201 Program KerjaKarang Taruna
4 kendala pelaksanaan PROKER waktu dan pendanaan
para remaja yang terkadang pasang surut dalam semangat kerja
5 Monitoring dan Evaluasi Dilakukan saat temu karya
Musyawarah Kekeluargaan
6
keaktifan Karang Taruna dalam
Musrenbangkel/kec/kota aktiif
tidak aktif
7
kebijakan yang diusulkan Karang Taruna dalam
Musrengbangkel/kec/kota Dana oprasional dan kegiatan
-
usulan/saran/rekomendasi
Diperbanyak kegiatan yang diselenggarakan untuk menarik pemuda dalam organisasi sosial
-
VII SARANA DAN PRASARANA SARANA DAN PRASARANA
SARANA DAN PRASARANA
1
Ruang Khusus untuk
Kesekretariatan Belum,menggunakan pendopo kecamatan
- 2 Kelengkapan Kesekretariatan Belum
- 3 Sarana Prasarana Yang dimiliki Hanya kelengkapan Kesekretariatan
-
4
Pengelolaan/pemeliharaan
sarana dan prassarana dipelihara oleh sekretaris
- usulan/saran/rekomendasi Mohon diberikan Tempat khusus
-
V PENDANAAN PENDANAAN
PENDANAAN
1
Sumber dana pembiayaan
kegiatan Karang Taruna Iuran K.T,Subsidi Pemerintah & donatur lain
- 2 kegiatan yang dibiayai pihak lain Belum ada
-
3
Upaya untuk
menghimpun/memobilisasi Mengumpulkan proposal
202 potensi sumber dana
4 Usulan/saran/rekomendasi Subsidi rutin dari pemerintah
-
VII PEMBINAAN PEMBINAAN
PEMBINAAN
1 Pembinaan dari intansi terkait Belum ada
DINSOSNAKERTRANS 2 Pembina Karang Taruna Kepala kecamatan
-
3 Bentuk Pembinaan Fasilitas Kegiatan Karang Taruna
4 Pelaksanaan Pembinaan Belum ya
usulan/saran/rekomendasi
- pembinaan oleh Dinas dan Kecamatan setiap tahun
203
e. Karang Taruna di Kelurahan Baluwarti, Kelurahan Gajahan
Kelurahan Baluwarti Kelurahan Gajahan
I
KELEMBAGAAN,KOORDINASI
DAN KEMITRAAN KELEMBAGAAN,KOORDINASI DAN KEMITRAAN KELEMBAGAAN,KOORDINASI DAN KEMITRAAN a Nama Karang Taruna
Karang Taruna Baluwarti Gajah Muda-
Waktu dibentuk
26-Sep-60 -
b kedudukan Kelurahan Baluwarti -
c Asas Karang Taruna
Berdasrkan Pancasila & UUD45 - 2 Tujuan Karang Taruna
Mewadahi generasi muda dalam berkarya - 3 Kendala peran TUPOKSI
Sifat individualisme para pemuda Kurangnya kerjasama
4
Mekanisme pengukuhan dan pelantikan
Diadakan Temu Karya Oleh Kepala Kelurahan
5 Identitas dan lambang Bunga Teratai yang mulai mekar - AD-ART AD-ART AD-ART a Sifat Koorganisasian Keswadayaan Sosial b sistem keanggotaan/mekanisme rekuitmen
Stelsel pasif Mengambil remaja di rt/rw
c
Hak dan Kewajiban
anggota Karang Taruna Hak & kewajiban sama tidak saling membedakan Hak dan kewajiban sama d
sistem
kepengurusan/penetapan
204 personil Karang Taruna
6 Mekanisme kerja
Sosial Sosial
a
Sifat koordinasi Karang Taruna
Konsultif & Kolaboratif Kolaboratif secara fungsional 7 Koordinasi yang dilakukan
Berkala -
8 Materi yang dikoordinasikan
Tentang Kegiatan Kegiatan bulanan dan tahunan
9 Kendala Koordinasi Singkronisasi waktu Anggota tidak aktif
10
Jalinan kemitraan dengan lembaga lain
Tidak pernah -
11 Pelaksanaan kemitraan
- Berkala
12
Contoh Konkret Pelaksanaan Kemitraan - K.T dilibatkan LPMK 13 Evaluasi terhadap kelembagaan,koordinasi dan Kemitraan
Tidak pernah Belum Pernah
14 Usulan/saran/rekomendasi - - a KELEMBAGAAN - - KOORDINASI - - KEMITRAAN -
II SUMBER DAYA MANUSIA
SUMBER DAYA MANUSIA SUMBER DAYA MANUSIA
a Pemahaman kebijakan
Tidak mengetahui Belum tahu
b kebijakan yang dimaksud
205 2
Usia Termuda & Tertua Karang Taruna
Termuda=19th Tertua=33th Termuda : 17 th, Tertua : 45th 3 Jumlah pengurus Karang Taruna Pengurus=15orang Anggota=10orang Pengurus =20 Anggota =10 4
Jumlah pengurus K.T
berdasarkan Tingkat Pendidikan
PT=4 Orang SMA=5 org PT=7orang
5
Penetapan personil dalam Struktur Kepengurusan
Sesuai Kemampuan
6 Tentang Forum Anak
Bisa Tahu
a
Anak Usia 18 th dalam
keanggotaan Karang Taruna dan Proses kepengurusan
Langsung Bergabung Berhenti dlm forum anak dan masuk K.T
7
Anggota dalam pengurus Karang Taruna pernah mendapatkan Materi Diklat
pernah diklat Kepemimpinan dasar YA 8 Diklat pengurus
Tidak
9 Penyelenggara Diklat Karang Taruna tingkat Kec & kota k.T kec,BLKI,DINSOS
10 Manfaat Diklat
Menambah wawasan & Meningkatkan pemahaman
tentang K.T Menambah wawasan dan keterampilan
Usulan/saran/rekomendasi
-
III PROGRAM KEGIATAN
PROGRAM KEGIATAN PROGRAM KEGIATAN
1
Penetapan dan Penyusunan
program kerja Karang Taruna Musyawarah Setiap tahun
2 program Kerja Karang Taruna - Dalam event penting
3
kegiatan lain yang mendukung Program KerjaKarang Taruna
206 4 kendala pelaksanaan PROKER
Keterbatasan SDM & waktu Kurangnya dana 5 Monitoring dan Evaluasi
Rapat Evaluasi Permintaan LPJ dari setiap kegiatan
6
keaktifan Karang Taruna dalam Musrenbangkel/kec/kota
aktif ya
7
kebijakan yang diusulkan Karang Taruna dalam Musrengbangkel/kec/kota
Sanggar Belajar & LDK -
usulan/saran/rekomendasi
- -
VII SARANA DAN PRASARANA
SARANA DAN PRASARANA SARANA DAN PRASARANA
1
Ruang Khusus untuk Kesekretariatan
Tidak ya ,dikelurahan
2 Kelengkapan Kesekretariatan
- sudah cukup
3 Sarana Prasarana Yang dimiliki
- -
4
Pengelolaan/pemeliharaan sarana dan prassarana
- Baik
usulan/saran/rekomendasi - -
V PENDANAAN
PENDANAAN PENDANAAN
1
Sumber dana pembiayaan kegiatan Karang Taruna
DPK & swadaya APBD
2 kegiatan yang dibiayai pihak lain
Tidak Tidak
3
Upaya untuk
menghimpun/memobilisasi
potensi sumber dana Mengajukan proposal Proposal kegiatan
4 Usulan/saran/rekomendasi
207 VII PEMBINAAN
PEMBINAAN PEMBINAAN
1 Pembinaan dari intansi terkait
Tidak ada Kecamatan
2 Pembina Karang Taruna - Ketua K.T kecamatan
3 Bentuk Pembinaan
- Rapat koordinasi
4 Pelaksanaan Pembinaan
- Rutin ,oleh K.T kecamatan
usulan/saran/rekomendasi
pembinaan
208
Berdasarkan kajian peran Karang Taruna di Kota Surakarta diperoleh hasil sebagai berikut:
1. KARANG TARUNA KOTA SURAKARTA
Anggota Karang Taruna Kota Surakarta ada yang aktif menjadi Ketua RT/RW, dan sebagainya, namun perlu penguatan SDM. Dalam melaksanakan tupoksi, Karang Taruna masih sangat memerlukan pendampingan, agar organisasi menjadi solid dan kuat.Karang Taruna Kota Surakarta memiliki anggota yang telah memahami dan mengetahui kebijakan terkait dengan Karang Taruna baik dari pusat dan daerah. Karang Taruna Indonesia Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Laweyan mempunyai tim outbond.
Kegiatan KTI Kota Surakarta belum optimal. Untuk pelaksanaan kegiatan KTI Kota Surakarta selalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surakarta karena tidak dapat mengelola dana atau anggaran kegiatan sendiri. Pengurus KTI Kota Surakarta selalu mengikuti pelantikan KTI di tingkat kecamatan seperti Banjarsari, Jebres, Laweyan. Pada umumnya kegiatan diklat hanya diikuti oleh pengurus atau anggota yang aktif.
Kegiatan Karang Taruna Surakarta seperti: LDK, Jambore, Seni/Budaya, rapat, pengelolaan perpustakaan, pengelolaan taman, dan sebagainya yang ddidukung oleh Pokdarwis, PKK, LPMK, dan sebagainya. Kegiatan yang ada bervariasi seperti Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang diadakan oleh Karang Taruna tingkat Provinsi, Balai Lingkungan Hidup, Dikpora, Dinsosnakertrans, Disperindag. Materi yang ada dalam Diklat tersebut antara lain:
a. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) b. Pelatihan Keterampilan
c. Manajemen Organisasi d. Manajemen UKS e. Manajemen UEP f. Bintek Penyuluhan
209
Kegiatan di tingkat Kelurahan sudah bagus, tetapi tidak terdokumentasi dengan baik oleh Pemerintah Kota. Dari kegiatan yang ada selalu diadakan monitoring dan evaluasi setelah kegiatan. Karang Taruna Kota Surakarta sudah aktif dalam kegiatan Musrenbangkot. Ada 2 KTI kelurahan (Kelurahan Jebres dan Kelurahan Mojosongo) yang mati suri, maksudnya ada pengurus KTI tetapi tidak ada kegiatan sama sekali.
Pada dasarnya semua pengurus KTI sudah melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Karang Taruna Kota Surakarta belum memiliki ruang kesekretariatan tetap, serta sarana dan prasarana yang mendukung. Oleh karena itu Pemerintah Surakarta diharapkan menyediakan ruangan khusus untuk sekretariat. menyimpan inventaris dan dokumen-dokumen Karang Taruna.
Selain itu masalah utamanya adalah anggaran/ dana untuk kegiatan. Karang Taruna Kota Surakarta masih mengandalkan dana dari APBD dan donatur. Sumber dana kegiatan terutama berupa hibah (1jt dari Kelurahan, 2 jt dari Kecamatan, 5 jt dari Kota), iuran dan swadaya tokoh-tokoh masyarakat yang bersifat insidental saja. Akan tetapi sponsor dan donatur saat ini sangat sulit didapat, hanya sedikit yang memberikan.
2. KARANG TARUNA KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA a. Kelembagaan, Koordinasi, dan Kemitraan
Karang Taruna Kecamatan Banjarsari yang berasaskan Pancasila dan memiliki tujuan mencegah masalah sosial bersama pemerintah. Kemitraan yang dijalin untuk melaksanakan kegiatan Karang Taruna, misalnya Sosialisasi narkoba dan HIV/AIDS, sosialisasi kesehatan reproduksi remaja dan gerakan anti rokok. Kemitraan yang dijalin pun sudah bervariasi seperti dengan LPMK, PKK, Pokdarwis, TAGANA, SAR, Damkar hingga kalangan pedagang.
210 b. Sumber Daya Manusia
Pemahaman pengurus dan anggota Karang Taruna Kecamatan Banjarsari sudah baik karena mengetahui kebijakan mengenai Karang Taruna dari pusat ke daerah.
c. Program kerja / Kegiatan
Program kerja yang ada sudah baik namun masih bermasalah dibagian pendanaan. Karang Taruna Kecamatan Banjarsari sudah aktif terlibat dalam pembuatan kebijakan ataupun memberi masukan pada Musrenbangkec. Diklat juga sering diadakan oleh beberapa instansi seperti dari Karang Taruna tingkat Provinsi maupun Kota.
SKPD terlibat aktif, namun ada SKPD yang tidak percaya kepada Karang Taruna. SKPD aktif memantau kegiatan Karang Taruna. Kegiatan Karang Taruna Kecamatan Banjarsari seperti Diklat, LDK dalam bentuk Kemah Pemuda untuk regenerasi anggota baru(rekruitmen anggota baru). Tanggal 8-9 November 2014 KTI Kecamatan Banjarsari akan melaksanakan Kemah Pemuda. Untuk menumbuhkan kesadaran bagi anggota Karang Taruna yang pasif, cara yang dilakukan oleh Karang Taruna Kecamatan Banjarsari, yaitu melakukan rapat koordinasi Karang Taruna Kelurahan secara rutin.
d. Sarana dan Prasarana
Untuk sarana dan prasarana, Karang Taruna Kecamatan Banjarsari belum memiliki ruang kesekretariatan maupun sarana administrasi sehingga perlu untuk pengadaan barang tersebut guna melancarkan tertib administrasi
e. Pendanaan
Karang Taruna tidak mempunyai masalah dalam pendanaan, karena selama ini pendanaan berasal dari SKPD Kecamatan dan sumbangan warga. Sisi pendanaan
211
juga sudah ada kerjasama dalam penggalangan dana dengan pihak di luar instansi pemerintah seperti donatur dari perusahaan yang ada di wilayah tersebut.
f. Pembinaan
Dalam pembinaan disebutkan bahwa selalu ada komunikasi dan koordinasi dalam setiap kegiatan Karang Taruna, selama ini dilakukan dengan Camat setempat. Harapan ke depan koordinasi lebih intensif sehingga ada semangat untuk menyelesaikan masalah sosial sekitar. Ada pendampingan yang dilakukan oleh Lurah/Camat atas kesadaran pribadi. Pendanaan kegiatan dari SKPD Kelurahan, Kecamatan, dan swadaya anggota. Ketua Karang Taruna Kelurahan wajib menjadi pengurus dan aktif di Karang Taruna tingkat Kecamatan. Karang Taruna juga sebagai pendamping masalah sosial, contoh: persoalan orang terlantar/cacat di wilayahnya, diusulkan ke Dinsos untuk diberikan bantuan dan Dinsos sangat respon.
Berdasarkan data monev pada umumnya Karang Taruna Kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarsari, adalah sebagai berikut :
a. Kelembagaan, Koordinasi Dan Kemitraan
Seluruh Karang Taruna Kelurahan di Kecamatan Banjarsari berazaskan Pancasila dan UUD 1945, namun tanpa disertai penjelasan jelas. Sedangkan beberapa Karang Taruna tidak menyebutkan itu, namun lebih kepada tujuan dengan penerapan nyata misalnya “menumbuhkan kepedulian”. Disamping itu mekanisme pelantikan dan pengukuhan sudah dipahami semua Karang Taruna di tingkat Kelurahan.
Dari sisi kelembagaan KTI Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari tidak aktif. Selain itu pengurus dalam hal ini Ketua Karang Taruna tidak melaksanakan rekruitmen anggota KTI baru.
212 b. Sumber Daya Manusia
Ada pengurus Karang Taruna di 4 Kelurahan Kecamatan Banjarsari yang belum mengerti kebijakan mengenai Karang Taruna dari pusat hingga daerah. Umumnya Kelurahan yang mengetahui kebijakan hanya menyebutkan kebijakan dasar seperti pendanaan. Dari monev juga diketahui bahwa mulai ada pergeseran minat anak muda untuk berperan aktif dalam kegiatan, misalnya dengan data yang menyebutkan bahwa pengurus yang mempunyai tingkat pendidikan SMA lebih dari 20 orang. c. Program Kegiatan
Kendala utama untuk melakukan program kegiatan Karang Taruna tingkat Kelurahan ialah hal pendanaan, keanggotaan dan kemitraan yang dijalin. Masih sedikit Karang Taruna yang menjalin kemitraan dengan organisasi baik yang berasal dari pemerintah, swasta atau masyarakat. Dari kegiatan yang ada, paling banyak menjalin kemitraan dengan:
1) PMI dengan kegiatan donor darah yang dilakukan secara dan berkelanjutan (setiap tahun)
2) Pokdarwis untuk event budaya misalnya Malam Selikuran 3) LPMK umumnya menyelenggarakan HUT RI
Selama ini kegiatan KTI Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari dikoordinasi oleh Sekretaris KTI karena kesibukan Ketua Karang Taruna. Tidak ada kegiatan dalam 1 tahun terakhir. Hal inilah yang menjadi kendala keberlangsungan kegiatan Karang Taruna.
Karang Taruna Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti temu karya, akan tetapi terdapat permasalahan dalam pendanaan. Beberapa kegiatan Karang Taruna didanani oleh warga dan donatur yang memberikan bantuan. DPK melarang kegiatan tersebut karena DPK menganggap bahwa kegiatan tersebut tidak efisien dilakukan di tempat yang terlalu jauh.
213
Karang Taruna Kelurahan Banyuanyar cukup aktif, melaksanankan program dan kegiatan, seperti: Kegiatan Kelurahan Layak Anak dari LPMK, pada tanggal 25-26 Oktober 2014 terlibat dalam kegiatan gelar budaya di Kecamatan Banjarsari.
d. Sarana Dan Prasarana
Sementara itu dari sisi sarana dan prasarana masih banyak Karang Taruna yang belum memiliki ruangan sekretariat sendiri yang dilengkapi alat penunjang administrasi utama seperti komputer, printer, rak arsip, meja dan kursi. Kebanyakan hanya difasilitasi alat tulis kantor (ATK) dan masih menempati 1 ruangan dengan lembaga lain seperti PKK, LPMK meskipun ada yang diberi ruang khusus oleh Kelurahan setempat.
Misalnya sekretariat, perlengkapan (sarana dan prasarana) Karang Taruna Kelurahan Ketelan Kecamatan Banjarsari ada di Kelurahan.
e. Pendanaan
Dari segi pendanaan, mayoritas Karang Taruna tingkat Kelurahan di Kecamatan Banjarsari masih mengandalkan dana dari pemerintah seperti Dinsosnakertrans, APBD. Pendanaan dari pihak lain belum banyak, umumnya Karang Taruna mengajukan proposal kegiatan pada perusahaan setempat pada saat kegiatan.
f. Pembinaan
Dilihat dari sisi pembinaan (dalam hal ini Diklat) masih dinilai sangat minim oleh pengurus maupun anggota karena belum benar-benar bervariasi dan terkonsentrasi. Umumnya kegiatan Diklat itu hanya mengenai pelatihan kepemimpinan dan tanggap bencana, padahal yang diharapkan dari keberadaan Karang Taruna ialah kemampuan untuk mengolah dan meningkatkan taraf hidup baik
214
pengurus maupun anggota, misal dengan pelatihan ekonomi produktif yang melibatkan lembaga lain misalnya PKK. Diklat yang dilaksanakan juga banyak didominasi oleh Dinas Sosial, sedangkan dinas lain belum berkontribusi banyak. Ditilik dari sisi pembinaan Karang Taruna masih banyak yang berjalan tanpa ada pembinaan, pengawasan dan pengarahan terstruktur dari instansi pemerintah. Pembinaan yang ada kebanyakan hanya evaluasi hasil kegiatan yang dilakukan pembina seperti Lurah.
3. KARANG TARUNA KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA a. Kelembagaan, Koordinasi, dan Kemitraan
Dilihat dari sisi kelembagaannya, pada umumnya Karang Taruna se-Kecamatan Jebres sudah sesuai dengan prosedur dan pedoman/asas-asas dasar Karang Taruna. Ditinjau dari nama, tanggal terbentuk, dan uraian mengenai tujuan, asas, dan fungsi dasar Karang Taruna sudah sistematis dan semua Karang Taruna di tiap Kelurahan mengetahuinya. Terbukti ada data-data pedoman dasar Karang Taruna Indonesia dan susunan pengurus Karang Taruna setempat.
Semua Karang Taruna memiliki sistem keanggotaan Stelsel Pasif, yaitu warga yang berusia 13-45 tahun secara otomatis merupakan anggota Karang Taruna, mekanisme kerja Karang Taruna bersifat Sosial Terbuka.
Koordinasi yang dilakukan Karang Taruna Kecamatan Jebres secara konsultatif dan kolaboratif fungsional. Dalam hal kendala yang dihadapi, sebagian besar masalah yang dihadapi Karang Taruna di Kecamatan Jebres adalah kurangnya koordinasi dan kesadaran akan pentingnya peran Karang Taruna dalam menanggulangi masalah Kesejahteraan Sosial. Hal ini terbukti dari uraian jawaban yang menyatakan bahwa banyak generasi muda (usia Karang Taruna) yang sibuk berkegiatan di luar Karang Taruna. Selain itu, kendala lain yang dihadapi juga berasal dari Kecamatan / Pemerintah Kota yang kurang peduli terhadap kegiatan sosial Karang Taruna. Kendala untuk
215
kekurangan secara finansial hanya sedikit ditemukan di Karang Taruna se-Kecamatan Jebres.
Karang Taruna Kelurahan Jebres telah mengalami 3 kali pergantian pengurus, ada kesulitan berkoordinasi antar pengurus, banyak anggota yang baru lulus SMA/SMK, sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga tidak mempunyai kegiatan (vacuum). Oleh karena Kelurahan akan mereorganisasi Karang Taruna Kelurahan Jebres.
Dari segi kemitraan, Karang Taruna di Kecamatan Jebres sudah melakukan kemitraan dengan lembaga lainnya, tetapi sebagian besar berkemitraan dengan lembaga pemerintah dan lembaga yang berada di bawah Kelurahan, misalnya Dinas Sosial, LPMK, PKK, Disperindag, Karang Taruna Tingkat Kota dan Tingkat Provinsi, dan sebagainya. Belum banyak berkemitraan dengan lembaga swasta atau lembaga di luar pemerintahan.
Ketua KTI Kecamatan Jebres baru dilantik bulan Agustus 2014, akan tetapi karena masih menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Kepatihan Barat, maka perlu segera melakukan koordinasi dengan Kelurahan di Kecamatan Jebres untuk mengaktifkan kembali Karang Taruna. Pegantian Camat/Lurah juga mempengaruhi aktivitas Karang Taruna.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus Karang Taruna se-Kecamatan Jebres relatif baik, namun belum merata dari tingkat Kecamatan hingga ke masing-masing Kelurahan. Hal ini terlihat dari dokumen-dokumen yang disusun dengan menggunakan teknologi / peralatan IT.
Untuk peningkatan Sumber Daya Manusia, Karang Taruna melaksanakan kegiatan Diklat dari dinas terkait, belum banyak Diklat mengenai pengembangan untuk berwirausaha dan ekonomi produktif, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Oleh karena itu
216
perkembangan Sumber Daya Manusia Karang Taruna se-Kecamatan Jebres sedikit terhambat.
c. Program Kegiatan
Program kegiatan dari Karang Taruna se-Kecamatan Jebres belum begitu bervariatif, karena hanya melakukan kegiatan rutinitas, seperti rapat rutin dan peringatan HUT RI. Program-program tersebut disusun pada saat Rapat Kerja (Raker). Dalam Karang Taruna juga ada program kegiatan rutin yang mendukung, seperti gotong royong dan peringatan hari-hari besar. Hampir disetiap Karang Taruna kegiatan pendukungnya berupa kegiatan tersebut di atas. Karang Taruna aktif dalam mengikuti Musrenbangkel di Kelurahan dan Musrenbangcam di Kecamatan. Belum terlalu banyak yang aktif dalam Musrenbangkot di Kota Surakarta. Kendala terbesar yang dihadapi Karang Taruna se-Kecamatan Jebres adalah dalam hal pendanaan. Hal ini yang dikeluhkan hampir di setiap Karang Taruna, karena dana adalah salah satu penggerak utama dalam melaksanakan suatu kegiatan/program kerja.
Untuk perancangan suatu program kegiatan disetiap Karang Taruna banyak yang sudah matang, dari perencanaan hingga kepada rapat evaluasi kerja/program kegiatan yang telah dilaksanakan.
Di Kelurahan Jagalan terdapat 15 RW,namun yang aktif menjadai anggota Karang Taruna hanya 9 RW. Bentuk komunikasi dengan jaringan sosial media seperti Face Book, Whats Aps, BBM. LPMK, SKPD mendukung kegiatan KTI sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan mendukung seperti: pembangunan kampung dan pola tata kampung. Karang Taruna Kelurahan Jagalan melakukan pemetaan dan pendataan potensi budaya di Kelurahan. Pendanaan kegiatan dari DPK, terorganisir dan berkelanjutan karena didukung oleh warga. Warna politik dan perbedaan agama tidak terlihat, dan sangat guyup. Ada banyak kegiatan jangka pendek dan panjang. Ada pesta budaya (jangka panjang), kegiatan
217
jenang yang akhirnya diangkat menjadi festival tingkat Kota setiap tanggal 12-26 Oktober; upacara bendera di CFD setiap 17 Agustus. Anggota Karang Taruna ada yang tidak sekolah hingga sampai ke Perguruan Tinggi. Rekruitmen anggota diadakan setiap tahun pada saat kegiatan festival kampung, dijaring untuk menjadi kader baru. Dalam Karang Taruna ada pendidikan formal dan informal, kegiatan les gratis di Kelurahan untuk anak-anak, sehingga mereka menjadi aktif dan mengenal Karang Taruna.
KTI Kelurahan Mojosongo tidak aktif dan program kegiatan Karang Taruna di Kelurahan Tegalharjo telah lama vacum, karena tidak ada pembinaan dan bimbingan atau pengarahan dari SKPD terkait atau kecamatan kepada pengurus baru.
d. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada disetiap Karang Taruna rata-rata belum memadai, karena masih banyak Karang Taruna yang belum di dukung peralatan yang lengkap, terutama untuk peralatan IT. Sebagian besar Karang Taruna di Kecamatan Jebres belum memiliki tempat khusus untuk kesekretariatan. Hanya beberapa yang sudah, itupun belum memadai. Kritik/usulan/saran terbanyak dibidang sarana dan prasarana untuk Karang Taruna adalah tempat khusus untuk kesekretariatan dan peralatan-peralatan yang memadai, seperti IT, proyektor, kamera dan sebagainya untuk pengembangan peran Karang Taruna dan memudahkan koordinasi. Misalnya, KTI Kelurahan Tegalharjo meskipun ada sekretariat, tetapi tidak aktif.
e. Pendanaan
Pendanaan untuk kelangsungan kegiatan Karang Taruna adalah dari APBD, dari pemerintah/dinas terkait dan juga dari iuran rutin anggota. Jika sekiranya dana masih belum mencukupi dalam melaksanakan suatu kegiatan, Karang Taruna menggalang dana dengan pengajuan donatur kepada pihak-pihak
218
yang dipandang mampu, seperti perusahaan di wilayah tersebut, dan beberapa warga masyarakat yang dipandang mampu. Untuk pendanaan belum ada yang menggalangnya dengan kegiatan Ekonomi Produktif/Kewirausahaan. Warga Karang Taruna juga mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah untuk meningkatkan jiwa wirausaha bagi warga Karang Taruna agar dapat menciptakan suatu Usaha Ekonomi Produktif dan dapat memajukan perekonomian lingkungan sekitar. Selain itu juga untuk memenuhi kekurangan dana untuk kegiatan Karang Taruna. Usulan yang diberikan kebanyakan mengenai penambahan dana dari pemerintah untuk Karang Taruna.
f. Pembinaan
Pembinaan yang dilakukan untuk Karang Taruna dilakukan oleh Kepala Kelurahan/Kecamatan (Lurah/Camat) saja dan atau Ketua LPMK. Hanya sedikit melibatkan Karang Taruna di tingkat atasnya dan juga pemerintah diatasnya, seperti Dinas terkait. Pembinaan yang dilakukan oleh Lurah juga belum begitu maksimal dan belum intensif, karena hanya dilakukan satu tahun sekali, sehingga belum berkesinambungan atau berkelanjutan, dan pelibatan Pemerintah Kota dalam pembinaan belum ada. Misalnya, KTI Kelurahan Jebres memerlukan adanya pembinaan dari SKPD ditingkat Kecamatan maupun Kelurahan.
Sementara itu upaya pembinaan Karang Taruna Kelurahan Jagalan dilakukan satu bulan sekali pertemuan untuk melakukan monitoring, LDK dilakukan setiap tahun. Diharapkan Bappeda mendampingi Karang Taruna agar dapat berhubungkan dengan perusahaan-perusahaan di Kota Surakarta untuk menghimpun dana. Adapun kendala internal yang dihadapi yaitu segala program kegiatan, seperti PKK, LPMK, Forum Anak, dan sebagainya.
219
4. KARANG TARUNA KECAMATAN LAWEYAN KOTA SURAKARTA
a. Kelembagaan, Koordinasi, dan Kemitraan
Dilihat dari sisi kelembagaannya, ada Karang Taruna di Kecamatan Laweyan yang sudah sesuai dengan prosedur dan pedoman/asas-asas dasar Karang Taruna. Ditinjau dari nama, tanggal terbentuk, dan uraian mengenai tujuan, asas, dan fungsi dasar Karang Taruna sudah sistematis dan semua Karang Taruna mengetahuinya. Terbukti ada data-data pedoman dasar Karang Taruna Indonesia dan susunan pengurus Karang Taruna setempat.
Mekanisme kerja Karang Taruna di Kecamatan Laweyan rata-rata bersifat sosial terbuka. Sistem koordinasinya kebanyakan mengarah kepada kolaboratif secara fungsional dan juga koordinatif.
Dalam hal kendala yang dihadapi, sebagian besar masalah yang dihadapi Karang Taruna di Kecamatan Laweyan adalah kesibukan masing-masing anggota, sehingga sangat sulit untuk melakukan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan rutin Karang Taruna dan program-program kerja Karang Taruna.
Kemitraan yang dilakukan Karang Taruna se-Kecamatan Laweyan rata-rata sudah sangat baik. Kemitraan dengan lembaga pemerintahan setempat juga sudah intensif. Tidak hanya itu, Karang Taruna juga melakukan kemitraan dengan pihak diluar Karang Taruna dan pemerintahan, seperti komunitas-komunitas. Hal ini menunjukkan kemitraan Karang Taruna di Kecamatan Laweyan rata-rata sudah baik, walaupun belum merata ke semua Karang Taruna, tetapi sebagian besar sudah baik.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) dari pengurus dan anggota Karang Taruna di Kecamatan Laweyan rata-rata sudah cukup tinggi, karena dilihat dari keuletan dan kekreatifan anggota Karang Taruna dalam menjalin
220
kemitraan dengan melaksanakan kegiata-kegiatan positif yang kreatif, seperti pentas-pentas seni, festival, dan sebagainya. Juga dari segi pengetahuan dan penguasaan teknologi cukup baik, karena beberapa permintaan untuk sarana dan prasarana sudah mengarah kepada teknologi tinggi/modern. Penguasaan tekonologi juga terlihat dengan adanya fasilitas-fasilitas yang cukup memadai di Kelurahan/Kantor pemerintahan setempat. Hal ini terlihat dari monev bahwa sudah banyak Karang Taruna yang menggunakan teknologi Komputer/Laptop. Hal ini cukup menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia warga Karang Taruna di Kecamatan Laweyan sudah baik.
Anggota KTI Kelurahan Pajang kurang aktif karena ada keterbatasan SDM. Sepertihalnya KTI Kelurahan Sondakan yang memiliki keterbatasan SDM dan KTI Kelurahan Sriwedari juga memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas pengelolaan dana organisasi, sehingga diperlukan pembinaan untuk penguatan organisasi.
c. Program Kegiatan
Program Kegiatan (Proker) yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Karang Taruna di Kecamatan Laweyan sudah sangat bervariatif dan kreatif. Banyak kegiatan yang dilakukan. Program tersebut dirancang pada saat Rapat Kerja (Raker) anggota dan pengurus Karang Taruna. Setiap pelaksanaan program kerja sudah direncanakan dengan matang dari perencanaan hingga ke evaluasi. Evaluasi kegiatan Karang Taruna banyak dilakukan oleh masing-masing Karang Taruna pasca kegiatan/setelah kegiatan selesai.
Karang Taruna Indonesia Kelurahan Pajang mempunyai beberapa kegiatan antara lain sembako murah, pengobatan gratis. Selain itu berencana mengadakan kegiatan jalan sehat dan futsal di Gelora Manahan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.Program kegiatan yang dilakukan setiap tahun antara lain: Seminar, Kegiatan Napak Tilas Samanhudi, Lapak Honda, Training organisasi.
221
KTI Kelurahan Jajar sudah banyak melakukan kegiatan, akan tetapi banyak anggota KTI yang tidak tertarik meskipun KTI memberi berbagai pengalaman dan pelatihan karena ada anggapan bahwa KTI hanya kegiatan yang membosankan, kurang berkualitas, banyak bercanda, kurang penting. Selain itu Ketua KTI menjadi pengurus organisasi lain.
Kegiatan KTI Kelurahan Panularan antara lain pengobatan gratis dan donor darah yang bekerjasama dengan TNI dan Forum Anak Kelurahan Panularan; kegiatan Solo Music Ethnic Festival yang didukung Dinas Pariwisata Kota Surakarta. Selain itu KTI Kelurahan Panularan mencari bibit muda baru dan potensial untuk menjadi skuat muda Persis Solo U-18.
KTI Kelurahan Sriwedari cukup aktif melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan Forum Anak Kelurahan Sriwedari yang didukung SKPD Kecamatan. Kegiatan KTI antara lain seperti lomba olahraga.
d. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana Karang Taruna di Kecamatan Laweyan sudah cukup memadai, karena banyak yang sudah dilengkapi dengan komputer/alat-alat teknologi untuk pendataan dan koordinasi. Permasalahan umum yang dihadapi Karang Taruna di Kecamatan Laweyan adalah belum adanya tempat khusus untuk kesekretariatan Karang Taruna. Sarana dan prasarana sudah dikelola dan diperlihara dengan baik oleh masing-masing Karang Taruna. Usulan terbanyak dari setiap Karang Taruna di Kecamatan Laweyan adalah untuk penambahan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk mendukung kegiatan Karang Taruna, berupa tekonologi modern, seperti proyektor, kamera digital, Handy Cam, Handy Talky, dan sebagainya. Hal ini membuktikan Sumber Daya Manusia dan kegiatan Karang Taruna di Kecamatan Laweyan pada umumnya sudah cukup maju dan baik.
KTI Kelurahan Pajang sudah memiliki meja kursi namun untuk tempat sekretariat belum ada dan sementara ini masih menggunakan rumah pengurus.
222 e. Pendanaan
Pendanaan untuk Karang Taruna di Kecamatan Laweyan pada umumnya masih sama dengan pendanaan di Kecamatan lainnya, yaitu berasal dari APBD pemerintah melalui SKPD, iuran anggota, dan juga donatur. Hal ini menunjukkan segi pendanaan juga masih seperti yang dilakukan pada umumnya. Hanya untuk pendanaan lebih banyak karena bermitra dengan lembaga dan atau perusahaan yang cukup besar sumber dananya.
Pendanaan yang bersumber dari Usaha Ekonomi Kreatif dari anggota Karang Taruna di Kecamatan Laweyan belum ada. Usulan dari setiap Karang Taruna banyak mengenai penambahan dana dari pemerintah supaya lebih mendukung diadakannya suatu kegiatan dari Karang Taruna.
KTI Kelurahan Pajang sudah mulai menggalang dana sendiri dengan bekerjasama misalnya dengan Soto Mbok Giyem sehingga tidak tergantung dengan DPK karena dana DPK tidak cukup untuk mengakomodir kegiatan KTI.
Pendanaan kegiatan Karang Taruna Kelurahan Sondakan diperoleh melalui ngubengke tampah, dari SKPD terkait dan bekerjasama dengan pihak swasta yang ada di Kelurahan Sondakan.
KTI Kelurahan Jajar sudah proaktif mengajukan usulan kegiatan kepada SKPD terkait untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti pemberdayaan anggota, remaja KTI.
Dana kegiatan Karang Taruna Kelurahan Panularan, selain dari APBD (DPK) juga berasal dari pihak swasta yang ada di wilayah Panularan.
f. Pembinaan
Pembinaan untuk Karang Taruna di Kecamatan Laweyan banyak dilakukan oleh Camat/Lurah dan Ketua LPMK. Dinas-dinas terkait diatasnya juga turut membimbing, seperti Dinas Sosial, Karang Taruna tingkat Kota dan
223
Provinsi. Namun pembinaan tersebut belum dilakukan secara intensif disetiap Karang Taruna Kelurahan dan Kecamatan
5. KARANG TARUNA KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA
a. Kelembagaan ,Koordinasi dan Kemitraan
Karang Taruna Kecamatan Pasar Kliwon dan hampir sebagian Karang Taruna di sembilan Kelurahan Kecamatan Pasar Kliwon lainnya sudah memahami mengenai aspek kelembagaan, koordinasi dan kemitraan. Pemahaman mengenai TUPOKSI dari Karang Taruna sudah bagus,Keseluruhan memiliki kendala yang sama yaitu dalam SDM yang tidak memadai dalam proses keberlangsungan Karang Taruna.Mekanisme Kerja yang bersifat sosial terbuka, serta keseluruhan sudah memahami mengenai perekuitan anggota Karang Taruna dengan menganut sistem stelsel pasif yaitu para generasi muda yang berusia 13 tahun s/d 45 tahun secara otomatis menjadi anggota Karang Taruna.
Dari berbagai usulan dapat ditarik kesimpulan diperlukan adanya pembinaan secara berkala dari instansi terkait untuk menggugah semangat generasi muda dalam upaya menumbuhkan potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan Karang Taruna.
b. Sumber Daya Manusia
Dari keseluruhan anggota semua rata-rata memenuhi sistem stelsel pasif terlihat dari kisaran umur termuda 13tahun dan tertua 45tahun ,namun terlihat pula kesenjangan antara masing-masing Karang Taruna di Kecamatan Pasar Kliwon dari sisi kegiatan Diklat yang pernah mereka dapatkan,70% dari Karang Taruna di Kelurahan Pasar Kliwon sudah berkali-kali dilaksanakan diklat dan 30% sama sekali belum pernah dilaksanakan. Padahal penyelengaraan diklat menunjukkan kerjasama Karang Taruna dengan organisasi /instansi lain yang terjalin baik serta menumbuhkan pemahaman
224
dan pengalaman baru sesuai dengan tema diklat yang diberikan dan itu sangat penting untuk generasi muda.
c. Program Kegiatan
Dari sisi sistem penetapan dan penyusunan program kerja keseluruhan dilakukan melalui musyawarah mufakat sesuai dengan rapat kerja pengurus.Dari pelaksanaan Proker hampir keseluruhan kendala yang dihadapi adalah pendanaan yang tidak memadai dan masalah SDM. Namun keaktifan Karang Taruna di Kecamatan Pasar Kliwon dalam Musrenbangkel/Kec/Kota sudah berjalan dengan baik 80% diantaranya sudah aktif hanya 20% diantaranya yang belum aktif sehingga perlu dilaksanakan sedikit evaluasi mengenai itu.
Program kegiatan KTI Kecamatan Pasar Kliwon seperti: LDK di Tawangmangu setelah pergantian pengurus dan mendapat dukungan dari Camat.
d. Sarana dan Prasarana
Terlihat jelas dari sisi sarana dan prasarana sangat belum memadai, 80% dari Karang Taruna belum memiliki ruang khusus untuk kesekretariatan dan belum tersedianya sarana prasarana yang memadai. Maka diperlukan perhatian untuk memberikan kesekretariatan untuk masing-masing Karang Taruna agar mereka memiliki lokasi yang layak untuk berorganisasi.
e. Pendanaan
Pada umumnya Karang Taruna sudah memperoleh asupan dana dari APBD,DPK dan anggaran rutin dari SKPD.Upaya penghimpunan mereka lakukan melalui proposal kegiatan.
225 f. Pembinaan
Sebagian dari Karang Taruna memperoleh pembinaan dari Kepala Kelurahan dan Dinsosnakertrans sebagian sama sekali tidak pernah memperoleh pembinaan oleh intansi terkait.
KTI Kecamatan Pasar Kliwon ada pendampingan dari Lurah/Camatnya, namun tidak ada pembinaan dari SKPD. Selama ini Camat di Kecamatan Pasar Kliwon sangat peduli. Antusiasme Camat periode baru ini sangat bagus, tidak terlalu formal (dekat dengan anggota). Selama ini pemerintah Kota Surakarta telah memberi apresiasi positif terhadap Karang Taruna, namun tidak memberikan pendampingan.
6. KARANG TARUNA KECAMATAN SERENGAN KOTA SURAKARTA a. Kelembagaan ,Koordinasi dan Kemitraan
Dilihat dari proses dibentuknya Karang Taruna yang sebagian besar sudah berlangsung berkisar tujuh tahun lamanya, tampak bahwa terbentuknya jiwa kejuangan dan kesadaran tanggung jawab sosial Karang Taruna di Kecamatan Serengan, Pemahaman mengenai TUPOKSI baik ditambah lagi dengan jalinan kemitraan yang hampir 90% berjalan dengan baik terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna.
b. Sumber Daya Manusia
Dari aspek ini Karang Taruna di Kecamatan Serengan perlu ditumbuhkan pemahaman mengenai kebijakan atau regulasi mengenai Karang Taruna, karena hampir keseluruhan tidak memahami kebijakan yang ada dalam Karang Taruna. Pelaksanaan diklat sudah hampir merambah keseluruhan Karang Taruna yang ada di Kecamatan Serengan. SDM yang ada sudah memenuhi sistem stelsel pasif yaitu umur termuda 13 tahun dan umur
226
tertua 45 tahun. Ada keterbatasan SDM dan fasilitas pendukung di Karang Taruna Kecamatan Serengan.
c. Program Kegiatan
Penyusunan program kerja Karang Taruna lakukan melalui rapat kerja ,dari sisi kendala hampir keseluruhan sama yaitu dibidang pendanaan dan SDM yang tidak memadai dalam proses pelaksanaan program kerja. Sementara itu anggota Karang Taruna aktif dalam Musrenbangkel/ Kecamatan/ Kota, hampir 40% aktif didalam pelaksanaannya.
Kegiatan KTI Kecamatan Serengan belum variatif, meskipun ada pertemuan rutin setiap bulan. Kegiatan Kti antara lain: kampung fair, bazar yang dilakukan rutin tiap tahun.
d. Sarana dan Prasarana
Dilihat dari sisi sarana dan prasarana Karang Taruna 50% telah memiliki kesekretariatan meskipun ada sebagian yang menumpang di lingkungan Kelurahan ,namun dari sisi prasarana alat-alat yang mendukung hanya 20% diantara mereka yang sudah memiliki peralatan komplit berupa komputer,printer dan alat tulis.
e. Pendanaan
Sumber pendanaan 30% diantara mereka belum pernah mendapatkan pendanaan dari intansi manapun ,70% dari mereka mendapatkan sumber dana dari APBD, DPA, DPK dan sebagainya
f. Pembinaan
Pembinaan biasanya mereka dapatkan dari Kepala Kelurahan masing-masing dan adapula yang mendapatkan pembinaan dari instansi luar, namun semua itu tidak dilakukan secara intensif .
227 C. Pembahasan
Berdasarkan data dan informasi Monev Optimalisasi Peran Karang Taruna Kota Surakarta, dapat dinyatakan bahwa :
1. Peranan Pemuda Karang Taruna
Karang Taruna merupakan suatu wadah organisasi bagi para pemuda di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota Surakarta. Karang Taruna yang merupakan sebuah wadah bagi generasi muda di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota yang diharapkan menjadi tulang punggung bangsa dan negara, khususnya di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota harus mampu memberikan suatu jaminan tentang kehidupan sejahtera dalam masyarakat. Sebagai Lembaga/Organisasi yang bergerak di bidang sosial Karang Taruna (pemuda) tidak sebagai objek pembangunan melainkan harus dapat menjadi subjek pembangunan. Karang Taruna harus mampu menunjukkan fungsi dan peranannya secara optimal, dapat menganggulangi berbagai masalah bersama-sama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif.
Pemuda sebagai salah satu unsur dari suatu masyarakat, dimana setiap aktivitasnya diharapkan mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Sebagai agen perubahan dalam masyarakat, pemuda sedapat mungkin berperan aktif dan kreatif dalam kehidupan sosial masyarakat, hal ini diharapkan dapat memberikan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik bagi kehidupan sosial dalam masyarakat. Peranan-peranan yang dilakukan para pemuda atas dasar kesadaran diri pribadi mereka sebagai rasa tanggung jawab atas kedudukannya sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
Sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat sebagai agen perubahan dan ujung tombak dari kemajuan di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota, Karang Taruna diharapkan menjalankan peranannya secara maksimal dalam masyarakat. Artinya bahwa Karang Taruna (pemuda) sesuai dengan posisinya dalam masyarakat harus dapat melakukan peranan yang membantu kehidupan sosial
228
dalam masyarakat. Kedudukan Karang Taruna (pemuda) dalam masyarakat sebagai tulang punggung di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota diharapkan memberikan peranannya sesuai hak dan kewajibannya. Sebagai seorang individu yang hidup ditengah-tengah masyarakat harus mempunyai rasa kepedulian sosial, misalnya menjenguk anggota Karang Taruna yang sakit merupakan kewajiban yang dilakukan oleh Karang Taruna.
Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat. Seperti : Siskamling, kerja bakti, gotong royong bersama masyarakat bersih-bersih di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota, menjenguk orang sakit dan lain-lain. Pemuda merupakan salah satu elemen dalam masyarakat, yang mempunyai kedudukan yang penting dalam masyarakat sehingga peranannya diharapkan dapat memberikan kontribusinya dalam kehidupan sosial masyarakat. Peranan yang dilakukakn pemuda dalam masyarakat dibawah organisasi Karang Taruna, diharapkan dapat mewujudkan dan membawa maju desa/wilayahnya serta menciptakan kehidupan yang aman, damai, sejahtera, bahagia, harmonis dan dinamis dalam masyarakat.
Pelaksanaan program kegiatan Karang Taruna di Kelurahan, Kecamatan, dan Tingkat Kota Surakarta sebagai sebuah sistem tetap dapat berjalan meskipun input dalam hal ini man yakni Sumber Daya Manusia (SDM) atau warga Karang Taruna yang belum memenuhi standar Karang Taruna dan dana (money) yang terbatas baik untuk kegiatan Karang Taruna, serta sarana dan prasarana kesekretariatan Karang Taruna yang kurang mendukung. Jadi terkait dengan Kelembagaan ,Koordinasi dan Kemitraan; Sumber Daya Manusia; Sarana dan Prasarana; serta Pendanaan Karang Taruna. Proses kegiatan Karang Taruna di Kelurahan, Kecamatan, dan Tingkat Kota Surakarta dapat terlaksana meskipun ada beberapa kendala dan belum memenuhi standar Karang Taruna baik itu terutama standar Program Kegiatan dan Pembinaan dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pelaksaan Karang Taruna (process). Saat ini warga Karang Taruna di Kelurahan, Kecamatan, dan Tingkat Kota Surakarta menilai ada kemajuan dan perkembangan
229
pelaksanaan berbagai kegiatan Karang Taruna seperti : kegiatan bazar, HUT RI, Kegiatan Diklat dan lain-lain. Jadi meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pemuda di desa/wilayah masing-masing (output). Setelah pemuda di desa/wilayah masing-masing mengikuti kegiatan Karang Taruna pemuda lebih kreatif, mandiri, dan sebagainya.
Ada sebagian pemuda yang semakin sadar untuk berpartisipasi dan mengikuti kegiatan Karang Taruna. Namun sebagian Karang Taruna belum berperan dengan optimal sesuai dengan kebijakan yang ada.
2. Kendala-Kendala dan Cara mengatasi Kendala-Kendala dalam Kegiatan karang Taruna
Dalam melaksanakan program kegiatan Karang Taruna terdapat kendala-kendala yang berasal dari intern sebuah Karang Taruna. Misalnya tentang masalah kekompakan dari para anggota. Hal tersebut disebabkan karena para anggota Karang Taruna lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan bersama.
Selain masalah dengan terbenturnya kepentingan, lemahnya koordinasi dalam pelaksanaan juga mengakibatkan lemahnya kekompakan dalam kegiatan Karang Taruna. Lemahnya koordinasi dalam melakukan sebuah kegiatan sehingga menyebabkan kegiatan karang Taruna kurang berjalan dengan baik. Kurang koordinasi juga mengakibatkan keaktifan anggota dalam melakukan kegiatan juga lemah. Kurangnya kekompakan dalam tubuh Karang Taruna akan mempengaruhi peranan Karang Taruna dalam kegiatan sosial masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa pemuda Karang Taruna begitu banyak diharapkan peranannya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai kendala tersebut harus dapat diatasi.
Kendala yang muncul dalam masyarakat yaitu tentang masalah waktu kegiatan. Latar belakang mata pencaharian masyarakat yang berbeda-beda mengakibatkan sulitnya
230
menentukan waktu kegiatan Karang Taruna. Mencari waktu longgar supaya semua masyarakat dapat ikut serta dalam kegiatan Karang Taruna. Dengan kesibukan dan latar belakang pekerjaan berbeda-beda tentunya akan sulit untuk menentukan waktu yang pas untuk melakukan kegiatan Karang Taruna. Para pemuda rata-rata masih menjadi seorang pelajar, mahasiswa dan pekerja. Jadi latar belakang sosial yang berbeda-beda menyebabkan sulit dalam menentukan waktu yang tepat. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemuda dan masyarakat untuk dapat menyelesaikannya. Dalam upaya penyelesaiannya harus ada kerjasama antara pemuda Karang Taruna dan juga masyarakat setempat
Dari berbagai kendala yang muncul dalam masyarakat tersebut harus dicari berbagai cara penyelesaian agar kegiatan Karang Taruna dapat berjalan dengan baik, antara lain :
a. Pendekatan secara personal
Pendekatan secara personal dapat dilakukan, misalnya elemen masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan Karang Taruna harus mendapat perhatian lebih. Sedangkan untuk anggota Karang Taruna yang tidak kompak mengikuti kegiatan, maka pengurus Karang Taruna dapat melakukan teguran.
b. Harus ada rangsangan yang mempengaruhi warga ikut Karang Taruna
Adanya kesadaran dari seluruh masyarakat bahwa kegiatan Karang Taruna merupakan tanggung jawab semua individu sebagai makhluk sosial. Kegiatan Karang Taruna ini nantinya akan memberikan manfaat yang begitu banyak untuk pembangunan di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota dan juga untuk kesejahteraan masyarakatnya.
c. Bagi anggota Karang Taruna yang ijin disetiap pelaksanaan program kegiatan Karang Taruna karena berhubungan dengan pekerjaan sebagai kewajibannya, hendaknya
231
bersedia memberikan sesuatu bantuan yang dapat digunakan untuk kegiatan Karang Taruna di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota. d. Koordinasi Ketua Karang Taruna secara kontinyu
Koordinasi dilakukan dari Ketua Karang Taruna dengan maksud supaya semua kegiatan nantinya dapat berjalan dengan baik bila telah dilakukan koordinasi yang matang terlebih dahulu.
232 BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Karang Taruna merupakan wadah yang diharapkan dapat rnenjadi tempat tumbuh dan berkernbangnya pernuda. Dengan demikian Karang Taruna selayaknya merupakan salah satu wadah penting bagi para pernuda untuk menyalurkan potensi dan kreativitasnya serta berinteraksi dengan pemuda lainnya sehingga mereka mampu membangun diri dan lingkungannya.
2. Pemuda merupakan bagian dari masyarakat yang dianggap sebagai generasi penerus, sehingga diperlukan suatu pengarahan dan pembinaan agar dapat berperan dalam kegiatan sosial masyarakat secara maksimal. Manfaat keberadaan Karang Taruna hendaknya dapat dirasakan oleh masyarakat. Karang Taruna di Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota Surakarta beranggotakan para pemuda yang tersebar di 5 Kecamatan dan 51 Kelurahan di Kota Surakarta. Dengan mengkoodinasikan para pemuda tingkat RT, RW di masing-masing Kelurahan dan Kecamatan di Kota Surakarta maka akan mempermudah arus informasi dan komunikasi dari Karang Taruna tingkat Kota Surakarta ke Karang Taruna tingkat Kecamatan dan Karang Taruna Kelurahan.
3. Karang Taruna juga dapat menjadi wadah untuk bersosialisasi di lingkungan masyarakat.Mereka diajarkan untuk bersosialisasi melalui hal-hal yang sederhana. Contohnya ketika ada salah seorang anggota Karang Taruna yang sedang sakit, mereka pasti akan menjenguk; melakukan bakti sosial.
4. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah sekitar atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Tanggapan masyarakat sendiri tentang adanya Karang Taruna di wilayah atau daerah sekitarnya sangat positif. Masyarakat menilai Karang Taruna sebagai wadah apresiasi anak muda untuk
233
mengembangkan minat dan bakat berorganisasi dan dapat membantu kegiatan yang ada di masyarakat. Karang Taruna juga dapat memberikan cerminan kepada orang tua terhadap anak muda agar tidak berpandangan negatif kepada para remaja. Selain sebagai wadah apresiasi anak muda, Karang Taruna juga dapat mempererat tali persaudaraan antar warga dan membudayakan musyawarah untuk mencapai mufakat sesuai dengan UUD 1945. Sebagai contoh dalam bermusyawarah adalah ketika semua anggota Karang Taruna melakukan voting untuk memilih Ketua, Wakil Ketua, Bendahara, Sekretaris, Seksi-seksi, dan lain-lain. Meskipun melalui hal-hal kecil tersebut, anggota Karang Taruna sudah mulai belajar tentang cara bermusyarah untuk memecahkan suatu persoalan.
5. Karang Taruna di Kelurahan, Kecamatan, dan di Kota Surakarta belum mampu berperan aktif di dalam membangun dan memberdayakan masyarakat Kelurahan, Kecamatan dan Kota Surakarta. Kekurangaktifan anggota tersebut dikarenakan sebagian besar anggota Karang Taruna merupakan pelajar, mahasiswa dan pekerja, sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan Karang Taruna.
6. Karang Taruna tak jarang juga melakukan kesalahan baik itu secara organisasional, dan juga dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Aspirasi-aspirasi atau masukan dari warga belum mampu ditampung semua kalangan dan hanya mampu menampung aspirasi dari anak-anak remaja, seharusnya Karang Taruna juga bisa melakukan untuk semua kalangan.
7. Karang Taruna belum mampu membangun kerjasama dengan lembaga yang ada di sekitarnya.
8. Pada umumnya kegiatan Karang Taruna adalah : a. Pertemuan Rutin
Pertemuan rutin dilakukan setiap satu bulan sekali pada minggu kedua yaitu pada malam Minggu. Untuk tempat pertemuannya di kantor Kelurahan setempat. Dalam pertemuan ini dibahas Program Kerja Tahunan untuk kemajuan Karang Taruna, selain itu menjalin keakraban dan mengisi waktu luang. Apabila dalam
234
pertemuan terdapat kejenuhan biasanya mengundang Bapak Lurah selaku Pembina Karang Taruna untuk memberikan bimbingan kepada semua pengurus dan anggota Karang Taruna.
b. Kegiatan 17 Agustus
Pada kegiatan ini biasanya dimeriahkan dengan lomba-lomba yang melibatkan semua. Dalam kegiatan ini membutuhkan dana yang cukup besar dimana dengan meminta persetujuan RT, dan tiap kepala keluarga iuran secara sukarela. Penggalangan dana dilakukan dengan mengajukan proposal untuk permohonan dana bantuan kepada donatur yaitu pada perusahaan-perusahaan yang ada disekitarnya misal perusahaan batik, garmen, dan sekolah-sekolah dari SD, SMP, SMK.
c. Kegiatan Bazar
Karang Taruna di beberapa Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota Surakarta pernah mengadakan bazar. Masing-masing Karang Taruna menjalin kerja sama antar RT, RW (dalam satu Kelurahan).
d. Kerja Bakti
Kegiatan ini tidak masuk Program Kerja tetapi hanya kegiatan RT. Disini hanya membantu saja, misal karena akan ada lomba kebersihan tingkat Provinsi, atau tingkat Kota.
e. Piknik Bersama
Ada beberapa Karang Taruna yang mengadakan piknik bersama yang dilakukan tiap 1 atau 2 tahun sekali. Piknik hanya dilaksanakan cuma sehari saja dikarenakan dari anggota Karang Taruna sendiri kebanyakan dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja.
f. Pemilihan Ketua
Untuk pemilihan Ketua Karang Taruna dilakukan musyawarah bersama dulu, apabila tidak bertemu dengan kata mufakat, baru diadakan voting suara untuk calon ketua selanjutnya. Untuk kandidat sendiri dipilih oleh Ketua lama dan perwakilan pengurus lama.
235 B. REKOMENDASI
1. Karang Taruna memiliki peran yang strategis sebagai generasi penerus bangsa. KTI merupakan lembaga kemasyarakatan yang bertugas mengatasi kesenjangan dalam masyarakat dan mencetak generasi baru yang berkualitas. KTI hendaknya mampu mengupayakan pengembangan ekonomi produktif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memberikan pelatihan pada anggota KTI yang potensial untuk berwirausaha.
2. Dalam arus modernisasi yang deras saat ini, Karang Taruna harus merubah tatanan baru dalam dimensi kelembagaan. Perubahan-perubahan signifikan mengikuti arus globalisasi dan desentralisasi ternyata memunculkan tantangan terbuka yang sangat dinamis mulai dari tingkat gagasan hingga aksi langsung ditengah masyarakat. Pergolakan juga seringkali muncul dalam penyelenggaraan organisasi sebagaimana lazimnya sebuah organisasi yang dikelola oleh kaum muda, disamping tentunya budaya dan etos kerja organisasi yang memang terus menuntut peningkatan seiring dengan perubahan masyarakat yang terjadi. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) disisi lain merupakan agenda kunci yang meski masih menjadi masalah tetapi semakin menunjukkan tanda-tanda yang cukup menggembirakan, termasuk penumbuhan tradisi intelektual yang mulai bukan hanya sebatas wacana.
3. Karang Taruna agar tetap menjaga ritme kerja keras yang telah dibangun, dan terus berkomunikasi kepada masyarakat dan tetap peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat Kelurahan, Kecamatan dan Kota Surakarta dan yang penting adalah bermitra kerja dengan kelompok-kelompok yang ada di sekitarnya seperti pemerintah daerah, swasta dan lembaga-lembaga sosial lainnya.
4. Untuk Internal Karang Taruna
a. Karang Taruna harus memiliki visi misi, Program dan Kegiatan yang jelas yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota, serta harus dapat meyakinkan warga di wilayah masing-masing Kelurahan,
236
Kecamatan dan Tingkat Kota bahwa program dan kegiatan tersebut bermanfaat bagi warganya.
b. Pengurus hendaknya membuat program-program kegiatan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota agar Karang Taruna tidak vakum. Sikap proaktif dari pengurus sangat diharapkan untuk menciptakan ide-ide kreatif sampai mencari peluang-peluang guna memberikan kontribusi yang lebih kepada Karang Taruna secara menyeluruh.
c. Pengurus selalu melakukan koordinasi-koordinasi terlebih dahulu dengan anggotanya sebelum melakukan kegiatan Karang Taruna.
d. Perlu adanya kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada pengurus dan anggota KTI seperti pelatihan kepemimpinan dan tanggap bencana dengan fasilitator dari KODIM Surakarta.
e. Dalam hal mengatasi kendala waktu yang sering terjadi, bisa diatasi dengan pemilihan waktu berkumpul Karang Taruna yang sekiranya tepat sehingga semua anggota Karang Taruna dapat berkumpul. Selain itu masalah ketepatan waktu setiap anggota, perlu adanya peringatan langsung kepada anggota yang sering terlambat tanpa alasan yang jelas, sehingga acara dapat dilangsungkan tepat waktu.
f. Untuk mengatasi masalah lain yaitu masalah Dana, Karang Taruna perlu memusyawarahkan untuk menambahkan iuran pokok anggota sehingga jika ada keperluan untuk menjalankan kegiatan Karang Taruna.
5. Dengan pemikiran dan kerja keras pengurus Karang Taruna akan mampu menjawab persoalan dan kebutuhan yang berkembang dimasyarakat. Mulai dari pengembangan seni dan budaya, Karang Taruna diharapkan dapat memberdayakan bakat dan potensi seni pemuda-pemudi dan anak-anak warga Kelurahan, Kecamatan dan Kota Surakarta, misalnya dengan banyak mengadakan festival seni dan budaya. Di bidang ekonomi, kerja keras pengurus Karang Taruna dapat mengupayakan pembentukan sub unit usaha mandiri. Dengan harapan warga Kelurahan, Kecamatan
237
dan Kota Surakarta mampu berdiri sendiri dibidang ekonomi. Di wilayah keagamaan, pengurus Karang Taruna dapat menunjukkan konsistensi dalam upaya mewujudkan bukan hanya kerukunan sesama muslim tapi juga kerukunan antar umat beragama. Diranah sosial Karang Taruna punya niat yang kuat dengan mencoba melakukan proses advokasi untuk anak-anak, misal agar bebas dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS.
6. Perlu diadakan lembaga yang mewadahi pemikiran antar KTI di Kota Surakarta sehingga ada hubungan yang harmonis antar KTI dengan dinas terkait, pihak swasta dan masyarakat terkait masalah operasional. Perlu adanya pembinaan mengenai koordinasi antar KTI
7. Ada pengarahan dan pendampingan dari pengurus KTI periode sebelumnya kepada pengurus baru mengenai pedoman keorganisasian, penguatan organisasi oleh Camat,Lurah setempat.
8. Untuk Pemuda di Kelurahan dan Kecamatan di Kota Surakarta.
a. Untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat. Pemuda diharapkan lebih berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan Karang Taruna yang ada wilayahnya.
b. Hendaknya para pemuda tidak membatasi diri dan lebih menyadari diri bahwa melalui Karang Taruna, para pemuda akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sebagai bekal pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Para pemuda harus lebih mementingkan kepentingan bersama dibandingkan dengan kepentingan pribadi
9. Untuk Instansi Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan di Kota Surakarta
Berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat dan pemerintah. Pemuda sebagai generasi penerus hendaknya selalu dibina, diarahkan dan dilibatkan dalam proses pembangunan. Pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi-kondisi infrastruktur yang ada di
238
wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota hubungannya dengan pemerataan pembangunan nasional. Dari pihak pemerintahan di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota untuk aktif melakukan pembinaan dan memotivasi agar warga masyarakat pemuda Karang Taruna berpartisipasi aktif dalam pengembangan pembangunan di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota.
a. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak sesuai peran masing-masing seperti pendampingan dari Lurah atau Camat terhadap kegiatan KTI, dari dinas terkait yang memberi pelatihan dam juga keaktifan KTI untuk berkoordinasi dengan pihak lain seperti dinas atau instansi, pihak swasta dan masyarakat.
b. Diharapkan ada pendampingan dalam semua bidang dan dari SKPD/ Dinas khusus di pemerintahan yang mengakomodir masalah Kepemudaan di Kota Surakarta, termasuk Karang Taruna, sehingga ada komunikasi Karang Taruna dengan SKPD tingkat kota. Karang Taruna dapat menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintah.
c. Diharapkan Bappeda Kota Surakarta memberi pelatihan pada KTI mengenai perencanaan program dan kegiatan yang mendukung pembangunan di Kota Surakarta.
d. Diadakan pelatihan kepemudaan meliputi keahlian manajemen dan organisasi dengan fasilitator Dikpora.
e. Perlu adanya pelatihan mengenai usaha ekonomi kreatif UMKM dan pemberian bantuan bagi yang berminat wirausaha yang difasilitasi oleh Disperindag.
10. Untuk Masyarakat di Kelurahan dan Kecamatan di Kota Surakarta
Diharapkan menjalin hubungan yang harmonis antara pemuda Karang Taruna dan masyarakat yang harus dijaga dengan harapan agar tercipta kehidupan
239
masyarakat yang sejahtera di wilayah masing-masing Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota.
240
DAFTAR PUSTAKA
Azwar , Azrul . 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan.Yogyakarta : Bina Rupa Aksara. Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 Tentang GBHN
Mardikanto, Totok. 2010. Metode Penelitian dan Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Untuk
Akademis, Praktisi dan Peminat Pemberdayaan Masyarakat. Surakarta : Program
Studi Penyuluhan Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat, Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret.
Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor. 13/HUK/KEP/l/1981 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna.
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor. 83/HUK/2005 Tentang Pedoman Dasar Karang Taruna
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia. Nomor : 77 / HUK / 2010 Tentang Pedoman Dasar Karang Taruna
Soekanto, Soerjono. 2001. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Sutopo, HB. 2002. Pengantar Penelitian Kualitatif, Dasar-dasar dan Praktis, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Wulansari, Dewi. 2009. Sosiologi (Konsep dan Teori). Cetakan I. Bandung: PT Refika Aditama.