• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar | Dwipurnomoikipbu's Blog

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan Ajar | Dwipurnomoikipbu's Blog"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

A. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP

PELAJARAN

KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN

PENGERTIAN

Set induction ialah upaya guru menciptakan prakondisi bagi siswa

agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajari. Dengan kalimat lain, kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.

 Kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan guru pada awal

waktu pelajaran, tetapi juga pada awal setiap penggal kegiatan inti pelajaran yang diberikan selama waktu pelajaran itu.

 Caranya: (i) mengemukakan tujuan yang akan dicapai, (ii) menarik

perhatian siswa, (iii) memberi acuan, dan (iv) membuat kaitan antara materi pelajaran yang telah dikuasai siswa dan bahan yang akan dipelajari

TUJUAN POKOK SIASAT MEMBUKA PELAJARAN

 Menyiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan

dipelajari atau dibicarakan.

 Menimbulkan minat serta pemusatan perhatian siswa terhadap apa

yang akan dibicarakan dalam kegiatan pembelajaran.

KOMPONEN

 Menarik perhatian siswa: (1) gaya mengajar guru, (2) penggunaan

alat bantu pelajaran, dan (3) pola interaksi yang bervariasi.

 Menimbulkan motivasi: (1) kehangatan dan keantusiasan, (2)

(2)

 Memberi acuan: (1) mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, (2)

menyarankan langkah-langkah yang harus dilakukan siswa, (3) mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas, (4) mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

 Membuat kaitan atau hubungan antara materi yang akan dipelajari

dan pengalaman serta pengetahuan yang telah dikuasai siswa.

KETERAMPILAN MENUTUP PELAJARAN SIASAT MENUTUP PELAJARAN

 Menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan guru untuk

mengakhiri pelajaran.

 Menutup perlajaran dimaksudkan untuk memberi gambaran

menyeluruh tentang: (1) apa yang telah dipelajari siswa, (2) mengetahui tingkat pencapaian siswa, dan (3) tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.

 Bentuknya: (1) merangkum atau membuat garis besar persoalan,

sehingga siswa memperoleh gambaran yang jelas tentang makna serta esensi pokok persoalan yang baru saja dibicarakan; (2) mengonsolidasikan perhatian siswa terhadap hal-hal yang pokok dalam pelajaran tersebut agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat dan kemampuan terhadap pelajaran selanjutnya; (3) mengorganisasi semua kegiatan atau pelajaran yang telah dipelajari agar tercipta suatu kebulatan yang berarti dalam memahami materi yang baru dipelajari; (4) memberi tindak lanjut (follow up) berupa saran-saran serta ajakan agar materi yang baru dipelajari jangan dilupakan karena itu dipelajari kembali di rumah.

(3)

 Cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup pelajaran adalah:

 meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum

inti pelajaran dan membuat ringkasan;

 mengevaluasi dengan cara antara lain (i) mendemonstrasikan

keterampilan, (ii) mengaplikasikan ide baru pada situasi lain, (iii) mengeksplorasi pendapat siswa sendiri, (iv) memberikan soal-soal tertulis.

Penerapan dalam Micro Teaching

 Sajikan suatu pengajaran selama 10—15 menit. Latilah semua

komponen membuka dan menutup pelajaran, meliputi: (i) menarik perhatian siswa, (ii) menimbulkan motivasi, (iii) memberi acuan, (iv) meninjau kembali, (v) mengevaluasi, dengan cara: (a) demonstrasi keterampilan, (b) aplikasi ide baru, (c) eksplorasi pendapat siswa, dan (d) soal-soal tertulis.

 Sementara Anda berlatih, fasilitator mengamati dengan

(4)

PENGERTIAN

 Penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis

untuk menunjukkan adanya hubungan, misalnya hubungan sebab-akibat, definisi-contoh, atau sesuatu yang belum diketahui.

 Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan

dengan urutan yang cocok merupakan ciri kegiatan menjelaskan.

 Pemberian informasi merupakan salah satu aspek penting dari

kegiatan guru dalam proses interaksi pembelajaran.

TUJUAN

 Membimbing siswa untuk dapat memahami hukum, dalil, fakta,

definisi, dan prinsip secara objektif dan bernalar.

 Melibatkan siswa dalam berpikir dengan memecahkan

masalah-masalah atau pertanyaan.

 Mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya

dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.

 Membimbing siswa untuk menghayati, mendapat proses penalaran,

dan menggunakan bukti-bukti dalam memecahkan masalah.

ALASAN PENGUASAAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

 Meningkatkan efektifitas pembicaraan agar benar-benar merupakan

penjelasan yang bermakna bagi siswa, karena pada pada umumnya pembicaraan lebih didominasi guru daripada siswa.

 Penjelasan yang diberikan guru seringkali tidak jelas bagi siswa,

(5)

 Tidak semua siswa dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku

atau sumber lainnya. Guru perlu membantu siswa menjelaskan hal-hal tertentu.

 Kurangnya sumber belajar yang dapat dimanfaatkan siswa dalam

belajar. Guru perlu membantu siswa dengan cara memberikan infor-masi berupa penjelasan yang cocok dengan materi yang diperlukan.

KOMPONEN Perencanaan

 Penjelasan yang diberikan guru perlu direncanakan dengan baik

terutama berkenaan dengan isi pesan dan penerima pesan.

 Isi pesan (materi) meliputi: (i) analisis masalah secara menyeluruh, (ii)

penentuan jensi hubungan yang ada di antara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.

 Penerima pesan (siswa) hendaknya diperhatikan hal-hal atau

perbedaan-perbedaan pada setiap aspek siswa yang akan menerima pesan seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, bakat-minat, serta lingkungan belajar siswa.

PENYAJIAN

Kejelasan: Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan

bahasa yang mudah dimengerti siswa. Menghindari penggunaan ucapan seperti “ee”, “aa”, “mm”, “kira-kira”, “umumnya”, “biasanya”, “seringkali”, dan ucapan atau istilah yang tidak dapat dipahami siswa.

Penggunaan contoh dan ilustrasi: Penjelasan sebaiknya

(6)

Pemberian tekanan: Penjelasan harus memusatkan perhatian siswa

kepada masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak penting. Dalam hal ini guru dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti: “Yang terpenting adalah”, “Perhatikan baik-baik konsep ini”, atau “Perhatikan, yang ini agak sukar”, dan sebagainya.

Penggunaan balikan: Guru hendaknya memberikan kesempatan

kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman, keraguan, atau ketidak-mengertiannya, ketika penjelasan itu diberikan. Hal ini dapat dilakukan guru dengan mengajukan pertanyaan seperti: “Apakah kalian mengerti dengan penjelasan tadi?” “Apakah penjelasan tadi bermakna bagi kalian?” dan sebagainya.

PENERAPAN DALAM MICRO TEACHING

 Sajikan penjelasan selama 10 menit. Selama Anda berlatih, fasilitator

akan mengamati dan merekam semua aktifitas Anda dengan menggunakan lembar observasi sebagai pedoman. Nilailah penjelasan yang Anda berikan tersebut dengan bantuan fasilitator.

C. KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN

PENGERTIAN

 Segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal,

(7)

laku siswa, bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu dorongan ataupun koreksi.

 Atau, Respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan

kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran.

Contoh:

Guru : “Coba kalian sebutkan salah satu sifat udara!” “Ya, coba kamu, Dzulfikar!” (sambil menunjuk) Siswa : “Udara mempunyai bentuk seperti wadahnya, Bu!” Guru : “Bagus, itu jawaban yang tepat. Bapak/Ibu senang

mempunyai siswa yang dapat menjawab dengan baik seperti kamu”.

TUJUAN

 Penguatan mempunyai pengaruh berupa sikap positif terhadap proses

belajar siswa dan bertujuan untuk: (i) meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, (ii) merangsang dan meningkatkan motivasi belajar siswa, dan (iii) meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif.

JENIS-JENIS PENGUATAN Penguatan Verbal

 Biasanya diungkapkan atau diutarakan dengan kata-kata pujian,

penghargaan, persetujuan, dan sebagainya. Misalnya, bagus, bagus sekali, betul, pintar, ya, seratus buat kamu!

(8)

 Penguatan dengan gerak isyarat. Misalnya: anggukan atau gelengan

kepala, senyum, kerut kening, acungan jempol, wajah mendung, wajah ceria, sorot mata yang sejuk bersahabat atau tajam memandang.

 Penguatan dengan cara mendekati siswa. Misalnya: guru mendekati

siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya: guru berdiri di samping siswa, berjalan menuju siswa, duduk dekat seorang atau sekelompok siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.

 Penguatan dengan sentuhan (contact). Misalnya, guru dapat

menya-takan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampil-an siswa dengan cara menepuk-nepuk bahu atau pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan penguatan dengan cara ini harus mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, dan latar belakang kebudayaan siswa setempat.

 Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Guru dapat

menggunakan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang disenangi siswa sebagai penguatan. Misalnya, seorang siswa yang menunjuk-kan kemajuan dalam pelajaran musik ditunjuk sebagai pemimpin paduan suara di sekolah.

 Penguatan berupa simbol atau benda. Penguatan jenis ini dilakukan

(9)

 Jika siswa memberikan jawaban yang hanya sebagian saja yang

benar, guru hendaknya tidak langsung menyalahkan siswa. Dalam keadaan seperti ini guru sebaiknya memberikan penguatan tak penuh (partial). Misalnya, bila seorang siswa hanya memberikan jawaban sebagian saja yang benar, sebaiknya guru menyatakan, “Ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih perlu disempurnakan”, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempurnakannya.

PRINSIP PENGGUNAAN

Kehangatan dan Keantusiasan

 Sikap dan gaya guru, termasuk suara, mimik, dan gerak badan, akan

menunjukkan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan demikian, tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ikhlas dalam memberikan penguatan karena tidak disertai kehangatan dan keantusiasan.

Kebermaknaan

 Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan

penampilan siswa, sehingga siswa mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan. Dengan demikian, penguatan itu bermakna baginya, jangan sampai terjadi sebaliknya.

Menghindari Penggunaan Respon Negatif

 Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respon negatif

(10)

siswa tidak benar, tetapi bisa melontarkan pertanyaan yang sama kepada siswa lain.

CARA PENGGUNAAN

Penguatan kepada Siswa Tertentu

 Penguatan harus jelas, kepada siapa ditujukan. Sebab bila tidak jelas

akan kurang efektif. Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.

Penguatan Kelompok

 Penguatan dapat diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya,

apabila satu tugas telah diselesaikan dengan baik oleh satu kelas, guru membolehkan kelas itu untuk bermain bola voli yang menjadi kegemarannya.

Pemberian Penguatan dengan Segera

 Penguatan seharusnya diberikan segera setelah muncul tingkah laku

atau respon siswa yang diharapkan. Penguatan yang ditunda pemberiannya cenderung kurang efektif.

Variasi dalam Penggunaan

 Jenis atau macam penguatan yang digunakan hendaknya bervariasi,

tidak terbatas pada satu jenis saja, karena hal itu akan menimbulkan kebosanan dan cenderung kurang efektif.

PENERAPAN DALAM MICRO TEACHING

 Siapkan satu pelajaran singkat antara 10—15 menit mengenai suatu

(11)

 Konsultasikan dengan fasilitator bila ada yang perlu diperbaiki.

 Sajikanlah pada sekelompok mahasiswa teman Anda yang Anda

perlakukan sebagai siswa.

 Berikanlah penguatan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan

atau respon siswa tersebut dengan berbagai jenis penguatan.

 Perlu Anda ketahui bahwa pembelajaran yang Anda lakukan bukanlah

simulasi, melainkan pembelajaran sebenarnya dalam bentuk kecil (micro).

D. KETERAMPILAN MEMBERIKAN VARIASI

PENGERTIAN

 Variasi (stimulus) merupakan suatu aktivitas guru dalam proses

interaksi pembelajaran, ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses interaksi pembelajaran, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta partisipasi secara penuh.

 Untuk itu, Anda sebagai calon guru dan atau guru perlu berlatih untuk

(12)

TUJUAN

 Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses

interaksi pembelajaran

 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat

ingin tahu dan menyelidiki tentang hal-hal baru

 Memupuk tingkah laku positif terhadap guru dan sekolah dengan

berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik

 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara

menerima pelajaran yang disenanginya

PRINSIP PENGGUNAAN

 Penggunaan variasi hendaknya sesuai atau relevan dengan tujuan

pembelajaran yang hendak dicapai

 Variasi hendaknya digunakan secara lancar dan berkesinambungan

agar tidak merusak perhatian dan mengganggu proses interaksi pembelajaran

 Penggunaan variasi hendaknya direncanakan secara baik, dan secara

eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau program satuan pelajaran (PSP).

KOMPONEN

Variasi Cara Mengajar Guru

Teacher Voice. Variasi suara adalah perubahan suara: keras-lembut,

tinggi-rendah, cepat-lambat, gembira-sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.

Focusing. Memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dinggap

(13)

“Nah, ini penting sekali”, atau “Perhatikan dengan baik, ini agak sukar dimengerti”, dan sebagainya.

Teacher Silence. Kesenyapan atau kebisuan atau selingan diam yang

tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.

Eye Contact and Movement. Kontak pandang hendaknya dilakukan

guru ketika berinterkasi dengan siswa. Pandangan guru menjela-jahi seluruh kelas dan melihat ke mata siswa untuk menunjukkan ada hubungan yang intim dengan siswa. Kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan mengetahui perhatian atau pemahaman siswa.

Teacher Movement. Pergantian posisi guru dalam kelas digunakan

untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama bagi calon guru, biasakan bergerak bebas, tidak kikuk atau kaku, dan hindari tingkah laku negatif. Perhatikan beberapa saran berikut ini.

 Biasakan bergerak bebas dalam kelas untuk menanamkan rasa

dekat kepada siswa sambil mengontrol tingkah laku siswa.

 Jangan membiasakan menerangkan sambil menulis menghadap ke

papan tulis.

 Jangan membiasakan menerangkan dengan arah pandangan ke

langit-langit, ke arah lantai, atau ke luar, tetapi arahkan pandangan menjelajah seluruh kelas.

 Bila ingin mengobservasi seluruh kelas, bergeraklah

perlahan-lahan dari belakang ke arah depan untuk mengetahui tingkah laku siswa.

Gerak Badan dan Mimik. Variasi dengan ekspresi wajah guru, gerakan

(14)

dimaksudkan. Ekspresi wajah misalnya, tersenyum, mengerut-kan dahi, cemberut, menaikkan alis mata, dan sebagainya.

Variasi Penggunaan Media dan Alat Bantu Mengajar

Visual aids. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat, misalnya:

grafik, bagan, poster, gambar, film, slide, dan sebagainya.

Audio (auditif) aids. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar,

misalnya: suara radio, rekaman suara, deklamasi puisi, sosiodrama, telepon, dan sebagainya.

Motorik. Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan

digerakkan, misalnya: topeng, patung, boneka, dan lain-lain yang dapat diperagakan

 atau dimanipulasikan.

Audio-visual aids (AVA). Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat,

didengar, dan diraba, misalnya: film, televisi, radio, slide projector yang diiringi

 penjelasan guru.

Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa

Pola guru-siswa: komunikasi sebagai aksi (satu arah).

Pola guru-siswa-guru: Ada balikan (feedback) bagi guru, tidak ada

interaksi antarsiswa (komunikasi sebagai interaksi).

Pola guru-siswa-siswa: ada balikan bagi guru, siswa saling belajar satu

sama lain

Pola guru-siswa, siswa-guru, siswa-siswa: interaksi optimal antara

(15)

Pola melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan

sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali jika ada siswa yang belum mendapat giliran.

PENERAPAN DALAM MICRO TEACHING

 Rencanakan suatu pengajaran mikro (5—10 menit) untuk topik dan

kelas tertentu.

 Gunakan komponen keterampilan mengadakan variasi yang sesuai

dengan kemampuan Anda, tujuan, dan usia siswa.

 Latilah beberapa variasi yang menarik, baik variasi dalam gaya

mengajar, variasi media, maupun variasi pola interaksi.

 Sementara Anda berlatih, fasilitator akan merekan dan mencatat

kesalahan dan atau kekeliruan Anda dengan menggunakan lembar pengamatan untuk memperoleh balikan bagi Anda.

E. KETERAMPILAN DASAR BERTANYA

SIASAT POKOK KETERAMPILAN BERTANYA

 Bertanya dalam proses pembelajaran memainkan peranan penting,

sebab pertanyaan yang tersusun secara baik dengan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif bagi siswa, yaitu:

 meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran;

 membangkitikan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu

masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan;

 mengembangkan pola dan cara belajar aktif siswa, sebab berpkir

(16)

 menuntun proses berpikir siswa, sebab pertanyaan yang baik akan

membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang benar;

 memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang

dibahas.

 Keterampilan dan kelancaran bertanya dari calon guru maupun guru

perlu dilatih dan ditingkatkan, baik isi pertanyaannya maupun teknik bertanya.

KOMPONEN KETERAMPILAN BERTANYA DASAR

Jelas dan Singkat

 Pertanyaan guru harus diungkapkan secara jelas dan singkat dengan

menggunakan kata-kata yang dapat dipahami siswa sesuai dengan taraf perkembangannya.

Pemberian Acuan

 Sebelum memberikan pertanyaan, kadang-kadang guru harus

memberikan acuan yang berupa pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa.

 Contoh: Kita ketahui bahwa erosi tanah dapat disebabkan oleh air dan

angin. Coba kamu sebutkan faktor penyebab yang lain yang mengakibatkan terjadinya erosi.

Pindah Gilir

 Adakalanya suatu pertanyaan perlu dijawab oleh lebih dari seorang

(17)

Penyebaran

 Untuk melibatkan siswa sebanyak-banyaknya di dalam pembelajar-an,

guru perlu menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak.

 Guru hendaknya berusaha agar semua siswa mendapatkan giliran

secara sama dalam menjawab pertanyaan.

 Beda dengan pindah gilir: pada pindah gilir, beberapa siswa secara

bergilir diminta menjawab pertanyaan yang sama, sedangkan pada penyebaran, beberapa pertanyaan yang berbeda, disebarkan giliran menjawab kepada siswa yang berbeda pula.

Pemberian Waktu Berpikir

 Setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa, guru perlu

memberikan waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menunjuk salah seorang siswa untuk menjawabnya.

Pemberian Tuntunan

 Bila siswa menjawab salah atau tidak dapat menjawab, guru

hendaknya memberikan tuntunan kepada siswa agar dapat mene-mukan sendiri jawaban yang benar.

Dasar Pertanyaan yang Baik

 Jelas dan mudah dipahami siswa

 Berikan informasi yang cukup kepada siswa untuk menjawab

pertanyaan

 Difokuskan kepada satu masalah atau tugas tertentu

 Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir sebelum

menjawab pertanyaan

 Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata

 Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga siswa

(18)

 Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri

jawaban yang benar

JENIS PERTANYAAN YANG BAIK

Jenis Pertanyaan menurut Maksudnya

Compliance question, pertanyaan permintaan, misalnya: “Dapatkah

kamu tenang agar suara Bapak/Ibu dapat kalian didengar semua?”

Rhetorical question, pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban

siswa, tetapi dijawab sendiri oleh guru, misalnya: “Mengapa setiap Muslim harus berwudlu sebelum melaksanakan salat? Sebab wudlu merupakan” … dan seterusnya.

Prompting question, pertanyaan mengarahkan atau menuntun, yakni

pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada siswa dalam proses berpikir. Apabila siswa tidak dapat menjawab atau salah dalam menjawab, guru mengajukan pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan atau menuntun proses berpikir siswa sehingga pada akhirnya siswa dapat menemukan jawaban bagi pertanyaan pertama tadi.

Probing question, pertanyaan menggali, yaitu pertanyaan lanjutan

yang akan mendorong siswa untuk mendalami jawabannya terhadap pertanyaan pertama. Dengan pertanyaan menggali ini siswa didorong untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jawaban yang diberikan pada pertanyaan sebelumnya.

Jenis Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom

 Pertanyaan pengetahuan (recoll question, knowledge question) atau

(19)

 Pertanyaan pemahaman (comprehension question), yaitu pertanyaan

yang menghendaki jawaban yang bersifat pemahaman dengan kata-kata sendiri. Biasanya menggunakan kata-kata-kata-kata jelaskan, uraikan, dan bandingkan. Contoh: Jelaskan manfaat micro teaching!

 Pertanyaan penerapan (aplication question), yaitu pertanyaan yang

menghendaki jawaban untuk menerapkan pengetahuan atau informasi yang diterima. Contoh: Berdasarkan proses tersebut, kesimpulan apa yang dapat Anda berikan?

 Pertanyaan sintesis (synthesis question), yakni pertanyaan yang

menghendaki jawaban yang benar, tidak tunggal, tetapi lebih dari satu dan menuntut siswa untuk membuat ramalan (prediksi), memecahkan masalah, mencari komunikasi. Contoh: Apa yang terjadi bila musim kemarau tiba? Apa yang Anda lakukan bila seorang siswa Anda tidak mau memperhatikan pelajaran?

 Pertanyaan evaluasi (evaluation question), yaitu pertanyaan yang

menghendaki jawaban dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu isyu yang ditampilkan. Contoh: Bagaimana pendapat Anda tentang fatwa haram bagi presiden wanita? Apa komentar Anda tentang politik uang?

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN Kehangatan dan Keantusiasan

 Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran,

(20)

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

 Jangan mengulang-ulang pertanyaan bila siswa tidak mampu

menjawabnya (menurunkan perhatian dan partisipasi siswa).

 Jangan mengulang jawaban siswa (buang waktu, siswa tidak

memperhatikan jawaban temannya melainkan menunggu komentar dari guru)

 Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa

memperoleh kesempatan menjawabnya (siswa frustasi, dan mungkin tidak mengikuti pelajaran dengan baik)

 Usahakan agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak

(guru tidak mengetahui dengan pasti jawaban siswa mana yang benar dan salah)

 Jangan menentukan siapa siswa yang harus menjawab sebelum

mengajukan pertanyaan (siswa lain tidak memikirkan jawaban pertanyaan)

 Pertanyaan ganda: Apa yang menyebabkan terjadinya hujan dan

bagaimana akibatnya bila turun hujan?

PENERAPAN DALAM MICRO TEACHING

 Sajikan suatu kegiatan pembelajaran yang banyak menggunakan

Referensi

Dokumen terkait

Memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang pokok bahasan Pesawat Sederhana dengan menerapkan model

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan gambaran yang jelas mengenai pengaruh model instructionalgames dengan permainan petani pintar terhadap

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran jelas mengenai pengaruh pemberdayaan guru oleh kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran di

Observasi yaitu pengamatan langsung yang dilakukan secara langsung terhadap objek penelitian yang dimaksudkan untuk memperoleh suatu gambaran yang jelas

Penelitian ini untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan

Permasalahan yang diteliti sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai keterampilan sosial anak tunagrahita

• Pada pembahasan tentang masalah atau topik penelitian yang akan dipilih, disebutkan bahwa untuk salah satu cara untuk memperoleh pertanyaan penelitian adalah dengan melakukan

itu dikumpulkan, disusun, dijelaskan, dan dianalisis untuk menetapkan kesimpulan.Hal ini untuk memperoleh gambaran yang jelas sehingga tujuan penelitian tercapai