i
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE “Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks” Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
i
Kata Pengantar
Seminar Nasional Perbanas Institute (SNAP 2020) diselenggarakan sebagai salah satu mata acara Dies Natalis Perbanas Institute ke-51 yang terdiri dari kegiatan Seminar Nasional, Call for Paper, dan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Seminar nasional ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan budaya akademik yang perlu didukung oleh segenap Sivitas Akademika Perbanas Institute. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar gagasan baru maupun pengalaman implementasi, untuk membangun konektivitas bisnis atau penelitian serta untuk menemukan Mitra Nasional guna kolaborasi di masa depan. Acara yang bersifat tahunan ini, pada tahun ini mengambil tema “Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”.
SNAP 2020 bertujuan untuk menyediakan media bagi para pendidik, peneliti, cendekiawan, praktisi, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai latar belakang untuk mempresentasikan dan mendiskusikan penelitian, pengetahuan, dan inovasi mereka yang relevan dengan tema seminar. Ada lebih dari 75 makalah yang masuk dalam bidang Economic Risk. Banking Industry & Digitalization, Financial Management And Accounting, Innovation, IT, Operations and Supply Chain Management, Digital Marketing, Human Capital dan Lainnya. Makalah-makalah tersebut dipilih melalui proses peer review, dan akan dipublikasikan dalam Proceeding seminar ber-ISSN.
Saya berterimakasih dan menghargai kerja keras Panitia SNAP 2020 yang membuat banyak peserta tertarik untuk berpartisipasi dalam seminar nasional yang akan dihadiri sekitar 200 peserta, baik sebagai presenter Call for Paper maupun sebagai peserta Seminar Nasional & Pengabdian Kepada Masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Reviewer Artikel atas bantuan mereka dalam meninjau kelayakan makalah.
Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Dr. Wimboh Santoso, Bapak Armand Wahyudi Hartono, MBA, Ibu Alexandra Askandar MBA, Bapak Aldi Haryopratomo, MBA, serta Dr Aviliani serta semua pihak yang tidak dapat disebut satu per satu atas arahan, kontribusi dan ide-ide berharga yang membuat seminar nasional ini demikian berbobot.
Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M. Ec
Rektor Perbanas Institute
ii
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE “Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks” Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
Panitia Penyelenggara
Ketua Panitia
:
Dr. Adele Mailangkay, S.T., M.M.S.I.
Koordinator Seminar Nasional
:
Dr. Ir., Markonah, ASAI, M.M
Drs. Ign. Septo Pramesworo, M.Ed., TESOL., M.M
Anggota
:
Pipin Nuraeni, SE
Koordinator Call for Paper
:
Dr. Ir Bekman Siagian, ME
Rizal Mawardi, S.E., Ak., M.A., CAP
DASHBOARD INFORMASI UNTUK MONITORING KINERJA KARYAWAN PADA PT.XYZ
Goretti A.M. Situmorang 1), Deden Prayitno 2)
1), 2 ) Prodi Sistem Informasi, FTI, Perbanas Institut,Jl. Perbanas, Karet Kuningan,
Setiabudi, Jakarta, Indonesia
1) [email protected]; 2) [email protected]
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan data maupun informasi yang dihasilkan mengalir begitu cepat, dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah pengukuran kinerja organisasi yang sangat diperlukan sebagai acuan untuk monitoring kinerja dari organisasi tersebut dengan menggunakan KPI. PT XYZ dalam pengolahan hasil perhitungan KPI masih belum menyeluruh untuk seluruh unit kerja, selain itu dalam hal penyajian informasi atau summary laporan, belum ada sebuah teknik visualisasi informasi yang digunakan untuk menghasilkan laporan yang lebih interaktif dan lebih efisien, juga file-file penilaian kinerja karyawan (performance appraisal) masih terpisah-pisah sehingga memungkinkan adanya laporan yang tidak lengkap. Dashboard merupakan sebuah alat yang bertujuan untuk memvisualisasikan hasil perhitungan KPI dengan menghasilkan laporan dengan tepat dan mudah dimengerti dalam sebuah tampilan layar secara optimal. Metodologi pengembangan sistem menggunakan waterfall. Hasil penelitian ini adalah sistem informasi monitoring kinerja karyawan menggunakan dashboard sebagai visualisasinya. Manfaat dari sistem informasi menggunakan dashboard ini adalah sebagai alat monitoring atau evaluasi kinerja karyawan PT XYZ yang mempermudah analisis evaluasi oleh pimpinan, dan pada akhirnya sistem informasi ini berkontribusi pada arah kebijakan strategi perusahaan menjadi tepat sasaran.
Kata Kunci: sistem informasi, dashboard, kinerja, KPI
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan data maupun informasi yang dihasilkan mengalir begitu cepat, dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Perusahaan merupakan salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung bisnisnya. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi ini adalah dengan melakukan pengukuran kinerja karywan berbasis KPI dan menghasilkan laporan yang selanjutnya akan digunakan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan. Key Performance Indicator (KPI) atau indikator kinerja utama adalah serangkaian indikator kunci yang bersifat terukur dan memberikan informasi sejauh mana sasaran strategis yang dibebankan kepada suatu organisasi sudah berhasil dicapai (Soemohadiwidjojo, 2015). Kinerja (performance) adalah tingkat pencapaian hasil kerja seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi dalam suatu periode tertentu, sesuai dengan lingkup wewenang dan tanggungjawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi, dan dilakukan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral dan etika. Secara konseptual, “kinerja” dapat dilihat dari dua sisi yaitu kinerja individu dan kinerja organisasi. Kinerja individu adalah hasil kinerja perseorangan anggota organisasi atau karyawan perusahaan, sedangkan kinerja organisasi merupakan total hasil kerja yang dicapai dalam organisasi. Pencapaian kinerja organisasi merupakan agregasi atau penjumlahan kinerja dari seluruh divisi yang berada dalam organisasi, sedangkaian kinerja divisi merupakan agregasi kinerja dari seluruh individu yang tercakup di dalamnya (Soemohadiwidjojo, 2015).
PT.XYZ dalam pengolahan hasil KPI (Key Performance Indicator) karyawan masih belum menyeluruh dimana laporan yang dihasilkan belum memberikan informasi mengenai kinerja unit
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE
SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE
“Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”
Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan secara keseluruhan, sehingga proses monitoring hasil kinerja organisasi belum tercapai dengan baik. Hal ini disebabkan laporan atau file KPI setiap karyawan masih terpisah-pisah sehingga memungkinkan adanya laporan yang tidak lengkap. Penyajian laporan juga belum tercapai secara efektif maupun efisien. Efisien berarti informasi dapat mudah dipahami dan cepat diterima oleh penerimanya (Januarita & Dirgahayu, 2015). Sedangkan efektif berarti makna yang terkandung dalam informasi dapat dipersepsikan dengan benar oleh penggunanya, sehingga tujuan dari penyampaian informasi tersebut dapat tercapai dengan baik (Januarita & Dirgahayu, 2015). Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem untuk mengelola hasil KPI karyawan dan menghasilkan summary kinerja dalam bentuk visualisasi yang dapat dengan mudah dipahami dan cepat diterima oleh penerimanya. Alat yang diperlukan untuk menampilkan hasil kinerja tersebut dalam bentuk visualiasi adalah dashboard.
Dashboard merupakan tampilan visual mengenai informasi paling penting yang diperlukan untuk mencapai satu tujuan atau lebih dan dapat diatur di satu layar sehingga lebih mudah dipantau oleh user (Januarita & Dirgahayu, 2015). (Few, 2006) menggunakan istilah “information dashboard” adalah sebuah tampilan visual dari informasi yang sangat penting yang diperlukan untuk mencapai satu atau banyak objektif yang dikonsolidasikan dan disusun pada satu layar (single screen) sehingga informasi dapat di-monitor dengan sekilas. Menurut (Eckerson, 2011) terdapat 3 fungsionalitas utama dashboard yang memungkinkan pengguna untuk:
1. Monitoring. Sebuah dashboard memungkinkan pengguna untuk memantau kinerja atau proses operasional sesuai dengan strategi perusahaan.
2. Analisis. Dashboard memungkinkan pengguna untuk menganalisis masalah utama dari sebuah masalah dengan mengeksplorasi informasi dengan tepat waktu dan relevan dari berbagai perspektif pada berbagai tingkatan detail.
3. Manage. Dashboard memungkinkan pengguna atau pihak eksekutif untuk mengatur berbagai pihak dan proses untuk meningkatkan pengambilan keputusan, mengoptimalkan kinerja dan mengarahkan organisasi pada jalur yang tepat.
Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan sistem informasi monitoring kinerja menggunakan dashboard sebagai alat bantu monitoring kinerja karyawan di PT XYZ yang terbatas pada bagian technical (divisi Enterprise System dan divisi Internal System).
Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimana merancang sistem informasi monitoring kinerja menggunakan dashboard pada PT XYZ”.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Merancang summary hasil kinerja secara keseluruhan dari tiap divisi bagian technical PT XYZ dalam bentuk dashboard.
2. Mengintegrasikan seluruh laporan KPI karyawan bagian technical dalam satu sistem. 3. Mempercepat waktu pembuatan summary hasil kinerja secara keseluruhan.
4. Merancang sistem informasi monitoring kinerja menggunakan dashboard untuk mem-visualisasikan hasil kinerja organisasi khususnya bagian technical berdasarkan KPI PT.XYZ.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Menyajikan hasil evaluasi indikator kinerja dengan lebih baik yang dapat mempermudah pimpinan dalam pengambilan keputusan, pembacaan laporan evaluasi indikator kinerja organisasi.
2. Menambah pengetahuan bagi penulis mengenai perancangan dashboard information system PT XYZ berbasis KPI serta meningkatkan kemampuan penulis dalam menganalisa dan merancang sistem informasi menggunakan dashboard.
METODOLOGI
Metodologi pengembangan sistem informasi adalah menggunakan metode waterfall dan metodologi perancangan dashboard menggunakan metode yang diusulkan oleh Eva Hariyanti (Hariyanti, Pengembangan Metodologi Pembangunan Information Dashboard untuk Monitoring Kinerja Organisasi, 2008). Tahapan metodologi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi Kebutuhan
Tahap metode pengembangan dashboard dimulai dari identifikasi kebutuhan. Identifikasi kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan organisasi/sistem. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan KPI (indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan) yang nantinya akan disajikan pada dashboard. Pada tahapan ini terdapat 4 aktifitas yang dilakukan yaitu identifikasi KPI organisasi, identifikasi jenis dan pengguna dashboard, identifikasi kebutuhan bisnis pengguna dan identifikasi KPI dashboard.
2. Perencanaan
Tahap perencanaan bertujuan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil identifikasi kebutuhan. Pada tahapan ini dilakukan analisis data KPI (analisis meta-informasi yang dikandungnya) dan perencanaan fungsionalitas dashboard. Perencanaan meliputi fungsi utama atau tambahan yang akan tersedia pada dashboard. Hasil analisis data KPI dan perencanaan fungsionalitas dashboard selanjutnya digunakan untuk merencanakan konten atau isi dari dashboard.
3. Perancangan Dashboard
Tahap perancangan prototype meliputi perancangan desain dan layout serta perancangan database. Proses perancangan layout didasarkan pada hasil analisis konten informasi. Perancangan layout memperhatikan visualisasi informasi yang akan disajikan seperti jenis chart, warna, bentuk dan tata letak. Dalam perancangan media penyimpanan data diperlukan teknik pengolahan data yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber data dan jenis data. Teknologi database mampu menghimpun data saling terkait atau berhubungan (relational) untuk diolah dalam sebuah sistem yang akhirnya memberi nilai bagi pengguna (Padita & dkk, 2015).
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE
SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE
“Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”
Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
Gambar 1 Diagram Alur Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Data Primer
Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah tekniknya responden, yaitu orang yang dijadikan obyek penelitian atau orang yang dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data (Sarwono, 2006). Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara yang dilakukan terhadap beberapa narasumber. Dalam penelitian ini data primer yang didapatkan meliputi rentang hasil penilaian akhir KPI karyawan, cara melakukan penilaian KPI karyawan serta cara perhitungan hasil akhir KPI karyawan. 2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga dapat langsung digunakan oleh pengguna seperti file-file maupun dokumen (Sarwono, 2006). Sumber data sekunder
dalam penelitian ini adalah informasi yang bersumber dari jurnal, buku, website maupun data yang diperoleh dari perusahaan seperti profil perusahaan (company profile) serta file atau dokumen KPI karyawan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Wawancara
Wawancara dimulai dengan mengemukakan topik yang umum untuk membantu peneliti memahami perspektif makna yang diwawancarai (Sarwono, 2006). Pada penelitian ini, wawancara dilakukan dengan berbagai narasumber dengan posisi yang berbeda-beda seperti HRD, leader serta karyawan untuk mengidentifikasi atau mengumpulkan kebutuhan pengguna
2. Kajian Dokumen
Kajian dokumen merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi dengan cara membaca surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya (Sarwono, 2006). Pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa dokumen atau file yang tersedia di PT.XYZ yang berkaitan dengan KPI karyawan khususnya di divisi atau departemen Enterprise System dan Internal System. Selain itu penulis juga melakukan kajian dokumen atau studi literatur yang menggunakan berbagai referensi seperti jurnal maupun buku terkait dengan konsep sistem informasi, perancangan dashboard, KPI serta visualisasi informasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN Skenario Sistem Berjalan
Tabel 1 Skenario Sistem Berjalan
No Aktivitas Penjelasan PIC
1 Mengirim Form PA Mengirimkan form PA kepada seluruh karyawan untuk diisi
staff HRD
2 Mengisi Form PA Setiap karyawan mengisi Form PA (file excel) yang telah dibagikan oleh staff HRD
Karyawan
3 Review Form PA Karyawan memberikan Form PA-nya kepada atasan
masing-masing (leader/direct superior) untuk
di-review. Apabila tidak setuju maka form PA akan
dikembalikan kepada karyawan untuk diubah. Jika setuju maka form PA akan ditandatangani.
Leader
4 Serahkan laporan KPI
Leader/direct superior setiap department mengirim
seluruh file laporan KPI karyawan bagian HRD
Leader
5 Mengumpulkan dan cetak laporan KPI
Staff HRD mengumpulkan dan menyetak laporan
KPI setiap karyawan
staff HRD
6 Mengarsipkan dokumen laporan KPI
Staff HRD mengarsipkan dokumen laporan KPI
setiap karyawan
Staff HRD
7 Menyerahkan dokumen laporan KPI
Staff HRD menyerahkan seluruh dokumen laporan
KPI kepada pimpinan (CTO)
staff HRD
8 Analisis kinerja karyawan
CTO melakukan analisis kinerja karyawan
berdasarkan dokumen laporan KPI setiap karyawan
CTO 9 Pembuatan laporan
atau summary kinerja karyawan
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE
SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE
“Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”
Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
Analisa Masalah Sistem Berjalan
Analisa masalah setelah mengamati sistem yang berjalan (current system) maka dijelaskan sejumlah permasalahan sebagai berikut:
1. Summary hasil kinerja belum memberikan summary kinerja dari seluruh divisi (menyeluruh) melainkan masih tiap-tiap karyawan.
2. Dokumen laporan KPI setiap karyawan yang terpisah-pisah memungkinkan adanya laporan KPI karyawan yang tidak lengkap atau hilang. Hal ini mengakibatkan summary yang akan didapatkan juga tidak lengkap.
3. Pembuatan summary hasil kinerja masih belum cepat dimana butuh waktu lama untuk mengintegrasikan setiap laporan KPI karyawan dan ini mempengaruhi terlambatnya pimpinan dalam pengambilan keputusan seperti bagaimana pencapaian kinerja divisi, bagaimana pencapaian kinerja posisi, bagaimana capaian nilai KPI yang meliputi perbandingan nilai maksimum dengan capaian nilai aktual dan bagaimana perbandingan target dan pencapaian KPI pada setiap posisi.
4. Summary kinerja (KPI) kurang menarik, sehingga butuh sistem lain yang digunakan untuk menampilkan summary yang lebih menarik.
Usulan Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah yang penulis gunakan dalam menyelesaikan masalah yang ada yaitu merancang sebuah dashboard sistem kinerja karyawan berbasis web. Sehingga diharapkan dalam proses pembuatan summary kinerja secara keseluruhan, tidak akan memakan waktu lama dimana pimpinan (CTO) sebelumnya harus melakukan analisis terhadap masing-masing file atau dokumen laporan KPI karyawan. Juga akan memudahkan setiap peranan (baik karyawan maupun pimpinan (CTO) untuk melihat hasil visualisasi kinerja karyawan atau organisasi. Selain itu juga akan memudahkan staff HRD untuk pengarsipan seluruh data KPI karyawan sehingga meminimalkan kesalahan-kesalahan seperti file hilang atau file tidak lengkap.
Secara umum sistem yang akan dirancang adalah sebagai berikut: 1. Memiliki fungsi untuk import file KPI karyawan.
2. Visualisasi hasil summary kinerja (KPI) dalam bentuk dashboard berdasarkan divisi atau departemen, role atau posisi, tahun yang diolah dari data laporan KPI yang telah di-input kedalam sistem.
Perancangan Dashboard
Hasil perancangan dashboard adalah sebagai berikut: 1. Identifikasi Kebutuhan
Pada tahapan ini didapatkan KPI yang dimiliki oleh PT.XYZ yang diterapkan pada setiap posisi yang ada pada bagian technical terdiri atas divisi Enterprise System (Backend Developer, Web Developer, Android Developer) dan divisi Internal System (Technical Support dan Electronic Data Mining). Jenis pengguna dashboard dilakukan dengan melakukan review terhadap struktur organisasi PT.XYZ yaitu bagian technical dibawahi oleh Chief Techlogy Officer (CTO) dan setiap divisi dibawahi oleh seorang leader. Pengguna dashboard PT.XYZ adalah CTO, leader, karyawan dan staff HRD. Kebutuhan pengguna adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Kebutuhan Pengguna
No. Pengguna Kebutuhan
1. CTO, Leader, Karyawan
- Kemudahan untuk mendapatkan summary kinerja karyawan secara menyeluruh pada tiap divisi atau departemen pada tahun tertentu - Kemudahan untuk mendapatkan perbandingan summary kinerja dan
summary kinerja berdasarkan posisi pada 2 tahun terkahir
- Kemudahan untuk mendapatkan summary kinerja tim-nya
berdasarkan role atau posisi pada tahun tertentu
- Kemudahan untuk mendapatkan summary top performance berdasarkan divisi dan posisi pada tahun tertentu
- Kemudahan untuk mendapatkan hasil perbandingan summary capaian kinerja pada 2 tahun terakhir berdasarkan divisi dan posisi
No. Pengguna Kebutuhan
2. Staff HRD - Kemudahan untuk mengarsipkan/meng-integrasikan seluruh data KPI karyawan pada satu periode (tahun)
2. Perencanaan
Hasil perancanaan meliputi analisis meta informasi KPI PT.XYZ yaitu hasil akhir penilaian KPI karyawan adalah dalam skala 0-100% yang terdiri atas tiga rentang yaitu <40% berarti ‘poor’ yang artinya karyawan belum memenuhi standar target yang telah ditetapkan, belum memberikan kontribusi standar minimal pencapaian dan kurang memeberikan usaha yang optimal untuk mencapai standar tersebut. Rentang 40%-60% berarti ‘good’ artinya karyawan mencapai target yang telah ditetapkan dan sewaktu-waktu memberikan kontribusi melebihi target yang telah ditetapkan. Karyawan sudah menerapkan kemampuan/keterampilan dalam pekerjaan dalam bingingan atasan. >60% berarti ‘very good artinya karyawan telah memberikan kontribusi melalui target yang ditetapkan dan secara konsisten mampu memberikan kontribusi jauh melampaui target yang ditetapkan. Karyawan sudah menerapkan kemampuan/keterampilan dalam pekerjaan dengan membutuhkan bimbingan atasan yang sangat minimal.
Fungsionalitas utama dashboard adalah dapat menampilkan pencapaian kinerja karyawan secara menyeluruh dimulai dari divisi dan posisi berdasarkan parameter tahun serta perbandingan kinerja pada 2 tahun terakhir. Selain itu system dashboard juga memungkinkan kemudahan pengarsipan serta pengintegrasian data KPI karyawan pada satu periode (tahun).
Fungsionalitas pelengkap dashboard adalah dapat menampilkan summary perbandingan nilai maksimal KRA dengan nilai actual capaian untuk setiap posisi juga menampilkan data KPI berdasarkan jenis pengguna.
3. Perancangan Dashboard
Perancangan layout dashboard menggunakan perangkat lunak EDraw Max. Penyajian summary kinerja pada layar utama menggunakan teks dan ikon untuk informasi top performance didasarkan pada informasi yang disajikan adalah informasi singkat, gauge untuk informasi kinerja divisi dan bar chart untuk informasi kinerja berdasarkan posisi. Pemilihan gauge didasarkan pada tipe penyajian data yaitu summary nilai capaian berada dalam skala %, tingkat pencapaian (indikator jarum) dan status pencapaian (indikator warna). Bar chart pada summary kinerja berdasarkan posisi menampilkan summary capaian kinerja posisi pada satu divisi dalam skala %.
Use Case Diagram
Terdapat 4 aktor yaitu Staff HRD, CTO, Karyawan dan Leader. Daftar Use Case adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Daftar Use Case
No. Use Case Keterangan
1. Register Fungsi untuk menambahkan user baru 2. Login Fungsi untuk masuk ke dalam sistem
3 Import laporan KPI Fungsi untuk meng-upload file laporan KPI ke dalam sistem dan melakukan
parsing data serta menyimpan ke dalam database
4 Tampilkan list data KPI Fungsi untuk menampilkan list data KPI karyawan yang telah di-import ke dalam sistem
5 Tampilkan data KPI Fungsi untuk menampilkan detail data KPI karyawan 6 Visualisasi summary
kinerja
Fungsi untuk menampilkan summary kinerja dalam bentuk dashboard kinerja
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE
SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE
“Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”
Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
Gambar 2 Use Case Diagram Tampilan Halaman Utama
Tampilan halaman utama terdiri atas menu utama sistem informasi.
Gambar 3 Menu Utama Tampilan Halaman Dashboard
Gambar 4 Halaman Utama Dashboard
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan sistem ini adalah sebagai berikut:
1. Sistem informasi yang dirancang dapat menghasilkan summary hasil kinerja untuk setiap divisi pada bagian technical di PT.XYZ (divisi Internal System dan divisi Enterprise System).
2. Sistem informasi yang dirancang dapat mengintegrasikan dan menyimpan seluruh laporan KPI karyawan yang terpisah-pisah.
3. Sistem informasi ini menghasilkan laporan kinerja karyawan dengan cepat dan memudahkan pimpinan untuk pengambilan keputusan berdasarkan laporan yang didapatkan yang meliputi summary kinerja berdasarkan divisi, summary kinerja berdasarkan posisi, summary perbandingan capaian nilai KRA dengan nilai maksimum KRA pada setiap posisi, summary nilai KPI berdasarkan posisi dan summary detail target dan pencapaian KPI berdasarkan posisi.
4. Summary yang dihasilkan dari sistem informasi ini adalah visualiasi kinerja dalam bentuk dashboard.
REKOMENDASI
Berdasarkan hasil penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Disarankan sistem ini untuk dikembangkan pada divisi lain secara menyeluruh pada
PT.XYZ agar menghasilkan visualisasi kinerja menyeluruh pada PT.XYZ
2. Sistem ini dapat dikembangkan pada divisi lain dengan menggunakan data KPI lain sesuai yang ada di PT.XYZ sehingga laporan yang dihasilkan menyeluruh untuk PT.XYZ.
DIES NATALIS KE-51 PERBANAS INSTITUTE
SEMINAR NASIONAL PERBANAS INSTITUTE
“Banking Industry Development through Innovation and Digitalization: Strategy to cope with Global Economic Slow Down and Domestic Economic Risks”
Perbanas Institute – Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 3. Sistem ini dapat dikembangkan untuk diintegrasikan dengan sistem keuangan sehingga
memudahkan penilaian kinerja yang dapat dikonversi dengan pemberian reward (bonus kinerja).
DAFTAR PUSTAKA
Eckerson, W. (2011). Performance Dashboards Measuring, Monitoring, and Managing Your Business. USA: John Wiley & Sons, Inc.
Few, S. (2006). Information Dashboard Design. O'Reilley.
Hariyanti, E. (2008). Pengembangan Metodologi Pembangunan Information Dashboard untuk Monitoring Kinerja Organisasi. konferensi dan Temu NASIONAL Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia.
Januarita, D., & Dirgahayu, T. (2015). Pengembangan Dashboard Information System (DIS) Studi Kasus: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di ST3 Telkom Purwokerto. Jurnal Infotel, Vol 7.
Padita, A. B., & dkk. (2015). Model Pengembangan Dashboard Berbasis User-Centered Design. Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIK).
Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Soemohadiwidjojo, A. T. (2015). Panduan Praktis Menyusun KPI Key Performance Indicator.