• Tidak ada hasil yang ditemukan

tanya jawab penjelasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "tanya jawab penjelasan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Home Daftar Paket Berita Lelang Non Eproc Log Akses Ganti Password

Petunjuk penggunaan | Aplikasi e-procurement lainnya Sahlan Hasibuan, SH - null

Pertanyaan Terhadap Dokumen Lelang

Nama Paket : Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Tahap III

Sisa Waktu : 0 hari / 0 jam / 0 menit Daftar Paket View Lelang Penjelasan Lelang

Pertanyaan Peserta

Dokumen Bab Uraian Pengirim

Jaminana penawaran drmn panitia Dari bank atau dr asuransi ??????? 10585555 21 Apr 2014 10:55

Berarti kalau dr asuransi point c yang tertera pada format jaminana penawaran tidak perlu dibuat ?

10585555 21 Apr 2014 11:03

LDP BAB-IV Panitia yth: Kalau jaminan penawaran tetap mengacu terhadap dokumen penawaran, tidak ada perusahaan asuransi yang mengeluarkan jaminan penawaran jika mengikutkan adanya point"c", karena semua perusahaan yang terdaftar di kementerian keuangan sudah mendapat surat edaran dari OJK, bahwa format "c" tersebut tidak bisa mereka keluarkan, mohon pertimbangannya.

jaminan penawaran bank boleh asuransi juga boleh Pokja ULP Kordinator Wilayah Empat Peradilan Propinsi Sumatera Utara 21 Apr 2014 10:57

jawaban 10585555

format jaminan penawaran sesuai dengan dokumen pengadaan

Pokja ULP Kordinator Wilayah Empat Peradilan Propinsi Sumatera Utara 21 Apr 2014 11:08

jawaban 10709555

1. Pasal 1 Ayat 35 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya menjelaskan bahwa Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada PPK/ Kelompok Kerja ULP untuk menjamin surat pernyataan wanprestasi dari PPK/Kelompok Kerja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. Pada pasal ini jelas disebutkan bahwa sifat jaminan itu adalah “tanpa syarat” sehingga apabila jaminan tidak dapat dicairkan dengan alasan/syarat tertentu, ini berarti sifat jaminan sudah tidak “tanpa syarat” atau berubah dari unconditional menjadi conditional. 2. Pasal 118 Ayat 6 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya menjelaskan bahwa apabila ditemukan penipuan/ pemalsuan atas informasi yang disampaikan Penyedia Barang/Jasa, dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang, dimasukkan dalam Daftar Hitam, dan jaminan Pengadaan Barang/Jasa dicairkan dan disetorkan ke kas Negara/daerah. Hal ini berarti apabila terjadi penipuan/pemalsuan informasi maka salah satu sanksinya adalah pencairan jaminan. Apabila jaminan tidak dapat dicairkan apabila terdapat penipuan/pemalsuan informasi, maka jaminan tersebut sudah tidak sesuai dengan ketentuan pasal ini. 3. Peraturan Kepala (Perka) LKPP Nomor 14 Tahun 2012, Bab II, B, 1, f), 5), (b), (3), (h), menyampaikan bahwa peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila surat jaminan

Pokja ULP Kordinator Wilayah Empat Peradilan Propinsi Sumatera Utara 21 Apr 2014 11:50

Kirim Penjelasan

LPSE Mahkamah Agung RI

https://lpse.mahkamahagung.go.id/eproc/penjelasan/lelang/758555/PEN...

(2)

21 April 2014 14:53 © 2006-2014 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) penawaran memenuhi ketentuan harus dapat

dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. 4. Ketentuan yang tercantum dalam butir 3 dapat dipastikan tertuang dalam Dokumen Pengadaan yang disusun oleh Pokja ULP/Panitia Pengadaan, khususnya dalam Instruksi Kepada Peserta (IKP). Evaluasi yang dilakukan oleh Pokja ULP/Panitia Pengadaan harus berpedoman pada kriteria dan tata cara yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan (Pasal 79 Ayat 1 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya). Sehingga apabila tidak sesuai dengan dokumen maka jaminan dapat digugurkan. Sehubungan dengan penjelasan di atas, maka apabila Surat Jaminan Penawaran yang dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi tetap berpedoman pada Surat Edaran OJK Nomor SE-04/NB/2013 Tanggal 18 September 2013, maka Surat Jaminan Penawaran tersebut tidak sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perubahannya, Perka LKPP Nomor 14 Tahun 2012, dan Dokumen Pengadaan yang disusun oleh Pokja ULP/Panitia Pengadaan.

Peserta (penyedia barang/jasa) Panitia/Pokja ULP

Catatan :

Panitia/Pokja ULP masih bisa memberikan penjelasan selama 3 jam setelah masa Aanwijzing berakhir Untuk menjawab pertanyaan cukup dengan menyebutkan ID Peserta

LPSE Mahkamah Agung RI

https://lpse.mahkamahagung.go.id/eproc/penjelasan/lelang/758555/PEN...

Referensi

Dokumen terkait

Menunjuk pada Perpres 54 Tahun 2010 beserta perubahannya Pasal 83 Ayat (1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan / Pemilihan Langsung gagal apabila : d) tidak ada

Menunjuk pada Perpres 54 Tahun 2010 beserta perubahannya Pasal 83 Ayat (1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan / Pemilihan Langsung gagal apabila : d) tidak ada

Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya Pasal 83 Ayat (1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan / Pemilihan Langsung gagal apabila : d) tidak ada penawaran

Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya Pasal 83 Ayat (1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan / Pemilihan Langsung gagal apabila : b) Jumlah peserta yang

Kami sampaikan bahwa Pelelangan untuk paket pekerjaan diatas dinyatakan GAGAL LELANG , dikarenakan Pelelangan berdasarkan Perpres 54 serta perubahannya pasal 38 ayat 3 poin f

Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya pasal 83 ayat 1 “Panitia pengadaan barang/jasa/ULP menyatakan pelelangan gagal apabila :”huruf d ” tidak ada

Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya Pasal 83 Ayat (1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan / Seleksi Sederhana gagal apabila : d) tidak ada

Kelalaian atas tindakan yang dilakukan oleh Notaris tentu saja merugikan pihak kreditur, yang sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat 1 Undang-Undang Jaminan Fidusia selanjutnya disebut