• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian

Saat ini teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat, era industri 4.0 dirasa semakin meningkatkan sistem teknologi yang dapat mempermudah berbagai kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pariwisata.

Teknologi informasi menjadi salah satu sarana yang digunakan dalam mempromosikan pariwisata dari berbagai media sosial dengan berbagai digital marketingnya. Dengan adanya digital marketing minat seseorang untuk pergi berlibur semakin tinggi. Masyarakat di era 4.0 sudah disuguhkan dengan berbagai kemudahan dari berbagai teknologi yang ada, termasuk dalam kemudahan mendapatkan kemudahan dalam pariwisata, Industri 4.0 dalam bidang pariwisata ini lebih meningkatkan kepada Tourism and The Digital Transformation pariwisata dan Transformation Digital.

Menurut Kementrian Pariwisata pemesanan travel yang dijual secara online saat ini mencapai 50%. Pemerintah saat ini sedang gencar menggalakan pariwisata, dapat dilihat dalam intruksi Presiden nomor 9 tahun 1969, bab II pasal 3, yang menyebtutkan "Usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan "industri pariwisata" dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahtraan masyarakat dan Negara (Yoeti, 1996).Terdapat berbagai objek wisata yang menjadi daya tarik masyarakat dalam melakukan dan merencanakan travel. Indonesia bisa dijadikan dalam salah satu list kunjungan dalam melukukan pariwisata, diantaranya terdapat :

Wisata Alam

Indonesia kaya akan berbagai pariwisata alamnya, terdapat di berbagai wisata alam yang dapat dikunjungi oleh pecinta alam,salah satunya Indonesia kaya akan wisata trumbu karangnya terdapat sekitar 18% macam-macam trumbu karangyang ada di Indonesia. selain itu terdappat wisata menarik lainnya seperti pegunungan, laut dan kekayaan alam lainnya.

Wisata Religi

Terdapat berbagai macam wisata Religi yang cukup banyak di Indonesia diantaranya ialah wisata religi ke makam walisongo, ataupun mendatangi

(2)

peninggalan sejarah yang kental dengan unsur Religi dan menggambarkan agama Budha yaitu Candi Borobudur.

Wisata Budaya

Indonesia terkenal akan beragam budaya yang menarik dan kaya akan budaya tradisionalnya, seperti bebagai tarian, dari Bali terdapat tari kecak, dan dari Padang yaitu tari Piring.

Digital marketing dalam pariwisata dibuat bertujuan untuk mempromosikan dan memasarkan suatu wisata di media sosial agar meanarik wisatawan datang.

Kegiaan digital marketing biasanya dilakukan di website, social media, online advertising, email direct marketing, forum discussion, mobile applications.

(digitalmarketingpariwisata.com, 2018). Setiap digital marketing yang dilakukan akan berdampak kepada peningkatan wisatawan yang hadir. Digital Marketing yang dilakukan yang terjadi di era industy 4.0 ini menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dan bertujuan untuk meningkatkan berbagai daya guna dalam bidang pariwisata, selain itu untuk memberikan berbagai kemudahan kepada pengguna untuk menyediakan pelayanan di dalam bidang pariwisata yang lebih mudah untuk diakses.

E-tourism adalah salah satu cara yang digunakan untuk melakukan promosi pasriwisata yang dilakukan secara modern . promosi yang ditawarkan disini diantaranya seperti kemudahan pencarian hotel, obyek wisata, agen-agen wisata atau bahkan berbagai event yang akan diadakan dan itu semua dapat siakses dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Agar memudahkan pengguna dalam mendapatkan berbagai informasi dan kebutuhan yang diperlukan. Selain itu E- tourism juga merupakan suatu proses interaktif online yang dapat memudahkan pengguna atau wisatawan dalam melakukan pemesanan dari beberapa elemen pariwisata seperti hotel ataupun berbagai agen perjalanan.

"Ada tiga unsur yang menjadi prasyarat dari e-tourism yaitu ICT (Information and Communication Technologies), Tourism dan Business, serta dukungan dari pemerintah". (Novianti, 2018) (Kompasiana.com Seira Sahla, Memanfaatkan Digital Marketing Pariwisata pada era industry 4.0,2019)

Konsep pemasaran digital atau digital marketing sangat efektif untuk mempromosikan bisnis dan pariwisata di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh

(3)

founder Pacitanku.com saat berbagi dalam “Creative Marketing” yang digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Daya Karya, Sabtu (21/4/2018) di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang.

“Digital marketing merupakan strategi yang wajib diterapkan setiap bisnis yang ingin bertahan di tengah dinamisnya perkembangan teknologi digital saat ini, salah satunya adalah promosi bisnis pariwisata. Jika dulu perusahaan banyak mengandalkan televisi, radio, telepon, dan baliho, kini Anda dapat memanfaatkan media sosial dan mesin pencarian untuk mengenalkan produk,”katanya.

Salah satu keuntungan pemasaran digital atau digital marketing, kata dia, tidak hanya efektif dalam menjaring traffic dan konversi, tapi juga lebih efisien jika ditinjau dari segi biaya.

“Biaya content marketing ini lebih terjangkau dibanding memasang iklan di televisi. Berdasarkan survei yang dilakukan sejumlah pakar digital marketing, content marketing lebih hemat biaya tiga kali lipat dibanding metode marketing tradisional,”ungkapnya lagi.

Untuk itu, para pegiat pariwisata lokal harus mempromosikan dan memasarkan daya tarik wisata dengan menggunakan media digital.

“Aktivitas digital marketing yang dilakukan bisa melalui website, social media, online advertising, email direct marketing, dan ini kami kira dalam hal measurement atau tolak ukur keberhasilan dari sebuah strategi,”jelasnya.

Dalam pelatihan “Creative Marketing” tersebut, sebanyak 50 peserta dari se-eks Karesidenan Semarang juga diajak untuk berlatih menulis feature, berlatih fotografi dasar bersama fotografer Toekangpoto Teguh Prasetyo dan berlatih konsep video dasar bersama praktisi video Azzam Hanif Adin dari Joglopothonetwork.

Beberapa teknik dasar fotografi, menulis dan videografi dipelajari oleh para peserta dengan harapan mampu mempromosikan dan mengemas pariwisata lokal dengan lebih baik melalui konten foto, tulisan maupun video.

“Untuk materi fotografi dasar, para peserta kami ajak untuk mengenali dasar-dasar fotografi, apa itu angle, komposisi, hingga cara pengambilan foto terbaik,”kata Teguh, salah satu narasumber dalam acara tersebut.

(4)

(Pacitanku.com,Pemasaran Digital Efektif untuk Promosikan Pariwisata,2018) Aspek yang penting bagi perusahaan untuk mendapat pilihan dari konsumen adalah harga, Menurut Kotler dan Keller (2009:67) mengartikan harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, elemen lain menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan banyak waktu.

1.2

Identifikasi Masalah

Biro Perjalanan Wisata dipilih sebagai unit analisis karena berdasarkan industri yang sedang berkembang saat ini sesuai dengan 4.0 yaitu Tourism,Telecomunication,Transportation,dan Technology,biro perjalanan wisata menjadi menarik untuk diteliti apakah sudah mengikuti tren saat ini atau belum dalam hal in agen /biro perjalanan wisata harus mengikuti tren agar tetap bisa terlihat dan berjalan yaitu era pemasaran digital dalam promosi dan pemasaran,jika tidak bisa mengikuti tren industri tersebut akan kalah bersaing dan penjualan tidak akan maksimal,maka dari itu sangat perlunya penerapan digital marketing di sebuah biro atau agen perjalanan wisata.

Wisatawan Nusantara yang melakukan perjalanan wisata dipilih sebagai unit analisis karena berdasarkan data perjalanan wisatawan Nusantara dan jumlah pembeli paket wisata di MSM Tour & Event Organizer banyak berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Yogyakarta yang juga merupakan target pasar penjualan paket wisata.

TABEL 1.1

DATA JUMLAH PERJALANAN WISATAWAN NUSANTARA(Orang) TAHUN 2017-2019

Daerah Asal 2017 2018 2019

DKI Jakarta 24.840.040 24.967.080 21.683.578

Jawa Barat 43.779.162 53.203.387 49.247.753

Yogyakarta 6.498.739 7.858.137 7.718.353

Sumber : www.bps.go.id (Kementerian Pariwisata) 2021

(5)

Berdasarkan hasil observasi ketika bekerja di MSM Tour & Event Organizer di Bandung permintaan paket wisata dari wisatawan/konsumen berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat ,dan Yogyakarta cukup besar dan menjadi target penjualan dari perusahaan disebabkan minat berwisata dari konsumen daerah tersebut sangat besar Tetapi dari tabel 1.1 diatas dapat terlihat jumlah perjalanan wisatanya cenderung naik turun jumlahnya sehingga perlu ada pemasaran yang lebih baik lagi dari agen perjalanan wisata agar menambah jumlah perjalanan wisata bisa dengan cara social media marketing dan menjual paket wisata dengan harga yang terjangkau dan menarik.

TABEL 1.2

DATA JUMLAH PENJUALAN PAKET WISATA PERIODE TAHUN 2017-2021

Sumber : Manajemen MSM Tour & Event Organizer

Dilihat dari tabel data pengunjung 1.2 dapat terlihat bahwa walaupun terlihat selalu banyak pembeli tetapi dari segi jumlah pengunjung tidak konsisten karena jumlahnya dari 4 tahun terakhir mengalami penurunan tiap tahunya dan itu menjadi masalah bagi pemasaran msm tour & eo dan bisa ditingkatkan dengan meningkatkan promosi melalui Social Media Marketing yang harus diterapkan .

Berdasarkan hasil observasi ketika bekerja di biro perjalanan wisata di permintaan paket wisata belum menggunakan media sosial padahal seharusnya di era 4.0 biro perjalanan wisata seharusnya sudah menggunakan media sosial sebagai

Tahun Target Pencapaian

Penjualan/Tahun Penjualan/Tahun

2017 12 14

2018 15 10

2019 17 11

2020 12 5

Jan – Juni

2021 12 3

(6)

media promosi untuk meningkatkan penjualan paket wisata dan lebih mudah dijangkau oleh calon pengguna jasa biro perjalanan wisata.

Selain itu persaingan harga yang ketat terjadi di bidang jual beli paket wisata sehingga mempengaruhi keputusan pembelian paket wisata. Keputusan Pembelian didasari oleh pembelian pelanggan mengacu pada perilaku pembelian pelanggan akhir-individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi (Kotler, Bowen dan Makens, 2014, p.166) dan penjelasan pada tabel sebelumnya terlihat keputusan pembelian paket wisata tidak konsisten.

Hal ini menyebabkan peneliti melakukan pra penelitian mengenai seberapa baik atau buruknya social media marketing dan Harga di MSM Tour & Event Organizer. Pada pra penelitian ini, penulis memberikan kuesioner terhadap social media marketing dan harga kepada 30 responden, dan mendapatkan hasil yang telah disesuaikan dengan data yang ada pada Tabel 1.3 dan Tabel 1.4

Tabel 1.3

Hasil Pra Penelitian Social Media Marketing

No Pertanyaan Ya Tidak

1 Apakah mudah mengakses social media MSM ?

43,3 % 56,7 %

2 Apakah menurut anda

menggunakan social media itu mudah?

73,3 % 26,7 %

3 Apakah anda sering

berpartisipasi di social media MSM ?

23,3 % 76,7 %

4 Apakah anda mencari berbagai informasi mengenai paket wisata pada social media dibanding media lain?

80% 20%

Berdasarkan data hasil respon konsumen pada tabel 1.3 bahwa masalah yang ada pada social media marketing adalah sulitnya konsumen mengakses social media msm dikarenakan kurang optimalnya penggunaan social media msm sebagai media promosi sehingga belum terlalu dikenal oleh konsumen dan juga belum banyaknya pelanggan dari MSM berpartisipasi aktif pada social media milik MSM .

(7)

Tabel 1.4

Hasil Pra Penelitian Harga

No Pertanyaan Ya Tidak

1 Apakah harga paket wisata yang ditawarkan MSM Terjangkau ?

70 % 30%

2 Apakah Harga yang ditawarkan MSM lebih murah daripada travel agent lain?

36,7 % 63,3 %

Pada tabel 1.4 dapat dijelaskan bahwa masalah yang ada pada Harga adalah harga yang ditawarkan msm tidak lebih murah daripada travel agent lain. Harga paket wisata yang ditawarkan MSM masih diatas travel agent lain sehingga masih perlu perbaikan harga agar bisa bersaing.

Berdasarkan urain latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai social media marketing, harga dan pengaruhnya terhadap proses keputusan pembelian paket wisata di msm tour & event organizer dengan judul :

“PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING DAN HARGA TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKET WISATA DI MSM TOUR &

EVENT ORGANIZER”

1.4. Rumusan Masalah

1. Bagaimana gambaran Social Media Marketing di MSM Tour &Event Organizer ?

2. Bagaimana gambaran Harga di MSM Tour & Event Organizer ? 3. Bagaimana gambaran keputusan pembelian di MSM Tour & Event

Organizer ?

4. Bagaimana pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian Paket Wisata di MSM Tour & Event Organizer?

5. Bagaimana pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Paket Wisata di MSM Tour & Event Organizer?

6. Bagaimana pengaruh social media marketing dan harga terhadap keputusan pembelian paket wisata di MSM Tour & Event Organizer?

(8)

1.5 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui gambaran social media marketing di MSM Tour & Event Organizer

2. Mengetahui gambaran harga di MSM Tour & Event Organizer

3. Mengetahui gambaran keputusan pembelian di MSM Tour & Event Organizer.

4. Mengetahui pengaruh social media marketing terhadap keputusan pembelian paket wisata di MSM Tour & Event Organizer

5. Mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian paket wisata di MSM Tour & Event Organizer

6. Mengetahui pengaruh social media marketing dan harga terhadap keputusan pembelian paket wisata di MSM Tour & Event Organizer

1.6. Kegunaan Penelitian 1. Kegunaan Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini dilakukan sebagai pengembangan ilmu manajemen pemasaran pada industri biro perjalanan wisata dengan mengkaji pemahaman mengenai social media marketing dan harga juga keputusan pembelian.

2. Kegunaan Empirik

Secara empirik, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak MSM Tour & Event Organizer dalam meningkatkan pembelian yang lebih baik melalui penerapan social media marketing dan penetapan harga yang baik . Selain itu hasil penelitian dapat menjadi evaluasi strategi pemasaran bagi MSM Tour & Event Organizer.

Referensi

Dokumen terkait

Penulis melakukan observasi di SMK Bina Wisata Lembang dengan melihat aspek-aspek yang mewakili siswa disekolah yang meliputi : (a) motivasi belajar siswa dalam kegiatan

Jumlah kunjungan wisatawan yang tidak stabil dan cenderung mengalami peurunan tersebut diduga karena kurangnya pengembangan terhadap atraksi wisata buatan yang

Peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Cirebon dikarenakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon sering menyelenggarakan event tertentu, contohnya

Pada saat melakukan pra observasi penelitian, peneliti memperhatikan bahwa bentuk keanggotaan yang dimiliki Bandung Hash House Harriers (BHHH) adalah mix yang dimana tidak

Seperti yang telah dikemukakan oleh Maryani dalam Jurnal Pengembangan Pariwisata Bandung Persepsi Wisatawan (2010), Kota Bandung merupakan Kota yang relatif dekat

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh event organizer Khawani-ka Indonesia adalah produk yang dikeluarkan yaitu

Penilaian dari wisatawan terhadap fasilitas wisata dapat menjadi tolak ukur dari keberhasilan berkembangnya sebuah kawasan wisata, karena wisatawan adalah penerima dari

Hal tersebut akan diteliti lebih lanjut berdasarkan pengembangan konsep dan prinsip wisata halal, yang dilihat berdasarkan persepsi dan preferensi wisatawan terhadap kondisi wisata yang