• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi CerdasUntuk Penggunaan Listrik Yang Lebih Terkendali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Solusi CerdasUntuk Penggunaan Listrik Yang Lebih Terkendali"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

(1)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

(2)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

(3)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

(4)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

Di dalam buku ini memuat serangkain ide karya/ gagasan inovatif, berupa alat/ metode dengan hak cipta dimiliki oleh PT PLN (Perseroan). Dilarang meniru, mempergunakan, mengimplementasikan ide karya dalam bentuk apapun tanpa persetujuan PT PLN (Perseroan). Hak cipta dilindungi undang-undang.

(5)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

KATA

PENGANTAR

P

ada Lomba Karya Inovasi XIII tahun 2010, partisipasi unit sangatlah membanggakan, terlihat hampir seluruh unit PLN Group mengirimkan karyanya.

Penerbitan Direktori Karya Inovasi XIII ini adalah salah satu bentuk desiminasi karya-karya inovasi dengan tujuan sebagai upaya mendokumentasikan aset berupa karya-karya inovatif yang pernah dibuat sehingga dapat dijadikan sumber ide untuk melakukan inovasi

yang lebih bermanfaat, efektif dan efisien

Dengan adanya ‘archive’ dokumentasi karya-karya inovasi yang telah dibukukan secara priodik tiap tahunnya, dapat juga menghindarkan duplikasi ide karya inovasi. Penerbitan direktori ini sekaligus penandaan Hak Cipta atas naskah, orisinalitas gagasan, serta penggunaan menjadi milik PT PLN (Persero).

Informasi yang lebih lengkap mengenai semua karya inovasi yang ada dalam direktori ini dapat diperoleh di PLN PUSLITBANG.

Harapan kami, semoga hasil karya inovasi ini dapat bermanfaat bagi unit-unit PLN dan dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan.

(6)

Bidang

(7)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

DAFTAR ISI

KARYA INOVASI XIII

i

K

ATA

P

ENGANTAR

iv

D

AFTAR

K

ARYA

I

NOVASI

01

B

IDANG

P

EMBANGKITAN

24

B

IDANG

T

RANSMISI

DAN

D

ISTRIBUSI

43

B

IDANG

T

ECHNICAL

S

UPPORT

66

B

IDANG

N

ON

T

ECHNICAL

S

UPPORT

101

T

IM

J

UR

102

T

IM

T

EKNIS

103

D

AFTAR

J

UARA

DAN

N

OMINASI

(8)

DIREKT

01 1311001 MENURUNKAN VIBRASI BEARING MOTOR CWP

2D PLTU SURALAYA DENGAN MENINGKATKAN KEKAKUAN PONDASI BETON

02

02 1311002 Optimalisasi Pola Operasi Continual Dual Fuel Pada Gt13e1 Untuk Memaksimalkan Penyerapan Gas Dalam Usaha Menurunkan Biaya Operasi

02

03 1311003 Penggantian Positioner Dan Kalibrasi Control Valve Tanpa Saluran Bypass Saat Unit Operasi

03

04 1311004 PROGRAM ‘SMART ALARM ANALYSIS’ 04

05 1311005 Sistem Monitoring Efisiensi PLTA Secara Real Time 05

06 1311006 Meningkatkan Keandalan dan Efektivitas

Soot Blower Air Heater, Dengan Penambahan Rangkaian

Untuk Simulasi Offline Pada Saat Overhaul

05

07 1311007 Metode Split Gasket

Pada Gland Seal Generator Pltu Unit 4 Muara Karang Tanpa Discouple Rotor Generator - Turbin Dan Exciter

06

08 1311008 Pemanfaatan Aplikasi Terminal Emulator Guna

Meningkatkan Effektifitas Dan Effisiensi Pekerjaan

Kontrol Pltgu Gresik

07

09 1311010 Re-Engineering Proteksi Boiler – Turbin PLTU Menjadi Double Safe Protection

07

10 1311011 RE-ENGINEERING REDUNDANCY

SISTEM PROTEKSI COMPRESSOR GAS TURBINE UNTUK MENJAGA KEANDALAN UNIT PEMBANGKIT

08

11 1311012 Reisolasi Rotor Generator 25 MVA secara Mandiri

10

12 1311063 PEMBUATAN VIRTUAL MAC ADDRESS LAN CARD SERVER HMI POS30 MELALUI LINUX UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN MANUFAKTUR

10

13 1321087 MENGATASI GANGGUAN BACKWASH STRAINER

DENGAN MODIFIKASI BACKFLUSHING CONTROL VALVE PLTA SINGKARAK

11

14 1321088 MENINGKATKAN KEHANDALAN SISTEM OPERASI PENDINGINAN

MINYAK PELUMAS BEARING TURBIN / GENERATOR PLTA BATANG AGAM

12

15 132089 MINIMALISASI LOSSES (KEHILANGAN) RESIN DI MIXED BED EXCHANGER DENGAN PEMBUATAN STRAINER

(9)

DIREKT

16 1321090 MODIFIKASI ANTARA AUXILIARY BUSBAR UNIT COMMON 7 DENGAN AUXILIARY BUSBAR UNIT 2 SEBAGAI SUPLAI PENGAMAN SEMENTARA UNIT 2 PLTU BUKIT ASAM

13

17 1321091 MODIFIKASI DAN PENYELARASAN SISTEM KONTROL UDARA MODUL GAS UNTUK MENCEGAH GAGAL START PLTG BATANGHARI

14

18 1321092 MODIFIKASI KONSTRUKSI FLAME SCANNER 15

19 1321093 MODIFIKASI PENCAPAIAN NILAI RSI OPTIMUM AIR COOLING TOWER DARI INJEKSI HCL 34,5 TON PER BULAN

MENJADI TANPA INJEKSI HCL DENGAN OPTIMASI BLOWDOWN

15

20 1321094 AUTO START BURNER UNTUK MENCEGAH BOILER TRIP PADA SAAT COAL FEEDER GANGGUAN MENDADAK

DI PLTU LABUHAN ANGIN 2 X 115 MW

16

21 1321098 PENAMBAHAN SPIRAL SPRAY NOZZLE

UNTUK MENCEGAH COAL BLOCKING PADA PLTU LABUHAN ANGIN 2X115MW

17

22 1321100 (DOORSMEER FILTER KERTAS)

SOLUSI PENGHEMATAN LOW PRESSURE FILTER TM 2500

18

23 1321106 MODIFIKASI AKTUATOR HYDRAULIC COUPLING BOILER FEEDWATER PUMP UNTUK MENJAGA KEHANDALAN

PLTU SEKTOR ASAM ASAM

18

24 1321107 PENAMBAHAN SENSOR BELT MOTION PADA COAL FEEDER

UNTUK MENJAGA KEHANDALAN COAL FEEDER PADA PLTU ASAM ASAM

19

25 1321108 Pengaturan Penyalaan Lfo Burner Pada Proses Change Over Pulverizer

20

26 1321110 MODIFIKASI PENAMBAHAN SISTEM PENDINGIN OLI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN DAN DAYA MAMPU MESIN PEMBANGKIT

20

27 1321112 MODIFIKASI ROTOR EKSITER GENERATOR LEROY SOMER

TYPE 49.1 S 4 C 6/4 650 kVA

22

28 1321113 SBR21 SEPARATOR” PENYARING BAHAN BAKAR MESIN DIESEL

(10)

DIREKT

29 1321115 MENINGKATKAN PERFORMANCE MESIN

MELALUI MODIFIKASI COOLING SYSTEM

23

Nomor Kode Judul Karya INovasI Hal.

01 1312014 Ulang Sekering Dengan Fuse Link 25

02 1312018 Penentuan Beban Trafo Distribusi Tanpa Pengukuran 25

03 1312020 MANAJEMEN KOORDINASI SISTEM PROTEKSI 20 kV PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI BALI

26

04 1312021 ANTI HARMONISA 27

05 1312022 CONCENTRATOR SWITCHING UNTUK

KOMUNIKASI DATA DUA ARAH JARAK JAUH

27

06 1312023 KONSTRUKSI SKUTM

KHUSUS 3 PERCABANGAN

28

07 1312024 PENGAMAN TRAFO DISTRIBUSI 29

08 1312025 MODIFIKASI SISTIM PENTANAHAN KAKI TOWER UNTUK MENURUNKAN NILAI PENTANAHAN KAKI TOWER PADA SUTT SUNYARAGI – RANCAEKEK 150 kV

29

09 1312026 MONITORING HOTSPOT PADA JOINT PMT 20KV DENGAN BUS BAR DAN KABEL POWER

30

10 1312027 PENGISIAN DAN PENGOSONGAN SEL BATTERY 2010 31

11 1312028 OA KAST + 31

12 1312031 ALAT PELINDUNG TRAVERS 32

13 1312044 AUTOMATIC POWER INTERRUPTION DETECTOR (API DETECTOR)

33

14 1312050 Alat “Supply Measurement System (SMS)” untuk keandalan Suplai Tegangan PT kWh meter Transaksi

33

15 1312051 MODIFIKASI SEAL RAM HIDROLIK PMT 150 KV ALSTHOM FX 12

34

16 1312075 APLIKASI SISTEM INFORMASI GANGGUAN JTM 20 KV

35

17 1322122 LOKATOR GANGGUAN JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH (JTM) DENGAN KENDALI LBS MOTORIZE JARAK JAUH SEBAGAI PEMANFAATAN RADIO KOMUNIKASI MOTOROLA GM3188

(11)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

Nomor Kode Judul Karya INovasI Hal.

18 1322124 PEMANTAUAN BEBAN TRAFO 37

19 1322125 PEMBUATAN LOAD CONTROLLER TM DAN TR SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGENDALIKAN BEBAN

38

20 1322128 SISTEM MIKROKONTROLLER UNTUK

AUTOMATISASI, PROTEKSI LOCK DAN CONTROL LBS PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DTMF

38

21 1322129 Modifikasi Wiring Arrester dengan Fuse Link untuk Mengetahui Kerusakan Arrester

39

22 1322136 PEMANFAATAN THERMOSTAT BIMETAL SETRIKA LISTRIK SEBAGAI PENGATUR SUHU PADA HEATER GUNA MENGOPTIMALKAN UMUR KUBIKEL 20 kV

39

23 1322141 SCADA GATEWAY, SOLUSI CERDAS UNTUK PENGEMBANGAN

SUBSTATION AUTOMATION

40

24 1322142 CONTROL OVERLOAD AND UNBALANCED

TRANSFORMATOR (COUnT)

UNTUK PENGANTISIPASIAN KERUSAKAN TRAFO DISTRIBUSI

BERBASIS VISUAL DAN TELEMETERING (SMS)”

41

25 1322143 Penggunaan Tiang Socket Sebagai Alternatif Penambahan Tinggi Tiang

42

Nomor Kode Judul Karya INovasI Hal.

01 1313009 PEMBUATAN ALAT PELACAK LOKASI GANGGUAN BATTERY GROUND INSTALASI PEMBANGKIT

44

02 1313029 P2RJ SMART PORTABLE LEAK FINDER 45

03 1313030 ALIS RINDU 45

04 1313032 ANTENA ARDNEH’S POLE 46

05 1313033 MASTER STANG LBS 47

06 13133035 Uji Ratio dan Polaritas CT 48

07 1313037 Robot Software Operator Vending Unit Listrik Prabayar 48

08 1313038 ARMOUR TAPE ROLLER 49

09 13131039 Center Bracket Pengaman Burung Dara 50

10 1313040 CRADLE FOR INSULATING LADDER 50

(12)

DIREKT

13 1313045 Pemeliharaan Jaringan A2 dan A1 Sudut Tanpa Padam Dengan Menggunakan Support Arm

53

14 1313046 Alat TEST Lightning Arrester dari Material Bekas Andal 53

15 1313047 CIPANIK 54

16 1313048 MINI LABORATORIUM SEBAGAI SARANA TRAINING DAN REKONSTRUKSI PENYELESAIAN MASALAH P2TL 1 PHASA

54

17 1313049 PENYANGGA TANGGA DAN BUSHING CLAMP PDKB UNTUK PEMELIHARAAN TANPA PADAM

55

18 1313052 Pemanfaatan Helicam Untuk Inspeksi Visual Saluran Transmisi

56

19 1313053 Pengaman Tower Menggunakan Teknologi GSM 56

20 1313055 RoW Detector 57

21 1313056 Alat Ukur Rasio Trafo 58

22 1313057 Pemanfaatan Dongkrak Kapasitas 2 Ton Dan Jangkar Untuk Pengambilan Sampel Tanah

59

23 1313058 ATH & G 60

24 1313077 information-Repeater Control plus 60

25 1323114 Electric Motor DC For Manual Chain Block 61

26 1223154 Alat Bantu Pengetesan Kebocoran Exhaust Valve Housing Dalam Keadaan Terpasang Mesin SWD 16 TM 410 R PLTD/G Tarahan

61

27 1323157 Piston Tracker Tools Mesin Sulzer 12 ZV 40/48 Pada PLTD Siantan

62

28 1323160 Design Kolam Penampungan Overflow Coal Run Off Pond Dan Injeksi Kimia Yang Optimal Untuk Mencegah Pencemaran Air Ke Lingkungan

63

29 1323161 Peralatan Bantu Penanganan Masalah Jaringan Komunikasi

63

30 1323163 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Yang Mudah Dan Murah Di PLTD Ampenan

64

31 1323166 Alat Pembersih Filter Bahan Bakar HSD Untuk PLTG 64

32 1323167 Modifikasi Special Tools Cylinder Head Mesin Deutz BV

8 M 628

(13)

DIREKT

01 1314013 Aplikasi “ALPHA & TOP” Analisa Load Profile Hasil AMR 67

02 1314042 Stroom Extractor 68

03 1314054 Perekam Posisi Dan Status Petugas Ground Patrol Secara Online Berbasis Geographic Information System (GIS)

69

04 1314059 Monitoring Pembangunan Proyek PLN Berbasis Flash Dynamic Visualization Dan Google Tracking System Menggunakan Utility Dashboard System

70

05 1314060 E-learning Dengan Simulasi Interaktive Untuk Meningkatkan Kompetensi SDM

71

06 1314061 Implementasi Sistem Aplikasi Jurnal Memorial Untuk Meningkatkan Efektivitas Proses Akuntansi

72

07 1314062 Metode Penyimpanan Arsip Dinamis Inaktif Dengan Teknik Vacuum Seal

73

08 1314064 Continuous Innovation Tata Kelola Unit Pembangkitan Dan Akselerasi Implementasi Tata Nilai Melalui Program Unggulan PM Fiesta PT PJB UP Brantas

73

09 1314065 Percepatan Proses Bisnis Administratif Bidang Pengadaan Dengan Aplikasi Dokumen Generator (ADG)

74

10 1314066 Peta Kesehatan Unit 75

11 1314067 Early Plant Manajemen Menuju Best Practice Tata Kelola Unit Pembangkit

76

12 1314068 Metode Merubah Mind Set Dengan Mengoptimalkan Radio Komunikasi

77

13 1314069 Aplikasi Info Rekening Dan Token Listrik Prabayar PLN Pada Smartphone

77

14 1314073 Simhar Online 78

15 1314076 Program Aplikasi P2TL 79

16 1314079 Manajemen Energi v1.1 80

17 1314080 Sistem Informasi Layanan Prabayar 81

18 1314081 Pengelolaan Sistem Informasi SDM 82

19 1314082 Me-Manage Dan Menganalisa Data-data Pemeliharaan Transformator Dengan Aplikasi Berbasis Web

83

20 1314084 QUEES 84

21 1314085 SIMPEL 85

(14)

DIREKT

23 1324156 Desain dan Implementasi Sistem Monitoring Daya Pembangkitan Di Sektor Pembangkitan Belawan Untuk Mempermudah Akses Informasi Kondisi Unit Secara Online Dan Real Time Via Internet

86

24 1324171 Implementasi Intagrik Berbasis Elektronik Untuk Mendukung “Go Paperless Be Green”

87

25 1324172 Program Pemasaran Kanda (Kado Untuk Anda) Sebagai Salah Satu Usulan Strategi Di Dalam Proses Percepatan Penerimaan Pembayaran Tagihan Listrik Untuk Pelanggan PT PLN Batam

88

26 1324174 Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi E-TLSK Menggunakan Masdigi

88

27 1324175 Penerapan Sistem Informasi Kepegawaian (SIGAOL) Dengan Menggunakan Teknologi PHP dan MYSQL Untuk

Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Pengelolaan

MSDM-BK

89

28 1324177 Penerapan Scoring Pengelolaan Proses Bisnis Unit Pembangkitan Guna Meningkatakan Service Level PLN Sektor Pembangkitan Belawan

90

29 1324187 Sistem Informasi Distribusi Terpadu (Simaster) 91

30 1324188 Aplikasi Sampling Baca Meter Dengan Menggunakan PDIS

91

31 1324190 Sistem Informasi Monitoring Fault Indicator 92

32 1324192 K-Stroom 92

33 1324195 Aplikasi Toolbar PLN Nasional Untuk Informasi Pelayanan Pelanggan Seluruh Indonesia

93

34 1324196 Penerapan Metode Manajemen Backup Data Yang

Murah, Efektif dan Efisien Memanfaatkan Network Area

Storage PT PLN (Persero) Wilayah S2JB

94

35 1324197 Sistem Informasi Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi Terpadu PT PLN (Persero) Wilayah S2JB

95

36 1324199 Informasi Row SUTM Real Time Melalui Aplikasi Peta Pohon

96

37 1324200 Pengelolaan Data Gardu Distribusi Via SMS Dan Internet Dengan Sistem Informasi Gardu Distribusi

97

38 1324201 Sulutenggo Historical Software 98

39 1324203 Pembayaran Rekening Dimuka Dengan Pola Penagihan Rekening 3 Bulan Sekaligus

(15)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

P E M B A N G K I T A N

(16)

DIREKT

Unit : PT INDONESIA POWER • Gas Fuel • Operation • Costs

UNIT BISNIS PEMBANGKITAN PRIOK

Judul : Optimalisasi Pola Operasi Continual Tim Inovator:

Dual Fuel Pada Gt13e1 Burlian Prasetyo, Dony Rafika,

Untuk Memaksimalkan Penyerapan Gas Romadhoni Sigit

Dalam Usaha Menurunkan Biaya Operasi PEMELIHARAAN PEMBANGKITAN PRIOK

Judul : MENURUNKAN VIBRASI BEARING MOTOR CWP 2D Tim Inovator:

PLTU SURALAYA DENGAN MENINGKATKAN Jajat Sudrajat, Parlindungan Sihite,

KEKAKUAN PONDASI BETON

Cooling Water Pump merupakan salah satu peralatan bantu PLTU suralaya dimana terpasang sebanyak 2 x 50% untuk 1 unit PLTU. Sejak Desember 2006 sampai dengan Juli 2007 terjadi peningkatan level vibrasi dan mencapai level D (Unacceptable) pada posisi out board bearing motor. Dari analisa Spectrum frequency, diduga kuat mass Unbalance. Insitu balancing dilakukan dengan memberikan masa pengimbang pada fan motor, hasilnya adalah vibrasi bertambah tinggi dan ketika dilakukan koreksi posisi masa pengimbang, respon vibrasi

menunjukan sudut fasa yang selalu berpindah-pindah. Berdasarkan studi literature bahwa vibration response

tidak lain adalah gaya centrifugal rotor yang bekerja pada kekakuan (Stiffness) system (D=F/K). Berdasarkan teori ini maka walaupun gaya akibat residual unbalance sudah kecil, bila kekakuan menurun drastis maka respon vibrasi akan naik secara linier sebesar penurunan kekakuan.

Berdasarkan teori tersebut dan Fault Tree Analisis maka dilakukan peningkatan kekakuan pondasi beton yang mengalami penurunan akibat keretakan yang tampak setelah dilakukan visual Inspection. Hasil yang dicapai adalah pada saat dilakukannya performance test, level vibrasi outboard bearing motor turun dari level D (unacceptable) menjadi level B (satisfactory) menurut ISO 10816.

Inovasi ini memberikan manfaat finansial berupa

terhindarnya kehilangan kesempatan produksi sebesar

Rp. 3.661.881.500,-. Serta manfaat non finansial berupa

pengalaman yang sangat berharga dalam penyelesaian masalah vibrasi pada mesin rotasi.

(17)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

Akibatnya terdapat volume gas dalam kontrak yang tidak termanfaatkan yang menyebabkan kerugian akibat kegagalan untuk memanfaatkan potensi penghematan dari gas dan kerugian karena harus membayar Take Or Pay sesuai kontrak dengan pemasok.

Operasi dual fuel (operasi dengan dua bahan bakar secara bersamaan) merupakan alternatif yang ditempuh untuk memanfaatkan potensi BBG terbuang dengan tetap dapat memenuhi permintaan konsumen untuk beroperasi pada beban yang tinggi sehingga dapat mencegah pemborosan biaya bahan bakar gas.

Dengan operasi dual fuel didapatkan beberapa keuntungan antara lain pemanfaatan energi BBG sebesar 8 sd 10 BBTUD atau senilai 1.425,307,667/day. Keuntungan dari sisi material operasi adalah berkurangnya beban termal relatif yang ditanggung dinding ruang bakar. Selain itu dengan penerapan operasi dual fuel diperoleh

kenaikan effisiensi dari 30.29% menjadi 30.34%

03

Kode : 1311003 Katagori :

Unit : PT. INDONESIA POWER • Calibration • Control • Valves •

UNIT BISNIS PEMBANGKITAN SURALAYA Positioning Devices

Judul : Penggantian Positioner Dan Kalibrasi Control Valve

Tanpa Saluran Bypass Tim Inovator:

Saat Unit Operasi Sahrul, Muhaimin, Fahmilia

Gangguan pada spray control valve dapat menyebabkan unit pembangkit trip dari main steam temperatur high. Karena alasan ekonomis dan

maintenance desain pembangkit tidak dilengkapi saluran

by pass sehingga Proses perbaikan dan kalibrasi control valve (positioner) tidak dapat dilakukan dengan segera dalam kondisi normal karena sangat beresiko mengganggu kesetabilan temperatur main steam, yang dapat dilakukan adalah menunggu unit pembangkit beroperasi pada beban rendah atau stop.

Gangguan pada spray control valve dalam setahun dapat mencapai 10 kali, waktu yang dibutuhkan untuk menunggu kesempatan perbaikan bisa mencapai satu tahun (menunggu OH) dengan kondisi unit operasi ‘waspada’. Dengan demikian keandalan dan keamanan unit serta kenyamanan operator selalu terganggu ketika control valve tidak dapat bekerja dengan baik.

Dengan mempelajari prinsip kerja positioner sampai bagian terdalam dan melakukan uji coba simulasi peralatan di bengkel Instrument Control, diambil kesimpulan bahwa kalibrasi dapat dilakukan dengan memberikan simulasi

feedback secara manual dan melihat indikasi perubahan tekanan udara output positioner pada posisi yang sesuai dengan input yang diberikan.

Mengingat sebagian besar control valve yang ada di UBP Suralaya khususnya unit 5-7 tidak dilengkapi dengan saluran bypass maka inovasi kalibrasi ini akan sangat bermanfaat bagi UBP Suralaya yaitu jika terjadi gangguan

(18)

DIREKT

Unit : PT. INDONESIA POWER UBP. SURALAYA • Alarms • Software • Programming

Tim Inovator:

Judul l PROGRAM ‘SMART ALARM ANALYSIS’ M. Syofan Hadi, Heri Hermawan, Fahmilia

pass valve tetapi tidak berfungsi serta sebagai bahan pertimbangan desain system untuk menghemat anggaran yaitu tidak mutlak setiap pemasangan control valve

harus dipasang by pass, inovasi inipun dilakukan tanpa mengeluarkan biaya, menghemat waktu dimana ketika ada gangguan pada control valve maka untuk mengatasinya membutuhkan waktu sekitar 2 jam bila diizinkan unit turun beban dan yang penting dengan inovasi ini pemeliharaan

control valve tidak lagi mengganggu proses operasi unit pembangkit.

Program ‘Smart Analysis Alarm’ adalah program komputer pertama dan satu-satunya yang berisi proses mencari penyebab gangguan secara otomatis melalui ‘data alarm paperless’. Data alarm paperless adalah kumpulan alarm pada proses operasi yang dicetak dalam bentuk paperless.

Selama ini proses mencari penyebab gangguan memerlukan waktu yang bisa mencapai lebih dari satu hari, sumber penyebab (logic dan history) dan SDM yang kompeten. Dengan program ini proses menganalisa gangguan menjadi lebih cepat, mudah dan akurat tanpa menggunakan Microsoft Access dan Oracle sebagai database dan ASP sebagai bahasa pemrograman. Metoda yang digunakan adalah pengamatan, evaluasi,

brainstorming, pengumpulan data, pembuatan program,

upload data, pengujian dan aplikasi.

Dengan mengaplikasikan program ini, PT Indonesia Power telah memiliki sebuah program komputer pertama untuk menganalisa gangguan sampai ke akar permasalahan atau ‘root cause’ yang dapat digunakan di semua sistem operasi yang memiliki data alarm paperless

(19)

DIREKT

Unit : PT. INDONESIA POWER • Power Stations, Hydro • Monitoring

Unit Bisnis Pembangkitan Saguling Tim Inovator:

Judul : Sistem Monitoring Efisiensi PLTA Secara Real Time Ade Tatang, Mulyana, Alex Fernandes

Efisiensi mesin suatu pembangkit saat ini merupakan salah satu

parameter penting dalam menentukan performance beroperasinya mesin pembangkit dalam memproduksi energi listrik. Saat ini

belum ada sistem yang mengukur tingkat efisiensi PLTA secara real time.

Dengan memanfaatkan variable aktif Dam Water Level, Tailrace

Water Level atau Turbine Inlet Pressure, Load Generator dan

Water Turbin Flow serta variable pasif berupa konstanta-konstanta dari data teknis peralatan yang terpasang, maka besarnya head

loss serta efisiensi mesin dapat diukur, dimonitor serta direkam

secara realtime

Sistem Monitoring Efisiensi PLTA Secara Real Time adalah suatu

sistem pengukuran efisiensi mesin yang bisa digunakan di semua

PLTA (dengan kelengkapan instrumentasi yang ditentukan) yang bekerja secara realtime untuk mengukur dan memonitor tingkat

efisiensi mesin PLTA dengan mengukur besarnya energi potensial

beserta rugi-ruginya dibandingkan dengan daya yang dihasilkan oleh generator (energi listrik)

Sistem pengukuran efisiensi ini bisa pula digunakan sebagai

salah satu acuan dalam proses pengambilan data mesin saat

sebelum dan sesudah dilakukan pemeliharaan (General Inspection

atau Mayor Overhoul) sehingga tingkat keberhasilan pekerjaan

pemeliharaan dapat di ukur dan dievaluasi serta dapat menjadi improvement untuk pemeliharaan berikutnya. Sistem ini telah di implementasikan di PLTA Saguling sekaligus sebagai pilot project

pengembangan aplikasi “Sistem Monitoring Efisiensi PLTA Secara

Real Time” yang di beri nama ”HERTIMonS

06

Kode : 1311006 Katagori :

Unit : PT PEMBANGKITAN JAWA BALI • Air Heater • Soot

UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Judul : Meningkatkan Keandalan dan Efektivitas Tim Inovator:

Soot Blower Air Heater, Dengan Penambahan Rangkaian Kanafi Subur Dwiyanto, Eddy Satyagroho,

Untuk Simulasi Offline Pada Saat Overhaul Djoko Sriyono

Air heater merupakan salah satu peralatan bantu pada boiler yang berfungsi untuk memanaskan udara bakar sebelum masuk ke ruang bakar dengan memanfaatkan gas bekas sisa pembakaran sebelum dibuang ke cerobong terlebih dahulu dilewatkan melalui elemen-elemen pemanas yang berputar.

(20)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

07

Kode : 1311007 Katagori :

Unit : PT PEMBANGKITAN JAWA BALI • Gaskets • Glands • Seal

• Power Stations, Steam

Judul : Metode Split Gasket Tim Inovator:

Pada Gland Seal Generator Pltu Unit 4 Muara Karang Hermawan D. Saksono, Helmy Nur Efendi

Tanpa Discouple Rotor Generator - Turbin Dan Exciter Yusuf, Dhiama Akhiriyanto

element air heater, maka dilakukan upaya untuk

meningkatkan keandalan dan efektifitas soot blower air heater dengan penambahan rangkaian simulasi offline pada saat overhaul, yang berfungsi untuk melakukan

post maintenance test tujuannya agar dapat diketahui sejak dini jika terjadi ketidaknormalan dan bisa dilakukan perbaikan segera pada saat overhaul, sehingga pada saat

unit beroperasi keandalan dan efektifitas soot blower air heater bisa terjaga.

Dengan penambahan rangkaian untuk simulasi

offline pada saat overhaul terbukti dapat meningkatkan

keandalan dan efektifitas soot blower air heater sehingga potensi terjadinya penyumbatan pada element air heater dapat dikurangi, dan dapat mencegah terjadinya potensi kerugian biaya operasi pertahun sebesar

Rp.20.527.587.280,-A gasket is a mechanical seal that fills the space between two mating surfaces, may also be called a seal, generally to prevent leakage from or into the joined objects while under compression.

Gland seal gasket seals hydrogen between the bracket and gland seal in generators.

Split gasket is made to replace conventional gaskets for the purpose of ease of installation and eliminate the guesswork discouple generator rotor, so time is becoming shorter duration of inspections.

The selection method chosen form of joint gasket tail joint profile shape, with the level of mid to high strength connection.

(21)

DIREKT

Unit : PT PEMBANGKITAN JAWA BALI • Boilers • Turbines, Steam • Power Stations,

UNIT PEMBANGKITAN PAITON Steam • Protection • Condensers

Tim Inovator:

Judul : Re-Engineering Proteksi Boiler – Supriyono M., Budi Santoso,

Turbin PLTU Menjadi Double Safe Protection Hendrik Setiawan

Kode : 1311008 Katagori :

Unit : PT PEMBANGKITAN JAWA BALI • Power Stations, Combined Cycle

Unit Pembangkitan Gresik • Controllers • Maintenance • Software

• Programming

Judul : Pemanfaatan Aplikasi Terminal Emulator Guna Tim Inovator:

Meningkatkan Effektifitas Dan Effisiensi Pekerjaan Muh. AL-Ahyudi, Koko Nurdiono,

Kontrol Pltgu Gresik Muchamad Hafid

Banyak faktor yang mempengaruhi kehandalan sebuah unit pembangkit, diantaranya adalah kehandalan dari sebuah sistem kontrol unit pembangkit. Saat ini PLTGU Gresik menggunakan sistem kontrol Direct Digital Controller dengan jumlah controller sebanyak 24 controller untuk 1 blok PLTGU sehingga total terdapat 72 kontroller yang mengatur operasi 1500 MW PLTGU Gresik. Dengan jumlah controller sebesar itu tentunya pekerjaan kontrol harus dilakukan cepat dan tepat guna menjaga kontroller tetap handal setiap saat.

Untuk pekerjaan pemeliharaan kontrol, DDC telah dilengkapi 3 maintenance tool dan 1 engineering console. Dengan 1 engineering console untuk 72 controller tentunya kurang efektif jika ada pekerjaan kontrol yang dilakukan secara bersamaan. Sehingga dibutuhkan setidaknya 3

engineering console. Dalam inovasi ini ternyata aplikasi

hyperterminal dapat berfungsi seperti engineering console bahkan lebih praktis dan portable karena mudah diaplikasikan pada computer maupun laptop. Selain itu dapat mempercepat periode force outage sehingga diperoleh keuntungan 1,369 milyar rupiah.

Selain itu aplikasi ini juga dapat menggantikan fungsi printer Sequence Event Recorder DAS untuk monitoring penyebab unit trip sehingga memudahkan untuk

menganalisa kejadian unit trip dan efisiensi biaya 450 juta

rupiah untuk menormalkan kembali SER ISM-1

Sistem proteksi pembangkit listrik adalah suatu sistem

konfigurasi interlock yang berfungsi untuk memberikan proteksi pada proses jalannya operasi pembangkit listrik dan untuk menghindari ataupun mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat gangguan atau kondisi abnormal operasi (parameter operasi yang melebihi batas yang ditentukan).

Salah satu proteksi yang ada di PLTU adalah proteksi terhadap Turbin dan Boiler apabila terjadi gangguan yang menyebabkan semua CWP trip. Pada saat semua CWP trip akan terjadi proses secara berurutan, yaitu: vacuum Condenser low-low, mengakibatkan turbin trip, HP dan LP

(22)

High-DIREKT

Unit : PT PEMBANGKITAN JAWA BALI • Compressors • Turbines, Gas • Load

UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG • Power Stations, Combined Cycle

• Turbines, Steam

Judul : RE-ENGINEERING REDUNDANCY Tim Inovator:

SISTEM PROTEKSI COMPRESSOR GAS TURBINE M. YANI TAUFIK, ACHMAD KHUMAIDI,

UNTUK MENJAGA KEANDALAN UNIT PEMBANGKIT KORNEL BRAM R.

Namun yang terjadi di PLTU Paiton unit 1 pada 22 Nopember 2007 tidak demikian. Pada saat itu terjadi gangguan sehingga semua CWP Trip, yang kemudian diikuti dengan vacuum Condenser low-low, turbin trip, HP dan LP Bypass membuka, Temperatur/Pressure Condenser High-high, namun valve LP Bypass tetap membuka. Hal ini menyebabkan tidak terjadinya kondisi “Loss Of Reheat Protection”, sehingga boiler tidak trip. Akibatnya terjadi aliran uap secara terus menerus sehingga menyebabkan back pressure yang besar pada Condenser, hingga diafragma turbin pecah dan banyak

tube Condenser yang rusak, berakibat kebocoran air laut dikemudian hari.

Telah dilakukan re-engineering proteksi Boiler-Turbin

berkaitan dengan kondisi semua CWP Trip menjadi

double safe protection untuk mengantisipasi kegagalan serupa dikemudian hari. Prinsipnya adalah Boiler akan segera trip ketika semua CWP trip sehingga menjamin kehandalan peralatan terutama pada tube Condenser, dan kehandalan operasi unit

PLTGU Muara Karang terdiri dari 3 unit Gas Turbine masing-masing memiliki dan 1 unit Steam Turbine dengan total daya terpasang sebesar 508.58 MW yang terletak dalam sistem Region I yang mencakup wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat Bagian Barat dan memasok area vital, seperti Istana Negara, Gedung MPR / DPR, dan Bandar Udara Soekarno Hatta.

Tipe Gas Turbine PLTGU Muara Karang adalah MS9001E (GE) yang memiliki komponen utama berupa

prime mover, torque converter, accessories gear, compressor, combustion chamber, turbine dan generator.

Prime mover berfungsi sebagai penggerak awal pada saat proses start up yang dikopel dengan kompresor yang seporos dengan turbin gas dan generator. Udara untuk pembakaran dimampatkan oleh kompresor untuk kemudian bercampur dengan bahan bakar dan pengapian pada combustion chamber untuk menghasilkan gas panas bertekanan yang dapat memutar turbin dan generator sehingga menghasilkan daya listrik. Selain untuk udara bakar, udara hasil kompresi kompresor digunakan sebagai

(23)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

Sistem proteksi kompresor ini terdiri dari 4 buah piston bleed valve yang bergerak diatur oleh sebuah solenoid valve besar yang bertipe Normally Closed (20CB) yang berfungsi mengalirkan atau menutup udara discharge

kompresor. Saat start gas turbine, 20CB deenergize (closed) yang mengakibatkan 4 buah bleed valve membuka dan mengalirkan sebagian discharge kompresor ke exhaust

plenum untuk melindungi kompresor dari compressor pulsation yang menyebabkan kompresor mengalami

stall dan merusak sudu kompresor. Ketika proses start

mencapai 95% speed maka 20CB energized (open) sehingga bleed valve menutup secara terus menerus selama gas turbine beroperasi. Saat Shutdown atau trip 20CB deenergized (closed) sehingga 4 buah bleed valve

ini membuka untuk membuang udara di kompresor ke

exhaust plenum untuk menghindari compressor pulsation saat proses deakselerasi. Berdasarkan hal ini sistem proteksi kompresor ini sangat penting untuk menjaga kompresor dari kerusakan yang berakibat fatal terhadap keberlangsungan operasi dari gas turbine. Disamping peran penting sistem proteksi kompresor ternyata jika terjadi gangguan saat unit beroperasi akan menyebabkan beban unit mengalami derating mencapai 40MW karena sebagian udara kompresor terbuang. Hal ini terjadi karena sistem ini hanya digerakan oleh 1 buah solenoid valve besar Normally Closed ( 20CB ) saja untuk menggerakan 4 buah piston bleed valve tanpa ada backup-nya sehingga jika 20CB mengalami gangguan saat unit dalam proses start maka akan berakibat kegagalan online (harus

shutdown kembali) atau jika pada saat beroperasi dapat menyebabkan derating sekitar 40 MW dari daya maksimum. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan re-engineering redundancy sistem proteksi kompresor terutama pada solenoid valve 20CB.

Re-engineering redundancy sistem proteksi kompresor ini sangat mempengaruhi Reliability. Hal ini karena dapat menghindari kehilangan kesempatan produksi pada satu GT dapat sebesar 450.000 kWh (setara Rp. 832.950.000) per failure saat operasi, kerugian Rp. 30.918.894,- akibat kegagalan start, Rp1.776.960.000/hari akibat operasi

derating. Dari sisi efisiensi dapat dihindari penurunan efisiensi dengan menjaga konfigurasi operasi Combined

(24)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

UNIT PEMBANGKITAN GRESIK • Peak Load

Tim Inovator:

Judul : Reisolasi Rotor Generator 25 MVA secara Mandiri Supriyadi, Wasito, Sigit Kusumawan A PLTG Gresik merupakan unit penting untuk

mendukung ketersediaan daya di sistem kelistrikan Jawa-Bali pada saat beban puncak (peak load). Selain itu, unit ini mampu melaksanakan black start pada saat tidak ada daya sama sekali di sistem, dengan durasi start awal sampai dengan sinkron hanya sekitar 10 menit.

Pada tahun 2008, unit PLTG mengalami gangguan vibrasi tinggi pada sisi generator, sehingga membahayakan kondisi operasi dan menurunkan usia pakai generator

secara signifikan. Dari hasil investigasi lapangan dan studi

kasus, maka diketahui bahwa penyebab gangguan adalah terjadinya kerusakan pada isolasi sisi rotor generator. Kerusakan ini dapat diatasi satu-satunya dengan cara melakukan reisolasi rotor generator.

Inovasi yang dilaksanakan merupakan inovasi metode dalam reisolasi generator, yang meliputi strategi pengendalian resiko, manajemen tools, manajemen SDM dan manajemen knowledge.

Dengan melaksanakan reisolasi secara mandiri, maka potensi kerugian dan biaya pemeliharaan dapat ditekan

secara signifikan. Selain itu, kualitas hasil pekerjaan dapat

terjaga dan terukur dengan baik. Besarnya penyelamatan potensi kerugian akibat hilangnya ketersediaan daya adalah sebesar Rp. 16,4 juta per hari atau Rp. 6 milyar per tahun dan penghematan biaya pemeliharaan sebesar Rp. 3,6 Milyar.

12

Kode : 1311063 Katagori :

Unit : PT. INDONESIA POWER • Software • Programming • Cards

UNIT BISNIS PEMBANGKITAN PRIOK • Power Stations, Steam • Monitoring

Judul : PEMBUATAN VIRTUAL MAC ADDRESS LAN CARD Tim Inovator:

SERVER HMI POS30 MELALUI LINUX UNTUK Pancer Honggo Buwono, Lucky Berrilia,

MENGURANGI KETERGANTUNGAN MANUFAKTUR Putradhipa Kusuma

Kerusakan Lan Card pada satu server HMI akan menyebabkan gagalnya sistem redundant, hal ini menyebabkan proses monitoring unit pembangkit menjadi terganggu. Bekerjanya sistem HMI yang tidak redundant tentunya mengkhawatirkan bila tidak segera diperbaiki, karena bila server berikutnya mati, maka unit pembangkit menjadi tidak terpantau.

(25)

DIREKT dijual di pasaran dengan penambahan pembuatan virtual mac address melalui shell console pada Linux. Perubahan MAC address yang dilakukan bertujuan agar License HMI POS30 menjadi valid, sehingga HMI POS30 dapat beroperasi secara maksimal.

Dengan dilakukannya pembuatan virtual MAC address Lan Card pada server HMI POS30 melalui Linux, maka kerusakan dapat teratasi dengan cepat dan mudah, sehingga keandalan unit pembangkit dapat terjaga dan ketergantungan kepada manufaktur dapat dikurangi. Penerapan inovasi ini dapat menghemat pengeluaran untuk pengadaan spare part Lan Card asli pabrikan sebesar Rp

30.348.750,-13

Kode : 1321087 Katagori :

Unit : PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA • Strainers • Power Stations, Hydro

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN • Control Systems • Valves

BUKITTINGGI

Judul : MENGATASI GANGGUAN BACKWASH STRAINER Tim Inovator:

DENGAN MODIFIKASI BACKFLUSHING CONTROL Miduk Leonard Nababan, Dasril, Afrianto,

VALVE PLTA SINGKARAK Trisman

Backwash strainer merupakan salah satu peralatan bantu yang terdapat pada setiap unit pembangkit di PLTA Singkarak yang berfungsi untuk menyaring air dari kotoran-kotoran yang bercampur di dalamnya pada saat air dipompakan dari draft tube menuju reservoir. Pada saat saringan telah dipenuhi kotoran yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan antara sisi inlet dan

outlet dari backwash strainer, saringan tersebut akan dibersihkan secara otomatis oleh serangkaian peralatan yang terdapat pada backwash strainer tersebut. Salah satu dari serangkaian peralatan tersebut adalah backflushing

control valve yang berfungsi sebagai pengatur arah aliran air ketika terjadi proses pembersihan saringan yang terdapat di dalam backwash strainer. Kerusakan

yang terjadi pada backflushing control valve pada semua

backwash strainer di PLTA Singkarak mengakibatkan proses pembersihan saringan (flushing) dilakukan secara manual. Pengoperasian secara manual telah menimbulkan permasalahan terhadap kapasitas air yang mengalir ke reservoir yang menjadi awal penyebab gagalnya unit pembangkit beroperasi atau trip. Modifikasi terhadap backflushing control valve dilakukan karena peralatan

tersebut sulit didapat dipasaran. Selain itu modifikasi

dilakukan agar permasalahan yang sama tidak terulang, untuk menjaga kehandalan unit pembangkit serta untuk

mempermudah pekerjaan petugas di lapangan. Modifikasi

yang dilakukan adalah dengan cara menggabungkan dua buah solenoid valve satu arah ditambah dengan sebuah

pressure switch. Solenoid valve berfungsi untuk menahan atau meneruskan aliran air dari backwash strainer untuk

(26)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

14

Kode : 1321088 Katagori :

Unit : PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA • Cooling Systems • Lubrication • Bearings

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN • Power Stations, Hydro • Generators

BUKITTINGGI

Judul : MENINGKATKAN KEHANDALAN SISTEM OPERASI Tim Inovator:

PENDINGINAN MINYAK PELUMAS BEARING TURBIN Janawardi, Budi Pramadian,

/ GENERATOR PLTA BATANG AGAM Prasetyo Hadi Wibowo

diagram juga dilakukan dengan menambahkan sebuah universal relay yang berfungsi untuk mengatur kerja dari

solenoid valve. Pemilihan sistem pemipaan hidrolik dengan menggunakan selang tekanan tinggi dimaksudkan agar perawatan mudah dilakukan dan jika terjadi permasalahan dapat dengan cepat dilakukan perbaikan. Semenjak

modifikasi ini diterapkan pada tanggal 24 Februari 2010,

prosesflushing pada backwash strainer PLTA Singkarak telah kembali terjadi secara otomatis, pekerjaan petugas di lapangan menjadi lebih mudah, permasalahan akibat gangguan yang terjadi pada backwash strainer sejauh ini tidak terjadi.

PLTA Batang Agam adalah sebuah PLTA dengan tipe run of river merupakan PLTA tertua beroperasi di Sumatera Barat yang sumber air untuk penggerak turbinnya berasal dari sungai Batang Agam. PLTA ini telah beroperasi komersial semenjak tahun 1976. Dimana ditemukan pada peralatan tertentu pada unit mesin kondisinya perlu mendapat perhatian.

Maka dalam hal ini kami melakukan berupa kajian

inovasi untuk melakukan modifikasi sistem pendinginan

pelumas dari single menjadi duplex, ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi air yang tersedia pada saat kondisi air sungai besar, dengan merubah sistim pendingin menjadi duplex ini sudah diharapkan dalam melakukan pemeliharaan (pembersihan) oil cooler

tidak mengharus unit mesin stop. Dengan terealisasinya

Modifikasi sistem Pelumasan pendinginan duplex

(27)

DIREKT

Unit : PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA • Strainers • Losses • Resins • Water

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN Treatment Plant • Mixed Bed Exchanger

TARAHAN

Judul : MINIMALISASI LOSSES (KEHILANGAN) RESIN DI Tim Inovator:

MIXED BED EXCHANGER DENGAN PEMBUATAN Haryana, Sumarno, Aditya Wulandari

STRAINER

Kode : 1321090 Katagori :

Unit : PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA • Busbars • Power Stations, Steam • Coal

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN • Transformer

BUKIT ASAM

Judul : MODIFIKASI ANTARA AUXILIARY BUSBAR UNIT

COMMON 7 DENGAN AUXILIARY BUSBAR UNIT 2 Tim Inovator:

SEBAGAI SUPLAI PENGAMAN SEMENTARA UNIT 2 Djuliono, Setiadi, Safrul

PLTU BUKIT ASAM

Sistem produksi air demin merupakan bagian dari sistem pembangkitan terutama yang menggunakan tenaga uap sebagai tenaga penggerak turbin dan generator. Keandalan Water Treatment Plant (WTP) sebagai unit penyedia air demin menentukan kinerja operasional sebuah pembangkit listrik tenaga uap. Mixed Bed Exchanger sebagai unit penukar ion di WTP memiliki fungsi yang sangat penting dalam produksi air demin. Losses

resin yang terdapat di Mixed Bed Exchanger merupakan kendala yang sering terjadi di Mixed Bed Exchanger. Kendala ini menyebabkan seringnya penggantian resin yang berakibat pada tingginya pemakaian resin dan menurunnya kualitas air demin yang dihasilkan oleh

Mixed Bed Exchanger. Losses resin disebabkan karena adanya resin yang terbuang pada saat regenerasi tahap backwash. Pemasangan strainer dilakukan di line backwash untuk mengatasi hilangnya losses resin saat

backwash. Hasil akhir yang diharapkan dari penambahan

strainer di Mixed Bed Exchanger ini adalah minimalisasi

losses resin yang terjadi saat backwash, menurunnya tingkat pemakaian resin dan bahan kimia untuk regenerasi serta meningkatnya kualitas air demin yang dihasilkan

Mixed Bed Exchanger.

PLTU Bukit Asam memiliki 4 Unit Pembangkit berbahan bakar utama batubara dan dengan HSD sebagai bahan bakar penyala. Sebagai instalasi pembangkit listrik PLTU Bukit Asam tidak pernah terlepas dari gangguan. Salah satu peralatan yang bisa mengalami gangguan adalah Unit Transformer (Trafo Pemakaian Sendiri). Jika Unit Transformer mengalami gangguan maka secara langsung akan mempengaruhi kehandalan pembangkit. Pada Triwulan pertama tahun 2009 Unit Transformer Unit 2 mengalami gangguan sehingga berakibat terganggunya suplai daya pada Sistem Auxiliary Busbar Unit 2 (2 LGA), namun untuk sementara dapat ditanggulangi

(28)

DIREKT

Unit : PT PLN ( PERSERO ) PEMBANGKITAN SUMATERA • Control Systems • Power Stations, Gas

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN JAMBI • Valves • Gas Control

Judul : MODIFIKASI DAN PENYELARASAN SISTEM Tim Inovator:

KONTROL UDARA MODUL GAS UNTUK MENCEGAH Mawardi Kurniawansyah, Heryanto Syam,

GAGAL START PLTG BATANGHARI M.Fredrik Chato

sementara mendapat suplai dari Sistem Auxiliary Busbar

Unit Common 9 (9 LGA). Perubahan konfigurasi tersebut hanya bersifat sementara, karena dalam konfigurasi

tersebut Unit 1 tidak dapat memanfaatkan suplai daya dari Sistem Auxiliary Busbar Unit Common 9 (9 LGA) saat diperlukan tanpa harus menghentikan produksi listrik Unit 2 (Shutdown unit 2). Namun jika memang diperlukan, untuk melakukan Startup Unit 1, Unit 2 harus stop. Dengan adanya interkoneksi antara Sistem Auxiliary Busbar Unit Common 7 (7 LGA) dengan Sistem Auxliary Busbar Unit 2 (2 LGA) maka diharapkan Unit 2 tidak perlu stop untuk melakukan Startup Unit 1.

PLTG Batanghari General Electric MS6001B berkapasitas 2 x 30 MW beroperasi menggunakan Natural Gas. Salah satu material sistem kontrol udara modul gas menggunakan solenoid valve dan air valve yang berfungsi sebagai kontrol open /closed katup drain vent valve antara

Stop Speed Ratio Valve dan Gas Control Valve. Terjadinya malfunction resetting menimbulkan permasalahan pada saat start-up karena sistem tersebut tidak optimal lagi pula indikator visual tidak ada untuk memonitoring sistem kontrol udara.

Guna mengatasi masalah ini dibuatlah suatu

implementasi “Modifikasi dan Penyelarasan Sistem

Kontrol Udara Modul Gas Untuk Mencegah Gagal Start PLTG Batanghari “ yang bertujuan sebagai sarana percepatan kesiapan pembangkit, kontinuitas penyaluran energi, pencegahan Take or Pay kontrak gas dan menekan konsumsi solar pada primover agar dapat terlaksana berdasarkan efesiensi waktu penormalan start-up.

Dari hasil evaluasi tersebut maka dilakukan penyelarasan pada sistem kontrol udara yang operasinya dapat dilakukan secara auto/manual secara elektrikal kontrol resetting dan secara mekanika fluida pada pipe

line vent valve gas yang dipasang kontrol regulasi aliran udara.

Metode telah diimplementasikan sejak tanggal 03 November 2009, dengan modal inovasi Rp 4.215.000,-

dan manfaat finansial mencapai Rp 131.859.728,- setiap

kali start-up unit dibanding sebelum implementasi serta

secara non finansial sistem udara kontrol semakin

(29)

DIREKT

Unit : PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA • Flames • Scanner

BAGIAN SELATAN SEKTOR PEMBANGKITAN Tim Inovator:

KERAMASAN R. DENNY OKTAFANI, MUHAMAD

Judul : MODIFIKASI KONSTRUKSI FLAME SCANNER MUKHLAS, HABIBI

Kode : 1321093 Katagori :

Unit : PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN • Cooling Towers • Power Stations, Steam

SUMATERA BAGIAN SELATAN • Injection Engines

Judul : MODIFIKASI PENCAPAIAN NILAI RSI OPTIMUM AIR

COOLING TOWER DARI INJEKSI HCL 34,5 TON PER Tim Inovator:

BULAN MENJADI TANPA INJEKSI HCL DENGAN Zulham, Bagus Yuana, Ari rudianto

OPTIMASI BLOWDOWN

Pusat Listrik Inderalaya merupakan salah satu Pusat Listrik yang ada di wilayah Sektor Pembangkitan Keramasan. Pusat Listrik ini mengelola 1 Unit PLTG yang memiliki kapasitas 40 MW dan 2 unit HRSG yang memiliki kapasitas 2 x 20 MW, dengan komersial produksi untuk: PLTG Unit 2 dimulai pada tahun 2004. Pada tahun 2008 dibangun 2 unit HRSG, dimana pada operasionalnya HRSG memanfaatkan gas buang dari PLTG unit 1 (IP) dan PLTG unit 2. Untuk menjaga keandalan operasional HRSG tersebut maka perlu didukung oleh kesiapan operasi PLTG Unit 1 dan unit 2.

Dalam rangka untuk menjaga keandalan unit pembangkit khususnya PLTG unit 2 dilakukan pemeliharaan periodik yang salah satu diantaranya adalah pelaksanaan cleaning compressor. Proses ini bertujuan untuk menaikkan daya mampu PLTG akibat derating yang disebabkan oleh kotornya blade – blade compressor oleh debu / kotoran yang terhisap oleh compressor. Namun setelah pelaksanaan cleaning compressor ini unit harus stop beroperasi selama 3 jam untuk membersihkan lensa flame detector dari sisa serbuk carboblast yang menempel.Terganggunya fungsi Flame detector ini dapat menyebabkan unit trip.

Dengan memodifikasi konstruksi Flame Detector dan sistem kontrol yang ada di PLTG unit 2, unit tidak perlu stop operasi setelah pelaksanaan cleaning compressor, dimana

dengan inovasi ini kita dapat meningkatkan efisiensi waktu

pemeliharaan dan dapat menjaga keandalan operasi unti pembangkit

Cooling tower PLTU Ombilin adalah jenis open cooling tower tipe induced draft counter flow tower dengan merek ‘Marley’. Air cooling tower sangat penting penggunaanya untuk mendinginkan condenser, pelumas, dan udara pendingin generator. Temperatur pendinginan yang dilakukan adalah 41oC menjadi 33oC. Kondisi

(30)

DIREKT

Unit : PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN SU • Burners • Boilers • Coal Feeder

MATERA BAGIAN UTARA SEKTOR PEMBANGKITAN • Power Stations, Steam

LABUHAN ANGIN

Judul : AUTO START BURNER UNTUK MENCEGAH BOILER Tim Inovator:

TRIP PADA SAAT COAL FEEDER GANGGUAN BURHANUDDIN AMRULLOH, SAMUEL

MENDADAK DI PLTU LABUHAN ANGIN 2 X 115 MW TANDIBUA, INDRA ISMAIL NURRAMDHANI

tower, maka akan terjadi kenaikan pH dan pemekatan mineral dalam air yang pada akhirnya membentuk kerak.

Evaluasi air cooling tower dilakukan dengan menghitung nilai RSI, Untuk pola operasi selama ini pengendalian nilai RSI dengan memperkecil Blowdown tapi pH air dikontrol dengan penginjeksian HCl untuk menurunkan pH sebagai akibat naiknya pH karena akumulasi mineral yang tidak terakomodir oleh Blowdown. Pola operasi baru dilakukan dengan memperbesar Blowdown tanpa mengatur pH atau tanpa injeksi HCl.

‘“MODIFIKASI PENCAPAIAN NILAI RSI OPTIMUM AIR COOLING TOWER DARI INJEKSI HCL 34,5 TON PER BULAN MENJADI TANPA INJEKSI HCL DENGAN OPTIMASI BLOWDOWN” diaplikasikan guna memperoleh RSI optimum tanpa injeksi HCl. Blowdown rata-rata 137 ton/jam (tergantung konductivity) dapat menghindari penggunaan HCl guna menjaga nilai RSI pada range yang aman (6,1-6,8) serta menekan biaya pemeliharaan air. Pola operasi dengan pemakaian HCl dengan Blowdown 70ton/jam menghasilkan nilai RSI 7,44 (indikasi Korosif), laju pembentukan kerak 31,3gr/tahun, laju pembentukan korosi 2,56mpy dan menghabiskan biaya produksi dan

maintenance air Cooling tower sebesar Rp 8,5968M/ tahun untuk dua unit sedangkan dengan operasi cooling tower tanpa HCl memerlukan Blowdown mencapai 137 ton/jam menghasilkan nilai RSI rata-rata 6,15 dengan indikasi air dalam kondisi Aman, laju pembentukan kerak 4,9 gr/tahun, laju pembentukan korosi 0,8 mpy serta hanya menghabiskan biaya produksi air senilai Rp 7,3462M/

tahun untuk dua unit. Modifikasi pola operasi Cooling tower dapat menghemat penggunaan biaya bahan kimia sebesar Rp 1,251M/tahun dan air dalam kondisi aman.

Selama proses firing unsur burner sangat berperan

penting untuk membantu menjaga suhu bed temperatur bila kualitas batu bara jelek atau terjadi penyumbatan batu bara pada coal feeder (blocking). Peran burner disini sebagai back up untuk menjaga bed temperature agar tidak turun. Suhu bed temperature mempengaruhi permit coal feeder dan MFT(Main Fuel Trip).

Cuaca juga merupakan factor cukup berpengaruh pada proses boiler CFB karena curah hujan yang tinggi dapat membuat batu bara basah dan menyebabkan blocking

pada coal feeder. Blocking ini dapat menyebabkan bed temperature menurun karena pasok batu bara berkurang.

(31)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

akan trip (<650oC). Oleh karena itu saat bed temperature rendah dan boiler sedang berjalan, burner harus bekerja untuk membantu menjaga bed temperature tetap berada diatas 650oC. Di saat seperti inilah operator harus siaga dan melihat perubahan bed temperature secara teliti dan menjalankan burner sebelum mencapai 650oC SECARA MANUAL.

Dengan adanya karya inovasi ini yakni “AUTO START BURNER ” kata-kata: lupa, kesalahan step burner, boiler trip karena average bed temperature rendah, control valve kurang terbuka, dan pengoperasian MANUAL dapat dihilangkan.

21

Kode : 1321098 Katagori :

Unit : PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMBAGUT • Spraying • Nozzles • Coal Blocking

REGIONAL II LUAR JAMALI SEKTOR PEMBANGKITAN • Power Stations, Steam

LABUHAN ANGIN

Judul : PENAMBAHAN SPIRAL SPRAY NOZZLE UNTUK Tim Inovator:

MENCEGAH COAL BLOCKING PADA PLTU LABUHAN Umar farouk Andy Saputro, NurCahyanto,

ANGIN 2X115MW Adang Taufik

Di PT PLN (PERSERO) Pembangkitan Sumbagut Sektor Pembangkitan Labuhan Angin, coal blocking pada

coal feeder merupakan masalah yang menjadi perhatian khusus, karena dapat menyebabkan terjadinya penurunan beban unit dan bisa mengakibatkan unit shutdown.

Pembuatan karya inovasi ini bertujuan untuk membersihkan dan mencegah terjadinya coal blocking

sehingga beban unit dapat terjaga stabil dan penurunan beban unit serta shutdown dapat dihindari.

Metodologi yang digunakan dalam penyusunan karya inovasi ini adalah melalui studi lapangan (metode observasi dan wawancara), studi perpustakaan.

Alat inovasi ini dikembangkan dengan memadukan 2 (dua) unsur, yaitu instrumentasi dan mekanik, seperti

(32)

DIREKT

Judul : DOMERTAS (DOORSMEER FILTER KERTAS) SOLUSI Tim Inovator:

PENGHEMATAN LOW PRESSURE FILTER TM 2500 Wilter Lumban Batu. Ariful Bahri, Natalina

Filtrasi merupakan salah satu treatment untuk menjaga agar kondisi bahan bakar yang masuk ke ruang bakar

turbin gas sesuai dengan kebutuhan atau spesifikasi turbin

gas tersebut. Penggunaan catrigde filter bahan bakar HSD jenis kertas di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan tergolong tinggi, khususnya pemakaian Low FilterTM2500. Didesain sebuah alat bantu pembersihan

filter kertas yang diberi nama Domertas, Doosmeer Filter

Kertas bertujuan untuk mengurangi pemakaian catridge filter bahan bakar jenis kertas di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan. Metoda yang dilakukan yaitu

dengan observasi pemakaian filter BBM HSD di lapangan

dan pengujian bbm hsd dilaboratorium sehingga diperoleh

kriteria filter yang dapat dicuci. Domertas bekerja dari dua

sisi yaitu pembersihan dari sisi sebelah dalam dengan menghembuskan udara bertekanan dan pembersihan dari luar dengan ditembakkan udara bercampur HSD.

Output bbm HSD dari rangkaian / sistem filter bbm hsd yang dicuci ini diuji kualitasnya dilaboratorium Sektor Pembangkitan Medan dan diperoleh nilai yang memenuhi persyaratan untuk digunakan pada engine TM2500. Domertas telah digunakan sejak bulan Juli 2009 pada PLTG Paya Pasir Unit 6 TM 2500 dan diperoleh saving sebesar Rp 332.887.200 ,-. sampai dengan bulan April 2010 atau sekitar Rp 36.987.466 ,- setiap bulannya.

23

Kode : 1321106 Katagori :

Unit : PT. PLN (Persero) WILAYAH KALIMANTAN SELATAN • Actuators • Boilers • Feedwater Pump

DAN TENGAH SEKTOR ASAM ASAM • Coupling • Valves • Feedwater Tank

Judul : MODIFIKASI AKTUATOR HYDRAULIC COUPLING

BOILER FEEDWATER PUMP UNTUK MENJAGA Tim Inovator:

KEHANDALAN PLTU SEKTOR ASAM ASAM Wilter Lumban Batu. Ariful Bahri, Natalina

Boiler Feedwater Pump (BFP) merupakan peralatan penting di sebuah pembangkit, berfungsi untuk memompa air dari feedwater tank menuju drum boiler. Gangguan yang terjadi pada Aktuator Hydraulic Coupling Boiler Feedwater Pump (BFP) dapat menyebabkan ketidakstabilan pengontrolan kecepatan (speed) BFP, sehingga delta

pressure (DP) pada Boiler Feedwater Control Valve

tidak terjaga sehingga dapat mengganggu kestabilan kontrol 3-element yang mengendalikan level drum boiler

yang dapat menyebabkan pembangkit mengalami TRIP.

Modifikasi dilakukan pada elektrik aktuator hydraulic coupling Boiler Feedwater Pump menggunakan pneumatik aktuator dengan elektro pneumatic positioner yang berbasis controller, sehingga gangguan yang disebabkan oleh kegagalan elektrik aktuator bisa dihindari.

Modifikasi ini telah diterapkan di PLTU Asam Asam

(33)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

time operation selama 1 tahun tanpa ada masalah.

Modifikasi juga telah diterapkan juga untuk BFP

2.B dan BFP 2.A (per tanggal 20 Januari 2010

dan 24 Mei 2010). Penerapan modifikasi ini mampu memberikan manfaat finansial, yakni

potensi penghematan biaya pemeliharaan senilai Rp 148.000.000,00 per tahun 2008 serta mampu menghindarkan perusahaan dari potensi kerugian senilai Rp 660.905.190,40 akibat kehilangan kesempatan produksi. Proses kalibrasi dan

setting elektro pneumatic positioner lebih mudah dilakukan karena sudah berbasis kontroller.

Modifikasi juga bisa dilakukan di unit pembangkit

lain yang memiliki sistem yang sama.

24

Kode : 1321107 Katagori :

Unit : PT. PLN (Persero) WILAYAH KALIMANTAN SELATAN • Coal Feeder • Sensors

DAN TENGAH SEKTOR ASAM ASAM • Power Stations, Steam

Judul : PENAMBAHAN SENSOR BELT MOTION PADA COAL Tim Inovator:

FEEDER UNTUK MENJAGA KEHANDALAN COAL Yulianus Way Mra Mra, Khusnul Khotimah,

FEEDER PADA PLTU ASAM ASAM Muhammad Rifani

PLTU Asam Asam merupakan PLTU dengan bahan bakar utama batubara . Kesinambunagan supply batubara sangat menentukan kehandalan supply bahan bakar ke

boiler. Coal feeder adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk menghitung jumlah batubara yang masuk ke dalam

pulverizer kemudian disuplai ke boiler. Jumlah batubara dari coal feeder sangat menentukan jumlah uap yang dihasilkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan daya listrik pada PLTU Asam Asam.

Salah satu proteksi coal feeder adalah belt motion

yang berfungsi memastikan bahwa coal feeder tetap beroperasi. Sinyal belt motion muncul karena sensor tidak mendeteksi adanya logam pada shaft. Hal tersebut bisa dikarenakan belt tidak berputar tetapi bisa juga hanya karena bearing motion roller sebagai tempat sensor macet akibat debu batubara yang menumpuk pada bearing dan tidak ada masalah pada belt coal feeder tersebut. Dengan tripnya feeder trip akan dapat menyebabkan mill/pulverizer ikut trip sehingga unit akan derating atau bahkan trip. Hal tersebut sangat mengganggu kehandalan PLTU Asam Asam sebagai pemasok listrik terbesar hingga 56%di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan penelitian dan analisa data, maka diperlukan inovasi untuk mencegah sinyal belt motion

yang menyebabkan coal feeder trip dengan menambah

sensor belt motion pada span roller. Keuntungan finansial

inovasi ini adalah potensi biaya yang bisa dihemat dari hilangnya kesempatan menjual energy listrik (kWh) karena unit derating atau trip. Sedangkan keuntungan

non-finansial menyangkut jadwal pemeliharaan coal feeder yang terencana, kesinambungan pasokan listrik yang harus dijaga demi kepuasan pelanggan dan lifetime

(34)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

Kalimantan Tengah Sektor Asam Asam • Changeover Pulverizer

Judul : Pengaturan Penyalaan Lfo Burner Tim Inovator:

Pada Proses Change Over Pulverizer Mohammad Ikhfan, Rangga Mahesa, Sujarwo

Pulveriser merupakan peralatan yang digunakan untuk menghaluskan batubara menjadi butiran-butiran halus (pulverized coal ) sehingga dapat terbakar dengan sempurna didalam furnace boiler.

PLTU Sektor Asam Asam menggunakan dua jenis

Dalam proses change over pulveriser sesuai dengan

design operation manual / Instruksi Kerja yang ada, dirasakan masih mampu untuk dilakukan penghematan pemakaian LFO dengan cara pengaturan penyalaan LFO

burner yaitu dengan melakukan review ulang Instruksi Kerja yang selama ini digunakan.

26

Kode : 1321110 Katagori :

Unit : PT. PLN (PERSERO) • Cooling Systems • Diesel Engines

WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT CABANG BIMA

Judul : MODIFIKASI PENAMBAHAN SISTEM PENDINGIN OLI Tim Inovator:

UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN DAN DAYA Warjito, Asep Aan Surjana

MAMPU MESIN PEMBANGKIT

Defisit daya merupakan isu populer saat ini dimana

hampir seluruh unit PLN diluar Jawa Bali mengalaminya. Begitu pula unit PLN NTB dan unit pelaksananya sudah bertahun-tahun terjadi pemadaman bergilir. PLN Cabang Bima adalah unit PLN paling timur di wilayah PLN NTB

yang juga terjadi defisit daya dan pemadaman bergilir. Kondisi normal PLN Cabang Bima mengalami defisit daya

3 MW dimana daya mampu pasok Interkoneksi Sistem Bima adalah 20,5 MW sementara beban puncak 23,5 MW.

Namun kondisi terakhir saat ini terjadi defisit daya sebesar

6 MW yang disebabkan oleh adanya beberapa unit mesin pembangkit mengalami derating atau penurunan daya.

Faktor penyebab terjadinya derating adalah masalah umur mesin dan spare part yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan karena sudah melewati life time. Salah satu peralatan yang sangat mempengaruhi

performance mesin adalah sistem pendingin. Sistem pendingin banyak mengalami kerusakan yang dikarenakan kwalitas air dan metode pengolahan yang kurang optimal sehingga merusak element-element sistem pendingin seperti radiator dan element lain yang terkait.

Mesin MAK 8M-453C PLTD NI’U PT. PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat Cabang Bima dengan daya terpasang 2,8 MW beroperasi dengan bahan baker HSD dan MFO yang merupakan mesin base load sistem

interkoneksi Cabang Bima karena memiliki efisiensi bahan

(35)

DIREKT

ORI

Kary

a Ino

vasi XIII / 2010

MAK 8M-453C PLTD NI’U sudah berumur 10 tahun lebih sehingga sudah banyak peralatan sistem yang mengalami keausan atau kerusakan, terutama peralatan sistem pendingin minyak pelumas. Oleh karena itu mesin MAK

8M-453C PLTD NI’U mengalami derating cukup signifikan

yang disebabkan oleh overheating minyak pelumas yang masuk ke mesin. Pada beban puncak siang hanya mampu 64% atau 1,8 MW dan pada beban puncak malam hanya mampu 71% atau 2,0 MW karena suhu minyak pelumas yang masuk ke mesin sudah mencapai alarm settingnya yaitu 65°C. Hal ini sangat mengganggu keandalan sistem penyaluran tenaga listrik ke pelanggan dan masyarakat pada umumnya karena sering terjadi padam penyulang dan blackout.

Kendala terbesar dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya mampu mesin pembangkit adalah biaya penggantian spare part atau peralatan sistem pendingin sangat mahal, sementara anggaran operasi / investasi perusahaan sangat terbatas. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut kami merancang dan

membuat modifikasi penambahan sistem pendingin oli

dengan tujuan untuk membantu menurunkan temperatur minyak pelumas yang akan masuk ke mesin sehingga keandalan dan daya mampu mesin pembangkit dapat ditingkatkan. Dengan memanfaatkan material bekas radiator oli mesin Niigata, material bekas fan blower

mesin SWD dan pipa-pipa bekas mesin Deutz BV8 kami

merancang dan membuat modifikasi penambahan sistem

pendingin oli untuk mesin MAK 8M453C Unit 1 SN : 27274 yang ada di PLTD Ni’u.

Modifikasi penambahan sistem pendingin oli ini telah

kami implementasikan efektif akhir Februari 2010 dan hasilnya adalah mesin MAK 8M453C PLTD Ni’u dapat dibebani 80% atau 2,25 MW pada siang hari dan 85% atau 2,4 MW pada beban puncak malam serta berdasarkan

comisioning test mesin dapat dibebani flat/kontinyu 80% tanpa mengalami overheating pelumasan. Dengan

demikian modifikasi penambahan sistem pendingin oli ini

(36)

DIREKT

Judul : MODIFIKASI ROTOR EKSITER GENERATOR Tim Inovator:

LEROY SOMER TYPE 49.1 S 4 C 6/4 650 kVA Artiyono, Surahman

Satuan Pembangkit Diesel (SPD) terdiri dari dua bagian atama yaitu mesin diesel sebagai prime mover dan sebuah generator. Bagian SPD tersebut sangat rentan terhadap gangguan bahkan kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal maupun faktor internal. Salah satu gangguan yang terjadi pada bagian generator adalah terbakarnya belitan rotor eksiter. Kerusakan tersebut disebabkan beban kejut generator sehingga terjadi beban lebih pada dioda rotating eksiter sehingga terjadi kerusakan pada dioda. Mesin MTU 12V 2000 G 62 NS 535102283 dengan generator LEROY SOMER type

49.1 S4 C 6/4 daya 650 kVA sering mengalami gangguan rotor eksiter. Generator tersebut memiliki belitan rotor ganda pada tiap fasanya (sistem eksitasi ganda) yang dihubung paralel pada tegangan keluaran diode rotating, apabila salah satu dioda dari sistim eksitasi terganggu/ rusak, eksitasi hanya dilakukan oleh satu sistem. Maka akan terjadi kelebihan beban (overload) sehingga kumparan akan menjadi overheating/terbakar, sementara untuk mendeteksi gangguan dioda sangat sulit karena generator masih operasi dengan normal. Untuk mengatasi

masalah tersebut telah dilakukan modifikasi belitan rotor

menjadi sistem tunggal, sehingga saat terjadi gangguan pada dalah satu dioda akan diketahui untuk dikakukan perbaikan tanpa terbakar pada belitan rotor.

28

Kode : 1321113 Katagori :

Unit : PT. PLN ( PERSERO ) • Separators • Diesel Engines

WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR • Power Stations, Diesel

Tim Inovator:

Judul : SBR21 SEPARATOR” PENYARING BAHAN BAKAR Syahrun Nur Rodja, Blasius Say,

MESIN DIESEL Ruslan Husen

Dewasa ini tidaklah sedikit pembangkit listrik di Indonesia yang menggunakan tenaga Diesel, di PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur sebagian besar menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Telah kita ketahui bahwa hasil dari pembakaran mesin diesel ditentukan oleh bahan bakar (HSD), oxygen dan kompresi yang tinggi. Pembakaran akan terjadi sempurna apabila bahan bakarnya bagus (tidak tercampur dengan kotoran dan air). Untuk memperoleh bahan bakar yang bagus dibutuhkan sebuah penyaring untuk memisahkan kotoran dan air yang tercampur didalam bahan bakar tersebut.

Dari kondisi geografis unit dimana kami bekerja, bahan

Referensi

Dokumen terkait