekitar 67,78 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan berkurangnnya lahan pemanfaatan tanaman kedelai hingga mencapai 1.408 Ha atau sekitar 68 persen. Data juga memperlihatkan kacang hijau menjadi satu-satunya komoditi yang mengalami peningkatan baik dari produksi maupun luas panen yakni sebesar 339,96 ton atau 8,48 persen.
Populasi ternak besar dan kecil pada tahun 2014 di Kabupaten Jeneponto mengalami kenaikan sekitar 15,89 persen. kenaikan populasi terbesar pada komoditi Sapi sebesar 34,1 sedangkan kerbau meruapakn komoditi dengan kenaikan terkecil sebesar 9,58 persen.
** Tahukah anda **
Dari 11 kecamatan, 4 diantaranya berpotensi budidaya udang dan rumput laut di Jeneponto : Bangkala Barat, Bangkala, Tamalatea, Arungkeke.
20.743
Tanaman Pangan Tahun 2014
Uraian
Luas
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2015
Perkembangan Populasi Ternak Besar dan Kecil
Tahun 2013-2014 (Ekor)
PERTANIAN
Kacang hijau menjadi komoditi alternatif
Dari semua jenis tanaman padi palawija hanya kacang hijau yang mengalami peningkatan baik produksi maupun luas panen.
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
10
Sebagai salah satu sumber energi, listrik memegang peranan penting, tercatat selama tahun 2012-2014, jumlah langganan maupun daya tersambung mengalami peningkatan yang cukup positif. Pada tahun 2014 jumlah pelanggan listrik sebanyak 55.480 naik 7,5% dari tahun 2013. Jumlah daya tersambung tahun 2014 sebesar 57.474.650 VA, naik 5,48% dari tahun 2013. Sementara nilai produksi tahun 2014 sebesar Rp. 54.465.751.192 naik sekitar 5,9% dari tahun 2013. Besarnya kenaikan nilai produksi ini mengindikasikan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari sub sektor listrik terus meningkat.
DiKabupaten Jeneponto sendiri sector usaha garam telah menjadi primadona ini dapat terlihat bahwa tingkat produksi garam ditahun 2014 meningkat 181,9 % menjadi 42.864,42 ton dengan jumlah usaha yang tetap.
** Tahukah anda **
Di tahun 2014 batubara yang daingkut untuk proses produksi energy listrik di PLTU Bangkala
sebesar 782.524 M/ton
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2015
Jumlah Pelanggan, Daya tersambung
dan Nilai Produksi Listrik
Remaks 2012 2013 2014
Jumlah
Pelanggan 44.723 51.605 55.480 Daya
Tersambung (KW)
46.316.150 60.803.6
82 57.474.650
Nilai (Rp ooo) 42.952.299. 51.426.6 42
54.465.751
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2013 – 2015
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
Keberadaan PLTU Bangkala sangat membantu dalam
peningkatan produksi energi listrik untu masyarakat Jeneponto
Jumlah Gardu dan Panjang Jaringan
PLN menurut Ranting/Sub ranting, 2014
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Sektor industri sampai saat ini peranannya masih relatif rendah bila dibandingkan dengan sektor pertanian. Namun nilai investasi, produksi, bahan baku, dan nilai tambah mengalami trend yang cukup menggembirakan seiring dengan naiknya unit usaha yang bergerak di sektor industri.
Pada tahun 2014 terdapat 1.437 unit usaha dengan total nilai produksi sebesar Rp. 143.832.824.000, Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 1,84% untuk jumlah unit usaha dan 5,04% untuk nilai produksi.
Jumlah tenaga kerja yang diserap pada usaha sektor industri sejak tahun 2012 hingga 2014 terus mengalami peningkatan sebesar 9,82 persen. Peningkatan jumlah tenaga kerja memicu peingkatan produktivitas.
Produktivitas pekerja industri
didapat dari nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja. Pada tahun 2014, produktifitas pekerja sektor industri di kabupaten jeneponto sebesar 18.686.151, dengan kata lain tiap pekerja menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 18,68 juta selama tahun 2014.
** Tahukah anda **
Hingga 2014 industri sector makanan merupakan sektor terbanyak dalam memberikan
input ekonomi daerah
Jumlah perusahaan menurut kelompok
usaha tahun 2014
Sumber: DDA Kab Jeneponto 2015
11
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Makanan dan Minuman masih dominan.
Menurut Induk ISIC di kabupaten Jeneponto, jumlah perusahaan terbanyak adalah kelompok usaha yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman .
Statistik Industri 2012-2014
Uraian
2012
2013
2014
Unit Usaha
1.367
1.411
1.437
Investasi (juta
Rp)
15.579
22.732
26.852
Nilai Produksi
(juta Rp.)
84.481 136.958 143.832
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2012 - 2014
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
12
Kontribusi sektor bangunan dalam menciptakan nilai tambah tidak begitu besar, namun peran sektor bangunan dalam perkembangan kemajuan perekonomian suatu daerah cukup signifikan.
Pada tahun 2012-2014, nilai tambah yang tercipta dari sektor konstruksi untuk PDRB daerah mencapai 8,39% atau naik 0,04% walaupun kecil akan tetapi pergerakan disektor ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat jeneponto dalam pengembangan usaha hal ini tentunya disebabkan kebutuhan perumahan meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun ini dengan total jumlah rumah tangga sebesar 80.068
Pembangunan perumahan dalam rangka program pembangunan perumahan skala nasional turut menyumbang peningkatan pertumbuhan sektor real estate. Nampak pada grafik peningkatan dari sektor real estate di tahun 2014 mencapai 144.606,9 juta rupiah naik 8,97 dari tahun sebelumnya.
** Tahukah anda ** Di tahun 2014 tercatat
231 rumah yang memiliki status IMB
12
Sumber : BPS, 2012-2014
Pertumbuhan Sektor Bangunan
Kabupaten Jeneponto, 2012-2014(juta)
KONSTRUKSI
Pertumbuhan sektor konstruksi meningkat
Nilai tambah yang diciptakan dari sektor konstruksi mengalami
peningkatan secara nominal dari tahun ke tahun.
Nilai Tambah Sektor Bangunan untuk
PDRB Kab Jeneponto, 2012-2014
Uraian
2012
2013 2014
Persentase
untuk PDRB
ekonomi
5,96 8,35 8,39
PDRB ekonomi (
Rp juta) 151.147,9 246.312,9 281.990,1
Sumber : BPS, 2012-2014
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Sumber : Statistik Perhotelan, 2012-2014
**Tahukah Anda**
Hotel Valentine yang baru beroperasi di Jeneponto menjadi Hotel yang cukup
diminati oleh tamu Kebupaten lain
Kabupaten Jeneponto
merupakan daerah perlintasan antar kabupaten, hal ini memiliki fungsi strategis bagi pelaku usaha khususnya akomodasi dan penginapan. Selama tahun 2014 terdapat hotel tambahan sehingga jumlah hotel menjadi 11 hotel, dimana kesemuanya merupakan jenis
hotel melati. 6 Diantaranya
terkategorikan sebagai hotel melati dan sisanya melati lainnya.
Dalam kurun waktu 2014 tingkat hunian hotel mengalami peningkatan tajam hal ini disebabkan pola ekonomi yang melintasi daerah Kab jeneponto sukup signifikan selain itu beberapa hotel juga sudah menerapkan system administrasi yang cukup memadai sehingga mampu mengontrol semua tamu yang menginap. Selama tahun 2014 terdapat 69 orang diantaranya adalah turis mancanegara (Australia, Belanda, Amerika Serikat, Inggris).
Selain akomodasi penginapan, perlu diperhatikan pula akomodasi makanan, pada tahun 2014 tercatat jumlah rumah makan/restoran di Jeneponto meningkat sebesar 17 persen menjadi 349 unit rumah makan. Peningkatan ini seiring bertambahnya nilai tambah di PDRB sebesar 12 persen.
13
HOTEL DAN PARIWISATA
Pariwisata di Jeneponto perlu dikembangakan.
Potensi objek wisata yang ada di kabupaten Jeneponto masih perlu penanganan yang lebih intensif lagi sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung.
Banyaknya Tamu Nusantara/Asing
2012-2014
Statistik Hotel dan Pariwisata Jeneponto
Uraian
2012
2013
2014
Banyaknya
Hotel
10
10
11
Jumlah kamar
114
114
129
Jumlah Tempat
Tidur
180
180
198
Jumlah
Karyawan
69
69
68
Sumber : Statistik Perhotelan, 2012-2014
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
14
Jalan merupakan prasarana darat yang cukup penting untuk
memperlancar kegiatan ekonomi,
sebagai fasilitator mobilitas arus barang dan penduduk antar kabupaten maupun antar daerah. Pada tahun 2014 di Kabupaten Jeneponto tercatat panjang jalan Kabupaten adalah 1.024,94 km, dimana jalan yang diaspal mencapai 804,72 km atau sekitar 78,51% dimana terjadi penurunan kuantitas jalan beraspas 95% dari tahun sebelumnya
Selain transportasi darat,
Kabupaten Jeneponto memiliki
pelabuhan yang diperuntukkan untuk transaksi bongkar muat kapal. Jumlah
kunjungan kapal di pelabuhan
Jeneponto pada tahun 2014 sebanyak 953 kunjungan, menurun dari tahun sebelumnya (1.024 kunjungan). Adapun komoditi barang bongkar muat terdiri dari Binatang hidup (Kuda, Kerbau, Sapi, Kambing), Kopra, Garam, Kapok, Beras, Kapas, Semen, Batu Bara, dan Lainnya. Di sektor pos dan komunikasi, sarana penunjang masih terbatas. Jumlah kantor pos di Jeneponto berjumlah 5, yang tersebar di 5 kecamatan. Dan terdapat 1 Kantor cabang Telkom.
** Tahukah anda **
Perkembangan jumlah kendaraan roda empat di tahun 2014 hanya mencapai 2,49%
14
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI
Kondisi jalan masih cukup baik.
Panjang jalan Kabupaten dengan kondisi baik mencapai 1.370,109 km atau sekitar 80 persen. Namun demikian masih ada sekitar 10 persenjalan dengan kondisi sedan,5 persen rusak dan 5 persen rusak berat.
Perkembangan Sarana Angkutan Darat
tahun 2012-2014
Uraian 2012 2013 2014
Bus Besar 75 14 14
Minibus 245 265 263
Truk 401 422 433
Mikromini 736 751 753
Pick Up 346 345 377
Tangki 8 8 8
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2012-2014
Kondisi Jalan tahun 2014 (%)
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Di tahun 2014, jumlah bank yang ada di kabupaten Jeneponto sebanyak 6 buah kantor cabang dan 5 buah kantor unit bertambah dari tahun 2010.. Perusahaan asuransi tercatat sebanyak 2 dan Koperasi sebanyak 230 buah yang terdiri dari 17 KUD dan 214 Non KUD.
Peningkatan jumlah bank sejalan dengan kinerjanya yang juga meningkat. Dana yang dikumpulkan masyarakat dalam bentuk giro, deposito dan tabungan dari tahun ke tahun fluktuatif. Pada tahun 2014 dana yang terkumpul dari masyarakat (giro, tabungan, deposito) tercatat turun 20,8% dari tahun 2013 menjadi 4,53 triliun rupiah. Begitu halnya dengan kredit yang disalurkan, selama kurun waktu 2012-2014, jumlah kredit yang disalurkan bervariasi. Bila dilihat dari penggunaannya, kredit yang disalurkan oleh perbankan ternyata didominasi oleh kredit investasi. Sebagaimana diketahui kredit investasi ini digunakan untuk membiayai barang-barang modal dalam rangka memperluas usaha.
Di sisi lain non perbankan, pada tahun 2014 jumlah anggota koperasi tidak mengalami kanaikan 3,68 % dari tahun sebelumnya sebanyak 51.487 orang. Begitu pula dengan nilai volume usaha (simpanan pokok, wajib, sukarela) naik 7,36 % mencapai 20,089 milyar rupiah.
15
PERBANKAN DAN INVESTASI
Nilai investasi mengalami peningkatan yang cukup tinggi.
Seiring bertambahnya bank yang ada di Kabupaten Jeneponto, investasi meningkat dari tahun ke tahun. Begitu pula untuk perkembangan investasi di Koperasi.
Statistik Keuangan 2012-2014
2012 2013 2014
Jumlah Bank
(unit) 11 11 11
Nilai Investasi
(Juta Rp) 4.016.313 5.726.615 4.535.109
Perusahaan
Nilai Investasi Koperasi (000 Rp)
16.032.557 18.712.558 20.089.923
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2012-2014
Nilai investasi 2013-2014
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
16
Kegiatan pencatatan harga dalam kurun waktu tertentu merupakan aktivitas penting dalam memantau kegiatan perekonomian. Terutama pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Selama tahun 2014, beberapa komoditi utama seperti beras, minyak goreng dan gula pasir relatif mengalami peningkatan harga. Pada tahun 2014, merujuk pada harga yang diambil dari register statistik harga pedesaan konsumsi rumah tangga tani di kecamatan Kelara dan Bangkala, komoditi yang mengalami kenaikan harga relatif cepat adalah ikan asin sedangkan komoditi yang engalami penurunan signifikan adalah bawang merah.
Peningkatan harga-harga secara umum karena meningkatnya konsumsi/permintaan masyarakat akan menyebabkan inflasi, dengan kata lain merosotnya nilai riil mata uang.
Pada umumnya, bahan makanan menjadi pemicu utama inflasi di berbagai daerah. Di Sulawesi Selatan pencatatan inflasi dilakukan pada empat kota, antara lain Makassar, Parepare, Palopo, Watampone.
** Tahukah anda **
Proses meningkatnya harga-harga bahan secara umum atau yang dikenal dengan inflasi
di Sulawesi Selatan pada 2013 mencapai 6,24 naik menjadi 9,45% Persen di tahun 2014
(year-on-year).
16
Rata-rata Harga Komoditi Sembako di
Jeneponto, 2014
Barang Satuan Harga Tangga Tani Kecamatan Kelara dan Bangkala, 2014
HARGA-HARGA
Peningkatan harga kebutuhan pokok.
Semakin meningkatnya permintaan barang dan jas berimplikasimeningkatnya harga yang menyebabkan inflasi.
Sumber : BPS, 2010-2014
** Tahukah anda **
Rata rata daya beli penduduk Kabupaten Jeneponto Rp.23.060 /per hari
Perkembangan kesejahteraan penduduk salah satunya dapat diukur melalui perkembangan tingkat pengeluaran. Secara umum, selama periode 2010-2014 tingkat kesejahteraan penduduk Jeneponto mengalami peningkatan seiring semakin meningkatnya tingkat pengeluaran perkapita sebagai proxy pendapatan.
Paritas daya beli penduduk kebupaten Jeneponto sejak 2010 sampai 2014 mengalami kenaikan 3,42 % secara berangsur atau rata rata 0.85% per tahunnya. Tahun 2014 menunjukkan PPP berada di angka 8.417 yang artinya bahwa rata rata penduduk memiliki daya beli 8.417.000 pertahun.
Perkembangan tingkat kesejahteraan juga dapat diamati berdasarkan PDRB per kapita dimana Bila PDRB suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu, maka akan dihasilkan suatu PDRB Per kapita. PDRB Per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. Pada tahun 2014, PDRB per kapita Jeneponto mencapai 17,4 juta Rupiah dengan pertumbuhan sebesar 14,4 persen pada tahun 2011 dan berturut-turut sebesar 14,4; 10,6; dan 16 persen pada tahun 2012-2014
17
Pengeluaran paritas Daya beli (PPP)
2012-2014 (%)
PDRB per kapita tahun 2014-2014
PENGELUARAN PENDUDUK
Kesejahteraan penduduk menunjukkan penurunan.
Tingkat pendapatan penduduk jeneponto yang didekati dengan ukuran pengeluaran menunjukkan adanya penurunan pada tahun 2014.
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
18
Jumlah pendaftar tanda daftar perusahaan (TDP) dalam kurun 2012-2014 terus meningkat. Dari 484 Badan Usaha di tahun 2013 menjadi 589 Badan Usaha di tahun 2014 Hal ini bisa menjadi angin segar untuk sector perdagangan dimana sector ini dapat menjadi alternative pilihan selain pertanian.
Peningkatan jumlah pendaftar mengindikasikan peningkatan Badan Usaha, yang berimbas pada peningkatan tenaga kerja. Sarana perdagangan sebagai lahan usaha memegang peranan penting dalam sektor perdagangan.
** Tahukah anda **
Banyaknya beras yang disalurkan oleh BULOG pada tahun mencapai 4.828 ton
Sejak tahun 2006, tercatat
pengadaan beras di Kabupaten
Jeneponto berasal dari beras lokal. Dengan kata lain sudah tidak terjadi import beras dari daerah lain. Namun, sejak tahun 2013 stok beras menurun 22,78%. Penurunan ini disebabkan oleh adanya perubahan iklim yang ekstrim, hal ini juga terjadi pada tahun 2014, stok beras anjlok sekitar 17,24%. Di level 6.720 ton
Sumber : Jeneponto Dalam Angka, 2013-2015
18
Banyaknya TDP yang Diterbitkan
Jenis Perusahaan
2012 2013 2014
Perseroan Terbatas (PT)
28 30 19
Banyaknya beras yang disalurkan oleh
BULOG tahun 2012-2014 (Ton)
PERDAGANGAN
Menurunnya minat di sektor perdagangan.
Penurunan jumlah pendaftar untuk tanda daftar perusahaan dari tahun sebelumnya menunjukkan lesunya minat terhadap sektor perdagangan.
Sumber: DDA Kab Jeneponto,2012-2015
PDRB sebagai ukuran produktivitas, mencerminkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu (satu tahun). Dari angka PDRB dapat dianalisa beberapa
indikator perekonomian seperti
pertumbuhan ekonomi, struktur
ekonomi dan PDRB Perkapita.
Dari nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan diketahui pertumbuhan ekonomi Jeneponto tahun 2014 sebesar 7,15%. Sementara PDRB perkapita yang mencerminkan tingkat produktivitas. tiap penduduk pada tahun 2014 sebesar Rp. 11,54 juta
Sampai tahun 2014 struktur ekonomi di Kabupaten Jeneponto masih didominasi oleh sektor pertanian, dengan kontribusi sebesar 42,29% dari total PDRB Kabupaten Jeneponto. Dan pada sektor pertanian.
** Tahukah anda **
Kontribusi PDRB Jeneponto terhadap Sulawesi Selatan pada tahun 2014 sebesar
1,96 %.
Distribusi Persentase PDRB Menurut
Sektor tahun 2014
Perkembangan PDRB 2012-2014
Uraian 2012 2013*) 2014
PDRB ADHB
(milyar Rp) 3.095,2 3.551,6 4.076,7
PDRB ADHK
(milyar Rp)
1.025,8 1.097,3 1.175,8
PDRB Perkapita (juta Rp)
8.88 10.12 11,54
Pertumbuhan Ekonomi (%)
7,27 6,97 7,15
Sumber : BPS, 2013
Keterangan : **) Angka Sangat Sementara
19
PENDAPATAN REGIONAL
PDRB kabupaten Jeneponto masih perlu ditingkatkan.
Selama kurun waktu 10 tahun setelah reformasi, PDRB Kabupaten Jeneponto terus mengalami kenaikan, angka PDRB ADHB tahun 2014 menduduki
peringkat 10 dari 24 Kabupaten yg ada di Sulsel.
Sumber : BPS Jeneponto
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
20
Perbandingan antar Kabupaten di Sulawesi Selatan untuk beberapa indikator terpilih (PDRB, pertumbuhan ekonomi, dan PDRB Perkapita) menunjukkan variasi yang cukup besar.
Berdasarkan PDRB ADHB, terlihat ketimpangan yang sangat tinggi. PDRB ADHB tertingi, Kota Makassar sebesar 68.339,74 milyar rupiah di tahun 2014. Angka ini hampir 25 kali lipat dari angka PDRB ADHB Kabupaten Jeneponto yang bernilai 4.076,75milyar.
Jika dilihat keterbandingan PDRB Perkapita dengan 5 kabupaten terdekat (Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Takalar, Gowa), ternyata Kabupaten Jeneponto mempunyai PDRB Perkapita terendah diantara 5 kabupaten tersebut. Dan jika dilihat seluruh sulsel, Kabupaten Jeneponto menduduki peringkat ke-24 dari 24 Kabupaten. Sedangkan Kabupaten dengan PDRB Perkapita tertinggi adalah Luwu Timur (48 juta rupiah).`
Dari sisi pertumbuhan ekonomi Kebupaten Jeneponto tahun 2014 memperlihatkan pertumbuhan sebesar 7,15% atau naik 0,18%
** Tahukah anda **
Perkembangan PDRB Jeneponto masih menjadikan sektor pertanian sebagai pendukung utama mencapai 1.422.221,54
juta rupiah
Perbandingan PDRB di 6 kabupaten dan
Kota Makassar Tahun 2014
Kabupaten PDRB ADHB Bantaeng 3.362,75 1.019,30 18,45 Jeneponto 4.076,86 1.175,86 11,54 Takalar 3.564,76 1.215,74 12,56 Gowa 8.841,87 2.491,66 12,46 Makassar 68.339,74 23.448,54 47,82
Sumber : BPS, 2014
Perbandingan PDRB Perkapita 5 Kabupaten
Terendah Tahun 2014
(juta Rp)
20
PERBANDINGAN REGIONAL
PDRB perkapita Jeneponto seperduapuluh lima PDRB Perkapita
Kota Makassar.
PDRB perkapita Jeneponto masih tertinggal jauh dari Kota Makassar,dan beberapa kabupaten lainnya.
LAMPIRAN TABEL
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
|2015
22
TABEL: 1
BANYAKNYA DESA/KELURAHAN MENURUT
STATUS-NYA DI KABUPATEN JENEPONTO
TAHUN 2010
KODE
WILAYAH KECAMATAN TERTINGGALTIDAK TERTINGGAL TERTINGGALSANGAT
(1) (2) (3) (4) (6)
010 BANGKALA 10 4 -
011 BANGKALA BARAT 5 3 -
020 TAMALATEA 8 4 -
021 BONTORAMBA 5 7 -
030 BINAMU 11 2 -
031 TURATEA 7 4 -
040 BATANG 1 5 -
041 ARUNGKEKE 4 3 -
042 TAROWANG 3 5 -
050 KELARA 4 6 -
051 RUMBIA 5 7 -
7304 JENEPONTO 63 50 -
Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, 2010
(data terbaru belum tersedia)
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
23
TABEL: 3.1 PENDUDUK KABUPATEN JENEPONTO MENURUT
KECAMATAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2014
KODE
WILAYAH KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5)
010 BANGKALA 24.978 26.421 51.399
011 BANGKALA BARAT 13.393 13.761 27.154
020 TAMALATEA 20.306 21.292 41.598
021 BONTORAMBA 17.407 18.648 36.055
030 BINAMU 26.216 27.824 54.040
031 TURATEA 14.889 15.955 30.844
040 BATANG 9.313 10.471 19.784
041 ARUNGKEKE 8.979 9.817 18.796
042 TAROWANG 11.136 11.892 23.028
050 KELARA 12.968 14.290 27.258
051 RUMBIA 11.288 12.043 23.331
2014 170.873 182.414 353.287
7304 JENEPONTO 2013 169.900 181.200 351.100
2012 169.025 179.113 348.138
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto. 2015
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
|2015
24
TABEL: 3.2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/
KOTA DI SULAWESI SELATAN. 2012-2014
KABUPATEN/KOTA 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4)
01. Selayar 125.603 127.200 128.744
02. Bulukumba 401.897 404.900 407.775
03. Bantaeng 179.800 181.000 182.283
04. Jeneponto 348.680 351.100 353.287
05. Takalar 277.218 280.600 283.762
06. Gowa 682.597 696.100 709.386
07. Sinjai 233.200 234.900 236.497
08. Maros 327.998 331.800 335.596
09. Pangkep 313.722 317.100 320.293
10. Barru 168.397 169.300 170.316
11. Bone 729.516 734.100 738.515
12. Soppeng 225.180 225.500 225.709
13. Wajo 389.284 390.600 391.980
14. Sidrap 279.810 283.300 286.610
15. Pinrang 358.312 361.300 364.087
16. Enrekang 194.606 196.400 198.194
17. Luwu 340.491 343.800 347.096
18. Tana Toraja 224.812 226.200 227.588
22. Luwu Utara 294.402 297.300 299.989
25. Luwu Timur 256.699 263.000 269.405
26. Toraja Utara 220.777 222.400 224.003
71. Makassar 1.387.033 1.408.100 1.429.242
72. Pare Pare 133.381 135.200 136.903
73. Palopo 156.603 160.800 164.903
Jumlah - Total 8.250.018 8.342.000 8.432.163
Sumber: DAU, 2014 dan proyeksi -2015
ht
tp
://
je
ne
po
nt
ok
ab
.b
2015
|Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto
25
TABEL: 20 PDRB ADHB DAN PDRB ADHK MENURUT
KABUPATEN/KOTA SE- SULAWESI SELATAN
TAHUN 2014 (JUTA RP.)
Kabupaten / Kota
PDRB ADHB
PDRB ADHK
(1) (2) (3)