Belanja di Supermarket

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Belanja di Supermarket

Langkah Awal

Kalau di negara Anda, atau di negara lain yang Anda ketahui, apa yang biasanya menjadi lam-bang status? ―What do you know of status symbols in a country that you know?

Kosa Kata Pak Bei 7

1 antar, meng- to bring s.o. to a destination.

yuk, ayo J let’s, come on. Ayo is normally used in initial

position or as a stand alone

apa-apa things, anything

sendiri oneself; bayar ~ pay yourself

2 begini like this

biar let, permit. Mbok ~ let it be

pamer, mem-kan show off

3 titip, men-kan entrust s.t to s.o for a short period of time

silakan please, go ahead

4 lepas, me-kan take off, remove

prasangka, ber- prejudice, ber~ to have prejudice

buruk bad, negative

5 atur, per-an regulation, rule

6 tapi but; ~2an buts

apa boleh buat? what can one do?

(2)
(3)

Kegiatan 2

―Menyimak

(4)

Latihan 1

―Pemahaman

Jawablah pertanyaan berikut:

1. Bu Bei minta diantar Pak Bei pergi ke supermarket, benar atau salah? B / S 2. Pak Bei setuju ikut dengan Bu Bei tapi ada syaratnya. Apa syaratnya?

... 3. Pak Bei memakai jaket baru supaya bisa dilihat orang, benar atau salah?

... 4. Apa saja yang harus dititipkan di supermarket?

... 5. Prasangka buruk apa yang mungkin ada di pikiran petugas supermarket?

... 6. Mengapa petugas menyuruh Pak Bei menitipkan jaketnya?

... 7. Mengapa Pak Bei tidak mau melepaskan jaketnya?

... 8. Kata apa yang Pak Bei pakai yang sama artinya dengan “whatever”?

... 9. Menurut Anda apa yang akan terjadi selanjutnya?

...

Bacaan

―Tempat Penitipan Barang

Tempat Penitipan Barang

ada hari Rabu minggu yang lalu, saya bersama tiga orang teman pergi ke sebuah pasar

swalayan. Seperti biasa, saya selalu menitipkan tas dan jaket saya di tempat penitipan

barang karena hal ini harus dilakukan. Setelah itu saya masuk ke pasar swalayan dan mulai

berbelanja.

P

Ketika sedang melihat-lihat barang di bagian elektronik, tiba-tiba saya ingat bahwa hp saya

tertinggal di tas. Karena khawatir saya langsung kembali ke tempat penitipan barang untuk

mengambil hp tersebut. Ketika saya membuka tas, hp saya sudah tidak ada lagi. Kemudian

saya bertanya kepada petugas yang menjaga tempat penitipan itu, dia tidak banyak

mem-bantu. Sebaliknya dia malah menyalahkan saya karena meninggalkan hp saya di tas. Dia

juga mengatakan bahwa barang yang hilang bukan tanggung jawab mereka.

Saya menjadi sangat marah. Baru setelah itu petugas mau membantu mencari hp saya di

tempat penyimpanan mereka. Singkat cerita, hp saya akhirnya ditemukan. Ternyata hp itu

terjatuh dari tas saya dan tertindih tas-tas yang lain. Dia mengembalikan hp saya. Saya

langsung mengambilnya, berterima kasih dan kembali masuk ke dalam toko tersebut.

(5)

Kosa Kata

titip, pen-an place for storing something temporarily

1 pasar swalayan supermarket

titip, men-kan to leave something with someone for a short while

tas bag

hal matter

2 tinggal, ter- accidentally left behind

khawatir to be afraid

tersebut aforementioned

tugas, pe- officer in charge; clerk on duty

jaga, men- to guard; watch over

balik, se-nya on the contrary

malah even

salah, meny-kan to blame someone

tinggal, men-kan to leave something behind

tanggung jawab responsibility

3 simpan, peny-an storage

singkat short

singkat cerita in short, to cut it short

jatuh, ter- to fall (accidentally)

tindih,

ter-Catatan Budaya

―Menitip

Menitip, derived from titip, is a difficult word as it does not translate easily. Menitip or menitip-kan (the addition of -menitip-kan is optional and does not change the meaning) means “to entrust some-thing to someone for a short time.” A titipan is “somesome-thing that has been entrusted to someone”. A penitipan, also tempat penitipan is “a place where you entrust something for a short time”. A Tempat Penitipan Anak-Anak is a crèche, nursery school, or preschool.

Let’s say you are in a car with a few people and it is raining hard. You need to jump out of the car to meet a friend for a minute in a cafe. As you were reading in the car, but you don’t want your book to get wet, you give it to someone who stays in the car. While passing your book to that per-son, you say: “Boleh saya menitipkan buku saya sebentar?”

Another example: Anto and Irwan live in Jakarta. Rudi is about to travel to Bandung where Anto’s mother lives. Anto bought a new cellphone for his mother:

Anto: Rud, kamu ke Bandung besok, kan? Rudi: Iya, kenapa, Ton?

Anto: Boleh nitip HP buat ibuku di Bandung? Rudi: Ya, tentu saja boleh.

So Anto gives his cellphone (HP) to Rudi and the next day he arrives in Bandung: Rudi Bu, ini ada titipan dari Anto.

Ibu Oh, terima kasih banyak, Rudi.

Translating a sentence containing a form of titip requires a great deal of flexibility. Boleh nitip HP buat ibuku di Bandung?

(6)

Bu, ini ada titipan dari Anto. Mom, this is (a gift) from Anto.

Endi, pedagang ikan di Pasar Celancang, biasanya berangkat dari rumah pukul 05.00. Setibanya di pasar, Endi segera mengambil meja berjualannya yang ia titipkan di tempat penitipan khusus.

Endi, a fish monger at Celancang market, Leaves his house at 5:00. As soon as he arrives at the market, he heads straight to a special storage area where his stand is kept.

Anak yang berumur 3-6 tahun boleh dititip mulai jam 7.00 hingga jam 16.00. Children between 3 and 6 years can be left between 7:00 and 16:00.

Latihan 2

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Peristiwa apa yang terjadi dalam artikel di atas?

2. Mengapa dia menitipkan tasnya di tempat penitipan barang? 3. Apa yang terjadi ketika dia sedang berada di bagian elektronik? 4. Apa yang hilang?

5. Bagaimana tanggapan petugas penitipan barang? 6. Apakah barang yang hilang tersebut dapat ditemukan?

7. Jika Anda adalah penulis artikel ini, apa yang akan Anda lakukan?

Kegiatan 3

―Lambang Status

Langkah 1: Topik

Pikirlah pada waktu Anda masih di sekolah. Apakah lambang status pada waktu itu? 1. Sebuah pakaian

2. Sebuah mainan

3. Semacam hobi atau olahraga 4. Tempat berkumpul

5. Lain-lain: _______________ Langkah 2: Persiapan

Buatlah garis besar cerita Anda. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Apa yang menjadi lambang status waktu Anda bersekolah?

... ... 2. Di mana dan tahun berapa itu?

... ...

(7)

3. Bagaimana lambang status itu dapat diperoleh?

... ... 4. Siapa saja yang memiliki status, dan mengapa?

... ... 5. Apakah Anda memperoleh status waktu itu? Bagaimana caranya?

... ... Langkah 3: Latihan

Tutup catatan Anda dan latihlah menceritakan cerita Anda dalam hati. Langkah 4: Cerita

Sampaikan cerita Anda kepada teman di sebelah Anda.

Kegiatan 4

―Tata Bahasa

The main difference between di- and ter- verbs are that the latter are stative. Besides being stative, ter- verbs can also be accidental or abilitative. Abilitative ter- verbs are relatively rare.

Ter- verbs can best be contrasted with passive di- verbs: Rumah Makmur dibakar.

Although there is no agent in this sentence, it is still implied that the house was deliberately burned down by someone. This contrasts with the following sentence:

Rumah Makmur terbakar.

This is one of the many instances where, depending on the context, the ter- verb can either be stative or accidental. As a stative verb it just simply states the fact that the house burned down, while as an accidental verb it states that the fire was caused by an accident, clearly excluding ar-son.

1. Stative verbs

All stative ter- verbs correspond to di-verbs which describe the action, whereas ter- verbs de-scribe the state. In a sense one can say that di- occurs before ter-. The action occurs before the state caused by the action:

Jendelanya dibuka.

The windows were opened.

All di- verbs can take an agent: Jendelanya dibuka oleh ibu.

The di- verb describes the action, whereas the ter- verb describes the result of the action: Ketika kami pulang, semua jendela terbuka.

When we returned all windows were open.

What is emphasised here is that the windows were in a state of being open, and there is no emphasis on the action or the agent performing the action.

(8)

2. Accidental ter- verbs

While English does not contrast deliberate and accidental action, Indonesian does. The sen-tences "His bag was left in the library" can be translated either as “Tasnya ditinggalkan di perpus-takaan” or “Tasnya tertinggal di perpusperpus-takaan” depending on whether the bag was left there in-tentionally or accidentally. Only the first sentence can have an agent (ditinggalkannya). Ter- verbs loose all suffixes such as -kan, and -i.

3. Abilitative ter- verbs

These differ from stative and accidental ter- verbs in that they can take an agent, which has to be preceded by oleh. These verbs indicated that the agent (whether stated or not) has the ability to form the action. In most cases abilitative ter- verbs occur in the negative where often prefer-ence is given to tak instead of tidak:

Kotak ini terlalu berat. Tak terangkat oleh saya. The box is too heavy. I cannot lift it up.

Now open slideshow ter-.pptx or ter-.key. You will find exercises on ter-verbs in Pak Bei 11.

Pekerjaan Rumah

Wawancarai seseorang mengenai pendapat orang tersebut tentang status sosial di negara Anda. Wawancara boleh dilakukan dalam bahasa Inggris. Kemudian membuat laporan dari wa-wancara tersebut secara tertulis dalam bahasa Indonesia. Ikutsertakan informasi berikut:

1. Siapa yang Anda wawancarai?

2. Mengapa Anda memilih orang tersebut? 3. Apa arti status sosial bagi Anda?

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :