1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 1 DAFTAR TABEL ... 3 DAFTAR GAMBAR ... 4 DAFTAR SINGKATAN ... 5 I. PENDAHULUAN ... 10II. EVALUASI KEGIATAN... 11
2.1. SUB DIREKTORAT TATA RUANG ... 12
2.1.1. Penyusunan RPJMN 2015-2019Bidang Tata Ruang ... 13
2.1.2. Penyusunan RKP 2015... 13
2.1.3. Penyusunan Profil Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah ... 14
2.1.4. Penyusunan Pedoman Sinkronisasi Rencana Tata Ruang (RTR) dan Rencana Pembangunan (RP) ... 14
2.1.5. Penyusunan Laporan Akhir Tahun ... 14
2.1.6. Koordinasi Bidang Tata Ruang ... 14
2.1.7. Workshop Bidang Tata Ruang... 15
2.1.8. TAK Knowledge Sharing Afrika Selatan ... 16
2.1.9. Koordinasi Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaaan Nasional (KSPPN) ... 16
2.1.10. Narasumber Bidang Tata Ruang ... 16
2.1.11. Pertemuan dengan Kedutaan Besar Swiss ... 16
2.1.12. Penyusunan Memori Akhir Jabatan ... 16
2.2. SUB DIREKTORAT PERTANAHAN ... 16
2.2.1. Penyusunan RPJMN 2015-2019 Bidang Pertanahan ... 17
2.2.2. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Pertanahan ... 17
2.2.3. Penyusunan Buku Profil Pertanahan ... 17
2.2.4. Penyusunan Kajian Bank Tanah ... 18
2.2.5. Penyusunan Laporan Pemantauan dan Evaluasi Bidang Pertanahan ... 18
2.2.6. Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pertanahan ... 18
2.3. SUB DIREKTORAT INFORMASI DAN SOSIALISASI ... 19
2.3.1. Pengelolaan media informasi dan sosialisasi TRP ... 19
2
2.3.3. Manajemen pengetahuan (MP)... 23
2.3.4. Penyusunan Buletin TRP ... 23
2.3.5. Penyusunan Newsletter ... 23
2.3.6. Pengisian ePerformance Direktorat TRP dan Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah ... 24
2.3.7. Evaluasi Pelaksanaan eBKPRN ... 24
2.3.8. Musrenbang Regional RPJMN 2015 – 2019 untuk Wilayah Sulawesi ... 24
2.3.9. Penyusunan Project Document RIMBA ... 25
2.4. SEKRETARIAT BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG NASIONAL (BKPRN) ... 25
2.4.1 Integrasi RZWP3K ke dalam RTRW... 25
2.4.2 Pengelolaan Ruang Udara Nasional (PRUN) ... 26
2.4.3 Kilas Balik Pelaksanaan Tugas BKPRN ... 26
2.4.4 Penyusunan Laporan Akhir Koordinasi Strategis BKPRN 2014... 27
2.4.5 Percepatan Penyusunan RRTR ... 27
2.4.6 Penyamaan Persepsi mengenai Reklamasi ... 27
2.4.7 Evaluasi Penggunaan BKPRN ... 27
2.4.8 Pengenalan Smart Planning Approach ... 28
2.4.9 Penyelesaian Raperda RTRW Provinsi Kalimantan Selatan 2013 – 2033 ... 28
2.4.10 Pilot Survey Penjajakan Ekspektasi BKPRN ... 28
2.4.11 Konsinyasi Direktorat TRP ... 28
2.5. SEKRETARIAT REFORMA AGRARIA NASIONAL (RAN)... 29
2.5.1 Kebijakan Sistem Pendaftaran Tanah Publikasi Positif ... 29
2.5.2 Kegiatan Koordinasi Lintas Sektor dan Daerah: Program Agraria Daerah (PRODA) Provinsi Kalimantan Timur ... 29
2.5.3 Kebijakan Redistribusi Tanah dan Reforma Akses ... 30
2.5.4 Kebijakan SDM Bidang Pertanahan ... 30
2.5.5 Kegiatan Koordinasi Lintas Sektor dan Daerah: Sertipikasi Tanah Transmigrasi 30 2.5.6 Penerbitan Majalah Agraria Indonesia ... 30
2.5.7 Penyusunan Laporan Akhir Pelaksanaan Koordinasi Strategis Reforma Agraria Nasional... 30
III. EVALUASI ANGGARAN ... 32
3
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Hasil Pencapaian Kegiatan Direktorat TRP Triwulan IV ... 11 Tabel 2 Pencapaian Anggaran dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) ... 33
4
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Menu Portal Tata Ruang dan Pertanahan ... 20
Gambar 2 Beranda Portal Tata Ruang dan Pertanahan ... 20
Gambar 3 Perkembangan Jumlah Kunjungan Portal TRP ... 21
Gambar 4 Beranda Situs Tata Ruang dan Pertanahan 21 Gambar 5 Perkembangan Jumlah Kunjungan Situs TRP ... 22
Gambar 6 Buletin TRP Edisi I Tahun 2014 ... 23
Gambar 9 Newsletter Oktober 2014 ... 24
Gambar 7 Newsletter Desember 2014 ... 24
Gambar 8 Newsletter November 2014 ... 24
Gambar 10 Buku Panduan e-BKPRN ... 27
Gambar 11 Beranda e-BKPRN ... 28
5
DAFTAR SINGKATAN
ADB : Asian Development Bank AKG : Angka Kecukupan Gizi
ALKI : Alur Laut Kepulauan Indonesia
AMDAL : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan APIP : Aparatur Pengawa Internal Pemerintah ARG : Anggaran Responsif Gender
BANGDA : Pembangunan Daerah
BAPPEDA : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah BAPPENAS : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional BIG : Badan Informasi Geospasial
BIROREN : Biro Perencanaan
BKPRD : Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah BKPRN : Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional BLU : Badan Layanan Umum
BNPB : Badan Nasional Penanggulangan Bencana BP : Badan Pengembangan
BPBD : Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPHN : Badan Pembinaan Hukum Nasional BPN : Badan Pertanahan Nasional
BPS : Badan Pusat Statistik BTOR : Back to Office Report BUMN : Badan Usaha Milik Negara BUTARU : Buletin Tata Ruang CBA : Cost Benefit Analysis DAS : Daerah Aliran Sungai DIRJEN : Direktur Jenderal DISTANBEN : Dinas Tanggap Bencana
DIT : Direktorat
DITJEN : Direktorat Jenderal
DJBM : Direktorat Jenderal Bina Marga DJCK : Direktorat Jenderal Cipta Karya DJPR : Direktorat Jenderal Penataan Ruang
DPCLS : Dampak Penting dan Cakupan Luas serta Bernilai Strategis DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah EAT : Evaluasi Akhir Tahun
EKPS : Evaluasi Kinerja Pembangunan Sektoral FIR : Flight Information Region
FGD : Focus Group Discussion
6 GGGI : Global Green Growth Institute
GUP : Ganti Uang Persediaan
ICLEI : International Council for Local Environmental Initiatives IKK : Indikator Kinerja Kegiatan
IKU : Indikator Kinerja Utama
IO : Input Output
INPRES : Instruksi Presiden INFOSOS : Informasi dan Sosialisasi IRIO : Inter Regional Input Output IRTAMA : Inspektur Utama
JABODETABEKPUNJUR: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur JICA : Japan International Cooperation Agency
K/L : Kementerian/Lembaga KAK : Kerangka Acuan Kerja KANTAH : Kantor Pertanahan KANWIL : Kantor Wilayah
KAPET : Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu KDB : Koefisien Dasar Bangunan
KDH : Koefisien Dasar Hijau KEK : Kawasan Ekonomi Khusus KEMHUT : Kementerian Kehutanan KEMDAGRI : Kementerian Dalam Negeri KEMENHUB : Kementerian Perhubungan KEMENKO : Kementerian Koordinator
KEMENKUMHAM : Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia KEMEN PU : Kementerian Pekerjaan Umum
KEP : Kawasan Ekonomi Potensial KH : Kesatuan Hidrologi
KKDT : Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal KKP : Kementerian Kelautan dan Perikanan KLB : Koefisien Lantai Bangunan
KLH : Kementerian Lingkungan Hidup KLHS : Kajian Lingkungan Hidup Strategis KORPRI : KORPS Pegawai Republik Indonesia
KPBPB : Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas KPH : Kesatuan Pengelolaan Hutan
KPJM : Kinerja Pengeluaran Jangka Menengah
KP3EI : Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia KSN : Kawasan Strategis Nasional
KSPPN : Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Nasional KSST : Kerjasama Selatan Selatan dan Triangular
7 KWH : Koefisien Wilayah Hijau
KWT : Koefisien Wilayah Terbangun KZB : Koefisien Zona Terbangun KZH : Koefisien Zona Hijau LFA : Logical Framework Analysis
LAKIP : Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah LAMPID : Lampiran Pidato Presiden
LAPAN : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
LP2B : Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
LH : Lingkungan Hidup
LS : Lungsum Salary
LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat MDG’S : Millenium Development Goals MIT : Middle Income Trap
MONEV : Pemantauan dan Evaluasi MP : Manajemen Pengetahuan MPI : Mitigasi Perubahan Iklim
MP3EI : Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia MUSRENBANGNAS : Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional
NGO : Non Government Organization NMT : Non Motorized Transportation
NSPK : Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria OTDA : Otonomi Daerah
P2KH : Program Pengembangan Kota Hijau
P2KPB : Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan P4T : Penguasaan, Pemilikan, Pemanfaatan, dan Penggunaan Tanah PANJA : Panitia Kerja
PAN – RB : Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PDT : Pembangunan Daerah Tertinggal
PEMKOT : Pemerintah Kota PEMPROV : Pemerintah Provinsi PERDA : Peraturan Daerah PERKABAN : Peraturan Kepala Badan PERMEN : Peraturan Menteri
PERMEN KP : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan PERPRES : PeraturanPresiden
PIC : Person in Charge
PISEW : Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah PK : Peninjauan Kembali
PMD : Pemberdayaan Masyarakat Desa PMK : Peraturan Menteri Keuangan
8 PNPB : Penerimaan Negara Bukan Pajak
PNPM : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat POKJA : Kelompok Kerja
POLHUKAM : Politik, Hukum, dan Keamanan PP : Peraturan Pemerintah
PPH : Pola Pangan Harapan
PPN : Perencanaan Pembangunan Nasional PPP : Public Private Partnership
PPK : Pejabat Pembuat Komitmen PPNS : Penyidik Pegawai Negeri Sipil PRB : Pengurangan Resiko Bencana PRODA : Program Agraria Daerah PROLEGNAS : Program Legislasi Nasional PRONA : Program Nasional Agraria
PRUN : Pengelolaan Ruang Udara Nasional PUSDATIN : Pusat Data dan Informasi
RAINPRES : Rancangan Instruksi Presiden RAKORNAS : Rapat Koordinasi Nasional RAKORTEK : Rapat Koordinasi Teknis RAN : Reforma Agraria Nasional
RAN - API : Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim RAPERDA : Rancangan Peraturan Daerah
RDTR : Rencana Detail Tata Ruang RENAKSI : Rencana Aksi
RENJA : Renja Kerja
RENORTALA : Perencanaan, Organisasi dan Tata Laksana RENSTRA : Rencana Strategis
RIMBA : Riau, Jambi, dan Sumatera Barat RKA : Rencana Kerja dan Anggaran RKP : Rencana Kerja Pemerintah
RM : Rupiah Murni
RP : Rencana Pembangunan
RPI2JM : Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
RPJPD : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RRTR : Rencana Rinci Tata Ruang
RT : Rancangan Teknokratik
RTBL : Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan RTH : Ruang Terbuka Hijau
RTR : Rencana Tata Ruang
RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah
9 RTRWN : Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
RTRWP : Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi RUU : Rancangan Undang-Undang
RZR : Rencana Zonasi Rinci
RZWP3K : Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil R & D : Research and Development
SARBAGITA : Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan SATKER : Satuan Kerja
SCDRR : Safer Community through Disaster Risk Reduction SCP : Sustainable Consumption and Production
SDA : Sumber Daya Alam SDM : Sumber Daya Manusia
SESMEN/SESTAMA : Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama SETKAB : Sekretaris Kabinet
SK : Surat Keputusan SKP : Sasaran Kerja Pegawai
SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah
SMART : Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound SOP : Standard, Operating and Procedure
SPM : Standar Pelayanan Minimum
SRRED – FI : Sustainable Rural and Regional Development Forum Indonesia SUBDIT TR : Sub Direktorat Tata Ruang
TA : Tahun Anggaran
TAK : Tim Analisa Kebijakan TAPKIN : Penetapan Kinerja
TGHK : Tata Guna Hutan Kesepakatan TOL : Tanah Objek Landreform TRP : Tata Ruang dan Pertanahan TUP : Tambahan Uang Persediaan
UKP4 : Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan
UKE : Unit Kerja Eselon UMP : Usaha Kecil Menengah UP : Uang Persediaan
UU : Undang-Undang
UUPA : Undang-Undang Pokok Agraria WAMEN/WAKA : Wakil Menteri/Wakil Kepala
10
I.
PENDAHULUAN
Kebijakan pengembangan wilayah ditujukan sebagai upaya untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui berbagai strategi kebijakan dengan dimensi kewilayahan. Strategi kebijakan pembangunan berdimensi kewilayahan (strategic development regions) dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah sektor-sektor unggulan yang ada di daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masing - masing daerah. Upaya tersebut juga didukung dengan kebijakan pembangunan wilayah yang strategis dan memiliki kemampuan untuk cepat tumbuh untuk dapat mendorong perekonomian baik di wilayahnya dan juga di wilayah sekitarnya. Untuk mendukung pembangunan berdimensi kewilayahan tersebut perlu dilakukan kebijakan pengelolaan pertanahan serta keserasian antara rencana tata ruang dan pelaksanaan pembangunan sehingga keberlanjutan pembangunan dapat terwujud.
Kegiatan penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan sasaran: (i) terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, (ii) terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia, (iii) terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Selain itu, penataan ruang juga harus berbasis mitigasi bencana sebagai upaya dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan hidup dengan pengaturan zonasi yang baik. Sedangkan kegiatan pengelolaan pertanahan dilakukan secara utuh dan terintegrasi melalui Reforma Agraria, sehingga tanah dapat dimanfaatkan secara berkeadilan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan turut mendukung pembangunan berkelanjutan yang efisien, efektif, serta penegakan hukum terhadap hak atas tanah dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi.
Melalui penataan ruang dan pengelolaan pertanahan yang tepat, efektif dan menyeluruh diharapkan akan tercipta pengembangan wilayah nasional yang terpadu dan seimbang antar satu wilayah dengan wilayah lainnya serta terwujudnya keserasian antar sektor dalam pemanfaatan ruang. Pada laporan ini dijelaskan hasil evaluasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada triwulan IV (periode Oktober - Desember) tahun 2014. Laporan ini merupakan tanggung jawab pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan dalam mengelola perencanaan pembangunan bidang Tata Ruang dan Pertanahan, yang dijabarkan ke dalam kegiatan Sub Direktorat Tata Ruang, Sub Direktorat Pertanahan, Sub Direktorat Informasi dan Sosialisasi, Sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN), dan sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN).
11
II.
EVALUASI KEGIATAN
Evaluasi pelaksanaan kegiatan Direktorat Tata Ruang dan PertanahanTriwulan IV (periode Oktober- Desember) tahun 2014 telah selesai dilaksanakan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian kegiatan yang telah direncanakan, permasalahan dan kendala, serta alternatif kegiatan yang diperlukan sebagai tindak lanjut kegiatan yang akan dilanjutkan di tahun 2015. Pelaksanaan evaluasi dilakukan melalui pembahasan inventarisasi kegiatan, pencapaian, hingga tindak lanjut, bersama Direktur dan staf dalam rapat rutin triwulan.
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat secara ringkas pencapaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing – masing unit kerja, yaitu: (1) sub direktorat tata ruang; (2) sub direktorat pertanahan; (3) sub direktorat informasi dan sosialisasi tata ruang dan pertanahan; (4) sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN); dan (5) sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN).
Tabel 1. Hasil Pencapaian Kegiatan Direktorat TRP Triwulan IV Tahun 2014
Kegiatan Hasil Pencapaian Sub Direktorat Tata Ruang
a Penyusunan RPJMN 2015 – 2019 Bidang Tata Ruang Tercapai
b Penyusunan RKP 2015 Tercapai
c Penyusunan profil penyelenggaraan penataan ruang daerah
Tidak Tercapai d Penyusunan pedoman sinkronisasi RTR dan Rencana
Pembangunan
Tercapai e Penyusunan laporan akhir tahun Tidak tercapai
f Koordinasi Bidang Tata Ruang Tercapai
g Partisipasi workshop Bidang TR Tercapai
h TAK Knowledge Sharing Afsel Tercapai
i Koordinasi penyusunan KSPPN Tercapai
j Narasumber terkait Bidang TR Tercapai
k Pertemuan dengan Kedubes Swiss Tercapai l Penyusunan memori akhir jabatan Tercapai
Sub Direktorat Pertanahan
a Penyusunan RPJMN 2015 – 2019 Bidang Pertanahan Tercapai b Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang
Pertanahan
Tidak Tercapai c Penyusunan Buku Profil Pertanahan Tidak Tercapai
d Penyusunan Kajian Bank Tanah Tercapai
e Laporan Akhir Monitoring dan Evaluasi Bidang Pertanahan
Tidak Tercapai f Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pertanahan Tercapai
Sub Direktorat Informasi dan Sosialisasi
12
Kegiatan Hasil Pencapaian
b Penyusunan kajian materi teknis pengarusutamaan PRB ke dalam RTR
Tercapai
c Manajemen pengetahuan Tercapai
d Penerbitan Buletin TRP Edisi II Tahun 2014 Tercapai
e Penyusunan Newsletter Tercapai
f Penghitungan kinerja (e-performace) direktorat dan kedeputian
Tidak Tercapai g Pelaksanaan Musrenbang Regional Tercapai h Penyusunan Project Document RIMBA Tercapai
Sekretariat BKPRN
a Integrasi RZWP3K ke dalam RTRW Tidak Tercapai b Pengelolaan Ruang Udara Nasional Tercapai c Kilas balik pelaksanaan tugas BKPRN Tercapai d Penyusunan laporan koordinasi strategis BKPRN 2014 Tidak Tercapai
e Percepatan penyusunan RRTR Tercapai
f Penyamaan Persepsi mengenai Reklamasi Tercapai
g Evaluasi penggunaan e-BKPRN Tercapai
h Pengenalan Smart Planning Approach Tercapai i Penyelesaian Raperda RTRW Provinsi Kalimantan
Selamatan 2013 - 2033
Tercapai j Pilor Survey Penjajakan Ekspektasi BKPRN Tercapai
k Konsinyasi Direktorat TRP Tidak Tercapai
Sekretariat RAN
a Kebijakan sistem pendaftaran tanah publikasi positif Tercapai b Koordinasi lintas sektor dan daerah: PRODA Provinsi
Kalimantan Timur
Tercapai c Kebijakan Redistribusi Tanah dan Reforma Akses Tercapai d Kebijakan SDM Bidang Pertanahan Tidak Tercapai e Koordinasi lintas sektor dan daerah: Sertifikasi Tanah
Transmigrasi
Tidak Tercapai
f Majalah Agraria Indonesia Tercapai
g Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi Strategis Reforma Agraria Nasional
Tercapai
2.1. SUB DIREKTORAT TATA RUANG
Subdit Tata Ruang telah melaksanakan 12 (dua belas) kegiatan utama dalam periode Oktober- Desember 2014, antara lain: 1) penyusunan RPJMN 2015 – 2019 Bidang Tata Ruang; 2) penyusunan RKP2015; 3) penyusunan profil penyelenggaraan penataan ruang daerah; 4) penyusunan pedoman sinkronisasi RTR dengan Rencana Pembangunan; 5) penyusunan laporan akhir tahun; 6) Koordinasi
13 di dalam Pokja di BKPRN (Pokja I, II, III); 7) partisipasi workshop Bidang TR; 8) TAK Knowledge Sharing Afrika Selatan; 9) koordinasi penyusunan KSPPN; 10) narasumber terkait Bidang TR; 11) pertemuan dengan Kedutaan Besar Swiss; dan 12) penyusunan memori akhir jabatan.
2.1.1. Penyusunan RPJMN 2015-2019Bidang Tata Ruang
Tahun 2014 merupakan tahun penyusunan RPJMN 2015 - 2019. Setelah disusun RT RPJMN 2015 - 2019, sejak Oktober hingga Desember 2014 mulai dilakukan penyusunan RPJMN 2015 – 2019. Prosesnya antara lain: i) dimulai dengan perbaikan Buku I dan II RT RPJMN 2015 – 2019 dengan mengakomadir substansi Nawacita dan Quick Wins Jokowi – JK. Hasilnya adalah pemetaan Nawacita dan Quick Wins Jokowi – JK dalam substansi Buku II, yang telah dipresentasikan kepada Menteri PPN/Bappenas. ii) Koordinasi substansi Buku III RT RPJMN 2015 – 2019 dengan maksud menyamakan persepsi substansi Buku III RPJMN 2015 – 2019. Pelaksanaan koordinasi dilakukan dengan rapat awal bersama Direktorat Tata Ruang Nasional – Kementerian Pekerjaan Umum, dan Direktorat Pengembangan Wilayah – Bappenas. Selanjutnya dilakukan rapat koordinasi dengan Direktorat Perkotaan dan Perdesaan, dan Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal – Bappenas, pada 2 November 2014. Hasilnya adalah kesepekatan substansi yang akan tertuang dalam buku III RPJMN 2015-2019.
Dilanjutkan dengan, iii) penyusunan rancangan awal buku I, II, III RPJMN 2015 – 2019. Hasilnya adalah telah tersusun rancangan buku I, II, III RPJMN 2015 - 2019 Bidang Tata Ruang, dan telah dilakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk perbaikan buku III. iv) penyelesaian rancangan akhir buku I, II, III RPJMN 2015 – 2019 Bidang Tata Ruang. Dalam proses penyusunan rancangan akhir telah mengakomodasi masukan dan perbaikan yang telah diinventarisasi dan yang diperoleh dari pelaksanaan Musrenbang Regional di 5 wilayah, Musrenbangnas, dan Pasca Musrenbangnas RPJMN 2015 – 2019, kesepakatan tiga pihak (trilateral meeting) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Kementerian Dalam Negeri. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, kendala yang dirasakan adalah sulitnya mengatur jadwal rapat dengan direktorat mitra K/L di tengah kesibukan masing-masing.
Pada Januari, akan dilakukan finalisasi terhadap rancangan akhir yang telah disusun, dengan berpartisipasi dalam buka warung yang dilaksanaan oleh Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan untuk Buku II, kooordinasi dengan Direktorat Industri sebagai koordinator Buku I, dan koordinasi dengan Direktorat Pengembangan Wilayah sebagai koordinator Buku III. Diagendakan, rancangan akhir RPJMN 2015 – 2019 akan dibahas dalam sidang kabinet pada 7 Januari 2015 untuk ditetapkan melalui Peraturan Presiden.
2.1.2. Penyusunan RKP 2015
Dalam proses penyusunan RKP 2015, telah dilaksanakan: i) penelaahan RKA K/L DJPR – Kementerian PU yang telah mengakomodir masukan dari Bappenas. Hasilnya adalah catatan hasil penelaahan, salah satunya penambahan pagu 300 Milyar untuk DJPR. ii) penelaahan RKA K/L Dit. FPRLH, Ditjen Bina Bangda – Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015, yang telah mengakomodasi masukan Bappenas. Salah satunya adalah kegiatan Rakernas BKPRN 2015 yang sudah dicantumkan
14 dengan pagu yang memadai. Selanjutnya, iii) perbaikan narasi RKP 2015. Hasilnya adalah perbaikan terhadap Bab II (penguatan prioritas) pada Buku IV RKP 2015.
2.1.3. Penyusunan Profil Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah
Dalam penyusunan profil, pada Oktober telah dilakukan pengiriman surat permohonan pengisian kuesioner ke daerah. Namun, dengan keterbatasan sumber daya, dan dikarenakan belum adanya tenaga teknik tambahan yang dapat membantu, penyusunan profil ini tertunda. Proses selanjutnya, perlu dilakukan konfirmasi ke daerah agar segera mengisi kuesioner dan mengirimkan hasilnya ke Direktorat TRP.
Target kegiatan ini tidak tercapai di Tahun 2015. Untuk penyelesaian kegiatan ini membutuhkan tenaga teknis tambahan, salah satunya untuk merekap kuesioner dari daerah. Terkait dengan wacana pemantauan dan evaluasi bersama, perlu didudukan dengan isu bahwa Pemerintah Daerah keberatan harus mengisi banyak kuesioner (dari Kementerian PU, dan Kementerian Dalam Negeri). 2.1.4. Penyusunan Pedoman Sinkronisasi Rencana Tata Ruang (RTR) dan Rencana
Pembangunan (RP)
Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini, Direktorat TRP telah melaksanakan kegiatan, antara lain: i) perumusan konsep sinkronisasi, yang diawali dengan rapat bersama Ditjen Bina Bangda – Kemdagri; dilanjutkan dengan ii) melakukan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Bangda – Kemdagri dengan memberikan masukan terhadap kajian serupa yang dilakukan oleh Kemdagri. Dari rapat ini diketahui bahwa kajian yang dilakukan Kemdagri bersifat sempit. Sebagai tindak lanjut, Dit. TRP akan melaksanakan kajian sinkronisasi sesuai arah kebijakan Bappenas pada tahun 2015, dan akan dilakukan pertemuan teknis kegiatan bersama K/L terkait.
2.1.5. Penyusunan Laporan Akhir Tahun
Laporan akhir tahun yang harus disusun yaitu laporan koordinasi perencanaan, dan laporan pemantauan dan evaluasi. Hingga Desember 2014, laporan koordinasi dan laporan evaluasi belum selesai disusun. Sedangkan untuk laporan pemantauan sudah selesai disusun. Direncanakan laporan pemantauan dan evaluasi akan digabungkan menjadi 1 (satu) laporan. Kendala yang menghambat adalah keterbatasan sumberdaya. Pada Desember, sumberdaya dialokasikan untuk pelaksanaan Pra-Musrenbang, Musrenbangnas, Pasca Musrenbangnas, dan penyusunan rancangan akhir RPJMN 2015 – 2019. Seluruh laporan tahunan, ditargetkan harus selesai pada 15 Januari 2015.
2.1.6. Koordinasi Bidang Tata Ruang
Sesuai tugas dan fungsi serta peran dalam keanggotaan BKPRN, Subdit TR rutin melaksanakan koordinasi bidang tata ruang bersama para pihak, selaku anggota pokja I, pokja II, dan pokja III. Kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai anggota pokja I, yaitu: i) proses persetujuan substansi RTRW Provinsi (Provinsi Kalimantan Barat), Kalimantan Utara) dan Kab/Kota (Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Banggai Laut, Mamuju Tengah, Pegunungan Arfak, Mahakam Ulu), dan RRTR (Kawasan Perkotaan Woha, Kota Tarakan); ii) proses pemberian tanggapan RZWP3K (Kabupaten
15 Lombok Tengah); iii) keikutsertaan dalam acara sosialisasi RTR KSN (RTR KSN Danau Toba dan Sekitarnya) dan Perpres RTR Pulau/Kepulauan (RTR Kepulauan Nusa Tenggara).
Dit. TRP memberikan masukan terhadap rancangan terhadap dokumen – dokumen rencana tersebut, dan menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi. Untuk selanjutnya, penyusunan matriks indikasi program perlu menjadi fokus utama karena memiliki implikasi penting pada implementasi kegiatan oleh SKPD.
Selaku pokja II, Dit. TRP turut serta dalam rapat klarifikasi Perda RTRW Provinsi dan Kab/Kota (di Prov. Aceh). Masukan telah disampaikan untuk penyempurnaan Perda, dan proses Qanun Aceh ini masih dibahas lebih lanjut. Hasil rapat pada bulan November adalah Biro Hukum Kemendagri akan merumuskan beberapa aternatif penyelesaian tindak lanjut Qanun beserta payung hukum yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya. Penyelesaian Qanun Aceh perlu pengawasan khusus. Dit. TRP akan menyusun masukan untuk penyempurnaan Perda/Qanun tersebut.
Selaku pokja III, Dit TRP turut hadir dan memberikan masukan terhadap: i) kegiatan revitalisasi kelembagaan Kapet. Masukan disampaikan saat koordinasi dan konsinyering revitalisasi kelembagaan Kapet. Hasilnya adalah akan dilakukan Penambahan Pokja Pelaksana Penataan Ruang KSN Kapet dalam struktur tim pelaksana BKPRN. Ke depan, perlu pendampingan dan penyusunan masukan lanjutan hingga proses finalisasi, serta penyelenggaraan rapat penyampaian hasil kepada anggota BKPRN. ii) kegiatan koordinasi kelembagaan kawasan perbatasan. Masukan disampaikan dalam rapat rencana pembangunan PLBN dan konsinyering pembangunan PLBN. Dit. TRP telah menyusun paparan mengenai peningkatan kapasitas aparatur tata laksana dan kelembagaan penataan ruang kawasan perbatasan angkatan IV. Hasilnya adalah Penataan PLBN Entikong tidak dapat dilaksanakan karena terbentur dengan masalah DPCLS. Oleh karena itu, PLBN Entikong siap dibangun tahun 2015 dengan catatan bila perubahan peruntukkan kawasan hutan DPCLS telah disetujui oleh DPR - RI, dan terdapat beberapa usulan PLBN baru dari Daerah.Untuk itu, perlu koordinasi dengan KKDT untuk persetujuan atau rekomendasi terkait usulan PLBN baru dari Daerah. Ketiga, koordinasi pengembangan kawasan bentang laut lesser sunda. Subdit TR telah menyusun bahan dan briefnotes. iv) Koordinasi penyelesaian RZWP3K. Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu penyusunan paparan Dir TRP dalam Bimtek RZWP3K di Kupang dan Surabaya tentang Penyerasian, Penyelarasan, dan Penyeimbangan RZWP3K dengan RTRW; mengahadiri kegiatan Bimtek RZWP3K di Yogyakarta; menghadiri dan memberikan masukan dalam kegiatan penyusunan protokol RZWP3K, dan fasilitasi penyelarasan implementasi RZWP-3-K.
2.1.7. Workshop Bidang Tata Ruang
Dit. TRP diwakili Subdit TR hadir dalam semiloka kebijakan dan pembangunan kemaritiman nasional. Melalui workshop ini Menko Bidang Kemaritiman RI mengarahkan agar setiap K/L mendukung strategi kemaritiman nasional.
16 2.1.8. TAK Knowledge Sharing Afrika Selatan
Dit. TRP bersama perwakilan di Kantor Kepresidenan Afrika Selatan berbagi pengalaman perencanaan, pemantauan dan evaluasi. Dari diskusi yang dilakukan, disimpulkan bahwa Afrika Selatan memiliki sistem evaluasi yang sangat baik, karena didukung dengan data yang mereka miliki yang selalu diperbaharui setiap 3 bulan. Tindak lanjut ke depan, bahan rapat dapat digunakan sebagai pengayaan materi sistem evaluasi outcome bidang tata ruang yang sedang disusun untuk proyek perubahan Diklatpim III.
2.1.9. Koordinasi Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaaan Nasional (KSPPN)
Dit TRP telah menghadiri dan memberikan masukan dalam rapat koordinasi yang membahas kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan nasional (KSPPN). Rapat dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali, dan 1 kali berbentuk FGD. Hasilnya adalah Raperpres masih perlu disesuaikan dengan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
2.1.10. Narasumber Bidang Tata Ruang
Dit. TRP turut serta sebagai narasumber dalam kegiatan bidang tata ruang. Untuk itu, telah disusun paparan Dir. TRP mengenai agraria dan tata ruang, dan mengenai keterkaitan RTRW dengan pengembangan kawasan pertanian.
2.1.11. Pertemuan dengan Kedutaan Besar Swiss
Dit. TRP diundang dalam pertemuan oleh Kedutaan Besar Swiss. Dalam pertemuan ini dibahas permasalahan Bidang Tata Ruang dan Perkotaan. Kedutaan Besar Swiss memiliki dana yang dapat digunakan untuk kegiatan TRP. Dit. TRP memberikan masukan, dana tersebut diusulkan untuk mendanai: i) pelatihan PPNS dan pemenuhan jumlah PPNS agar RTR dapat diimplementasikan secara maksimal; ii) pemetaan yang belum mencakup seluruh wilayah Indonesia, khususnya untuk peta dasar skala besar; dan iii) sistem informasi yang belum terbangun mulai dari kabupaten/kota sampai dengan tingkat pusat.
2.1.12. Penyusunan Memori Akhir Jabatan
Di akhir tahun 2014, Dit. TRP telah menyusun Memori Akhir Jabatan untuk Bidang Tata Ruang. Memori ini telah disampaikan kepada Menteri PPN/Bappenas.
2.2. SUB DIREKTORAT PERTANAHAN
Subdit Pertanahantelah melaksanakan 6 (enam) kegiatandalam periode Oktober - Desember 2014, antara lain: 1) penyusunan RPJMN 2015 – 2019; 2) koordinasi perencanaan pembangunan Bidang Pertanahan; 3) penyusunan buku profil pertanahan; 4) kajian bank tanah; 5) penyusunan laporan pemantauan dan evaluasi bidang pertanahan tahun 2014; dan 6) koordinasi pelaksanaan kegiatan pertanahan.
17 2.2.1. Penyusunan RPJMN 2015-2019 Bidang Pertanahan
Dalam rangka penyusunan RPJMN, Subdit Pertanahan telah melaksanakan kegiatan, meliputi: a) Rapat kerangka regulasi RPJMN 2015 – 2019 yang telah dilaksanakan pada 31 Oktober 2014, dan trilateral meeting kerangka regulasi RPJMN 2015 – 2019 Bidang Pertanahan. Hasilnya adalah para peserta rapat menyepakati usulan kerangka regulasi yang ditawarkan oleh Dit. TRP. b) Internalisasi visi, misi, dan program prioritas Presiden – Wakil Presiden (Nawacita) ke dalam RPJMN 2015 – 2019; c) Pra trilateral meeting RPJMN 2015 – 2019 (Dit. TRP dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang); d) trilateral meeting RPJMN 2015 – 2019 (Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian ATR). Pencapaian kegiatan tersebut adalah tersusunnya draf pagu indikatof RPJMN 2015 – 2019 kegiatan prioritas, quickwins, dan program lanjutan. Sebelum dilakukan finalisasi RPJMN 2015 – 2019, telah dilakukan koordinasi yang lebih intens karena pagu yang diusulkan BPN dalam renstra melebihi pagu indikatif. e) Finalisasi rancangan RPJMN 2015 – 2019 Bidang Pertanahan. Hasilnya adalah telah dilakukan perbaikan dan finalisasi terhadap rancangan RPJMN 2015 – 2019, baik narasi maupun matriks. Dalam prosesnnya, penyusunan matriks Lintas K/L dalam RPJMN 2015–2019 membutuhkan koordinasi yang lebih, terutama dengan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan. Naskah RPJMN 2015 – 2019 telah difinalisasi dan direncanakan disampaikan oleh Menteri PPN/Bappenas dalam sidang kabinet untuk ditetapkan melalui Peraturan Presiden.
2.2.2. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Pertanahan
Dalam pelaksanaan koordinasi perencanaan pembangunan Bidang Pertanahan, Subdit Pertanahan direncanakan melakukan 2 (dua) kegiatan, yaitu (i) rapat koordinasi pembahasan perubahan IKK Kementerian Agraria dan Tata Ruang Tahun 2015; dan (ii) penyusunan laporan koordinasi perencanaan Bidang Pertanahan. Untuk pembahasan perubahan IKK Kementerian ATR, belum dapat dilakukan pembahasan lebih lanjut. Ini terkendala, Kementerian ATR belum melakukan perubahan IKK sesuai hasil rapat koordinasi sebelumnya, adanya perubahan nomenklatur kementerian, dan padatnya jadwal direktorat TRP. Sementara, untuk laporan koordinasi, Subdit Pertanahan masih dalam proses penyusunan, dan direncanakan selesai pada Januari 2015.
Menindaklanjuti penundaan pembahasan perubahan IKK Kementerian ATR, maka pada Januari 2015, direncanakan akan diselenggarakan rapat perubahan IKK TA 2015 dengan menyesuaikan struktur dan tugas fungsi baru dari Kementerian ATR.
2.2.3. Penyusunan Buku Profil Pertanahan
Buku profil pertanahan disusun untuk: (i) mendokumentasikan isu pertanahan; (ii) menghasilkan basis data dan informasi yang mudah di akses; (iii) menghasilkan isu pertanahan yang terstruktur dan mudah dipahami; dan (iv) sebagai salah satu sumber informasi terpercaya. Penulisan profil dilakukan untuk 34 provinsi di Indonesia dan direncanakan akan selesai pada Bulan Desember 2014. Sebagai rangkaian proses koordinasi penyusunan buku profil pertanahan ini, Subdit Pertanahan telah mengumpulkan data dan informasi, dan mulai menulis profil pertanahan dalam bentuk buku. Sejauh ini, sudah 7 (tujuh) provinsi yang telah memberikan datanya, dan hanya Provinsi Sumatera
18 Selatan yang telah memberikan data lengkap sehingga dapat diolah menjadi draf buku profil pertanahan.
Pencapaian kegiatan ini sudah cukup baik, meskipun tidak mencapai target. Kegiatan ini akan dilanjutkan di tahun 2015 dengan dilakukan pembaharuan data. Selanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian ATR (BPN) dan Kanwil untuk mempercepat pengumpulan data dan informasi.
2.2.4. Penyusunan Kajian Bank Tanah
Untuk lebih mendukung kebijakan baru pertanahan 2015 - 2019, saat ini sedang dilaksanakan kajian bank tanah (land banking). Dalam proses kajian tersebut, telah dilaksanakan 3 (tiga) kegiatan pada periode Oktober - Desember, antara lain: 1) lokakarya pembentukan bank tanah pada 21 Oktober 2014, yang menghasilkan kesepakatan perlunya pembentukan bank tanah. 2) Penyusunan laporan kajian bank tanah. Laporan ini telah selesai disusun dan dicetak. 3) Penyepakatan TOR dan RAB Hibah kajian bank tanah. TOR dan RAB tersebut telah disampaikan kepada Dit. PKPS Bappenas, dan Dit. Perumahan dan Permukiman Bappenas akan tetap melanjutkan kajian dengan fokus yang berbeda.
Hasil kajian bank tanah ini belum sepenuhnya terinformasikan kepada Kementerian ATR (BPN), untuk itu perlu dilaksanakan workshop bersama bank dunia dan internal Kementerian ATR. Selain itu, perlu dilakukan pembahasan mengenai keberlanjutan kajian ini, dengan juga berkoordinasi dengan Dit. PKPS dan Dit. Perumahan dan Permukiman, Bappenas.
2.2.5. Penyusunan Laporan Pemantauan dan Evaluasi Bidang Pertanahan
Hingga Desember 2014, laporan pemantauan telah selesai disusun. Sedangkan, untuk laporan evaluasi Bidang Pertanahan masih dalam proses penyusunan dikarenakan Kementerian ATR (BPN) belum menyampaikan data pencapaian Bidang Pertanahan. Menindaklanjuti ini, Subdit Pertanahan akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR (BPN) untuk meminta data. Direncanakan laporan evaluasi akan selesai pada 15 Januari 2015.
2.2.6. Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pertanahan
Koordinasi perencanaan yang telah dilaksanakan oleh Subdit Pertanahan pada Oktober – Desember 2014, antara lain: 1) pembahasan tanah wakaf; dan 2) pembahasan kendala pembangunan TOL Cikopo – Palimanan. Untuk pembahasan tanah wakaf, hingga saat ini belum teridentifikasi lokasi tanah wakaf untuk pembangunan perumahan, sehingga diperlukan penentuan lokasi tanah wakaf untuk pembangunan perumahan segera. Sedangkan, perihal pembangunan TOL, dalam diskusi diketahui terdapat perbedaan penjelasan antara masyarakat adat Galuh Pakuan dengan pihak Panitia Pembebasan Tanah. Untuk itu, perlu koordinasi lebih lanjut antara pihak perihal permasalahan pembangunan jalan TOL ini.
19 2.3. SUB DIREKTORAT INFORMASI DAN SOSIALISASI
Subdit Informasi dan Sosialisasi (Infosos)telah melaksanakan 8 kegiatan utama dalam periode Oktober - Desember 2014, yaitu: 1)pengelolaan media informasi dan sosialisasi TRP; 2) kajian materi teknis tentang pengarusutamaan PRB ke dalam RTR; 3)manajemen pengetahuan (MP); 4) penerbitan buletin TRP Edisi II Tahun 2014; 5) penerbitan newsletters; 6)penghitungan kienrja (e-performance); 7) pelaksanaan musrenbang regional; dan 8) penyusunan project document RIMBA.
2.3.1. Pengelolaan media informasi dan sosialisasi TRP
Direktorat TRP memiliki 4 media informasi dan sosialisasi elektronik yaitu: 1) portal TRP (tataruangpertanahan.com); 2) situs internet TRP (trp.or.id); 3) milis TRP; dan 4) FB TRP. Pengelolaan media ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap harinya, mulai dari penambahan konten, perbaikan sistem, penambahan menu, dan evaluasi. Umumnya, kendala dalam pengelolaan media ini adalah menurunnya kemampuan server sehingga seluruh media tidak dapat diakses. Berikut evaluasi dari masing-masing media:
A. Portal TRP (tataruangpertanahan.com)
Hingga Desember 2014, telah dilakukan pemutakhiran pada beberapa menu portal dan setiap hari dilakukan penambahan konten, terutama berita kegiatan dan kliping berita. Menu portal dapat dilihat pada Gambar 1. Menu berita berisi berita kegiatan internal dan eksternal Bidang TRP. Menu pustaka berisi beragam jenis tulisan dan di dalam menu majalah, terdiri atas buletin TRP, land, dan majalan bidang TRP lainnya. Menu regulasi berisi peraturan formal yang berlaku seputar tata ruang dan pertanahan di Indonesia. Menu data berisi data dan informasi, baik data dasar, kemajuan status penyelesaian RTRW dan RRTR, serta informasi seputar tata ruang dan pertanahan. Sementara kliping berisi berita dari berbagai media cetak yang membahas seputar tata ruang dan pertanahan.
20
Gambar 1. Menu Portal Tata Ruang dan Pertanahan
Gambar 2. Beranda Portal Tata Ruang dan Pertanahan
Berdasarkan data statistik, hingga Desember 2014, jumlah pengunjung portal TRP terus meningkat, tapi mengalami penurunan pada bulan terakhir (Desember 2014), seperti dapat dilihat pada Gambar 2.5. Jumlah pengunjung terbanyak terjadi pada bulan November 2014, sebanyak 2378 pengunjung. Beranda Berita Kegiatan Pustaka Kebijakan Panduan Buku Disertasi/Thesis Kertas Kerja Majalah Artikel Bahan Tayangan Buklet Leaflet Regulasi Ketetapan MRP UU/ Perpu PP Perpres Inpres Permen/Perkaba n Kepmen/ Kepkaban Perda SNI Data Fakta Data Statistik Status RTRW Prov/Kab/Kota Status RRTR Hari Penting Profil Penataan Ruang Kliping
21 Gambar 3. Perkembangan Jumlah Kunjungan Portal TRP
B. Situs TRP (trp.or.id)
Setiap harinya, Subdit Infosos terus mengelola situs internet TRP. Pengelolaan situs dimulai dari penambahan konten dan evaluasi situs. Konten didalamnya, meliputi: kegiatan internal TRP dan berita seputar tata ruang dan pertanahan dari media cetak dan situs berita. Proses ini dilakukan bertahap dan bersamaan dengan penambahan konten pada portal TRP.
Gambar 4. Beranda Situs Tata Ruang dan Pertanahan
Berdasarkan data statistik, hingga Desember 2014, jumlah pengunjung situs TRP terus meningkat, tapi mengalami penurunan pada 2 (dua) bulan terakhir (November – Desember), seperti dapat dilihat pada Gambar 2.2. Jumlah pengunjung terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2014, sebanyak 519 pengunjung. Anggota milis TRP sebanyak 144 anggota.
Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jumlah Halaman 508 891 775 429 891 2402 2920 4343 5618 6717 5463 Jumlah Pengunjung 361 392 383 346 412 2541 1263 1868 2025 2378 1931 Pengunjung Unik 208 183 196 247 276 847 1090 1593 1606 1980 1623 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 Ju m la h
22 Gambar 5. Perkembangan Jumlah Kunjungan Situs TRP
C. Milis (tata ruang dan pertanahan)
Milis TRP secara berkala diaktifkan melalui penyampaian berita terkini dan informasi penting dan aktual. Hingga saat ini jumlah anggota milis TRP adalah 143 orang. Milis ini mendapatkan respon yang cukup baik dari anggota meskipun tidak secara langsung. Untuk itu, perlu dibangun komunikasi 2 arah dan keterlibatan dari seluruh staf TRP.
D. FB (TRP Bappenas)
FB masih menjadi salah satu media online yang digunakan Dit. TRP. Isinya lebih cenderung informal karena berisi kegiatan keseharian Dit. TRP, seperti acara syukuran dan rapat koordinasi. Seringkali melalui FB juga disampaikan berita hangat seputar tata ruang dan pertanahan untuk membuka forum diskusi. Namun, komunikasi dua arah terhadap komentar dan pertanyaan dalam FB seringkali terbengkalai karena keterbatasan SDM. Teman FB TRP sebanyak 933 teman. 2.3.2. Kajian Materi Teknis Pengarusutamaan PRB ke dalam RTR
Kajian telah selesai pada Mei 2014, dan laporan kajiannya baru selesai di cetak pada Desember 2014. Kendalanya adalah banyak perbaikan yang harus dilakukan saat proses editing dan layouting oleh pihak SCDRR. Laporan telah tercetak sebanyak 100 eksemplar dalam bentuk buku dan 100 softcopy dalam bentuk flashdisk. Sebanyak 30 eksemplar telah dibagikan kepada direktorat mitra K/L di Bappenas terkait bidang TR dan anggota BKPRN. Kajian ini menghasilkan rekomendasi, salah satunya perlunya diselenggarakan rapat Eselon II Anggota BKPRN untuk penyepakatan pengarusutamaan pengurangan risiko bencana ke dalam rencana tata ruang. Selanjutnya, rekomendasi ini akan ditindaklanjuti oleh Sekretariat BKPRN.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jumlah Halaman 237 508 891 775 429 891 927 965 1004 951 713 555 Jumlah Pengunjung 23 119 155 208 149 155 161 168 175 519 420 341 Pengunjung Unik 8 39 41 99 103 107 111 116 121 417 326 236 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 Ju m la h
23 2.3.3. Manajemen pengetahuan (MP)
Kegiatan manajemen pengetahuan yang telah dilaksanakan sepanjang Oktober-Desember 2014, antara lain: a). pengembangan sistem manajemen pengetahuan, yaitu dengan menambah user dari eksternal direktorat TRP dan tukar pikiran dengan Pusat Data dan Informasi–Bappenas mengenai pengembangan sistem manajemen pengetahuan di lingkup Bappenas. Terdapat sedikit perbedaan konsep manajemen pengetahuan yang dikembangkan Pusdatin dan Dit. TRP. Pusdatin lebih mengembangkan sistem aplikasi manajemen pengetahuan (IT), yang menjadi tupoksinya Pusdatin.Ke depan, akan dilakukan penyesuaian K - Map TRP dengan K-Map Bappenas yang disusun oleh Pusdatin. Pada tahap awal, Pusdatin akan berfokus untuk mendukung fungsi perencanaan yang dilakukan oleh Bappenas.
2.3.4. Penyusunan Buletin TRP
Tema yang diangkat dalam Buletin TRP Edisi II Tahun 2014 adalah “pengelolaan ruang untuk ketahanan pangan”. Pada Desember 2014, buletin TRP selesai diedit dan difinalisasi. Pada Januari akan masuk proses pencetakan, dan direncanakan dicetak sebanyak 500 eksemplar. Untuk buletin kali ini, hanya menerbitkan 2 artikel dari 4 narasumber yang direncanakan. Hal ini dikarenakan kesibukan para narasumber sehingga belum menyampaikan artikelnya hingga batas waktu yang ditentukan. Selain itu, agenda TRP yang rutin dipublikasikan dalam buletin, pada edisi kali ini tidak ada, dikarenakan terlambatnya penyepakatan agenda kerja. Selanjutnya, akan dilakukan pencetakan buletin dan akan didistribusikan kepada para pemangku kepentingan Bidang TRP.
Gambar 6. Buletin TRP Edisi II Tahun 2014
2.3.5. Penyusunan Newsletter
Newsletter telah diterbitkan sebanyak 3 (tiga) edisi, yaitu: edisi Oktober, November, dan Desember. Dalam setiap edisi, waktu penerbitan tepat dari waktu yang telah ditetapkan, yaitu minggu II setiap bulan. Rencana selanjutnya adalah penyusunan Newsletter bulan Januari 2015.
24 2.3.6. Pengisian e-Performance Direktorat TRP dan Kedeputian Bidang Pengembangan
Regional dan Otonomi Daerah
Hingga Desember 2014, Subdit Infosos telah menyampaikan hasil realisasi kinerja kegiatan Direktorat TRP Triwulan II dan III melalui e-Performance.Untuk pelaporan hasil realisasi kinerja Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Triwulan III, telah dilaksanakan 1 (satu) kali rapat koordinasi, tapi hingga saat ini belum seluruh direktorat melengkapi datanya sehingga kinerja Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah belum dapat diukur dan dilaporkan. Menindaklanjuti hal tersebut, Subdit Infosos akan menyelenggarakan pertemuan bersama direktorat di lingkup Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah untuk mendorong agar realisasi kinerja Triwulan III dan IV segera dilaporkan, sekaligus mengoordinasikan penyusunan laporan kinerja 2014.
2.3.7. Evaluasi Pelaksanaan e-BKPRN
Pada bulan Desember 2014, telah dilaksanakan evaluasi pelaksanaan eBKPRN selama 4 bulan berjalan. Dalam rapat evaluasi tersebut, Subdit Infosos membantu sekretariat BKPRN untuk meminta masukan perbaikan eBKPRN. Hasilnya adalah penggunaan eBKRPN tidak berjalan optimal dikarenakan kegiatan BKPRN selama ini tidak berdasarkan SOP. Ke depan, akan dilakukan perbaikan sistem eBKPRN, salah satunya perubahan hak akses. Jika hal ini dilakukan maka risikonya adalah perlu dilakukan perubahan SOP BKPRN.
2.3.8. Musrenbang Regional RPJMN 2015 – 2019 untuk Wilayah Sulawesi
Sebagai rangkaian dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional RPJMN 2015 – 2019, telah diselenggarakan Musrenbang Regional untuk Wilayah Sulawesi pada 6 Desember 2015, dan Subdit Infosos menjadi koordinator subtansi. Dalam proses pelaksanaannya, telah dilakukan 3 (tiga) kali rapat koordinasi dan survei awal untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Dit. TRP bersama Direktorat Pengembangan Wilayah (sebagai koordinator utama) telah
Gambar 9. Newsletter Desember 2014 Gambar 8. Newsletter November 2014 Gambar 7. Newsletter Oktober 2014
25 menyusun form jawaban sementara untuk masing – masing sektor sebagai catatan respon terhadap usulan daerah, ringkasan dan notulensi diskusi. Form tersebut digunakan kembali dalam pelaksanaan Musrenbang Regional di 4 (empat) wilayah lainnya. Hasil ringkasan, notulensi, dan dokumen masukan dari daerah telah disampaikan kepada Pusdatin untuk diupload ke dalam server Bappenas agar dapat dipergunakan oleh seluruh sektor.
Secara umum, pelaksanaan Musrenbang Regional di Sulawesi berjalan cukup baik. Meskipun dalam hal – hal yang bersifat teknis, seperti laporan pelaksanaan dari Deputi kepada Menteri, disusun mendadak. Pelaksanaan Musrenbang Regional dirasa mendadak dan tidak ada kesiapan dari Bappenas. Ini terlihat dari tidak adanya koordinator utama dari pelaksanaan Musrenbang Regional ini sehingga koordinasi antarsektor kurang berjalan baik. Ke depan, sebaiknya setiap kegiatan, terutama Musrenbang yang merupakan kegiatan utama Bappenas, harus disusun terlebih dahulu struktur kepanitiannya, sehingga jelas pemegang tanggungjawabnya.
2.3.9. Penyusunan Project Document RIMBA
Kajian Ekonomi Hijau dalam Ekosistem Terpadu Rimba merupakan bagian dari kegiatan harmonisasi dan analisis terhadap UU 26/2007, UU 32/2009, dan UU 25/2004. Di tahun 2014, kajian berada pada tahap penyusunan Project Preparation Grand (PPG) untuk hibah GEF (2017). Hingga akhir 2014, telah dilakukan identifikasi kegiatan K/L yang melaksanakan kegiatan di Ekosistem Terpadu Rimba, review kegiatan yang dilakukan disetiap komponen, rapat koordinasi hasil identifikasi dan sinergitas kegaitan K/L di wilayah koridor Rimba, dan workshop nasional membahas draf logframe setiap komponen. Pada pembahasan draf logframe, Dit. TRP telah banyak memberikan masukan perbaikan. Pelaksanaan penyusunan PPG untuk kegiatan GEF ini lambat, salah satunya dikarenakan Ditjen Bangda-Kemdagri sebagai implementing agency belum optimal dalam pelaksanaan. Untuk itu, ke depan Kemdagri perlu berkomunikasi dengan multipihak yang terkait dengan tiap komponen yang perlu dijalin dan diperbaiki. Keberlanjutan kegiatan ini masih menunggu konfirmasi hasil penyampaian project document oleh UNEP kepada Kemdagri.
2.4. SEKRETARIAT BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG NASIONAL (BKPRN)
Sekretariat BKPRN telah melaksanakan 11 (sebelas) kegiatan dalam periode Oktober - Desember 2014, antara lain: 1) integrasi RZWP3K ke dalam RTRW; 2) pengelolaan ruang udara nasional (PRUN); 3) kilas balik pelaksanaan tugas BKPRN; 4) penyusunan laporan koordinasi strategis BKPRN 2014; 5) percepatan penyusunan RRTR; 6) penyamaan persepsi mengenai reklamasi; 7) evaluasi penggunaan BKPRN; 8) pengenalan smart planning approach; 9) penyelesaian Raperda RTRW Provinsi Kalimantan Selatan 2013–2033; 10) pilot survey penjajakan ekspektasi BKPRN; dan 11) konsinyasi direktorat TRP.
2.4.1 Integrasi RZWP3K ke dalam RTRW
Dalam mendukung kebijakan integrasi RZWP3K ke dalam RTRW, sekretariat BKPRN telah melaksanakan 3 (tiga) kegiatan, yaitu: 1) rapat teknis dengan KKP, pada 10 Oktober 2014, dalam rangka penyusunan protokol intergasi RZWP3K ke dalam RTRW. Hasilnya adalah adanya usulan
26 pembentukan Surat Edara Bersama (SEB) Menteri tentang integrasi RZWP3K ke dalam RTRW, tapi Kementerian PU belum menyepakati pengaturan kecamatan pesisir dan pulau – pulau kecil; 2) pembahasan teknis penyusunan protokol (14, 21, 22 Oktober 2014). Hasilnya adalah telah tersusunnya garis besar muatan protokol integrasi. Dalam prosesnya, kegiatan ini terkendala oleh KKP yang belum memiliki NSPK Pengaturan Pulau–Pulau Kecil, dan Kementerian PU yang belum menyepakati pembentukan tim teknis (Bappenas, KKP, Kemdagri, dan Kementerian PU).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, KKP akan melakukan finalisasi draf SEB dan finalisasi protokol. Setelah itu, sekretariat BKPRN akan menyelenggarakan rapat Eselon II BKPRN (Bappenas, KKP, Kementerian PU, Kemdagri, Kemenko Perekonomian) untuk membahas draf protokol, yang sebelumnya sempat tertunda.
2.4.2 Pengelolaan Ruang Udara Nasional (PRUN)
Dalam proses penyusunan regulasi pengelolaan ruang udara nasional, sekretariat BKRPN telah melaksanakan 4 (empat) kegiatanpada Oktober-Desember 2014, yaitu: 1) konsolidasi internal penyiapan bahan konsinyasi penyusunan RUU PRUN. Hasilnya adalah telah tersusunya matriks daftar inventarisasi pending issues. Namun, dalam konsolidasi tersebut, terkendala Direktorat Pertahanan dan Keamanan yang tidak hadir. 2) konsinyasi penajaman urgensi penyusunan RUU PRUN, pada 6 – 7 Oktober 2014. Hasilnya adalah terpetakannya masalah dan isu sektoral terkait pengelolaan ruang udara nasional, disepakatinya aspek hankam sebagai aspek paling penting dan bentuk kerangka penerapan CBA dalam penyusunan regulasi PRUN. Pada konsinyasi tersebut, Dit. Hankam tidak hadir, dan disampaikan bahwa Dit. Hankam dan Direktorat Analisa Peraturan Perundang–undangan tidak memiliki dana untuk proses inisiasi PRUN ini. 3) konsolidasi teknis inisiasi penyusunan regulasi PRUN yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2014, bersama Dit. Hankam Bappenas dan Kementerian Pertanahan. Dalam konsolidasi tersebut, diketahui bahwa kegiatan PRUN ini terkendala belum adanya konfirmasi pembagian tanggungjawab dan pendaan yang jelas dari internal Bappenas, dan belum adanya alokasi dana di Kementerian Pertahanan untuk tahun 2015.Menindalanjuti hal ini, perlu ada kajian internal oleh Bappenas dan Kementerian Pertahanan mengenai substansi RUU PRUN, dan realokasi dana Kementerian Pertahanan tahun 2015.
Pada Oktober 2014, direncanakan akan dilaksanakan FGD pemetaan isu dan permasalahan PRUN untuk memetakan isu dan permasalahan sektoral. Namun, dikarenakan adanya gagasan peralihan pemrakarsa penyusunan regulasi PRUN, FGD ditunda pelaksanaannya dan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan trilateral meeting internal Bappenas pada 24 November 2014. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan penyusunan regulasi PRUN oleh Kementerian ATR. Selanjutnya, tim internal Bappenas akan menyusun proposal dan format kajian penyusunan regulasi PRUN untuk diserahkan kepada Kementerian ATR.
2.4.3 Kilas Balik Pelaksanaan Tugas BKPRN
Kilas balik pelaksanaan tugas BKPRN disusun dalam rangka peringatan Hari Tata Ruang Nasional Tahun 2014. Untuk itu, sekretariat BKPRN telah menyusun rancangan laporan BKPRN 2009 – 2014
27 kepada Kementerian PU dan Pera pada 4 November 2014. Dalam pengerjaan laporan tersebut, kendala yang menghambat adalah keterbatasan data mengenai kegiatan BKPRN 2009 – 2010. 2.4.4 Penyusunan Laporan Akhir Koordinasi Strategis BKPRN 2014
Menutup akhir tahun 2014, sekretariat BKRPN telah menyusun rancangan laporan akhir kegiatan koordinasi strategis BKPRN tahun 2014. Saat ini laporan tersebut masih dalam proses finalisasi dan akan selesai pada 15 Januari 2015.
2.4.5 Percepatan Penyusunan RRTR
Dalam rangka mendukung percepatan penyusunan RRTR, pada 26 November 2014, sekretariat BKPRN telah memperoleh data prioritas penyediaan peta 2015 – 2019 dari Kementerian PU, dan usulan kriteria prioritas penyediaan peta skala besar tahun 2015. Namun dalam prosesnya, kegiatan ini terkendala oleh terlambatnya roadmap percepatan penyusunan RRTR, yang baru disampaikan Kementerian PU pada 28 November 2014. Selanjutnya, akan disampaikan data prioritas penyediaan peta 2015 – 2019 dari Direktur TRP kepada Badan Informasi Geospasial.
2.4.6 Penyamaan Persepsi mengenai Reklamasi
Dalam rangka penyamaan persepsi mengenai reklamasi, sekretariat BKPRN telah menyelenggarakan workshop mengenai reklamasi dan pengenalan Geopark dan Tata Ruang. Dalam workshop tersebut, narasumber/pemateri mengenai reklamasi tidak hadir sehingga pemahaman mengenai ketentuan reklamasi, tidak tercapai.
2.4.7 Evaluasi Penggunaan BKPRN
Setelah dilakukan sosialisasi e-BKPRN dan ujicoba pelaksanaan selama 4 (empat) bulan, yakni Agustus – November, sekretariat BKPRN melaksanakan evaluasi e-BKPRN pada bulan Desember 2014. Rapat pembahasan evaluasi dilaksanakan pada 15 Desember 2014 dan dihadiri oleh Pokja 2 dan 3 BKPRN. Ketidakhadiran focal point dalam Pokja 1 dan 4, menjadikan hasil evaluasi tersebut kurang maksimal. Menindaklanjuti hasil evaluasi, perlu dilakukan perbaikan sistem e-BKPRN sesuai hasil dan rekomendasi evaluasi.
28 Gambar 8 Beranda e-BKPRN
2.4.8 Pengenalan Smart Planning Approach
Bekerjasama dengan Dana Mitra Lingkungan (DML), sekretariat BKRPN mengadakan workshop pengenalan smart planing approach dan keterkaitannya dengan penataan ruang. Workshop ini dilaksanakan pada 27 November 2014. Namun, dalam prosesnya terkendala koordinasi dengan pihak DML yang kurang optimal. Ke depan, DML akan menjajaki agenda selanjutnya.
2.4.9 Penyelesaian Raperda RTRW Provinsi Kalimantan Selatan 2013 – 2033
Dalam rangka penyelesaian Raperda RTRW Provinsi Kalimantan Selatan 2013 – 2033, sekretariat BKPRN memfasilitasi upaya penyepakatan percepatan RTRW tersebut. Hasilnya adalah disepakati bahwa penggambaran pola ruang kehutanan menggunakan outline sesuai dengan PP 8/2013, dan usulan penyelesaian dilakukan melalui revisi PP No 60 Tahun 2010. Menindaklanjuti hasil tersebut, ke depan, akan dilakukan harmonisasi peta oleh BIG; pengecekan kembali luasan lahan baik terhadap permasalahan eksisting maupun usulan pengembangan yang dikoordinasikan oleh BPKH V; serta identifikasi proses perolehan izin beserta rezim kebijakan yang berlaku pada waktu izin diberikan oleh Pemda Prov. Kalsel.
2.4.10 Pilot Survey Penjajakan Ekspektasi BKPRN
Pada 23 Desember 2014, sekretariat BKPRN telah melaksanakan FGD penjajakan ekspektasi BKPRN dengan pilot survey adalah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui FGD tersebut, diharapkan akan diperoleh gambaran ekspektasi fungsi kelembagaan BKPRN mendatang dalam perspektif Pemerintah Daerah. hasilnya adalah dapat disimpulkan bahwa forum BKPRN masih diperlukan, terutama dlam mengkoordinasikan proses perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfataan ruang yang bersifat multisektor. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sekretariat BKPRN akan mengadakan FGD tingkat Eselon II BKPRN dengan mengundang beberapa daerah lainnya.
2.4.11 Konsinyasi Direktorat TRP
Pada akhir Desember 2014, direncanakan akan dilaksanakan kosinyasi direktorat BKPRN perihal evaluasi kegiatan tahun 2014 dan penyusunan rencana kerja 2015, yang difasilitasi oleh sekretariat
29 BKPRN. Namun, dalam pelaksanaannya, konsinyasi tersebut tertunda dikarenakan bersinggungan dengan proses persiapan dan pelaksanaan Musrenbangnas. Maka itu, konsinyasi baru akan dilaksanakan pada Minggu II Januari 2015.
2.5. SEKRETARIAT REFORMA AGRARIA NASIONAL (RAN)
Sekretariat RAN telah melaksanakan 6 (enam) kegiatan utama dalam periode Juli – September 2014, antara lain: 1) pelaporan; 2) kegiatan koordinasi lintas sektor dan daerah: sertipikasi tanah transmigrasi; 3) kegiatan koordinasi lintas sektor dan daerah: Program Agraria Daerah (PRODA); 4) kebijakan redistribusi tanah dan reforma akses; 5) kebijakan sistem pendaftaran tanah publikasi positif; dan 6) kebijakan SDM bidang pertanahan.
2.5.1 Kebijakan Sistem Pendaftaran Tanah Publikasi Positif
Dalam mendukung kebijakan sistem pendaftaran tanah publikasi positif, sekretariat RAN melaksanakan kegiatan pembaharuan peta dasar pertanahan dan cakupan bidang tanah bersertipikat, serta koordinasi tata batas hutan. Sekretariat RAN telah melaksanakan rapat koordinasi penyepakatan dan penandatanganan cakupan peta dasar dan wilayah bersertipikat. Namun, dalam pelaksanakannya, belum ada kesepakatan dan penantanganan terkait hal tersebut. Kendalanya adalah untuk cakupan peta dasar masih menunggu persetujuan pimpinan yang sedang cuti, sedangkan untuk cakupan wilayah bersertipikat, Pusdatin masih melakukan koordinasi untuk penandatanganan dan apabila dibutuhkan Bappenas akan turut hadir untuk menjadi narasumber. Sementara, untuk koordinasi tata batas kawan hutan TA 2015, rencana pelaksanaan pilot project tata batas kawasan hutan tidak disepakati. Hal ini terkendala oleh Kementerian Kehutanan yang memiliki pandangan bahwa kegiatan ini sama dengan kegiatan yang diatur dan akan dilakukan berdasarkan Peraturan Bersama 4 Menteri dan NKB dengan KPK, serta adanya perubahan struktur Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menindaklanjuti ini, sekretariat RAN akan melanjutkan koordinasi penandatanganan cakupan peta dasar dan cakupan wilayah bersertipikat pada Minggu I Januari 2015, serta koordinasi tata batas kawasan hutan tingkat Eselon I, setelah struktur Kementerian ATR dan Kementerian LHK terbentuk. 2.5.2 Kegiatan Koordinasi Lintas Sektor dan Daerah: Program Agraria Daerah (PRODA)
Provinsi Kalimantan Timur
Hingga Desember 2014, telah dilaksanakan monitoring pelaksanaan kegiatan pra - sertipikasi di Provinsi Kalimantan Timur. Hasilnya adalah disepakatinya target sertipikasi PRODA tahun 2015 yang telah dirinci by name by address, sehingga penerima manfaat jelas dan sip untuk disertipikasi oleh BPN pada tahun 2015. Selanjutnya, di tahun 2015 akan dilaksanakan monitoring pelaksanaan sertipikasi PRODA tahun 2015, serta penyiapan sertipikasi PRODA untuk tahun 2016 di Provinsi Kalimantan Timur.
30 2.5.3 Kebijakan Redistribusi Tanah dan Reforma Akses
Dalam mendukung kebijakan redistribusi tanah dan reforma akses, sekretariat RAN telah melaksanakan 2 (dua) kegiatan, yaitu: 1) rapat koordinasi pengambilan data dan informasi koordinasi lokasi Provinsi Jawa Tengah dan Prov. Bangka Belitung; dan 2) penyusunan pedoman pelaksanaan pilot project reforma akses. Hasilnya adalah masing – masing SKPD dan BPN telah memberikan data by name by address, tetapi Bappeda belum mampu mengkompilasi data tersebut ke dalam tabel koordinasi lokasi. Sedangkan untuk draf pedoman, sekretariat RAN telah menyusun draf pedoman pelaksanaan pilot project, tapi masih harus dilengkapi dengan hasil koordinasi dengan Bappeda dan Kanwil, serta Dinas Provinsi Jawa Tengah dan Prov. Bangka Belitung.
Sebagai tindak lanjut, sekretariat RAN akan menyusun laporan khusus untuk pelaksanaan pilot project reforma agraria, dan mengadakan koordinasi dengan BPN dan K/L untuk menindaklanjuti pelaksanaan pilot project reforma agraria tahun anggaran 2014. Selain itu, akan dilakukan finalisasi draf pedoman reforma agraria berdasarkan capaian dan hambatan koordinasi lokasi antara BPN, Bappeda, dan Dinas Provinsi
2.5.4 Kebijakan SDM Bidang Pertanahan
Dalam proses penyusunan kebijakan SDM Bidang Pertanahan, sekretariat RAN telah melaksanakan rapat koordinasi penyepakatan mekanisme pemenehuan SDM Bidang Pertanahan. Namun, mekanisme tersebut belum disepakati karena Kementerian PAN - RB serta Kementerian ATR/BPN tidak hadir dalam rapat koordinasi yang telah dijadwalkan. Untuk itu, sekretariat RAN akan mengagendakan ulang penyepakatan mekanisme tersebut setelah pembentukan struktur Kementerian ATR
2.5.5 Kegiatan Koordinasi Lintas Sektor dan Daerah: Sertipikasi Tanah Transmigrasi Dalam pelaksanaan kegiatan koordinasi lintas sektor dan daerah untuk sertipikasi tanah transmigrasi, sekretariat RAN direncanakan mengadakan rapat koordinasi pemetaan permasalahan transmigrasi. Rapat tersebut belum dapat terlaksana karena terkendala jadwal direktorat yang padat. Untuk itu, akan diagendakan kembali rapat koordinasi tahun 2015.
2.5.6 Penerbitan Majalah Agraria Indonesia
Menutup akhir tahun 2014, sekretariat RAN telah berhasil menerbitkan Majalah Agraria Indonesia (MAI) Edisi I tahun 2014. Majalah tersebut telah terceak dan disebarluaskan kepada Pemerintah Daerah pada kegiatan Musrenbang Regional 2014. Selanjutnya, di tahun 2015, akan diterbitkan kembali MAI Edisi II.
2.5.7 Penyusunan Laporan Akhir Pelaksanaan Koordinasi Strategis Reforma Agraria Nasional
Laporan akhir pelaksanaan kegiatan koordinasi strategis Reforma Agraria Nasonal yang ditargetkan selesai pada Desember 2014, belum selesai disusun. Terkendala beberapa kegiatan yang masih
31 berjalan sehingga hasilnya belum dapat diketahui/dilaporkan. Untuk itu, akan dilakukan penyelesaian laporan pada minggu II Januari 2015, setelah itu akan diadakan workshop laporan akhir koordinasi strategis reforma agraria nasional.
32
III. EVALUASI ANGGARAN
Memasuki Triwulan IV (Oktober – Desember 2014), kinerja penyerapan anggaran Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan selama 3 bulan terakhir tersebut telah mencapai 99 persen atau sebesar Rp 3.968.759.335,- hampir mencapai target yang diinginkan yaitu 100 persen. Dimana realisasi anggaran yang diserap pada bulan Oktober 2014 sebesar 77 persen dengan penambahan realisasi anggaran sebesar Rp 304.248.278,-, dan di November realisasi penyerapan sebesar menjadi 83 persen dengan penambahan realisasi anggaran sebesar Rp. 305.490.838,-. Total realisasi penyerapan anggaran Direktorat TRP sampai Desember ini bersumber dari: (1) Dana TUP mencapaisebesar Rp 1.939.440.975,- , (2) LS mencapai sebesar Rp 1.539.258.310,- dan (3) UP mencapai sebesar Rp 490.060.050,-
Pencapaian realisasi sebesar 99 persen tersebut diatas, diperoleh dari kontribusi realisasi anggaran yang dicapai oleh masing-masing kegiatan sampai dengan Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Kajian Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 Bidang Tata Ruang dan Pertanahan sebesar Rp 559.227.300,- atau sekitar 100 persen; Pelaksanaan Penyusunan Rencana Pembangunan Bidang Penyelenggaraan Penataan Ruang
dan Reforma Agraria sebesar Rp 79.413.375,- atau sekitar 100 persen;
Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Bidang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan Reforma Agraria sebesar Rp 49.252.075,- atau sekitar 100 persen;
Knowledge Management Bidang Tata Ruang dan Pertanahan sebesar Rp 124.568.350,- atau sekitar 99 persen;
Koordinasi Sekretariat BKPRN sebesar Rp 2.055.394.835,- atau sekitar 100 persen;
Koordinasi Strategis Reforma Agraria Nasional sebesar Rp 1.043.886.900,- atau sekitar 96 persen.
Realisasi penyerapan anggaran dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2014 dan rencana penyerapan anggaran Direktorat TRP sampai dengan akhir tahun 2014, dapat dilihat pada Gambar 12 dibawah ini.
33 Gambar 9. Relisasi Penyerapan Anggaran Periode Januari – Desember 2014
Secara keseluruhan pencapaian kegiatan di Direktorat TRP telah dilaksanakan dengan baik dimana setiap kegiatan dalam menyusun rencana dan target kegiatan menyesuaikan ketersediaan alokasi anggaran dan jadwal penarikan anggaran yang ditetapkan. Namun demikian dalam pelaksanaannya, masih terdapat kegiatan yang diluar rencana yang mengganggu akan ketersediaan anggaran yang seharusnya dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Oleh karenanya, diperlukan perubahan atau penyesuaian kembali dalam perencanaan kas yang ada.
Untuk mendukung kegiatan yang sudah ditetapkan, Pengelolaan anggaran di Direktorat TRP telah menggunakan perbandingan pengukuran kinerja dari setiap kegiatan dengan penggunaan anggaran sebagai bagian akuntabilitas pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan kegiatan dan anggaran. Pengukuran hasil kegiatan yang terkait dengan pencapaian dari penggunaan anggaran ini merupakan salah satu pertanggungjawaban akuntabilitas keuangan direktorat dan sebagai evaluasi untuk pelaksanaan anggaran pada tahun berikutnya. Berikut adalah gambaran pencapaian anggaran yang dikaitkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Tabel 2 Pencapaian Anggaran dengan Indikator Kinerja Utama (IKU)
No Kegiatan Nama IKU Pagu (juta rupiah) Realisasi (juta rupiah) Sisa anggaran (juta rupiah) Pencapaian (target) (%) Ket. IKU Anggaran 1. Kajian Penyusunan RPJMN 2015 -2019 Bidang TRP 1 560 559,2 0,7 100% 100% Sesuai 2. Koordinasi Penyusunan Rencana Bidang PR dan RA 2,3,4 79,4 79,4 - 100% 100% Sesuai 5 11 19,5 26 30 42,5 46 56 68,5 79 90 100 1 3 12 15 24 38 40 42 59 77 83 99 0 20 40 60 80 100 120 % Rencana % Realisasi
34
No Kegiatan Nama IKU Pagu (juta rupiah) Realisasi (juta rupiah) Sisa anggaran (juta rupiah) Pencapaian (target) (%) Ket. IKU Anggaran 3. Pemantauan dan Evaluasi PR dan RA 6 106,5 106,3 0,2 100% 100% Sesuai 4. Knowledge Management TRP 5 125,3 124,6 0,7 100% 99% Kurang 1% dari target IKU 5. Koordinasi Sekretariat BKPRN 7, 8 2.058,5 2.055,4 3,1 50% 100% (*) % Ang Keg > % target IKU 6. Koordinasi Srategis Reforma Agraria Nasional 5 1.090 1.043,9 54,5 100% 96% % Ang keg < % target IKU TOTAL 4.019,6 3.968,7 50,9 100% 99% Kurang 1 % dari % target IKU
Catatan (*) : pencapaian Anggaran memberikan kontribusi untuk kegiatan operasional Direktorat di bidang Tata Ruang. Berdasarkan kontribusi dari anggaran dan adanya pengukuran indikator kinerja tersebut diatas, dapat dilihat bahwa penggunaan anggaran direktorat TRP TA 2014 sudah sesuai dengan target dan indikator yang digunakan. Untuk kegiatan BKPRN memang anggaran yang digunakan 100% persen jika dibandingkan dengan target pencapaiannya hanya 50 persen. Hal ini dikarenakan adanya sebagian anggaran yang ada di kegiatan sekretariat BKPRN mendukung kegiatan direktorat TRP secara operasional. Sedangkan anggaran yang ada di koordinasi strategis RAN, dimana pencapaian anggaran hanya 96 persen dibandingkan dengan target yang ditetapkan 100 persen, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu dalam melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan. Menjelang akhir Tahun Anggaran 2014, ada beberapa kegiatan Prioritas dari Kementerian PPN/Bappenas diantaranya:
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Nasional dalam rangka Penyusunan Rancangan Akhir RPJMN 2015 -2019 (Musrenbang RPJMN 2015 -2019)
Finalisasi Penyusunan RPJMN 2014
Penelaahan Rancangan Teknokratik Renstra K/L
Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Perencana Pemerintah Pusat dan Daerah
Selain mendukung kegiatan yang menjadi prioritas tersebut diatas, Kementerian PPN/Bappenas juga telah menerapkan adanay beberapa hal terkait dengan pengendalian belanja dalam mata anggaran kegiatan diantaranya (a) dimana untuk meningkatkan kualitas dan sekaligus mengurangi pelaksanaan keigatan Seminar/Workshop/rapat-rapat koordinasi, termasuk efisiensi pelaksanaan kegiatan di luar kantor, (b) mengurangi dan membatasi perjalanan dinas dan rapat diluar kantor dan belanja bahan, serta (c) memanfaatkan produk dalam negeri dalam pelaksanaan kegiatan (optimalkan produk dengan kandungan lokal yang tinggi, makanan lokal dan sebagainya.