• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUNAN DOKUMEN TEKNIS SEDIAAN PROBIOTIK DAN BIOLOGIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENYUSUNAN DOKUMEN TEKNIS SEDIAAN PROBIOTIK DAN BIOLOGIK"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

BALAI PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

2022

PENYUSUNAN DOKUMEN TEKNIS SEDIAAN PROBIOTIK DAN

BIOLOGIK

Oleh : Dinarti

Disampaikan pada:

Bimtek Penanggung Jawab Teknis Obat Ikan (PJTOI)

Serang, 2 Juni 2022

(2)

Obat ikan sediaan biologik

dihasilkan melalui proses biologi pada hewan atau jaringan hewan

menimbulkan kekebalan, mendiagnosa penyakit, atau mengobati penyakit dengan proses

imunologik

Contoh : vaksin, sera (antisera), antigen, dan bahan diagnostik

biologik (kit)

Obat ikan sediaan probiotik

dihasilkan dari mikroba nonpatogenik (secara alami ada dalam lingkungan di air dan tubuh

Ikan) → bekerja dengan proses bioremediasi, biokontrol saluran cerna dan sebagai penyaing bakteri

pathogen

Contoh : Bacillus subtillis, Lactobacillus plantarum Pediococcus

sp., dll

Dapat berupa kultur tunggal maupun campuran untuk OI maks. Campuran 5 spesies mikroba

dengan kepadatan min. 1 x 106 cfu/gr atau cfu/mL

(3)

Formulir Data Teknis Obat ikan

sediaan biologik dan probiotik

(4)
(5)

Menjelaskan komposisi obat ikan secara lengkap, meliputi bahan aktif dan bahan tambahan dalam satuan terkecil (berat/volume) secara

kuantitatif

Sediaan biologik dan probiotik MENCANTUMKAN :

Jenis, strain virus dan genus/spesies bakteri yang terkandung

Nomenklatur dari bakteri harus sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku

Jumlah/kadar/potensi virus atau bakteri yang terkandung dengan jelas pada satuan terkecil

Nama dan jumlah zat pengawet, pembawa, penstabil, pelarut, atau media

Vaksin →ditambah keterangan antigenik hidup dan dilemahkan (diatenuasi) atau dimatikan (diinaktivasi)

Catatan untuk sediaan Probiotik

Komposisi Obat Ikan yang dimaksud adalah :

a) Komposisi obat jadi →

komposisi produk yang siap dipasarkan

b) Bukan komposisi awal

pembuatan obat → komposisi awal dijelaskan pada form B c) Untuk jumlah bahan aktif

mikroba, cantumkan minimal kepadatan mikroba →

spesifikasi minimal untuk mekanisme kerja mikroba sesuai klaim indikasi

Klaim bahan aktif (Jumlah dan Jenis Mikroba) → terbaca jelas/tidak rancu →

memudahkan dalam pembuktiannya

(6)

• setiap gram/mililiter mengandung (x) cfu bakteri strain a, (y) cfu bakteri

strain b, (z) miligram/ml media pembawa

Probiotik

• setiap dosis mengandung (x) cfu bakteri atau (x’) Tissue Culture Infectious Dose (TCID) virus, (y) miligram penstabil, (z) miligram

pengawet, (α) miligram adjuvant, (β) mililiter pelarut

Vaksin

• setiap dosis atau kit mengandung antigen atau antibodi spesifik

diagnostik Kit

(7)

CONTOH FORMAT FORM A 1. PROBIOTIK

2. VAKSIN

3. KIT DIGNOSTIK

(8)

CONTOH 1. JIKA KANDUNGAN (JUMLAH) MIKROBA DI KLAIM SEBAGAI TOTAL MIKROBA

Contoh Penulisan Form A : Probiotik

Komposisi Obat Ikan :

Setiap gr probiotik ProXY mengandung komposisi sebagai berikut :

Bahan aktif :

B. subtilis Total bakteri

B. licheniformis Min. 1 x 108 CFU Bahan pembiakan:

Tryptic soya broth Bahan Tambahan :

Soy bean meal 300 mg

Tepung gandum 500 mg

Komposisi Obat Ikan :

Setiap gr probiotik ProYZ mengandung komposisi sebagai berikut :

Bahan aktif :

B. subtilis Total bakteri

B. licheniformis Min. 1 x 108 CFU

Saccharomyces cerevisiae Total Yeast Min. 1 x 106 CFU Bahan pembiakan:

Tryptic soya broth Potato dextrose broth Bahan Tambahan :

Soy bean meal 300 mg

Tepung gandum 400 mg

(9)

Komposisi Obat Ikan :

Setiap mL probiotik ProYZ mengandung komposisi sebagai berikut :

Bahan aktif :

Bifidobacterium bifidum : ≥ 1,0 × 106 CFU Bifidobacterium lactis : ≥ 1,0 × 106 CFU Lactobacillus acidophilus : ≥ 1,0 × 106 CFU Bacillus subtilis : ≥ 1,0 × 106 CFU Saccharomyces cerevisiae : ≥ 1,0 × 106 CFU Bahan pembiakan:

Modified MRS broth TSA

SDA

Bahan Tambahan :

Molase : 350 mg Air ad : 1 ml

Bahan aktif

1. Mikroba aerob : - B. subtilis - B. coagulans

Total Mikroba aerob:

Min. 1,2 x 108 cfu 2. Mikroba anaerob :

- Lactobacillus bulgaricus

- Bifidobacterium sp.

Total Mikroba anaerob:

Min. 3 x 106 cfu Bahan tambahan

1. molase 175 mg

2. air suling Ad. 1 mL

Bahan Pembiakan/kultur/penolong:

- Tryptic soya broth - MRS broth

Komposisi Obat Ikan :

Setiap mL probiotik abc mengandung komposisi sebagai berikut :

Contoh 3. Jika Genus/Spesies mikroba pada klaim terbagi menjadi bakteri aerob dan anaerob

Contoh 2. Jika kandungan (jumlah) mikroba di klaim per genus/spesies mikroba

(10)
(11)

Sediaan Probiotik, menjelaskan:

Cara propagasi (master seed → working seed)

Cara pembuatan dalam Diagram alir proses produksi (1 batch) yang disertai penjelasan naratif

Prosedur Penentuan dosis

In Proses Control (sebelum, selama, dan sesudah

pembuatan) → terhadap bahan, alat, ruang, dsb.

(12)

Sediaan Biologik (Vaksin), menjelaskan:

Peralatan yang digunakan

Cara sterilisasi alat, bahan dan ruangan

Cara propagasi (master seed → working seed)

Cara pembuatan dalam Diagram alir proses produksi (1 batch) yang disertai penjelasan naratif

In Proses Control (sebelum, selama, dan sesudah pembuatan) → terhadap bahan, alat, ruang, dsb.

Prosedur pelemahan/inaktivasi

Uraian rinci proses dan hal lain yang perlu

diperhatikan selama pembuatan

(13)
(14)

Pemeriksaan Obat Ikan sediaan : Probiotik

Probiotik

Cara penetapan jumlah mikroba →

min. 1x106 cfu/gr atau cfu/mL

Cara identifikasi jenis mikroba → Maks. 5 mikroba

Cara penentuan ada/tidaknya mikroba pathogen (kontaminasi

mikroba) Sertifikat Analisa :

setidaknya mencantumkan spesifikasi, persyaratan mutu dan hasil uji produk

jadi, ditandatangani dan disahkan (distempel) oleh quality control (QC).

(15)

PARAMETER

PENGUJIAN MUTU

SEDIAAN PROBIOTIK

(16)

Pemeriksaan Obat Ikan sediaan : Vaksin

Vaksin

Identifikasi &

penetapan

kandungan antigen spesifik dan zat

tambahan

Penentuan ada/tidaknya mikroba pathogen

Pemeriksaan toksisitas abnormal,

sterilitas, inaktifasi,

potensi, dll Sertifikat Analisa : setidaknya mencantumkan spesifikasi,

persyaratan dan hasil uji produkjadi, ditandatangani dan disahkan (distempel) oleh

quality control (QC).

Vaksin PRG → harus melalui

persetujuan komisi keamanan

hayati dan plasma nutfah

(17)

Parameter Pengujian Mutu Sediaan Vaksin :

Bakteri Inaktif

(18)

Contoh penulisan Form C

1. Probiotik 2. Vaksin

3. Kit diagnostik

(19)

Contoh Sertifikat Analisis

(20)

Contoh Sertifikat Analisis

(21)
(22)

Bahan

baku

Asal usul master

seed

Cara identifikasi dan penetapan

kandungan master seed dan working

seed

Cara identifikasi dan penetapan kandungan zat

tambahan

Spesifikasi dan identitas materi yang

digunakan dalam pembuatan enzim hidrolisat, calf serum,

dan adjuvant

Sertifikat Analisa bahan baku

(zat aktif &

tambahan)

(23)

Pemeriksaan kestabilan Kandungan bakteri/viral (Mis: data TCID 50 atau kekebalan yang ditimbulkan)

Hasil uji stabilitas ditandatangani dan disahkan (distempel) oleh quality control (QC).

Untuk menentukan masa kadaluarsa obat

(24)
(25)

• absorpsi, ketersediaan hayati

/bioavailability, distribusi, metabolisme, ekskresi dan eliminasi obat

Farmakokinetik zat aktif obat ikan

• mekanisme kerja, efek utama, efek samping

Farmakodinamik zat aktif obat ikan

• Terhadap tubuh ikan, manusia dan lingkungan → MSDS/ Biodegradibility

Informasi Toksisitas obat ikan

• mencantumkan informasi tentang kompatibilitas (sinergitas atau

antagonistik)

Untuk sediaan zat aktif campuran

• Indikasi dan kontra indikasi, cara penentuan dosis, resistensi terhadap mikroba, interaksi dengan zat lain, waktu henti obat, dan residu obat ikan

Penjelasan tentang

• Dilengkapi data dan laporan hasil uji ilmiah tentang mekanisme kerja kit

Untuk kit diagnostic

DAYA FARMAK

OLOGI BAHAN

AKTIF

Dilengkapi rujukan ilmiah (jurnal ilmiah, text book dan referensi atau laporan hasil penelitian

(26)
(27)

Publikasi klinis/uji lapang, mencakup:

Hasil penelitian Produk yang didaftarkan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional/internasional

Produk belum dipublikasi → dilakukan uji lapang

(28)
(29)

Keterangan tentang wadah, bungkus

dan tutup

Spesifikasi (jenis bahan, bentuk, ukuran,

ketebalan, warna, tanda- tanda lain);

segel/seal

Ukuran isi tiap kemasan

(berat/volume/dosis).

(30)
(31)

Keterangan

penandaan/etiket

Dapat dibaca jelas, tidak mudah lepas, wajib

ditulis dalam Bahasa indonesia

Obat impor→

mencantumkan terjemahan dalam bahasa Indonesia baik di etiket atau dalam

bentuk insert leaflet

Direkatkan /dicetak langsung

pada wadah

(32)

a) Merk Dagang

b) Nama Dan Alamat Produsen/Importir c) Volume/Berat Bersih

d) Komposisi Secara Kuantitatif (dalam satuan internasional), Sesuai dengan Form A

e) Nomor Registrasi f) Nomor Batch

g) Masa Kedaluarsa h) Indikasi

i) Kontra Indikasi

j) Dosis dan Cara Penggunaan k) Peringatan Khusus :

Obat Hanya untuk Ikan

Untuk Obat Keras Ditambahkan : Awas Obat Keras Harus Pakai

Resep Dokter Hewan

Brosur/label sekurang-kurangnya harus

menjelaskan :

(33)
(34)

1 • Certificate of origin (CoO)

2 • Certificate of free sale (CoFS) 3

• Certificate of Good Manufacture Practice (GMP) atau sertifikat lainnya yang menjamin kualitas

produk

4 • Certificate non GMO

5 • Sertifikat-sertifikat tersebut diterbitkan oleh instansi yang berwenang di negara asal obat di produksi 6

• Surat penunjukan (Letter of appointment) dari produsen negara asal kepada perusahaan importir di Indonesia;

7

• Semua sertifikat telah disahkan (dilegalisir) oleh

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau

Konsulat Jenderal setempat

(35)
(36)

Pengujian Mutu sediaan Biologik dan Probiotik, dilakukan :

Sesuai metode pada formulir C data teknis obat ikan

Sesuai metode standar di Laboratorium (FOHI, SNI, metode acuan lainnya, kit API,

Automated identification system )

(37)
(38)

Penulisan Komposisi obat pada form A sulit

diterjemahkan, format tidak seragam → sulit dalam penentuan klaim jumlah bahan

Klaim ??? :

≥ 1 x 104 cfu

≥ 1 x 107 cfu

≥ 1 x 109 cfu

Dalam setiap kilogram mengandung : Bahan utama

Bacillus ≥ 1,0 x 107 cfu (cfu/kg) atau

Dalam setiap gram mengandung : Bahan utama

Bacillus ≥ 1,0 x 107 cfu (cfu/g) Dapat

ditulis

(39)

Mengapa sulit diaplikasikan (Lanjutan..)

• Cara preparasi sampel tidak dijelaskan secara rinci

• Uji kandungan dan komposisi dianggap sama

• Uji komposisi hanya berdasarkan pengamatan morfologi koloni saja

• Referensi uji komposisi (identifikasi bakteri) kurang jelas Metode uji pada Form

C tidak lengkap

• Jarang yang menampilkan hasil uji komposisi

• Jumlah mikroba yang dituliskan pada CoA tidak berdasar hasil pengujian pada obat jadi

CoA

(40)
(41)

PENYUSUNAN DOKUMEN TEKNIS SEDIAAN

FARMASETIK DAN PREMIKS

Disampaikan oleh :

Swastika Dita Soraya S.Pi .

Disampaikan pada:

Bimbingan Teknis (Bimtek) PJTOI Tingkat dasar

Kamis, 2 Juni 2022

BALAI PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN SERANG

(42)

2

FARMASETIK

Dihasilkan dari bahan anorganik maupun organik dan/atau reaksi

sintesa kimia yang dipakai

berdasarkan daya kerja farmakologi

Bersifat Menyembuhkan, contoh : antibiotika, antibakteria,

kemoterapetika, anti parasit, anti jamur, anthelmintik, dan anestetika

PREMIKS

imbuhan pakan atau pelengkap pakan;

dicampurkan dalam pakan ikan

feed additive: tidak terdapat dalam pakan, tidak memiliki nilai gizi.

feed supplement : terkandung dalam pakan tetapi jumlahnya perlu

ditingkatkan

memperindah warna ikan, pengaroma pakan, dan pengawet pakan.

asam amino, vitamin, dan mineral.

(43)

FORMULIR DATA TEKNIS OBAT IKAN

• Komposisi Obat Ikan Formulir A

• Proses

pembuatan Formulir B

• Pemeriksaan obat jadi Formulir C

• Pemeriksaan bahan baku Formulir D

• Uji stabilitas

Formulir E

• Daya

Farmakologi

Formulir F

• Publikasi percobaan klinis/uji lapang

Formulir G

• Keterangan tentang

wadah,

bungkus dan tutup

Formulir H

• Penandaan

Formulir I

• Keterangan lain-lain

(obat impor)

Formulir J

(44)
(45)

Menjelaskan komposisi obat ikan secara lengkap : bahan aktif dan bahan tambahan (berat/volume) dalam

satuan terkecil

Penulisan Zat Aktif dalam Form A :

• - Ditulis dengan nama generik dengan

mencantumkan

spesifikasi dan

rumus bangun atau rumus kimianya

Bahan Tambahan, meliputi :

• bahan pengisi,

pengawet, pewarna, pelarut, media,

stabilizer, antifoaming dan/atau eksipien

lainnya.

(46)

Mengapa perlu mencantumkan spesifikasi

• Bahan aktif yang sama bisa saja memiliki kemurnian bahan baku yang berbeda. Bergantung bahan baku yang digunakan

1. Kemurnian bahan baku berbeda

• Vit A : Retinil asetat (C

22

H

32

O

2

) dan Retinol (C

20

H

30

O)

• Vit B3 : Nikotinamida (C

6

H

6

N

2

O) dan Nicotinic acid (C

6

H

5

NO

2

)

• Tembaga (Cu) : CuSO4 dan CuSO4.5H2O

2. Beberapa bahan aktif memiliki jenis bahan baku atau kristal hidrat yang

berbeda

(47)

Zat Aktif

Kandungan Bahan Aktif dalam Obat

Jadi

Spesifikasi Bahan Baku Bahan Baku Yang ditimbang

Vitamin A 5.000.000 IU Retinol 1000 (1.000.000 IU/g) 5.000 mg

Vitamin E 50.000 mg Vitamin E 50% 100.000 mg

Iron 90.000 mg Ferrous sulphate monohydrate (30% Fe) 300.000 mg

Manganese 36.000 mg Manganese Oxide (60% Mn) 60.000 mg

Copper 15.000 mg Copper sulphate pentahydrate (25% Cu) 60.000 mg

Dan seterusnya ……..

Contoh 1 penulisan Form A- PREMIX

Bahan Aktif :

Dalam 1 kg produk X mengandung :

Bahan Tambahan :

Tuliskan Seluruh Bahan Tambahan yang digunakan

(48)

Contoh 1 penulisan Form A- PREMIX

Rumus Kimia

(Lengkapi rumus bangun/rumus kimia untuk semua bahan aktif)

(49)

Bahan

Analisa Terjamin

Al 79.800 mg/kg

Ca 75.000 mg/kg

Si 60.000 mg/kg

Kadar Abu ≥ 80%

Kadar Air ≤ 15%

Komposisi :

Dalam 1 kg produk X mengandung : Bentonite 1000 gram Dengan Analisa Terjamin sebagai berikut :

Contoh 2 penulisan Form A-

PREMIX Contoh 3 penulisan Form A-

PREBIOTIK

Setiap 1 kg mengandung :

- Bahan Aktif : Fermented Soybean meal 1 kg - Bahan Tambahan : ………

Dengan Analisa Terjamin sebagai berikut :

Analisa Terjamin

Protein ≥ 60%

Serat ≤ 7,5%

Kadar Abu ≤ 10%

Kadar Air ≤ 15%

(Lengkapi rumus bangun/rumus kimia untuk

semua bahan aktif)

(50)

Zat Aktif Kandungan Bahan

Aktif Spesifikasi Bahan baku yang dipipet

dalam 1 ml

Formaldehid 37,24 % Formaldehid 38% 0,98 ml

Bahan Tambahan :

Alkohol Ad 1 ml Ad 1 ml

Contoh penulisan Form A- FARMASETIK

Komposisi

Dalam 1 mL produk X mengandung :

(Lengkapi rumus bangun/rumus kimia untuk semua bahan aktif)

(51)
(52)

Formulir B : Proses Pembuatan

Penimbangan/pengukuran masing-masing bahan baku untuk 1 kali pembuatan (1 batch), berdasarkan sertifikat analisa zat aktif yang dilampirkan

peralatan yang digunakan

sterilisasi alat, bahan dan ruangan (apabila dipersyaratkan)

Diagram alir proses produksi 1 batch yang disertai penjelasan naratif In Proses Control (sebelum, selama, dan sesudah pembuatan)  terhadap

bahan, alat, ruang, dsb.

(53)

Contoh Diagram Alir Produksi

PEMASARAN

Vitamin B1 300 g Vitamin B2 300 g Vitamin B6 150 g Nipagin 50 g

SL 99.2 kg

Pengayakan mesh 80

Tumbling mixer single cone

kap. 300 kg Mix : 15 mnt

Automatic filling machine + sealer+ penomoran batch

Kalibrasi : 100 g/ pengisian

Pengemasan sekunder :

Dus Obat Jadi

IPC : homogenitas (kadar di 3 titik), kadar air, organoleptis

IPC

QC Pass IPC

(54)

Penjelasan Diagram Alir

• 1. Proses penimbangan

• Untuk pembuatan 100 kg produk diperlukan bahan baku berikut ini :

• vitamin B1 : 300 gr

• Vitamin B2 : 300 gr

• Vitamin B6 : 150 gr

• Nipagin : 50 gr

• Sacharum lactis : 99.2 kg

• Catat penimbangan real dari bahan tersebut

• 2. Proses pengayakan

• Setelah bahan- bahan tersebut ditimbang kemudian masing-masing diayak dengan ayakan ukuran 80 mesh

• 3. Proses pencampuran (mixing)

• Setelah pengayakan, bahan baku tersebut dimasukkan ke mixer untuk proses mixing selama 15 menit, agar diperoleh produk yang homogen

(55)

Penjelasan Diagram Alir

• 4. In Proces Control

• Sebelum keluar dari mixer, diambil sampel untuk pengujian homogenitas, kadar dan organoleptis

• 5. Proses Pengemasan

• Jika hasil uji IPC memenuhi syarat maka produk bisa langsung dikemas. Dalam kemasan dicantumkan tanggal produksi, no. Batch serta masa kadaluarsa. Dalam proses ini juga dilakukan pengecekan kemungkinan kebocoran pada kemasan, kejelasan penandaan dan bobot masing2 kemasan

• 6. Proses Pengemasan Sekunder

• Produk yang telah dikemas dalam wadah kemudian di masukkan dalam dus dengan

memperhatikan jumlah kemasan untuk masing-masing dus serta kelengkapan brosur dan lainnya.

• 7. In Proces Control

• Produk yang telah dikemas dan telah memenuhi syarat QC pass bisa dimasukkan ke gudang untuk selanjutnya dipasarkan

(56)
(57)

Persyaratan pengujian umum sediaan Farmasetik, Premiks

No Jenis Pengujian

Bentuk Sediaan Obat Farmasetik/Premiks

Steril Cair Serbuk

1 Uji Fisik √ √ √

2 Uji Sterilitas √ X X

3 Uji Identitas √ √ √

4 Uji kadar zat aktif √ √ √

(58)

Persyaratan MUTU pengujian sediaan Farmasetik, Premiks

No Jenis Pengujian

Persyaratan Mutu

Premix Farmasetik

1 Uji Kualitatif Positif Positif

2 Uji Kuantitatif 80 – 150% 90 – 110%

(59)

Sediaan Farmasetik/

Premiks, mencakup:

Uji fisik : bentuk, homogenitas, warna, bau, pH, dan keterangan fisik lainnya

Metoda identifikasi dan penetapan kadar/potensi (mengacu FOHI/Farmakope lain, atau metode acuan

lainnya )

Khusus sediaan steril, sampaikan metode uji sterilitas, pH dan kejernihan

Sertifikat analisa :

Spesifikasi, persyaratan dan hasil uji produk jadi, ditandatangani dan disahkan (distempel) oleh quality

control (QC).

(60)

PENTING

Cara Preparasi (jika ada perlakuan tertentu:

pemanasan, penggerusan, penghomogenan sampel, dll)

Reagen dan pelarut yang digunakan, lengkap dengan

cara pembuatannya

Metode pengujian, tuliskan detil tahapan pengujian yang dilakukan dan reaksi yang dihasilkan. Apabila menggunakan kromatografi sertakan

kromatogramnya

Analisa data, tuliskan rumus perhitungan dan konversi

atau faktor koreksi (jika ada)

(61)

Contoh

metode identifikasi dan penetapan kadar

(acuan :……..)

(acuan :……..)

(62)
(63)
(64)

Uji Fisik dan spesifikasi dari masing- masing bahan baku (bahan

aktif dan bahan tambahan)

Metoda uji identifikasi dan penetapan kadar (potensi) dari masing-

masing bahan baku (bahan aktif dan bahan tambahan )

Sertifikat analisa untuk masing-masing zat aktif/tambahan : a. Spesifikasi

b. Persyaratan

c. hasil uji dari produk

d. ditandatangani dan disahkan (distempel) oleh QC.

(65)
(66)

untuk menilai karakteristik

stabilitas Obat Ikan

Kesimpulan dari hasil uji stabilitas merupakan masa

kadaluarsa obat ikan tersebut

Uji Stabilitas

(67)
(68)

Data dan informasi

tentang

Farmakokinetik zat

aktif obat ikan absorpsi, ketersediaan hayati /bioavailability, distribusi, metabolisme, ekskresi dan eliminasi obat Farmakodinamik zat

aktif obat ikan mekanisme kerja, efek utama, efek samping Toksisitas obat ikan Terhadap tubuh ikan, manusia dan lingkungan Untuk sediaan yang

mengandung zat aktif campuran

mencantumkan informasi tentang kompatibilitas (sinergitas atau antagonistik);

Penjelasan tentang

indikasi dan kontra indikasi; cara penentuan dosis obat ikan; resistensi thdp mikroba (untuk

desinfektan, antibiotika dan kemoterapetika lain);

waktu henti obat (withdrawal time); interaksi dengan zat lain; residu obat ikan;

Setiap klaim dilengkapi dengan referensi / rujukan ilmiah

(69)
(70)

Publikasi Ilmiah/Uji Lapangan

Hasil penelitian produk yang didaftarkan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional dan/atau

internasional

Apabila produk belum dipublikasikan maka harus dilakukan uji lapang sesuai dengan peraturan

perundangan yang berlaku.

(71)
(72)

Keterangan tentang wadah

Spesifikasi wadah, bungkus/kemasan dan

tutup

Jenis bahan, bentuk, ukuran, ketebalan, warna, tanda-tanda lain

Keterangan tentang

segel/seal; Ukuran isi tiap kemasan

(berat/volume/dosis).

(73)
(74)

Formulir I, tentang penandaan mencakup

Etiket/label dapat dibaca dengan jelas, dan wajib ditulis dalam bahasa Indonesia

untuk obat impor, cantumkan terjemahan dalam bahasa Indonesia baik di etiket atau dalam bentuk insert leaflet.

Etiket/label direkatkan pada wadah obat ikan atau dapat dicetak langsung pada wadah.

(75)

Brosur/label sekurang-

kurangnya harus menjelaskan

• a. Merk Dagang

• b. Nama Dan Alamat Produsen/Importir

• c. Volume/Berat Bersih

• d. Komposisi Secara Kuantitatif (Sesuai Lampiran A)

• e. Nomor Registrasi

• f. Nomor Batch

• g. Masa Kedaluarsa

• h. Indikasi

• i. Kontra Indikasi

• j. Dosis dan Cara Penggunaan

• k. Peringatan Khusus :

• Obat Hanya untuk Ikan

• Untuk Obat Keras Ditambahkan : Awas Obat Keras

Harus Pakai Resep Dokter Hewan

(76)
(77)

1. Certificate of origin (CoO);

2. Certificate of free sale (CoFS);

3. Certificate of Good Manufacture Practice (GMP)

4. Certificate non GMO;

5. Surat penunjukan (Letter of appointment) dari produsen ke importir di Indonesia;

6. Pengesahan sertifikat (dilegalisasi) oleh KBRI atau Konsulat Jenderal setempat

Formulir ini melampirkan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi

berwenang dari negara asal :

(78)
(79)

PERSYARATAN PENGUJIAN MUTU

Persyaratan 1.

Administrasi dan Teknis

1. Surat permohonan pengujian mutu dari pemohon yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan

2. Surat pengantar pengujian mutu dari Direktur Pakan dan Obat Ikan 3. Formulir A (komposisi obat ikan);

4. Formulir C (pemeriksaan obat ikan : Metode uji lengkap dengan Certificate of Analysis);

5. Formulir I Keterangan tentang penandaan.

6. Sampel obat ikan;

7. Apabila diperlukan, pemohon harus menyediakan baku pembanding material atau Certified Reference Material (CRM), bahan uji, media, dll untuk keperluan

pengujian.

(80)

PERSYARATAN PENGUJIAN MUTU

Persyaratan 2.

Sampel Obat Ikan

a. Memiliki nomor batch yang sama dalam setiap pengujian

b. Kemasan masih utuh dan tersegel dengan ketentuan

- untuk sediaan biologik : sekurang-kurangnya 1 tahun

sebelum masa kadaluarsa - untuk sediaan farmasetik, premiks, probiotik dan obat alami : sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum masa kadaluarsa

c. Jumlah sampel obat ikan yang digunakan untuk pengujian

- kit diagnostic, farmasetik, dan premiks  5 kemasan

- Vaksin, Probiotik, dan Obat Alami  8 kemasan

d. Sampel dikirim dalam kondisi yang sesuai dengan petunjuk pada

label/brosur agar terjaga kualitasnya selama dalam pengiriman

(81)

Parameter Pengujian Mutu

Sediaan Farmasetik & Premiks

(82)

Uji Mutu sediaan

Farmasetik &

Premiks

Sesuai metode standar di Laboratorium (FOHI,

SNI, metode acuan lainnya)

Sesuai metode pada formulir C data teknis obat ikan

Hasil Uji Mutu : MS (memenuhi syarat)

TMS (Tidak Memenuhi syarat)

(83)

FORMULIR A, C dan I

(84)

Referensi

Dokumen terkait