Seminar Tahunan BK Elektro PII
ICT untuk Bangsa (IuB)
True Broadband Experience
Telkomsel Smart Office, 14 Desember 2016
Ir. Ivan Cahya Permana, IPM
VP Technology and System
TELKOMSEL
|
Confidential – Strategic Technology Planning 2
Contents
Today’s Agenda
Potensi Industri TIK di Indonesia
TIK untuk mendukung SDG dan ICT4D
1
2
Kendala dan Tantangan yang dihadapi
Solusi dan Rekomendasi
3
|
Confidential – Strategic Technology Planning 3
Potensi Industri TIK di Indonesia
Today’s Agenda
4
… and in 2030
16th
largest
economyin the worldeconomy in the world
45
million
members of the consuming classmembers of the consuming class
53%
of the population in cities producing of the population in cities producing55
million
skilled workers in the Indonesia economy skilled workers in the Indonesia economy$0.5
market opportunity inconsumer services, agriculture and fisheries, resources, and education market opportunity in consumer services, agriculture and fisheries, resources, and education
Indonesia today …
74%
of GDPof GDPtrillion
7th
largest
economyin the world economy in the world135
million
members of the consuming classmembers of the consuming class
71%
of the population in cities producing of the population in cities producing113
million
skilled workers in the Indonesia economy skilled workers in the Indonesia economy$1.8
market opportunity inconsumer services, agriculture and fisheries, resources, and education market opportunity in consumer services, agriculture and fisheries, resources, and education
86%
of GDPof GDPtrillion
Indonesia Potentially to be 7th-Largest Economy by 2030,
Consumers Spending Drives Lifestyle Behavior.
Potensi Industri TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) Indonesia
Laju Pertumbuhan PDB menurut Lapangan Usaha 2015
Provinsi yang terhubung jaringan optik nasional Kota/Kabupaten terhubung jaringan Broadband BTS Bertambah
TIK Sebagai Penggerak Ekonomi – tumbuh tercepat dengan banyak pengguna
Industri TIK Berkembang Pesat – infrastruktur tumbuh dan industri pendukung menggeliat
Sumber: Efisiensi Industri Telekomunikasi untuk Pengembangan Ekonomi Digital
TOTAL UKM
56 juta
“UKM beralih ke Digital tumbuh 2x lipat”6
Pelaku Industri baru muncul (Awal 2016)Jangkauan Luas Jaringan Mobile Broadband Telkomsel ke Seluruh
Pelosok Indonesia untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Digital
Source: Internal Analysis – ©Technology and System Sub Directorate
110.512
BTS(incl. 2G, 3G, 4G)
161.6 Mio
Customer BaseMore than
2 x higher
than the 2ndbiggest operatorGood Economic of Scale
through Larger Network
%
%
46%
Market Share inIndonesia (Q1 ’16)
Widest Network Coverage
400K
Distribution Outlet500+
Broadband CitiesCovering
Rural & Marine Area (deployed in PELNI Ship)120+
City with 4G LTE2G
Coverage Population:98%
3G
Coverage Population:80%
4G Coverage Population:
20%
Over 340 millions mobile customers
Indonesia
TOTAL POPULATIONS256.2
Mio
132.7
Mio
TOTAL INTERNET USER INTERNET PENETRATION (Nov 2016):51.8%
Dari Total Populations… meskipun jangkauan sinyal Telkomsel sudah mencakup hampir
seluruh populasi tetapi total jumlah pengguna internet di Indonesia
hanya 51.8% dari jumlah total populasi
Source: APJII, November 2016
SUMATRA JAWA BALNUS KALIMANTAN SULAWESI MALPUA
15.7%
65%
4.7%
5.8%
6.3%
2.5%
Current Adoption Trends Indicate Digital Spend in Indonesia will Grow Strongly.
450
270
40
... Consumers serta Pertanian dan
Perikanan merupakan 2 sektor potensial
Pertumbuhan Kelas Konsumen …
195 180 145 110 2010 2030 in 7% GDP Scenario 2030 in 5%-6% GDP Scenario 2020 Additional people in the consuming class 40 90
*Consuming class defined as individuals with an annual net income of above $3,600 at 2005 PPP
Indonesia Consuming Class Population (in mn) 45 170 135 85 125
Below Consuming Class Consuming Class
Four Indonesian Potential Sector in 2030 (in USD bn) Projected Growth, 2010/11-30 CAGR, 2010/11-30 % 810 7.7 200 7.0 30 7.2 1,350 7.3 A g ri c u lt u re & f is h e ri e s P ri v a te e d u c a tio n T o ta l R e s o u rc e s C o n s u m e rs 1,070 1,830 Source: McKinsey 310 6.0
Terdapat Potensi Pertumbuhan Ekonomi dari meningkatnya jumlah kelas
konsumen dimana sektor yang paling potensial adalah Consumers serta
Pertanian dan Perikanan
8 6 4 85 2011 Health care Personal items Telecommunication Housing and utilities 11
Transportation 13
Education 14 Apparel 22
Leisure 26 Food and beverage 73 Savings and investment
57 42 30 26 19 16 13 2030 105 194 565 ~260 ~1,070 CAGR 2010-30 10.5% 5.2% 7.5% 5.0% 6.0% 4.6% 4.5% 4.7% 4.7% 6.2% 7,7%
Annual Expenditure (USD Billion)
Source: McKinsey
… perubahan pola konsumsi dan kebutuhan akan gaya hidup
digital merupakan salahsatu potensi yang sangat besar ..
… sektor pertanian dan perikanan mempunyai potensi besar dalam
pemanfaatan akses internet dan solusi digital ..
37.75 juta
Jumlah penduduk
yang bekerja di sector
pertanian - 2015*
815 ribu
Jumlah Perahu
/Kapal – 2014**
Source: * http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160209120620-92-109708/jumlah-petani-menyusut-data-produksi-pertanian-dipertanyakan/2.7 juta
Jumlah nelayan
nasional – 2013**
**BPS 2013|
Confidential – Strategic Technology Planning 11
TIK untuk mendukung
SDG dan ICT4D
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Digital Goal – SDGs)
Pembangunan
Industri TIK yang
dilakukan harus
diarahkan untuk
dapat mendukung
keseluruhan
Tujuan
Pembangunan
Berkelanjutan
(Sustainable
Development
Goals - SDG) yang
telah dicanangkan
oleh PBB untuk
periode 2015-2030
TIK untuk Mendukung Pembangunan Yang Berkelanjutan (ICT4D)
ICT4D 0.0
1950 - 1990ICT4D 1.0
1990 - 2000ICT4D 2.0
2000 - seterusnyaFokus baru pada penggunaan IT di pemerintahan dan sektor swasta
Perkembangan internet di negara maju, kemunculan MDG, investasi di infrastruktur dan program TIK
Dampak dari kemunculan telepon selular, Web 2.0 dan mulai focus pada penurunan kemiskinan
ICT4D Frame Work:
ICT4D (Information and Communications Technologies for Development) atau TIK untuk
Pembangunan merupakan inisiatif yang dikeluarkan PBB untuk mengurangi digital divide (kesenjangan teknologi antara kalangan masyarakat mampu dengan masyarakat tidak mampu) dan mendorong upaya pembangunan ekonomi melalui pemerataan akses terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
• Klasifikasi ICT4D 2.0
Pemerintahan Ekonomi/Masyarakat Sosial/Pendidikan Infrastruktur/Akses e-Governmente-Business, e-Employment, e-Agriculture e-Learning, e-Health, e-Environment e-Science
Pembangunan TIK yang dilakukan sebaiknya tidak hanya fokus pada
pembangunan di sisi infrastruktur tapi juga harus memperhatikan layanan, aplikasi dan berbagai konten lokal yang mendukung pembangunan di berbagai sector serta didukung regulasi yang kondusif.
|
Confidential – Strategic Technology Planning 14
Kendala dan Tantangan
yang dihadapi
… lebih dari 2 miliar orang di Asia telah di-cover oleh Layanan Mobile
Broadband tetapi mereka tidak menggunakannya …
Subscribe to mobile broadband
Covered but do not subscribe to mobile broadband
Not covered by mobile broadband (3G + 4G)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh GSMA diperoleh beberapa fakta sebagai berikut:
Asia merupakan regional dengan pasar mobile terbesar dengan pertumbuhan yang tercepat di dunia dengan hampir 2,5 miliar orang, 62% dari populasi di wilayah ini, menggunakan layanan mobile. Tapi adopsi internet tertinggal.
Sekitar 80% dari populasi Asia sudah hidup dalam jangkauan 3G. Hanya 45% dari orang yang tinggal di Asia secara aktif mengakses internet melalui ponsel, sehingga terdapat 2,2 miliar orang tanpa internet mobile.
Saat ini, hanya 27% dari wilayah Asia atau sekitar 1 miliar orang yang berlangganan layanan mobile broadband. Sementara di Indonesia sendiri meskipun coverage mobile broadband sudah 90% tetapi yang berlangganan hanya 20%.
Lebih dari 2 miliar orang di Asia yang bisa berlangganan layanan mobile broadband karena mereka memiliki cakupan saat ini tidak melakukannya.
Masalah konektivitas di Asia tidak eksklusif atau bahkan terutama tentang jangkauan jaringan
Mengapa lebih dari 2 miliar orang di Asia dapat
mengakses internet tetapi tidak melakukannya?
Lack of awareness and Locally Relevant Content, Affordability
and Lack of Digital Literacy and Skills among Top Barriers for
Non-Internet Users
Consumers Perspective on Internet Adoption
Kurangnya kesadaran dan konten lokal yang relevan adalah
penghalang utama untuk adopsi internet: 75% dari pengguna non-internet di enam pasar survei merasa ini adalah penghalang.
Banyak non-pengguna internet (46%) menganggap keterjangkauan
harga menjadi penghalang penting
untuk adopsi.
Banyak non-pengguna internet (10%) juga merasa bahwa kurangnya
keterampilan digital menghambat
mereka untuk menggunakan internet.
Banyak orang di Asia tidak tahu bagaimana menggunakan internet.
Source: GSMA Intelligence Consumer Survey 2015
INDONESIA
Network Coverage ternyata sudah bukan menjadi masalah utama lagi,
sehingga rencana penerapan network sharing tidak relevan digunakan sebagai solusi percepatan dan pemerataan penetrasi broadband
|
Confidential – Strategic Technology Planning 17
Solusi dan Rekomendasi
Today’s Agenda
Solusi dan Rekomendasi
1
Terkait Masalah “
Lack of Awareness and Locally Relevant Content
”
Potensi TIK di Indonesia:
Potensi Industri TIK yang besar
Penetrasi Internet yang masih rendah
Potensi Pemanfaatan
Local Content
Pembangunan TIK yang dilakukan sebaiknya tidak hanya fokus pada pembangunan di sisi
infrastruktur tapi juga harus memperhatikan layanan, aplikasi dan berbagai konten lokal
yang mendukung pembangunan di berbagai sector serta didukung regulasi yang kondusif.
Pemanfaatan TIK untuk Pembangunan di Indonesia harus
sesuai dengan Tujuan:
Jangkauan Luas Telkomsel
Solusi dan Rekomendasi
2
Terkait Masalah “
Lack of Digital Literacy
”
Potensial Digital Economy:
Trend Perilaku Belanja Konsumen Potensi unbanked dan Cashless
Untuk menumbuhkan “melek” digital, pendidikan TIK perlu dilakukan sejak dini dengan mendorong
masuknya kurikulum yang berbasis TIK ke dalam pendidikan dasar. Untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi digital perlu dilakukan beberapa terobosan dalam mendukung perubahan pola konsumsi dan
kebutuhan akan gaya hidup digital dengan beberapa cara diantaranya membangun layanan Mobile
Financial services
dan ekosistemnya, mengembangkan transaksi cashless, mengakomodasi unbanked
Solusi dan Rekomendasi
3
Terkait Masalah “
Affordability Barrier
”
Source: The Internet Society (ISOC) and TRPC 2015
Tariff Broadband di Indonesia merupakan salah satu yang termurah di ASEAN bahkan di dunia, sehingga usaha peningkatan penggunaan internet melalui penurunan harga menjadi kurang relevan. Jika penurunan harga tetap dipaksakan maka dapat menyebabkan industri telekomunikasi di Indonesia menjadi tidak sehat.
Perbandingan Tarif Mobile Internet di ASEAN (Rp/MB) Untuk lebih menurunkan masalah affordability
bearer ini dapat juga dilakukan dengan
memberikan beberapa insentif misalnya dengan menurunkan pajak untuk handphone 3G dan 4G. Dengan pemberian insentif ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan smartphone lebih cepat lagi.
Contoh: Vietnam