PERAN HALAL BRAND PERSONALITY TERHADAP KEPUTUSAN BERWISATA BERSAMA PT CHERIA HALAL HOLIDAY DENGAN
RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Oleh:
NADIFA FEBRINA AHYAR NIM: 11160810000010
JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA 1441 H / 2021 M
PERAN HALAL BRAND PERSONALITY TERHADAP KEPUTUSAN BERWISATA BERSAMA PT CHERIA HALAL HOLIDAY DENGAN
RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)
Oleh:
Nadifa Febrina Ahyar NIM : 11160810000010 LEMBAR PERSETUJUAN Di Bawah Bimbingan Pembimbing 1 Dr. Muniaty Aisyah, MM NIP : 19780307 2001 01 2 003 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Nadifa Febrina Ahyar NIM : 11160810000010 Jurusan : Manajemen
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya:
1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggungjawabkan.
2. Tidak melakukan plagiasi terhadap naskah karya orang lain.
3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa izin pemilik karya.
4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data.
5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggungjawab atas karya ini.
Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap untuk dikenakan sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Jakarta, 18 Desember 2020
Nadifa Febrina Ahyar 11160810000010
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF Hari ini Kamis, 11 Juni 2020 telah dilaksanakan Ujian
Komprehensif atas mahasiswa:
1. Nama : Nadifa Febrina Ahyar 2. NIM : 11160810000010 3. Jurusan : Manajemen
4. Judul Skripsi : Peran Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata Bersama PT Cheria Halal Holiday dengan Religiusitas sebagai Variabel Moderating
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa di atas dinyatakan LULUS dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap ujian skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 18 Desember 2020 1. Dr. H. Moch. Jasin
NIP : 195806141985031013
2. Rio Trisasmita, S. E., M.E
(_______________________)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Data Pribadi
1. Nama : Nadifa Febrina Ahyar
2. Tempat tanggal lahir : Tangerang, 13 Februari 1999
3. Alamat : Perumahan Bukit Sawangan Indah blok B 8 no.16 Duren Mekar, Bojongsari, Depok
4. Agama : Islam
5. Nama ayah : Ahyar Ma’as 6. Nama ibu : Nevy Forika 7. No. Telp : 081210494939
8. Email : [email protected] B. Pendidikan Formal
1. SDIT Darul Muttaqien 2004-2010 2. SMPIT Darul Muttaqien 2010-2013 3. Man 4 Jakarta 2013-2016 4. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2016-2020 C. Pendidikan Informal
Bahasa Isyarat 2020
D. Pengalaman Organisasi
1. Anggota Ekstrakulikuler Klub Jurnalistik Sekolah MAN 4 Jakarta (2014-2016) 2. Anggota Ikatan Keluarga Besar Minang (divisi dokumentasi) (2016-2017)
ABSTRACT
This research is aimed to analyze the role of halal brand personality in travel decisions using PT. Cheria Halal Holiday with religiosity as a moderating variable. This study used a purposive sampling method with a total sample size of 100 respondents. This research is a quantitative research with analytical methods using Partial Least Square (PLS). The results showed that the halal brand personality variable had an effect on purchasing decisions. And the variable of religiosity can moderate halal brand personality towards travel decisions.
Keywords: halal brand personality, religiosity, moderation, travel decisions, partial lest square (PLS)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis peran halal brand personality terhadap keputusan berwisata menggunakan PT Cheria Halal Holiday dengan religiusitas sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sembanyak 100 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel halal brand personality berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dan variabel religiusitas dapat memoderasi halal brand personality terhadap keputusan berwisata.
Kata kunci : halal brand personality, religiusitas, moderasi, keputusan berwisata, partial lest square (PLS)
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Subhanahuwata’ala yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peran Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata menggunakan PT Cheria Halal Holiday dengan Religiusitas sebagai Variabel Moderating”. Untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN SyarifHidayatullah Jakarta. Semoga skripsi ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi pembaca.
Dalam penyusunan skripsi ini tidak luput dari berbagi kendala serta masalah yang ada. Penulis menyadari bahwa selesainya skripsi ini bukan semata-mata hasil usaha penulis sendiri, akan tetapi berkat bantuan, dukungan, dorongan, bimbingan, serta setiap arahan yang tidak ternilai harganya. Maka dari itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Allah Subhanahuwata’ala yang telah memberikan kemudahan serta kemampuan untuk menyelesaikan skripsi ini.
2. Nabi Muhammad Shallahu a’alihi wa sallam yang telah memberikan syafat kepada seluruh umatnya.
3. Kedua orangtua penulis, Mama tercinta Nevy Forika dan daddy Ahyar Ma’as yang selalu memenuhi kebutuhan penulis sedari kecil, memberikan doa disetiap harinya, semangat, dorongan, serta dukungan yang tak pernah putus
dalam hidup penulis. Saudara ku Abang Naufal, Adik Alda, dan Adik Daffa yang selalu memberikan dukungan serta memotivasi penulis untuk tetap semangat, selalu ada kapan pun untuk penulis.
4. Ibu Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M. A selaku Rektor Universitas Islam Negri Syarif Hidaytullah Jakarta
5. Bapak Prof. Dr. Amilin, S.E. Ak., M. Si., CA., QIA., BKP., CRMP selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
6. Ibu Murdiyah Hayati, S. Kom., MM selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
7. Ibu Amalia, SE., MSM selaku Sekertaris Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan sekaligus dosen penasihat akademik penulis.
8. Ibu Dr. Muniaty Aisyah MM. Selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang senantiasa meluangkan waktunya dalam memberikan pengarahan, masukan, serta bimbingan yang sangat bermanfaat dalam proses penyusunan skripsi hingga selasai. Semoga Allah Allah Subhanahuwata’ala membalas kebaikan ibu dengan rahmat dan ridho-Nya.
9. Teman ku tersayang sejak dulu Azka, Della, dan Uwy yang selalu ada untuk penulis baik dalam keadaan suka maupun duka memberikan dukungan dan do’a yang tak pernah putus. Dan untuk Punakka terimakasih pernah ada dan singgah.
10. Teman-teman seperjuangan ku, Adel, Balqis, dan Deandra yang senantiasa membantu selama masa perkuliahan ku. Saling membantu dan memberi
dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. Dan teman-teman Kelas Pemasaran yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
11. Teman-teman sepermainan, Khintan, Silvi, Charera, Arum, Ismi, Ainun, dan Miftah yang selalu menghibur satu sama lain ketika lelah menyelesaikan skripsi ini.
12. Kak Evita dan Dwi yang telah banyak membantu mengajarkan metode PLS dan memberikan masukan untuk menyelesaikan skripsi ini.
13. Pihak PT Cheria Halal Holiday serta para responden yang bersedia membantu memberikan informasi dan menjawab kuesioner.
Semoga Allah Subhanahuwata’ala memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang ada disekeliling penulis. Akhir kata, penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang memerlukan.
Depok, Desember 2020
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... ii
LEMBAR PENGESAHAN UJI SKRIPSI ... i
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ... i
ABSTRAK ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x DAFTAR GAMBAR ... xi BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah ... 6 C. Tujuan Penelitian ... 7 D. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8
A. Pemasaran Jasa ... 8
1. Pengertian Pemasaran Jasa ... 8
2. Strategi Pemasaran Jasa ... 8
B. Wisata Halal ... 10
C. Brand Personality ... 13
1. Konsep Pengertian Brand/ Merek ... 13
2. Konsep Pengertian Halal ... 14
3. Pengertian Halal Brand Personality ... 16
D. Religiusitas ... 18
1. Pengertian Religiusitas ... 18
2. Dimensi Religiusitas ... 21
E. Keputusan Berwisata ... 24
1. Pengertian Keputusan ... 24
2. Dimensi Keputusan Berwisata ... 27
F. Penelitian Terdahulu ... 30
BAB III METODE PENELITIAN ... 55
A. Ruang Lingkup Penelitian ... 55
B. Metode Penentuan Sample ... 55
1. Populasi ... 55
2. Sample ... 56
C. Metode Pengumpulan Data ... 56
D. Metode Analisis Data ... 58
1. Uji Kualitas Data ... 58
2. Statistik Deskriptif ... 60
3. Variabel Moderasi ... 60
4. Metode Partial Least Square ... 60
5. Pengujian Hipotesis ... 72
E. Operasional Variable Penelitian ... 72
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 76
A. Sekilas Gambaran Umum Tentang Objek Penelitian ... 76
1. Profil Perusahaan ... 76
2. Logo Perusahaan ... 77
3. Visi PT Cheria Halal Holiday ... 77
4. Misi PT Cheria Halal Holiday ... 78
5. Struktur Perusahaan ... 78
B. Analisis dan Hasil Penelitian ... 79
1. Uji Kualitas Data ... 79
2. Analisis Deskriptif ... 83 3. Analisi Data ... 92 BAB V PENUTUP ... 107 A. Kesimpuan ... 107 B. Saran ... 107 DAFTAR PUSTAKA ... 109 LAMPIRAN ... 115
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Kebutuhan penting umat muslim yang harus dipenuhi ... 5
Tabel 1. 2 Peringkat Negara Favorite Dikunjungi ... 5
Tabel 2. 1 Perbedaan antara Wisata Konvensional dan Halal ... 12
Tabel 2. 2 Penelitian Terdahulu ... 30
Tabel 3. 1 Skala Likert ... 58
Tabel 3. 2 Tabel Kriteria Reliabilitas ... 59
Tabel 3. 3 Perbandingan Antara PLS-SEM dan CB-SEM ... 62
Tabel 3. 4 Ringkasan Rule of Thumb Evalusi Model ... 68
Tabel 3. 5 Ringkasan Rule of Thumb Evaluasi Model Struktural (inner model) ... 71
Tabel 3. 6 Operasional Variabel Penelitian ... 72
Tabel 4 1 Hasil Uji Validitas 48 Butir Pernyataan ... 80
Tabel 4 2 Reliability Statistics Variabel Halal Brand Personality (X) ... 81
Tabel 4 3 Reliability Statistics Variabel Keputusan Berwisata (Y) ... 82
Tabel 4 4 Reliability Statistics Variabel Religiusitas (Z) ... 82
Tabel 4 5 Informasi mengenai PT. Cheria Halal Holiday ... 83
Tabel 4 6 Destinasi yang dikunjungi ... 84
Tabel 4 7 Usia ... 85
Tabel 4 8 Pekerjaan ... 86
Tabel 4 9 Pendapatan ... 87
Tabel 4 10 Distribusi Jawaban Halal Brand Personality ... 87
Tabel 4 11 Distribusi Jawaban Religiusitas ... 89
Tabel 4 12 Distribusi Jawaban Keputusan Berwisata ... 90
Tabel 4 13 Output Outer Loading ... 95
Tabel 4 14 Nilai AVE ... 97
Tabel 4 15 Output Cross Loading ... 98
Tabel 4 16 Output Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha ... 100
Tabel 4 17 Output R-Square (𝑹𝟐) ... 101
Tabel 4 18 𝑸𝟐 Predictive Relevance ... 101
DAFTAR GAMBAR
Gambar1. 1 Gambar tabel Penduduk Indonesia Berwisata Keluar Negeri ... 1
Gambar1. 2 Gambar tabel penduduk beragama di Indonesia ... 2
Gambar1. 3 Pertumbuhan pasar perjalanan muslim ... 4
Gambar 2. 1 Dimensi Halal Brand Personality ... 18
Gambar 2. 2 Model Perilaku Konsumen ... 27
Gambar 2. 3 Kerangka Pemikiran ... 53
Gambar 3. 1 Konstruk Indikator Reflektif dan Konstruk Indikator Formatif .... 64
Gambar 4. 1 Logo PT Cheria Halal Holiday ... 77
Gambar 4. 2 Struktur Organisasi PT Cheria Halal Holiday ... 78
Gambar 4. 3 Perancangan Inner Model ... 92
Gambar 4. 4 Perancangan Outer Model ... 93
Gambar 4. 5 Perancangan Outer Moderating Model ... 93
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Di era industri maju masa kini, terdapat banyak usaha dalam berbagai macam sektor. Sektor-sektor tersebut semakin maju seiring dengan berkembangnya zaman. Salah satu dari sektor tersebut yaitu industri bidang pariwisata. Bagi banyak masyarakat liburan merupakan cara melepas penat yang disebabkan kegiatan sehari-hari. Tak hanya itu, liburan pun dapat menyeimbangkan pikiran. Liburan sendiri diisi dengan berbagai macam kegiatan baik itu mengeksplorasi suatu tempat wisata, mencicipi makanan khas tempat berkunjung, dan membeli barang-barang. Berwisata dapat dilakukan baik dalam negeri maupun ke luar negeri. Menurut Statista, banyaknya penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri dari tahun 2013 hingga 2017 tercatat sebesar 8.03 hingga naik menjadi 8.86.
Gambar1. 1 Gambar tabel Penduduk Indonesia Berwisata Keluar Negeri
Seperti yang diinformasikan dalam koran online https://www.suaramerdeka.com menurut Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Soekarno-Hatta diterangkan bahwa tahun 2019 adanya kenaikan masyarakat untuk pergi ke luar negeri dibandingkan tahun 2018. Dalam periode 1-21 Desember 2019 terdapat 218.365 WNI berangkat ke luar negeri, dengan tujuan negara yaitu Singapura, Arab Saudi, dan Jepang. Indonesia sendiri merupakan suatu negara dengan padat penduduk. Tercatat pada Badan Pusat Statistik terdapat 267 juta jiwa jumlah warga Negara Indonesia. Diterangkan dalam http://www.globalreligiousfutures.org tertera bahwa dari berbagai penduduk beragama di Indonesia sekitar 87% warga Negara Indonesia di dominasikan oleh masyarakat muslim. Hal ini menjadikan negara Indonesia menjadi negara dengan penduduk mayoritas muslim.
Gambar1. 2 Gambar tabel penduduk beragama di Indonesia
(Sumber: http://www.globalreligiousfutures.org)
Konsep halal sendiri memang bukan suatu hal yang asing. Saat ini halal sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat. Tak heran banyak konsumen
selalu menjadikan halal sebagai patokan akan membeli atau pun menggunakan sesuatu. Halal menjadi bagian dalam penentuan seorang konsumen muslim dalam keputusan pembeliannya. Terdapat hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku konsumsi, yang mana konsumsi produk halal meningkat sejalan dengan tingkat pemahaman agama (Maryam, 2013;Purnamasari, dkk,2018). Seperti yang tertera dalam Al-Qur’an surah Al-Maaidah ayat 88:
“ Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah
yang kamu beriman kepada-Nya”
Melihat fenomena ini, pemerintah yang dipimpin langsung oleh Wakil President Ma’ruf Amin pun mengambil tindakan dengan memfokuskan Indonesia menjadi pusat halal dunia. Dalam www.ekon.go.id bahwa berdasarkan Global Economic Report (GER) 2019 memperlihatkan besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk mamin, pariwisata, farmasi, serta gaya hidup halal dalam beberapa tahun terakhir, dan diproyeksikan mencapai angka US$3,2 triliun di 2024. Dengan jumlah penduduk muslim dunia yang akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, maka pasar industri halal akan naik. Menurut Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index (GMTI) bahwa pertumbuhan pasar perjalanan muslim naik setiap tahunnya. Mastercard-Crescent Rating GMTI mengeluarkan laporan tahunan 2019 yang didalamnya menerangkan mengenai pertumbuhan pasar perjalanan muslim. Pada tahun 2000 terdapat 25 juta pelancong muslim dan naik setiap tahunnya. Pada 2018, di perkirakan bahwa terdapat 140 juta pengunjung muslim internasional. Dan diproyeksikan akan mencapai 230 juta pada tahun 2026.
Gambar1. 3 Pertumbuhan pasar perjalanan muslim
(Sumber : https://www.crescentrating.com)
Melihat pertumbuhan pasar perjalanan wisatawan muslim berkunjung untuk menikmati negara tetangga atau berwisata domestik dengan nyaman. Muncul wisata halal sebagai penyalur kebutuhan konsumen muslim. Wisata halal sendiri merupakan wisata yang ingin melayani dan memfasilitasi wisata kepada wisatawan muslim dan juga dapat dinikmati oleh wisatawan non-muslim, yang mana setidaknya memenuhi tiga kebutuhan dasar wisatawan muslim seperti fasilitas dan layanan ibadah yang memadai, tempat tinggal yang ramah bagi muslim, makanan dan minuman dengan jaminan halal tersertifikasi oleh badan yang berwenang, serta destinasi wisata yang dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur untuk ibadah (Rahmi, 2020). Hal ini sejalan dengan Katadata.com yang mana menerangkan hal-hal penting yang dibutuhkan wisatawan muslim yang harus di penuhi.
25.000.000 98.000.000 140.000.000 160.000.000 230.000.000 0 50.000.000 100.000.000 150.000.000 200.000.000 250.000.000 2000 2010 2018 2020 2026
Muslim Travel Market Growth Projection
Tabel 1. 1 Kebutuhan penting umat muslim yang harus dipenuhi
Wajib Sebaiknya Ada Jika Ada Lebih Baik
Makanan Halal Toilet yang menggunakan air
Tak ada akvitas non-halal (judi, diskotik, alkohol, dll) Fasilitas ibadah 5 waktu Fasilitas layanan selama
ramadan
Fasilitas rekreasi terpisah antara lelaki dan
perempuan) (Sumber : https://katadata.co.id)
Katadata.com menjelaskan terdapat peringkat negara tempat favorite bagi wisatawan untuk berkunjung. Negara-negara tersebut juga menjadi tempat tujuan wisata halal, terdapat dua kategori yang petama merupakan bagian dari anggota oki dan anggota non-oki.
Tabel 1. 2 Peringkat Negara Favorite Dikunjungi
Anggota OKI Peringkat Non-Anggota OKI
Malaysia 1 Singapura
Indonesia 2 Thailand
Uni Emirat Arab 3 Jepang
Turki 4 Inggris
Arab Saudi 5 Taiwan
Qatar 6 Hongkong
(Sumber : https://katadata.co.id)
Maka dari itu hadirlah PT Cheria Halal Holiday yang mana sebagai sebuah jasa travel yang mengkarakteristikan dirinya sebagai halal travel. Kotler & Amstrong (2006) menjelaskan bahwa kepribadian merek (brand personality) merupakan suatu kesatuan dari sifat manusia yang dapat
wisatawan muslim ketika berkunjung ke negara yang mereka inginkan. PT Cheria Halal Holiday hadir guna mengatasi pemasalah bagi umat muslim agar tetap nyaman dan menikmati perjalanan tanpa perlu khawatir.
Dengan adanya suatu kepribadian merek dalam perusahaan serta di moderasi dengan tingkat religiusitas dari seorang konsumen. Tindakan perusahaan dalam mencantumkan bahwa dirinya merupakan travel wisata halal yang mengedepankan kepribadian merek halal yang nantinya mengacu kepada keputusan berwisata atau tidaknya konsumen dengan jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis lebih dalam penelitian dengan judul “Peran Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata bersama PT Cheria Halal Holiday dengan Religiusitas sebagai variabel moderating”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis mencoba untuk merumuskan masalah yang akan dikaji pada permasalahan sebagai berikut
1. Apakah terdapat hubungan langsung antara Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata bersama PT Cheria Halal Holiday?
2. Apakah Religiusitas memoderasi hubungan Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari Rumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian yaitu: 1. Untuk menganalisis apakah terdapat hubungan langsung antara Halal
Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata bersama PT Cheria
Halal Holiday
2. Untuk menganalisis apakah Religiusitas memoderasi hubungan Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata
D. Manfaat Penelitian
Penelitian dengan judul “Peran Halal Brand Personality terhadap Keputusan Berwisata bersama PT Cheria Halal Holiday dengan Religiusitas sebagai variabel moderating” dilakukan guna terdapat manfaat antara lain :
1. Bagi Perusahaan
Peneliti mengharapkan hasil penelitian dapat menjadi acuan perusahaan dalam mengambil kebijakan atau masukan serta pertimbangan.
2. Bagi Penulis
Penelitian ini sebagai syarat dalam mendapatkan gelar pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Serta, menambah wawasan peneliti dalam hal halal brand personality, religiusitas, dan keputusan berwisata.
3. Bagi Akademisi
Peneliti berharap hasil penelitian dapat menjadi tambahan wawasan teoritis serta praktisi dalam ilmu pengetahuan. Dan sebagai pembanding antara satu penelitian dengan penelitian lainnya agar berkembangnya ilmu
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Pemasaran Jasa
1. Pengertian Pemasaran Jasa
Pemasaran diadakan guna menciptakan suatu nilai dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen secara menawarkan produk atau jasa yang mereka miliki. Pemasaran sendiri tak hanya melulu mengenai produk berupa barang, jasa pun sangat erat kaitannya. Jasa/layanan merupakan sebuah kegiatan yang ditawarkan seorang pihak ke pihak lainnya yang mana dalam bentuknya tidak berwujud dan tidak terdapat kepemilikan didalamnya (Kotler & Keller, 2009).
Menurut Kotler & Keller (2012) dalam buku pemasaran jasa karangan Tjiptono (2014), Pemasaran Jasa merupakan suatu kegiatan yang ditawarkan suatu pihak terhadap pihak lainnya yang mana tidak berwujud (intangible) dan tidak ada kepemilikan dari kegiatannya.
2. Strategi Pemasaran Jasa
Dalam Kotler and Keller (2009), terdapat strategi pemasaran bagi perusahaan jasa yaitu:
a. Perubahan Hubungan Pelanggan
Dalam suatu usaha selalu terdapat sebuah keluhan yang diutarakan oleh pelanggannya. Banyak pelanggan suatu usaha mengeluh akan suatu informasi yang tidak akurat, personel perusahaan yang tidak responsif terhadap konsumen, dan waktu tunggu yang lama.
1) Tingkat laba
Perusahaan seringkali lebih berfokus terhadap pelanggan yang memiliki nilai lebih dari pada pelanggan kecil. Pelanggan dengan tingkat tinggi seringkali mendapat perilaku khusus, berbeda dengan pelanggan kecil. Akan hal ini, perusahaan yang melakukan perbedaan seperti ini harus berhati-hati dengan penilaian yang akan diberikan oleh pelanggan ketika mengklaim layanan unggul. 2) Pemberdayaan Pelanggan
Dengan adanya internet pengguna jasa dapat dengan mudah mengumbar kemarahan atau rasa suka terhadap jasa yang mereka rasa dapatkan. Perusahaan merespons hal tersebut bukan hanya untuk menangani gerutu konsumen, akan tetapi guna menjaga dan mencegah terjadi ketidakpuasan konsumen di masa depan.
3) Coproduction
Pelanggan sebuah perusahaan jasa tidak hanya menggunakan jasa perusahaan, akan tetapi mereka menjadi peran aktif bagi jasa dalam pengantarannya. Tindakan dan perkataan pelanggan dapat menjadi pengaruh kualitas pengalaman penggunaan jasa.
b. Pemasaran Holistik untuk Jasa
Di dalam suatu pemasaran holistik untuk jasa, dibutuhkan 3 jenis pemasaran dalam industri jasa:
1) Pemasaran eksternal, yaitu pemasaran yang menggambarkan pekerjaan persiapan, penetapansuatu harga, kegiatan distribusi, dan
2) Pemasaran Internal, yaitu pemasaran yang menerapkan kegiatan pelatihan dan pemotivasian karyawan untuk melayani pelanggan yang mereka miliki dengan baik.
3) Pemasaran Interaktif, yaitu pemasaran yang menggambarkan suatu keahlian karyawan dalam hal melayani klien yang mereka punya.
B. Wisata Halal
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) wisata merupakan berpergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang), dan bertamasya. Di dalam Qs. Al-Mulk:15 dijelaskan mengenai seruan untuk melakukan wisata.
“Dia lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan
hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
Terdapat berbagai macam pariwisata yang ditawarkan untuk dipilih oleh konsumen, salah satunya wisata halal. Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia), destinasi wisata halal wajib terhindar dari suatu kegiatan yang mengandung kemusyrikan atau khurafat (cerita yang dibumbui suatu kebohongan), kegiatan maksiat, zina, pornografi, pornoaksi, adanya minuman keras, dll. Pariwisata islam atau halal merupakan sebuah tempat wisata yang pada umumnya ramai dilakukan oleh umat islam, produk wisata pun disesuaikan dengan aturan dan praktik keagamaan dalam kegiatan wisata (Henderson, 2009; Soydas, 2020). Mohsin, Ramli, dan Alkhulayfi (2015) menyatakan bahwa halal tourism merupakan sebuah sarana memenuhi produk
dan layanan yang ada untuk kebutuhan dari wisatawan muslim. Tak hanya itu dijelaskan bahwa produk dan layanan berjenis pariwisata yang harus berdasarkan ajaran islam dan konsisten dengan nilai dan praktik mereka.
Wisata halal itu tidak hanya mengenai berwisata ketempat-tempat islam, akan tetapi lebih kepada menanamkan bagaimana perilaku wisatawan muslim selama berpergian. Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, terdapat 3 bagian kebutuhan layanan yang berbasis iman wisataman muslim 2.0:
1. Need to have:
a) Makanan Halal, makanan halal merupakan hal penting bagi bagi umat muslim saat berwisata. Mencari outlet makan yang mudah diidentifikasi merupakan pilihan umat islam dan kunci dalam mengurangi rasa skeptisisme.
b) Fasilitas untuk beribadah, kegiatan ibadah bagi umat islam sangat penting. Perlunya memperhatikan penyediaan tempat shalat.
c) Kamar mandi yang ramah air
d) No Islamophobia, Terdapat kenyamanan dan keamanan bagi pelancong muslim untuk mengunjungi tujuan jalan-jalan. Karna hal itu menjadi perhatian utama bagi para pelancong.
2. Good to have: a) Social Causes b) Layanan Ramadhan
3. Nice to have:
a) Ruang rekreasi dengan privasi b) Tidak adanya layanan tidak halal
Tabel 2. 1 Perbedaan antara Wisata Konvensional dan Halal
No Item
Perbandingan
Konvensional Halal/Syariah
1 Obyek Alam, budaya, heritage, kuliner
Semuanya
2 Tujuan Menghibur Meningkatkan spritualitas
dengan cara menghibur.
3 Target Menyentuh kepuasaan
dan kesenangan yang berdimensi nafsu, semata-mata hanya untuk hiburan
Memenuhi keinginan dan kesenangan serta menumbuhkan kesadaran beragama.
4 Guide Memahami dan
menguasai informasi sehingga bisa menarik wisatawan terhadap obyek wisata
Membuat turis tertarik pada obyek sekaligus membangkitkan spirit religiusitas wisatawan. Mampu menjelaskan fungsi dan peran syariah dalam bentuk kebahagiaan dan kepuasan batin dalam kehidupan manusia. 5 Fasilitas Ibadah Sekedar pelengkap Menjadi bagian yang menyatu
dengan obyek pariwisata, ritual ibadah menjadi bagian paket hiburan.
6 Kuliner Umum Spesifik yang halal
7 Relasi dengan Masyarakat dilingkungan Obyek Wisata Komplementer dan hanya untuk keuntungan materi
Integrated, interaksi berdasarkan pada prinsip syariah
8 Agenda Perjalanan
Setiap waktu Memperhatikan waktu Sumber : Ngatawi Al Zaztrow dalam Aan Jaelani, 2017 dalam (Al Hasan,
C. Brand Personality
1. Konsep Pengertian Brand/ Merek
Menurut American Marketing Association, merek merupakan nama, istilah, tanda, lambang, desain, atau kombinasi yang ditujukan untuk mengidentifikasi barang atau jasa yang dimiliki seorang penjual atau kelompok penjual yang mana hal ini guna mendiferensiasikan dengan pesaing (Kotler Keller:2016). Sebab adanya merek itu sebagai pembanding suatu ciri khas sebuah perusahaan. Merek itu mempresentasikan apa yang tergambar dalam perusahaan tersebut. Terdapat enam level dalam pengertian suatu merek, yaitu (Kotler 2000; Pranadata & dkk, 2017): a) Atribut, suatu merek dapat memberikan ingatan kepada konsumen
akan atribut tertentu.
b) Manfaat, suatu merek bukan hanya m enerangkan mengenai atribut, akan tetapi manfaat pun juga. Atribut sendiri dapat diterjemahkan menjadi sebuah manfaat baik itu fungsional atau emosional.
c) Nilai, suatu merek juga dapat menerangkan terkait nilai produsen. d) Budaya, budaya tertentu diwakili merek.
e) Kepribadian, suatu merek dapat mencerminkan kepribadian tertentu. f) Pemakai, merek dapat menunjukkan jenis konsumen seperti apa yang
menggunakan merek.
Merek memiliki kriteria dalam memilih elemen-elemennya, dengan memilih elemen merek yang tepat menjadikan perusahaan memiliki
perbedaan dengan pesaing. Terdapat enam kriteria untuk memilih elemen merek menurut Kotler & Keler (2016), yaitu :
a) Dapat diingat, dalam hal ini seberapa mudah merek diingat dan dikenali oleh konsumen.
b) Berarti, elemen merek sepatutnya mengindikasikan kategori yang berhubungan dengannya. Elemen merek juga menyiratkan sesuatu yang berhubungan dengan merek tersebut.
c) Dapat disukai, dalam hal ini seberapa merek menarik menurut konsumen, dapat disukai baik secara visual atau verbal, dan konkret.
d) Dapat ditransfer, Elemen merek dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baik dalam kategori yang sama atau berbeda.
e) Dapat disesuaikan, dalam hal ini seberapa mudah elemen merek disesuaikan dan diperbaharui.
f) Dapat dilindungi, dalam hal ini seberapa mudah suatu elemen merek dapat dilindungi secara hukum dan secara kompetitif.
2. Konsep Pengertian Halal
Halal merupakan hal penting yang menjadi acuan seorang muslim dalam mengkonsumsi atau menggunakan sesuatu. Bukan hanya untuk makanan atau minuman, akan tetapi halal juga dapat dalam suatu jasa. Faktor agama yang dilandasi oleh nilai-nilai yang berorientasi pada diri sendiri, dapat mengidentifikasi perilaku konsumen dimana nilai-nilai dan
afiliasi ajaran agama akan sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan pola konsumsi sehari-hari (Aisyah, dkk , 20xx). Sudah tertera secara jelas dalam Al-Qur’an bahwa konsumen muslim tidak dapat menggunakan atau mengkonsumsi sesuatu yang haram atau tidak jelas kehalalannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal merupakan sesuatu yang diizinkan (tidak dilarang oleh syarak), (yang diperbolehkan dan diperbuat dengan) sah. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halal yaitu sesuatu yang dibenarkan, halal memiliki lawan yaitu haram yang mana memiliki arti yaitu dilarang atau tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Dan thoyyib yaitu berarti sesuatu yang bermutu dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Semua kegiatan baik itu dalam konsumsi atau suatu tindakan yang dilakukan oleh konsumen muslim harus sesuai syariat Islam yaitu halal dan thoyyib.
Halal dan thoyyib bagi konsumen bukan sekedar label semata. Dalam Aisyah, dkk (20xx), bijak dan peka ketika menggurui apa yang harus dimakan di restoran mana pun karena mereka harus memastikan bahwa apa yang mereka makan berasal dari sumber yang halal, bukan sekedar memeriksa bahan-bahannya saja, akan tetapi memastikan seluruh proses sesuai dengan syariah. Iman manusia dan praktik dalam kehidupan sehari-hari diuji dengan penerapanya yang sesuai atau tidaknya mengikuti syariah islam.
3. Pengertian Halal Brand Personality
Brand personality merupakan sebuah cerminan bagi perusahaan di
mata konsumennya. Hal tersebut menggambarkan karakteristik yang dimiliki oleh perusahaan sesuai dengan konsumen. Rangkuti (2004) menjelaskan bahwa brand personality merupakan tahap berkembangnya merek, yang mana merek tersebut mencerminkan kepribadian. Brand personality merupakan suatu cara yang memiliki tujuan untuk menambah
daya tarik dalam pandangan konsumen (Gelder, 2005). Konsumen akan tertarik pada suatu produsen jika tujuan yang ingin dicapai konsumen sejalan dengan apa yang diberikan oleh perusahaan. Kepribadian merek tidak hanya hadir dengan tujuan sebagai pembeda antar merek diunggulkan oleh ciri khas tertentu yang tidak dimiliki oleh merek pesaing, akan tetapi ini juga mewakilkan maksud dan tujuan produsen. Kotler & Amstrong (2006) menjelaskan bahwa kepribadian merek (brand personality) merupakan suatu kesatuan dari sifat manusia yang dapat
dipergunakan dalam suatu merek. Dalam mengkonsumsi sesuatu manusia menjadikan kepribadian yang dimilikinya sebagai patokan. Terlebih dalam pentingnya halal bagi kehidupan sehari-hari, maka konsumen akan menempatkan branding halal sebagai prioritas. Brand Personality juga menguraikan pemikiran mengenai hipotetis yang dimiliki konsumen (Ahmad, 2015). Merek mampu memberikan nilai tersendiri dalam benak konsumennya. Konsumen syari’ah akan berpegang teguh pada aturan-aturan yang terdapat dalam syariat Islam.
Brand personality merupakan kumpulan suatu karakteristik atau ciri
khas manusia yang dirangkai dalam sebuah merek dengan menggambarkan bagaimana konsumen menjelaskan tentang dirinya (Aaker, 1997). Produk dan merek membawa arti simbolik yang mana jika didefinisikan dan disadari tentang kepribadian masyarakat dengan nama kepribadian merek (Ahmad, 2015). Terdapat hubungan yang kuat diantara brand personality dengan purchase intention (O’Cass and Lim, 2001;
Borzooei & Asgari, 2013). Jadi, halal brand personality merupakan suatu kepribadian merek yang mencerminkan jati diri perusahaannya berdasarkan izin/syarak ajaran agama islam yaitu berupa suatu yang halal. a) Dimensi Halal Brand Personality
Hasil analisis faktor komponen utama eksplorasi menunjukkan bahwa konsumen memandang bahwa merek memiliki dimensi kepribadian yang berbeda yaitu sincerity, excitement, competence, sophistiction, ruggedness (Aaker, 1997).
Terdapat lima inti dimensi dalam pengembangan model untuk mengukur brand personality suatu merek, yaitu sincerity (ketulusan), excitement (semangat), competence (kompetensi), sophistication
(kecanggihan/keduniawian), dan ruggedness (ketangguhan) (Aaker, 1997; Borzooei & Asgari, 2013).
Kepribadian merek memiliki dimensi yang dirancang untuk menggambarkan struktur dan sifat dari suatu kepribadian merek Jennifer L. Aaker (1997;Engriani & Aulia, 2019). Dimensi tersebut
1. Sincerity : down to earth, honest, wholesome, cheerful 2. Excitement : daring, spirited, imaginative, up to date 3. Competence : reliable, intelligent, successful
4. Sophistication : upper class, charming 5. Ruggedness : outdoorsy, tough
Gambar 2. 1 Dimensi Halal Brand Personality
Sumber: (Aaker, 1997; Borzooei & Asgari, 2013)
D. Religiusitas
1. Pengertian Religiusitas
Agama bukanlah hal yang baru bagi seluruh umat di dunia, kebutuhan agama merupakan hal dasar bagi seorang manusia. Agama telah dikenalkan sedari usia dini kepada setiap manusia. Agama (religi) merupakan seperangkat akidah yang dipelajari sejak usia dini dan berkomitmen kepada agamanya untuk memahami ajarannya (Shah Alam,
Mohd, Hisham, 2011). Diterangkan dalam firman Allah SWT dalam Qs. At-Tur:21
“Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala
amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
Setiap kebutuhan dan keinginan manusia tidak ada batasnya, makadari itu agama sebagai tempat pengendali hawa nafsu pembatas antara yang halal dan haram. Religiusitas adalah suatu nilai inti yang dimiliki suatu budaya yang mana nilai tersebut menginspirasi setiap harinya kehidupan anggota dari setiap budaya. Di banyak masyarakat, agama memainkan peran yang berpengaruh dalam membentuk perilaku pembelian produk. Bukti yang cukup menunjukkan bahwa agama dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen secara umum, dan pembelian produk atau kebiasaan mengkonsumsi pada khususnya (Rahim dan Junos, 2012: Aisyah, 2017).
Menurut Aisyah (2014), perilaku religius akan terlihat dari kepribadian seseorang jika ia tumbuh dalam lingkungan yang membina, mendidik, dan mengadaptasi ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Kotler,2000) dalam (Shah Alam dan Hisham, 2011) agama merupakan bagian dari budaya yang dapat membentuk perilaku masyarakat. Religiusitas bukanlah sebuah pemikiran logika atau bukan pula sebuah wawasan pembelajaran, melainkan religiusitas sebagai moral seseorang yang menganut agama (Scott. J Vitell & Joseph G, 2003;
atas agamanya tidak hanya menuju satu aspek, akan tetapi terhadap intesitas dan cara untuk dapat menjadi seorang yang religius (Magil, 1993: Aisyah, 2014). Dengan demikian, orang religius sendiri merupakan manusia yang taat terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Menjadi seseorang yang religius dapat dibentuk dalam lingkungan yang mendukung moralnya. Konsumen islam yang sedari dini berkomitmen untuk patuh dan taat kepada kepercayaan yang mereka miliki menjadikan religiusitas sebagai pedoman dalam membuat keputusan.
Berdasarkan literatur psikologi agama dan studi pemasaran, pengaruh agama terhadap perilaku konsumen ditentukan dimediasi oleh lima faktor yaitu afiliasi religiusitas seseorang, komitmenya terhadap keyakinan dan praktik religius, lalu sejauh mana pengetahuan mengenai religiusnya dalam pandangan, persepsi mengenai isu-isu sosial, dan motivasi yang dimiliki dalam mengikuti agamanya (Muhamad and Mizerski, 2010). Ketika seorang muslim mencoba untuk menghindari untuk mengkonsumsi atau menggunakan produk-produk yang tidak jelas kehalalannya, ia tidak hanya menerapkan perintah Allah SWT, akan tetapi juga menjaga kesehatan dirinya dari mengkonsumsi atau menggunakan produk-produk yang diberi label halal yang menjamin kualitas dan kehalalannya. Itulah sebabnya, mengelola perilaku habluminallah dan habluminannas diperlukan bagi seorang muslim untuk mencapai
kehidupan yang terhormat di dunia dan selanjutnya (Aisyah, 2014). Nilai-nilai agama itu sendiri membentuk pengalaman emosional, kognisi, dan
kesejahteraan psikologis individu yang mana memengaruhi pilihan konsumsi yang dibuat konsumen (Shah Alam dan Hisham, 2011). Untuk itu, penggunaan produk halal dianjurkan dalam islam karena demi menjaga kesehatan diri, menambah ketaqwaan kepada Allah SWT, dan rasa aman dalam menggunakan suatu produk. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
“Tinggalkanlah segala yang meragukanmu dan ambillah yang tidak meragukanmu. Kejujuran akan mendatangkan ketenangan.
Kedustaan akan mendatangkan kegelisahan.” (HR. Tirmidzi, no. 2518)
2. Dimensi Religiusitas
Dimensi untuk mengukur religiusitas (Aisyah, 2014) dibagi ke dalam habluminallah (hubungan dengan Allah) dan habluminannas (hubungan dengan sesama manusia).
a. habluminallah (hubungan dengan Allah)
Perilaku habluminallah atau perilaku berhubungan dengan Allah SWT adalah perilaku agama islam yang terbentuk dari perilaku kognisi, kasih sayang, dan kecocokan dalam aspek keimanan dan ibadah seorang muslim dalam hubungannya dengan Tuhan, yang jelas ditulis dalam dua fondasi islam, yaitu rukun iman dan rukun islam (Mansoer , 2006: 26, 101-111; Husaini, 2013: 19; Aisyah, 2014). Sebagai hamba Allah, memiliki jiwa batin yang selalu merasa terkait dengan Allah, akan berkomitmen untuk mematuhi perintah Allah, sehingga semua upaya amal dan tindakannya berorientasi untuk patuh kepada Allah
sikap dan implementasi iman (enam rukun Iman) dan ibadah (lima rukun Islam) (Aisyah, 2014).
b. habluminannas (hubungan dengan sesama manusia)
Dasar dari tujuan penerapan ajaran agama didasari oleh konsep ilahiah (hubungan antara manusia dengan Allah). Konsep ini diartikan
ke dalam konsep kenabian dan alam semesta yang terkait dengan hubungan manusia dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan alami (Husaini, 2013:19; Aisyah, 2014). Salah satu karakteristik syariah (hukum islam) adalah syumulliyah (komprehensif/ memasukkan setiap hal dalam kehidupan sehari-hari muslim) yang berjalan dengan konsep perilaku habluminannas (Aisyah, 2014).
Konsep habluminannas merupakan persis tentang segala sesuatu di dunia dan akhirat yang pada dasarnya tentang fakta sifat kehidupan manusia (kepribadian, kebiasaan, peristiwa, dan ikhwal/sebab) yang selalu dikaitkan dengan konsep ilahiah (Hidayat, 2009; Aisyah,2014).
Mansoer menjelaskan bahwa perilaku habluminannas adalah perilaku etis yang diinternalisasi dengan nilai-nilai islam dan diwujudkan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari manusia terhadap dirinya sendiri, sesama manusia, dan lingkungan alam Aisyah (2014).
Religiusitas merupakan ekspresi atau perwujudan dari sistem kepercayaan (agama) yang dianut dengan menghayati nilai-nilainya secara subtansi sehingga melahirkan pilihan-pilihan sikap dan perilaku dalam mengambil keputusan (Hasanah, 2019). Terdapat dimensi lain dalam religiusitas menurut Stark & Glock yaitu dimensi keyakinan atau
ideologis, dimensi praktik ibadah atau ritualistik, dimensi pengalaman atau eksperinsial, dimensi agama atau intelektual, dan dimensi konsekuensi atau pengalaman (Hasanah, 2019).
American Piety : The Nature of Religious Commitment, berikut
lima dimensi religiusitas yaitu (R. Stark dan C. Y. Glock 1968; Astogini & dkk, 2011):
a. Dimensi Ritual
Mengenai suatu aspek yang mengukur sejauh mana seseorang melakukan kewajiban ritualnya dalam agama yang ia anut.
b. Dimensi Ideologis
Merupakan dimensi untuk mengukur tingkatan sejauh mana seseorang menerima hal-hal yang bersifat dogmatis dalam agamanya. Hal ini menyangkut kepercayaan seseorang terhadap kebenar agamanya.
c. Dimensi Intelektual
Mengenai seberapa jauh seseorang mengetahui, mengerti, dan paham mengenai ajaran agamanya, dan sejauh mana seseorang itu mau melakukan aktivitas untuk semakin menambah pemahamannya dalam hal keagamaan yang berkaitan dengan agamanya.
d. Dimensi Pengalaman
Dimensi ini berkaitan dengan seberapa jauh tingkat muslim dalam merasakan dan mengalami perasaan-perasaan dan pengalaman religius. Terwujud dalam perasaan dekat dengan Allah, perasaan
doa sering dikabulkan, perasaan tentram bahagia karena menuhankan Allah,dll.
e. Dimensi Konsekuensi
Mengenai hal yang berkaitan sejauh mana seseorang itu mau berkomitmen dengan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.
E. Keputusan Berwisata 1. Pengertian Keputusan
Dalam suatu kegiatan pembelian hal tersebut selalu didasari dengan adanya keputusan pembelian. Keputusan pembelian merupakan tindakan oleh suatu pihak yang menentukan dilakukannya perilaku beli atau tidak beli suatu barang atau jasa. Keputusan pembelian seringkali didasari oleh pertimbangan akan suatu hal tertentu yang mana mengakibatkan dilema. Dalam buku perilaku konsumen oleh Setiadi (2003) menjelaskan bahwa keputusan pembelian merupakan suatu proses pemecahan masalah yang diarahkan pada sasaran. Keputusan pembelian merupakan proses kejadian pengenalan masalah kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian (Kotler dan Amstrong, 2008).
Keputusan pembelian merupakan sebuah keputusan untuk memutuskan suatu tindakan dari beberapa alternatif yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelian suatu produk dan jasa yang akan digunakan (Hasan 2013; Sahir, dkk 2016). Menurut (Kotler Keller:2016) dijelaskan
bahwa terdapat model lima tahap dalam proses konsumen membuat keputusan pembelian yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perlaku pascapembelian. Di bawah ini dijelaskan terdapat beberapa tahapan dalam keputusan pembelian.
a. Pengenalan Masalah
Salah satu dari kegiatan proses pembelian ditandai dengan adanya pengenalan masalah oleh seorang pembeli yang mana dikarnakan kebutuhan dipicu suatu rangsangan internal atau eksternal. Dengan rangsangan internal yang didasari kebutuhan normal seseorang, maka akan naik ke tingkat maksimum dan menjadi dorongan. Dan dapat timbul pula karna eksternal.
b. Pencarian Informasi
Terdapat dua tingkat keterlibatan dengan pencarian. Pencarian paling rendah disebut ‘perhatian tajam’ yang mana seseorang menjadi lebih menerima tentang informasi mengenai produk. Tingkatan selanjutnya yaitu ‘pencarian informasi aktif’. Seseorang akan melakukan berbagai cara untuk mempelajari produk yang mereka inginkan melalui berbagai sumber informasi baik itu pribadi, komersial, publik, dan eksperimental. Kemudian, dengan terkumpulnya infomasi seseorang akan mempelajari merek pesaingnya dan karakteristik yang mereka punya.
Setelah dilakukannya pemngumpulan informasi maka konsumen akan mulai mengevaluasi merek-merek yang ia dapatkan. Konsumen akan melakukan penilaian terhadap merek secara sadar dan rasional. Terdapat konsep dasar dalam memahami proses evaluasi seorang konsumen yaitu konsumen akan berusaha memuaskan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, konsumen pun akan mencari manfaat yang mereka butuhkan dari solusi produk yang ada, lalu kosumen akan melihat keunggulan masing-masing produk dalam atribut produk yang penjual punya dan melihat produk mana yang lebih mengantarkan manfaat guna memuasakan kebutuhan.
d. Keputusan Pembelian
Jika konsumen sudah memutuskan hasil mengevaluasi merek, mereka akan lanjut kepada proses keputusan pembelian atau tidak. Pada proses ini jika konsumen sudah tau untuk membeli merek yang mereka suka. Dalam hal ini terdapat lima subkeputusan mengenai merek, penyalur, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran
e. Perilaku pascapembelian
Setelah dilakukannya proses pembelian, maka akan muncul konflik mengenai kepuasan dan ketidakpuasan yang dialami oleh konsumen. Pejual diharuskan untuk tetap memasok keyakinan dan evaluasi guna memperkuat pilihan konsumen. Karna dari hasil perilaku pascapembelian akan mempengaruhi untuk pembelian ulang produk tersebut.
Gambar 2. 2 Model Perilaku Konsumen
Sumber : Kotler & Keller (2012)
2. Dimensi Keputusan Berwisata
Dalam mengukur variabel keputusan pembelian terdapat dimensi yang mana terdapat pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, jumlah pembelian, dan metode pembayaran(Kotler & Keller 2016; Sanjiwani & Suasana, 2019).
teori pengukuran menurut (Kotler dan Keller, 2007:226; Indratama & Artanti, 2014) dijelaskan sebagai berikut:
a. Pilihan Produk
Dalam pilihan produk, konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau menggunakan uangnya untuk hal lain. Keputusan ini juga menyangkut bentuk, ukuran, mutu, corak, dan lain-lain. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran guna mengetahui kesukaan konsumen dan dapat memaksimumkan daya tarik mereknya.
b. Pilihan Merek
Dalam pilihan merek, konsumen harus mengambil keputusan mengenai merek yang akan mereka beli. Terdapat perbedaan masing-masing dari setiap merek.
c. Pilihan dealer/agen
Konsumen harus mengambil keputusan mengenai toko mana yang akan mereka datangi/kunjungi. Konsumen memiliki perbedaan dalam menentukan pilihan mereka, hal ini bisa dikarenakan faktor lokasi dekat, harga yang murah, persediaan yang lengkap, kenyamanan berbelanja, keluasan toko, dan lain-lain.
d. Jumlah Pembelian
Dalam jumlah pembelian dapat konsumen lakukan pengambilan keputusan seberapa banyak produk yang akan dibeli pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan oleh konsumen dapat lebih dari satu, sehingga perusahaan harus mempersiapkan banyak produk.
e. Saat yang tepat melakukan pembelian (waktu)
Dalam melakukan pembelian, konsumen dapat menentukan keputusan kapan mereka akan melakukan pembelian. Hal ini menyangkut ada atau tidaknya uang untuk melakukan pembelian tersebut.
f. Metode Pembayaran
Dengan beberapa proses yang telah dilalui, kemudian melakukan keputusan pembelian, konsumen akan dapat mengambil keputusan dengan metode pembayaran apa yang akan digunakan saat transaksi.
Dari semua penjelasan menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan tindakan untuk memecahkan masalah dengan diarahkan kepada suatu sasaran pembelian jasa/produk. Keputusan pembelian dapat diukur dengan indikatornya yaitu pilihan produk, pilihan merek, pilihan dealer/agen, jumlah pembelian, saat yang tepat melakukan pembelian, dan metode pembayaran.
F. Penelitian Terdahulu
Tabel 2. 2 Penelitian Terdahulu
Jurnal Metodologi Penelitian Hasil Variabel yang Digunakan Perbedaan dan Persamaan Judul : Antecedents of
Consumers’ Decision for Halalmart Shopping: The Moderating Role of Family Religious Commitment Penulis: Chandra Warsito, Amirotun Sholikhah, Wiwiek Rabiatul Adawiyah, Refius Pradipta Setyanto PhD Student, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto and Lecturer, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Indonesia, Lecturer, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Indonesia, Professor, Universitas Jenderal Tekhnik Analisis: Structural Equation Modelling (SEM), Confirmatory Factor Analysis. Sample: 340 konsumen, Purposive Sampling Hasil dari penelitian Faktor kondisi budaya dan sosial Islam dalam lingkungan sosial Islam mempengaruhi keputusan pembelian di Halal Mart bagi konsumen Muslim yang memiliki komitmen kuat dan lemah dalam mengamalkan Islam. Faktor personal islami dan faktor psikologis islami Variabel Independen: Islamic Culture, Islamic Social Environment, Islamic Personality, Islamic Psychology Variabel Dependent: Keputusan Konsumen Variabel Moderating: Family Religious Commitment Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Structural Equation Modelling (SEM) - Produk/Obje k: Halal Supermarket (bukan jasa wisata) Persamaan: - Membahas Halal - Variabel dependent : Keputusan - Variabel Moderating : Religiusitas
Soedirman, Purwokerto, Indonesia, Lecturer, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Indonesia. Email: chandra@iainpurwokerto .ac.id , nidaumi@iainpurwokert o.ac.id , [email protected] , [email protected]
Humanities & Social Sciences Reviews eISSN: 2395-6518, Vol 8, No 1, 2020, pp 152-164 https://doi.org/10.18510/ hssr.2020.8122 mempengaruhi keputusan pembelian di Halal Mart bagi konsumen muslim yang memiliki komitmen kuat mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Faktor komitmen keluarga dalam mengamalkan Islam memoderasi hubungan antara kepribadian dan psikologi Islam terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor budaya Islam dan faktor lingkungan sosial Islam tidak dimoderasi
keluarga dalam mengamalkan Islam. Untuk meningkatkan keputusan pembelian perusahaan perlu mengetahui latar belakang karakter konsumen mulai dari budaya, lingkungan sosial, kepribadian, dan psikologi terakhir, untuk mempromosikan produk atau tokonya, Halal Mart perlu lebih dekat dengan kelompok masyarakat atau organisasi keagamaan dan yang memiliki komitmen agama yang kuat.
Judul:
Aspek Religiusitas dalam Keputusan Pembelian Produk Halal
Penulis:
Dwiwiyati Astogini, Wahyudin,
dan Siti Zulaikha Wulandari
Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman
JEBA, Vol.13, No.1, Maret 2011 Jenis Penelitian: Deskriptif Tekhnik Analisis: Regresi Linier Berganda Sample: non probability sampling, 100 responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Berdasarkan Uji F dan Uji t yang dilakukan dalam penelitian ini, diketahui bahwa Aspek Religiusitas tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk halal. 2. Diantara 5 Dimensi Religiusitas yang terdiri dari Dimensi Ritual, Dimensi Ideologis, Dimensi Intelektual, Dimensi Pengalaman dan Dimensi Konsekuensi, yang paling Variabel Independen: Religiusitas (X), Variabel Dependent: Pengambilan Keputusan (Y) Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Regresi Linier Berganda - Produk/obje k: Labelisasi halal pada produk makan dan minuman kemasan (bukan jasa wisata) - Religiusitas sebagai variabel independent Persamaan: - Membahas halal - Variabel dependent : Keputusan
terhadap keputusan pembelian produk halal adalah dimensi Konsekuensi. 3. Berdasarkan persepsi konsumen terhadap logo halal LPPOM-MUI dan logo halal yang dikeluarkan oleh perusahaan diperoleh hasil bahwa 35% responden mempercayai label halal yang dikeluarkan perusahaan, 35% responden menyatakan bahwa mereka tidak mempercayai label halal yang dikeluarkan oleh perusahaan; 10% responden
menyatakan bahwa mereka raguragu dan 20% responden tidak menjawab. Dengan demikian, responden mempercayai label halal baik yang dikeluarkan oleh MUI maupun yang di keluarkan oleh perusahaan. Namun, label halal MUI akan lebih dipertimbangkan konsumen karena konsumen tidak merasa raguragu akan kehalalan suatu produk. Judul: Islamic Branding, Religiusitas, dan Jenis Penelitian: Explanatory Hasil penelitian uji regresi sederhana Variabel Independen: Islamic Perbedaan: - Tekhnik Analisis:
terhadap Produk Penulis:
Muhammad Nasrullah Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Pekalongan Jl.
Kusumabangsa No. 9 Pekalongan, Jawa Tengah 51114
[email protected] Jurnal Hukum Islam (JHI), Volume 13, Nomor 2, Desember 2015, (79-87) Website : http://e-journal.stain-pekalongan.ac.id/index.p hp/jhi Copyright @ 2015, JHI, ISSN 1829-7382, (83) Tekhnik Analisis: Regresi Linear Berganda Sample: Random sampling, 113 responden di STAIN Pekalongan nilai adjusted R square variabel Islamic branding sebesar 0,094, hal ini berarti bahwa Islamic branding memiliki pengaruh kontribusi terhadap keputusan konsumen pada sebuah produk sebesar 9,4%. Sebesar 90,6% keputusan konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Nilai signifikansi 0,01 di bawah 0,05, hal ini berarti bahwa Islamic branding berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk (X1), Religiusitas (X2) Variabel Dependent: Keputusan Konsumen (Y) Linear Berganda - Produk/obje k: Label halal pada produk (bukan jasa wisata) Persamaan: - Membahas halal - Tekhnik pengambilan sample - Variabel dependent : Keputusan - Dilakukan uji moderasi dengan variabel religiusitas
membeli sebuah produk. Hasil regresi linier berganda dengan religiusitas sebagai variabel moderating menunjukkan bahwa adjusted R square sebesar 0,094, sedangkan nilai adjusted R square pada regresi sederhana menunjukkan nilai 0,082. Hal ini mengindikasika n bahwa religiusitas sebagai variabel moderating memperlemah hubungan antara variabel Islamic branding dengan
konsumen. Judul:
The Halal Brand Personality and it’s Effect on Purchase Intention
Penulis:
Mahdi Borzooei and Maryam Asgari Business Management Faculty, Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Malaysia
Ijcrb.webs.com
Interdisciplinary Journal of Contemporary
Research in Business July 2013 Vol. 5, No.3
Jenis Penelitian: Empiris Tekhnik Analisis: Secara konseptual mengklarifik asi penerapan teori Hasil dari penelitian yaitu Dampak kepribadian merek halal terhadap kepercayaan dan niat pembelian melalui efek moderasi dari komitmen keagamaan adalah aliran lain dari penelitian. Kepercayaan merek sebagai bagian penting dari hubungan konsumen-merek membantu membangun hubungan yang tahan lama antara merek dan konsumen dan menuai manfaat yang signifikan. Variabel Independen: Halal Brand Personality (X1), Kepercayaan Merek (X2) Variabel Dependent: Purchase Intention (Y) Variabel Moderating: Religious commitment Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Secara konseptual mengklarifik asi penerapan teori - Variabel dependent : Niat pembelian Persamaan: - Membahas halal - Variabel independent : Halal Brand Personality - Variabel moderating : Religiusitas
Judul:
Pengaruh Religiusitas, Sertifikasi Halal, Bahan Produk terhadap Minat Beli dan Keputusan Pembelian
Penulis:
Diah Retno Sufi Fauzia, Edriana Pangestuti, Aniesa Samira Bafadhal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang [email protected] m Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 66 No.1Januari2019| administrasibisnis.studen tjournal.ub.ac.id Jenis Penelitian: Explatonator y Research Tekhnik Analisis: Regresi Linerar Berganda dan Sederhana Sample: 116 Responden Gen-M berusia 24-28 tinggal di Kota Malang Hasil penelitian menunjukkan variabel religiusitas berpengaruh tidak signifikan terhadap minat beli, variabel sertifikasi halal berpengaruh signifikan terhadap minat beli, variabel bahan produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dan variabel minat beli berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Variabel Independen: Religiusitas (X1), Sertifikasi Halal (X2), Bahan Produk (X3) Variabel Dependent: Minat Beli (Y1), Keputusan Pembelian (Y2) Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Regresi Linear Berganda dan Sederhana - Produk/obje k: Produk coklat Cadbury Dairy Milk (bukan jasa wisata) - Religiusitas sebagai variabel independent Persamaan: - Variabel dependent : Keputusan Judul: Consumers Demand on Halal Cosmetics and Personal Care Products in Indonesia Penulis: Jenis Penelitian: Tekhnik Analisis: Structural Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, norma subyektif, kontrol perilaku Variabel Independen: Attitude (X1), Norm (X2) Behavioral control (X3), Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Structural Equation Model
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Volume 9 (1), January 2017 P-ISSN: 2087-135X; E-ISSN: 2407-8654 Received: March 14, 2016; Revised: September 21, 2016; Accepted: November 21, 2016
State Islamic University (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95, South Tangerang E-mail: [email protected] c.id DOI: 10.15408/aiq.v9i1.1867 Model (SEM) Sample: convenience sampling, 100 responden wanita yang membeli produk halal bermerek Wardah di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan
dan niat beli konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen membeli kosmetik dan produk perawatan tubuh berlabel halal. Dependent: Purchase intention (Y1), Purchase decision (Y2) - Produk/obje k: Kosmetik halal Wardah (buka jasa wisata) Persamaan: - Membahas halal - Variabel dependent : Keputusan Judul: Is religiosity an Important Determinant on Muslim Consumer Behaviour in Malaysia? Penulis:
Syed Shah Alam Faculty of Economics Jenis Penelitian: Empiris, Cross-sectional Tekhnik Analisis: Regresi Hasil dari penelitian bahwa umat Islam religius di daerah Shah Alam dan Bangi menganggap Islam Variabel Independen: relative and contextual factors (X1), Religiosity (X2) Variabel Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Regresi - Produk/obje k: Pengaruh pembelian konsumen
and Business, Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Malaysia, and
Rohani Mohd and Badrul Hisham
Faculty of Business Management, Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Malaysia
Journal of Islamic Marketing Vol. 2 No. 1, 2011 pp. 83-96 q Emerald Group Publishing Limited 1759-0833 DOI 10.1108/1759083111111 5268 Sample: 232 responden muslim dari tengah dan kelompok berpenghasil an tinggi yang bekerja di Shah Alam dan Bangi di negara bagian Selangor Malaysia sebagai sumber referensi mereka dan mereka membelanjakan cukup banyak, seperti yang diperintahkan oleh Allah dalam Al Qur'an. Ini Studi menegaskan bahwa religiusitas bertindak sebagai peran mediasi penuh dalam hubungan antara relatif dan variabel kontekstual, dan perilaku pembelian konsumen Muslim. Dependent: Consumers’s buying behaviour (Y) muslim - Religiusitas sebagai mediasi - Variabel dependent : Consumers’s buying behaviour Persamaan: - Ada membahas mengenai Keputusan - Membahas mengenai tingkat religiusitas konsumen Judul: Pengaruh Brand Personality dan Brand Trust terhadap Keputusan Pembelian Jenis Penelitian: Explanatory Research Tekhnik Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara Variabel Independen: Brand Personality (X) Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Structural Equation
Meccanism) Penulis:
Fauziah Dewi Mahuda Bisnis dan Manajemen Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam Tazkia
Email:
Fauziahdewifufu@gmail. com
AL-INFAQ: Jurnal Ekonomi Islam, (p-ISSN: 2087-2178, e-ISSN: 2579-6453)
Vol. 9 No. 2, December 2018 Structural Equation Modelling (SEM) Sample: 100 responden personality terhadap brand trust, brand trust terhadap keputusan pembelian, dan pengaruh tidak langsung brand personality terhadap keputusan pembelian melalui brand trust. Sementara secara langsung brand personality tidak terbukti berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dependent: Brand Trust (Y), Keputusan Pembelian (Z) (SEM) - Produk/obje k: Butik Meccanism (bukan jasa wisata) Persamaan: - Variabel independen t : Brand Personality - Variabel dependent : Keputusan Judul: Pengaruh Consumer Knowledge, Brand Image, Religiusitas, dan Lokasi terhadap
Keputusan Menjadi Nasabah pada Bank Syariah Tekhnik Analisis: Structural Equation Modelling (SEM) Sample: 212 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen dengan jenis produk, penggunaan Variabel Independen: Consumer Knowledge (X1), Brand Image (X2), Religiusitas Perbedaan: - Tekhnik Analisis: Structural Equation Modelling (SEM) - Produk/obje
Penulis:
Afrian Rachmawati, Gusti Oka Widana Program Pascasarjana Keuangan Syariah Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta
E-mail:
afrian.rachmawati@gmai l.com
Jurnal Liquidity Vol. 8, No. 2, Juli-Desember 2019, hlm. 111-123
responden produk, dan indikator manfaat produk tidak secara signifikan mempengaruhi keputusan untuk menjadi nasabah bank syariah. Citra merek dengan atribut produk, manfaat konsumen, dan indikator kepribadian merek tidak secara signifikan memengaruhi keputusan untuk menjadi nasabah bank syariah. Religiositas dengan indikator ritual, ideologi, intelektual, pengalaman, dan konsekuensi tidak secara signifikan memengaruhi (X4), Lokasi (X4) Variabel Dependent: Keputusan menjadi nasabah (Y) k: Menjadi nasabah bank syariah (bukan jasa wisata) - Religiusitas sebagai salah satu variabel independent Persamaan: - Variabel dependent : Keputusan - Membahas pengaruh religiusitas