3.2 Program Bantu
a. Bidang Prasarana Fisik
1. Pembenahan Instalasi Ruang Rapat dan Kamar Mandi Kantor Desa
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 26 Juli 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa Jumlah Peserta : 7 orang
Pihak Terlibat : Mahasiswa KKN PPM Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pembenahan instalasi di ruang rapat dan kamar mandi kantor desa dilakukan untuk menunjang aktivitas harisan mahasiswa KKN PPM, karena kantor desa dijadikan posko KKN PPM. Pembenahan yang dilakukan yaitu instalasi listrik dan peralatan elektronik.
b. Permasalahan : Rendahnya daya listrik pada kantor desa menyebabkan seringnya konslet selama pembenahan berlangsung.
c. Solusi : Mengambil listrik dari Mess Guru SD yang sudah tidak terpakai.
d. Dampak : Dengan dibenahinya instalasi tersebut, semakin mendukung kehidupan dan tempat tinggal mahasiswa selama berlangsungnya kegiatan KKN.
Gambar 3.5 Pembenahan Instalasi Ruang Rapat dan Kamar Mandi Kantor Desa
2. Gotong Royong Lingkungan Sekitar Desa Bakas
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 5, 12, 19 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Lingkungan Desa Bakas Jumlah Peserta : 20 orang
Pihak Terlibat : Mayarakat, Aparat Desa dan Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pelaksanaan kegiatan gotong royong dilakukan dengan bersih-bersih lingkungan di desa Bakas agar masyarakat setempat merasa nyaman. Kegiatan gotong royong dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti sapu, serok, celurit, skop dan polybag.
b. Permasalahan : Tidak ada permasalahan yang berarti pada pelaksanaan kegiatan ini.
c. Solusi : Mahasiswa KKN harus saling
berkoordinasi dan semangat dalam melaksanakan kegiatan gotong royong. d. Dampak : Mahasiswa KKN menjadi lebih dekat dan
dan warga sekitar serta membuat lingkungan desa Bakas menjadi lebih nyaman dan bersih.
e. Dokumentasi
Gambar 3.6 Gotong Royong Lingkungan Sekitar Desa Bakas
3. Pembuatan Papan Pengumuman untuk Kantor Desa
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 28 Juli 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa Jumlah Peserta : 20 Orang
Pihak Terlibat : Aparat Desa dan Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Papan pengumuman dibuat karena papan pengumuman yang ada di kantor desa bakas sudah tidak layak pakai. Proses pembuatan papan pengumuman ini diawali dengan pembongkaran papan pengumuman yang lama untuk mencari bahan-bahan yang masih bisa digunakan. Kemudian bahan baru yang dibeli dari toko bangunan desa bakas berupa kayu reng, triplek, paku, dll. Tahap pertama adalah proses pengukuran papan, selanjutnya tahap kedua adalah pemotongan kayu-kayu sesuai ukuran. Tahap ketiga, kayu-kayu yang telah dipotong kemudian dirangkai dan disusun menggunakan paku sehingga menjadi papan. Selanjutnya, adalah finishing dan pencantuman artikel penguman.
b. Permasalahan : Jarak dari posko menuju toko bangunan cukup jauh.
c. Solusi : Mencari bahan-bahan sekitar yang dapat digunakan kembali.
d. Dampak : Pembuatan papan pengumuman penjadi program kerja yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa KKN. Papan pengumumaan yang sebelumnyaa diganti dengan papan pengumuman baru guna menunjang kegiatan yang ada di Kantor Desa sekaligus memperbaiki fasilitas untuk para warga desa Bakas untuk mencari informasi tentang lowongan kerja, lomba-lomba, berita terkini
tentang kegiatan desa, nomor telepon aparat desa dan struktur organisasi aparat desa. e. Dokumentasi
Gambar 3.8 Pembuatan Papan Pengumuman untuk Kantor Desa
b. Bidang Peningkatan Produksi
1. Pembinaan Teknis Pemupukan/Pembuatan Pupuk Limbah Jagung
dengan Trichoderma a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 26 Juli dan 4 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Simantri 401
Jumlah Peserta : 35 orang
Kelompok Sasaran : Ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Petani, dan Gapoktan
Pihak Terlibat : Perbekel Desa Bakas, Masyarakat, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan praktek langsung
pembuatan Kompos di tempat. Produk Kompos kemudian diserahkan kepada ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Petani, dan gapoktan yang ada di Desa Bakas. Topik penyuluhan mengenai pembuatan pupuk limbah jagung Trichoderma alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk.
b. Permasalahan : Terdapat penundaan jadwal penyuluhan karena berbenturan dengan kegiatan ngayah di Desa. Terdapat kesalahan saat mengomposisikan bahan pupuk yaitu kelebihan air yang mengakibatkan pupuk kompos terlalu berair.
c. Solusi : Berkoordinasi dengan Ibu-Ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Petani, dan Gapoktan mengenai penjadwalan ulang penyuluhan. Serta pada kompos yang kelebihan air dilakukan pengurasan air, kemudian dicatat komposisi air yang tepat untuk pembuatan pupuk selanjutnya.
d. Dampak : Batang jagung yang sebelumnya terbuang dan tidak dimanfaakan dapat diolah menjadi Kompos Trichoderma yang bermanfaat untuk kesuburan tanah karena efektif mengendalikan berbagai penyakit tanaman dan mengambat perkecambahan spora jamur.
e. Dokumentasi
Gambar 3.9 Pembinaan Teknis Pemupukan/Pembuatan Pupuk Limbah Jagung dengan Trichoderma
c. Bidang Sosial Budaya
1. Liga Kemerdekaan
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 16 dan 17 Agustus 2016
Lokasi Pelaksanaan : Lapangan Parkir Bakas Levi Rafing Jumlah Peserta : 50 orang
Kelompok Sasaran : Guru dan Siswa SDN 1 dan SDN 2 Bakas Pihak Terlibatz : Masyarakat, Mahasiswa KKN PPM XIII
Pelaksanaan Kegiatan : Liga Kemerdekaan adalah kegiatan lomba yang dilakukan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lomba-lomba yang dilombakan diantaranya lomba cerdas cermat, lomba memungut sampah plastik, serta lomba permainan tradisional lainnya. Kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama dilakukan persiapan bahan-bahan perlombaan. Kemudian pada hari kedua lomba dilakukan setelah Upacara Bendera berlangsung. Diakhir kegiatan dilakukan pengumuman pemenang sekaligus pemberian hadiah berupa alat-alat tulis. b. Permasalahan : Permasalahan selama berlangsungnya
kegiatan adalah kesulitan menentukan lokasi dilakukannya lomba karena tidak ada lapangan di Desa Bakas. Disamping itu terdapat kesusahan dalam mengatur anak-anak yang menjadi peserta lomba maupun menjadi supporter. Terdapat kecurangan-kecurangan kecil yang dilakukan oleh peserta lomba selama perlombaan.
c. Solusi : Berkoordinasi dengan perbekel desa mengenai pelaksanaan kegiatan lomba dan pada akhirnya disarankan untuk bekerja sama dengan pemilik Bakas Levi Rafting. Berkoordinasi dengan memberikan pengarahan dan pemahaman kepada anak-anak peserta lomba dan supporter untuk disiplin selama kegiatan lomba berlangsung.
d. Dampak : Liga Kemerdekaan ditujukan untuk meningkatkan semangat, kreatifitas, kekompakan, rasa nasionalisme, motivasi dan jiwa kepemimpinan anak-anak di Desa Bakas sebagai generasi penerus bangsa. e. Dokumentasi
Gambar 3.10 Liga Kemerdekaan
2. Pengelolaan Website Desa Bakas
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 7 - 26 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa
Jumlah Peserta : 20 orang
Pihak Terlibat : Aparat Desa, Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten Klungkung,
Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Desa Bakas telah memiliki website yang memuat tentang data dan informasi mengenai Desa Bakas, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat desa sehingga website tersebut perlu diperbaharui agar lebih berfungsi optimal. Kegiatan diawali dengan mencari data dan informasi tentang kegiatan terbaru di Desa Bakas, kemudian mengupload data tersebut menjadi artikel kegiatan desa. Dilanjutkan dengan menginput data-data kependudukan serta pembaharuan design website. Diakhir kegiatan, dilakukan pelatihan kepada aparat b. Permasalahan : Gagal menginput data-data kependudukan
yang dimiliki desa karena link website rusak. Pembaharuan design gagal terupload karena kurangnya kapasitas website dan susahnya mendapat jaringan internet.
c. Solusi : Permasalahan mengenai rusaknya link website dan rendahnya kapasitas website disampaikan ke aparat desa, kemudian dilaporkan dan saat ini sedang diperbaiki oleh Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten Klungkung.
d. Dampak : Melalui website masyarakat umum dapat mengetahui seberapa besar potensi daerah dan informasi penting mengenai daerah tersebut. Manfaat diperbaharuinya website adalah meningkatkan fungsi pelayanan
publik terhadap meningkatkan kinerja sumber daya manusia pemerintah desa. Dengan demikian informasi yang dihasilkan akan menjadi lebih lengkap, cepat, dan akurat dengan biaya yang lebih efisien dalam pengelolaan dan pencarian data/informasi.
e. Dokumentasi
Gambar 3.10 Pengelolaan Website Desa Bakas
3. Les Tambahan untuk Siswa SD di Desa Bakas
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 28 Juli - 22 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa
Kelompok Sasaran : Siswa Siswa SD N 1 dan SD N 2 Bakas Pihak Terlibat : Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas
Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pemberian pelajaran tambahan ini dilakukan lima kali pertemuan karena menyesuaikan dengan pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN di desa. Pelajaran tambahan dilakukan dengan variasi jam antara pukul 14.00 sampai dengan 17.00. Kegiatan ini berjalan secara informal sehingga mahasiswa dapat mengakrabkan diri dengan para siswa-siswi SD. Mata pelajaran yang diberikan disesuaikan dengan PR atau keinginan dari siswa-siswi SD. b. Permasalahan : Tingkat kemampuan dan daya serap siswa
yang bervariasi sehingga sulit untuk menyeragamkan materi pembelajaran yang ada. Fasilias tempat kegiatan yang kurang memadai untuk menampung banyaknya
siswa yang mengikuti pelajaran tambahan. c. Solusi : Memberikan perhatian khusus kepada
siswa yang memiliki daya serap kurang sehingga siswa tersebut dapat mengikuti materi yang di jelaskan. Melakukan peminjaman ruang di kantor desa untuk menampung banyaknya siswa.
d. Dampak : Setelah adanya pembelajaran tambahan ini, diharapkan para siswa sekolah dasar dapat lebih baik dalam mengerti dan memahami pelajaran dan mampu meningkatkan prestasi belajar di sekolah.
e. Dokumentasi
Gambar 3.11 Les Tambahan untuk Siswa SD di Desa Bakas
4. Membantu Persiapan Lomba Parade se Banjarangkan
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 14 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa Jumlah Peserta : 15 orang
Kelompok Sasaran : Siswa-Siswa SDN 1 dan SDN 2 Desa Bakas
Pihak Terlibat : Aparat Desa, Guru, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan untuk membantu persiapan lomba siswa siswi sekolah dasar Desa Bakas dalam rangka menyambut lomba Hari Kemerdekaan. Persiapan lomba yang dilakukan diantaranya membantu merias penari janger, membantu merias peserta lomba jegeg bagus, serta membantu persiapan lomba lainnnya.
b. Permasalahan : Kesulitan dalam mengatur anak-anak SD karena kurang disiplin dan masih bermain-main selama persiapan.
c. Solusi : Memberikan pengarahan dan pemahaman kepada peserta lomba agar disiplin selama berlangsungnya persiapan.
d. Dampak : Dengan bantuan persiapan lomba dari mahasiswa KKN, membantu mempercepat persiapan lomba sehingga bisa mengikuti lomba dengan tepat waktu, disamping itu mahasiswa berkesempatan untuk sosialisasi dengan masyarakat desa.
Gambar 3.12. Membantu Persiapan Lomba Paradede Banjarangkan
d. Bidang Kesehatan Masyarakat
1. Penyuluhan Kesehatan Keluarga dan Pembagian Tanaman Obat
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 24 - 25 Agustus 2016
Lokasi Pelaksanaan : Rumah KK Dampingan, SDN 1 Bakas dan SDN 2 Bakas
Jumlah Peserta : 20 orang
Kelompok Sasaran : KK Dampingan dan SD di Desa Bakas. Pihak Terlibat : Guru-Guru SD, Masyarakat, Mahasiswa
KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Upaya pengobatan tradisional dengan tanaman obat keluarga (toga) merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dan sekaligus merupakan teknologi tepat guna untuk menunjang pembangunan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang tanaman obat, bagaimana pemeliharaan dan manfaat tanaman bagi tubuh kepada masyarakat. Selanjutnya, mahasiswa KKN-PPM akan membagikan tanaman obat kepada keluarga
dampingan di Desa Bakas serta SDN 1 dan SDN 2 Bakas.
b. Permasalahan : Permasalahan selama pelaksanaan program ini adalah perhatian peserta kurang fokus pada pemberian materi karena materi yang diberikan cukup padat.
c. Solusi : Menggunakan teknik presentasi yang menarik dan lebih banyak menampilkan gambar atau video.
d. Dampak : Dengan diadakannya penyuluhan dan pembagian toga ini, masyarakat akan mampu melakukan pengobatan sendiri untuk menjaga kesehatan anggota keluarga serta untuk menangani penyakit ringan.
Gambar 3.12 Penyuluhan Kesehatan Keluarga dan Pembagian Tanaman Obat
2. Penyuluhan Kesehatan Remaja tentang HIV/AIDS
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 22 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : SDN 1 Bakas Jumlah Peserta : 100 orang
Kelompok Sasaran : Siswa SMP dan Sekaa Teruna Teruni di Desa Bakas
Pihak Terlibat : Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Keluarga Berencana dan Pemerintah Desa (BPMPKBPD) Kab. Klungkung, Guru, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Kegiatan ini merupakan kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah yang diberikan kepada siswa SD. Topik penyuluhan mengenai HIV/AIDS yang akan diberikan mencakup materi tentang pengertian serta penyebab dan penularan HIV/AIDS, gejala HIV/AIDS, dampak penyebaran dan penularan HIV/AIDS serta cara pencegahan HIV/AIDS.
b. Permasalahan : Antusias siswa-siswa SMP desa Bakas sangat besar dalam mengikuti penyuluhan. Namun partisipasi pemuda-pemudi untuk terlibat dalam kegiatan pennyuluhan masih kurang serta sangat susah untuk mengumpulkan pemuda-pemudi.
c. Solusi : Berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Seka Teruna Teruni atau Karang Taruna
d. Dampak : Penyuluhan mengenai HIV/AIDS
diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sehingga dapat mensosialisasikannya kepada teman-teman atau keluarganya. Kiat-kiat pencegahan sangat dibutuhkan untuk memerangi HIV/AIDS salah satunya melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya pada generasi muda. Selain untuk mencegah peningkatan angka kejadian AIDS, penyuluhan ini diharapkan dapat mengubah paradigma yang berkembang dalam masyarakat mengenai stigma terhadap pengidap HIV/AIDS.
Gambar 3.13 Penyuluhan Kesehatan Remaja tentang HIV/AIDS
3. Penyuluhan PHBS: Cuci Tangan, Sikat Gigi dan Posisi Duduk yang
Baik dan Benar a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 7 - 26 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Kantor Desa
Jumlah Peserta : 100 orang
Kelompok Sasaran : Siswa-Siswa SDN 1 dan SDN 2 Desa Bakas.
Pihak Terlibat : Guru, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Kegiatan ini merupakan kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dan roleplay yang diberikan kepada siswa SD. Topik penyuluhan mengenai langkah mencuci tangan yang baik dan benar, langkah sikat gigi yang benar serta posisi duduk yang benar. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respon yang baik dari kepala sekolah, guru dan para siswa. Antusias mereka ditunjukkan dari segi kehadian, perhatian mereka dalam penyampaian
informasi, maupun demonstrasi cuci tangan dan gosok gigi.
a. Permasalahan : Sulitnya menjaga ketenangan selama proses program kegiatan berlangsung. Serta usaha dalam menjaga antusiasme siswa selama berlangsungnya kegiatan.
b. Solusi : Menarik perhatian siswa dengan memberi gambar dan video sebagai media penyuluhan, serta memberi hadiah bingkisan bagi siswa yang paling menyimak penyuluhan.
c. Dampak : Penyuluhan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memberikan dampak positif bagi siswa siswa di SDN 1 dan 2 Bakas. Dari penyuluhan yang diberikan, mereka jadi lebih memahami tentang pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di sekolah maupun bagi diri sendiri. Selain itu dengan diberikannya informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), siswa jadi lebih terbiasa menjaga lingkungannya sejak dini d. Dokumentasi
Gambar 3.14. Penyuluhan PHBS: Cuci Tangan, Sikat Gigi dan Posisi Duduk yang Baik dan Benar
4. Screening Tinggi dan Berat Badan untuk Siswa SMP di Desa Bakas
a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 6 dan 8 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : SMPN 3 Banjarangkan Jumlah Peserta : 100 orang
Kelompok Sasaran : Siswa-Siswa SMP Desa Bakas
Pihak Terlibat : Guru, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pelaksanaan kegiatan screening tinggi badan dan berat badan yang dilakukan di SMPN 3 Banjarangkan ini mendapat respon yang baik dari kepala sekolah, para guru, dan siswa-siswi SMPN 3 Banjarangkan. Screening tinggi badan dan berat badan ini menfokuskan mencari data tinggi dan berat badan untuk siswa-siswi kelas VII. .
b. Permasalahan : Tidak semua siswa-siswi dapat melakukan pemeriksaan tinggi badan dan berat badan sesuai dengan absensi yang diberikan pihak sekolah karena terdapat siswa yang ijin, sakit, dan mengikuti pelatihan gerak jalan.
Hal ini membuat kesulitan dalam pelengkapann data.
c. Solusi : Screening tinggi badan dan berat badan dilakukan pada hari berikutnya di SMPN 3 Banjarangkan agar data yang diperoleh lengkap untuk masing-masing kelas VII. d. Dampak : Screening tinggi badan dan berat badan
yang dilakukan di SMPN 3 Banjarangkan ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mendapatkan data dari siswa-siswi kelas VII. Data tersebut nantinya dapat digunakan oleh siswa-siswi atau para guru untuk melengkapi arsip atau dokumen.
e. Dokumentasi
Gambar 3.15 Screening Tinggi dan Berat Badan untuk Siswa SMP di Desa Bakas
5. Screening Katarak untuk Masyarakat di Desa Bakas a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 23 Agustus 2016 Lokasi Pelaksanaan : Wantilan Desa Jumlah Peserta : 218 orang
Kelompok Sasaran : Masyarakat di Desa Bakas
Pihak Terlibat : Masyarakat di Desa Bakas Puskesmas, Aparat Desa, Yayasan The John Fawceet Foundation, Masyarakat, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pelaksanaan kegiatan screening katarak ini bertempat di Wantilan Desa Bakas. KKN bekerjasama dengan puskesmas dan Yayasan The John Fawcett Foundation dalam melaksanakan program ini. Program terdiri dari pemeriksaan mata, pembagian kacamata serta operasi katarak gratis. Masyarakat sangat antusias dilihat dari segi kehadiran yang mencapai 218 orang selama 4 jam.
b. Permasalahan : Masih banyak masyarakat yang takut untuk melakukan pemeriksaan mata karena mereka memiliki pemikiran bahwa terdapat rasa sakit saat berlangsungnya pemeriksaan. c. Solusi : Memberikan informasi dan edukasi
mengenai tahap-tahap dalam pemeriksaan mata serta mengajak masyarakat rutin melakukan pemeriksaan untuk menjaga kesehatan mata.
d. Dampak : Pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis ini sangat membantu masyarakat di
Desa Bakas karena selain pemberian kacamata dan obat gratis terdapat 3 warga yang melakukan operasi katarak gratis. Operasi katarak gratis ini sangat membantu dan meringankan beban warga mengingat biaya untuk operasi katarak saat ini tergolong mahal. Selain itu, masyarakat mengetahui bahwa kesehatan mata merupakan hal yang harus diperhatikan dan dijaga kesehatannya.
e. Dokumentasi
6. Pemberantasan Sarang Nyamuk a. Laporan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 25 Agustus 2016
Lokasi Pelaksanaan : Banjar Pering Desa Bakas Jumlah Peserta : 15 orang
Kelompok Sasaran : Masyarakat Desa Bakas
Pihak Terlibat : Puskesmas, Aparat Desa, Masyarakat, Mahasiswa KKN PPM XIII Universitas Udayana
Pelaksanaan Kegiatan : Pelaksanaan kegiatan screening dan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan di Banjar Pering, Desa Bakas. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengecek satu per satu rumah warga dan melakukan pemeriksaan jentik-jentik nyamuk di bak mandi, penampungan air, tempat tirta dll. Dalam melakukan pemeriksaan ke setiap rumah, warga sangat menerima dengan baik kedatangan mahasiswa dan antusias dalam memberitahu tempat-tempat yang berpotensi sebagai sarang nyamuk.
b. Permasalahan : Adanya keluarga yang tidak terbuka dengan kedatangan mahasiswa KKN yang bertugas screening serta kekurangan senter untuk mengecek jentik nyamuk.
c. Solusi : Membujuk dan memberi pemahama kepada warga yang tidak terbuka dalam menerima kedatangan mahasiswa KKN yang ingin melakukan screening. Sementara untuk senter, mahasiswa menggunakan Flash pada
HP atau menggunakan senter secara bergiliran.
d. Dampak : Screening dan pemberantasan sarang nyamuk ini sangat berdampak positif bagi warga karena dengan dilakukannya pemeriksaan secara serentak ini warga mengetahui cara-cara pencegahan terhadap penyakit demam berdarah (DBD). Selain itu, warga mengetahui penanganan pertama apabila terinfeksi DBD. Dalam screening dan pemberantasan sarang nyamuk ini, semua warga menjadi mengerti arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar terutama bak mandi dan penampungan air.
e. Dokumentasi