Aplikasi
Teknologi
Pembatasan
Pakan
pada
lndustri
Broiler
Oleh Urip
Santoso
Pembatasan
pakan pada industti broilcr diperlukan
untuk
m.eningkatkan
efuiersi
dan
meiurunkan
kandungan
lcmale.
Penerapan
teknologinyaltang
lcbih
efcktf
ad4lah
dcngan
"metode
kuantitatf",
Baga.imana
ragam
cara
dai
metode
ini
?
a:
menghadapi problema yang sargat
men-desak, yaitu rendahnya e fuicnsi
produk-tir.itas.
Fakor
utama yang menyebabkanrendahnya e6siensi adalah mahalnya
harga pakan. Hal
ini
dikarenakanbiala
paI;r
padairdu:',ri
trroiler menempad60 - 70% dari total biaya
produ[si
Olehkarena
inq
dipcrlukan suzh.r cara yangaplikatif unruk
mengatasi keduaper-masalahan tersebut di atas
SalaI satu cara termudah dan
termu-rah
adalah menggunakan tcknologi
pembaasan pakan di awal
pertumbuh-an. Bebcrapa peneliti tclah mclakukan
Lampiran
D.
17.
percobaan teotang pembatasan pakan pada ayam
broiler untuk
memperbaiki performans,bail
e6siensinya dan kom-posisi kirnia karkasoya.Pengaruh pembatasan
pakan
pada
broiler
Pada dasarnya pembatasan pakan merupakaa program unnrli mernberikan
pakan
padaternak
sesuai denganke-butuhan hiaup pokokaya
padaum'rr
dan periode
te
entu.Menurut Balley
a al. (199Z)bah:xzpemberian palian se-cara telus menerus merupakao kondisi buatan, sedangkan pembatasan pakan
pada aram
broi.ler adalah uPal'a me-ngembalikan rernak pada kondrsi alami.Banyak pcnelitian tentang pernbaas-an pakan peda
broiler
telah dilahrkan.Kebanyakan peoelidan tersebut mentrn-jukl,an hasil peningkatao efisiensi pakan
dan
penurunan
kandungan
lemakn:buh dengao berat
badao yang normal
(Plavnik
and
Hurwitz,
1985,1988,
1989,i990;
Plavnik
et
al., 1986).Santoso
etal. (1993a, b, 1995a, b) melaporkan
bah-wa
ayam
broiler
jantan
atau betinayang dibarasi
pa-kannya
menunjuli-han eEsiensi pakrn
yang lebih
bai\
ser-ta akumulasi lemakyang
rendah
de-r,ganberat
badanyang normal
atau bairkrn lebih tinggi.Bal.ley et aI. (1992)
melaporkan bahwa ayam
broiler
yangdibatasi pemberian pakaonya
menun-julkan
e6sieosi pakan yar-rg lebih baikdan teriadi penun:nar kandr:ngan lemak
tubuh.
Balley et al. (1992) melaporkan bahu'a avam rang dibatasi pakamya se-cara bersel.aag-selrng sehad selama enamhari
berturut-turut,
rnencapai beratba-dan akhir yang sama dengan ayam
broi-ler yang diberikan pakza ad libituz. Keuntungan larn yang dapat
diper-oleh dari
Program Pembatasan pakanadalah dapat mcngurangi angka
kcmati-an, kelainan
k:ki
dan penyakitmeabo[k
Caru
apajtangpaliig
memuaskan
?
ewasa
lnl
industri
broiler
di-tuntut
un-tuk
menghasilkan
daging reodah
le-mak,
karena lemakmempunyai penga-ruh negadf terhadap
kesehatan
konsu-men (Jones
da.nFarrel,
1992).Di-samping iru, karkas
yang
dihasilkao
broiler
saatini
jugamempunyai
kan-dungao lemak yang berlebihao di daerah
perut
dan
viscra
yang hanrs
dipisah-kan dari karkas,
ser-
Keberhosrlon Ita
mempunyai nilaijual yang
sangatreodah
jika
diban-dingkan dengan karkas
Godwin
(1979)menge
stimasi
bahwa
pabrik
yang memroses 50.000 ekor broiler per hariakan menghasilkan lemak rata-rata
t
6.25C, 1'ang menaakibatlian penrsahaan
,.rt.5'11
kqHlangan 812.500 dolar per tahun.Nelson
(1980) melaporkan bah-wa jika kadar lemak padabroilcr
seka-rang
ini
yang kira-kira 3,5% dapatdi-rurunkan menjadi
17o saja, akanme-naiklan
keunrungan sebcsar 177 juta dolar per tahun.Selain
itu,
saatini
industri broiler
Keber[osilon pembotoson polon songol dipengorufii olc[ bc6eropo
follor
.
rrlsepero ascire, sudden Cea*r sIodrome,
siress paoas atau bahkan meoingkatkan daya kekebalan rubuh terhadap penyakir
(Sar:toso
et
al., 1993b; Hester
et
al.,1990). Progtam pembatasan pakan juga
menaikkan kandungan
mileral
tubuh
serta
menurunkan trigliserida
dankolesterol darah dan kadar lemak dalam
mbuh Sanro:o et al., 1995a) dan d.rgrng
(Srntoso, 1997, 1998),
\lelihat
beberapa keuntungan vang dapat diperoleh melalui teknologipem-batasan
pakan, maka
aplikasi
di
la-pxngan sangat segera untuk
diperkenal-kan kepada masyrrakat peternak
di
In-
'donesia.
2. Lxnzoya, pembatasan pakan. Secara
umum semakin lerru pembaresrn pakan yang dilakukan maka broiler akan lebih
sulit menutupi kehilaogan berat badan
selama periode pembatasan pakan.
Un-ruk
mencapaihasil
yangbaik,
makaMcMurtry
et al. (1988) menganjurkan pembatasan pakan pada ayambroiler
jantan
tidak lebih
dantujuh
hari, danuotuk
ayambroiler
bet'na ticlak lebiirdari lirr.a hari.
3.
Vakrr
pembausen pakan.Padepeno-de akhn (5-8 minggu), avam broiler vang mendapat peqlakuan pembatasan pakan te;nyata tidak memberil(an respoo )'ang
baik
untuk
terjadinya hasil yang baik,semirimal mungkin
pertumbuhannyapada
umur
yang sesuai, sehinggapaj,
saat drbarasi pakann1."
m^k, sJil"'h
dr-beri pakan bebas ayam akan
menunjuk-kan laju pertumbuhao yang cepat
untuk
mengejar keringgalannya selama pem-batasan.
Oleh
kareneiru, unruk
men-capai berar yangnormel
serr.r eEsiensr p.rken yeng unggi meka wakru relcedrngtersebur
harus mencukupi
[u
et
al., 19qC).5. Konsumsi
pakan selama refeedmg.Unruk
mendapatkanhasil
vang baik,raaka pada saat periode refeeding, maka
ayam
broiler
harus meodapatkesem-patan makan yang
iebih
banvak unrukme n ge
iar
ke'tnssel.rr.
E
peirumDunan.
.\erama7ii
Faktoryang berpengaruh
terhadap
keberhasilan
Pembatasan
Pakan
Keberhasilan ayam
broiler
yangdi-batasi pakannya
urtuk
meocapai belatakhir
yangnormal
serta diperolehe6-siensi pakan yaog tinggi dan kandungan lemak yang rendah, sangai dipengaruhi
oleh beberapa
frktor.
i.
Be:at pen:i:ltasan
pakaa. Semal.jebe!3t pernb2..asln a.kan semakin berat pu.la
tingkat
laju pertumbuhan
cepatselama pcmberian pakan bebas kembali. Namun pada tingkat pembatasan pakan yang saflgat berat, akan mcnimbulkan
p.eourunan
bcrat
badan walaupun
efuiensi dan kadar lemaknya rendah
(Yu
dan
Robinso4
1992).I
L';;',,-IIil'1?g.5
karena kesempalan broiler untuk
rnen-dapatkan laju yang cepat menjadi sangat
berkurang
(Araia
et al. 1983), sehinggawalaupun efisiensi pakan lebih baik de-ngan kadar lemak yang rendah namun
[erat badannya tidak mencapai normal.
Oleh karena in: disarankan untuk
mem-batasi broiler di awal pertumbuhannya,
ydtu
umur tiga sarrpai deogan sebelas hari untuk avam broi.ler jantan, dan tidak Iebihdari umur
iima hari rrntukaym
Irroiler betina (?lavnik dan Htrrwizi,
1e88).
4.
Lamanytwaktu
selama periodere-'
feeding (pemberian pakan bebas setelahpembatasan). Program pcmbatasan pa-kan mcmpunyai penga.uh terhadap
pc-nundaan umur Esiologis ternak.
Di
ma-na ayam broiler akan mcmpcrtahanlan
jadi lebih baik.
Selamaperiode awal
rcfeedrngpe rruml,uhan lemak naLk
-
drastis, namun
satuminggrr kemudian turun
drastis sehingga
akumu-lasi
len.raknya pada usiapasar
menjadi
lebih
rendah.
6. Jenis
kelamh
brorler.Perbedaan jenis kelamin broilcr akan membe rikan
rispon
yang beibedater-hadap pembatasan pakan
(N{c
itlurtry
et al,
1988). Perbedaaa tersebut dapatdilihat
darilaju
pertum-buhan dan kandungan lemak tubuhnya
(Fisher, 1984): Ayam janan mempunyai respon yang lebih baik daripada
broiler
betina (Pla.rnik dan
Hurwitz,
1985).Hasil peneiitian Santoso er al. (1993a)
menunjukkan bahwa avrm broi.ler betina merespon lebih baik dalarn hal
penurun-an berat lemak, sedangkan broilcr jantan
merespon lebih
beil
pada cirsiensi p.rkan dao peocapaian berat normxl.
Aplikasi
di tingkat peternak
Biaya pakan dapat mencapai sekita!
60-7Ctolo dari total biaya produksi dalam
usaha pcternakan ayam
broiler
Oleir ka-rcna itr: dalam melalorkan progmm pem-batasan pakanpellu
diperhatikanper-syaratan yang dapat menunjang
pening-katan eEsieasi usahanya. Beberapa
per-"&
-far
PO('I]TRY TNDONESIA ,I'EI
..
s)'aratan tersebut di antaranva adalahke-li
praktisanfternudahanurrtul.r;r.hr}an),
dan tidak atau sedrkit menambah biaya. Pembatasan pakan secara L-uantitatifakan lebih
efekif,
karena metode ini se-Iain dapat memberilon hasil yang sama terhadap berat badan akhir danmengu-rangi lemak
tubuh
juga mudah unnrkdilakukan.
Hasil penelitian menunjoRan bahu'a
uotuk aram broiler
lang
dipaneir padaumur 42 hari,
maka pembarasanpa-kaooya dimulai pada umur rujuh hari se-lama tiga hari pada tlngkat pembatasan
25k.
Aranya, jtka menggunakanpem-batasan harian maka setiap hari tir:gkat
pembatasan 25o/o. Artn.1,a,
jika
mcng-gunakan pembarsan harian mal:a seriap hari ayam drberi 75% dari biasaoya. Caraini renrunt'a memerlukan dau konsumsi harian. Namun mengingat catatan hari-an biasanva peternak tidak ounya dan
juga cara ini lebih repot, maka cara
lain-n1,a adalah dengan "diet diludon", yaitu
dengan mencampur pakan jadi dengan
sekam dengan perbandi:rgan 75% pakan
jadt dan 25ok sekam. Cara yang paling
mudah
adalah dengan memuasakanar-a:n
broiler
selama enamjam
setiaphari
selama tiga hari. Hasil percobaandi
tiogkat peternak denganmengguna-kan progran puasa selama 6 ia-m selama
3 hari dimulai pada umur 8
hai
(skala usaha 1100 ekor) ternrata memberikanhas;l lanq memuaskaq yaitu
meningkar-nla
e6siensi pakan, meourunnla angkakematian, sehingga
tirgkat
keunrung-annla meningkat pula (Santoso, 1999).
Hasil penelitian juga menuojukJ<ar: bahwa untuk alam broiler yang dipancn pada umur 56 hari, maka broiler dapat
drbatasi sampai 75% selama enam hari.
Artinva, jika menggunakan pembatasan harian maka setiap h
ai
ayam dtbei 25okdari biasanya. Cara ini tentunva
memer-iukan
data konsumsi harian. Namunme
ngingat catatan harian
biasanyapeternak ridak punra dao juga cara
ini
lebih repot, maka cara lainnr.a adalah de-ngan "diet
dilution",
yairu denganrnen-car"pur
pakanjadi
dengan sekarn de-ngan perbandingan 25ok pzkaojadt dan75%
sekam. Cara yangpaling
mudahadalah de;rgan memuasakan
ayambroiler
selama delapan belas jam seoaphari
selama enam hari-O
u;p
so"uso,J"n!o',
Pttnalar
FaArllo! P.nanianUnialib!
Bnstuh.
Sorguffi,
Alternatif
Pengganti
lagung
dalam
Ransum
Broiler
Oleh
Drh.
Imbang
Dwi
Rahayu,
MKes.
iaya pakan yang ringgr dalam
usaha pcngcmbangan
produliti-r''itas avam pedaging, terutama
lain sebagai pengganti jagung, dan salah saru alternaEfnla adalah sorgum. Selain
hargar,ra lebih rnurah kandungan
zat-zat gizi sorgum menlerupai jagung.
Peogguoaan
solgum
tanpa prosessebagai bahan pakao ternak
relatif
ter-batas, karena adanva zat and nutrisi
be-rupa tannin. Adanya tannin dapat
me-nyebabkan penurunan tingkat konsumsi
pakao dan laju pem.rmbuhaa pa& avam-ayam muda, kareoa dalam saluran
pen-cernaan tannin memi)iki
kemampun mengikatprotein. Dalam
biji
sorgumterd;par
Cuaieni; iaanin.';a:ru
tannin1':r:g dapat
drhi&olisis
(NdnN'ybbta*
t)
dan tanokr terkoodeasasi (an&ztcdlanain) yangtdak dapat dihidroiisis.
Ga-dtzrd
taaaia rcrdapat di bagian pericarpbiji
sorgurn, scdangkan lydnliiablc tar-arz terdapat di bag'ian dalem biji sorguro, yaitu di cndosperro Kzdar ctadc*cdtat-zrz jauh lebih
bcsardaripada
kadarGuna mengatasi masalah tersebut perlu
dipertimbangkan
penggunaan bahanpakan yang
Icbih murah
tetapi tanpamengabaikan
nilai
gizinya,
sehinggauntuk
peoggunaannya mungkinmasfi
diperlukan perlal:uan-perlal-uaq berupa
proses fesis atau ldmias'i terhadap bahan
pakan tersebut. Dalam hal
ini
perlu di-perha:iliao pula biava yang dih-o ris!:zn unruk perlak-,actcsebur
Jagung merupakan sumber utama
cnergi temak luga drpcrguna[an sebagar
bahan
pangan manusia. Keburuhanmanusia terhadap jagr:ng saat
ini
terus meningkag sehingga merrgurangl pcrse-diaan jagung unn:k pakan temak, Olehsebab im harus ada pihhan bahan pakan