• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Nilai Tambah Bruto (NTB) Menurut Sektor Ekonomi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Struktur Nilai Tambah Bruto (NTB) Menurut Sektor Ekonomi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

1995 2000 2005 1995 2000 2005

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan 89161.90 227081.00 375614.90 16.43 16.34 12.97

2. Pertambangan dan Penggalian 41109.20 167692.20 317169.60 7.57 12.07 10.95

3. Industri Pengolahan 131037.80 375348.30 795680.90 24.14 27.01 27.47

4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 5780.20 8393.70 26910.80 1.06 0.60 0.93

5. Bangunan 35748.20 76573.40 206862.20 6.59 5.51 7.14

6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 90566.50 248939.70 453238.90 16.69 17.91 15.65

7. Pengangkutan dan Komunikasi 37155.50 65012.10 194422.50 6.85 4.68 6.71

8. Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan 62589.10 159962.10 239391.50 11.53 11.51 8.26

9. Jasa-Jasa 49607.10 60767.30 287653.80 9.14 4.37 9.93

Jumlah 542755.50 1389769.80 2896945.00 100.00 100.00 100.00

Nilai (miliar rupiah) Distribusi (%)

Sektor Ekonomi

Referensi

Dokumen terkait

Keterangan: PS = Propotional Shift DS = Differential Shift Hasil analisis PDRB dengan migas menunjukkan bahwa terdapat empat sektor yang masuk kedalam kuadran I,

tanaman jambu mete yang semula merupakan tanaman penghijauan menjadi komoditas unggulan, memerlukan penekanan pola pengembangan yang berorientasi agribisnis. Oleh karena

Berdasarkan hasil penelitian ini, potensi industry pariwisata Nusa Tenggara Barat untuk bisa bangkit kembali akibat pandemi ini adalah dengan mengambil kebijakan

Nilai Tambah Ekonomis secara umum lebih bermanfaat dibanding Nilai Tambah Pasar untuk mengevaluasi kinerja material sebagai bagian dari incentive compensation

Dari rumusan masalah tersebut maka pertanyaan penelitian (research question) adalah sebagai berikut:1) Berapa besar dampak konsumsi wisatawan baik wisnus maupun wisman

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan, modal berpengaruh positif dan signifikan, keterbukaan perdagangan berpengaruh positif

Berdasarkan PDRB dengan migas sektor yang memiliki pertumbuhan positif dan berdaya saing yaitu sektor industri pengolahan, sektor listrik dan air bersih, sektor

Berdasarkan hasil analisis potensi ekonomi pada daerah untuk mengetahui sektor basis dan sektor berdasarkan nilai Location Quotient dalam studi kasus Kota Batam dan Kabupaten Karimun