o
Selasa
4
5
20
.Mar
I(OMPAS
o
Rabu
.
r(1mis
0
Jumat
--~
.._"--6
7
8
9
10
11
21
27.
23
24
25
26
QApr
OMei
OJun
OJul
(1 Ags
() Sabtu
0
Minggu
12
13
27
28
o Sep OOkt
14
15
16
29
30
31
o I~OV 0 Des
... "
--.-.----. Indikator
.
~
I
'
.
..
. .. .
. .
1 eski biaya masuk dan kuliah di perguruan tinggi (PT) sa at
f l '
"I ini relatif mahal, perguruan tinggi tetap diminatih !? masyarakat Jawa Barat. Hal ini tampak dari jumlah penduduk tamat perguruan tinggi yang setiap tahun terus meningkat. Namun, persentasenya masih kecil, yakni sekitar 5 persen dari total penduduk.
Berdasarkan survei sosial ekonomi daerah Provinsi Jabar 2008, jumlah penduduk yang lulus perguruan tinggi 1.639.792 orang atau 4,81 persen dari total penduduk berusia 10 tahun ke atas. Ini berarti satu dari 21 penduduk Jabar sudah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi.
Berdasarkan jenis kelamin, jumlah laki-laki lulusan perguruan tinggi lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Tahun 2008, laki-Iaki yang mengecap perguruan tinggi tercatat 920.697 orang atau satu dari 19 laki-Iaki, sedangkan perempuan 719.095 orang atau satu dari 24 perempuan di Jabar.
Jika dlcermati, pendidikan sarjana merupakan jenjang pendidikan yang paling diminati masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan. Menurut hasH survei terse but, hampir 3 persen penduduk di provinsi ini bergelar sarjana, sementara yang berpendidikan diploma 2,25 persen.
Penduduk lulusan perguruan tinggi paling banyak di Kota Bekasi, Bandung, Depok, dan Cirebon. Di kota itu, lebih dari 10 persen penduduknya lulusan perguruan tinggi. Tingginya jumlah penduduk perkotaan yang mengecap perguruan tinggi tak bisa lepas dari banyaknya perguruan tinggi di daerahnya. Di Bandung terdapat empat PTN dan 135 PTS. Adapun di Bekasi dan Cirebon masing-masing terdapat 55 PTS dan 35 PTS.
,.,-a
Penduduk
yang Lulus
Perguruan Tinggi
diJabar
Sumber: Suseda Jabar 2006.2008
2008
2007
Kliping
Humos
Unpod
2309