• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bisnis Plan Depot Air Minum-REV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bisnis Plan Depot Air Minum-REV"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Project Proposal

Project Proposal

DEPO AIR MINUM ISI ULANG

DEPO AIR MINUM ISI ULANG

"PUJI ALAMI"

"PUJI ALAMI"

ANGGOTA: ANGGOTA:

ARDIAN

ARDIAN MOHIB MOHIB (L2H (L2H 005 005 569)569)

EKO

EKO ARDIYANTO ARDIYANTO (L2H (L2H 005 005 672)672)

KOHOR

KOHOR DIDIK DIDIK P P (L2H 005 (L2H 005 693)693)

UNIVERSITAS DIPONEGORO

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

SEMARANG

2009

2009

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Project Proposal (Bisnis Plan) Program Mahasiswa Wirausaha Universitas Diponegoro tahun 2009 telah diperiksa dan disahkan pada hari...tanggal...bulan Agustus tahun 2009

Ketua

Tim Depo Air Minum Puji Alami,

Ardian mohib L2H 005 659

Dosen Pendampig,

Imam S.. S.Psi , MA.  NIP.132302429

Mengetahui,

Ketua Program Mahsiswa Wirausaha,

DR. FX. Djoko Priyono, SH., M. Hum  NIP.

(3)

Segala puji dan syukur alhamdulilah penulis panjatkan kepada allah swt, karena dengan rahmat dan ridhonyalah maka Project Proposal (Bisnis Plan) Program Mahasiswa Wirausaha 2009 atau lebih dikenal dengan sebutan PMW 2009 dapat diselesaikan dengan   baik. Rencana Bisnis ini merupakan laporan yang wajib dibuat oleh peserta program

mahasiswa wirausaha 2009n sebagai proposal pengajuan rancan usaha. Usaha yang sedang dirintis yaitu Usaha pendirian Depo Air Minum Isi Ulang “Puji Alami”.

Sebelum melakukan praktek pendirian usaha kami terlebih dahulu melakukan magan di depo air minum BAROKAH 99 selama kurang lebih tiga minggu. Hal ini bertujuan agar  kami bisa lebih mengetahui seluk beluk usaha yang nantinya akan kami jalankan. Banyak  sekali hambatan dan tantangan yang kami hadapi pada saat membuat Bisniss Plan dan pada saat magang dan semua itu tidak mungkin kami selesaikan sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga kewajiban magang dan pembuatan laporan dapat terselesaikan dengan lancar. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, MS, MED, SP, sebagai  pelindung kegiatan PMW.

2. Panitia Program Mahasiswa Wirausaha yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk merealisasikan bisnis plan yang kami ajukan.

3. Bapak Budiyono, S.Kes, Mkes. dan Bapak Imam S., S.Psi, MA selaku dosen  pembimbing yang telah memberikan bimbingannya selama melakukan magang.

4. Bapak Agus Baedowi selaku pemilik dan pengusaha depo air minum BAROKAH 99 yang telah mempersilahkan kami untuk melakukan magang ditempatnya.

5. Mas oki dan mas yang lain selaku karyawan yang telah memberikan pengarahan. 6. Teman-teman seperjuangan ardian, eko ardiyanto, kohor didik dan bayamer. 7. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Akhirnya kami berharap program yang kami laksanakan selama mengikuti kegiatan magang ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak.

Semarang, Juli 2009

Penulis

DAFTAR ISI

(4)

2. Aspek Pemasaran...4

3. Aspek Produksi...6

4. Aspek Manajemen...8

5. Aspek Keuangan...8

6. Aspek Risiko...9

7. Aspek Sosial Ekonomi...10

8. Kesimpulan...10

LAMPIRAN

(5)

1. Pendahuluan

a.

Latar Belakang

Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan.

Kebutuhan manusia akan air dapat disetarakan dengan kebutuhan

manusia akan makanan. Manusia dapat hidup beberapa minggu

tanpa makan, namun manusia akan meninggal dalam beberapa hari

 jika kebutuhan cairan tubuhnya tidak segera dipenuhi. Bahkan tubuh

manusia 60%-nya terdiri dari cairan tubuh. Setiap harinya manusia

dianjurkan untuk mengkonsumsi 8 gelas air (atau setara dengan 1,6

L) sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas

hariannya.

Seiring dengan kemajuan zaman, masyarakat menginginkan

kepraktisan dalam berbagai hal, termasuk penyediaan air minum

untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat menginginkan tersedianya

air minum yang dapat langsung digunakan, tanpa harus dimasak

terlebih dahulu mengingat mahalnya harga bahan bakar minyak

dalam waktu ini, namun tetap memenuhi standar kesehatan dan

tentunya dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Melihat

peluang tersebut, maka penyusun berinisiatif untuk mendirikan

sebuah depo air minum dengan nama

CV. Puji Alami

yang mampu

menyediakan air minum isi ulang yang higienis, praktis dan

ekonomis.

 b.

 Tujuan

 Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada investor

dalam hal ini DIKTI yang sangat diharapkan dapat membantu

pengembangan usaha ini dengan memberikan modal usaha serta

memberikan kontrol terhadap kemajuan usaha ini. Dengan adanya

bantuan modal usaha diharapkan usaha ini bisa dilaksanakan dan

selalu mengalami peningkatan disetiap tahunya sehingga akan

menyediakan kesempatan khususnya bagi mahasiswa untuk

berwirausaha sebagaimana yang dicanangkan DIKTI dalam Program

Mahasiswa Wirausaha serta diharapkan nantinya akan menciptakan

lapangan kerja baru.

(6)

Beberapa faktor yang meliputi pengadaan bahan baku, teknologi

pemrosesan air, kemungkinan pemasaran dan potensi pasar juga

tak kalah penting aspek keuangan serta aspek-aspek lainya juga

dibahas dalam tulisan ini sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan

kajian lebih lanjut.

2. Aspek Pemasaran

a. Analisa Permintaan dan Penawaran

Peluang pengembangan usaha depo air minum tidak lepas dari

analisa permintaan dan penawaran produk tersebut. Bangsa

Indonesia sejak dekade 1970-an telah berubah secara perlahan tapi

pasti menuju pertumbuhan ekonomi dari predikat Negara miskin

menjadi Negara berkembang. Perubahan ini secara pasti juga

merubah perilaku kerja sebagian masyarakat perkotaan yang

merembet pada masyarakat pedesaan. Perilaku/pola kerja tersebut

sangat berpengaruh terhadap pola makan dan minum masyarakat

Indonesia yaitu kebutuhan air minum yang semakin banyak

diakibatkan beban kerja yang semakin berat.

Karakteristik masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi dua

bagian yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.

Pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat perkotaan sebagian

besar dipenuhi oleh perusahaan-perushaan air minum seperti aqua,

aquades, vit, total dan beberapa kompetitor yang lain tetapi tetap

masih tidak dapat terpenuhi karena kebutuhan air minum jauh lebih

banyak dibanding dengan pemenuhannya. Pemenuhan kebutuhan

akan air minum masyarakat pedesaan sebagian besar dipenuhi

sendiri dengan memasak air yang berasal dari

air tanah dan

memanfaatkan kayu bakar dan minyak tanah sebagai bahan

bakarnya, namun demikian lambat laun masyarakat semakin

kesulitan dalam menemukan kayu bakar maupun minyak tanah

kerena semakin langka dipasaran disamping kondisi air tanah yang

semakin tidak layak untuk dikonsumsi misalnya karena berkapur

atau keruh. Kondisi yang demikian memunculkan suatu jenis usaha

(7)

depo air minum yang muncul pada awal tahun 2000an. Usaha air

minum menghasilkan produk air yang siap minum dengan harga

yang jauh lebih murah dibanding kompetitor yang lain seperti aqua,

total namun memberikan kualitas air yang tidak jauh berbeda.

b. Saluran Pemasaran

Produk air minum ini akan dipasarkan langsung kepada konsumen.

Konsumen bisa datang sendiri ke tempat isi ulang atau bisa

membeliya melalui toko atau warung yang sudah bekerjasama

dengan perusahaan kami. Sehingga jalur distribusi dari produsen ke

konsumen tidak panjang. Kondisi ini akan mampu memberikan

kelonggaran bagi perusahaan dalam menetapkan harga jual produk.

Kepada toko dan warung, perusahaan biasanya memberikan komisi

sekitar 5 -10 persen dari harga jual produk. Kondisi semacam itu

masih tetap di pertahankan dalam rencana pengembangan ini.

Salah satu kendala yang bisa timbul dari sistem jalur distribusi

tersebut adalah mempertahankan loyalitas pelanggan dan

mendapatkan pelanggan baru. Karena bisa jadi, ada perusahaan

sejenis yang ingin bersaing. Untuk mengatasi terjadinya hal

tersebut, maka perlu strategi khusus mempertahankan loyalitas

pelanggan.

Selain itu kendala lain yang bisa timbul dari sistem jalur distribusi

tersebut adalah

rendahnya loyalitas para pemilik (toko atau

warung) tersebut. Seringkali, karena tidak adanya ikatan yang jelas

antara produsen dengan para wira niaga, misalnya perjanjian

mengenai harga maksimal penjualan produk. Untuk mengatasi

terjadinya hal seperti tersebut, maka perlu di buatkan perjanjian

tertulis antara produsen dan wiraniaga tentang hak dan kewajiban

masing-masing.

c. Harga dan Cara Pembayaran

Kebijakan harga yang ditempuh perusahaan yaitu dengan

menambahkan imbuhan harga atas harga pokok biasanya sekitar

30% - 60%. Harga jual yang ditetapkan kepada konsumen langsung

(8)

maupun toko/warung berbeda. Kepada Toko/warung, perusahaan

memberikan patokan harga eceran tertinggi. Sehingga mereka tidak

boleh menjual produk melebihi harga eceran tertinggi tersebut

diberikan kepada toko/warung. Adapun cara pembayaran yang

selalu dilakukan oleh para konsumen langsung adalah tunai. Jika

dari toko/warung dengan cara konsinyasi yakni pembayaran di

lakukan kalau barang terjual. Harga produk yang ditawarkan

perusahaan berkisar Rp 3500 - Rp 4000/galon.

d. Promosi

Kegiatan promosi digunakan untuk menunjang keberhasilan

penjualan produk. Berbagai cara digunakan untuk kegiatan promosi

ini;

1.

Promosi dilakukan dalam bentuk kemasan, yaitu segel untuk

tutup kepala gallon. Hal ini dilakukan agar gaom tampak bersih,

rapi dan higenis. Dengan adanya perbaikan kemasan ini produk

di harapkan semakin menarik minat calon pembeli.

2. Promosi dapat dilakukan dengan memberikan contoh-contoh

kepada calon konsumen seperti, rumah makan, perkantoran dan

sebagainya.

3. Dengan menyebarkan brosur kepada calon pembeli

4.

Memberikan diskon harga kepada pembeli yang loyal

5. Sistem Antar Jemput Pelanggan (SJP)

3. Aspek Produksi

a. Bahan Baku

Bahan utama yang digunakan yaitu Air. Agar kualitas tetap terjaga,

air yang digunakan juga harus air asli dari pegunungan. Untuk usaha

ini bahan baku air akan didatangkan langsung dari sumber mata air

pegunungan Ungaran

.

b. Sarana dan Fasilitas Usaha

Lokasi usaha bertempat di Ds. Guci, Kec. Godong, Kab, Grobogan.

Sebagai alternatif, lokasi bisa juga ditempatkan di daerah Ngaliyan

Semarang.

(9)

Rencana Layout Usaha Depo Air

Kasir  Galeri

dan Ruang Tunggu

Depot instalation/Tempat Pengisian Ulang

Pencucian Galon Tempat Sampah Office Tandon Air 

Gambar 1.1 Layout Perusahaan

Peralatan yang dibutuhkan antara lain :

1. Mesin penyaring (filter) kotoran air

2. Mesin pencuci galon

3. Mesin pengisian ulang

4. Kain lap

5. Galon

Fasilitas usaha yang sudah dimiliki: Mobil Bak dan Tempat yang

akan digunakan untuk usaha.

c. Proses Produksi

Proses produksi dalam melakukan pengisian air dapat digambarkan

dalam diagram berikut:

(10)

Bahan Baku disimpan di tandon air 

Pencucian galon serta sterilisasi galon.

Pengisian air minum sampai penuh

Memasang penutup galon

Mengeluarkan galon dari Depot Instalation.

Memasang segel dan Galon siap dikirim Air Datang

Galon Datang

Proses Pemfilteran/filtrasi (2-3 kali) Bahan Baku diendapkan di tandon air selanjutnya

Sterilisasi dengan menggunakan media UV

dan Ozon Air siap untuk digunakan

Gambar alur proses produksi gallon

Keterangan:

1.

Bahan baku yang didatangkan langsung dari sumber mata air

pegunungan disimpan di dalam tandon atau bak penampungan

air.

2.

Setelah

proses

no

satu

proses

selanjutnya

adalah

pengendapan/bak kedua atau ketiga, dilanjutkan dengan filtrasi

(2-3 filter) sampai sterilisasi/desinfeksi (baik pakai uv atau ozon),

kemudian siap untuk dikemas kedalam galon.

3. Pencucian galon serta sterilisasi galon.

4.

Galon yang sudah bersih dan steril diletakkan di depo instalation

untuk selanjutnya dilakukan pengisian air minum dengan

menggunakan sinar UV dan ozonisasi.

5.

Setelah penuh galon dikeluarkan dari Depo Instalation.

6. Pengemasan yaitu dengan menyegel kepala galon disertai

dengan bottle cleanser.

(11)

 Tenaga kerja yang dibutuhkan pada perusahaan air minum ini tidak

banyak. Cukup 2 orang. Satu orang melayani di tempat sekaligus

bertindak sebagai kasir, yang lain sebagai tenaga antar jemput

pelanggan.

4. Aspek manajemen

a. Tim Manajemen

Secara struktural, jabatan yang terdapat di dalam perusahaan ini

adalah ;

Direktur 

Karyawan Karyawan Karyawan Manajer Logistik Manajer Pemasaran

& Penjualan Manajer Keuangan

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Perusahaan

 Jabatan dalam CV. Puji Alami

Direktur Utama

: Ardian Mohib

Manajer Logistik dan Keuangan

: Kohor Didik P

Manajer Pemasaran dan Penjualan : Eko Ardiyanto

b. Struktur Legal : Kepemilikan, Perjanjian tenaga kerja dsb

Usaha depo air minum isi ulang merupakan usaha mahasiswa yang

dibiayai oleh DIKTI sebagai perwujudan Program Mahasiswa

Wirausaha. Usaha ini dimiliki oleh tiga orang mahasiswa antara lain

Ardian Mohib, Kohor Didik P. dan Eko Ardiyanto. Tenaga kerja untuk

operasional akan diambil dari warga yang bermukim disekitar lokasi

depo air minum akan didirikan sehingga nantinya akan

mempermudah proses kerja dan pengawasan.

(12)

a. Biaya dan Sumber Dana

Biaya dan sumber dana berasal dari DIKTI. Perhitungan biaya adalah

sebagai berikut :

1). Modal tetap, meliputi:

a.

Instalasi Depot Air Minum &

Pencuci Galon

:

Rp. 19.500.000,00

b.

Galon kosong 150 unit

@Rp.30.000,00

:

Rp. 4.500.000,00

c.

Lokasi ukuran 5m * 5m

:

sudah tersedia

d.

Kendaraan roda 4 model Pick Up

:

sudah tersedia

e.

Kendaraan roda 2 model Bebek

:

sudah tersedia

f.

Pemesanan baliho 1m * 4m

:

Rp. 160.000,00

g.

Hair drier (untuk pemasangan

segel)

:

Rp. 200.000,00

h. Persiapan tempat

:

Rp. 500.000,00

 Jumlah

: Rp24.860.000,00

2). Modal tidak tetap, meliputi:

a.

Pemesanan Air Gunung 5000L

:

Rp. 275.000,00

b. Pemesanan nota pembelian berlogo

:

Rp. 20.000,00

c.

Pembelian tisue 1000 buah @ 75

:

Rp. 75.000,00

d.

Pembelian tutup galon 1000 buah

@ 105

:

Rp. 105.000,00

e.

Pembelian segel 1000 buah @ 45

:

Rp. 45.000,00

f.

Biaya promosi meliputi penyebaran

pamplet

:

Rp. 50.000,00

g.

listrik Rp650/ kWh

(sumber:pln.go.id)

Perkiraan pemakaian 192 kWh/bln

:

Rp. 150.000,00

h. Biaya mode transportasi

:

Rp. 200.000,00

i. Pembayaran gaji karyawan

:

Rp. 400.000,00

J.

Lain-lain.

:

Rp. 220.000,00

 Jumlah

:

Rp1.540.000,00

Modal Total : Rp26 .400.000,00

Modal untuk memulai usaha di berikan oleh

DIKTI sebesar Rp.

19.950.000,00

(sembilan juta sembilan ratus lima puluh ribu

rupiah)

sehingga

kekurangan sebesar Rp. 6.450.000,00

(enam

  juta empat ratus lima puluh ribu rupiah)

diperoleh dengan cara

mencari investor.

(13)

Harga yang akan ditawarkan kepada konsumen adalah sebesar Rp.

3.500,00

(tiga ribu lima ratus rupiah)

hal ini dikarenakan pasaran

harga air minum isi ulang sejenis adalah sebesar harga tersebut

sehingga sehingga tidak mungkin untuk menjual dengan harga yang

lebih tinggi atau lebih rendah.

c. Cash Flow

Rencana Anggaran Dana Usaha

Rencana anggaran dana untuk usaha depo air minum akan

ditampilkan dalam

cash flow

dan analisis ekonomi sebagai berikut:

1. Cash Flow

Usaha

Dalam perhitungan

cash flow

dilakukan perhitungan selama satu

tahun dengan satuan bulan sehingga terdapat 12 bulan perhitungan.

Dalam melakukan perhitungan

cash flow

maka sebelumnya kami

melakukan target penjualan selama 12 bulan kedepan yang dapat

dilihat dala tabel sebagai berikut:

(14)

 Tabel Target Penjualan air minum selama 1 tahun (satuan galon) Bula n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12  Targ et 750 100 0 125 0 150 0 175 0 200 0 200 0 200 0 200 0 200 0 200 0 200 0

Pada bulan pertama kami menargetkan penjualan galon sebanyak 750 galon atau sebanyak ± 25 galon perhari kemudian meningkat sebanyak 250 pada bulan kedua sampai bulan ke 6 dan akhirnya stabil pada bulan ke 7 sampai bulan ke 12.

 Tabel 2. Cash FlowUsaha

Bulan 1 2 3 4 5 6 7

Target Penjualan 750 1.000 1.250 1.500 1.750 2.000

1). Modal tetap ( alat, galon dll)

Rp24.860.000,

00 - - -

-2). Modal tidak tetap (Operasional) meliputi:

a) Pemesanan Air Gunung *

Rp825.000,00 Rp1.100.000, 00 Rp1.375.000, 00 Rp1.650.000, 00 Rp1.925.000, 00 Rp2.200.000,0 0 Rp2.200.000,0 0 b) Pemesanan nota berlogo Rp20.000,00 Rp0,00 Rp0,00 Rp20.000,00 Rp0,00 Rp0,00 Rp20.000,00 c) Pembelian tisue @ 75 Rp56.250,00 Rp75.000,00 Rp93.750,00 Rp112.500,00 Rp131.250,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 d) Pembelian tutup galon @ 105 Rp78.750,00 Rp105.000,00 Rp131.250,00 Rp157.500,00 Rp183.750,00 Rp210.000,00 Rp210.000,00 e) Pembelian segel @25 Rp33.750,00 Rp45.000,00 Rp56.250,00 Rp67.500,00 Rp78.750,00 Rp90.000,00 Rp90.000,00 f) Biaya promosi

Rp50.000,00 Rp50.000,00 Rp0,00 Rp0,00 Rp50.000,00 Rp0,00 Rp0,00 g) Biaya listrik Rp650/ kWh pemakaian

150 kWh/ bln Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 h) Biaya mode transportasi Rp200.000,00 Rp200.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp100.000,00 Rp100.000,00 Rp100.000,00 i) Pembayaran gaji karyawan Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00  j) Lain-lain Rp220.000,00

k) nilai penjualan bulan Ke_ Rp2.625.000,0 0 Rp3.500.000, 00 Rp4.375.000, 00 Rp5.250.000, 00 Rp6.125.000, 00 Rp7.000.000,0 0 Rp7.000.000,0 0 l) biaya kembali modal Rp2.033.750,0 Rp2.125.000, Rp2.356.250, Rp2.707.500, Rp3.018.750, Rp3.300.000,0 Rp3.320.000,0

(15)

0 00 00 00 00 0 0 m) keuntungan bulanan Rp591.250,00 Rp1.375.000, 00 Rp2.018.750, 00 Rp2.542.500, 00 Rp3.106.250, 00 Rp3.700.000,0 0 Rp3.680.000,0 0 n) Kumulatif keuntungan Rp591.250,00 Rp1.966.250, 00 Rp3.985.000, 00 Rp6.527.500, 00 Rp9.633.750, 00 Rp13.333.750, 00 Rp17.013.750, 00 * pemesanan air gunung 5000 lt @Rp. 275.000,000 disesuaikan dengan taget penjualan

Bulan 8 9 10 11 12  Jumlah

Target Penjualan 2000 2000 2000 2000 20.2502000

1) Modaltetap(alat,galondll) - - - -

-Rp22.855.00 0,00 2) Modal tidak tetap (Operasional) meliputi:

a) Pemesanan Air Gunung * Rp2.200.000,0 0 Rp2.200.000,0 0 Rp2.200.000,0 0 Rp2.200.000,0 0 Rp2.200.000,0 0 Rp22.275.00 0,00 b) Pemesanan nota berlogo Rp0 Rp0 Rp20.000,00 Rp0 Rp0 Rp80.000,00 c) Pembelian tisue @ 75

Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00

Rp1.518.750, 00 d) Pembelian tutup galon @ 105

Rp210.000,00 Rp210.000,00 Rp210.000,00 Rp210.000,00 Rp210.000,00 Rp2.126.250, 00 e) Pembelian segel @25 Rp90.000,00 Rp90.000,00 Rp90.000,00 Rp90.000,00 Rp90.000,00 Rp911.250,0 0 f) Biaya promosi Rp50.000,00 Rp0 Rp0 Rp50.000,00 Rp0 Rp250.000,0 0 g) Biaya listrik Rp650/ kWh pemakaian

150 kWh/ bln Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00 Rp150.000,00

Rp1.800.000, 00 h) Biaya mode transportasi

Rp100.000,00 Rp100.000,00 Rp100.000,00 Rp100.000,00 Rp100.000,00

Rp1.500.000, 00 i) Pembayaran gaji karyawan

Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00 Rp400.000,00

Rp4.800.000, 00

 j) Lain-lain Rp220.000,0

0 k) nilai penjualan bulan Ke_ Rp7.000.000,0

0 Rp7.000.000,0 0 Rp7.000.000,0 0 Rp7.000.000,0 0 Rp7.000.000,0 0 Rp70.875.00 0,00 l) biaya kembali modal Rp3.350.000,0

0 Rp3.300.000,0 0 Rp3.320.000,0 0 Rp3.350.000,0 0 Rp3.300.000,0 0 Rp35.481.25 0,00 m) keuntungan bulanan Rp3.650.000,0 0 Rp3.700.000,0 0 Rp3.680.000,0 0 Rp3.650.000,0 0 Rp3.700.000,0 0 Rp35.393.75 0,00 n) Kumulatif keuntungan Rp20.663.750, 00 Rp24.363.750, 00 Rp28.043.750, 00 Rp31.693.750, 00 Rp35.393.750, 00 * pemesanan air gunung @Rp. 275.000,000 disesuaikan dengan taget penjualan

(16)

Dari tabel cash flow diatas bahwa pada bulan ke 10 kumulatif keuntungan adalah sebesar Rp28.043.750,00 sehingga pada bulan ini dapat dkatakan bahwa modal usaha telah dapat dikembalikan (break event point). Pada bulan pertama perusahaan hanya mendapat untung Rp. 591.250,00 hal ini disebabkan tingkat penjualan yang masih rendah. Namun pada bulan berikutnya taget penjualan meningkat sehingga keuntungan penjulan juga meeningkat sebanding dengan peningkatan penjualan.

(17)

2. Analisis Ekonomi Usaha

A.

Biaya peralatan tidak habis pakai (FCI)

=

Rp24.860.000,00

B. Perhitungan Profit

1).

Biaya produksi

a)

Harga bahan baku habis pakai (FOB)

=

Rp27.161.250,00

b)

Unit utilitas (air, listrik)

=

Rp1.800.000,00

c)

Transportasi

=

Rp1.500.000,00

d)

Gaji

Karyawan

=

Rp4.800.000,00 +

Jumlah = Rp35.261.250,00

2).

Sale

a)

Harga

pasar

=

Rp70.875.000,00

b)

Profit (Penjualan – produksi)

=

Rp35.613.750,00

Analisis ekonomi benefit cost

Benefit (B) = Rp70.875.000,00

Cost (C) = Rp35.613.750,00

01 , 2 00 , 250 . 261 . 35 00,00 Rp70.875.0 = =  Rp C   B C   B

>1 maka usaha ini untung (visible)

Dari

cash flow

dan analisa di atas dapat disimpulkan

bahwa break  event point 

terjadi pada bulan 10. Keuntungan yang diperoleh selama

(18)

satu tahun adalah sebesar

Rp35.613.750,00. Usaha ini dapat

dikatakan layak dengan memperhatikan nilai

benefit cost ratio

yang

diperoleh adalah 2,01 (lebih dari 1)

6. Aspek resiko

Aspek resiko dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Masalah-masalah Potensial

Beberapa masalah yang ditemui di lapangan adalah

Sebagian besar penduduk masih belum memiliki galon sendiri,

disamping itu harga galon relative cukup mahal,

 Terdapat sebagian warga yang beranggapan bahwa air minum

isi ulang kurang higienis

b. Resiko dan Hambatan

Dari masalah-masalah potensial yang telah dipaparkan diatas maka

resiko yang paling besar untuk dihadapi adalah tidak bisa memperoleh

atau menguasai pasar secara maksimal. Sedangkan hambatan yang

akan dihadapi adalah membutuhkan tenaga yang cukup banyak dan

waktu yang cukup lama untuk melakukan promosi guna meyakinkan

kepada warga yang beranggapan bahwa air minum isi ulang kurang

higienis adalah tidak benar dan bisa dibuktikan dari hasil uji tes

laboratorium dari DINKES.

c. Tindakan Alternatif 

Supaya pasar tetap bisa semaksimal mungkin untuk diperoleh maka

perlu dilakukan tindakan-tindakan alternative. Tindakan berani yang

spektakuler adalah dengan meminjamkan galon kepada warga yang

dianggap dapat menjadi pelanggan tetap dengan criteria yang

nantinya akan ditentukan. Tindakan alternative lain adalah dengan

melakukan promosi yang dapat diwujudkan dengan melakukan

penyebaran pamphlet atau penawaran dari rumah kerumah.

(19)

7. Aspek Sosial Ekonomi dan dampak lingkungan

a. Aspek Sosial Ekonomi

Air minum merupakan kebutuhan vital bagi manusisa dan tidak bisa

ditunda untuk memenuhiya kerena berhubungan secara langsung

degan kelangsungan hidup manusia itu sendiri sehingga usaha depo

air minum merupakan usaha yang potensial yang memiliki dampak

positif bagi pengusaha dan penduduk wilayah setempat. Bagi

pegusaha akan mendapatkan dampak ekonomis berupa peningkatan

pendapatan sedangkan bagi penduduk setempat akan mudah untuk

mendapatkan air minum yang higienis dan sehat dengan harga

terjangkau dibanding dengan Kompetitor yang lain misalnya aqua,

total dll.

b. Dampak Lingkungan

Aspek dampak lingkungan berkaitan dengan dampak limbah yang

dihasilkan. Usaha ini hampir tidak menghasilkan limbah sama sekali.

Air yang telah keruh yang berada di dalam instalasi akibat mengendap

bisa langsung dibuang dan meresap kedalam tanah sehingga langsung

digantikan dengan air bersih yang baru. Air ini tidak mengandung

bahan-bahan kimia berbahaya sehingga tidak akan membahayakan

kelangsungan hidup organisme tanah dan tanaman. Sisa produksi

yang lain adalah filter yag terbuat dari selulose, filter ini secara

periodik diganti karena mengalami kerusakan dan tidak berbahaya

karena juga tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Gambar

Gambar 1.1 Layout Perusahaan
Gambar alur proses produksi gallon
Gambar 1.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relative cukup panjang, sehingga

BUM Desa Lancar Jaya dalam hal ini sebagai pihak yang akan melakukan diversifikasi usaha dan Pemerintah Desa Lambur sebagai pemilik modal tentu membutuhkan studi mendalam terkait