REFORMASI BIROKRASI DALAM
PELAYANAN PUBLIK & KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
Pembahasan ini bermaksud untuk mereformasi birokrasikan dalam hal pelayanan publik dan kebebasan informasi . kurang nya pemahamam mengenai pelayanan dan kebebasan informasi mengakibatkan terjadi nya beberapa masalah dalam upaya mencapai kualitas pelayanan dan kebebasan informasi tersebut. Peraturan mengenai pelayanan publik dan kebebasan informasi semestinya menjadi arahan kedepan untuk memaksimalkan kedepan nya yang lebih baik oleh regulator pada saat akan di implementasikan.
Beberapa waktu ini yang sangat menjadi fokus perhatian dalam reformasi birokrasi ialah permasalahan korupsi, keterbukaan informasi publik dan pelayanan publik. Di sisi lain permasalahan dalam reformasi birokrasi juga menyisakan beberapa permasalahan yang mendasar khusunya dalam bidang pelayanan publik.Reformasi birokrasi dan Keterbukaan Informasi Publik tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena dalam mewujudkan keduanya harus sinergitas. Tanpa adanya birokrasi yang baik maka sulit untuk mewujudkan
terlaksananya pelayanan publik yang baik serta keterbukaan informasi publik begitupun sebaliknya. Birokrasi pemerintah seringkali disebut sebagai official kingdom atau kerajaan pejabat (Thoha, 2012:2).
penjabat menduduki suatu jabatan sesuai dengan jenjang jabatan nya yang di susun dari atas kebawah. Tentu saja siapa yang memiliki jabatan paling tinggi maka dia lah yang memiliki kuasaan yang paling beser dibandingkan dengan yang memiliki jabatan yang rendah. Salah satu cara berfikir yang harus dirubah adalah pandangan terhadap kekuasaan yang sangat cenderung menjadikan birokrasi sebagai kekuatan yang sangat sakral. Kekuasaan yang terdapat dalam birokrasi tidak akan mungkin dapat di tempus oleh masyarakat yang lemah terhadap kekuasaan birokrasi tersebut.
Yang terdapat dalam asas regulasi penyelenggaraan pelayanan publik ialah adanya kepastian dalam hukum,keterbukaan,partisipasif,akuntabilitas dan lainnya. Beberapa asas tersebut dapat memperlihatkan gambaran bahwa terdapat dorongan untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang baik.
Didalam sistim kerajaan pimpinan birokrasi terdapat pada tangan raja sebagai pemegang tunggal kekuasaan. Semua keputusan ada di tangan raja dan semua keputusan raja harus di patuhi. Setelah saat itu mencul birokrasi pada masa orde baru di awal masa kemerdekaan indonesia muncullah perbedaan-perbedaan padangan terhadap bentuk negara dan sistim politik yang sangat mempengaruhi sistim birokrasi pada saat itu.
Terdapat dua pemasalah dilematis yang menyangkut aparat birokrasi pada saat itu. Pertama, bagaimana cara menempatkan pegawai RI yang sudah berjasa mepertahankan negara
memperbaiki kinerja. Dan penting juga untuk melakukan perubahan dalam sebuah organisasi. Sebuah konsep dalam penyelenggaraan pelayanan publik ialah ukuran yang akan
menunjukkan berapa besar tingkat kesesuaiana pelayanan terhadap ukuran norma eksternal yang ada di dalam masyarakat. Yang dimaksud dalam norma yang ada di dalam masyarakat ialah prinsip keadilan,orientasi pelayanan terhadapat masyarakat,transparansi pelayanan,hak asasi manusia dan jaminan penegak hukum.
Beberapa catatan besar dalam pengembalian birokrasi kearah yang diharapkan oleh masyarakat ialah pelayanan birokrasi yang berkualitas. Pelayanan ini meliputi sistim birokrasi yang terdapat dalam berbagai institusi pemerintahan yang berbelit panjang dan di beberapa unit pelayanan publik. Berakibat adanya masyarakat yang mengeluh terkait
rumitnya sistim birokrasi. Terdapat beberapa hal yang harus di selesaikan dengan mudah dan cepat akan tetapi bisa menyita waktu yang lama dan karena halangan birokrasi yang sangat panjang dan tidak terdapat keterbukaan informasi kepada publik agar dapat mengaksesnya. Terdapat dua hal yang akan dirincikan dalam prespektif pelayanan birokrasi pada publik pertama,ialah persoalan yang mendasar adalah permasalahan identitas kewarganegaraan yaitu KTP dan KK. Kedua,permasalahan pelayanan ke masyarakat yakni persoalan pelayanan kesehatan.
Keberhasilan Reformasi Birokrasi menurut Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi beberapa hal sebagai berikut:
1) Tidak ada korupsi
2) Tidak ada pelanggaran/sanksi; 3) APBN dan APBD baik;
4) Semua program selesai dengan baik;
5) Semua perizinan selesai dengan cepat dan tepat 6) Komunikasi dengan publik baik
7) Penggunaan waktu (jam kerja) efektif dan produktif;
8) Penerapan reward dan punishment secara konsisten dan berkelanjutan;
9) Hasil pembangunan nyata (propertumbuhan, prolapangan kerja, dan propengurangan
kemiskinan; artinya, menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, dan memperbaiki kesejahteraan rakyat).
seperti yang di katakan di atas dalah satu tanda keberhasilan reformasi birokrasi ialah tidak terjadinya korupsi namun dalam kenyataan nya sampai saat ini kita semua masih dapat melihat adanya tidak korupsi yang dilakukan oleh pimpinan-pimpinan yang berkuasa.
Untuk melihat dengan jelas arah reformasi birokrasi indonesia, seluruh masyarakat indonesia menaruh harapan untuk pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar dapat memberikan konstribusi dalam keterbukaan infomasi publik dan juga pelayanan publik.
Penuturan yang muncul dipermukaan dan dimedia yang masih hangat di perbincangkan ialah moratorium pns selama masa kepemimpinan Jokowi dan Jk.
Catatan ini seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menetapkan posisi birokrasi dan malukakan pengujian supaya nantinya tidak akan terjadi penurunan dalam hal hal