• Tidak ada hasil yang ditemukan

Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB. VII. BLKKH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB. VII. BLKKH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VII

UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH

BALAI LABORATORIUM KESEHATAN HEWAN

DAN KLINIK HEWAN (UPTD-BLKKH)

Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan pada Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat sesuai dengan tugas dan fungsinya adalah melaksanakan sebagian tugas teknis operasional Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat dalam bidang pelayanan teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan dengan program sebagai berikut :

1. Penyusunan rencana pembangunan teknis operasional UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan.

2. Pengkajian dan analisis teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan.

3. Pengkajian dan persiapan Teknologi Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan dilapangan

4. Pelaksanaan kebijakan teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan

5. Pelaksanaan operasional pelayanan kepada masayarakat dalam Kesmavet dan Kesehatan hewan

6. Pelaksanaan operasional tugas teknis Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat

7. Pelaksanaan pelayanan teknis administratif ketatausahaan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan.

Dalam pelaksanaan tugas Ka UPTD BLKKH dibantu oleh 3 orang Eselon IV dan 12 orang staf dengan susunan sebagai berikut :

 Eeselon III : Ka. UPTD BLKKH : Drh Enni

3. Ka. Seksi Pemeriksaan,

Pengujian dan Penelitian : Drh. Catri Eriyani dibantu 4 orang staf

Untuk mewujudkan program, UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut :

A. Labor Kesmavet.

1. Uji Fisik

- tekstur, rasa, warna, bau dan kekenyalan. 2. Pemeriksaan Kimia

- PH, kesempurnaan pengeluaran darah, awal pembusukan,

formalin, boraks. 3. Cemaran Mikroba

- TPC, Staphylococcus durcus, Coliform, E. Coli, Salmonella, Sp.

4. Residu Antibiotik.

(2)

- Pelayanan Pengobatan Hewan/ternak

- Operasi

- Konsultasi Kesehatan Hewan

- Pelayanan Laboratorium Kesehatan Hewan

- Depo Obat Hewan

C. Labor Kesehatan Hewan dan Klinik Hewan Simpang Empat.

- Pemeriksaan Parasitologi, virology, pathologi,serta uji antigen

- Pelayanan pengobatan hewan /ternak.

A. SEKSI KLINIK HEWAN

I. PELAKSANAAN KEGIATAN

a. Nama kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang sebesar Rp 69.362.500, meliputi:

i. Uang lembur

1. PNS Rp 18.240.000 (Realisasi Rp 18.240.000)

ii. Belanja bahan pakai habis

1. Belanja Peralatan Dokter pakai habis Rp. 2.882.000 ( Realisasi Rp 2.882.000)

2. Belanja peralatan Laboratorium pakai habis Rp. 735.000 (Realisasi Rp 735.000)

iii. Belanja bahan Obat-.obatan Rp 8.886.500 (Realisasi Rp 8.829.000)

iv. Perjalanan dalam daerah Rp. 21.375.000 (Realisasi Rp. 15.050.000)

1. Pembinaan ke Lab. Keswan dan Klinik Hewan Simp. IV Rp

10.675.000

2. Survey Penyakit Hewan Menular Rp 10.700.000

v. Perjalanan luar daerah

1. Rapat Koordinasi Keswan Regional II Rp 4.300.000 (Realisasi

Rp 4.300.000)

2. Magang Sistem Pengelolaan UPTD ke RSH Jakarta Rp 9.144.000 (Realisasi Rp 9.144.000)

3. Pertemuan Organisasi Non Teritorial Rp. 3.800.000 (Realisasi Rp. 3.800.000 (Realisasi Rp. 3.400.000)

b. Nama kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat sebesar Rp 37.484.000, meliputi:

i. Uang lembur

1. Petugas Pemeriksa Spesimen Rp 6.000.000 (Realisasi Rp 6.000.000)

2. Petugas UPTD BLKKH Rp. 900.000 (Realisasi Rp. 900.000)

ii. Belanja bahan pakai habis

(3)

2. Belanja peralatan Laboratorium pakai habis Rp. 411.000 (Realisasi Rp 411.000)

iii. Belanja bahan Obat-obatan dan Bahan Kimia Rp. 9.567.000 (Realisasi Rp 9.485.000)

iv. Perjalanan dalam daerah

1. Pengambilan Spesimen ke Kecamatan Rp 5.100.000

(Realisasi Rp 5.100.000)

2. Konsultasi, Koordinasi ke Prop. Dari Simp. IV Rp 14.625.000

(Realisasi Rp 11.600.000)

3. Perjalanan luar daerah

- Pertemuan Koordinasi Teknis Labor Keswan Regional Barat

Rp 3.820.000 (Realisasi Rp 3.820.000 )

c. Nama kegiatan Uji Banding Spesimen hewan ternak sebesar Rp 14.972.500 (Realisasi Rp. 10.208.000)

i. Uang Lembur Rp. 3.540.000 (Realisasi Rp. 2.010.000)

ii. Belanja bahan percontohan Rp 157.500(Realisasi Rp 157.500)

iii. Belanja jasa laboratorium Rp. 4.000.000 (Realisasi Rp. 1.481.000)

1. Biaya Pemeriksaan Feces Rp 2.000.000 (Realisasi Rp 2.000.000)

2. Biaya Pemeriksaan Ulas Darah Rp 1.000.000 (Realisasi Rp 1.000.000)

3. Biaya Pemeriksaan Seller’s RP. 1.000.000 (Realisasi Rp 1.000.000)

iv. Honorarium Narasumber Rp 1.400.000 (Realisasi 1.360.000)

v. Perjalanan Dinas Dalam Daerah Rp. 4.375.000 (Realisasi 3.700.000)

vi. Belanja harian pelatihan, kursus, sosialisasi atau Bimtek Rp. 1.500.000 (Realisasi Rp. 1.500.000)

d. Nama Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Laboratorium dan Klinik Hewan

1. Komputer 1 unit Rp. 8.500.000 (Realisasi Rp. 8. 500.000)

2. Stabilizer 5000 watt 1 unit Rp. 7.250.000 (Realisasi Rp. 7.250.000)

3. Meja Komputer 1 unit Rp. 3.000.000 (Realisasi 3. 000.000)

4. Lampu Operasi Mobile 1 unit Rp. 7.500.000 (Realisasi Rp. 7.500.000)

5. Mesin Penghancur Jarum 1 unit Rp. 5. 700.000 (Realisasi Rp. 5.700.000)

e.Nama Kegiatan Grooming dan Salon Hewan Rp. 9.450.000 (Realisasi Rp. 8.700.000)

i. Uang lembur

1.Petugas Salon dan Grooming Hewan (Non PNS) Rp. 750.000

(Realisasi Rp. 0)

ii. Pengadaan Alat-alat Salon dan grooming Hewan

(4)

2. Pengadaaan Meja Pengering Hewan 1 buah Rp. 2.500.000 (Realisasi Rp. 2.500.000)

3. Pengadaan Kursi kerja 1 unit Rp. 2.200.000 (Realisasi Rp. 2.200.000)

f. Nama Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Rawat Inap dan Tempat Penitipan Hewan Rp. 43.913.000 Realisasi Rp. 43.840.000

i. Uang lembur

1. Medis dan Paramedis rawat inap dan penitipan Rp. 2.400.000 (Realisasi Rp. 2.400.000)

2. Belanja Bahan Baku Bangunan Rp. 7.602.500 (Realisasi Rp. 7.602.000)

a. Pemasangan Instalasi air bersih 40 m Rp. 700.000 b. Pemasangan Heater Water (Komplit) Rp. 4.000.000 c. Pemasangan Keran Panas Dingin 1 unit Rp. 277.500 d. Pemasangan Bak Mandi Keramik 1 unit Rp. 1.125.000 e. Pemasangan Wastafel 1 unit Rp. 1.500.000

3. Belanja Jasa Buruh/ Tukang/ Mandor Rp. 2.425.000 (Realisasi Rp. 2.425.000)

4. Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Rp. 14.800.000 (Realisasi Rp. 14.740.000)

a. Pengadaan Lemari Kayu 1 unit Rp. 2.000.000

b. Pengadaan Lemari Etalase Obat 1 unit Rp. 3.000.000 c. Pengadaan Filling cabinet 3 laci 1 unit.

d. Pengadaan alat pendingin/AC 1 unit Rp. 7.800.000 e. Pengadaan Meja kerja + kaca 1 unit Rp. 3.000.000

5. Belanja Modal Pengadaan Alat-alat kedokteran hewan Rp. 13.685.500 (Realisasi Rp. 13.673.000)

a. Tiang Infus kaki 5 ss 1 unit Rp. 481.250 b. Waskom 40 cm ss 1 unit Rp. 116.750

c. Kandang Rawat Inap hewan kecil 3 unit Rp. 2.262.500 d. Kandang Penitipan hewan kecil 3 unit Rp. 2.262.500 e. Stateskop Litman 1 unit Rp. 625.000

g. Nama kegiatan Pembangunan Ruang Penitipan Hewan dan Observasi Rp. 95.320.000 (Realisasi Rp. 89.268.000)

II. WAKTU PELAKSANAAN

(5)

b. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat, meliputi pemberian uang lembur untuk petugas Medis dan Paramedis pelayanan lembur pemeriksaan specimen hewan ternak hasil I aktif service dan hasil dari kegiatan uji banding spesimen, mulai bulan Januari 2009 s/d Desember 2009, Belanja bahan pakai habis meliputi belanja peralatan dokter pakai habis dan belanja peralatan laboratorium pakai habis dilaksanakan pada trismester I, Belanja bahan obat-obatan dilaksanakan pada trismester ke II, Perjalanan dalam daerah dan perjalanan dinas luar daerah waktu pelaksanaannya mulai dari bulan Januari s/d bulan Desember 2009.

c. Kegiatan Uji Banding Spesimen hewan ternak waktu pelaksanaannya

mulai trismester ke II

d. Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Laboratorium dan Klinik Hewan waktu

pelaksanaannya mulai trismester ke II

e. Kegiatan Grooming dan Salon Hewan waktu pelaksanaannya mulai trismester ke I

f. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Rawat Inap dan Tempat

Penitipan Hewan waktu pelaksanaannya mulai trismester ke III

g. Kegiatan Pembangunan Ruang Penitipan Hewan dan Observasi waktu

pelaksanaannya mulai trismester ke II

III. LOKASI KEGIATAN

a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang, dilaksanakan di Padang.

b. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik dilaksanakan di Padang oleh pihak ke 3 (tiga)

e. Kegiatan Grooming dan Salon Hewan dilaksanakan di Padang.

f. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Rawat Inap dan Tempat

Penitipan Hewan dilaksanakan di Padang oleh pihak ke 3 (tiga)

g. Kegiatan Pembangunan Ruang Penitipan Hewan dan Observasi dilaksanakan di Padang oleh pihak ke 3 (tiga)

IV. JUMLAH DANA

a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang Rp.69.362.500

b. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat Rp 37.484.000

c. Kegiatan Uji Banding Spesimen hewan ternak Rp 14.972.500

d. Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Laboratorium dan Klinik Hewan Rp.

31.950.000

e. Kegiatan Grooming dan Salon Hewan Rp. 9.450.000

f. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Rawat Inap dan Tempat

Penitipan Hewan Rp. 43.913.000

g. Kegiatan Pembangunan Ruang Penitipan Hewan dan Observasi Rp.

(6)

V. PESERTA KEGIATAN

a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang, dilakukan oleh personal Klinik Hewan UPTD BLKKH Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat, pengadaan Obat-obatan dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

b. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat, dilakukan oleh personal Lab. Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat UPTD BLKKH Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat, pengadaan Obat-obatan dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

c. Kegiatan Uji Banding Spesimen hewan ternak dilaksanakan oleh personal Klinik Hewan dan Lab. Keswan Propinsi beserta personal Lab. Keswan dan Klinik Hewan Simpang Empat dengan narasumber berasal dari BPPV Regional II Baso.

d. Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Laboratorium dan Klinik Hewan dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

e. Kegiatan Grooming dan Salon Hewan dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

f. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Rawat Inap dan Tempat

Penitipan Hewan, dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

g. Kegiatan Pembangunan Ruang Penitipan Hewan dan Observasi, dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).

VI. TUJUAN

a. Tujuan kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang dan Simpang Empat adalah meningkatkan kualitas pelayanan terhadap hewan/ternak masyarakat yang datang ke Klinik Hewan, diharapkan dengan meningkatnya kualitas, akan diiringi dengan peningkatan kuantitas, jumlah hewan yang datang ke klinik hewan.

b. Tujuan kegiatan pengadaan barang dan peralatan adalah untuk membantu petugas dalam melaksanakan kegiatan operasional pelayanan di klinik hewan dan pengujian spesimen hewan ternak di laboratorium keswan.

c. Tujuan kegiatan uji banding spesimen hewan ternak adalah untuk meningkatkan kinerja lebih baik, dan sebanding dengan lab. Rujukan seperti BPPV Baso, sehingga cara dan metoda kerja sesuai menurut SOP standar/nasional

VII. HASIL

a. Hasil dari jumlah pasien, jenis penyakit yang datang ke Klinik Hewan padang dapat dilihat dilampiran laporan tahunan.

b. Hasil dari kegiatan pengadaan barang dan peralatan laboratorium

adalah bertambahnya peralatan laboratorium Keswan.

c. Hasil dari uji banding spesimen hewan adalah diketahuinya akurasi

dan ketepatan pengujian.

VIII. MANFAAT

a. Manfaat dari kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang dan Simpang Empat:

(7)

c. Manfaat bagi pemerintah : Memudahkan pembuatan rencana anggaran tahun depan.

d. Manfaat dari kegiatan pengadaan dan peralatan laboratorium Keswan dan Klinik Hewan yaitu meningkatnya jenis pelayanan dan pemeriksaan specimen hewan ternak di laboratorium Keswan

e. Manfaat dari uji banding Spesimen hewan ternak yaitu :

- Pemeriksaan hasil uji secara regular dan independent

- Dukungan komitmen untuk mempertahankan mutu uji

- Motivasi utuk memperbaiki unjuk kerja laboratorium

- Peningkatan mutu sesuai standar

- Identifikasi masalah

IX. MASALAH

a. Laboratorium Keswan belum terakreditasi sehingga dalam

operasional pemeriksaan dan pengujiaan bila terdapat komplen dari customer dan menuntut balik kita tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan bisa diperkarakan ke pengadilan

b. Keterbatasan sumber daya manusia yang kualifikasi dan spesifikasi

sehingga pelayanan dan pengujian di laboratorium belum dapat terpenuhi sebagaimana permintaan dari klien seperti rawat inap, penitipan, observasi dan lain-lain.

c. Keterbatasan bahan obat-obatan dan alat sehingga pelayanan terhadap permintaan klien dan pengujian di laboratorium belum maksimal.

X. PEMECAHAN MASALAH

a. Akreditasi adalah pengakuan formal kepada suatu lembaga untuk

melakukan kegiatan tertentu.

Untuk proses akreditasi dengan menganggarkan dana untuk pelatihan bagi petugas laboratorium sesuai ISO / IEC / 17025 / 2005 seperti :

i. Manejer puncak

ii. Manejer Administrasi

iii. Manejer mutu

iv. Manejer teknis

v. Audit internal

vi. Sistem mutu

b. Membuat telaah staf ke Gubenur tentang permintaan tenaga CPNS

yang spesifikasi dan kualifikasi yaitu :

i. Dokter hewan

ii. S1 Biologi

iii. Paramedik

iv. Laboran

v. Kennel Boy

c. Menerima siswa magang dari Mahasiswa Kedokteran Hewan, Dokter hewan KO-Asisten.

(8)

B. SEKSI PEMERIKSAAN PENGUJIAN DAN PENELITIAN UPTD BALAI LABORATORIUM KESEHATAN DAN KLINIK HEWAN

I. PELAKSANAAN KEGIATAN

a. Nama kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Kesmavet sebesar Rp 110.512.000, meliputi:

i. Uang lembur

1. PNS Rp 13.500.000 (Realisasi Rp 12.630.000) 2. Non PNS Rp 7.500.000 (Realisasi Rp 7.500.000)

ii. Belanja bahan bakar minyak

1. Oli Rp 750.000 (Realisasi Rp 330.000)

2. Solar Rp 550.000 (Realisasi Rp 200.000)

iii. Belanja bahan bakar gas Rp 900.000 (Realisasi Rp 595.000)

iv. Belanja peralatan laboratorium pakai habis Rp 5.246.500 (Realisasi Rp 5.208.800)

v. Belanja bahan kimia Rp 40.892.000 (Realisasi Rp 40.690.000)

vi. Belanja bahan percontohan Rp 2.930.000 (Realsasi Rp 2.930.000)

vii. Vertical blind Rp 4.950.000 (Realisasi Rp 4.950.000)

viii. Perjalaanan dalam daerah

1. Pengambilan sampel Rp 15.450.000 (Realisasi Rp

15.200.000)

2. Survey Food Borne Desease Rp 7.925.000 (Realisasi Rp

7.300.000)

ix. Perjalanan luar daerah

1. Petemuan teknis Rp 3.793.000 (Realisasi Rp 3.793.000)

2. Rakonteknas labor kesmavet Rp 4.850.000 (Realisasi Rp

4.850.000)

b. Uji banding bahan pangan asal hewan sebesar Rp 15.518.000

i. Belanja bahan percontohan Rp 2.930.000(Realisasi Rp 2.930.000 ii. Belanja jasa laboratorium

1. Biaya TPC Rp 3.988.000 (Realisasi Rp 3.988.000) 2. Biaya pengujian salmonella Rp 600.000 (Realisasi Rp

600.000)

iii. Belanja perjalanan dinas Rp 8.500.000 (Realisasi Rp 7.050.000)

c. Peralatan labor kesmavet Rp

60.000.000

1. Pembelian AC Rp 7.800.000

2. Pembelian washing machine Rp 4.200.000 3. Pengadaan alat-alat labor Rp 48.000.000

II. WAKTU PELAKSANAAN

a. Kegiatan pengambilan, pembelian dan pengemasan pemeriksaan dan pengujian sampel sebanyak 88 sampel dilaksanakan dari bulan februari s/d Juli 2009.

b. Kegiatan uji banding bahan pangan asal hewan dilakukan pada bulan Februari s/d Juli 2009 sebanyak 88 sampel

c. Kegiatan pengadaan bahan kimia dilaksanakan pada bulan Oktober 2009

d. Kegiatan pengadaan peralatan labor kesmavet dilaksanakan pada bulan Oktober 2009

(9)

1. Kegiatan pengambilan, pembelian dan pengemasan sebanyak 88 sampel yang diambil dari RPH/RPU – SK pada 7 (tujuh) Kab/Kota sebagai berikut:

a. Kegiatan pengambilan, pembelian, pengemasan, pemeriksaan

dan pengujian sebesar Rp 95.643.000

b. Kegiatan pengadaan barang dan peralatan labor kesmavet

sebesar Rp 59.000.000

c. Kegiatan uji banding bahan pangan asal hewan sebesar Rp

14.568.000

V. PESERTA KEGIATAN

a. Kegiatan pengambilan pembelian dan pengemasan 88 sampel dilakukan oleh personil labor kesmavet UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan yang didampingi oleh Kab/Kota yang bersangkutan

b. Kegiatan pengadaan barang dan peralatan labor kesmavet dilaksanakan di Padang oleh pihak ke 3 (tiga)

c. Kegiatan pengadaan bahan kimia dilaksanakan di Padang oleh pihak ke 3 (tiga)

d. Kegiatan uji banding bahan pangan aslah hewan dilakukan oleh petugas labor kesmavet UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan dan Labor kesmavet BPPV Reg. II Bukittinggi.

VI.TUJUAN

a. Tujuan kegiatan pengambilan, pembelian dan pengemasan sampel b. Tujuan kegiatan pengambilan, pembelian, pengemasan dan

pengujian sampel telur ayam, daging (ayam, kambing, sapi dan kerbau), bakso, sosis, air susu, keju dan nugget adalah untuk mengetahui kualitas dari 242 sampel yang diperiksa dan diuji dari pelayanan pasif dan aktif.

a. Tujuan kegiatan pengadaan barang dan peralatan adalah utuk membantu petugas dalam melaksanakan kegiatan operasional pemeriksaan dan pemgujian sampel bahan pangan asal hewan di laboratorium.

c. Tujuan kegiatan uji banding bahan pangan asal hewan adalah untuk menjamin, menentukan dan memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium dalam pengujian tertentu

VII. HASIL

a. Diketahui kualitas bahan pangan asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat konsumen dari 457 sampel yang diperiksa dan diuji laboratorium sebagai berikut :

1. Daging ayam sebanyak 156 sampel :

> BMCM SPL %

(10)

% Staphylo

coccus 0 0.00%

E. coli 8 5.13%

Coliform 20 12.82%

Salmonella

(positif) 6 3.85%

2. Daging sapi sebanyak 232 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 29 12.50%

Staphylo

coccus 0 0.00%

E. coli 7 3.02%

Coliform 18 7.76%

Salmonella

(positif) 18 7.76%

3. Daging kerbau sebanyak 33 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 16 48.48%

Staphylo

coccus 0 0.00%

E. coli 1 3.03%

Coliform 2 6.06%

Salmonella

(positif) 0 0.00%

4. Telur ayam ras sebanyak 8 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 7 87.50%

Staphylo

coccus -

-E. coli 0 0.00%

Coliform -

-Salmonella

(positif) 0 0.00%

3 Telur ayam buras sebanyak 7 sampel :

> BMCM SPL %

(11)

% Staphylo

coccus -

-E. coli 0 0.00%

Coliform -

-Salmonella

(positif) 0 0.00%

5. Sozis sebanyak 3 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 2 66.67%

Staphylo

coccus 0 0.00%

E. coli 1 33.33%

Coliform 0 0.00%

Salmonella

(positif) 1 33.33%

6. Bakso sebanyak 1 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 0 0.00%

Staphylo

coccus -

-E. coli 1 9.09%

Coliform 0 0.00%

Salmonella

(positif) 0 0.00%

7. Keju sebanyak 1 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 1 100.00%

Staphylo

coccus 0 0.00%

E. coli 0 0.00%

Coliform 0 0.00%

Salmonella

(positif) 0 0.00%

8. Susu sebanyak 3 sampel :

> BMCM SPL %

TPC 3 100.00%

Staphylo

coccus -

-E. coli -

(12)

-Salmonella

(positif) -

-b. Hasil dari kegiatan pengadaan barang dan peralatan laboratorium

adalah bertambahnya peralatan laboratorium Kesmavet.

c. Hasil dari uji banding bahan pangan asal hewan adalah diketahuinya akurasi dan ketepatan pengujian.

VIII. MANFAAT

a. Manfaat dari kegiatan dari pengambilan, pembeliaan pengemasan dan pengujian sample bahan pangan asal hewan : 1. Manfaat bagi konsumen : Keamanan dan kesehatah konsumen

karena mereka tidak memiliki akses terhadap hasil uji produk yang dikonsumsinya.

2. Manfaat bagi pemerintah : Memudahkan penegakan pengawasan dan pembinaan hygiene sanitasi serta umpan balik pengembangan program tidak lanjut mekanisme PMSRCM ( compliance Program )

3. Manfaat bagi produsen, importer, distributor :

 Meningkatkan kredibilitas jaminan keamanan dan mutu produk peternakan yang diproduksinya ( daya saing meningkat)

b. Manfaat dari kegiatan pengadaan dan peralatan laboratorium Kesmavet yaitu meningkatnya jenis pengujian dan pemeriksaan sampel bahan pangan asal hewan di laboratorium Kesmavet. c. Manfaat dari uji banding bahan pangan asal hewan yaitu :

i. Pemeirksaan mutu data uji secara regular dan independent ii. Dukungan komitmen untuk mempertahankan mutu uji iii. Motivasi utuk memperbaiki unjuk kerja laboratorium iv. Peningkatan mutu sesuai standar

v. Identifikasi masalah

IX. MASALAH

a. Laboratorium belum terakreditasi sehingga dalam operasional pemeriksaan dan pengujiaan bila terdapat komplen dari customer dan menuntut balik kita tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan bisa diperkarakan ke pengadilan

b. Keterbatasan sumber daya manusia yang kualifikasi dan spesifikasi sehingga pemeriksaa dan pengujian di laboratorium belum dapat terpenuhi sebagaimana permintaan dari konsumen seperti pengujian residu antibiotic, hormon, pestisida dan logam berat. c. Keterbatasan bahan kimia dan alat sehingga pemeriksaan dan

pengujian di laboratorium belum maksimal.

X. PEMECAHAN MASALAH

(13)

b. Membuat telaah staf ke Gubenur tentang permintaan tenaga CPNS yang spesifikasi dan kualifikasi yaitu :

i. Dokter hewan ii. S1 Teknik kimia iii. S1 Kimia

iv. S1 Biologi v. D3 Analis kimia

c. Membuat surat permintaan penempatan rekritmen tenaga CPNS Deptan tahun 2008 ke laboratorium Kesmavet Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat melalui deptan tahun 2008 ke sekretaris Ditjen Peternakan Deptan di Jakarta

d. Mengajukan proposal untuk penetapan Tenaga Harian Lepas rekrutmen Deptan ke Laboratorium Kesmavet Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat melalui Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner.

e. Menerima siswa magang dari Mahasiswa Kimia, Dokter hewan KO-Asisten dan siswa Sekolah Menengah Analis Kimia setiap tahunnya sebanyak 3(tiga) orang di laboratorium Kesmavet secara terus menerus.

Referensi

Dokumen terkait

Cintavhati Poerwoto, Bimbingan dan Konseling....FE-UI, 1994... Cintavhati Poerwoto, Bimbingan dan

Seminar Nasional Kimia

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2013 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

Apabila perusahaan berhasil dalam menjalankan bisnisnya maka beban tetap dari hutang tersebut dapat ditutup dengan laba yang diperoleh perusahaan, namun jika

Dengan ini kami mengundang saudara untuk mengikuti pelelangan dengan metode Pengadaan Langsung, dengan data-data seperti tersebut dibawah ini :. Daftar

Kepada peserta yang keberatan atas penetapan pemenang ini, diberikan kesempatan untuk. mengajukan sanggahan secara tertulis selambat-lambatnya 3 (tiga) hari, dimulai

Berdasarkan Penetapan Pemenang Lelang nomor 551/290/ HUBKOMINFO/2016 tanggal 28 April 2016, Pokja ULP Dinas Perhubungan Komuniksi Dan Informatika mengumumkan

Sehubungan dengan Berita Acara Evaluasi Dokumen Penawaran Nomor : BA.01/BOR.135.LPSE/ULP_POKJA III/LMD/VII/2014 tanggal 19 Juli 2014 untuk Pekerjaan