• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODUL MELALUI PENGINTEGRASIAN NILAI KE-ISLAMAN PADA MATERI CHORDATA BERBASIS PENDEKATAN SAVI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGEMBANGAN MODUL MELALUI PENGINTEGRASIAN NILAI KE-ISLAMAN PADA MATERI CHORDATA BERBASIS PENDEKATAN SAVI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MODUL MELALUI PENGINTEGRASIAN

NILAI KE-ISLAMAN PADA MATERI CHORDATA

BERBASIS PENDEKATAN SAVI

Asih Rahayu1, Anak Agung Oka 2, Dasrieny Pratiwi3

1

Universitas Muhammdiyah Metro, Lampung 2

Universitas Muhammdiyah Metro, Lampung 3

Universitas Muhammdiyah Metro, Lampung

Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo KotaMetro Telp./Fax. (0725) 42445-42454 E-mail: 1)[email protected],2)[email protected],3)[email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pengembangan modul melalui pengintegrasian nilai-nilai Ke-Islaman pada materi Chordataberbasis pendekatan SAVI kelas X SMA Darusy Syafaah Kotagajah.Metode yang digunakan adalah metode pengembangan yang diambil dari hasil riset Sugiyono. Tahapan yang dilakukan yaitu hanya pada tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Tahap uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Hasil validasi yang telah dilakukan menunjukan tingkat kelayakan modul dengan persentase desain sebesar 81,37%, model pembelajaran sebesar 90%, materi sebesar 83,6% , tafsir ayat Al-Qur’an sebesar 100%, dan respon siswa sebesar 87%. Persentase tersebut menunjukan kategori sangat kuat, sehingga modul melalui pengintegrasian nilai-nilai Ke-Islaman pada materi Chordata berbasis pendekatan SAVIdinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

Kata Kunci: Pengembangan modul, SAVI, nilai ke-islaman Absract

This research was intended to determine the feasibility level of module development trough the Integration of Islamic value on Chordata material based on SAVI approach of Grade SMA Darusy Syafaah Kotagajah. The metode was used is the result of reseach that was taken by Sugiono’s research. The stage are performed is only at the of potential, and problems, data collect, product design, product trials and design revision. Test phase of usage design revision, and product trials is does notoccured because of time and cost. Validation result have been occured was shows the eligibility of the module level with the precentage of design is 81, 37%, learning module 90%, material is 83, 6%, the Incerpretation verse of Al-Qur’an is 100% and student’s reponse is 87%. Those persentage was do showed the strengthof categorie, theretore the modules that was Integrated by Islamic values to the Chordata materials based on SAVI approach are declared feasible to used in learning process.

(2)

1. PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, dimana adanya interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan lingkungan belajar. Melalui proses belajar dan pembelajaran kita dapat mengetahui perkembangan sains dan keterampilan yang kita miliki untuk diri kita sendiri dan masyarakat. Pada kegiatan pembelajaran guru menyampaikan pemahaman dan konsep materi saja, sedangkan konsep agama (Religious) dan sikap (Attitude) belum terlihat dalam proses pembelajaran. Pelakasanaan pembelajaran dengan permasalahan seperti ini memerlukan fasilitas pembelajaran yang mendukung proses belajar siswa sesuai kemampuan dan kebutuhan siswa. Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran sains (IPA) dapat memberikan kekuatan pada ranah afektif, psikomotor dan kognitif.Integrasi nilai-nlai Islam dalam pembelajaran IPA di sekolah bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan interaksi siswa pada tahapan yang lebih tinggi [1].

Kegiatan belajar akan berlangsung dengan baik, apabila ada fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran. Pembelajaran mengenai konsep agama

(Religious) dan sikap (Attitude) dapat dilakaukan dengan ditanamkannya nilai-nilai

Ke-Islaman dalam kegiatan belajar. Nila-nilai Ke-Ke-Islaman dalam proses pembelajaran dapat diaplikasikan melalui suatu produk pembelajaran yang dihasilkan dari pengembangan proyek. Produk yang dikembangkan untuk kegiatan pembelajaran dapat berupa silabus, RPP, media belajar dan bahan ajar. Bahan ajar adalah salah satu perangkat pendukung dalam pembelajaran yang berisikan informasi atau pesan untuk membantu siswa dan guru ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Bahan ajar dibedakan menjadi dua yaitu bahan ajar audio dan visual. Khususnya untuk bahan ajar visual yaitu bahan ajar cetak berupa modul.

Modul merupakan komponen yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Modul berisikan materi, metode, batasan-batasan, dan evaluasi yang disusun dengan sistematis dan menarik. Pembelajaran modul dapat dilakukan secara individual atau gabungan dalam suatu variasi urutan yang [2]. Modul pada dasarnya adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka. Agar mereka dapat belajar sendiri (mandiri) dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik [3].

Suatu sistem lengkap untuk melibatkan kelima indra dan emosi dalam proses belajar yang merupakan cara belajar secara alami yang dikenal dengan pendekatan

SAVI yaitu Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual. Somatic artinya belajar dengan

berbuat dan bergerak. Auditory artinya belajar dengan berbicara dan mendengarkan.

Visual artinya mengamati dan menggambarkan. Intellectual artinya belajar dengan

memecahkan masalah dan menerangkan [4].

Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, dan Intellectualy) yang tertuang dalam modul dapat menjadi salah satu cara untuk melatih dan menggali (mengeksplorasi) kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa. Modul yang dikembangkan bertujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau adanya bimbingan dari seorang guru, sehingga modul ini membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam modul yaitu ayat Al-Qur’an, hadist, beriman, berilmu, berakhlak mulia, bersyukur, dan saling menyayangi.

Pengembangan modul berbasis pendekatan SAVI pada materi Chordata (sub filum Vertebrata) dapat mengeksplorasi kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa. Tujuan dari pengembangan modul ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan produk hasil pengembangan.

(3)

2. METODE PENELITIAN

Metode penelitian dan pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut[5]. Metode penelitian dan pengembangan merujuk pada model Reseach and Development (R&D) hasil riset Sugiyono. Penelitian hanya sampai dengan tahap validasi. Tahapan yang dilakukan yaitu hanya pada tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Tahap uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya.Parameter kelayakan modul ditinjau dari hasil validasi. Sasaran penelitian ini adalah pengembangan modul melalui pengintegrasian nilai-nilai Ke-Islaman pada materi Chordata berbasis pendekatan SAVI dengan responden 15 siswa kelas X SMA Darusy Syafaah Kotagajah.

Jenis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif yang diperoleh melalui angket atau kuesionerjenisRaiting-scale (skala bertingkat), baik uji ahli maupun uji kelompok kecil. Data diperoleh dari hasil validasi melalui angket yang nilai oleh beberapa ahli, kemudian setelah diperbaiki dilanjutkan dengan penilaian oleh guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas X SMA Darusy Syafaah Kotagajah. Uji ahli desain, model pembelajaran, materi, dan tafsir ayat Al-Qur’an modul dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Metro. Guru mata pelajaran Biologi SMA Darusy Syafaah Kotagajah menilai desain dan materi modul. Penilaian keseluruhan modul dilakukan oleh siswa kelas X SMA Darusy Syafaah Kotagajah sejumlah 15 siswa.

Data hasil validasi dianalisis dengan menggunakan skala kriteria, dimana skor 1= tidak baik, skor 2= kurang baik, skor 3= cukup baik, skor 4= baik, dan skor 5= sangat baik [6].

Persentase kelayakan kemudian dihitung dengan rumus [7] sebagai berikut:

%

100

Maksimal

Skor

Jumlah

Validasi

Skor

rata

Rata

Nilai

Modul dapat dinyatakan layak apabila hasil dari setiap validasi diperoleh hasil yang menunjukan persentase 81% - 100% pada kriteria “Sangat Kuat” atau 61% - 80% menunjukan kriteria “Kuat” [8]. Persentase berpacu pada tabel 1.

Tabel 1. Kriteria Presentasi Angket

No Persentase Kategori 1 81%-100% Sangat Kuat 2 61%-80% Kuat 3 41%-60% Cukup 4 21%-40% Kurang 5 0%-20% Sangat Kurang

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis data terhadap modul pembelajaran yang dikembangkan adalah hasil perhitungan dari setiap angket yang berisikan pernyataan dari masing-masing angket yang diisi oleh ahli desain, ahli model pembelajaran, ahli materi, ahli tafsir ayat Al-Qur’an, guru mata pelajaran Biologi, dan siswa SMA Darusy Syafaah Kotagajah. Hasil analisis data modul yang telah dilakukan oleh ahli desain yang menilai kelayakan tampilan desain modul pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan persentase penilaian sebesar 81,37%. Analisis data pengujian terhadap kelayakan model pembelajaran yang digunakan dalam modul yang dikembangkan menunjukkan persentase sebesar 90%. Pengujian model pembelajaran yang digunakan dalam modul melalui dua tahapan yaitu pada tahap pertama menunjukkan persentase

(4)

sebesar 74% dan tahap kedua dengan persentase sebesar 90%. Analisis pengujian terhadap kelayakan materi pada modul yang dikembangkan menunjukkan persentase sebesar 83,6%. Analisis data pengujian terhadap kelayakan dan penafsiran Ayat Al-Qur’an serta nilai-nilai Ke-Islaman pada modul yang dikembangkan menunjukkan persentase sebesar 100%. Pengujian tafsir Ayat Al-Qur’an dan nilai-nilai Ke-Islaman melalui dua tahapan yaitu pada tahap pertama persentase sebesar 82% dan tahap kedua persentase sebesar 100%.

Keempat hasil pengujian terhadap modul pembelajaran yang dikembangkan tersebut [8] masuk dalam kriteria “Sangat Kuat”. Kriteria tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Persentase penilaian pengujian modul oleh ahli desain, ahli model pembelajaran, ahli materi, ahli tafsir Ayat Al-Qur’an, dan respon siswa dapat disajikan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Grafik Hasil Analisis Pengujian Ahli dan Siswa

Hasil analisis data oleh siswa yang menilai keseluruhan modul, baik, dari keterbacaan dan kejelasan isi modul yang dikembangkan dari hasil perhitungan menunjukkan hasil sebesar 87%. Hasil keseluruhan pengembangan modul sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran [8] masuk dalam kriteria “Sangat Kuat”.

Berdasarkan hasil analisis data dan ujicoba kelompok kecil perlu dilakukan perbaikan produk sesuai dengan masukan dan saran yang disampaikan para ahli dan siswa. Masukan dan saran yang diberikan merupakan perbaikan yang bertujuan untuk memperbaiki modul agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saran para ahli dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Masukan/Saran Penyajian Modul oleh ahli dan Siswa

No. Ahli Masukan/Saran secara Umum

1. Desain

a. Pada cover

cantumkansatuanpendidikandankurikulum, jenishurufpenulisanpadakelasdannamapenulisdi ganti yang lain.Peta konsep diperbaiki, untuk pembagian sub filum Vertebrata.

b. Penulisan ayat terbalik, edit kembali sehingga tersusun dari kanan (arab).

2. Model Pembelajaran

a. Tahap penyampaian dan pelatihan pada kelas Mamalia lebih dieksplore pada banyak ordo, silahkan siswa yang menentukan ordonya.

0 20 40 60 80 100 Desain Model Pembelajaran

Materi Tafsir Ayat Al-Qur'an Siswa 81,3 90 83,6 100 87 81,3 90 83,6 100 87

(5)

b. Untuk auditory tambah petunjuk melakukan diskusi untuk menjawab soal diskusi.

3. Materi

a. Perbaiki skop besar pada peta konsep posisi sub filum dirubah agar tidak terjadi miskonsepsi. b. Konsep materi masih ada yang salah.

c. Beberapa diantaranya tidak sesuai antara sub judul dan uraian materi.

d. Penulisan dan tata tulis kurang cermat e. Glosarium sangat minim.

4.

Tafsir Ayat Al-Qur’an dan Nilai-nilai Ke-Islaman

a. Ayatnya terbalik-balik, mohon diperbaiki tulisannya.

b. Tambahkan lagi hadist-hadist tentang hewan terkait materi.

5. Kelompok kecil/Siswa

a. Cover bukukurangmenarik

b. Gambarhalamanpadamoduldiperbesarlagi c. Dari segiukuranhurufmohondiperbesarlagi

Revisi produk yang dilakukan sesuai dengan masukan dan saran yang diberikan para ahli dan siswa. Modul pembelajaran yang telah dikembangkan diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam pemahaman materi Chordata (sub filum Vertebrata) dalam pembelajaran. Selain itu dapat dijadikan bahan ajar mandiri yang efektif, menarik, dan dapat diterima dengan mudah oleh siswa.

Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat diketahui bahwa modul pembelajaran hasil pengembangan yang dilakukan peneliti sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kelayakan modul dapat dilihat dari hasil penilaian ahli desain yang menilai tampilan dan komponen modul dengan persentase sebesar 81,37%. Penilaian dari ahli model pembelajaran yang digunakan dalam modul menunjukkan persentase sebesar 90%. Penilaian dari ahli materi yang menilai isi dan keluasan materi menunjukkan persentase sebesar 83,6%. Penilaian dari ahli tafsir ayat Al-Qur’an yang menilai ayat Al-Qur’an, hadist, dan nilai-nilai Ke-Islaman menunjukkan persentase sebesar 100%. Penilaian dari respon siswa terhadap modul pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan persentase sebesar 87%. Keempat hasil persentase tersebut menunjukkan kategori sangat kuat, dimana keempat persentase di atas 81%-100%. Keseluruhan hasil penilaian dari ahli desain, ahli model pembelajaran, ahli materi, ahli tafsir Ayat Al-Qur’an, dan respon siswa menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

Pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ke-Islaman pada materi dilakukan guna agar siswa tidak hanya mengetahui dan memahami materi secara sains saja, namun siswa juga mengetahui dan memahami materi secara nyata dan fakta bahwa hal yang mereka pelajari terpapar dalam Al-Qur’an serta hadist. Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al-Quran dan Al-Hadist, melalui kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman [9]. Pengintegrasian nilai-nilai Ke-Islaman pada pembelajaran dapat dilakukan dengan cara tertulis yaitu memulai setiap bab dengan kutipan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema atau konsep yang akan dibahas, menjelaskan makna kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan dikaitkan dengan permasalahan yang akan dibahas pada bab tersebut, memberikan uraian refleksi terhadap kasus-kasus dalam pembahasan buku yang dapat mendorong terbentuknya kesadaran dan peng-Agungan kebesaran Tuhan, misalnya pembentukan molekul air dari atom hidrogen dan oksigen hanya mungkin terjadi karena kemurahan Allah SWT [10].

(6)

Pembelajaran akan lebih menyenangkan dan lebih mudah diingat siswa apabila melibatkan semua panca indera dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang melibatkan semua panca indera dilakukan dengan cara pendekatan SAVI (Somatic,

Auditory, Visualization, dan Intellectualy). Pembelajaran dengan menggabungkan

gerakkan fisik dan aktivitas intelektual dengan memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki oleh siswa akan membuat seluruh tubuh atau fikiran siswa terlibat pada proses belajar yang dapat berpengaruh besar terhadap pembelajaran. Pendekatan pembelajaran semacam ini yang disebut pendekatan SAVI [11]. Modul yang dikembangkan peneliti dilengkapi dengan pendekatan SAVI yang merupakan salah satu pembelajaran yang dapat digunakan untuk semua gaya belajar. Pendekatan SAVI ini melibatkan semua panca indera siswa dalam pembelajaran sehingga cocok untuk semua gaya belajar siswa.

Berdasarkan hasil keseluruhan pengujian modul yang divalidasi oleh validator ahli desain, ahli model pembelajaran, ahli materi, ahli tafsir ayat Al-Qur’an, guru mata pelajaran Biologi, dan siswa terhadap kelayakan modul diperoleh persentase sebesar 87% dengan kriteria “Sangat Kuat” [8]. Pengujian dari segi desain didapatkan hasil persentase sebesar 81,37%. Pengujian dari segi model pembelajaran melalui dua tahap validasi yaitu tahap pertama dengan persentase sebesar 74% dan tahap kedua sebesar 90%. Tahapan kedua mengalami peningkatan sebesar 16%. Pengujian dari ahli materi didapatkan hasil persentase sebesar 83,6%. Pengujian tafsir ayat suci Al-Qur’an dilakukan melalui dua tahap validasi yaitu tahap pertama hasil persentase sebesar 82% dan tahap kedua sebesar 100%. Tahapan kedua mengalami peningkatan sebesar 18%. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar berbasis pendekatan

SAVIterintegrasi nilai-nilai Ke-Islaman. 4. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan mengenai pengembangan modul yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa Modul Pembelajaran melalui Pengintegrasian Nilai-nilai Ke-Islaman berbasis Pendekatan SAVIlayak dijadikan bahan ajar Biologi untuk kegiatan pembelajaran. Kelayakan ditunjukan dengan persentase desain modul sebesar 81,37%, model pembelajaran sebesar 90%, materi sebesar 83,6%, tafsir ayat Al-Qur’an, hadist, dan nilai-nilai Ke-Islaman menunjukkan persentase sebesar 1005, dan respon siswa terhadap modul menunjukkan persentase sebesar 87%. Sehingga modul dinyatakan layak dengan kriteria”sangat kuat”.peneliti menyarankan kepada guru dan siswa untuk menggunakan dan memanfaatkan modul yang dikembangkan dengan sebaik-baiknya dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Muspiroh, Novianti. 2013. IntegrasiNilai Islam Dalam Pembelajaran(Perspektif Pendidikan Islam).Journal np Vol.XXVIII.No. 3. IAIN Syekh Nur Cirebon. (http://journal.uinsgd.ac.id. Diakses 31 Maret 2016.)

[2] Yuliawati, F, Rokhimawan, M.A, dan Suprihatiningrum, J. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran SAINS Berbasis Integrasi Islam-SAINS Untuk Peserta Didik Difabel Netra MI/SD Kelas 5 Semester 2 Materi Pokok Bumi dan Alam Sekitar.

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. Vol 2.No 2.UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

(http://journal.unnes.ac.id. Diakses 31 Maret 2016).

[3] Prastowo, Andi.2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.

(7)

[4] Rusman.2013. Model-Model Pembelajaran (Mengembangkan Profesional Guru). Jakarta: Rajawali Pers.

[5] Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif

dan R&D. Bandung: Alfabeta.

[6] Lepiyanto, Agil, dan Pratiwi, Dasrieny. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual Pada Matakuliah Biologi Umum. BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi

Universitas Muhammadiyah Metro (Online). ISSN 2442-9805. Vol 6 No 1.

[7] Herdianawati, Savitri, Herlina Fitrihidajati, dan Tarzan Purnomo. 2013.

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Inkuiri Berbasis Berpikir Kritis pada Materi Daur Biogeokimia Kelas X. Jurnal BioEdu vol.2/no.1.(http://ejournal.unesa. ac.id/index.php/bioedu. Diakses 31 Maret 2016).

[8] Fahrucah, Eren dan Bambang Sugiarto. 2012. Pengembangan Lembar Kerja Siswa pada Pembelajaran Kimia SMA Kelas XI Pokok Nahasan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Melalaui Pendekatan Seafolding. Unesa Jurnal Of

Chemical Education. ISSN:2252-9454. Vol.1.No.1.15 April 2016.

[9] Rusdiana, A. 2014. Integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Sains danTeknologi. ISSN 1979-8911 (Online). Vol. 8 No. 2. (http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/istek/ article. Diakses pada 05 Juni 2017).

[10]Saputro, Agung NC. 2007.PengintegrasianNilai-NilaiRelegius dalamBuku

Pelajaran Kimia SMA/Ma SebagaiMetodeAlternatifMembentukKarakterInsan MuliaPadaSiswa.Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya Menuju

Pembangunan Karakter. Email:[email protected](Online). Vol 8. No. 1.

Universitas Sebelas Maret. Surakarta. (http://www.jurnal.fkip.uns.ac.id.Diakses pada 05 Juni 2017.)

[11] Wulantika, Arimas Fionitha, dan Suarjana, I Md. 2014. Pengaruh Pendejkatan SAVI terhadap Hasil Belajar IPA dengan Kovaribel Motivasi Berprestasi Siswa.

E-journal MIMBAR PGSD Universitas Pendidikan Ganesha (Online). Vol 2 No.1.

Gambar

Tabel 1. Kriteria Presentasi Angket
Gambar 1. Grafik Hasil Analisis Pengujian Ahli dan Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Osilator LC berfungsi sebagai detektor untuk mengevaluasi perubahan nilai induktansi akibat adanya perubahan jarak translasi dari massa pengganggu, yaitu tembaga

Berdasarkan uraian pada pembahasan, maka penulis menarik beberapa kesimpulan bahwa, hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai Discretionary Accruals (DA) sebelum IPO lebih

Penelitian ini hanya meneliti Hubungan Motivasi Perawat dengan Kepatuhan Pendokumentasian Surgical Safety Checklist di Ruang Instalasi Bedah Rumah Sakit tanpa

Perlakuan nitrogen yang terlalu banyak selama pertanaman terbentuk dapat menghambat perkembangan simbiosis bakteri dan secara nyata menurunkan perkembangan kedewasaan

Penelitian ini juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan diperlukan untuk mengklarifikasi apakah kedua penanda kadar NT-proBNP didapatkan secara bermakna lebih tersebut

Dalam menganalisis hubungan antara perilaku konsumen dengan keputusan menabung, pada penelitian ini digunakan analisis regresi sederhana (simple regression) yang bertujuan

(1998) menyatakan bahwa bibit yang ditanam pada lubang tanam yang digali dalam bentuk parit dengan kedalaman 79 cm menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan

Sebagai tindak lanjut dari berlakunya peraturan perundang-undangan sebagaimana tersebut di atas dan agar penyelengaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada