• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis psikologipada cerbung mburu pusaka Karya al aris purnomo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis psikologipada cerbung mburu pusaka Karya al aris purnomo"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 1

Analisis psikologipada

cerbung mburu pusaka

Karya al aris purnomo

oleh: Yuni Fitrianingsih

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

[email protected]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) aspek struktural yang terdapat pada

cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo. (2) aspek psikologi yang terdapat pada cerbung Mburu Pusakakarya Al Aris Purnomo. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerbung Mburu Pusaka pada majalah Jaya Baya. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung aspek struktural dan psikologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri yang dilengkapi dengan kartu pencatat data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil analisis psikologi pada cerbung Mburu Pusaka meliputi analisis struktural dan analisis psikologi. Analisis struktural terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, dan sudut pandang. Hasil analisis psikologi cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo yaitu terdiri dari aspek id (aspek biologis), ego (aspek psikologis) dan super ego (aspek sosiologis). Ketiga aspek tersebut terdapat di dalam tokoh Gunar Sudigdo, Nurcahya, Dirga Swandaru, Dyah Pramesthi, Tyas Widuri, Trianasti, Jarmadi, Dwi Wulansari, Mustadi, dan Banarto.

Kata kunci : Analisis Psikologi, cerbung Mburu Pusaka Pendahuluan

Karya sastra merupakan gambaran nyata kehidupan tentang perjalanan manusia dengan berbagai masalah yang menyelimutinya. Kutha Ratna (2013: 297) mengemukakan bahwa karya sastra dihasilkan melalui imajinasi dan kreativitas. Pendapat tersebut memiliki arti bahwa karya sastra dihasilkan dari kreatifitas pengarang, bersumber dari kehidupan dipadukan dengan imajinasi pengarang. Salah satu karya sastra tersebut yaitu cerbung (cerita bersambung). Cerbung adalah cerita rekaan yang memuat sebagian demi sebagian, secara berurut-turut di dalam surat kabar atau majalah (KBBI, 1989: 165). Cerbung yang menjadi kajian peneliti yaitu cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo.

Keistimewaan dari cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo yaitu memperlihatkan suatu proses kejiwaan tokoh-tokohnya. Tokoh utama yang memiliki konflik batin yang berkepanjangan. Konflik batin tentang perjalanan seorang

(2)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 2 kontraktor yang bernama Gunar Sudigdo dalam berburu pusaka. Di dalam perjalanannya berburu pusaka, terdapat kejadian-kejadian mistis, cinta kasih, perampasan, penipuan, dan pengorbanan mengungkap kejahatan. Pak Gunar tidak menyadari bahwa kegemarannya dalam mengoleksi benda pusaka telah memberikan dampak buruk bagi dirinya dan keluarganya. Dirga Swandaru merupakan tokoh licik yang menipu dan ingin merampas harta Pak Gunar. Tokoh Nurcahya yaitu tokoh yang berjuang mengungkap kejahatan Dirga Swandaru kepada Pak Gunar dan keluarganya. Berbagai macam konflik dalam cerbung Mburu Pusaka tersebut mengungkapkan gejala-gejala kejiwaan melalui tokoh-tokoh. Alasan tersebut menjadi ketertarikan peneliti untuk menganalisis cerbung Mburu Pusaka dengan menggunakan teori psikologi sastra. Psikologi sastra adalah kajian yang memandang karya sastra sebagai gejala kejiwaan (Endraswara, 2013: 96).

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana aspek struktural dan psikologi yang terdapat di dalam cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo. Aspek struktural terdiri dari tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang. Aspek psikologi terdiri dari id (biologis), ego (psikologis), dan super ego (sosiologis). Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah, yakni mendeskripsikan aspek struktural dan psikologi cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo.

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo edisi 6 bulan Oktober 2014 sampai dengan edisi 29 bulan Maret 2015 di dalam majalah Jaya Baya. Data penelitian ini berupa satuan gramatikal yang terdiri dari kalimat yang mengandung aspek struktural dan psikologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri yang dilengkapi dengan kartu pencatat data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi.Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal.

(3)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 3 Hasil Pembahasan

Data yang akan dibahas oleh peneliti adalah aspek struktural dan aspek psikologi di dalam cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo.

A. Analisis structural cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo: 1. Tema : perjuangan dalam mengungkap kejahatan

2. Tokoh dan penokohan :

a. Gunar Sudigdo : kontraktor kaya raya dan memiliki sifat ramah, optimis, dan bertanggung jawab.

b. Nurcahya : pemberani, bertanggung jawab, cerdik, humoris, jujur, ulet di dalam bekerja, memiliki tata krama yang baik, dan memiliki keahlian bela diri. c. Dirga Swandaru : ahli melacak benda pusaka dan memiliki sifat kejam, licik,

pendendam, dan pembohong.

d. Dyah Pramesthi : anak dari Gunar Sudigdo memiliki paras cantik, memiliki sifat manja dan baik hati.

e. Tyas Widuri : karyawan di kantor Pak Gunar Sudigdo yang memiliki sifat sopan, pemaaf, dan memilki rasa persaudaraan yang tinggi.

f. Trianasti : istri Gunar Sudigdo yang memiliki sifat peduli dengan kehidupan sosial dan berbakti kepada suaminya.

g. Jarmadi : polisi yang ikut bekerjasama dengan Nurcahya untuk mengungkap kejahatan Dirga Swandaru.

h. Dwi Wulansari : adik dari Tyas Widuri yang memiliki sifat ramah. i. Dardono : anak buah Dirga Swandaru yang memiliki badan berotot.

j. Mustadi, dan Banarto : dua orang tokoh yang selalu bersama-sama dan menjadi anak buah Dirga Swandaru. Mereka memiliki kebiasaan buruk yaitu minum minuman keras hingga tidak sadarkan diri.

3. Alur : alur maju yang terdiri dari tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, tahap penyelesaian

(4)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 4 4. Latar :

a. Latar tempat :

ruang direktur, ruang makan, pertigaan Krisak, pom Tengklik, Kantor Gunar Sudigdo, warung gado-gado, lapangan, rumah Tyas Widuri, warung kosong, dan rumah di desa.

b. Latar waktu :

pagi hari, sore hari, tiga hari, hari Minggu, pukul 16.00, pukul 19.00, pukul 21.00 dan pukul 23.00.

c. Latar sosial :

- keluarga Gunar Sudigdo : kelas sosial atas dan berpendidikan tinggi - keluarga Nurcahya : kelas sosial menengah dan berpendidikan tinggi - keluarga Dirga Swandaru : kelas sosial atas

- keluarga Tyas Widuri : kelas sosial menengah. 5. Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga mahatahu.

B. Analisis psikologi cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo terdiri dari aspek id (aspek bioligis), ego (aspek psikologis), dan super ego (aspek sosiologis). Analisis psikologi pada cerbung tersebut terdiri dari :

1. Gunar Sudigdo

Analisis psikologi Gunar Sudigdo pada cerbung Mburu Pusaka yaitu memiliki aspek id, ego, dan super ego dengan seimbang. Aspek id dan ego yang sangat kuat ketika melakukan pencarian pasangan pusaka keris Kyai Branti dan patung Nirvashura. Aspek id di dalam diri Gunar Sudigdo terdapat dalam kutipan berikut.

“Seneng kuwi pancen larang regane. Embuh wis pirang milyar wae

diwetokake kanggo nuruti kesenengane kuwi” (MP, 2014: eps. 4).

‘Kesenangan itu memang mahal harganya. Entah sudah berapa milyar saja yang sudah dikeluarkan Gunar Sudigdo untuk menuruti kesenangannya itu’.

Kutipan di atas menunjukkan id Gunar Sudigdo yang memiliki keinginan untuk menuruti kesenangannya dalam mengoleksi pusaka. Di dalam mengoleksi

(5)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 5 benda-benda pusaka tersebut Gunar Sudigdo sudah menghabiskan uang hingga milyaran rupiah. Dirinya memiliki prinsip apabila keiginannya tercapai akan memberikan kebahagiaan dalam hidupnya.

Gunar juga memiliki ego di dalam dirinya yaitu menuju Griya Wening untuk meminta bantuan Dirga Swandaru berburu pasangan pusaka. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut.

“Nur, wes gek ayo mangkat menyang Griya Wening. Kabeh jejibahan wis tak pasrahke Bu Lastri...” (MP, 2014: eps. 5).

‘Nur, ayo segera berangkat ke Griya Wening. Semua pekerjaan sudah aku pasrahkan kepada Bu Lastri....’

Dalam kutipan di atas menunjukkan bahwa Gunar Sudigdo mengajak Nurcahya untuk segera menuju Griya Wening. Griya Wening merupakan kediaman dari Dirga Swandaru. Kedatangan Gunar yaitu meminta bantuan Dirga untuk membantunya dalam berburu pusaka.

Hal tersebut diimbangi dengan adanya aspek super ego yang dimiliki Gunar Sudigdo. Aspek super ego Gunar Sudigdo yaitu adanya rasa tanggung jawab atas dampak dalam mencari pasangan pusaka. Super ego tersebut terdapat dalam kutipan berikut.

“Aja kuwatir, aku ngerti wates-watese. Yen nganti ana bab kang nguciwani lan malah gawe goreh utawa ngorak-arik katentreman ing omah iki, mesthi wae bakal dakupaya kepiye amrih becike” (MP. 2015: eps. 14).

‘Jangan khawatir, aku tahu batasan-batasannya. Jika sampai ada hal yang mengecewakan dan membuat keributan atau mengobrak-abrik ketentraman di rumah ini, pasti akan aku upayakan bagaimana baiknya.’ Kutipan di atas menunjukkan bahwa terdapat tanggung jawab yang ada di dalam hati nurani Gunar Sudigdo. Tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari super ego yang mengendalikan antara id dan ego. Dengan adanya super ego, Gunar dapat mengendalikan dirinya dan lebih berhati-hati ketika berburu pusaka.

(6)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 6 2. Nurcahya

Analisis psikologi Nurcahya pada cerbung Mburu Pusaka yaitu memiliki aspek id, ego, dan super ego dengan seimbang. Id dan ego Nurcahya muncul setelah adanya pengaruh dari lingkungannya. Salah satu id Nurcahya terdapat dalam kutipan berikut.

“Nurcahya satemene mangro pikirane, ing pikiran bab kapercayan marang Gusti bisa nampa sawutuhe, bukti panguwasane Gusti ya ana ing mukjizat-mukjizat kang dumadi saben dina. Nanging geneya bab daya linuwih sing diduweni pusaka-pusaka dheweke rangu-rangu wae” (MP, 2015: eps. 14). ‘Nurcahya sebenarnya dilema pikirannya, di pikirannya tentang kepercayaan kepada Allah bisa diterima dengan sepenuhnya, bukti kekuasaan Allah terdapat pada mukjizat-mukjizat yang terjadi setiap hari. Tetapi mengapa tentang kekuatan lebih yang terdapat pada pusaka-pusaka, dia meragukannya’.

Kutipan di atas menunjukkan keraguan Nurcahya mengenai kekuatan yang ada di dalam pusaka-pusaka milik Gunar Sudigdo. Keraguan dalam pikirannya tersebut termasuk ke dalam aspek id. Selain itu, Nurcahya juga memiliki aspek ego yang terdapat dalam kutipan berikut.

“Nurcahya mlebu omah liwat ndhuwur kanthi mbukak gentheng lan mlaku ndhuwur plafon utawa pyan. Nurcahya dhewe gumun, pranyata ndhuwur plafon kuwi kebak kabel lan maneka barang elektronik sing wujude neka-neka.” (MP, 2015: eps. 22).

‘Nurcahya menyelinap masuk rumah melalui atap dengan membuka genting dan berjalan melalui plafon atau langit-langit. Nurcahya sendiri heran, ternyata di atas plafon tersebut dipenuhi kabel dan alat elektronik yang bentuknya aneh-aneh’.

Kutipan di atas menunjukkan tindakan Nurcahya ketika ingin membuktikan kejahatan Dirga Swandaru. Nurcahya menyelinap memasuki kediaman Griya Wening. Tindakan Nurcahya tersebut termasuk ke dalam aspek ego. Selain aspek id dan ego, Nurcahya juga memiliki aspek super ego yang terdapat dalam kutipan berikut.

(7)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 7 “Nurcahya ora rumangsa motangke, kabeh sing ditindakake pancen kudu ditindakake minangka manungsa kang duwe ati nurani, kang awit ing ati nurani kuwi mau swarane Gusti keprungu cetha” (MP, 2015: eps. 23). ‘Nurcahya tidak merasa merepotkan, semua yang dilakukan memang harus dilakukan sebagai manusia yang memiliki hati nurani, yang berawal dari hati nurani itu tadi akan terdengar jelas oleh Allah’.

Dari kutipan di atas menunjukkan hati nurani Nurcahya yang tulus dalam membantu Gunar Sudigdo. Nurcahya berhasil dalam mengungkapkan kejahatan Dirga Swandaru terhadap keluarga Gunar Sudigdo. Hati nurani tersebut termasuk ke dalam aspek super ego. Dari ego dan super ego yang dimilikinya, Nurcahya berhasil dalam melakukan penyelidikan dan mengungkap kejahatan Dirga Swandaru.

3. Dirga Swandaru

Analisis psikologi Dirga Swandaru memiliki aspek id, ego, dan super ego. Aspek id Dirga Swandaru terdapat dalam kutipan berikut :

“Nurcahya uga nyritakke keterangane polisi Jarmadi, kalamun sedyane Dirga Swandaru ora amung ngeruk dhuwite Gunar Sudigdo lumantar mburu pusaka, nanging uga nate mbudidaya bakal nyulik Dyah Pramesthi, lan Gunar Sudigdo bakal dijaluki dhuwit tebusan” (MP, 2015: eps. 23).

‘Nurcahya juga menceritakan keterangannya polisi Jarmadi, bahwa sebenarnya Dirga Swandaru tidak hanya merampas uang Gunar Sudigdo dengan berburu pusaka, tetapi juga pernah berusaha akan menculik Dyah Pramesthi, dan Gunar Sudigdo akan dimintai uang tebusan’.

Dari kutipan di atas menunjukkan bahwa keinginan yang ada di dalam diri Dirga yaitu ingin merampas harta Gunar. Dirga melakukan hal tersebut dengan berbagai cara diantaranya dengan berpura-pura menjadi ahli pusaka. Selain itu juga berniat untuk menculik Dyah Pramesthi tetapi hal tersebut digagalkan oleh Nurcahya. Keinginan yang ada di dalam hatinya tersebut termasuk ke dalam aspek id.

(8)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 8 Dirga juga memiliki aspek ego yang terdapat di dalam kutipan berikut.

“Bab kuwi satemene amung prasaja. Sawetara taun kepungkur, Dirga Swandaru wis mendhem barang-barang kuwi ing sawijining papan” (MP, 2015: eps. 23).

‘Hal itu sebenarnya disengaja. Kira-kira satu tahun sebelumnya, Dirga Swandaru sudah memendam benda-benda tersebut di suatu satu tempat’.

Dari kutipan di atas menunjukkan salah satu tindakan Dirga Swandaru untuk menipu korbannya. Dirga ternyata sudah merencanakan dan memendam pusaka-pusaka palsu tersebut di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut Dirga lakukan untuk meyakinkan korbannya. Dirga juga memasang berbagai rangkaian elektronik dan sinyal pemancar agar mempermudah ketika benda yang didimpan tersebut akan dicari. Aspek id dan ego Dirga lebih mendominasi. Id dan ego di dalam dirinya memuncak ketika kejahatannya terungkap.

4. Dyah Pramesthi

Analisis psikologi Dyah Pramesthi yaitu memiliki aspek id, ego, dan super ego. Ketiga aspek tersebut seimbang terdapat dalam diri Dyah Pramesthi. Aspek psikologis Dyah Pramesthi muncul karena adanya pengaruh dari luar. Id Dyah Pramesthi terdapat dalam kutipan berikut.

“Dyah Pramesthi nyawang Nurcahya. Kenya kuwi rumangsa tentrem yen cedhak karo Nurcahya. Wiwit sepisanan weruh Nurcahya dadi sopire bapake, kenya kuwi wiwit nggatekake Nurcahya” (MP, 2014: eps. 11). ‘Dyah Pramesthi memandang Nurcahya. Gadis itu merasa nyaman ketika dekat dengan Nurcahya. Mulai dari pertama kalinya melihat Nurcahya menjadi sopir bapaknya, gadis itu mulai memperhatikan Nurcahya’. Dari kutipan di atas menunjukkan ketertarikan Dyah dengan Nurcahya. Dyah memiliki keinginan untuk lebih dekat dengan Nurcahya. Dyah sudah merasakan ketertarikannya ketika dirinya pertama kali melihat Nurcahya. Ketertarikan yang berasal dari diri Dyah termasuk ke dalam aspek id. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut.

(9)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 9 “Dheweke ngrumangsani ora wenang nduwa kekarepan wong liya kalebu Nurcahya lan Tyas Widuri. Dyah Pramesthi ngrumangsani ora duwe sesambungan apa-apa karo Nurcahya” (MP, 2015: eps. 16).

‘Dia sadar tidak memiliki kewenangan untuk mengatur keinginan orang lain termasuk Nurcahya dan Tyas Widuri. Dyah Pramesthi sadar tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Nurcahya’.

Dari kutipan di atas menunjukkan kecemburuan Dyah ketika Nurcahya sedang makan siang bersama Tyas Widuri. Dyah menyadari bahwa dirinya tidak memiliki ikatan apapun dengan Nurcahya. Hati nurani Dyah yang menyadari dirinya tersebut termasuk ke dalam aspek super ego. Dyah memiliki id yang kuat, akan tetapi dengan adanya super ego di dalam dirinya Dyah dapat mengendalikan id-nya.

5. Tyas Widuri

Analisis psikologi Tyas Widuri hanya memiliki aspek super ego. Super ego Tyas Widuri berasal dari dirinya dan juga lingkungannya, terdapat dalam kutipan berikut.

“Boten sisah. Panjenegan boten lepat. Kula boten saged nampi punika..., Tyas Widuri kipa-kipa”(MP, 2014: eps. 3).

‘Tidak usah. Anda tidak salah. Saya tidak bisa menerima ini..., Tyas Widuri menolak’.

Dari kutipan di atas menjukkan kejujuran Tyas Widuri ketika mengalami kecelakaan di pertigaan Krisak. Dirinya yang mengaku bersalah karena kurang berkonsentrasi saat mengendarai sepeda motornya. Tyas juga menolak pemberian ganti rugi dari Gunar Sudigdo atas kecelakaan yang menimpanya tersebut. Kebaikan yang muncul dari hati nurani Tyas termasuk ke dalam aspek super ego.

6. Trianasti

Analisis psikologi Trianasti memiliki aspek id, ego, dan superego. Ketiga aspek tersebut terdapat di dalam diri Trianasti secara seimbang. Id dan ego di dalam dirinya yang sangat kuat dapat diimbangi dengan adanya super ego yang mengendalikannya.

(10)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 10 “Manut pangirane Trianasti, patung kuwi sing ora liya patung Nirvashura tiba saka ndhuwur bufet. Nanging kepiye kok bisa tiba? Lan swara-swara aneh mau swara apa? Ganda wangi nyegrok irung asale saka ngendi? Mangkono pitakone Trianasti” (MP, 2015: eps. 13)

‘Menurut perkiraan Trianasti, patung itu tidak lain patung Nirvashura yang jatuh dari atas bufet. Tetapi bagaimana kok bisa jatuh? Dan suara-suara aneh itu tadi suara apa? Aroma wangi yang menyengat hidung berasal dari mana? Begitu pertanyannya Trianasti’.

Dari kutipan di atas menunjukkan rasa keingintahuannya tentang kejadian aneh yang baru saja terjadi di rumahnya. Ketika Trianasti sendiri di rumah kejadian aneh seperti terdapat suara yang sangat keras di dalam ruangan pribadi Gunar Sudigdo. Selain itu juga ada aroma yang sangat menyengat. Trianasti sangat gugup dan ketakutan atas kejadian tersebut. Rasa keingintahuan yang ada pada diri Trianasti termasuk ke dalam aspek id.

Selain aspek id, Trianasti juga memiliki aspek super ego yang terdapat pada kutipan berikut.

“Nyuwun pangapunten, ora ateges aku nduwa kersa panjenengan lho, Pak...” (MP, 2015: eps. 14).

‘Maafkan, tidak berarti saya melarang keinginan kamu lho, Pak....’

Kutipan di atas menunjukkan permintaan maaf Trianasti kepada suaminya, Gunar Sudigdo. Trianasti meminta maaf karena tidak bermaksud untuk melarang suaminya untuk berburu pusaka. Trianasti hanya khawatir dan berharap agar suaminya lebih berhati-hati. Permintaan maaf Trianasti yang berasal dari hati nuraninya tersebut termasuk ke dalam aspek super ego.

7. Jarmadi

Analisis psikologi Jarmadi memiliki aspek id, ego, dan superego dengan seimbang. Aspek id dan ego yang dimilikinya sangat kuat yang didominasi dengan aspek super ego sehingga berhasil mengungkap kejahatan Dirga. Aspek id Jarmadi terdapat daam kutipan berikut :

“Jarmadi kandha kalamun dheweke pancen golek sisik melik bab trajange Dirga Swandaru” (MP, 2015: eps. 22).

(11)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 11 ‘Jarmadi mengatakan bahwa dia memang mencari informasi tentang sepak terjang Dirga Swandaru’.

Kutipan di atas menunjukkan bahwa keinginan dari dalam hati Jarmadi untuk mengungkap kejahatan Dirga Swandaru. Jarmadi mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat tentang kejahatan Dirga, akan tetapi Jarmadi belum memiliki bukti yang kuat. Keinginan yang ada pada Jarmadi termasuk ke dalam aspek id.

Selain aspek id, Jarmadi juga memiliki aspek ego yang terdapat pada kutipan berikut.

“Bareng lan ambruke Dirga, Jarmadi lan andhahane teka terus ngrangket Dirga” (MP, 2015: eps. 23).

‘Bersamaan dengan jatuhnya Dirga, Jarmadi dan anak buahnya menangkap Dirga’.

Kutipan di atas menunjukkan ketika Jarmadi yang dibantu oleh rekannya berhasil menangkap Dirga. Akan tetapi Jarmadi sedikit kecewa karena anak buah Dirga tidak berhasil ditangkapnya. Jarmadi segera membawa Dirga menuju kantornya untuk dimintai keterangan atas kejahatannya selama ini. Tindakan penangkapan Jarmadi tersebut termasuk ke dalam aspek ego. Dengan adanya id dan ego yang dimiliki Jarmadi, dirinya berhasil mengungkapkan kejahatan Dirga Swandaru.

8. Dwi Wulansari

Analisis psikologi Dwi Wulansari menggambarkan aspek id dan super ego. Aspek tersebut muncul dari dalam dirinya dan juga dari lingkungannya. Dengan adanya aspek super ego dalam Dwi Wulansari menjadikan dirinya cepat akrab dengan siapapun. Id Dwi Wulansari terdapat pada kutipan berikut.

“Dwi Wulansari nggodha Tyas Widuri. Kenya remaja kuwi kandha yen sarujuk duwe kakang ipe kaya Nurcahya” (MP, 2015: eps. 20).

‘Dwi Wulansari menggoda Tyas Widuri. Gadis remaja itu setuju jika memiliki kakak ipar seperti Nurcahya’.

(12)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 12 Dari kutipan di atas menunjukkan bahwa Dwi memiliki keinginan dari dalam lubuk hatinya untuk memiliki kakak ipar seperti Nurcahya. Dwi menggoda kakaknya, Tyas Widuri ketika mereka sedang membereskan dapur. Dwi mengatakan kepada kakaknya sangat menginginkan kakak ipar seperti Nurcahya. Keinginan dari dalam lubuk hati Dwi tersebut termasuk ke dalam aspekid.

Selain aspek id, Dwi juga memiliki aspek super ego yaitu terdapat pada kutipan berikut.

“Slagane uga grapyak, sedhela wae tepungan wis bisa melu rembugan kanthi semanak” (MP, 2015: eps.20).

‘Sikapnya juga ramah, sebentar saja bergabung sudah bisa ikut mengobrol dengan akrab’.

Kutipan di atas menunjukkan bahwa Dwi memiliki sifat ramah dan rasa persaudaraan yang tinggi. Sifat yang dimilikinya tersebut membuatnya cepat akrab dengan siapapun termasuk dengan Dyah dan Nur yang ketika itu sedang berkunjung ke rumahnya. Keramahan yang berasal dari dalam hati nurani Dwi tersebut termasuk ke dalam aspek super ego.

Simpulan

Analisis struktural cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo terdiri dari tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang. Kelima aspek tersebut saling saling menyatu dengan aspek psikologi di dalam cerbung Mburu Pusaka. Analisis psikologi cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo terdiri dari aspek id (aspek bioligis), ego (aspek psikologis), dan super ego (aspek sosiologis). Analisis psikologi yang digunakan yaitu dengan mengidentifikasi psikologi melalui tokoh-tokoh yang terdiri dari Gunar Sudigdo, Dirga Swandaru, Nurcahya, Dyah Pramesthi, Tyas Widuri, Trianasti, Jarmadi, dan Dwi Wulansari.

(13)

Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo 13 Daftar Pustaka

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: PT.Buku Seru. _________________. 2008. Metodologi Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta:

Medpress.

Kutha, Ratna Nyoman. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Denpasar: Pustaka Pelajar.

Purnomo, Al Aris. 2014. Mburu Pusaka. Surabaya: Jaya Baya. ______________. 2015. Mburu Pusaka. Surabaya: Jaya Baya.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Self Adjustment Tokoh Utama dalam cerbung Gurunadi karya Ismoe Rianto (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra). Thesis: Javanes Literature Program Faculty of Humanity Sebelas

Analisis kegelisahan batin tokoh utama dalam naskah drama Orang-Orang Ka sar Penagih Hutang dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, yaitu tokoh utama

Analisis novel Air Mata Kasih karya Taufiqurrahman al-Azizy tinjauan psikologi sastra, menggunakan pendekatan tekstual yaitu mengkaji aspek psikologi tokoh Ibrahim

GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD TOHARI: ANALISIS..

novel SP dengan judul “ Bentuk-bentuk Perjuangan Tokoh Utama untuk Meraih Impian. dengan analisis

Emosi Tokoh Utama dalam Film Sang Martir Karya Helfi Kardit: Analisis Psikologi

Tokoh ibu dalam novel SLdK mempengaruhi perkembangan psikologi yang dialami tokoh Dini. Pada dasarnya Dini memiliki karakter yang ceria dan memiliki rasa ingin

Hasil penelitian analisis psikologi tokoh wanita utama dalam novel high school examen karya Ramdiany N menunjukkan bahwa psikologi dari tokoh utama ini terdapat dua puluh delapan data