• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kewenangan Klinik PK (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kewenangan Klinik PK (1)"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

PERAWAT KLINIK ( PK )

1. KOMPETENSI

NO PERSYARATAN PK ( PERAWAT KLINIK )

0

I

II

III

IV

V

1 PENDIDIKAN D3 NERS SPK D3 D4 S1 NERS D3 D4 S1 NERS D3 D4 S1 NERS S2 NERS S2 NERS S2 S3

2 PENGALAMAN KERJA TAHUN0 TAHUN> 15 1 TAHUN 6 BULA N 5 TAHUN 3 TAHU N 9 TAHUN 6 TAHU N 1 TAHU N 9 TAHU N 2 TAHU N 13 TAHU N 4 TAHU N 1 TAHU N 3 SERTIFIKASI  

4 KHUSUSSYARAT Spesialis 1 Spesialis 1 Spesialis 1

Ners Spesi

alis Konsu

(2)

1. Ruangan / Poliklinik Penyakit Dalam

2. Ruangan / Poliklinik Penyakit Bedah

3. Ruangan / Poliklinik Penyakit Jantung

4. Ruangan / Poliklinik Penyakit Paru

5. Ruangan / Poliklinik THT 6. Ruangan / Poliklinik Mata 7. Ruangan / Poliklinik Neurologi 8. Ruangan Medical Check Up 9. Ruangan Paviliun

10.

B. Keperawatan Anak

1. Ruangan / Poliklinik Anak 2. Ruangan Perinatologi

3. Poliklinik Tumbuh Kembang Anak

1. Ruang Instalasi Gawat Darurat 2. Ruang One Day Care

11.

D. Keperawatan Kamar Bedah

1. Kamar Operasi Bedah Sentral 2. Kamar Operasi Emergency 12.

E. Keperawatan Ginjal Intensive (Hemodialisis) 1. Ruang Hemodialisis 13. F. Keperawatan Kritis 1. Ruang ICU 2. Ruang ICCU 3. Ruang HCU 4. Ruang PICU/NICU 14. 15.

(3)

3. KEWENANGAN KLINIK

A.

KEPERAWATAN MEDICAL BEDAH

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I )

16.

N 17. TANKEGIA 18. KEWENANGAN KLINIK

19. 1

20.Melakukan

Pengkajian  Membantu PK II mengumpulkan data dasarpengkajian keperawatan 21.

2

22.Melakukan Analisis Data 

Membantu PK II melakukan analisis data dasar keperawatan 23. 3 24.Menyusuan rencana asuhan keperawatan

 Membantu PK II menyusun rencana asuhan keperawatan 25. 4 26.Melakukan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Menerima pasien baru

 Mengganti alat tenun dengan atau tanpa pasien di atasnya

 Melakukan pencegahan resiko infeksi

 Menyiapkan alat untuk perawatan luka

 Melakukan perawatan GIPS

 Melakukan perawatan kateter

 Melakukan tindakan pencegahan pasien jatuh

 Memfasilitasi pasien makan/minum per oral

 Membantu pasien untuk ambulasi

 Melakukan pemberian oksigenasi dengan nasal kanule, simple mask, rebrethingmask

 Memberikan bantuan pernafasan dengan Bag Valve Mask

 Mengganti botol WSD

 Melakukan bebat mata

 Melakukan pemberian nutrisi enternal

 Melakukan BHD

 Membantu memasang bidai pada tungkai

 Melakukan perawatan luka kecil

 Melakukan transfer pasien pada kondisi stabil level 0 dan I

 Melakukan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal

 Melakukan perawatan decubitus

 Menghitung balance cairan

 Melatih batuk efektif

 Melakukan huknah tinggi/rendah

 Mengganti balutan mata tanpa penyulit

 Membantu pasien menggunakan pakaian yang mendukung kenyamanan pasien

 Menfasilitasi pasien eliminasi

 Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat pasien

 Melakukan personal hygine (memandikan pasien, vulva hygine, menyikat gigi/membersihkan mulut, mencuci rambut, menggunting kuku)

 Memberikan kompres hangat/dingin

 Melakukan massage pada area tubuh yang tertekan

(4)

 Mengukur lingkar perut

 Melakukan tindakan Keperawatan pre dan post operasi

 Mengganti alat tenun tanpa/dengan pasien di atasnya

 Menimbang berat badan

 Mengukur tinggi badan

 Mengukur lingkar lengan

 Mengatur posisi tubuh pasien (posisi fowler, sym, trendelenburg, dorsal, recumbent, litotomie)

 Mengukur tanda-tanda vital

 Memasang kondom kateter

 Memasang buli-buli panas

 Melakukan manajemen nyeri ringan dan sedang

 Mendokumentasikan tanda-tanda vital pada form kurve harian

 Memfasilitasi pasien mobilisasi dari tempat tidur ke brankard/kursi roda dan sebaliknya

 Menyiapkan pasien pulang

 Memasang OPA

 Melakukan section oropharing

 Memberikan cairan per parenteral

 Melakukan sadapan EKG 12 lead 27. 5 28.Melakukan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Memasang infus pada dewasa tanpa penyulit

 Melakukan Af infus

 Menyiapkan pemasangan tube feeding

 Melakukan Af NGT

 Memberikan obat oral, sublingual

 Memberikan obat secara IM, IV, IC, SC

 Memberikan obat tetes mata, hidung

 Memberika obat suppositoria

 Memberikan obat melalui kulit/topical

 Melakukan nebulizer

 Melakukan irigasi mata

 Mengambil sampel laboratorium (darah rutin, GDS, Urine, Faeses, sputum)

 Melakukan persiapan operasi kecil dan sedang

 Memasang infus pump/syring pump

 Memfasilitasi pasien untuk fisioterapi

 Memfasilitasi pasien untuk konsul ke poliklinik 29.

6

30.Melakukan

evaluasi  Melaporkan kondisi pasien pada PK IIMengkaji respon pasien terhadap tindakan Keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi asuhan Keperawatan bersama PK II

31.

2. PERAWAT KLINIK II ( PK II ) 32.

N 33. TANKEGIA 34. KEWENANGAN KLINIK

35. 1

36.Melakukan

Pengkajian  Melakukan pengkajian pola fungsional keperawatandan pemeriksaan fisik

(5)

32.

N 33. TANKEGIA 34. KEWENANGAN KLINIK

37. 2

38.Melakukan

Analisis Data  Melakukan analisis data hasil pengkajianMenentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 39. 3 40.Menyusuan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

 Membuat perencanaan kebutuhan pelayanan keperawatan saat bertugas (sarana prasarana, SDM) 41. 4 42.Melakukan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan tindakan keperawatan mandiri PK I

 Melaksanakan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi pada pasien dan petugas

 Melakukan pengelolaan pasien dengan penyakit menular

 Melakukan pengelolaan pasien dengan syok

 Melakukan manajemen nyeri non farmakologik

 Melakukan intervensi pencegahan pasien jatuh

 Melakukan perawatan luka/ulkus, luka bakar sedang dan besar

 Melatih ROM pasif

 Melakukan bowel irigasi

 Mengambil sampel laboratorium (hematologi rutin, urine, kimia darah, analisa gas darah)

 Melakukan manajemen jalan nafas tanpa alat

 Melakukan manajemen jalan nafas dengan alat (OPA, NPA, Secsion oropharing)

 Melakukan pemberian oksigenasi dengan nasal kanule, simple mask, re/nonbreathing mask

 Melakukan bantuan pernafasan dengan Bag Valve Mask

 Monitoring pasien / perawatan WSD

 Melakukan observasi dan monitoring hemodinamik

 Melakukan sadapan dan analisa EKG aritmia/lethal

 Melakukan tindakan manajemen muntah/mual

 Melakukan BHD dan BHL

 Melakukan tindakan wound care

 Melakukan transfer pada pasien pada level II

 Memberikan edukasi dan informasi kepada pasien dan keluarga

 Melakukan bladder training/re-training

 Melakukan massage pada kulit tertekan

 Memantau status neurologis

 Memfasilitasi keluarga untuk mengekspresikan perasaan

 Memfasilitasi kebutuhan spiritual klien menjelang ajal dan memberikan dukungan pada keluarga dalam proses kehilangan, berduka dan kematian

 Mengukur saturisasi oksigen

 Melakukan tes uji pendengaran

 Melakukan chest fisioterapi

 Melatih ROM pasif dan aktif

 Manajemen kemoterapi

 Melakukan clapping fibrasi

(6)

 Memonitoring kebutuhan cairan

 Mengobservasi dan monitoring resiko perdarahan

 Melatih pasien ambulasi

 Memfasilitasi kebutuhan spiritual pasien

 Melakukan serah terima pasien

 Melakukan pengelolaan pasien dengan penyakit terminal

 Menyiapkan pasien untuk tredmill, echocardiografi

 Melakukan perawatan pasien sesudah operasi

 Menyiapkan pasien pulang dan melakukan discharge planning

 Mengobservasi dan menilai tanda-tanda pasien syok dan melapor ke PK III atau dokter

 Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman

 Melakukan perawatan pada pasien yang terpasang drainase

 Melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan tim kesehatan lain 43. 5 44.Melakukan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I

 Memasang infus dengan atau tanpa penyulit

 Manajemen cairan dan elektrolit

 Melakukan resusitasi cairan

 Memasang tube feeding tanpa penyulit

 Menyiapkan pasien untuk pleura punctie, lumbal punctie

 Menyiapkan pasien dan alat untuk pemasangan ETT

 Asistensi tindakan pemasangan WSD, lumbal punctie

 Memasang kateter tanpa penyulit

 Memeberikan obat secara IM, IC, IV, SC

 Memberikan obat menggunakan infus/syringe pump

 Melakukan spoeling WSD

 Melakukan spoeling kateter

 Melakukan spoeling NGT

 Melakukan pengukuran TIO dan visus

 Melakukan mantaoux test

 Memfasilitasi pasien untuk permintaan darah

 Memberikan dan monitor pemberian tranfusi dara dan komponen darah (FFP, albumin)

 Melakukan suction tracheal

 Menyiapkan pasien ntuk operasi besar dan khusus

 Merawat pasien dengan colostomi (stoma)

 Melakukan angkat jahitan

 Aff alat invasif (drain)

 Melakukan kumbah lambung

 Memasang neck colar dengan fraktur servical

 Memberikan terapi obat sedatif

 Asistensi tindakan Defibrilasi

 Asistensi tindakan bedah minor

(7)

32.

N 33. TANKEGIA 34. KEWENANGAN KLINIK

endoscopy/bronchoscopy/treadmill

 Menyiapkan ruang

endoscopy/bronchoscopy/treadmill

 Menyiapkan alat-alat endoscopy/bronchoscopy/treadmill dan alat penunjang sesuai kebutuhan

 Menyiapkan pasien untuk prosedur endoscopy/bronchoscopy/treamill

 Identifikasi kelengkapan data dan kondisi pasien endoscopy/bronchoscopy/treadmill

 Manajemen pemeliharaan alat setelah tindakan endoscopy/bronchoscopy/treadmill

45. 6

46.Melakukan evaluasi 

Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasien kepada PK III atau dokter

 Mengkaji respon pasien terhadap tindakan keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi pemahaman pasien terhadap asuhan keperawatan

 Merevisi rencana asuhan keperawatan

 Mengkaji respon pasien terhadap terapi/pengobatan

47.

3. PERAWAT KLINIK III ( PK III ) 48.

N 49. TANKEGIA 50. KEWENANGAN KLINIK

51. 1

52.Melakukan

Pengkajian  Melakukan pengkajian keperawatan pada klienmedical bedah dengan resiko komlikasi pada 12 sistem tubuh secara mandiri

53. 2

54.Melakukan

Analisis Data  Melakukan analisis data keperawatanMerumuskan masalah/diagnosa keperawatan khusus dan kompleks

55. 3 56.Menyusuan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan yang menggambarkan intervensi pada klien medical bedah dengan resiko komplikasi pada 12 sistem tubuh 57. 4 58.Melakukan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan madiri PK I dan PK II

 Melakukan penilaian dan monitoring status neurologi

 Melakukan monitoring gangguan irama jantung

 Melakukan monitoring efek samping pengobatan

 Memberikan dukungan spiritual dan psikologis

 Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankar, kursi roda dan sebaliknya dalam kondisi tidak stabil (kompleks)

 Melakukan transfer pasien pada level II dan III

 Memfasilitasi pasien makan/minum

 Melakukan monitoring hemodinamik pada pasien dalam kondisi khusus dan kompleks

 Memberikan edukasi dan informasi pada pasien dan keluarga

(8)

 Memberikan motivasi spiritual

 Melakukan interpretasi EKG Dasar, lethal, dan aritmia 59. 5 60.Melakukan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi kolaboratif PK I dan PK II

 Memasang infus dengan penyulit

 Memasang kateter dengan penyulit

 Memberikan obat-obatan anti aritmia dan inotropik

 Melakukan tindakan defibrilasi

 Melakukan observasi dan monitoring pemberian obat high alert

 Melakukan perawatan rectal prolap

 Melakukan perawatan luka bakar level 70%

 Melakukan perawatan skin graft

 Melakukan perawatan spoeling ………. Prostat

 Mengukur TIO (Tekanan Intra ……)

 Asistensi pemasangan tampon ………

 Mengobservasi post op tonsil

 Memberikan terapi obat narkotika

 Memberikan terapi obat sitostatika 61.

6

62.Melakukan

evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasienpada PK IV

 Mengkaji respon pasien terhadap terapi/pengobatan

 Mengkaji respon pasien terhadap tindakan keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi asuhan keperawatan bersama PK IV

63.

4. PERAWAT KLINIK IV ( PK IV ) 64.

N 65. TANKEGIA 66. KEWENANGAN KLINIK

67. 1

68.Melakukan

Pengkajian  Menerima konsultasi pengkajian lanjutan padakondisi khusus dan kompleks

 Melakukan pengkajian keperawatan pada klien medical bedah dengan resiko komplikasi pada 12 sistem tubuh secara mandiri

69. 2

70.Melakukan

Analisis Data  Menerima konsultasi analisis data lanjutan padakondisi khusus dan kompleks

 Menerima konsultasi perumusan masalah/diagnosa keperawatan pasien pada kondisi khusus/kompleks 71. 3 72.Menyusuan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi khusus dan kompleks

 Menerima konsultasi dalam menentukan intervensi mandiri dan kolaboratif khusus dan kompleks

73. 4 74.Melakukan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri dan kolaboratif PK I, PK II, dan PK III

 Melakukan intervensi keperawatan medical bedah atau sub spesialisasi secara mandiri pada salah satu sistem a) Sistem imun b) Sistem respirasi c) Sistem kardiovaskuler d) Sistem hematologi e) Sistem sensori

(9)

64.

N 65. TANKEGIA 66. KEWENANGAN KLINIK

f) Sistem neurologi g) Sistem pencernaan h) Sistem muskuloskeletal i) Sistem urinaria j) Sistem endokrin k) Sistem integumen l) Sistem reproduksi

 Bertindak sebagai pendidik bagi pasien, keluarga, sesama teman dan peserta didik

 Melakukan konseling pasien dengan kondisi khusus/kompleks

 Melakukan tindakan perawatan paliatif

 Melakukan tindakan keperawatan komplementer 75. 5 76.Melakukan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I, PK II, dan PK III

77. 6

78.Melakukan

evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatankhusus dan kompleks

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan khusus dan kompleks

79.

5. PERAWAT KLINIK V ( PK V ) 80.

N 81. KEGIA

TAN 82. KEWENANGAN KLINIK

83. 1

84.Melakukan

Pengkajian  Menerima konsultasi pengkajian lanjutan spesialistikMelakukan review data pengkajian lanjutan yang ada dan melengkapi data yang diperlukan

85. 2

86.Melakukan

Analisis Data  Menerima konsultasi analisis data spesialistikMenerima konsultasi perumusan masalah/diagnosa keperawatan spesialistik 87. 3 88.Menyusuan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan khusu dan sub spesialisasi

 Menerima konsultasi perencanaan dari PK III dan PK IV 89. 4 90.Melakukan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan bimbingan bagi PK III dan PK IV

 Melakukan konseling

 Melakukan pendidikan kesehatan bagi pasien dan keluarga

 Menggunakan komunikasi terapeutik efektif dan hubungan interpersonal dalam pemberian pelayanan/asuhan keperawatan

 Membimbing peserta didik keperawatan

 Berperan sebagai konsultan dalam lingkungan bidangnya

 Berperan sebagai peneliti 91. 5 92.Melakukan intervensi kolaboratif (atas advis/

 Melakukan intervensi kolaboratif spesialistik

(10)

standing order) 93. 6 94.Melakukan evaluasi 

Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatan spesialistik

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan spesialistik

95. 96.

(11)

97.

B.

KEPERAWATAN ANAK

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I )

98.

N 99. TANKEGIA 100. KEWENANGAN KLINIK

101. 1

102. Melaku kan

Pengkajian

 Membantu PK II melakukan pengkajian pada bayi

 Membantu PK II melakukan pengkajian pada anak 103.

2

104. Melaku kan Analisis Data

 Membantu PK II melakukan analisis data pengkajian pada bayi

 Membantu PK II melakukan analisis data pengkajian pada anak 105. 3 106. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Membantu PK II menyusun rencana asuhan keperawatan bersama PK II 107. 4 108. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Menerima pasien baru

 Melakukan identifikasi risiko pasien jatuh

 Melakukan intervensi pencegahan pasien jatuh

 Memfasilitasi makan pada anak yang tidak mampu makan sendiri

 Memfasilitasi makan pada anak yang dapat makan sendiri

 Memberikan nutrisi via NGT pada anak

 Memandikan bayi dan anak tanpa penyulit

 Oral hygiene

 Mendokumentasikan jumlah makanan yang dihabiskan pasien

 Melakukan pendokumentasian intake output

 Menimbang berat badan

 Mengukur lingkar lengan

 Mengukur tinggi badan

 Menolong pasien B.A.K di tempat tidur

 Menolong pasien B.A.B di tempat tidur

 Memberi huknah rendah

 Memeberi glycerin spuit

 Melakukan vulva hygiene

 Membersihkan dan mensterilkan alat

 Mengukur apgar skor

 Memasang es crah

 Memasang buli-buli panas

 Memberikan diet peroral pada bayi

 Memfasilitasi pasien mandi di tempat tidur

 Menyikat gigi pasien

 Membersihkan mulut pasien yang tidak sadar

 Menyisir rambut pasien

 Mengganti pakaian pasien

 Mengganti alat tenun

 Mengganti alat tenun dengan pasien di atasnya

 Mencuci rambut pasien di tempat tidur

 Memotong kuku pasien

(12)

 Memfasilitasi pasien pindah dari tempat tidur ke kereta dorong dan sebaliknya

 Memfasilitasi pasien yang pindah sendiri ke kereta dorong dan sebaliknya memfasilitasi pasien pindah dari tempat tidur ke kursi roda

 Mengukur suhu tubuh

 Mengukur nadi

 Mengukur tekanan darah

 Menghitung nafas

 Mendokumentasikan tanda-tanda vital pada form kurve harian

 Memberi kompresi hangat

 Memberi buli-buli panas

 Memberikan kompres dingin

 Memasang kondom kateter

 Merawat pasien yang sudah meninggal

 Melakukan transfer pasien pada level 0 dan 1

 Menyiapkan pasien pulang

 Membersihkan mulut bayi

 Mengganti popok

 Memandikan bayi

 Merawat tali pusar 109. 5 110. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan BHD pada anak

 Pemberian oksigen dengan nasal canule

 Pemberian oksigen dengan simple mask

 Melakukan aff infus

 Mengatur tetesan infus

 Mengganti cairan infus

 Melakukan aff catheter

 Melakukan aff NGT

 Memasang infus pump

 Mengambil sampel darah vena pada anak

 Memfasilitasi pasien untuk pemeriksaan urine

 Memfasilitasi pasien untuk pemeriksaan faeces

 Memberikan terapi obat per oral

 Memberikan terapi obat per IV langsung

 Memberikan terapi obat per IV tidak langsung

 Memberikan terapi obat per IM

 Memberikan terapi obat per SC

 Memberikan terapi obat per IC

 Memberikan terapi obat sublingual

 Memberikan terapi obat tetes

 Memberikan terapi obat suppositoria

 Memberikan terapi obat melalui kulit/topical

 Mengambil sampel darah perifer

 Melakukan perawatan luka kecil

 Memberika terapi inhalasi

 Asistensi persiapan operasi kecil

 Asistensi persiapan operasi sedang

 Memasang OPA

 Melepaskan OPA

(13)

98.

N 99. TANKEGIA 100. KEWENANGAN KLINIK  Memfasilitasi pasien untuk tindakan radiologi

 Memfasilitasi pasien untuk tindakan diagnostik

 Mengukur saturasi oksigen 111.

6

112. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasienkepada PK II atau dokter

2. PERAWAT KLINIK II ( PK II ) 113.

N 114. TANKEGIA 115. KEWENANGAN KLINIK

116. 1

117. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian keperawatan pada bayi

 Melakukan pengkajian keperawatan pada anak 118.

2

119. Melaku kan Analisis Data

 Menganalisis data hasil pengkajian

 Merumuskan diagnosa keperawatan 120. 3 121. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusunrenca asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

 Membuat perencanaan kebutuhan pelayanan keperawatan saat bertugas (sarana prasarana, SDM) 122. 4 123. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara mandiri PK I

 Menerima pasien baru (neonatus)

 Melakukan transfer pasien pada level II dan III

 Memberikan diet per OGT pada bayi

 Melakukan discharge plan

 Melakukan edukasi pasien dengan penyakit tidak kompleks

 Menghitung balance cairan

 Melakukan pemantauan hemodinamik non invasive

 Menilai tanda-tanda dehidrasi

 Informed concent tidakan keperawatan

 Melakukan massage pada kulit tertekan

 Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman

 Menghitung kebutuhan cairan pada pada anak dan dan bayi

 Memandikan bayi dengan kondisi khusus

 Melakukan pengelolaan bayi yang menjalani terapi fototerapi

 Melakukan pengelolaan bayi dalam inkubator

 Menghitung down score pada bayi

 Melakukan pengelolaan bayi pada infant warmer

 Melakukan pengelolaan pada anak dengan terapi bermain

 Melakukan pengelolaan pada pasien dengan gangguan elektrolit

 Melakukan pengelolaan pada pasien dengan gangguan keseimbangan cairan

 Menyiapkan alat APD untuk kemoterapi

 Melakukan bimbingan antisipasi dengan fokus pada stimulasi tumbuh kembang

(14)

 Melakukan bimbingan pemberian ASI tanpa masalah

 Melakukan bimbingan pemberian ASI dengan bantuan botol susu

124. 5 125. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan BHL pada anak

 Memasang IV line anak dan neonatus

 Melakukan pengelolaan pada bayi dan anak dengan terapi oksigenasi dengan head box

 Melakukan pengelolaan pada bayi dan anak dengan terapi oksigenasi dengan sungkup rebreathing

 Melakukan pengelolaan pada bayi dan anak dengan terapi oksigenasi dengan non rebreathing mask

 Memberikan obat melalui infuse pump

 Memasang NGT/OGT tanpa penyulit

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I

 Melakukan perawatan WSD

 Memberikan oksigen dengan masker venturi

 Melakukan suction lewat mulut/hidung/tracheostomi

 Menyiapkan pasien operasi besar

 Menyiapkan pasien operasi khusus

 Menyiapkan pasien untuk punctie pleura

 Menyiapkan pasien untuk lumbal punctie

 Menyiapkan pasien dan alat untuk pemasangan ETT

 Melakukan perekaman EKG

 Memasang dower catheter tanpa penyulit

 Melakukan bilas lambung

 Melakukan bilas katheter

 Memfasilitasi pasien untuk transfusi darah

 Memberikan transfusi komponen darah

 Memberikan cairan konsentrat (KCL, Bicnat)

 Merawat pasien dengan colostomie (stoma)

 Mengambil darah arteri

 Melatih ROM

 Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan

 Melakukan perawatan luka

 Membaca dan melaporkan hasil laboratorium pada dokter

 Menghubungi rumah sakit lain untuk tindakan, pemerikasaan, rujuk pasien

 Merekam spirometri

 Melakukan cek gula darah (glucotest)

 Mendampingi dokter visite

 Memberikan terapi obat sedatif

 Pengambilan kultur urin dan darah

 Pengelolaan pasien dengan penyakit menular

 Melakukan wash out

 Memasang bidai

 Memasang neck coler

 Memberikan imunisasi

 Melakukan mantoux test

(15)

113.

N 114. TANKEGIA 115. KEWENANGAN KLINIK

126. 6

127. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasienkepada PK III atau dokter

 Membuat perencanaan danpersiapan pasien pulang, rujukan rawat inap

3. PERAWAT KLINIK III ( PK III ) 128.

N 129. KEGIA

TAN 130. KEWENANGAN KLINIK

131. 1

132. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian pada bayi persistem tubuh yang lebih spesifik

 Melakukan pengkajian pada anak persistem tubuh yang lebih spesifik

133. 2

134. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisa data pada bayi dengan gangguan dengan gangguan sistem tubuh

 Melakukan analisa data pada anak dengan gangguan sistem tubuh

135. 3 136. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Membuat rencana asuhan keperawatan pada neonatus normal dan resiko tinggi

 Membuat rencana asuhan keperawatan pada anak 137. 4 138. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara mandiri PK I dan PK II

 Melaksanakan tindakan keperawatan pada perinatologi, infant, toodler, pre school, usia sekolah

 Memenuhi kebutuhan oksienasi kanule, masker, head box

 Memenuhi kebutuhan aktifitas, istirahat tidur dan bermain

 Melaksanakan prosedur pencegahan infeksi nasokomial

 Membuat program bermain bagi anak sakit dan dirawat di rumah sakit

 Mempersiapkanklian yang akan menjalani operasi khusus

 Melakukan triple airway manuver (head lift, chin lift, jaw lift)

 Melakukan penilaian status neurologis

 Edukasi induvidu dan kelompok

 Melakukan konseling pada pasien pada kasus khusus

 Memberikan dukungan spiritual

 Perawatan kangaroo mother care

 Merawat bayi yang terpasang CPAP

 Perawatan pada pasien terminal

 Perawatan pada pasien tindakan khusus

 Melakukan teknik isolasi dan pengendalian infeksi

 Mengidentifikasi pasien beresiko tinggi

 Menerima konsultasi keperawatan

 Discharge planning pada kondisi khusus

 Melakukan monitoring hemodinamik pada pasien dengan kondisi khusus kompleks

(16)

 Manajemen nyeri berat

 Memandikan bayi dan anak dengan kondisi khusus 139. 5 140. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I dan PK II

 Melakukan pemasangan infus pada bayi/anak dengan penyulit

 Memberikan terapi obat narkotika

 Memasang buble CPAP

 Asistensi transfusi tukar

 Memasang OGT/NGT dengan penyulit

 Memasang katheter urine dengan penyulit

 Pemasangan kemoterapi

 Team leader resusitasi bayi dan neonatus

 Analisa hasil pemeriksaan laboratorium

 Interpretasi EKG lethal

 Pemantauan efek samping obat-obat yang beresiko

 Melakukan pemantauan obat menggunakan infus pump dan syringe pump

 Mengitung dosis obat

 Analisa balance cairan dan melaporkan hasil ke dokter

141. 6

142. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisikegawatdaruratan kepada PK III atau dokter

4. PERAWAT KLINIK IV ( PK IV ) 143.

N 144. TANKEGIA 145. KEWENANGAN KLINIK

146. 1

147. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian keperawatan khusus atau sub spesialisasi pada anak

 Melakukan pengkajian keperawatan khusus atau subspesialisasi pada neonatus

 Menerima konsultasi pengkajian dari PK II dan PK III 148.

2

149. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisa data pada anak dan neonatus dengan gangguan khusus atau sub spesialisasi

 Menerima konsultasi analisa data dari PK II dan PK III 150. 3 151. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan khusus dan sub spesialisasi pada anak dan neonatus

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan dari PK II dan PK III

152. 4 153. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara mandiri PK I, PK II, dan PK III

 Memantau selama proses dan sesudah tindakan transfusi tukar

 Monitor pasien dengan menggunakan buble CPAP dan ventilator

 Melakukan edukasi pada induvidu dan kelompok khusus

 Melakukan terapi komplementer

 Melakukan terapi paliatif

(17)

143.

N 144. TANKEGIA 145. KEWENANGAN KLINIK

keperawatan yang dilaksanakan

 Melaksanakan kolaborasi dengan profesi lain dalam pengambilan keputusan keperawatan pasien dalam berbagai kasus

 Melakukan konseling kepada orang tua pasien dan keluarga

 Melakukan penelitian dalam kelompok riset dibidang keperawatan anak

 Mengembangkan program terkait, dan menerapkan konsep keperawatan anak dalam tatanan nyata

 Memberikan asuhan keperawatan anak dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks

 Melakukan tindakan keperawatan lanjut secara mandiri pada perinatologi, infant, toodler, preschool, usia sekolah

 Mengelola asuhan keperawatan anak pada saat terjadi disaster/bencana

 Mengelola keperawatan gawat darurat dan intensif pedriatrik

 Memilih model keperawatan yang tepat digunakan dalam keperawatan anak

154. 5 155. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaboratifPK I, PK II, dan PK III

 Pengelolaan pasien dengan penggunaan buble CPAP dan mode ventilator

 Melaporkan hasil pemeriksaan down score 156.

6

157. Melaku

kan evaluasi  Melakukan evaluasi hasil tindakan spesifikMenerima konsultasi evaluasi dari PK II dan PK III

5. PERAWAT KLINIK V ( PK V ) 158.

N 159. TANKEGIA 160. KEWENANGAN KLINIK

161. 1

162. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian spesialistik dari PK IV 163. 2 164. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data spesialistik dari PK IV 165. 3 166. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan spesialistik dari PK IV 167. 4 168. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara mandiri dari PK IV

 Menerima konsultasi tindakan keperawatan spesialistik dari PK IV

 Memberikan asuhan keperawatan khusus atau spesialisasi dalam lingkup anak meliputi: sub spesialis perinatologi, sub spesialis pulmonologi, sub spesialis haemo-oncology, sub spesialis bedah, sub spesialis nutrisionis pedriatrik nursing, sub

(18)

spesialisurological pedriatrik nursing, sub spesialis neurological pedriatrik nursing, sub spesialis keperawatan kritis pedriatrik nursing, sub spesialis keperawatan tumbuh kembang growth and development pedriatrik nusing.

 Melakukan bimbingan konsultasi terhadap tindakan-tidakan keperawatan yang dilaksanakan

 Melkukan konseling kepada pasien

 Melaksanakan penelitian dan pengembangan

 Melakukan pendidikan kesehatan bagi pasien dan keluarga

 Membimbing peserta didik keperawatan

 Berperan sebagai konsultan dalam lingkungan bidangnya 169. 5 170. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I, PK II, PK III, dan PK IV

 Melakukan kolaborasi dengan profesi lain dalam pengambilan keputusan keperawatan pasien dalam berbagai kasus

171. 6

172. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisikegawatdaruratan kepada PK IV atau dokter 173.

(19)

174.

C.

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I )

175.

N 176. TANKEGIA 177. KEWENANGAN KLINIK

178. 1

179. Melaku kan

Pengkajian

 Membantu PK II mengumpulkan data dasar pengkajian keperawatan 180. 2 181. Melaku kan Analisis Data

 Membantu PK II melakukan analisis data dasar keperawatan 182. 3 183. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Membantu PK II menyusun rencana asuhan keperawatan 184. 4 185. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Membantu PK II melakukan triase

 Mengganti alat tenun dengan atau tanpa pasien di atasnya

 Melakukan pencegahan resiko infeksi

 Menyiapkan alat instrumen dan peralatan intubasi

 Menyiapkan troly emergency

 Melakukan tindakan pencegahan pasien jatuh

 Memfasilitasi pasien makan/minum per oral

 Membantu pasien untuk ambulansi

 Melakukan pemberian oksigenisasi dengan nasal kanule, simple mask, rebreathing mask

 Memberikan bantuan pernafasan dengan Bag Valve Mask

 Mengganti botol WSD

 Melakukan bebat mata

 Melakukan pemberian nutrisi eternal

 Melakukan BHD

 Memasang bidai pada tungkai

 Melakukan perawatan luka dangkal

 Melakukan transfer pasien pada kondisi stabil level 0 dan I

 Melakukan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal

 Melakukan perawatan luka emergency dan luka kronis

 Menghitung balance cairan

 Melatih batuk efektif

 Melakukan huknah tinggi/rendah

 Membantu pasien menggunakan pakaian yang mendukung kenyamanan pasien

 Memfasilitasi pasien eliminasi

 Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat pasien

 Melakukan personal hygiene (memandikan pasien, vulva hygiene, menyikat gigi/membersihkan mulut, mencuci rambut, menggunting kuku)

 Memberikan kompres hangat/dingin

(20)

 Melakukan persiapan pemeriksaan diagnostik

 Melakukan tindakan keperawatan pre dan post operasi

 Mengganti alat tenun tanpa/dengan pasien di atasnya

 Menimbang BB, TB, Lila

 Mengatur posisi tubuh pasien (posisi fowler, sym, trendelenburg, dorsal recumbent, litotomie)

 Melakukan log roll

 Melakukan restrain fisik (non farmakologik)

 Mengukur tanda-tanda vital

 Melakukan monitoring hemodinamik non invasif

 Memasang condom katheter

 Memasang buli-buli panas

 Melakukan manajemen nyeri ringan dan sedang

 Mendokumentasikan tanda-tanda vital pada form kurve harian

 Memfasilitasi pasien mobilisasi dari tempat tidur ke brankard/kursi roda dan sebaliknya

 Menyiapkan pasien pulang

 Memasang OPA/NPA

 Melakukan section oropharing

 Memberikan cairan per parenteral

 Melakukan sadapan EKG 12 lead 186. 5 187. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Memasang infus pada dewasa tanpa penyulit

 Melakukan Aff infus

 Menyiapkan pemasangan tube feeding

 Melakukan Aff NGT

 Memberikan obat oral, sublingual

 Memberikan obat secara IM, IV, IC, SC

 Memberikan obat tetes mata, hidung

 Memberika obat suppositoria

 Memberikan obat melalui kulit/topikal

 Melakukan nebulizer

 Melakukan irigasi mata

 Mengambil sampel laboratorium (darah rutin, GDS, Urine, Faeces, sputum)

 Asistensi dalam hecting luka

 Melakukan persiapan operasi kecil dan sedang

 Memasang infus pump/syring pump

 Memfasilitasi pasien untuk pemeriksaan penunjang 188.

6

189. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan kondisi pasien pada PK IIMengkaji respon pasien terhadap terapi/pengobatan

 Mengkaji respon pasien terhadap tindakan keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi asuhan keperawatan bersama PK II

2. PERAWAT KLINIK II ( PK II ) 190.

N 191. TANKEGIA 192. KEWENANGAN KLINIK

193. 1

194. Melaku

kan 

(21)

190.

N 191. TANKEGIA 192. KEWENANGAN KLINIK

Pengkajian dan pemeriksaan fisik

 Melakukan pengkajian persistem tubuh 195.

2

196. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisis data hasil pengkajian

 Menentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 197. 3 198. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

 Membuat perencanaan kebutuhan pelayanan keparawatan saat bertugas (sarana prasarana, SDM) 199. 4 200. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan tindakan keperawatan mandiri PK I

 Melakukan initial assesment

 Melakukan triase

 Melaksanakan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi pada pasien dan petugas

 Melakukan pengelolaan pasien dengan penyakit menular

 Melakukan pengelolaan pasien dengan syok

 Melakukan manajemen nyeri non farmakologik

 Melakukan intervensi pencegahan pasien jatuh

 Melakukan perawatan luka/ulkus, luka bakar sedang dan besar

 Melakukan stabilisasi tulang veterbra dengan memasang collar neck, head imobilizer, long spine board

 Melakukan stabilisasi fraktur dengan memasang bidai, arm sling, ransel verband, gurita

 Melakukan manajemen jalan nafas tanpa alat

 Melakukan manajemen jalan nafas dengan alat (OPA, NPA, section oropharing)

 Memberikan oksigenasi dengan nasal kanule, simple mask, re/nonrebreathing mask

 Memberikan bantuan pernafasan dengan Bag Valve Mask

 Melakukan perawatan pasien dengan ventilasi mekanik

 Monitoring pasien/perawatan WSD

 Melakukan observasi dan monitoring hemodinamik

 Melakukan sadapan EKG 12 lead, psterior dan dextra

 Melakukan tindakan manajemen muntah/mual

 Melakukan BHD dan BHL

 Melakukan tindakan wound care

 Melakukan transfer pada pasien level II

 Memberikan edukasi dan informasi kepada pasien dan keluarga

 Memantau status neurologis

 Memfasilitasi keluarga untuk mengekspresikan perasaan

 Memfasilitasi kebutuhan spiritual klien menjelang ajal dan memberikan dukungan pada keluarga dalam proses kehilangan, berduka, dan kematian

(22)

 Melakukan clapping fibrasi

 Melatih pasien untuk makan sendiri

 Memonitor kebutuhan cairan

 Mengobservasi dan monitoring resiko perdarahan

 Melatih pasien ambulansi

 Memfasilitasi kebutuhan spiritual pasien

 Melakukan serah terima pasien

 Melakukan pengelolaan pasien dengan penyakit terminal

 Menyiapkan pasien pulang dan melakukan charge planning

 Mengobservasi dan menilai tanda-tanda pasien syok dan melaporkan ke PK III atau dokter

 Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman

 Melakukan perawatan pada pasien yang terpasang drainase

 Melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan tim kesehatan lain 201. 5 202. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervesi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK I

 Memasang infus dengan atau tanpa penyulit

 Manajemen cairan dan elektrolit

 Melakukan resusitasi cairan

 Memasang tube feeding tanpa penyulit

 Menyiapkan pasien untuk pleura punctie, lumbal punctie

 Menyiapkan pasien dan alat untuk pemasangan ETT

 Asistensi tindakan pemasangan WSD, lumbal punctie

 Memasang katheter tanpa penyulit

 Memberikan obat secara IM, IC, IV, dan SC

 Memberikan obat menggunakan infuse/syringe pump

 Melakukan spoeling WSD

 Melakukan spoeling katheter

 Melakukan irigasi kandung kemih

 Melakukan irigasi lambung

 Mengambil sample laboratorium (hematologi rutin, urine, kimia darah, analisa gas darah)

 Memfasilitasi pasien untuk permintaan darah

 Memberikan dan memonitor pemberian transfusi darah dan komponen darah (FFP, Albumin)

 Melakukan suction tracheal

 Menyiapkan pasien untuk operasi besar dan khusus

 Merawat pasien dengan colostomi (stoma)

 Melakukan hecting luka permukaan

 Aff alat invasif (drain)

 Memberikan terapi obat sedatif

 Asistensi tindakan defibrilasi

 Asistensi tindakan pemasangan CVP

(23)

190.

N 191. TANKEGIA 192. KEWENANGAN KLINIK

203. 6

204. Melaku

kan evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasienkepada PK III atau dokter

 Mengkaji respon pasien terhadap tindakan keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi pemahaman pasien terhadap asuhan keperawatan

 Merevisi rencana asuhan keperawatan

 Mengkaji respon pasien terhadap terapi/pengobatan

3. PERAWAT KLINIK III ( PK III ) 205.

N 206. TANKEGIA 207. KEWENANGAN KLINIK

208. 1

209. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan review pengkajian data yang ada dan melengkapi data yang diperlukan

 Melakukan pengkajian lanjut pada …… (ABCD) 210.

2

211. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisis data keperawatan

 Merumuskan masalah/diagnosa keperawatan khusus dan kompleks

212. 3 213. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan kompleks

 Menentukan intervensi mandiri dan kolaboratif khusus dan kompleks

214. 4 215. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri PK II

 Melakukan intervensi keperawatan pada kegawatdaruratan medis pada kondisi sakit kepala, kejang dan encepalopati

 Melakukan pengukuran tekanan intra kranial

 Melakukan asuhan keperawatan kegawatdaruratan medis pada mata, telingan, hidung, dan tenggorokan

 Melakukan asuhan keperawatan kegawatdaruratan kardiovaskuler

 Melakukan asuhan keperawatan kegawatdaruratan medis pada genitourinariy

 Melakukan asuhan kewatdaruratan medis pada kondisi alergi dan imun

 Melakukan asuhan keperawatan kegawatdaruratan medis pada abdominal dan gastrointestinal

 Melakukan monitoring gangguan irama jantung

 Melakukan konseling pada pasien

 Melakukan monitoring efek samping pengobatan

 Memberikan dukungan spiritual dan psikologis

 Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankard, kursi roda dan sebaliknya dalam kondisi tidak stabil (kompleks)

 Melakukan transfer pasien pada level II dan III

 Memberikan edukasi dan informasi pada pasien dan keluarga

 Melakukan konseling pada pasien dan keluarga

 Memberikan motivasi spiritual

 Melakukan interpretasi EKG dasar, lethal dan aritmia

(24)

216. 5 217. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi kolaboratif PK II

 Memasang infus dengan penyulit

 Memasang katheter dangan penyulit

 Memasang NGT dengan penyulit

 Memberikan obat-obatan anti aritmia dan inotropik

 Melakukan tindakan defibrilasi (DC Syok) pada pasien henti jantung (VT tanpa nadi, VF)

 Asistensi cardioversi

 Asistensi vena sectie

 Melakukan intubasi pada pasien apnoe

 Melakukan pengukuran JVP

 Melakukan observasi dan monitoring pemeberian obat high alert

 Melakukan setting ventilator

 Melakukan pengelolaan pasien terpasang ventilasi mekanik

 Melakukan pengelolaan pasien dengan terapi trombolitik

218. 6

219. Melaku

kan Evaluasi  Melaporkan segala perubahan dan kondisi pasienpada PK IV

 Mengkaji respon pasien terhadap terapi/pengobatan

 Mengkaji respon pasien terhadap tindakan keperawatan mandiri dan kolaborasi

 Mengevaluasi asuhan keperawatan bersama PK IV

4. PERAWAT KLINIK IV ( PK IV ) 220.

N 221. TANKEGIA 222. KEWENANGAN KLINIK

223. 1

224. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks

 Melakukan review data pengkajian lanjutan yang ada dan melengkapi data yang diperlukan

225. 2

226. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks

 Menerima konsultasi perumusan masalah/diagnosa keperawatan pasien pada kondisi khusus/kompleks 227. 3 228. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi khusus dan kompleks

 Menerima konsultasi dalam menentukan intervensi mandiri dan kolaboratif khusus dan kompleks

229. 4 230. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri PK III

 Melakukan intervensi keperawatan gawat darurat dan intensif lanjut secara mandiri

 Melakukan asuhan keperawatan gawat darurat disaster

 Melakukan asuhan keperawatan gawat darurat pedriatrik

 Melakukan asuhan keperawatan gawat darurat kardiovaskuler

 Melakukan asuhan keperawatan gawat darurat maternitas

(25)

220.

N 221. TANKEGIA 222. KEWENANGAN KLINIK

psikiatri

 Mendokumentasikan asuhan keperawatan sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung gugat atas praktik

 Melakukan edukasi pada pasien dan keluarga dengan kondisi khusus dan kompleks

 Melakukan konseling pasien dengan kondisi khusus/kompleks

 Melakukan tindakan perawatan paliatif

 Melakukan tindakan perawatan komplementer 231. 5 232. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara kolaborasi PK III

 Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya

233. 6

234. Melaku

kan Evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatankhusus dan kompleks

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan khusus dan kompleks

5. PERAWAT KLINIK V ( PK V ) 235.

N 236. TANKEGIA 237. KEWENANGAN KLINIK

238. 1

239. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan sub spesialistik

 Melakukan review data pengkajian lanjutan yang ada dan melengkapi data yang diperlukan

240. 2

241. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data lanjutan sub spesialistik

 Menerima konsultasi perumusan masalah/diagnosa keperawatan spesialistik 242. 3 243. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan spesialistik

 Menerima konsultasi dalam menentukan intervensi mandiri dan kolaborasi spesialistik

244. 4 245. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Memberikan asuhan keperawatan khusus atau sub spesialisasi dalam lingkup gawat darurat dan intensif

 Melakukan tindakan keperawatan khusus dan sub spesialisasi

 Mendokumentasikan asuhan keperawatan sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung jawab praktik

 Melakukan bimbingan bagi PK IV

 Melakukan konseling kepada pasien

 Membimbing peserta didik keperawatan

 Melakukan pendidikan kesehatan bagi pasien dan keluarga

 Berperan sebagai konsultan dalam lingkungan bidangnya

(26)

246. 5 247. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi kolaboratif sub spesialistik

 Melakukan kolaborasi dengan profesi lain

248. 6

249. Melaku

kan evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatansub spesialistik

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan spesialistik

250. 251.

(27)

D.

KEPERAWATAN KAMAR BEDAH

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I )

252.

N 253. TANKEGIA 254. KEWENANGAN KLINIK

255. 1 256. Melaku kan Pengkajian  257. 2 258. Melaku kan Analisis Data  259. 3 260. Menyu suan rencana asuhan keperawatan  261. 4 262. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri  263. 5 264. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)  265. 6 266. Melaku kan evaluasi  2. PERAWAT KLINIK II ( PK II ) 267. N 268. KEGIA

TAN 269. KEWENANGAN KLINIK

270. 1

271. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian pasien yang akan menjalani operasi, selama operasi dan setelah operasi

272. 2

273. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisa data hasil pengkajian

 Menentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 274. 3 275. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

276. 4 277. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Menerima pasien pre operasi

 Membuat resume keparawatan

 Melakukan reduksi ansietas pada pasien

 Menghitung balance cairan

 Melakukan pemantauan hemodinamik selama dan setelah operasi

 Menilai status cairan

 Melakukan teknik penyetrilan cairan

 Memakai topi dan masker operasi

 Pemakaian APD

 Melakukan cuci tangan bedah

(28)

 Memakai jas operasi

 Memahami lokasi operasi

 Mengidentifikasi kesiapan klien/pasien operasi

 Memberi penyuluhan sebelum operasi

 Memberi bimbingan rohani pasien

 Menerima pasien pre operasi

 Persiapan obat alkes operasi

 Melakukan verifikasi pasien operasi

 Menyiapkan meja operasi

 Menyiapkan set linen operasi

 Mampu menjadi sirkuler

 Melakukan penghitungan kasa sebelum dan sesudah operasi

 Melakukan penghitungan instrumen sebelum dan sesudah operasi prosedur drapping

 Melakukan prosedur time out

 Monitoring pasien selama pembedahan

 Mendokumentasikan askep pasien kamar operasi

 Penanganan pasien meninggal di meja operasi

 Menyerahkan pasien post op dengan petugas rawat inap

 Melakukan serah terima pasien di ruang ICU

 Observasi pasien pasca anastesi dan pembedahan di RR

 Melakukan pengelolaan specimen

 Melakukan serah terima specimen dengan petugas laboratorium/keluarga

 Melakukan pembersihan kamar operasi

 Melakukan pengelolaan instrumen setelah operasi

 Melakukan sterilisasi kaca

 Pemeliharaan alat kesehatan dan alat medik di kamar operasi

 Penyusunan set instrumen dan memberi label

 Melakukan sterilisasi linen

 Melakukan penanganan alat steril

 Mengoperasikan alat-alat kesehatan dan alat medis

 Pemeliharaan alat kesehatan dan alat medik di kamar operasi 278. 5 279. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Memberikan oksigen dengan sungkup rebreathing

 Memberikan oksigen dengan sungkup non rebreathing

 Memberikan oksigen dengan masker venturi

 Melakukan suction lewat mulut/hidung/tracheostomie

 Menyiapkan pasien operasi besar

 Menyiapkan pasien operasi khusus

 Asistensi operasi kecil

 Om Loop operasi sedang, besar

 Menyiapkan pasien dan alat untuk pemasangan ETT

 Memasang dower catheter

 Memasang slang lambung/NGT

(29)

267.

N 268. TANKEGIA 269. KEWENANGAN KLINIK  Memasang syringe pump

 Operasional alat diathermi, ligasure, torniquet orthopedi

 Memberi transfusi darah

 Melakukan pencegahan dan penanggulangan infeksi nosokomial

 Pengelolaan pasien dengan penyakit menular

 Melakukan penggantian prosedur invasif

 Memberikan terapi obat sedatif

 Menjadi instrumentator pada saat operasi 280.

6

281. Melaku

kan evaluasi  Melakukan evaluasi keperawatan selama dan pascaoperasi

3. PERAWAT KLINIK III ( PK III ) 282.

N 283. KEGIA

TAN 284. KEWENANGAN KLINIK

285. 1

286. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian pasien yang akan menjalani operasi, selama operasi dan setelah operasi secara spesifik

 Menerima konsultasi pengkajian dari PK II 287.

2

288. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisis data hasil pengkajian keperawatan

 Menentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 289. 3 290. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

291. 4 292. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan secara mandiri PK I dan PK II

 Melakukan penilaian persistem tubuh sebelum pasien dioperasi

 Melakukan konseling pada pasien

 Memberikan motivasi spiritual

 Memimpin time out

 Memastikan sisi operasi/lokasi operasi yang tepat 293. 5 294. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi kolaboratif PK II

 Asistensi operasi sedang

 Asistensi operasi besar

 Asistensi operasi khusus

 Mengoperasikan peralatan medis khusus

 Membimbing PK II

 Menerima konsultasi dari PK II 295.

6

296. Melaku

kan evaluasi  Melakukan evaluasi keperawatan selama dan pascaoperasi

4. PERAWAT KLINIK IV ( PK IV ) 297.

N 298. TANKEGIA 299. KEWENANGAN KLINIK

300. 1

301. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks

(30)

302. 2

303. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data dan diagnosa keperawatan lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks 304. 3 305. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan khusus dan kompleks

306. 4 307. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri PK III

 Mengelola asuhan keperawatan perioperatif pada semua sistem tubuh

 menerima konsultasi intervensi mandiri pada asuhan keperawatan perioperatif pada semua sistem tubuh

 melakukan bimbingan pada PK III

 melakukan konseling pra dan pasca operasi

 melakukan penelitian

 melakukan edukasi pada pasien dan keluarga dengan kondisi khusus dan subspesialistik

308. 5 309. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 melakukan intervensi spesifik secara kolaboratif PK III

 menjadi asistensi operasi khusus atau kompleks

 mengoperasikan peralatan operasi khusus

310. 6

311. Melaku

kan evaluasi  menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatankhusus dan kompleks

5. PERAWAT KLINIK V ( PK V ) 312.

N 313. TANKEGIA 314. KEWENANGAN KLINIK

315. 1

316. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan sub spesialistik

 Melakukan review data pengkajian lanjutan yang adadan melengkapi data yang diperlukan

317. 2

318. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data lanjutan sub spesialistik

 Merumuskan asuhan keperawatan sub spesialistik 319. 3 320. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi dalam menentukan intervensi mandiri dan kolaboratif sub spesialistik

 Menyusun rencana asuhan keperawatan sub spesialistik 321. 4 322. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri pada PK IV

 Melakukan intervensi mandiri sub spesialistik

 Melakukan bimbingan pada perawat PK IV

 Menerima konseling pada pasien dan keluarga

 Berperan sebagai konsultan dibidangnya

 Berperan sebagai peneliti 323.

5

324. Melaku kan

intervensi

 Melakukan intervensi kolaboratif PK IV

 Asistensi operasi sub spesialistik

(31)

312.

N 313. TANKEGIA 314. KEWENANGAN KLINIK

kolaboratif (atas advis/ standing order) 325. 6 326. Melaku

kan evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatansub spesialistik

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan spesialistik

327. 328.

(32)

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I ) 329.

N 330. TANKEGIA 331. KEWENANGAN KLINIK

332. 1 333. Melaku kan Pengkajian  334. 2 335. Melaku kan Analisis Data  336. 3 337. Menyu suan rencana asuhan keperawatan  338. 4 339. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri  340. 5 341. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)  342. 6 343. Melaku kan evaluasi  2. PERAWAT KLINIK II ( PK II ) 344. N 345. KEGIA

TAN 346. KEWENANGAN KLINIK

347. 1

348. Melaku kan

Pengkajian

 Melakukan pengkajian pasien yang akan menjalani, selama dan setelah hemodialisis

349. 2

350. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisis data hasil pengkajian

 Menentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 351. 3 352. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Meyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada

353. 4 354. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Menerima pasien baru di HD

 Melakukan evaluasi tindakan keperawatan

 Membuat resume keperawatan

 Melakukan edukasi pasien

 Mengitung balance cairan

 Melakukan pemantauan hemodinamik

 Menilai tanda-tanda dehidrasi

 Melakukan teknik penyeterilan alat

 Menyiapkan mesin, alat, dan keperluan dialisis

 Manajemen RO

 Melakukan reuse (pencucian ulang) dialyzer

(33)

344.

N 345. TANKEGIA 346. KEWENANGAN KLINIK

(desinfectan, priming)

 Memprogram heparinasi hemodialisis

 Menyiapkan pasien

 Menimbang BB pasien pre dan post dialisis

 Mengukur tanda-tanda vital

 Pengambilan sampel darah rutin dan transfusi

 Mendokumentasikan nilai hasil pemeriksaan laboratorium

 Pemeliharaan akses dialisis

 Melakukan terminasi dialisis

 Melakukan GV post op pemasangan cimino

 Memfasilitasi informed concent

 Mendokumentasikan asuhan keperawatan

 Melakukan pemantauan hemodinamik non invasive

 Melakukan BHD 355. 5 356. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Memberikan oksigen dengan sungkup rebreathing

 Memberikan oksigen dengan sungkup non rebreathing

 Memberikan oksigen dengan masker venturi

 Melakukan suction lewat mulut/hidung/tracheostomie

 Mengoperasikan perekaman EKG

 Memasang dower catheter

 Memasang slang lambung/NGT

 Memasang infus

 Memasang syringe pump

 Memfasilitasi pasien untuk permintaan darah

 Memberi transfusi darah

 Memberikan terapi titrasi bicnat, KCL

 Mengambil darah arteri

 Melakukan pencegahan dan penanggulangan infeksi nasokomial

 Pengelolaan pasien dengan penyakit menular

 Melakukan penggantian prosedur invasif

 Memberikan obat-obat emergency dan life saving

 Melakukan inisiasi HD dengan akses cimio (AV-Shunt)

 Melakukan inisiasi HD dengan akses catheter double lumen dan triple lumen

357. 6

358. Melaku kan evaluasi 

Melakukan evaluasi selama dan sesudah tindakan HD

3. PERAWAT KLINIK III ( PK III ) 359.

N 360. TANKEGIA 361. KEWENANGAN KLINIK

362. 1

363. Melaku kan

Pengkajian

 melakukan pengkajian persistem pasien yang akan menjalani, selama, dan setelah hemodialisis

364. 2

365. Melaku kan Analisis Data

 Melakukan analisis data hasil pengkajian

 Menentukan masalah/diagnosa keperawatan pasien 366. 367. Menyu  Menyusun rencana asuhan keperawatan

(34)

3 suan rencana asuhan

keperawatan

berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada 368. 4 369. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi spesifik keperawatan mandiri PK II

 Menerima konseling

 Menerima konsultasi dari PK II

 Melakukan edukasi pasien

 Melakukan BHD dan BHL

 Melakukan manajemen jalan nafas triple airway manuver (head tilt, chin lift, jaw trust)

 Melakukan pemantauan intensive selama dialisasi

 Mengecek kelengkapan status pendokumentasian HD

 Mengintrepetasi hasil pemeriksaan laboratorium 370. 5 371. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan koordinasi dengan penunjang medik

 Melakukan koordinasi dengan penunjang non diagnostik

 Melakukan inisiasi hemodialisis dengan …. Vena/arteri femoralis

 Melakukan tindakan hemodialisis dengan program SU (sequntial Ultrafiltrasion)

 Melakukan tindakan hemodialisis dengan program profil ultrafiltrasi

 Melakukan penanganan pasien syock hipovolemik saat HD

 Melakukan penanganan pasien use first syndrome (dializer, terpapar zat kimia)

 Melakukan adequasi dialiysis

 Melakukan aff catheter double/triple lumen subclavia kanul

 Melakukan penanganan komplikasi HD

 Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan

 Perawatan catheter double lument (CDL)

 Pemantauan terapi CAPD

 Membuat traveling dialisis 372.

6

373. Melaku

kan evaluasi  Melakukan evaluasi selama dan sesudah tindakanHD yang lebih spesifik

4. PERAWAT KLINIK IV ( PK IV ) 374.

N 375. TANKEGIA 376. KEWENANGAN KLINIK

377. 1

378. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks

379. 2

380. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data dan diagnose keperawatan lanjutan pada kondisi khusus dan kompleks 381. 3 382. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi rencana asuhan keperawatan khusus dan kompleks

(35)

374.

N 375. TANKEGIA 376. KEWENANGAN KLINIK

383. 4 384. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri PK III

 Mengelola asuhan keperawatan perioperatif pada semua sistem tubuh

 Menerima konsultasi intervensi mandiri pada asuhan semua sistem tubuh

 Melakukan bimbingan pada PK III

 Melakukan penelitian

 Melakukan edukasi pada pasien dan keluarga dengan kondisi khusus dan subspesialistik

385. 5 386. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi spesifik secara kolaboratif PK III

 Mengoperasikan peralatan operasi khusus

387. 6

388. Melaku

kan evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatankhusus dan kompleks

5. PERAWAT KLINIK V ( PK V ) 389.

N 390. TANKEGIA 391. KEWENANGAN KLINIK

392. 1

393. Melaku kan

Pengkajian

 Menerima konsultasi pengkajian lanjutan sub spesialistik

 Melakukan review data pengkajian lanjutan yang ada dan melengkapi data yang diperlukan

394. 2

395. Melaku kan Analisis Data

 Menerima konsultasi analisis data lanjutan sub spesialistik

 Merumuskan asuhan keperawatan sub spesialistik 396. 3 397. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Menerima konsultasi dalam menentukan intervensi mandiri dan kolaboratif sub spesialistik

 Menyusun rencana asuhan keperawatan sub spesialistik 398. 4 399. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Melakukan intervensi keperawatan mandiri pada PK IV

 Melakukan intervensi mandiri sub spesialistik

 Melakukan bimbingan pada perawat PK IV

 Menerima konseling pada pasien dan keluarga

 Berperan sebagai konsultan dibidangnya

 Berperan sebagai peneliti 400. 5 401. Melaku kan intervensi kolaboratif (atas advis/ standing order)

 Melakukan intervensi kolaboratif PK IV

 Melakukan kolaborasi dengan profesi lain

402. 6

403. Melaku

kan evaluasi  Menerima konsultasi evaluasi asuhan keperawatansub spesialistik

 Melakukan evaluasi asuhan keperawatan spesialistik

(36)
(37)

F.

KEPERAWATAN KRITIS

1. PERAWAT KLINIK I ( PK I )

406.

N 407. TANKEGIA 408. KEWENANGAN KLINIK

409. 1

410. Melaku kan

Pengkajian

 Membantu PK II mengumpulkan data dasar pengkajian keperawatan 411. 2 412. Melaku kan Analisis Data

 Membantu PK II melakukan analisis data dasar keperawatan 413. 3 414. Menyu suan rencana asuhan keperawatan

 Membantu PK II menyusun rencana asuhan keperawatan 415. 4 416. Melaku kan Intervensi Keperawatan Mandiri

 Membantu PK II melakukan triase

 Mengganti alat tenun dengan atau tanpa pasien di atasnya

 Melakukan pencegahan resiko infeksi

 Menyiapkan alat instrumen dan peralatan intubasi

 Menyiapkan troly emergency

 Melakukan tindakan pencegahan pasien jatuh

 Memfasilitasi pasien makan/minum per oral

 Membantu pasien untuk ambulansi

 Memberikan pemberian oksigenasi dengan nasal kanule, simple mask, rebreathing mask

 Memberikan bantuan pernafasan dengan Bag Valve Mask

 Mangganti botol WSD

 Melakukan bebat mata

 Melakukan pemberian nutrisi enternal

 Melakukan BHD

 Memasang bidai pada tungkai

 Melakukan perawatan luka dangkal

 Melakukan transfer pasien pada kondisi stabil level 0 dan I

 Melakukan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal

 Melakukan perawatan luka emergency dan luka kronis

 Menghitung balance cairan

 Melatih batuk efektif

 Melakukan huknah tinggi/rendah

 Membantu pasien menggunakan … yang mendukung kenyamanan pasien

 Mamfasilitasi pasien eliminasi

 Memfasilitasi lingkungan yang mendukung kenyamanan istirahat pasien

 Melakukan personal hygiene (memnadikan pasien, vulva hygiene, menyikat gigi/membersihkan mulut, mencuci rambut, menggunting kuku

 Memberikan kompres hangat/dingin

 Melakukan massage pada area tubuh yang tertekan

Referensi

Dokumen terkait

Hal yang di sebutkan di atas adalah gejala umum kutil kelamin, Gejala ini juga bisa bermacam variasi dari satu orang ke orang lainya, bahkan ada orang yang tidak mengalami gejal

risiko dan return yang diharapkan dari suatu investasi merupakan hubungan yang.. searah dan linier, artinya semakin besar risiko yang ditanggung,

Berkunjung ke tempat-tempat seperti studio (pertunjukan, seni rupa, film, dan radio), tempat produksi produk-produk budaya lain (batik, kain tenun, dan sejenisnya) menjadi keharusan,

Dalam penelitian disarankan agar pemerintah daerah dalam mengurangi kejadian diare pada desa lain dapat mereplikasi pendekatan proyek WSLIC-2 dengan lebih memperhatikan

Maka dari itu penelitian yang dilakukan penulis ini bertujuan untuk analisa Website Aplikasi Sistem Badan Keahlian DPR Bagian Pusat Kajian Anggaran Di DPR-RI Jakarta yang

keluarga kondisi bangunan).. keluarga kondisi bangunan).. keluarga kondisi bangunan).. keluarga

e = Eksentrisitas sesungguhnya diukur dari denah antara titik pusat massa struktur di atas batas pemisahan isolasi dan titik pusat kekakuan sistem isolasi, ditambah