• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHAPTER 11 -12 LEADERSHIP.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CHAPTER 11 -12 LEADERSHIP.ppt"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

CHAPTE

CHAPTER 1

R 11

1

DEVELOPING LEADERSHIP

DEVELOPING LEADERSHIP

DIVERSITY

DIVERSITY

BY

BY::

SET

(2)

DIV

DIVERSI

ERSITY TODA

TY TODAY

Y

•• Manusia beda dalam hal: umur, gender, suku dll

Manusia beda dalam hal: umur, gender, suku dll

tempat kerja dipenuhi manusia yang berbeda

tempat kerja dipenuhi manusia yang berbeda

(workforce diversity)

(workforce diversity)

•• Diversity penting sebab memberikan nilai yang

Diversity penting sebab memberikan nilai yang

dapat menjadi competitive advantage bagi

dapat menjadi competitive advantage bagi

perusahaan, misal:

perusahaan, misal:

*

* Pemahaman

Pemahaman baik

baik terhadap

terhadap pelanggan

pelanggan

(diversified customer

(diversified customer



diversified employee)

diversified employee)

*

* Meningkatkan

Meningkatkan potensi

potensi sumberdaya

sumberdaya

organisasi, misal kreativitas

organisasi, misal kreativitas

*

(3)

WAY WOMEN LEAD

• Wanita cenderung lebih memperhatikan

hubungan, inclusiveness, partisipasi &

caring

• Interactive leadership: pendekatan/gaya

kepemimpinan dimana leader

mengembangkan hubungan pribadi

dengan follower, & berjuang meningkatkan

harga diri orang lain

pendekatan

leadership yang umumnya diadopsi leader

wanita

(4)

GLOBAL DIVERSITY

• Sociocultural Environment: leader harus

memahami budaya lokal & bertindak secara

efektif. Budaya sifatnya intangible, pervasive, &

sulit dipahami. Untuk memahaminya al dengan

memahami perbedaan sistem nilai sosial

• Social Value system, oleh geart Hofstede pada

karyawan global IBM menunjukkan perbedaan

sistem nilai sosial sbb:

* Power distance: seberapa besar seorang

individu menerima perbedaan wewenang/

kekuasaan antar individu atau organisasi

(tinggi

menerima perbedaan power)

(5)

• Uncertanity avoidance: seberapa besar seorang individu merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian (tinggi 

tidak nyaman dengan ketidakpastian)

• Individualism & Collectivism: seberapa besar seorang individu lebih menyukai setiap orang dalam masyarakat mampu menjaga dirinya sendiri (tinggi  setiap org

dituntut mampu menjaga diri sendiri)

• Masculinity & Feminity: seberapa besar seorang individu lebih menyukai ahievement, heroism, assertiveness, work centrality dan sukses material. Sebaliknya feminity adalah seberapa besar seorang individu lebih menyukai

hubungan, kerjasama, pengambilan keputusan kelompok, dan kualitas kehidupan.

(6)

• Karakteristik budaya yang lain: bahasa, agama,

sikap, organisasi sosial & pendidikan.

• Implikasi bagi kepemimpinan:

* Meskipun terdapat globalisasi, ada beberapa

area nilai & sikap manajerial yang berbeda

* Agar memimpin dengan efektif perlu

memahami budaya lokal & perbedaannya

serta implikasinya dengan gaya kepemimpinan

& pekerjaan itu sendiri

(7)

Challenges Minorities Face

Mengembangkan talenta semua individu secara maksimal sulit dilakukan karena hal-hal yang menyisihkan minoritas:

•  Anggapan bahwa budayanya lebih unggul dari yang lain (ethnocentrism)

• Pandangan bahwa “hanya ada 1 cara terbaik”

sering membuat minoritas tersisih sebab perbedaan (mereka) dianggap sebagai kelemahan

• Opportunity gap: karena tidak memiliki pendidikan & keterampilan yang cukup untuk bersaing

• Glass ceiling: pemisah tidak terlihat yang membatasi minoritas dari eksempatan menjadi pemimpin puncak

Ras minoritas seringkali bertahan dengan biculturalism: sikap & keterampilan sosial budaya untuk bergerak antara budaya

(8)

LEADERSHIP INITIATIVE TOWARD

ORGANIZATIONAL DIVERSITY

• Dalam organisasi, pandangan diversity

menghadapi tantangan dari:

* Pandangan:

- Ethnocentrism

- Stereotype & Prejudice

* The white male club

* Paradox of diversity, diversity menyebabkan

ketidaknyamaan, menghabiskan SD untuk

menanganinya.

* Actual cultural differences can realy cause

problems

(9)

LEADERSHIP SOLUTIONS

• Dulu karyawan minoritas dipaksa berubah, kini tekanan itu mengarah kepada organisasi & leader untuk berubah. • Kualitas pribadi leader untuk memimpin dalam

organisasi yang diverse:

- Visi pribadi jangka panjang yang mengenali & mendukung komunitas organisasi yang beragam

- Pengetahuan yang luas tentang dimensi perbedaan, dan kesadaran atas isu multi-budaya

- Keterbukaan untuk mengubah diri sendiri

- Kemampuan melakukan mentoring & empowerment kepada karyawan yang beragam

• Perubahan budaya organisasi, Cara membentuk budaya • Training tentang kesadaran tentang keragaman

(10)

SUMMARY

• Keragaman adalah kenyataan yang harus diterima dan diupayakan untuk menjadi competitive advantage

• Dimensi keragaman yang utama adalah usia, jenis

kelamin dan ras. Berikutnya adalah pendidikan, status perkawinan dan agama

• Gaya kepemimpinan wanita merupakan gaya

kepemimpinan alternatif dapat diadopsi oleh pria & wanita serta merupakan alternatif dari gaya yang ada

• Untuk menjadi pemimpin & follower yang baik, maka perbedaan perlu disadari & dipahami meskipun telah

terjadi globalisasi. Dalam aspek lainnya globalisasi justru mempertajam perbedaan.

• Organisasi justru mempertajam perbedaan.

• Organisasi & leader perlu berubah agar keragaman

menjadi suatu keuntungan, dengan mengubah kualitas diri leader, mengubah budaya organisasi & melakukan

training agar setiap individu terus menerus naik tingkat kesadarannya atas keragaman.

(11)

CHAPTER 12

LEADERSHIP POWER AND

INFLUENCE

BY:

SETIA TJAHYANTI

(12)

Leadership Power & Infuence

• Frame of reference: perspektif sebagai

referensi

• Frame: perspektif yang dipakai untuk

memandang dunia

• Konsep frame of reference (perspektif

sebagai referensi) mempengaruhi

bagaimana orang mengumpulkan

informasi, mengambil keputusan dan

menggunakan kekuasaan

(13)

4 Frame of Reference:

• Structural Frame: memandang penetapan

tujuan & pekerjaan sebagai cara untuk

memelihara order, efisiensi & kelangsungan

hidup

• Human resources frame: memandang people

sebagai aset perusahaan yang paling bernilai

• Political Frame: memandang organisasi

sebagai arena konflik berkelanjutan atas alokasi

SD

• Symbolic Frame: memandang organisasi

sebagai sistem nilai dan arti

(14)

Power, Influence and Leadership

• Power: kemampuan mempengaruhi orang lain untuk bekerja memebrikan hasil yang diharapkan

• Influence: hasil tindakan seseorang atas sikap, nilai, kepercayaan atau tindakan orang lain.

• 5 tipe power seorang leader diasosiasikan dengan posisi & kualitas pribadinya:

1. Legitimate power: otoritas dari posisi formal

2. Reward power: otoritas dari kemampuan menentukan reward

3. Coercive power: Otoritas dari kemampuan menghukum

4. Expert power: otoritas dari keterampilan/ pengetahuan leader 

5. Referent power: otoritas dari karakter personal leader yang membuat follower menaruh hormat, perhatian shg ingin meniru leader 

(15)

TANGGAPAN ATAS PENGGUNAAN

KEKUASAAN

Position Power

Personal Power  

COMPLIANCE RESISTANCE COMMITMENT Appropriate Excessive

(16)

• Compliance: mengikuti arahan leader

(tidak peduli setuju/ tidak)

• Resistance: tidak patuh/ sengaja

menghindari dari arahan leader 

• Commitment: mengadopsi cara pandang

leader & secara antusias melaksanakan

arahannya.

(17)

PERAN DARI DEPENDENCY

RESOURCE: Importance Scarce Non-Substable LEADER - POWERFUL FOLLOWER – DEPENDENT ON LEADER LEADER - POWERLESS FOLLOWER – INDEPENDENT ON LEADER

(18)

Source of Leader Power in Organizations

• Stratgeic contigency theory menyatakan bahwa

sumber power melekat pada peran yang

dimainkan dalam keseluruhan fungsi organisasi,

bukan dari posisi formal atau kualitas pribadi

Increasing power through political activity

• Politik: aktivitas untuk memperoleh,

mengembangkan & menggunakan kekuasaan

untuk memperoleh hasil yang diharapkan ketika

terjadi ketidakpastian atau ketidaksetujuan

• Impression management: memanajemeni

impresi bahwa seorang memiliki power dengan

tujuan untuk emnguasai orang lain.

(19)

Political Tactics for Asserting Influence

• Power untuk mempengaruhi orang lain, secara

garis besar terbagi menjadi taktik:

1. Gunakan persuasi berdasarkan akal sehat

2. Buat orang-orang menyukai anda

3. Aturan timbal balik

4. Carilah teman dipihak anda (allies)

5. Minta apa yang Anda inginkan

6. Prinsip kelangkaan

7. Kembangkan otoritas formal dengan

kredibilitas dan keahlian

(20)

SUMMARY

• Leader memiliki beragam dan beberapa frame

sebagai referensi (frame of reference) untuk

melihat organisasi dan kebutuhannya

• Frame of reference menentukan bagaimana

seseorang mengumpulkan informasi, mengambil

keputusan, dan menggunakan kekuasaan.

Political frame of reference menjadi pokok

perhatian bab ini

• Tipe power meliputi legitimate, reward, expert &

coercive- power yang semuanya diasosiasikan

dengan kualitas atau posisi seseorang.

• Dari penggunaan kekuasaan, ada 3 hasil yang

mungkin: compliance, resistance & commitment.

(21)

• Power adalah fungsi dari dependency, terkait dengan

penguasaan SD yang penting, langka dan tidak memiliki pengganti.

• Leader dapat memperoleh power lebih besar dengan memebrikan kontribusi berarti atas organisasi, dengan cara membangun interdepartmental dependency,

centrality, kendali atas informasi & kemampuan menghadapi ketidakpastian.

• Power diperoleh, dikembangkan & digunakan melalui aktivitas politis. Power untuk mempengaruhi orang lain diperoleh pada dasarnya dengan 7 cara, mulai dari

emmbujuk menggunakan akal sehat sampai mengembangkan otoritas formal.

• Power harus digunakan secra etis, dengan

mempertimbangkan bahwa power sebaiknya digunakan untuk mencapai tujuan organisasi atau orang banyak, menghormati hak orang lain/ kelompok lain dan adil.

Referensi

Dokumen terkait