• Tidak ada hasil yang ditemukan

~ Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah 322 Buku II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "~ Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah 322 Buku II"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

~

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15 Juli 1999

322 Buku II

.$

1.2..

PENYERAPAN STRONSIUM OLEH DREKSI DATU APUNG

Prayitno, Sukosrono, Nurimaniwati

P3TM-BATAN, Yogyakarta

ABSTRAK

PENYERAPAN STRONSIUM OLEH BRE::KSI BA TU APUNG. Untuk mempelajati karakter serapan Sr-90 oleh breksi batu apung perlu ditentukan kapasitas serap, faktor dekontaminasi dan efisiensi penyerapan. Breksi batu apung merupakan salah satu bahan konstruksi sistem penghalang ganda tempat penyimpanan limbah. Tujuan penelitian ini untuk memperbanyak data-data pengkajian keselamatan tempat penyimpanan limbah dan menurunkan kadar nuklida (Sr) supaya tidak mudah tersebar ke lingkungan. Larutan radioaktif Sr-90 digunakan sebagai perunut pada penelitian ini. Parameter yang diteliti antara lain pengaruh ukuran butir-10/+20 sampai dengan -100/+200 mesh, pengaruh pemanasan dan tanpa pemanasan, pengaruh pH dati 1-8, pengaruh waktu kontak dati 10 sampai dengan 100 menit. Dati hasil penelitian dapat disimpulan bahwa serapan yang paling baik adalah pada ukuran butir antara -40/+60 sampai -80/+100 mesh, waktu kontak 80 menit dan pH 4, Ks yang diperoleh 5,9710-6 ,tlCi/g dan FD 44,94. Efisiensi serapan yang diperoleh adalah 98,45 %.

ABSTRACT

SORPTION OF STRONSIUM USING PUMICE-STONE BREKCSI In order to study the sotption characteristics of Sr-90 on pumice-stone brekcsi, it is necessary to cany out studying

on its sotption capacity, decontamination factor and sotption efficiency. The clay brekcsi is the one of the multi bam'er system materials in shaffow land disposal. The aims of the experiments were to enrich the data bank radwaste disposal assesment safety and decrease the Sr-90 nuclide, so that was uneasily dispersed to the environment. Radioactive solutions of Sr90 used as tracers in this study. The parameter studied were the effect of granular size of -10/+20 --100/+200 mesh, heating or unheating, the effect of pH and contact times from 1-8 and 10 -100 minutes respectively. It was cocluded that the best of Sr sotption was obtained on granular size of -40/+60 -and -80/+100 mesh, contact times of 80 minutes and pH of 4. The Sr sotption capacity, decont factor and sotption efficiency were 5.97 10-6 pCi/g and 98.45 % respectively.

adalah aluminium silikat terhidrat, tetapi jenis lain

dapat mengandung

unsur lainnya seperti Na, K, Ca,

Mg dan ferro atau ferri. Perbandingan antara

molekul air, aluminium dan silika dalam suatu

jenis

lempung dapat berbeda. Mengingat sifat-sifat

fisiknya maka dimungkinkan pemanfaatannya

dalam bentuk bahan, dengan sedikit diolah

menggunakan

teknologi sederhana

dapat digunakan

sebagai

bahan material untuk konstruksi batako atau

bahan-bahan

lainnya seperti bahan urug/penyerap

dalam pengelolaan limbah aktif. Oleh karena itu

perlu dilakukan penelitian, dalam pemanfaatan

breksi batu apung sebagai

bahan penyerap limbah

aktivitas rendah

yang mengandung

nuklida si(l.l)

Penelitian dalam pengelolaan

limbah yang

mengandung

nuklida stronsium masih sedikit, oleh

sebab itu penelitian yang menunjang dalam hal

penimbunan dan penyimpanan limbah sementara

ataupun lestari sedang/akan

dilakukan. Sehingga

perlu dilakukan penelitian bahan urug yang ada

kaitannya dengan bahan lokal terutama breksi batu

PENDAHULUAN

L imbah radioaktif dengan aktivitas rendah dan sedang hams dikelola daTi lingkungan biosfer untuk jangka waktu yang lama sampai sifat radiologinya menjadi tidak berbahaya lagi[l] Radionuklida hasil belah Sr-90 (t~ = 28 tahun) merupakan radionuklida acuan ('principle source") pada penyimpanan selama 1000 tabun pertama, karena waktu paronya yang panjang dan hasil belahnya yang besar.

Salah satu potensi yang masih belum terjamah dan belum dimanfaatkan secara optimal adalah bahan mineral lokal dalam hal ini salah satunya adalah batuan formasi semilir sering disebut breksi barn apung. Dari segi sifat-sifat fisiknya hampir sarna dengan lempung/zeolit. Atom mineral lempung umumnya tersusun dalam struktur kisi-kisi seperti lapisan-lapisan, tetapi kadang-kadang dalam struktur seperti rantai. Untuk sebagian mineralnya

Prayitno. dkk

Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

(2)

Prosiding Perlemuan dan Presentasi llmiah

P3TM-BATAN, Yogyakarla 14 -15 Juli 1999 Buku II 323

umpan melalui kolom yang berisi bahan pertukaran

ion yaitu breksi barn apung. Hal ini tergantung

pada

jenis penukar ion, komposisi limbah, konsentrasi

radionuklida, kondisi proses daD operasi. Cara

penukar ion ini pada umumnya dapat meningkatkan

faktor dekontaminasi

yang relatif tinggi (FD

rata-rata 102)"(6)

Bahan berupa padatan dengan proses

penyerapan yang terjadi pada permukaan bahan

padat, disebabkan

oleh gaya valensi (valence force)

atau gaya tarik menarik (attractive force) dari atom

atau molekul pada lapisan di luar zat parlato

Dalam

proses pertukaran ion, variabel yang berpengaruh

adalah komposisi

umpan, pH umpan, kecepatan

alir,

waktu tinggal, ukuran butir, diameter kolom/tinggi

kolom yang dipakai dalam proses penyerapan.

Dengan mengembangnya

kisi rongga-rongga

breksi

barn apung, maka kation nuklida stronsium akan

terserap

dalam rongga breksi barn apung tersebut.

Berpedoman dari rumusan masalah, tinjauan

pustaka dan landasan teori, maka diberikan suatu

hipotesis bahwa breksi barn apung dapat digunakan

sebagai penyerap, kemampuan serap dipengaruhi

oleh besarnya konsentrasi, komposisi mineral,

ukuran butir, pH limbah dan waktu kontak(7).

Breksi barn apung yang digunakan adalah

bahan lokal yang berasal dari sekitar kecamatan

Imogiri, Bantul DIY. Hasil analisisnya

sbb.:

Tabell. Analisis breksi barn apung

Dengan mempelajari variabel pengaruh

ukuran butir, waktu kontak daD pH terhadap Faktor

Dekontaminasi (FD), Efisiensi Serap (Ep) daD

Kapasitas Serap (Ks) diharapkan akan diperoleh

basil yang baik.

TATA KERJA

Bahan

Bahan breksi barn apung mula-mula

digerus, diayak sehingga didapat ukuran butir yang

divariasi -10/+20 (436,2 mesh) sampai -100/+200

apung terhadap limbah tersebut yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan penyerap dan penimbun/urug limbah.

Karena breksi barn apung dapat melakukan pertukaran ion, maka perlu diketahui kecepatan reaksi pertukaran kimia dengan penukar ion yang biasanya lebih cepat dibandingkan proses difusi. Difusi molekuler pada partikel padat bergantung pada ukuran butir dan suhu. Dalam hal ini tidak bergantung pada konsentrasi ion dalam larutan umpan dan kecepatan pengadukan.

Pada penelitian ini bahan lokal yang digunakan sebagai penyerap adalah breksi barn apung. Breksi barn apung dapat menyerap nuklida stronsium, karena sifatnya mirip dengan lempung yang mempunyai sifat sebagai penyaring(3,4). Breksi barn apung merupakan mineral alam, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, breksi barn apung saat ini akan mulai dipelajari dan dikembangkan pemanfaatannya. Serbuk halus breksi barn apung setelah didehidrasi temyata mempunyai rongga-rongga yang dapat saling berhubungan dan membentuk satu, dua atau tiga arab. Jadi fungsi dehidrasi adalah untuk mengaktifkan breksi barn apung sebagai bahan penyerap. Struktur yang berongga pada breksi barn apung seperti pada lempung dapat terisi oleh ion-ion logam dan molekul-molekul air yang keduanya bebas bergerak, sehingga dapat dipakai sebagai penukar ion. Ikatan OH terhadap silikon/golongan silikon/mempunyai sifat lebih asam dibandingkan dengan ikatan terhadap aluminium pada mineral lempung dalam media air. Si-OH dan AI-OH dalam golongan OH permukaan tidak hanya berperan dalam proses

adsorpsi tetapi juga dalam proses pembakaran . Pada saat suhu naik golongan OH yang termasuk pada partikel-partikel yang berdekatan dapat membentuk molekul air dan jembatan oksigen. Dalam effek kisi-kisi, kation yang dapat dipertukarkan (Ca++' AI+++, Sij juga mengadakan interaksi dengan molekul-molekul organik dan organik seperti dalam proses dengan air tersebut misalnya membentuk komplek koordinasi(3.4). Dari teori dan data pustaka yang ada kaitannya tentang bahan urug, maka diharapkan dapat digunakan untuk menyerap unsur logam-logam berat yang ada di dalam limbah , yang dikaitkan dengan kapasitas penyerapan berbagai komposisi unsur dalam umpan, waktu penyerapan, kecepatan alir, ukuran tinggi dan diameter alat, pH larutan umJ'an yang berpengaruh terhadap effektivitas serap(5,6. Dari basil penelitian ini dapat diketahui kemampuan breksi barn apung untuk menurunkan konsentrasi stronsium dalam limbah, yang nantinya dapat dipakai dalam pengelolaan limbah dan penyimpanan limbah.

Metoda penyerapan ini dilakukan seperti proses pertukaran ion dengan cara mengalirkan

ISSN 0216-3128

Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

(3)

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah

P3TM-BATAN, Yogyakarta 14-15 Juli 1999 Buku II 325

proses penyerapan akan semakin kecil, maka luas permukaan bidang kontak menjadi lebih kecil, sehingga hasilnya FD, Ep daD Ks menjadi lebih kecil dapat dilihat pada gambar I daD 2. Hasil yang terbaik pada ukuran butir -60/+80 mesh yaitu faktor dekontaminasi sekitar basil 40 sampai 45, efisiensi penyerapan sekitar 97,00 % sampai 98,50 % daD kapasitas serap sekitar 5,50 sampai5,90.

40

1

1100 -35 ~ ~30

"

~25 "'20. 15.

10-gambar 3., waktu kontak selama 20 menit mengalami kenaikkan nilai FD, Ep daD Ks, FD sebesar 37,87 , Ep 97,85 % daD Ks 4,87, sampai waktu kontak selama 80 menit, nilai FD 46,97, Ep 98,45 % daD Ks sebesar 5,98.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa proses penyerapan yang terbaik terjadi pacta waktu kontak selama 80 menit. Apabila waktu kontak lebih lama, terjadi penurunan nilai FD, Ep daD Ks. Dapat dilihat pacta gambar 3. waktu kontak setelah waktu 80 menit, mengalami penurunan FD yang diperoleh sekitar 40,30, Ep sekitar 97,66 % daD Ks sekitar 5,88, apabila waktu diperlama daD terjadi penurunan has iI, karena harga FD, Ep daD Ks menjadi realatif konstan. Dengan demikian waktu kontak yang baik 80 menit.

,/,,\°,

g

~

,Ep 0

Percobaan

berikutnya

mempelajari

pengaruh perubahan

pH terhadap FD, Ep dan Ks.

Perubahan

pH limbah akan mempengaruhi

basil FD,

Ep dan Ks, semakin besar pH limbah, basil

penyerapan semakin besar. Penelitian ini

mendapatkan nilai pH umpan yang baik. Pada

gambar 4 dapat diketahui bahwa untuk pH limbah I

maka FD, Ep dan Ks yang diperoleh lebih kecil.

Pada pH I FD sebesar

31,13, Ep sebesar

96,98 %

dan Ks sebesar

5,24. Bila pH dinaikkan sampai pH

4 maka FD, Ep dan Ks yang diperoleh adalah yang

paling besar yaitu FD 41,82 ,Ep 97,90 % dan Ksnya

5,67. Apabila pH umpan dinaikkan lagi, basil FD,

Ep dan Ks mengalami penurunan (pH limbah 5

sampai 8), FD sebesar

37,90 -27,68, Ep sebesar

98,47 % -97,40% dan Ks sebesar

5,96 -5,80. Hal

ini disebabkan karena permukaan mineral breksi

barn apung tertutup oleh golongan hidroksil (OH)

maupun oleh atom oksigen. Karena sifat polarnya,

golongan OH terutama aktif dalam hal pengikatan

bersama (sharing) atom-atom hidrogennya dengan

molekul-molekul yang mempunyai golongan

aseptor hidrogen. Maka ion H mempunyai

kecendurangan menggantikan kation stronsium

karena dalam suasana

asam dalam hal ini ion H

lebih mudah diikat. Mengingat breksi barn apung

dan mineral lokal lainnya tidak tahan terhadap

asam

maka akan dapat terjadi swelling, sehingga ikatan

rantai polimer dapat putus menjadi senyawa yang

lebih kecil. Apabila pH limbah dinaikkan terns

maka akan terjadi penurunan nilai FD, Ep dan Ks,

jika pH limbah terlalu tinggi bahan penyerap

breksi

barn apung menjadi tidak stabil dan terjadi swelling,

menyebabkan kemampuan serapnya menjadi

berkurang. Ikatan OH- terhadap silikonl golongan

silikon mempunyai sifat asam dibanding dengan

ikatan terhadap aluminium pada mineral lempung

dalam media air. Dalam efek kisi-kisi, kation yang

dipertukarkan juga mengadakan interaksi dengan

molekul-molekul

organik

sehingga

dapat

membentuk komplek koordinasi, sehingga kation

l

0.,

,.,..°/

e'

""-em

._e-./ "<-10-6.O/)Om) -l!.-l!.-l!.-l!.-l!.-J;. ~- "(~0-6.c.1~ ','-','-','- m ",-',' 180 --IO/+m -20/+40 -40/+~ -60/+~ -60/+100 -100/+2» Ukuron !Jut'r (x)

Ganbar 2. Pengaruh

ukuran

butir

dengan

pemanasan

terhadap

FD, Ep dan Ks

0 20 41J 60 80 100

Waktu :ierap (menlt)

Gambar 3. Pengaruh waktu kontak terhadap harga

FD, Ep dan Ks

pH

Gambar 4. Pengaruh

perubahan

pH terhadap

harga

FD, Ep don Ks

Percobaan selanjutnya untuk mempelajari

pengaruh waktu kontak terhadap FD, Ep daD Ks.

Dapat dilihat bahwa waktu kontak 10 menit

mempunyai nilai FD, Ep daD Ks dengan basil yang

rendah yaitu sebesar

untuk FD 31,68, Ep 96,74 %

daD Ks 5,24. Untuk waktu kontak selama 10 menit

proses penyerapan belum berjalan secara baik,

makal basil belum cukup, maka waktu kontak perlu

dinaikkan. Semakin lama waktu kontak yang

diberikan semakin baik basil yang diperoleh : FD,

Ep daD Ks semakin besar. Dapat dilihat pada

ISSNO216-3128 Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

(4)

Prosiding Peltemuan dan Presentasi Ilmiah

P3TM-BATAN, Yogyakarla 14-15Juli 1999 Buku II 327

terhindar /agi, sehingga medan /istrik diper/uas -+ keda/aman rongga utama akan berinterak\'i dengan senyawa yang berada di luar kerangka -+ dengan demikian proses pemanasan akan /ebih efektif karena ber/angsung sampai ke rongga bagian da/am.

..0.. Be/um dapat mengambi/ kesimpu/an brek\'i batu apung hila dibandingkan dengan mineral yang lain, karena masih per/u analisis mikrostruktur, kristalografinya. Helti Yuliati

~ Apakah keunggulan

daD kekurangan breksi barn

apung dibanding

dengan

bahan konstruksi lain?

Prayitno

..0.. Kami be/urn dapat memastikan secara pasti tentang keunggu/anlkekurangan brek\'i batu apung. Masih per/u analisis struktur, minera/ogi d//., tetapi dari ana/isa kimia, juga sifat-sifat fisik hampir mendekati zeD/it a/am. Ka/au di/ihat dari formasi ge%gi, warna, susunan kimianya -+ dapat digunakan sebagai penyerap (wa/aupun hasi/nya be/urn optima/), penukar ion, penyaring dan rota/is.

Prayitno

-.}- Alasan digunakan breksi batu apung, selain

menggunakan mineral lokal yang ada di

daerah Bantul. Melihat formasi geologi serta

melihat struktur, warna susunan kami, dan

daya serapnya yang relatif tinggi -+ zeolit

alam, maka kita coba.

-.}- Kandungan Si02 yang naik cukup tinggi

dibanding komposisi yang lain dengan

molekul-molekul air hilang itu, maka akan

tergabung menjadi Si02.

-.}- Maka ion H kecenderungannya

menggantikan kation Si karena dalam

suasana asam, dalam hal ini H lebih mudah

diikat, mengingat breksi batu apung dan

mineral lokal lainnya tidak tahan terhadap

asam. Oleh karena itu dapat terjadi swelling,

sehingga ikatan rantai polimer dapat putus

menjadi senyawa

yang lebih kecil.

Endro Kismolo

~ Mengapa matriks

"batu apung" hams

dipanaskan?

~ Apa kelebihan "breksi barn apung" bila

dibandingkan

dengan minerallokal yang lain?

Prayitno

-.}- Matriks "batu apung" harus dipanaskan

untuk menghilangkan molekul-molekul air

dan bahan-bahan pengganggu sehingga rongga-rongga dalam breksi -+ dengan

pemanasan terjadi dehidrasi -+

kation-kation pada permukaan rongga breksi tidak

ISSN 0216-3128 Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

(5)

dalam lirnbah akan berinteraksi dengan golongan hidroksil karena kondisi terlalu basa. Untuk itu pada pH lirnbah di atas 7 (bersifat basa) akan menurunkan FD sebesar 26,68, Ep sebesar 97,10 % clan Ksnya sebesar 5,80. Dengan demikian perubahan pH limbah dapat mempengaruhi basil FD, Ep clan Ks. Breksi barn apung sebagai bahan penyerap clan juga dapat digunakan sebagai bahan urug pada penyirnpanan limbah. pH yang terbaik pada penelitian ini adalah pada pH lirnbah sekitar 4 memberikan basil yang paling besar yaitu FD sekitar 44,82 , Ep sekitar 98,20 % clan Ks sekitar 5,85.

6. SAMUELSON, OLaF,

Ion exchange in:

analytical chemistry, John Wiley & Son Inc,

New York, (1953).

7. BUDI SETIAWAN," Sorpsi Cs-137, Co-60 dan

Sr-90 Oleh bentonit", Prosiding Presentasi

Keselamatan

Radiasi dan Lingkungan, Jakarta

21-22 September

(1995).

8. SERNE, R.J., "Conceptual Adsorptin Models

and Open Issuues Pertaining to Performance

Assesssment",

NEA Sorption Work (1980)

KESIMPULAN

TANYA

JAWAB

Berdasarkan permasalahan yang ada,

tinjauan pustaka, landasan teori, clan penelitian,

yang dilakukan serta pembahasan,

maka dapat

disimpulkan sebagai

berikut :

I. Breksi barn apung dapat digunakan untuk bahan

penyerap

nuklida stronsium,

ukuran butir, waktu

kontak clan pH limbah mempengaruhi

besar

kecilnya basil penyerapan..

2. Hasil yang baik pada penelitian ini, pada ukuran

butir sekitar -40/+60 sampai -80/+100 mesh,

waktu kontak atau setimbang yang diperlukan

sekitar 80 menit clan pH umpan sekitar 4. Faktor

Dekontaminasi yang diperoleh sekitar 44,94,

Efisiensi Penyerapan sekitar 98,45 % clan

Kapasitas

Serap

sekitar 5,97.

3. Dengan data-data

yang diperoleh ini diharapkan

dapat digunakan untuk pengelolaan limbah

selanjutnya, sehingga keselamatan lingkungan

dapat terjamin.

DAFTAR

PUSTAKA

Herry Poernomo

~ Mengapa ukuran butir breksi barn apung dinyatakan dengan mesh, kenapa tidak dalam dimensi panjang, seperti ~m/mm/m?

~ Senyawa mineral apa dalam barn apung yang paling dominan berfungsi sebagai adsorbeD? ~ Sebutkan defmisi dari kapasitas serap (Ks),

apakah kapasitas serap tersebut belum termasuk kapasitas serap total (Ktot)?

Prayitno

-<>- Ukuran butirnya breksi batu apung di dalam makalah juga dinyatakan dalam ukuran pm/mm/m.

-<>- Senyawa mineral yang paling dominan antara Si02 ..62,82% dan A&Oj = 15,61% -+ mineral Si-AI membentuk rangkaian polimer -membentuk rongga pada umumnya dengan adanya struktur kerapatan elektron pada Al sangat besar -elektron (+) kation terambil dan terikat.

-<>- Definisi daru kapasitas serap (Ks) konsentrasi awal dikurangi konsentrasi setelah penyerapan tiap-tiap volume dibagi konsentrasi awal dikalikan berat breksi yang dipakai. Kapasitas serap ini sudah termasuk kapasitas serap total sampai terjadi kejenuhan.

M. Eko Budiono

~ Apa alasan Bapak penyerapan ini digunakan barn apung? Mengapa setelah dipanaskan kandungan SiOz yang naik/lebih tinggi, sedangkan yang lainnya tidak begitu berubah, daD pada suhu pemanasan berapa hal tersebut dapat terjadi?

~ Menurut Bapak apa kira-kira yang terjadi pada pH 4 proses penyerapan? Apa tidak terjadi swelling pada pH tersebut, sehingga dapat mempengaruhi hasil?

1. WOOD

B.J.,

"Backfill

Perfonnance

Requirements Estimates From Transport

Models", Nucl. 59, (1982).

2. BOKELUND H, PIGFORD T.H. & LEVI H.W.,

"Removal of

Actinide

Elemants From

Intennediate Level Waste Solution by

Precipitation With Oxalic Acid.", (1985)

3. BARRER R.M. FRS. Zeolites and Clay Mineral

as Sorbent and Moleculer Sieves, Academic

Press, London, New York, San Fransisco,

(1978).

4. HASTUTI, Pembuatan

tanah pemucat daTi

jenis

lempung yang terdapat pada batuan fonnasi

semilir (breksi batu apung), Kabupaten Bantul

DIY, (1991).

5. IAEA., Use of Local Mineral in The Treatment

of Radioactive Wastes,

Technical Report Series,

No. 136, (1972).

Prayitno, dk~;

Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

(6)

dan kapasitas serap (Ks) tanpa dan dengan

pemanasan.

2. Mempelajari pengaruh waktu penyerapan

terhadap faktor dekontaminasi (FD), efisiensi

serap

(Ep) dan kapasitas

serap

(Ks).

3. Mempelajari pengaroh pH limbah terhadap

faktor dekontaminasi

(FD), efisiensi serap (Ep)

dan kapasitas

serap

(Ks).

HASIL DAN PEMBAHASAN

(116,5 mesh), kemudian dikeringkan dalam oven

pada I 10°C selama 24 jam. Sebagian breksi barn apung dipanaskan sampai 600°C. Larutan radioaktif Sr-90 dibuat dengan cara mengencerkan larutan induknya dengan aquadest sehingga didapatkan aktivitas kira-kira 3,892 x 10-3~Ci/ml.

Peralatan

Peralatan gelas, pH meter, Neraca analitis merk Sartorius GMBH type 2434, alat cacah alpha model FS-8, pinset, batang pengaduk, kuvet glasswool

Metoda

Percobaan ini penyerapan stronsium dengan breksi barn apung dilakukan secara kontinyu dalam kolom gelas. Breksi barn apung ukuran butir divariasi dari -10/+20 sampai dengan -100/+200 mesh atau 436,2 -116,5 ~m ditimbang seberat 25 gram, dimasukkan ke dalam kolom yang sebelurnnya telah diisi aquades dengan pH (1 -8) daD waktu kontak daD pengambilan sampel setiap (10-120) menit. Kemudian umpan yang mengan-dung Sr, dialirkan ke dalam kolom yang telah diisi breksi barn apung. Setiap 20 ml diambil untuk dianalisis. Cara yang sarna breksi barn apung dipanaskan dalam oven sampai suhu 300 °c. Kemudian ditentukan FD, Ep daD Ks.

Perhitungan kuantitas penyerapan radionuklida pada breksi barn apung dilakukan dengan cara mengukur besar jumlah radionuklida yang tertinggal dalam lamtan. Nilai koefisien distribusi (K)/sorpsi didefmisikan sebagai perbandingan antara banyaknya radionuklida yang diserap per samail berat penyerap daD besar aktivitas radionuklida yang tersisa per samail volume didalam larutan.

Untuk analisis hasil digunakan beberapa persamaan dibawah ini :

FD = Co (1)

Ct

Co-Ct

Ep=

(2)

Co

(Co -Ct)V

Co

(3)

FD = Faktor Dekontaminasi

Ep = Efisiensi serap

(% )

Ks = Kapasitas

serap

( J.1m

)

V = Volume limbah yang terserap

(ml)

W = Berat breksi barn apung ( gram )

Co = Konsentrasi

limbah awal ( J.1Ci/ml

)

Ct = Konsentrasi

limbah setelah diserap

( J.1Ci/ml

)

Variabel

yang dipelajari

1. Mempelajari pengaruh ukuran butir terhadap

faktor dekontaminasi

(FD), efisiensi serap (Ep)

Ks=

-Prayitno. dkk

Pengolahan Limbah Radioaktif & Lingkungan

Gambar

gambar  3.,  waktu  kontak  selama  20  menit mengalami  kenaikkan  nilai  FD,  Ep  daD Ks,  FD sebesar 37,87  ,  Ep  97,85  %  daD Ks  4,87,  sampai waktu  kontak selama 80  menit,  nilai  FD  46,97,  Ep 98,45 % daD Ks  sebesar 5,98.

Referensi

Dokumen terkait

Satu kelompok yaitu siswa kelas IPA 1 yang diberi perlakuan khusus sebagai kelas ekspe rimen berupa penggunaan media gambar (audiovisual) terhadap prestasi belajar siswa,

Pendekatan kuantitatif ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel X yang akan diteliti yaitu peran komite sekolah sebagai badan pendukung terhadap variabel Y yang

a) Peran Kepemimpinan pegawai departemen fasilitas umum dan penataan lingkungan PERUM PERURI berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil setiap

[r]

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber Meita Nisa Handini sebagai ahli dalam bidang psikolog anak, dan bekerja di TK Darul Hikam sebagai psikolog sekolah serta

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) daerah sektor basis komoditas mangga di Kabupaten Situbondo berada di sebelas kecamatan dari 17 kecamatan atau 64,7% dari total

Untuk kompresor jenis positif displacement yaitu kompresor torak, cara kerjanya adalah sebagai berikut, jika torak ditarik ke atas, tekanan dalam silinder dibawah

Gerakan Infaq Beras Jakarta menjadi jembatan amal sholeh dimana gerakan ini hanya untuk menjembatanin antara OTA (Orang Tua Asuh) yang ingin berdonasi atau berinfaq untuk