ANTIBIOTIKA PADA BAYI DAN ANAK: Rasionalitas, Resistensi, dan Peran Apoteker

Teks penuh

(1)

ANTIBIOTIKA PADA BAYI DAN ANAK

:

Rasionalitas, Resistensi, dan Peran Apoteker

Mini Simposia Farmasi 16 November 2019

(2)

Pendahuluan

Rasionalitas

Resistensi

Peran Apoteker

Studi Kasus

POKOK BAHASAN

(3)

RENCANA AKSI GLOBAL WHO

World Health Organization. Global action plan on antimicrobial resistance. (2015). < http://www.who.int/drugresis tance/global_action_plan/en/>

Liu, L. et al. Global, regional, and national causes of child mortality in 2000–13, with projections to inform post-2015 priorities: an updated systematic analysis. Lancet 385, 430–440 (2014).

Resistensi antibiotik menyebabkan > 500.000 kematian

setiap tahun.

• banyak kasus diare tidak boleh diobati dengan antibiotik sama sekali Rencana Aksi Global tentang Perlawanan Antimikroba, (2015)

• WHO oleh semua Negara Anggota di Majelis

Kesehatan Dunia

Kematian ibu dan anak telah berkurang separuh di seluruh dunia selama 2 tahun terakhir decade (pneumonia, diare, dan

campak)

494 juta kasus diare diobati dengan antibiotik setiap tahun

di Brasil, Indonesia, India, dan Nigeria.

• Namun, sepsis neonatal

perbaikannya paling lambat

(4)

PROGRESS

The Review on Antimicrobial Resistance. Infection Prevention, Control and Surveillance: Limiting the Development and Spread of Drug Resistance. (2016). UNICEF. Pneumonia and diarrhoea: Tackling the deadliest diseases for the world’s poorest children. (2012).

Russell, A. B. et al. Improving antibiotic prescribing in neonatal units: time to act. Arch. Dis. Child. Fetal Neonatal Ed. 97, F141–6 (2012). Zaidi, A. K. et al. Hospital-acquired neonatal infections in developing countries. Lancet. 365, 1175-1188 (2005).

Di beberapa fasilitas di wilayah AFRO, 100% isolat

Klebsiella pneumoniae resisten terhadap

ampisilin.

Di wilayah SEARO, hingga 83% isolat E. coli resisten

terhadap gentamisin

Tindakan saat ini untuk mengurangi kematian neonatal global terutama berfokus pada peningkatan kualitas perawatan saat lahir

dan bantuan Penurunan angka kematian

anak  pengurangan 2,9 juta kematian neonatal setiap tahun (23%) karena

infeksi

Unit perawatan intensif neonatal sebagai daerah

berisiko tinggi untuk penularan yang resisten

antibiotik patogen

40% dari sepsis pada neonatus disebabkan oleh pathogen

yang resisten terhadap rejimen WHO yang saat ini

direkomendasikan

(5)

DIARE PADA ANAK

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

Kematian 1,5 juta anak/tahun di seluruh dunia 9% kasus rawat inap di AS pada anak < 5 th Osmotik Sekretori Inflamasi Malabsorbsi Guideline WHO (2010): Low-osmolarity oral

rehydration solution (ORS) Elemental zinc suppl. 10– 14 hari 10 mg/hari untuk infants < 6 bulan dan 20 mg/hari untuk infants dan anak > 6 bulan

Zat yang tidak dapat diserap di GI (Lactose intoleran)

Racun bakteri yang meningkatkan sekresi Cl- dan air

ke lumen usus

Osmotik / Sekretori yang menyebabkan penyerapan menurun

Peradangan / ulserasi mukosa usus (Chron

disease, colitis ulserative)

(6)

Diare Akut (< 2 minggu)

Gastroenteritis (Virus / pathogen)

Antibiotika

Alergi / keracunan makanan Bakteri, Virus, Parasit

Diare Kronis (> 2 minggu)

Infeksi

Inflammatory bowel disease Celiac disease, hirschprung enterocolitis

Lactose intolerans

Toddler’s diarrhea (nonspesifik; 6 bulan-5 tahun)

Immunodeficiency

(7)

DIARE TERKAIT ANTIBIOTIKA

Saccharomyces boulardii dan Enterococcus SF68 dapat mengurangi risiko Diare terkait antibiotik

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

10-20% karena Clostridium difficile

Clostridium perfringens Staphylococcus aureus Klebsiella oxytoca

Candida sp Salmonella sp. Gangguan komposisi dan fungsi flora usus normal,

pertumbuhan berlebih oleh mikroorganisme patogen Gangguan fungsional karbohidrat usus

Metabolisme asam empedu

Efek alergi dan toksik dari antibiotik pada mukosa usus atau efek farmakologis pada motilitas

Kasus yang tidak disebabkan oleh C. difficile stop terapi antibiotik dan kurangi diet karbohidrat.

(8)

GASTROENTERITIS

• Antibiotika tidak selalu diperlukan.

• Antibiotika juga tidak efektif terhadap gastroenteritis

toksik (mis. S. aureus, B. cereus, C. perfringens) dan

Salmonella.

• Kecuali pasien immunocompromised, neonatus, dan

pasien dengan bakteremia Salmonella.

• Penggunaan antibiotika menumbuhkan munculnya

organisme yang resistan terhadap obat.

• Namun, infeksi tertentu memang membutuhkan

antibiotika

(9)

PROBIOTIK

Studi in vitro: probiotik berpotensi menguntungkan

melalui mekanisme berbeda.

• efek antimikroba melalui modifikasi mikroflora

• mengeluarkan zat antibakteri

• bersaing dengan patogen untuk mencegah adhesi di

epitel usus,

• bersaing untuk nutrisi yang diperlukan untuk

kelangsungan hidup patogen

• memproduksi efek antitoksin

• Memperbaiki kerusakan pada epitel usus karena

infeksi, seperti perubahan sekresi dan migrasi neutrofil

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition 43:550Y557 October 2006 Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia Clinical Practice Guideline Clinical Efficacy of Probiotics: Review of the Evidence With Focus on Children

(10)

HASIL PENELITIAN

• Probiotik mengurangi resiko diare terkait Antibiotika (60%).

• Probiotik efektif S. boulardii (dewasa) dan Lactobacillus GG (anak).

• Studi Metaanalisis 5 RCT menunjukkan S. boulardii efektif mencegah

diare terkait Antibiotik pada anak dan orang dewasa yang diobati

dengan antibiotika.

• Setiap 10 pasien dirawat + antibiotika, 1 pasien tidak diare

• Efektivitas probiotik tidak sama: L.acidophilus dan L. bulgaricus tidak

efektif mencegah diare pada anak yang menerima terapi amoksisilin

(uji coba terkontrol plasebo double-blind)

• Studi lain (n=302 dewasa MRS): Lactobacillus GG vs. plasebo tidak

berbeda dalam mencegah diare yang menerima antibiotika

Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition 43:550Y557 October 2006 Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia Clinical Practice Guideline Clinical Efficacy of Probiotics: Review of the Evidence With Focus on Children

(11)

INDIKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

Burke A, Cunha, Antibiotic Essentials, 2010

Terapeutik

Penggunaan AB pada keadaan adanya manifestasi infeksi /

dugaan infeksi

Profilaksis

Diberikan pada keadaan tidak/belum terdapat gejala infeksi Mencegah infeksi pada pasien highrisk/ infeksi post.op Terapi Definitif Terapi Empiris

Antibiotik hanya untuk

INFEKSI BAKTERI

Self-Limiting Disease

tidak perlu Antibiotik

(Faringitis, Flu, Demam Berdarah, Varicella, Campak, Diare)

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

Virus

Bakteri

Jamur

Parasit

(12)

Apakah perlu Antibiotik?

• An. D / 9 bl / 9 kg

• Diare 5x, muntah 2x

• GEA + Dehidrasi ringan

• R/ Cefixime 2x1/2 cth

Zinkid 1x1

Metoclopramide 3x0,9 cc

Oralit

(13)

Kasus 2

• An. I / 14 bl / 6,6 kg

• Mencret 1 minggu sMRS, ½ gelas aqua. Mencret pertama berwarna hijau, cair, lendir (1-2 hari), selanjutnya tidak. Demam 4 hari sMRS. Batuk. Sulit makmin. Muntah 1x 3 jam sMRS

• Diare berkepanjangan + Dehidrasi sedang + Gizi kurang • Riwayat tx : Guanistrep & puyer 6 hari sMRS (mencret

berkurang)

• Data klinik saat MRS : T 39,4°C,

Data Klinik Saat MRS

Suhu 39,4

TD 160

Nadi 154

RR 42

Turgor kurang Bising usus +, normal Warna hijau

Ampas +

Data Lab Saat MRS

WBC 16,9 K 2,62 Na 128,3 Leukosit urin +(3-5/lp) Leukosit feses +(8-10/lp) Eritrosit feses +(1-2/lp) Lendir + Bakteri + TERAPI REGIMENTASI KaEN 3B 450cc/3 jam KCl syrup 3% 2 dd cth I Pedialyte 70cc/mencret LLM 60cc ad lib Probiotik 2x1 sachet Resomal 70cc/mencret ZincKid 1x10mg,po Vitamin A 1x50.000IU,im Vitamin C/E/Bcomp 50/ 1/3 /1/2 Ampicillin 4x175mg,iv MgSO4 40% 0,6cc ,im Nebul PZ 2cc, 4x/hari

(14)

SOFA

Apakah Merupakan Penyakit Infeksi?

SIRS

1.Temp >= 38 C (Rect); 37.8 C (Ax) < 36 C 2. Pulse > 90/mnt 3. Resp > 20/mnt or P O2 < 32 mmHg/l 4. Leucocyte > 12 million/ml < 4 million/ml > 10% Cell Immature Source of Infection • Bacteremia • Lung (pneumonia) • Bladder (UTI)

• Intestine (Gastroenteritis) etc

S

E

P

S

I

S

Quick SOFA

(15)

Penyebab Kegagalan Terapi Antibiotik

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

AB GAGAL Tidak ada infeksi Ada infeksi baru Infeksi lain Dx klinis / Mikrobiologis tidak benar / berubah AB tidak mencapai tempat infeksi Pasien gagal mendapat obat Bakteri resisten terhadap AB Pengobatan terlalu pendek

(16)

Mikrobes

Resistant

Rational Use Misuse Underuse Overuse

(17)
(18)

2 STRATEGI CEGAH RESISTENSI

CEGAH SELECTIVE

PRESSURE

CEGAH

TRANSMISI

ANTIBIOTIK BIJAK KEWASPADAAN STANDAR Antibiotika

RASIONAL

Kendali Resiko

RESISTENSI

(19)

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

• Pemeriksaan

mikrobiologi

Diagnosis Infeksi Bakterial

• Hasil

Pemeriksaan

Mikrobiologi

Terapi Antibiotik Empiris

• Monitoring

Terapi Antibiotika Definitif Guideline

(20)

2 STRATEGI CEGAH RESISTENSI

CEGAH SELECTIVE

PRESSURE

CEGAH

TRANSMISI

ANTIBIOTIK BIJAK KEWASPADAAN STANDAR

(21)

PENCEGAHAN PENYEBARAN MIKROBA RESISTEN

Arina Dery P., M.Farm.Klin., Apt.

Alcohol handsrub

Antisepsis stetoscop

Sarung tangan dan masker Sampah medis

Dekontaminasi Cuci tangan

(22)

TIM PPRA

R

S

Klinisi

Keperawatan

Mikrobiologi

Klinik

Farmasi Klinik

PPI

KFT

• Menyusun kebijakan tentang PRA

• Menyusun kebijakan dan panduan penggunaan antibiotik RS

• Melaksanakan program PRA di RS

• Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan PRA di RS • Menyelenggarakan forum kajian kasus pengelolaan

penyakit infeksi terintegrasi

• Melakukan surveilans pola penggunaan antibiotik • Melakukan surveilans pola mikroba penyebab infeksi

dan kepekaannya terhadap antibiotik;

• Menyebarluaskan serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang prinsip PRA, penggunaan antibiotik secara bijak, dan ketaatan terhadap pencegahan pengendalian infeksi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan;

• Mengembangkan penelitian di bidang PRA • Melaporkan pelaksanaan program PRA kepada

(23)

ANTIBIOTIKA HANYA UNTUK PENYAKIT INFEKSI

Tenaga

Kesehatan

Diagnosis tepat (klinis & Lab)

Patuh terhadap pedoman AB Melayani AB hanya dengan resep

Masyarakat

Membeli AB dengan resep Tidak memberikan Ab kepada orang lain

Tidak menyimpan AB untuk persediaan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :