• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah pengolahan bahan galian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah pengolahan bahan galian"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang I.1 Latar Belakang

Dengan banyaknya jenis bahan galian, tentu perlu penggolongan bahan Dengan banyaknya jenis bahan galian, tentu perlu penggolongan bahan gali

galian an yanyang g terterdirdiri i atas atas bebbeberaperapa a klaklasifisifikaskasi i agaagar r daldalam am penpencaricarian an hinhinggagga  pemanfaatannya

 pemanfaatannya tidak tidak terjadi terjadi kesalahan kesalahan dan dan kebingungan kebingungan sehingga sehingga segalasegala sesuatunya menjadi lebih

sesuatunya menjadi lebih properly properly atau lebih tepat guna dan tujuan. Maka dariatau lebih tepat guna dan tujuan. Maka dari itu

itu oleh pemerintah dibuatlah undangoleh pemerintah dibuatlah undang-unda-undang ng dan juga dan juga peratuperaturan ran pemerinpemerintahtah yang mengatur penggolongan dan pembagian klasifikasi bahan galian hasil yang mengatur penggolongan dan pembagian klasifikasi bahan galian hasil tambang dengan mempertimbangkan beberapa karakteristiknya.

tambang dengan mempertimbangkan beberapa karakteristiknya.

Dalam peraturan pemerintah dan undang-undang tersebut pembagian atau Dalam peraturan pemerintah dan undang-undang tersebut pembagian atau  pengklasifikasian

 pengklasifikasian didasarkan didasarkan pada pada nilai nilai ekonomis ekonomis dan dan strategis, strategis, prosesproses  pembentukan atau genesa, penggunaan bagi

 pembentukan atau genesa, penggunaan bagi industri, penyebaran dan lainnya.industri, penyebaran dan lainnya. Sumber daya mineral merupakan kebutuhan yang sifatnya esensial bagi Sumber daya mineral merupakan kebutuhan yang sifatnya esensial bagi keh

kehiduidupan pan manmanusiusia.Sa.Sungungguh guh iroironi ni limlimpahpahan an sumsumber ber daydaya a minmineral eral yanyangg terkandung dan tersebar secara merata tak lantas menjadikan masyarakat di terkandung dan tersebar secara merata tak lantas menjadikan masyarakat di negeri ini dapat mencicipi manisnya kesejahteraan.Hal itu, ditengarai oleh negeri ini dapat mencicipi manisnya kesejahteraan.Hal itu, ditengarai oleh minimnya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga semua kekayaan minimnya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga semua kekayaan alam ini belum mampu tereksplorasi secara maksimal.

alam ini belum mampu tereksplorasi secara maksimal.

Kita semua tentunya tahu bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh sang Kita semua tentunya tahu bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh sang  pencipta

 pencipta mempunyai mempunyai nilai nilai kegunaannya kegunaannya masing-masing masing-masing begitupun begitupun halnyahalnya dengan sumber daya mineral ini tentunya memiliki manfaat tersendiri akan dengan sumber daya mineral ini tentunya memiliki manfaat tersendiri akan teta

tetapi pi untuntuk uk menmenjadjadikaikan n sesusesuatu atu yayang ng berbermanmanfaat faat itu itu perperlu lu penpengolgolahaahann terl

terlebiebih h dahdahuluulu. . Dan Dan kitkita a pun pun harharus us memmemanfaanfaatkatkan an kekkekayaayaan an alam alam yanyangg melimpah ini dengan sebaik mungkin dengan tidak mengeksploitasinya secara melimpah ini dengan sebaik mungkin dengan tidak mengeksploitasinya secara  berlebihan

 berlebihan yang yang tidak tidak menutup menutup kemungkinan kemungkinan justru justru berdampak berdampak negatif negatif  terhadap kehidupan manusia.

(2)

I.2 Rumusan Masalah

. !pa pengertian bahan galian"

#. $agaimana penggolongan bahan galian di %ndonesia berdasarkan undang-undang pertambangan"

&. !pa saja contoh bahan galian berdasarkan penggolongan menurut undang-undang pertambangan"

'. $agaimana nilai ekonomis dan kegunaan bahan-bahan galian tersebut" (. $agaimana potensi bahan galian di %ndonesia"

I.3 Tujuan Penulsan

. !gar mengetahui pengertian bahan galian

 !gar mengetahui penggolongan bahan galian di %ndonesia berdasarkan undang-undang pertambangan

# !gar mengetahui contoh bahan galian berdasarkan penggolongan menurut undang-undang pertambangan

& !gar mengetahui nilai ekonomis dan kegunaan bahan-bahan galian tersebut

' !gar dapat mengetahui potensi bahan galian di %ndonesia

BAB II PEMBAHA!AN

(3)

II.1 Pengertan Bahan "alan

$ahan )alian %ndustri Merupakan Semua Mineral dan $atuan kecuali mineral logam dan energi, yang digali dan diproses untuk   penggunaan akhir industri dan konstruksi termasuk juga minerallogam yang  bukan untuk dilebur seperti bauksit, kromit, ilmenit, bijih, mangan, *ircon

dan lainnya.

Sumber daya mineral atau yang lebih dikenal dengan bahan galian mengandung arti bahan yang dijumpai di dalam baik berupa unsur kimia, mineral, bijih ataupun segala macam batuan.$erdasarkan bentuknya bahan galian dibedakan menjadi tiga yaitu bahan galian berbentuk padat +misalnya emas, perak dan gamping, lempung dll, bahan galian berbentuk cair  +misalnya minyak bumi, yodium dll, maupun bahan galian yang berbentuk  gas +misalnya gas alam.

$arang tambang di %ndonesia terdapat di darat dan di laut.ntuk  mengolah barang tambang tersebut tentunya kita harus memiliki banyak  modal, tenaga ahli dan penguasaan tekhnologi yang cukup mumpuni.Kekayaan alam %ndonesia dapat dikelola oleh perusahaan swasta maupun asing dengan syarat bahwa mereka telah mendapatkan konsensi resmi dari emerintah %ndonesia. Konsensi ini merupakan surat i*in yang dikeluarkan pemerintah terhadap perusahaan yang berminat untuk mengolah  barang tambang yang ada di %ndonesia dengan peraturan sistem bagi hasil.

II.2 Pengg#l#ngan Bahan "alan $ In$#nesa %er$asarkan Un$ang&Un$ang

!. Menurut ndang-ndang /o  tahun 012 tentang Ketentuan-Ketentuan okok ertambangan

(4)

Di %ndonesia, penggolongan bahan galian dapat dilihat dalam ndang-ndang /o  tahun 012 tentang Ketentuan-Ketentuan okok  ertambangan. Dalam  ini, bahan galian dibagi atas tiga golongan 3

- golongan bahan galian strategis +)olongan ! - golongan bahan galian 4ital +)olongan $

- golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam )olongan ! atau $. enggolongan bahan-bahan galian didasari pada 3

- /ilai strategis5ekonomis bahan galian terhadap /egara6 - 7erdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam +genese6 - enggunaan bahan galian bagi industri6

- engaruhnya terhadap kehidupan rakyat banyak6 - emberian kesempatan pengembangan pengusaha6 - enyebaran pembangunan di Daerah

Selanjutnya  5012 ini ditindaklanjuti dengan eraturan emerintah 7entang enggolongan $ahan )alian + /o #25089, yang menyatakan sebagai berikut3

a. )olongan bahan galian yang strategis adalah3 minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam6 bitumen padat, aspal6 antrasit, batubara, batubara muda6 uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya6 nikel, kobalt6 timah

 b. )olongan bahan galian yang 4ital adalah3 besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, 4anadium, titan6 bauksit, tembaga, timbal, seng6 emas,  platina, perak, air raksa, intan6 arsin, antimon, bismut6 yttrium,

rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya6 berillium, korundum, *irkon, kristal kwarsa6 kriolit, fluorpar, barit6 yodium, brom, khlor, belerang6

c. )olongan bahan galian yang tidak termasuk golongan ! atau $ adalah3 nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu +halite6 asbes, talk, mika, grafit, magnesit6 yarosit, leusit, tawas +alum, oker6 batu permata, batu setengah  permata6 pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit6 batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap +fullers earth6 marmer, batu tulis6 batu kapur, dolomit, kalsit6 granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur mineral golongan a

(5)

amupun golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi  pertambangan.

Sementara itu, dalam bagian enjelasan, dicantumkan bawa arti  penggolongan bahan-bahan galian adalah 3

- $ahan galian Strategis berarti strategis untuk ertahanan dan Keamanan serta erekonomian /egara,

- $ahan galian :ital berarti dapat menjamin hajat hidup orang banyak, - $ahan galian yang tidak termasuk bahan galian Strategis dan :ital

 berarti karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional.

Dari penggolongan bahan galian di atas, terlihat bahwa bahan galian industri sebagian besar termasuk ke dalam bahan galian golongan ;, walaupun  beberapa jenis termasuk dalam bahan galian golongan yang lain.

$. Menurut ndang-ndang no. ' tahun #990

Dengan terbitnya  /o.##5000 tentang emerintah Daerah dan eraturan emerintah /o.#(5000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan pemerintah daerah sebagai daerah otonom, maka daerah memiliki kewenangan untuk mengelola sumber daya alam agar dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi yang tentunya dalam rangka memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam rangka nilai manfaat pertambangan secara keseluruhan dan menghindari tumpang tindih lahan, lingkungan dan banyak hal lainnya,  pemerintah mengeluarkan  /o ' tahun #990, 7entang ertambangan Mineral dan $atubara, yang merupakan penyempurnaan  /o  tahun 012. ada $!$ :% asal &', saha pertambangan 3

+ dikelompokkan atas3 a. pertambangan mineral6 dan b. pertambangan  batubara. atau Minerba

+# ertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat<= huruf a digolongkan atas3 a. pertambangan mineral radioaktif6 b.

(6)

 pertambangan mineral logam6 c. pertambangan mineral bukan logam6 dan d. pertambangan batuan.

+& Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan suatu komoditas tambang ke dalam suatu golongan pertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat <#= diatur dengan peraturan pemerintah.

Dalam  /o #& 7ahun #99 dijelaskan mineral bukan logam meliputi intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, *eolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, *irkon, wolastonit, tawas,  batu kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen, dan  batuan meliputi pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap +fullers earth, slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit, basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung >uarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir  urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami +sirtu, bahan timbunan pilihan +tanah, urukan tanah setempat, tanah merah +laterit, batu gamping, onik,  pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsure mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.

otensi bahan galian industri +mineral non logam hampir dijumpai di semua wilayah %ndonesia, dari jenis komoditinya mungkin lebih dari 99 jenis, dengan waktu kurang lebih &-' jam, baik itu berupa ceramah umum dan diskusi sangat sulit untuk dapat memahami keseluruhan mengenai mineral non logam, untuk itu bahan diklat dibuat secara ringkas, tanpa mengabaikan tujuan dari diklat ini, yaitu peserta +aparatur pemda memiliki kompetensi dalam e4aluasi laporan eksplorasi untuk pelaksanaan tugas fungsinya.

(7)

. S/% &-'188-008, enyusunan peta sumber daya mineral, batubara dan )ambut

#. S/% &-'10-008, enyusunan peta geologi

&. S/% &-'2#1-008, Klasifikasi sumber daya mineral dan cadangan

'. S/% &-1191-#99, 7atacara penyusunan laporan eksplorasi bahan galian

(. S/% &-1121-#99#, ?4aluasi laporan penyelidikan umum dan eksplorasi  bahan galian

1. edoman umum tata laksana kegiatan lapangan di lingkungan Direktorat %n4entarisasi Sumber Daya Mineral

2. edoman teknis in4entarisasi sumber daya mineral, batubara dan  bitumen padat

8. edoman teknis basis data sumber daya mineral non logam.

II.3 '#nt#h Bahan "alan menurut Un$ang&Un$ang

. )olongan ! +$ahan )alian Strategis 3 /ikel

$erdasarkan cara terjadinya, endapan nikel dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu endapan sulfida nikel @ tembaga berasal dari mineral pentlandit, yang terbentuk akibat injeksi magma dan konsentrasi residu +sisa silikat nikel hasil pelapukan batuan beku ultramafik yang sering disebut endapan nikel laterit. Menurut $ateman +08, endapan  jenis konsentrasi sisa dapat terbentuk jika batuan induk yang mengandung  bijih mengalami proses pelapukan, maka mineral yang mudah larut akan terusir oleh proses erosi, sedangkan mineral bijih biasanya stabil dan mempunyai berat jenis besar akan tertinggal dan terkumpul menjadi endapan konsentrasi sisa.

 /ikel merupakan bahan galian yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi karena pada masa sekarang dan masa yang akan datang kebutuhan /ikel semakin meningkat disamping dari kebutuhan lainnya yang persediaannya semakin terbatas, sehingga mendorong minat  pengusaha untuk membuka pertambangan /ikel. /ikel mempunyai sifat

(8)

tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras.

 /ikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak. 7erdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu3 sebagai hasil konsentrasi residual silika dan pada proses pelapukan batuan  beku ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang biasanya  berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.

?ndapan nikel laterit merupakan hasil pelapukan lanjut dari batuan ultramafik pembawa /i-Silikat. mumnya terdapat pada daerah dengan iklim tropis sampai dengan subtropis. engaruh iklim tropis di %ndonesia mengakibatkan proses pelapukan yang intensif, sehingga beberapa daerah di %ndonesia memiliki profil laterit +produk pelapukan yang tebal dan menjadikan %ndonesia sebagai salah satu negara penghasil nikel laterit yang utama. roses konsentrasi nikel pada endapan nikel laterit dikendalikan oleh beberapa faktor yaitu, batuan dasar, iklim, topografi, airtanah, stabilitas mineral, mobilitas unsur, dan kondisi lingkungan yang  berpengaruh terhadap tingkat kelarutan mineral.

 /ikel digunakan untuk membuat campuran logam +non Aerros !lloy,missal alloy nikel-besi dengan kandungan nikel antara (9-89B sisanya besi. !lloy alni yaitu campuran alminium nikel dan besi,yang dalam penggunaanya sama dengan penggunaan baja karbon,alloy Aerrid yang mengadung nikel oksida dan seng . !lloy tersebut biasanya dimanfaatkan untuk peralatan elektronika. Disamping itu nikel digunakan untuk pelapis logam dengan cara elekro pllating,baja tahan karat ,bahan campuran keramik. otensi nikel terdapat di ulau Sulawesi, Kalimantan  bagian tenggara, Maluku, dan apua.

#. )olongan $ +$ahan )alian :ital 3 $elerang

$elerang +Sulfur dialam biasanya di temukan dalam bentuk kristal  belerang dan dapat juga dalam bentuk persenyawaan dengan logam lain

(9)

ada umumnya, endapan belerang mempunyai hubungan erat dengan kegiatan gunung berapi. $eberapa pendapat mengenai genesa belerang 3 a. $elerang berasal dari H#S yang merupakan hasil reduksi ;aSC' oleh

karbon dan methan. 7erbentuknya H#S dapat melalui dua cara, yaitu

oksidasi oleh air tanah dan reaksi antara H#S dengan ;aSC'.

 b. $elerang dibentuk oleh bakteri de sulpho vibrio de sulfuricans. rosesnya, sulfat oleh bakteri diubah menjadi sulfite. Selanjutnya sulfit diubah menjadi belerang.

c. $elerang terdapat pada gypsum yang diendapkan langsung dari  poly  sulfite.

d. ;ebakan belerang ditemukan sebagai hasil sublimasi solfatara atau fumarola yang merupakan hasil dari akti4itas gunung berapi.

Kristal belerang berdasarkan pengamatan dengan mata menunjukan kenampakan berwarna kuning dengan kekerasan berkisar  antara ,(-#,( Dan mempunyai berat jenis #,9(. !pabila dibakar  memberikan nyala warna biru da menghasilkan gas SC#yang berbau tidak 

enak. 7itik leleh pada suhu #&'o-#'8oA dan mempunyai daya hantar listrik 

yang jelek serta tidak larut dalam air.

Di alam, belerang dapat ditemukan baik sebagai unsur dalam  bentuk kristal belerang atau dalam bentuk umpur dengan kadar S mencapai '9-19B. Dapat juga ditemui belerang dengan bentuk   persenyawaan dengan logam lain seperti galena, spalerit, pyrite, dan

lain-lain.

$elerang banyak digunakan di industri pupuk, kertas, cat, plastik,  bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, accu, industri kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi baja.

otensi dan penyebaran endapan belerang %ndonesia saat ini baru diketahui di enam propinsi, dengan total cadangan sekitar (,' juta. ?ndapan belerang di %ndonesia dapat ditemukan dibeberapa propinsi antara lain 3 Sumatera utara, lampung, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, sulawesi utara, maluku.

(10)

ntuk tipe sublimasi, karena proses terjadinya didasarkan kepada akti4itas gunung berapi, maka selama gunung berapi aktif, belerang tipe ini dapat diproduksi. Dengan demikian sumber daya belerang sublimasi dapat dianggap tidak terbatas.

&. )olongan ; +7idak termasuk ! dan $ 3 Marmer 

Marmer atau sering disebut juga batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. engaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. !kibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer %ndonesia diperkirakan berumur sekitar &9@  19 juta tahun atau berumur Kuarter hingga 7ersier.

Marmer akan selalu berasosiasi keberadaanya dengan  batugamping. Setiap ada batu marmer akan selalu ada batugamping, walaupun tidak setiap ada batugamping akan ada marmer. Karena keberadaan marmer berhubungan dengan proses gaya endogen yang mempengaruhinya baik berupa tekan maupun perubahan temperatur yang tinggi.

enggunaan marmer atau batu pualam tersebut biasa dikategorikan kepada dua penampilan yaitu tipe ordinario dan tipe staturio. 7ipe ordinario biasanya digunakan untuk pembuatan tempat mandi, meja-meja, dinding dan sebagainya, sedangka tipe staturio sering dipakai untuk seni  pahat dan patung.

II.( Peman)aatan !um%er Da*a Mneral $an Batu%ara

Dalam perkembangannya, pengelolaan sumber daya mineral kini semakin kompleks mengingat seiring dengan perkembangan *aman yang disertai dengan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih.Dimana, manusia dituntut untuk selalu menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang ada.Hal itupun yang sekiranya membawa dampak terhadap ino4asi demi

(11)

ino4asi yang bermunculan saat ini.$egitupun halnya dengan sumber daya mineral yang pemanfaatannya memiliki peran yang sangat sentral bagi  pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Di bawah ini pemanfaatan beberapa

hasil tambang 3 . Minyak bumi

Minyak bumi ini setelah diolah dihasilkan minyak gas +a4igas, bensol +a4tur, gasoline +bensin, premium dan super 08, karosin +minyak tanah dan minyak lampu, minyak solar, diesel dan minyak bakar, 4aselin dan  paraffin +untuk industry batik dan korek api dan aspal. Hasil olahan tersebut dapat digunakan untuk penerangan rumah, tenaga penggerak dan mesin pabrik, bahan bakar kendaraan bermotor, bahan bakar pesawat terbang dan pemanfaatan lainnya.

#. )as alam

)as alam ini biasanya digunakan untuk bahan bakar rumah tangga dan keperluan industri lainnya.

&. $atubara

$atubara biasanya digunakan sebagai bahan bakar pemberi tenaga dan  bahan mentah cat, obat-obatan, wangi-wangian dan bahan bakar peledak. '. 7anah liat

7anah liat digunakan untuk membuat gerabah dan bahan bangunan seperti  batu bata, genting dan kerajinan tangan seperti kendi dsb.

(. Kaolin

Kaolin ini digunakan sebagai bahan dasar membuat porselen. 1. $atu gamping

$atu gamping digunakan sebagai bahan perekat bangunan, bahan pembuat semen, dan pengapur dinding.

2. asir kuarsa

asir kuarsa ini dapat digunakan untuk membuat kaca. 8. asir besi

asir besi biasanya digunakan untuk membuat besi tuang. 0. Marmer  

Marmer ini biasa digunakan untuk membuat lantai dan hiasang dinding. 9. $atu aji

$atu aji digunakan untuk perhiasan. . !lumunim

(12)

!lumunium merupakan logam ringan dan kuat yang digunakan untuk  industry kapal terbang, mobil, mesin-mesin dan alat-alat rumah tangga lainnya.

#. 7imah

7imah sebagai bahan untuk membuat pipa ledeng, logam patri dan kawat telepon.

&. /ikel

 /ikel dapat digunakan untuk bahan campuran dalam industry besi baja agar kuat dan tahan karat.

'. 7embaga

7embaga dapat digunakan untuk membuat bahan kapal dan industry  barang-barang perunggu dan kuningan.

(. %ntan

%ntan ini biasa dipergunakan untuk perhiasan bagi kaum perempuan pada umumnya.

1. !sbes

!sbes dapat digunakan sebagai atap bangunan pengganti genting.

II.+ P#tens Bahan "alan $ In$#nesa

Mineral yang dipakai sehari @ hari dalam kehidupan umat manusia tidak semuanya terdapat di %ndonesia.Diperkirakan hanya &9B atau &9 Macam mineral utama terdapat di %ndonesia. Mineral tersebut adalah emas,  perak, tembaga, nikel, timah putih, timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batubara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri +asbes, bentonit, *eolit, belerang, fosfat, batu gamping dll,  batu mulia, termasuk intan, dan bahan bangunan. Mineral langka masih  belum diketahui di %ndonesia, demikian juga uranium, hingga saat ini belum

tersedia data yang rinci mengenainya.

$eberapa mineral telah menjadi andalan sektor pertambangan di %ndonesia.roduksi dan cadangannya juga cukup besar. 7imah, misalnya, memproduksi sekitar (B produksi dunia, sementara cadangannya lebih kurang 8B cadangan dunia. ;adangan nikel mencapai (B cadangan dunia, tetapi produksinya baru mencapai 9B produksi dunia.$erikut ini

(13)

disampaikan beberapa angka mengenai mineral andalan %ndonesia, disertai  pula beserta cadangan potensinya.Klasifikasi yang dipakai adalah klasifikasi Mckel4ey +02&. !ngka @ angka tersebut disampaikan dalam bentuk tabel  berikut 3

7abel #.. erbandingan 7aksiran ;adangan Mineral %ndonesia dan Dunia

Nama Mneral Taksran ,a$angan Per%an$n gan  Indonesia Dunia  . 7imah 81( ton .99.9 99 ton 8B #

. /ikel ( juta ton

99  juta ton 'B & . 7embag a 1 jutaton #1  juta ton (B ' . $atubar  a &# milyar ton 11& milyar ton #B ( . !lumun ium 0&' juta ton &0.99 9 juta ton 9,2B 1 . Minyak  bumi 0, milyar   barrel 01,1 milyar  barrel B 2 . )as  bumi 9,&8 juta $S;A 1,0  juta $S;A #B

otensi minyak dan gas bumi terkandung dalam 19 cekungan dan baru #(B yang dieksploitasi.Menurut perkiraan, sumberdaya minyak bumi mencapai lebih kurang 29 @ 2# milyar barrel, sedangkan yang sudah diteliti dan sudah dapat digolongkan sebagai cadangan baru kurang lebih 0 @ 9 milyar barrel.

(14)

Sumberdaya dan cadangan minyak bumi %ndonesia akan bertambah terus bila eksplorasi terus dilakukan. $elum lagi potensi yang mungkin ada di dalam batuan yang lebih tua +batuan ra-7ersier, karena sejauh ini minyak dan gas bumi baru diproduksi dari batuan berumur 7ersier karena lebih dangkal letaknya.Demikian  pula potensi sumberdaya mineral lainnya yang masih bisa untuk dikembangkan.

BAB III PENUTUP

3.1 -esmulan

 Dengan banyaknya jenis bahan galian, tentu perlu penggolongan bahan galian yang terdiri atas beberapa klasifikasi agar dalam pencarian hingga

 pemanfaatannya tidak terjadi kesalahan dan kebingungan sehingga segala

sesuatunya menjadi lebih properly atau lebih tepat guna dan tujuan. Maka dari itu oleh pemerintah dibuatlah undang-undang dan juga peraturan pemerintah yang mengatur penggolongan dan pembagian klasifikasi bahan galian hasil tambang dengan mempertimbangkan beberapa karakteristiknya.

;ontoh nya adalah 3

 Menurut ndang-ndang /o  tahun 012 tentang Ketentuan-Ketentuan okok ertambangan

Di %ndonesia, penggolongan bahan galian dapat dilihat dalam ndang-ndang /o  tahun 012 tentang Ketentuan-Ketentuan okok  ertambangan. Dalam  ini, bahan galian dibagi atas tiga golongan 3

- golongan bahan galian strategis +)olongan ! - golongan bahan galian 4ital +)olongan $

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Permenpan, Permendagri, Permendikbud, Perbub serta Peraturan lain terkait sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan, tatalaksana dan

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tersebut diamanatkan tentang penggolongan urusan wajib dan urusan pilihan, Urusan Wajib adalah urusah yang wajib diselenggarakan

Infrastruktur pengendalian pada tingkat entitas pemerintah daerah dapat berupa peraturan yang diterbitkan oleh instansi yang lebih tinggi (undang-undang, peraturan

Sejalan dengan hal tersebut untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor, maka peraturan daerah ini mengatur antara lain

Teknologi lingkungan tepat guna adalah suatu alat dalam bidang lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya.. Salah satu

Selain daripada itu, Undang-Undang Hak Cipta juga mengatur hak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan atau mewajibkan pihak tertentu memperbanyak ciptaan, berhak cipta demi

Infrastruktur pengendalian pada tingkat entitas pemerintah daerah dapat berupa peraturan yang diterbitkan oleh instansi yang lebih tinggi (undang-undang, peraturan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan mengatur tentang asas dan tujuan dari penyelengaran penerbangan, kedaulatan atas wilayah udara,