• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA KELOLA PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TATA KELOLA PERUSAHAAN"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

TATA KELOLA PERUSAHAAN

PD BPR BANK DAERAH KARANGANYAR

TAHUN 2019

(2)

DAFTAR ISI

I. Pendahuluan ... 1

II. Dasar Hukum Laporan Tata Kelola ... 2

III. Tujuan Laporan Tata Kelola ... 2

IV. Struktur Tata Kelola ... 2

V. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola ... 5

A. Laporan Hasil Penilaian Sendiri (Selt Assessment ) ... 5

B. Transparansi Pelaksanaan Tata Kelola BPR ... 5

1) Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Direksi ... 5

2) Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Dewan Pengawas ... 10

3) Kelengkapan dan pelaksanaan tugas dan fungsi Komite ... 13

4) Penanganan Benturan Kepentingan ... 15

5) Penerapan Fungsi Kepatuhan ... 15

6) Penerapan Fungsi Audit Intern (SKAI) ... 18

7) Penerapan Fungsi Audit Ekstern ... 19

8) Penerapan Manajemen Resiko ... 21

9) Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) ... 22

10) Rencana Bisnis Bank PD BPR Bank Daerah Karanganyar ... 23

11) Transparansi Kondisi Keungan dan Non Keuangan ... 24 LAMPIRAN

(3)

PELAKSANAAN TATA KELOLA PD BPR BANK DAERAH KARANGANYAR

TAHUN 2019

I. PENDAHULUAN

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang baik bukan sekedar memenuhi peraturan perundang-undangan, namun penerapan best practices dalam perusahaan, sehingga mempunyai nilai lebih suatu perusahaan. Dalam rangka meningkatkan kinerja bank, melindungi kepentingan stakeholders dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta norma-norma hukum yang berlaku pada industri perbankan, maka PD BPR Bank Daerah Karanganyar wajib menerapkan usahanya sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yaitu

1. Keterbukaan (Transparancy) adalah prinsip keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan termasuk pula keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan mudah diperbandingkan serta mudah diakses oleh stakeholders.

2. Akuntabilitas (Akuntability) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan berjalan secara efektif. Dalam hubungan ini Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing bagian yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan dalam pengelolaan Bank.

3. Pertanggungjawaban (Responsibility) adalah kesesuaian pengelolaan BPR dengan peraturan perundang-undangan, termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial

4. Independensi (Independentsy) yaitu pengelolaan perusahaan secara profesional, tanpa pengaruh atau tekanan pihak manapun, serta bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest).

5. Kewajaran (Fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku berdasarakan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). Bank memberikan kesempatan kepada stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta membuka akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.

Dengan mengutamakan Good Corporate Governance (GCG) dan pengelolaan resiko yang baik, Bank diharapkan dapat terhindar dari dampak resiko yang terjadi, karena setiap keputusan yang diambil dalam bisnis perbankan dapat menimbulkan resiko. Untuk itu bank harus mengelola resiko melalui pengawasan yang efektif dan pengendalian internal sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.

(4)

II. DASAR HUKUM LAPORAN TATA KELOLA

Dasar hukum penyusunan laporan Tata Kelola PD BPR Bank Daerah Karanganyar adalah :

a) Undang-Undang RI Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan

b) Peraturan OJK Nomor 20/POJK.03/2014 tentang Bank Perkreditan Peraturan OJK Nomor 20/POJK.03/2014 tentang Bank Perkreditan

c) Surat Edaran OJK Nomor 16/SEOJK.03/2015 tentang Bank Perkreditan Rakyat;

d) Peraturan OJK Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi e) Surat Edaran OJK Nomor 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata KelolaBPR

bagi BPR

III. TUJUAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

PD BPR Bank Daerah Karanganyar menyadari bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu keharusan demi menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang dan memaksimalkan nilai-nilai perusahaan. Penerapan Tata Kelola ditujukan antara lain untuk :

1. Menjunjung visi PD BPR Bank Daerah Karanganyar menjadikan ”Bank yang sehat, dengan selalu mengutamakan pelayanan Prima”

2. Mendukung misi PD BPR Bank Daerah Karanganyar :

a. Memberantas lintah darat yang berada di Kabupaten Karanganyar terutama di pasar-pasar

b. Melaksanakan fungsi intermediasi dalam bidang penghimpunan dana dan pemberian kredit secara profesional

c. Menambah pendapatan pemerintah daerah

3. Mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat, kompetitif untuk jangka panjang (sustainable)

4. Agar pertanggungjawaban terhadap pengelolaan kegiatan operasional Bank semakin jelas yaitu adanya keseimbangan antara peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan pengelolaannya.

5. Memperbaiki budaya kerja bank

6. Meningkatkan kepercayaan masyarakat dana debitur kepada PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

IV. STRUKTUR TATA KELOLA

Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antar bagian dan pegawai berupa Job Description di PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah diatur dalam Surat Keputusan Direksi tentang Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai, mencerminkan

(5)

pelaksanaan Tata Kelola berupa “ Check and balances” dan pelaksanaan pengendalian internal efektif.

Struktur Tata Kelola PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, dan Tata Tertib pegawai, masing-masing sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Berikut adalah Struktur Organisasi yang ada di PD BPR Bank Daerah Karanganyar

(6)
(7)

V. LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA

A. LAPORAN HASIL PENILAIAN SENDIRI (Self Assessment)

Sejalan dengan ketentuan Bab VI Pasal 2 SEOJK Nomor 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR, PD BPR Bank Daerah Karanganyar melakukan penilaian sendiri (self assessment) terhadap 11 faktor penilaian Tata Kelola yang terdiri dari :

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi

2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas dan fungsi Komite 4. Penanganan benturan kepentingan

5. Penerapan fungsi kepatuhan 6. Penerapan fungsi audit intern.

7. Penerapan fungsi audit ekstern

8. Penerapan manajemen risiko dan pengendalian intern 9. Batas maksimum pemberian kredit

10. Rencana bisnis BPR

11. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan

Laporan yang disajikan ini adalah Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2019 disusun berdasarkan hasil penilaian sendiri (self assessment) terhadap pelaksanaan tata kelola yang disajikan dalam kertas kerja tersendiri dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini.

Hasil penilaian sendiri (self assessment) pelaksanaan Tata Kelola PD BPR Bank Daerah Karanganyar tahun 2019 memperoleh nilai komposit 2,20 dengan predikat “BAIK”

B. TRANSPARANSI PELAKSANAAN TATA KELOLA BPR 1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Tahun 2019 PD BPR Bank Daerah Karanganyar untuk komposisi Direksi mengalami perubahan, Dimana Direktur Utama dan Direktur sekaligus sebagai Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan habis masa kerja pada tanggal 15 Juni 2019. Dan sempat terjadi kekosongan Direksi kurang lebih selama 1 (satu) bulan, dan hal tersebut telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan telah teradministrasikan di OJK dengan Surat OJK No.S-594/KO.0301/2019 tanggal 08 Juli 2019 tentang Kekosongan Posisi Direksi dan Pemenuhan POJK Tata Kelola PD BPR Bank Daerah Karanganyar dan Sanksi Teguran Tertulis.

Untuk jabatan Direktur Utama ditunjuk Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pengawas (Drs.Sumarno, M.Si.) dan Pelaksana Tugas Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan Anggota Dewan Pengawas (Timotius Suryadi, S.Sos.,M.Si.) dan hal tersebut diatur dalam Permendagri Nomor 94 Tahun 2017 Pasal 58 ayat (1).

(8)

Sesuai dengan POJK Nomor 20/POJK.03/2014 Tanggal 18 November 2014 Pasal 25 dan Pasal 33 tentang Bank Perkreditan Rakyat maka BPR wajib melakukan penggantian anggota Direksi paling lama 120 (seratus dua puluh) hari kerja sejak diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS anggota Direksi dinyatakan efektif. Bank telah mengajukan proses rekrutmen dan Direktur Utama terpenuhi pada tanggal 9 Juli 2019 hal tersebut telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan telah teradministrasikan di OJK dengan Surat OJK No.S-640/KO.0301/2019 tanggal 22 Juli 2019 tentang Pengangkatan Anggota Direksi.

Untuk Direktur Bisnis terpenuhi tanggal 16 Desember 2019, telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan telah teradministrasikan di OJK dengan Surat OJK No.S-1172/KO.0301/2019 tanggal 26 Desember 2019 tentang Laporan Pengangkatan Anggota Direksi. Sedangkan Direktur Kepatuhan sampai dengan laporan ini dibuat belum terpenuhi.

Posisi Modal Inti PD BPR Bank Daerah Karanganyar bulan Desember 2019 sebesar Rp.59.457.266.000,- dimana sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat, dengan jumlah modal inti yang dimiliki yaitu lebih dari 50.000.000.000 (lima puluh milyard) jumlah Direksi seharusnya 3 orang, akan tetapi sampai dengan laporan Tata Kelola ini dibuat jumlah Direksi masih 2 (dua) orang.

Berikut adalah susunan Direksi tahun 2019 :

No Nama Jabatan Keterangan

1 Sudarsito, SE.MM. Direktur Utama

SK Bupati No 580/872 Tahun 2015 Tanggal 15 Juni 2015

berakhir 15 Juni 2019

2 Heru Suprihati, SH.MM. Direktur

SK Bupati No 580/872 Tahun 2015 Tanggal 15 Juni 2015

berakhir 15 Juni 2019

3 HARYONO,SE Direktur Utama SK.Bupati No: 580/872 tahun 2019 tanggal 09 Juli 2019

4 ARIS BUDI WALUYO,SE Direktur Bisnis SK.Bupati No: 580/1180 tahun 2019 tanggal 16 Desember 2019

Jabatan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Bupati Kepala Daerah sebagai pemilik dan Pemegang Saham Pengendali, Seluruh anggota Direksi PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi pihak utama Lembaga Jasa Keuangan.

(9)

Direktur Utama bertempat tinggal di kota atau kabupaten yang sama dengan lokasi kantor pusat PD BPR Bank Daerah Karanganyar yaitu di kota Karanganyar. Sedangkan Direktur Bisnis bertempat tinggal di kota atau kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama yang berbatasan langsung dengan kota atau kabupaten pada provinsi lokasi PD BPR Bank Daerah Karanganyar yaitu di Surakarta. Seluruh anggota Direksi tidak mempunyai hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga dengan sesama anggota Direksi, Dewan pengawas dan atau Pemegang Saham Pengendali.

Sudarsito, SE.MM.

(SK Bupati Nomor 580/872 Tahun 2015 Tanggal 15 Juni 2015 berakhir 15 Juni 2019).

Memiliki Sertifikasi Kompetensi Direktur Tingkat 1 yang masa berakhirnya Desember 2021.

Bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap operasional dan pengembangan bisnis PD BPR Bank Daerah Karanganyar, dikarenakan Direktur Bisnis belum ada.

Haryono, SE Direktur Utama

Diangkat sebagai Direktur Utama dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 580/872 tahun 2019, tanggal 9 Juli 2019 dengan masa jabatan 5 (lima) tahun sejak diangkat. Memiliki Sertifikasi Kompetensi Direktur Tingkat 2 dengan masa berlaku Maret 2024. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Karanganyar, pernak bekerja di Bank Umum di PT Bank Danamon Indonesia (Tbk) selama 5 tahun dan di PT PNM Persero 19 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Divisi Pembinaan dan Pengawasan ULaMM di Lembaga Keuangan Bukan Bank PNM (PT PNM Persero) Jakarta. Haryono bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap opersional, pengembangan dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan, manajemen risiko dan pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan bisnis PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

Heru Suprihati, SH.MM. Direktur sekaligus sebagai Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan.

(SK Bupati Nomor 580/872 Tahun 2015 Tanggal 15 Juni 2015 berakhir 15 Juni 2019) Memiliki Sertifikasi Kompetensi Direktur Tingkat 2 yang masa berakhirnya Nopember 2023.

Bertanggung jawab pengembangan dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan, manajemen risiko dan pengembangan sumber daya manusia.

Aris Budi Waluyo,SE Direktur Bisnis

Sebagai Direktur Bisnis, Aris Budi Waluyo diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 580/1180 tahun 2019 tanggal 16 Desember 2019, dengan masa jabatan 5 (lima) tahun sejak diangkat. Sebelum menjabat sebagai Direktur Bisnis PD BPR Bank Daerah

(10)

Karanganyar, sebagai Direktur Utama di PT BPR Bank Antar Rumeksa Artha, mempunyai Sertifikasi kompetensi Direktur Tingkat 2 dengan masa aktif sertifikat yang masih berlaku sampai dengan Agustus 2024.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya baik Direktur Utama maupun Direktur Bisnis tidak menggunakan penasehat perorangan.

Nama Jabatan

Hub.Keluarga dgn Hub.Keuangan dgn Dewas Direksi PSP Dewas Direksi PSP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

Sudarsito, SE,MM.

Direktur Utama (habis masa jabatan 15 Juni 2019)

v v v v v v

Haryono, SE Direktur Utama (mulai menjabat

9 Juli 2019) v v v v v v

HeruSuprihati, SH.MM.

Direktur Yang Membawahkan Fungsi

Kepatuhan(habis masa jabatan 15 Juni 2019)

v v v v v v

Aris Budi Waluyo, SE

Direktur Bisnis (mulai menjabat 16 Desember 2019)

v v v v v v

 Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Tahun 2019 hal-hal yang sudah dilakukan oleh Direktur Utama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya antara lain :

a. Membuat Rencana Bisnis Bank dan mengadakan rapat kerja untuk merumuskan strategi pencapaiannya dalam rangka menumbuhkan asset, laba, KYD dan DPK;

b. Mengangkat Kepala Bagian Kredit sekaligus sebagai Yang menjalankan tugas (Ymt) Pimpinan Cabang Jatipuro, dan telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan telah dicatat pada administrasi pengawasan di OJK dengan Surat OJK No.S-203/KO.0301/2019 tanggal 31 Mei 2019 tentang Pejabat Eksekutif BPR;

c. Mengangkat Kepala Bagian Umum, dikarenakan pejabat lama memasuki masa pensiun, dan hal tersebut telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan telah

(11)

teradministrasikan di OJK dengan Surat OJK No.S-215/KO.0301/2019 tanggal 12 Juni 2019 tentang Pengangkatan Pejabat Eksekutif BPR;

d. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank;

e. Pembahasan perubahan struktur organisasi dengan dibentuknya bagian baru Bagian Pengembangan Bisnis dan Hubungan Kelembagaan / Jasa manajemen dan mengangkat seorang Kepala Bagian yang membawahi 2 (dua) kepala Sub bagian;

f. Memformulasikan produk-produk bank baik produk kredit maupun simpanan membahas perubahan suku bunga bersama Team ALCO, untuk selanjutnya hasil pembahasan tersebut disosialisasikan kepada seluruh karyawan;

g. Melakukan review suku bunga lending dan funding, merumuskan strategi peningkatan dana pihak ketiga dan melakukan evaluasi biaya-biaya produk bersama team ALCO;

h. Pengaturan dalam rangka mitigasi resiko dan prinsip-prinsip kehati-hatian (Prudential Banking) terhadap kredit dengan nominal besar yang tertuang dalam SOP Kredit;

i. Menyampaikan laporan berkala maupun insidentil kepada Dewan Pengawas atas pelaksanaan fungsi bisnis;

j. Direksi telah menindak lanjuti temuan audit interen dan auditor eksternal seperti k. Melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap bagian terkait dibawahOJK;

koordinasinya untuk meningkatkan optimalisasi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab;

l. Menunjuk Pelaksana Tugas Audit Internal, dikarenakan Plt PEAI salah satu pemegang sertifikat Direktur. PEAI yang lama memasuki masa pensiun dan telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan tanggal 9 Desember 2019 telah dicatat dalam adminitrasi di sistem pengawasa OJK dengan Nomor S-4/KO.03012/2020 tanggal 6 Januari 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Ekesekutif PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

m. Menunjuk petugas khusus yang bertanggung jawab di bagian legal;

Di Tahun 2019 hal-hal yang telah dilakukan oleh Direktur Bisnis dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya antara lain :

a. Melakukan koordinasi dengan Direktur Utama dan bagian terkait mengingat Direktur Bisnis baru menjabat di bulan Desember 2019;

b. Melakukan koordinasi dengan unit kerja bisnis terkait dengan strategi pencapaian target bisnis di penghujung tahun 2019;

c. Memberikan disposisi terhadap proposal kredit dengan batas kewenangan memutus kredit sampai dengan Rp.300 juta.

(12)

2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas

Jumlah Dewan Pengawas PD BPR Bank Daerah Karanganyar sebayak 2 orang dan tidak melampui jumlah anggota Direksi, dengan susunan sebagai berikut :

No Nama Jabatan Keterangan

1 Drs.SUMARNO, MSi Ketua Dewan Pengawas SK Bupati No : 580/988 tahun 2018 tanggal 24 Oktober 2018 2 TIMOTIUS

SURYADI,S.Sos.MSi Anggota Dewan

Pengawas SK Bupati No : 580/988 tahun 2018 tanggal 24 Oktober 2018

Komposisi Dewan Pengawas sesuai dengan POJK Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat pasal 24 (1) BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) wajib memiliki paling sedikit 3 (tiga) orang anggota Dewan Komisaris dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi, dan Pasal 25 (2) BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) dan kurang dari Rp.80.000.000.000,00 (delapan puluh miliar rupiah) wajib memiliki paling sedikit 1 (satu) orang Komisaris Independen, namun demikian PD BPR Bank Daerah Karanganyar sampai laporan ini disusun belum mempunyai Dewan Pengawas yang Independen dan jumlah anggota Dewan Pengawas sama dengan jumlah Direksi. Penugasannya telah melalui proses penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Propoer test) sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No:27/POJK.03/2016.

Sumarno, Ketua Dewan Pengawas

Ketua Dewan Pengawas diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sebagai Pemegang Saham dengan Surat Keputusan Bupati Nomor.580/988 tahun 2018 terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2018 sampai dengan diangkatnya Komisaris Perseroan Terbatas BPR Bank Daerah Karanganyar.

Memilik Sertifikasi Kompetensi yang masa berakhir sertifikatnya bulan Agustus 2023.

Saat ini selain sebagai Ketua Dewan Pengawas juga sebagai Anggota Dewas Pengawas RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) dan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Karanganyar.

Timotius Suryadi, Anggota Dewan Pengawas

Anggota Dewan Pengawas diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sebagai Pemegang Saham dengan Surat Keputusan No.580/988 tahun 2018 terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2018 sampai dengan diangkatnya Komisaris Perseroan Terbatas BPR Bank Daerah Karanganyar.

Memilik Sertifikasi Kompetensi yang masa berakhir sertifikatnya bulan Juni 2024.

(13)

Anggota Dewan Pengawas juga merupakan seorang PNS di lingkungan SETDA Karanganyar sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Karanganyar. Selain sebagai anggota Dewan Pengawas juga sebagai Ketua PMI dan Sekretaris Korpri Kabupaten Karanganyar.

Anggota Dewan Pengawas tidak saling memiliki hubungan kepemilikan, hubungan kepengurusan, hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Nama Jabatan

Hub.Keluarga dgn Hub.Keuangan dgn Dewas Direksi PSP Dewas Direksi PSP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

Drs.Sumarno,

MSi Ketua Dewan

Pengawas v v v v v v

Timotius Suryadi,S.Sos ,MSi

Anggota Dewan

Pengawas v v v v v v

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas

Penyelengaraan RUPS sepanjang tahun 2019 dilaksanakan sebagai berikut :

TANGGAL MATERI RUPS PESERTA RAPAT KETERANGAN 14 Januari 2019 Perubahan Komposisi

Kepemilikan Saham 1. PSP 2. Dewas 3. Direksi

Semua peserta hadir secara fisik

11 Februari 2019 Pengesahan Penambahan Modal disetor Rp.4 Milyard sehingga Modal disetor Rp.32.750.000.000,00

1. PSP 2. Pj Sekda 3. Kepala Badan

Keuangan Daerah 4. Plt Kabag

Perekonomian 5. Dewas

6. Direksi

Semua peserta hadir secara fisik

22 Maret 2019 Persetujuan Laporan Tahunan

dan Pengesahan Laporan 1. PSP Semua peserta hadir secara fisik

(14)

Keuangan 2. Dewas 3. Direksi 31 Mei 2019 Akhir masa jabatan Direksi

dan Penyampaian calon anggota Direktsi untuk Jabatan Direktur Utama

1. PSP 2. Pj Sekda 3. Kepala Badan

Keuangan Daerah 4. Plt Kabag

Perekonomian 5. Dewas

6. Direksi

Semua peserta hadir secara fisik

14 Juni 2019 Pengangkatan Pelaksana Tugas Direksi PD BPR Bank Daerah Karanganyar

1. PSP 2. Pj Sekda 3. Asisten

Pembanguan 4. Plt Kabag

Perekonomian 5. Dewas

Semua peserta hadir secara fisik

9 Juli 2019 Pengangkatan Direktur Utama PD BPR Bank Daerah

Karanganyar

1. PSP 2. Pj Sekda.

3. Asisten

Pembangunan 4. Plt Kabag

Perekonomian, 5. Dewas

Semua peserta hadir secara fisik

17 Oktober 2019 Penyampaian calon anggota Direksi untuk formasi jabatan Direktur Kepatuhan dan Direktur Bisnis

1. PSP 2. Pj Sekda.

3. Asisten

Pembangunan 4. Plt Kabag

Perekonomian, 5. Dewas

Semua peserta hadir secara fisik

(15)

18 Nopember

2019 Penunjukan Akuntan Publik Drs Henry & Sugeng

Yogyakarta

1. PSP 2. Dewas 3. Plt Kabag

Perekonomian, 4. Direksi

Semua peserta hadir secara fisik

16 Desember

2019 Pengangkatan Direktur Bisnis PD BPR Bank Daerah

Karanganyar

1. PSP 2. Dewas 3. Plt Kabag

Perekonomian 4. Direksi

Semua peserta hadir secara fisik

Rapat Dewan Pengawas

1. Jumat, 22 Maret 2019 Dewan Pengawas, Direksi dan para Kepala Bagian mengadakan rapat Evaluasi Kinerja tutup buku 2018, Pelaksanaan RBB, Setor Laba PAD, Temuan hasil Audit;

2. Kamis, 24 Oktober 2019 Dewan Pengawas, Direksi dan para Kepala Bagian mengadakan rapat tentang Evaluasi Kinerja Tri Wulan ke III tahun 2019;

3. Senin 11 Nopember 2019 Dewan Pengawas, Direksi dan para Kepala Bagian mengadakan rapat penunjukan Akuntan Publik;

4. Rabu 11 Desember 2019 Dewan Pengawas, Direksi dan para Kepala Bagian mengadakan rapat tentang Penyampaian RBB tahun 2020.

Semua hasil rapat Dewan Pengawas dengan Direksi dituangkan ke dalam risalah rapat dan di dokumentasikan dengan jelas dan baik, untuk selanjutnya masing-masing Dewan Pengawas mendapatkan hasil risalah rapat.

Jabatan (Nama) Jumlah Rapat Kehadiran Prosentase

Ketua Dewan Pengawas /

Drs Sumarno, M.Si. 4 4 100%

Anggota Dewan Pengawas /

Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si. 4 4 100%

3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Komite

Posisi PD BPR Bank Daerah Karanganyar berdasarkan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2019 menunjukkan modal inti sebesar Rp. 59.457.266.000,- sehingga sesuai

(16)

dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR dan Surat Edaran Nomor 6./SE.OJK.03/2016 tentang Penerapan Fungsi Kepatuhan bagi BPR, maka PD BPR Bank Daerah Karanganyar belum ada kewajiban untuk membuat Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko karena modal inti BPR dibawah Rp. 80 Milyard termasuk dalam membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi. Namun untuk memenuhi pelaksanaan tata kelola BPR sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tersebut, tugas dan tanggung jawab Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko dilaksanakan oleh Dewan Pengawas dan SKAI.

a. Yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Komite Audit :

1) Memantau dan mengevaluasi perencanaan audit serta memantau tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

2) Memberi rekomendasi atas penunjukan Akuntan Publik kepada Dewan Pengawas untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.Secara lebih rinci, tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:

a) Melakukan penelaahan Laporan Keuangan perusahaan yang dipublikasikan telah memenuhi ketentuan-ketentuan termasuk diterapkannya standar akuntansi yang berlaku;

b) Memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

c) Menelaah independensi dan objektifitas akuntan publik dan Internal Audit;

d) Melakukan identifikasi mengenai hal-hal yang perlu mendapat perhatian Dewan Komisaris;

e) Melakukan penelaahan atas efektifitas pengendalian intern;

f) Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan perundang - undangan di bidang perbankan serta peraturan perundang - undangan lainnya.

b) Yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko:

1) Membantu Dewan Pengawas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di bidang manajemen risiko PD BPR Daerah Karanganyar;

2) Mengevaluasi konsistensi antara kebijakan manajemen risiko dan pelaksanaanya;

3) Memeriksa dan mengevaluasi pelaksanaan tugas - tugas PE Manajemen Risiko;

4) Memantau perkembangan proses kebijakan, prosedur, dan pelaksanaan manajemen risiko BPR, untuk memastikan bahwa manajemen risiko Bank telah dilaksanakan dengan baik;

5) Mengkaji ulang dan memastikan kecukupan dan kelengkapan perangkat menejemen risiko BPR yang mencakup pengelolaan risiko kredit, kepatuhan, operasional, dan likuiditas, reputasi dan stratejik;

(17)

6) Mengkaji ulang dan memastikan bahwa profil risiko BPR (inherent risk dan risk control system) telah sesuai dengan tingkat toleransi risiko yang ditetapkan oleh Direksi;

7) Memberi pendapat secara umum kepada Direksi tentang manajemen risiko BPR sejalan dengan perubahan kondisi usaha PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

8) Memberi pendapat secara umum kepada Direksi tentang manajemen risiko BPR sejalan dengan perubahan kondisi usaha PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

4. Penanganan Benturan Kepentingan

Benturan kepentingan adalah keadaaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis Bank dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, anggota Dewan Pengawas dan Direksi serta karyawan Bank. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota Dewan Pengawas, Direksi dan Karywan harus mendaahulukan kepentingan ekonomis bank diatas kepentingan ekonomis pribadi, keluarga dan pihak lainnya. Pada tahun 2019 PD BPR Bank Daerah Karanganyar tidak terjadi benturan kepentingan.

Berikut tabel yang menunjukkan transaksi-transaksi berkaitan dengan benturan kepentingan:

NO Nama & Jabatan Pihak yg Memiliki Benturan

Kepentingan

Nama &

Jabatan Pengambil Keputusan

Jenis Transaksi

Nilai Transaksi

( juta rupiah) Keterangan

- - - - - -

5. Penerapan Fungsi Kepatuhan

Direktur yang sekaligus sebagai Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan di PD BPR Bank Daerah Karanganyar melaksanakan tugasnya di tahun 2019 dari Januari sampai dengan 15 Juni 2019, dan selebihnya sampai dengan Desember 2019 posisi Direktur Kepatuhan belum terpenuhi, namun demikian Direksi (Direktur Utama) yang ada tetap berkomitmen untuk mematuhi semua peratauran perbankan yang berlaku dan untuk mencapai tujuan tersebut, Direktur Utama bersama Pejabat Eksekutif Kepatuhan membangun dan menjaga budaya kepatuhan yang berkualitas dalam seluruh kegiatan Operasional bank dimana kegiatan tersebut sejalan dengan aktivitas bisnis dan perubahan peraturan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepatuhan bank, Pejabat Eksekutif Kepatuhan yang bertanggungjawab kepada Direktur Utama senantiasa berpedoman terhadap ketentuan dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia maupun Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

PD BPR Bank Daerah Karanganyar sesuai dengan modal inti yang dimiliki, seharusnya sudah membentuk Satuan Kerja Kepatuhan, di tahun 2019 belum terbentuk.

(18)

Pelaksana fungsi Kepatuhan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam memastikan penerapan dan pelaksanaannya di setiap tingkatan organisasi sehingga dapat terlaksana secara maksimal guna mendukung terciptanya budaya kepatuhan serta memperkecil kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan yang diterapkan regulator.

Fungsi Kepatuhan Bank Daerah Karanganyar pada tahun 2019 melaksanakan program kerja sebagai berikut :

a. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan ke seluruh unit kerja dan kantor cabang tentang Peraturan-peraturan OJK dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

NO Program Sosialisasi Bagian Tanggal

Pelaksanaan 1 Sosialisasi RBB Seluruh Bagian 05 Januari 2019 2 Pelatihan Budaya Kerja Seluruh Bagian

Operasional 3 Februari 2019 3 Penyelesaian Kredit Bermasalah Seluruh Bagian

Operasional 9 Februari 2019 4 Bedah Berkas Kredit Bermasalah Seluruh Bagian

Operasional 16 dan 17 Februari 2019

5 Spiritual Driven Company Seluruh Bagian 13 April 2019 6 Penyelesaian Kredit Bermasalah Seluruh Bagian

Operasional 15 Juni 2019 7 Strategi Percepatan Pencapaian Target

BDK tahun 2019 Seluru Bagian 28 Juli 2019 8 Toward Excellent Management:

Collection & Credit Settlement Be Profitable

Seluruh Bagian

Operasional 1 dan 2 September 2019

9 Sosialisasi POJK 33/POJK.03/2018 Seluru Bagian 6 September 2019 10 Motivasi Etos Kerja Berbasis Spiritual Seluru Bagian 5 Nopember 2019 11 APU PPT Berbasis Penilaian Profil

Nasabah Seluru Bagian 23 Nopember 2019

(19)

b. Melakukan pengkinian terhadap kebijakan ,Pedoman Kerja (SOP) semua unit kerja

No Nama SOP Tanggal Perberlakuan /

Revisi 1 SOP Aktiva Tetap Inventaris 31 Januari 2019

2 SOP Jemput Bola 28 Februari 2019

3 SOP Kredit/PKPB 15 Nopember 2019

4 SOP Penerapan Manajemen Risiko 19 Desember 2019

c. PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah membuat laporan pelaksanaan kepatuhan tahun 2019 kepada kantor Otoritas Jasa Keuangan .

Secara garis besar pelaksanaan tingkat kehati-hatian bank mencakup antara lain : a) Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum

Rasio KPMM atau CAR Bank Daerah selama 3 (tiga) tahun terakhir diatas batas minimum yang dipersyaratkan OJK yaitu 12 %. Perkembangan rasio KPMM sebagaimana tabel berikut:

Rasio Per Desember 2017 2018 2019

Rasio KPMM atau CAR (%) 28,36 26,40 26,47

b) Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

Peraturan OJK Nomor.49/POJK.03/2017, tentang Batas maksimum Pemberian Kredit Bank Perkreditan Rakyat, tahun 2019 tidak terdapat pelanggaran BMPK.

Tahun 2017 2018 2019

Batas Maksimum Pemberian Kredit Nihil Nihil Nihil

c) Non Performing Loan ( NPL )

Perkembangan NPL Gross dan NPL Netto dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebagai berikut:

Rasio per Desember 2017 2018 2019

NPL Gross ( % ) 4,68 6,85 4,73

(20)

NPL Nett (%) 3,37 4,68 4,12

PPAP (%) 100 100 100

d) Pelaksanaan APU PPT

UKK APU PPT PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah berupaya melakukan beberapa tindakan untuk penerapan pelaksanaan APU PPT terkait kepatuhan dalam hal :

a. Melaporkan pelaksanaan pengkinian data tahun 2019 dan rencana pengkinian data tahun 2020 kepada OJK;

b. Secara rutin memonitor transaksi-transaksi mencurigakan dan melaporkan kepada PPATK termasuk Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT);

c. Setiap 3 bulan melaporkan data CIF baru kepada PPATK;

d. Melakukan koordinasi dengan kepala bagian untuk memonitor TKM dan TKT di Teller;

e. Mengajukan permohonan pengkinian ”Core Banking System” terkait sistem informasi transaksi mencurigakan;

f. Pelatihan terhadap karyawan terkait pemahaman APU PPT;

g. Secara berkala berkoordinasi dengan PE AI untuk melakukan audit pelaksanaan AP PPT disetiap bagian dan laporan hasil audit ditindaklanjuti oleh UKK APU PPT;

h. Koordinasi dengan bagian HRD/SDM terkait tindakan “Pre Employed Screening” terhadap karyawan baru sewaktu proses rekrutmen.

6. Penerapan Fungsi Audit Intern (Satuan Kerja Audit Intern/SKAI) Penerapan Fungsi Audit Intern ini merujuk kepada:

i. Peraturan OJK Nomor 75/POJK.03/2016, tentang Standar Penyelenggaraan Teknologi Informasi bagi BPR/BPRS

ii. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor. 07/SEOJK.03/2016, tentang Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Perkreditan Rakyat.

Di tahun 2019 PD BPR Bank Daerah Karanganyar belum membentuk Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). Dalam melaksanakan tugasnya PE Audit Intern mendapat tambahan tenaga Audit dari eksternal.

Audit Intern dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Standar Operating Procedure sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama yang disusun untuk menegaskan fungsi dan ruang lingkup kerja, tanggungjawab, kewenangan, akuntabilitas, independensi, ketidak berpihakan dan kode etik dari Audit Intern. Unit kerja Audit Intern mendukung operasional bank, untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan dalam pendekatan yang sistematik dan disiplin termasuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas

(21)

manajemen resiko dan pengendalian intern sehingga bank memenuhi prinsip Good Corporate Governance.

Unit kerja Audit Intern telah melakukan audit terhadap seluruh unit kerja kantor pusat, kantor cabang dan kantor kas untuk memastikan pelaksanaan kerja sesuai dengan System Operation procedure (SOP). Dalam menjalankan tugasnya, Audit Intern diberikan wewenang sesuai penugasan dan pedoman yang ditetapkan untuk mengakses semua fungsi, catatan, property dan karyawan bank tanpa dibatasi oleh pihak manapun. Pelaksanaan fungsi audit intern ini dilaksanakan secara memadai dan independen yang mencakup persiapan audit, penyusunan program audit, pelaksanaan audit, pelaporan hasil audit dan tindak lanjut terhadap hasil audit.

Standar pelaksanaan yang digunakan adalah berdasarkan Risk Based Audit Program (RBAP), yaitu suatu metode yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa risiko pada perusahaan telah dikelola sesuai dengan batasan risiko (risk appetite) yang telah ditetapkan. RBAP disusun dengan tujuan membuat pemeriksaan lebih sistematis dan terstruktur. Ruang lingkup pemeriksaan adalah seluruh kegiatan di Bank.

Sepanjang tahun 2019, Audit Internal telah melaksanakan tugas dan kewajibannya secara memadai dan sesuai dengan ketentuan OJK. Satuan Kerja Audit Intern juga telah memberikan kontribusi dalam memastikan tercapainya kegiatan operasional PD BPR Bank Daerah Karanganyar. Hal ini selaras dengan semangat penerapan Tata Kelola BPR yang baik serta manajemen resiko yang kokoh dalam struktur organisasi BPR. Antara lain melakukan evaluasi atas kecukupan dan efektivitas struktur pengendalian intern dan pelaksanaannya, serta unsur dan aspek organisasi.

Auidt telah mencatat sejumlah pencapaian penting dimana masih adanya kredit yang berisiko tinggi, dan hasil audit dikemas dalam bentuk laporan yang berisi seluruh temuan, tanggapan dan komitmen dari auditee untuk menyelesaikan temuan audit.

Disamping itu Satuan Kerja Audit Intern juga telah melakukan pemantauan secara berkala terhadap tindak lanjut oleh pihak yang diaudit untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan telah dilakukan secara efektif dan memadai. Sebagian telah melaksanakan tindak lanjut perbaikan atas rekomendasi tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

Untuk meningkatkan kualifikasi audit intern serta sejalan dengan perkembangan kegiatan bisnis PD BPR Bank Daerah Karanganyar, Satuan Kerja Audit Intern telah mendapatkan pelatihan, seminar berbagai aspek pengetahuan perbankan dana telah memiliki sertifikasi Audit dari lembaga BNSP dan Sertifikasi Direktur.

7. Penerapan Fungsi Audit Ekstern

Penerapan Fungsi Audit Ekstern ini merujuk kepada :

i. Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/3/PBI/2013, tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat;

(22)

ii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat;

iii. Peraturan OJK Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR

iv. POJK Nomor 13/POJK.03/2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan

v. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR

Berdasarkan Pasal 62 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat, dalam rangka penerapan fungsi audit ekstern, BPR wajib menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan audit laporan keuangan tahunan BPR. Pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan BPR oleh akuntan publik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan akurasi penyajian kondisi keuangan BPR.

Penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai rekomendasi Komite Audit.

Dalam penunjukan AP dan/atau KAP sebagai audit ekstern, SKAI memberikan pertimbangan kepada Dewan Pengawas sebagaimana diatur dalam Bab II Pasal 2 SEOJK Nomor 36/SEOJK.03/2017 tentang Tata Cara Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik Dalam Kegiatan Jasa keuangan.

Adapun pertimbangan Komite Audit terkait penunjukan AP dan/atau KAP meliputi, meliputi pertimbangan sebagai berikut:

a. Independensi AP dan KAP Ruang lingkup audit b. Imbalan jasa audit

c. Keahlian dan pengalaman AP, KAP dan Tim Audit dari KAP d. Metode, teknik dan sarana audit yang digunakan KAP

e. Potensi risiko penggunaan jasa audit oleh KAP yang sama dalam kurun waktu yang panjang

f. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis tahunan oleh AP dan KAP periode sebelumnya.

Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi audit ekstern sesuai dengan peraturan OJK yang berlaku, semua aspek penugasan audit kepada KAP dan AKuntan Publik sudah memenuhi aspek-aspek legalitas perjanjian kerja, ruang lingkup audit, standar profesional akuntan publik dan lain-lain yang telah tertuang dalam perjanjian kerja yang telah disepakati antara KAP dengan PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

 Laporan Keuangan PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah diaudit oleh Akuntan Publik yang independen, kompeten, profesional dan obyektif.

(23)

 Akuntan Publik yang ditunjuk oleh PD BPR Bank Daerah Karanganyar, untuk melaksakan audit sesuai standar profesional, perjanjian kerja dan ruang lingkup.

 Penunjukan Kantor Akuntan Publik (Drs Henry & Sugeng) dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara lain :

i. Merupakan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

ii. Tidak memberikan jasa lain kepada PD BPR Bank Daerah Karanganyar sehingga terhindar dari kemungkinan benturan kepentingan.

8. Penerapan Manajemen Resiko

Penerapan manajemen resiko ini merujuk kepada :

a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat

b. Surat Edaran OJK nomor 6/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Fungsi Kepatuhan bagi Bank Perkreditan Rakyat

c. Peraturan OJK Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi d. Peraturan OJK Nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan ManajemenBPR

Risiko

Sesuai dengan POJK Nomor 13/POJK.03/2015 tentang Penerapan Manejemen Resiko bagi Bank Perkreditan Rakyat,, bahwa BPR dengan modal inti ≥ Rp 50M wajib memiliki Satuan kerja Manajemen Risiko dan wajib menerapkan paling sedikit 6 (enam) risiko, dimana saat ini modal inti PD BPR Bank Daerah Karanganyar per Desember 2019 sebesar Rp. 59.457.266.000,-.

Saat ini PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah menerepkan 6 (enam) resiko diantaranya :

a. Resiko Kredit

Pengelolaan kredit dalam proses perbaikan kualitas sehingga diharapkan risiko kredit bermasalah cenderung turun, hal ini dibuktikan tahun 2019 rasio kredit bermasalah (NPL) telah mengalami penurunan dibanding tahun 2018.

Menurunnya NPL disebabkan, restrukturisasi dalam rangka perbaikan pengikatan guna proses lelang apabila terjadi wanprestasi akan lebih mudah dan kerjasama dengan kejaksaan. Namun demikian proses kredit harus tetap berhati-hati terutama di cabang Jatipuro karena Pimpinan Cabang masih dirangkap dengan Kepala Bagian Kredit di kantor pusat. Bank dalam rangka mengurangi resiko kredit, memprioritaskan adanya agunan yang mudah dilikuidasi dan mempunyai tingkat saleable dan marketable yang tinggi sehingga akan cepat dan mudah dijual. Selain itu Bank juga melakukan pembenahan - pembenahan dalam proses pemberian kredit serta peningkatan kualitas inisiasi analisa kredit.

(24)

b. Resiko Operasional

Tahun 2019 masih terjadi human error, terbukti dengan adanya denda laporan yang masih ada kesalahan. Kesalahan laporan disebabkan juga oleh proses di sistem IT bank, sehingga sistem IT Bank perlu perbaikan atau perlu dievaluasi vendornya, akan tetapi tidak menyebabkan bank membukukan laba negatif, walaupun mengurangi keuantungan bank (tidak sifnifikan).

c. Resiko Likuiditas

Pemantauan risiko likuiditas dilakukan melalui pemantauan arus kas yang terjadi setiap hari. Risiko terhadap likuiditas keseluruhan rendah sekali Bank telah menetapkan jumlah minimum asset likuid dalam Rupiah yang harus dijaga, rata-rata Cash Ratio diatas 10%. Proses identifikasi, pengukuran, dan pemantauan risiko likuiditas dilakukan secara harian serta dilaporkan secara akurat dan tepat waktu.

d. Resiko Kepatuhan

Masih terdapat pelanggaran ketentuan dalam kelengkapan dokumen administrasi hal ini dibuktikan masih banyaknya temuan dari SKAI walaupun telah dilakukan pemenuhan kelengkapannya, namun terdapat penurunan frekuensi dibandingkan periode sebelumnya. Untuk mengurangi risiko kepatuhan, Bank terus meningkatkan pemahaman terhadap penerapan dan ketaatan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia serta kepatuhan terhadap peraturan internal Bank dan prosedur yang ditetapkan oleh Bank.

e. Resiko Reputasi

Untuk mengurangi risiko reputasi, PD BPR Bank Daerah Karanganyar terus meningkatkan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku, dan saat ini terjadinya risiko reputasi rendah, hal ini disebabkan kualitas kinerja kredit maupun lainnya semakin bagus dibanding sebelumnya.

f. Resiko Stratejik

Untuk mengurangi pengaruh risiko stratejik, Bank memantau dan menganalisa kinerja Bank untuk memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam batas toleransi. Dan kedepan (direncanakan pada tahun 2022) Bank akan melakukan konfersi ke Syariah dengan tujuan sebagai strategi melihat peluang bisnis bank syariah akan semakin besar di Kabupaten Karanganyar sekitarnya.

9. Batas Maksimum Pemberian Kredit ( BMPK )

Terkait dengan Batas Maksimum Pemberian Kredit ini, PD BPR Bank Daerah Karanganyar merujuk kepada :

a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 49/POJK.03/2017 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Perkreditan Rakyat;

b. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2017 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Perkreditan Rakyat.

Pelaksanaan Batas Maksimum Pemberian Kredit merupakan bentuk pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam penyediaan dana, dimana PD BPR

(25)

Bank Daerah Karanganyar telah memiliki ketentuan terkait prosedur pemberian kredit bagi pihak terkait dan pihak tidak terkait. Berdasarkan pasal 5 dan pasal 9 Nomor.11/13/PBI/2009, terkait penyediaan dana dalam hal Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) adalah:

a. Batas maksimum pemberian kredit bagi pihak terkait adalah 10% dari modal PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

b. Batas maksimum pemberian kredit bagi pihak tidak terkait adalah sebesar 20% dari modal PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

c. Batas maksimum pemberian kredit bagi kelompok peminjam adalah sebesar 30% dari modal PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

Di tahun 2019 terkait dengan BMPK ini:

a. PD BPR Bank Daerah Karanganyar tidak pernah melanggar dan melampaui ketentuan BMPK dan penyediaan dana kepada pihak terkait;

b. Penyediaan dana kepada pihak terkait serta penyediaan dana besar kewenangan memutuskan pada Direktur Utama secara independen;

c. PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah menyampaikan secara berkala Laporan BMPK ini kepada OJK.

Tahun 2017 2018 2019

Batas Maksimum Pemberian Kredit Nihil Nihil Nihil

10. Rencana Bisnis Bank PD BPR Bank Daerah Karanganyar

Dalam hal Rencana Bisnis Bank ini, PD BPR Bank Daerah Karanganyar merujuk :

a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 37/POJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah;

b. Surat Keputusan BI nomor 31/60/KEPDIR tanggal 9 Juli 1998, tentang Rencana Kerja dan Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja BPR.

Pelaksanaan rencana bisnis oleh PD BPR Bank Daerah Karanganyar dilaksanakan dengan memperhatikan faktor ekstern dan intern yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha BPR. Menyikapi kondisi ekonomi saat ini, PD BPR Bank Daerah Karanganyar tetap berupaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan debitur sekaligus mencari pangsa pasar baru, membangun Brand, membangun organisasi, dan menciptakan bisnis BPR yang sehat, tumbuh, menguntungkan dan memberikan cashflow yang terukur, dengan beberapa langkah yaitu :

a. Menjaga Kualitas Kredit

Seiring dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang berdampak kepada perlambatan ekonomi di berbagai sektor , maka upaya PD BPR Bank Daerah

(26)

Karanganyar untuk lebih menjaga kualitas kredit diantaranya :

 Membangun hubungan yang baik dan lebih intens kepada debitur agar dapat mendeteksi lebih dini kemungkinan permasalahan, sehingga proses restrukturisasi tidak terlambat, dan debitur memiliki kesempatan untuk berkembang lagi usahanya;

Penyaluran kredit dengan memperhatikan nature business nasabah, sehingga kredit yang disalurkan tepat dengan jenis angsuran yang diberikan;

 Melakukan pengendalian kualitas asset dengan seleksi lebih ketat, dengan memperhatikan sektor - sektor yang terkena dampak kondisi ekonomi dalam menyalurkan kredit.

b. Pertumbuhan Kredit

Bagaimanapun kondisi perekonomian, perusahaan harus tetap tumbuh, oleh karena itu rencana strategis PD BPR Bank Daerah Karanganyar adalah :

 Menawarkan fasilitas kredit kepada para debitur yang telah lunas dan memiliki trackrecord yang baik

 Meningkatkan pelayanan kepada debitur melalui Quality Program dengan jargon CEPET GAK RIBET dan COMPLY SOP.

Pencapaian pertumbuhan asset PD BPR Bank Daerah Karanganyar di tahun 2019 belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dan untuk kredit di tahun 2019 telah melebihi dari target yang telah ditetapkan. Berpijak pada realisasi tahun 2019 tersebut maka dalam penyusunan Rencana Bisnis Bank yang berpijak pada posisi per Oktober 2019, PD BPR Bank Daerah Karanganyar terus berhati-hati dalam penyusunan secara komprehensif, memperhatikan prinsip kehati-hatian dan responsif terhadap kondisi internal maupun eksternal.

Penyusunan juga berdasarkan pada Visi dan Misi yang telah ditetapkan PD BPR Bank Daerah yaitu “ Menjadikan PD BPR Bank Daerah sebagai Bank yang Sehat dan mampu bersaing dengan selali mengutamakan Pelayanan Prima”. Dengan Rencana Bisnis yang terukur diharapkan Bank mampu menerapkan manajemen resiko yang efektif untuk mengimplementasikan Rencana Bisnis tersebut.

Sesuai ketentuan yang berlaku, Rencana Bisnis Bank disampaikan kepada OJK dan pelaksanaannya dilaporkan secara bulanan, Triwulan dan Tahunan yang menjelaskan tentang pencapaian atau deviasi serta langkah-langkah strategis yang dilakukan Bank. Sosialisasi Rencana Bisnis Bank dilakukan ke seluruh jenjang organisasi melalui Rapat Kerja Tahunan.

11. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan

Terkait dengan transparansi kondisi keuangan dan non keuangan ini, merujuk kepada: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat.

(27)

Transparansi Kondisi Keuangan

Dalam rangka penyelenggaraan transaparansi kondisi keuangan, PD BPR Bank Daerah Karanganyar menyusun dan menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas laporan tahunan dan laporan keuangan publikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 POJK Transparansi Kondisi Keuangan BPR. Adapun Laporan Transparansi Kondisi Keuangan PD BPR Bank Daerah Karanganyar meliputi :

a. Laporan Bulanan

PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah menyusun Laporan Keuangan Bulanan dalam format Laporan Bulanan BPR yang sesuai dengan Peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan atau Bank Indonesia secara tepat waktu.

b. Laporan Keuangan Publikasi Triwulan

PD BPR Bank Daerah Karanganyar telah melaporkan Laporan Keuangan Publikasi yang telah ditandatangani oleh Direksi secara Triwulan sesuai ketentuan yang berlaku kepada Bank Indonesia dan telah ditempelkan pada papan pengumuman seluruh kantor Bank Daerah baik di kantor pusat, kantor cabang atau kantor kas serta di website resmi PD BPR Bank Daerah Karanganyar sehingga mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat. Laporan Keuangan Publikasi ini berisi informasi tentang susunan pengurus dana pemegang saham.

c. Laporan Tahunan, antara lain mencakup :

i. Meliputi Informasi data keuangan, Opini dari akuntan publik, analisa dan pembahasan manajemen mengenai kinerja bisnis dan keuangan, Profil Perusahaan, laporan Direksi dan laporan Dewan Pengawas;

ii. Laporan Tahunan wajib disusun sesuai dengan standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di BPR dan harus audit oleh Akuntan Publik yang terdaftar di Bank Indonesia/OJK;

iii. Laporan keuangan tahunan yang disajikan dengan perbandingan satu tahun buku sebelumnya.

Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

Pada tahun 2019, rasio gaji tertinggi dan terendah PD BPR Bank Daerah Karanganyar sebagai berikut :

Keterangan Skala Perbandingan

Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah 4 : 1 Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah 1,25 : 1

(28)

Rasio gaji komisaris tertinggi dan terendah 1,25 : 1 Rasio gaji Direksi tertinggi dan Pengawas tertinggi 3,19 : 1

Sedangkan Remunerasi dan fasilitas lain yang diterima oleh Direksi dan Dewan Pengawas tahun 2019 adalah :

Direktur Utama :

1. Gaji pokok 2,5 kali gaji pokok tertinggi pada daftar skala gaji pokok pegawai;

2. Tunjangan suami/istri, anak dan tunjangan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi pegawai;

3. Tunjangan jabatan 1 kali gaji pokok;

4. Tunjangan insentif sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)

5. Tunjangan perumahan sebesar Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah);

6. Tunjangan prestasi sebesar Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah) Direktur :

1. Gaji pokok 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok direktur utama;

2. Tunjangan suami/istri, anak dan tunjangan lain sesuai ketentuan yang berlaku bagi karyawan;

3. Tunjangan jabatan 1 kali gaji pokok;

4. Tunjangan insentif sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah);

5. Tunjangan perumahan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah);

6. Tunjangan prestasi sebesar Rp. 5.200.000,- (lima juta dua ratus ribu rupiah).

Fasilitas Lain yang diterima oleh Direksi adalah mobil dinas, tunjangan komunikasi/operasional dan tunjangan seragam.

Ketua Dewan Pengawas : paling banyak 40 % (empat puluh persen) dari penghasilan Direktur Utama.

Anggota Dewan Pengawas : paling banyak 80 % (delapan puluh persen) dari honorarium Ketua Dewan Pengawas.

Transparansi Laporan Non Keuangan

a. Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Penyimpangan internal Bank yang dilakukan oleh pegawai, pengurus bank, baik yang berkaitan dengan simpanan dan penyaluran dana tahun 2019 tidak ada.

(29)

Tabel 1:

Internal Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh

Dalam 1 tahun

Direksi Dewan

Pengawas Pegawai Tetap Pegawai Tdk Tetap ThnSebelum

nya

ThnLap Thn Sebelum nya

ThnLap Thn Sebelum nya

ThnLap Thn Sebelum nya

ThnLap

Total Fraud - - - - - - - -

Telah diselesaikan - - - - - - - -

Dlm proses penyelesaian di

internal bank - - - - - - - -

Belum diupayakan

penyelesaiannya - - - - - - - -

Telah

ditindakalanjuti melalui proses hukum

- - - - - - - -

b. Permasalahan Hukum

Permasalahan Hukum baik secara perdata ataupun pidana yang dihadapi PD BPR Bank Daerah Karanganyar selama tahun 2019 tidak ada, baik itu yang berkaitan dengan penyalahgunaan kredit ataupun simpanan masyarakat.

Tabel 2

Permasalahan Hukum Jumlah

Perdata Pidana

Telah selesai (telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap) - -

Dalam proses penyelesaian - -

Total - -

c. Pemberian Dana untuk Kepentingan Sosial dan Kegiatan Politik Bentuk tanggung jawab sosial PD BPR Bank Daerah Karanganyar terhadap masyarakat di Kabupaten Karanganyar tahun 2019 adalah :

(30)

i. Peduli terhadap kaum dhuafa dengan pemberian santunan/paket sembako;

ii. Jumat berkah, dengan pemberian nasi dos abang becak dan pondok pensatren

iii. Bantuan air bersih ke daerah - daerah yang mengalami kekeringan iv. Mengadakan program Bina Lingkungan dengan UMKM di

kelurahan/kecamatan yang bermitra kerja dengan PD BPR Bank Daerah Karanganyar.

v. Peduli dibidang pendidikan dengan pemberian prasarana pendidikan disetiap sekolah yang bekerjasama dengan PD BPR Bank Daerah Karanganyar;

vi. Terhadap kegiatan/aktivitas politik, PD BPR Bank Daerah Karanganyar tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik termasuk juga dalam hal pendanaan/membiayai kegiatan/aktivitas politik.

d. Literaris dan Edukasi Kepada Masyarakat.

Berdasarkan ketentuan Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/atau Masyarakat, Surat Edaran OJK No. 30/SEOJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/atau Masyarakat dan Surat Edaran OJK No.

31/SEOJK.07/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan dalam Rangka Meningkatkan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan. PD BPR Bank Daerah Karanganyar turut mendukung pelaksanaannya dengan aktif melakukan kegiatan Literasi dan Edukasi keuangan kepada masyarakat.

Berikut ini adalah Program Literasi dan Edukasi PD BPR Bank Daerah Karanganyar 2019 :

NO PELAKSANAAN SASARAN PROGRAM LITERASI

KEUANGAN TUJUAN AKTIVITAS TEMPAT

1. 20 Januari 2019 Perangkat

Desa Pengenalan produk tabungan, deposito dan kredit

Meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan uang keluarga

Edukasi melalui penyuluhan, Tanya jawab

Kantor Desa Kebak

2. 11 Februari

2019 Guru Pengenalan

produk tabungan, deposito maupun kredit

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi tabungan di acara pertemuan Guru

SMAN 01 Kebakkramat

3. 13 Februari

2019 PNS Pengenalan

produk tabungan,

Meningkatkan pemahaman terhadap produk

Edukasi melalui penyuluhan,

Badan Keuangan Daerah

(31)

deposito dan

kredit tabungan, deposito

dan kredit. Tanya jawab Karanganyar 4. 18 Februari

2019 Guru Meningkatkan

pemahaman danpengetahuan tentang produk-produ k bank

Memberikan pemahaman, peningkatan budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan, deposito serta produk kredit diacara pertemuan guru

SMK Penda Karanganyar

5. 21 Februari

2019 Guru Pengenalan

produk Tabungan dan jasa layanan yang baik

Memberikan pemahaman, peningkatan budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan, deposito serta produk kredit diacara pertemuan guru

SDN 01 Pandeyan

6. 22 Februari

2019 Guru Pengenalan

produk Tabungan dan jasa layanan yang baik

Memberikan pemahaman, peningkatan budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan, deposito serta produk kredit di acara pertemuan guru

SDN 02 Pandeyan

7. 24 Februari

2019 Perangkat

Desa Pengenalan produk tabungan, deposito maupun kredit

Meningkatkan pengetahuan kepada perangkat desa tentang produk dana dan kredit

Edukasi melalui penyuluhan, Tanya jawab

Kantor Desa Karanganyar

8. 29 Februari

2019 PNS Pengenalan

produk tabungan, deposito dan kredit

Meningkatkan pemahaman terhadap produk tabungan, deposito dan kredit.

Edukasi melalui penyuluhan, Tanya jawab

Dinas

Kearsipan dan Perpustakaan

9. 22 Maret 2019 Guru Pengenalan produk tabungan, deposito maupun kredit

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi tabungan di acara pertemuan Guru

SMK Jenawi

10. 16 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SMPN 05 Karanganyar

11. 17 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya

Sosialisasi produk Tabungan

SDN 02 Kalijirak

(32)

menabung dan hidup hemat 12. 19 Juli 2019 Siswa Pengenalan

produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SDN 01 Jati

13. 19 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SDN 03 Jati

14. 23 Juli 2019 Karyawan Pengenalan produk tabungan, deposito dan kredit

Meningkatkan pemahaman terhadap produk tabungan, deposito dan kredit

Edukasi melalui penyuluhan, Tanya jawab

PDAMKaranganyar

15. 24 Juli 2019 Wali

Murid Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

TK Amal Mulya Tawangmangu

16. 24 Juli 2019 PNS Pengenalan produk tabungan, deposito dan kredit

Meningkatkan pemahaman terhadap produk tabungan, deposito dan kredit

Edukasi melalui penyuluhan, Tanya jawab

Kesbangpol Karanganyar

17. 25 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SMPN 01 Tasikmadu

18. 29 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SMPN 01 Karanganyar

19. 29 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SMPN 03 Tasikmadu

20. 30 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan hidup hemat

Sosialisasi produk Tabungan

SMPN 02 Tasikmadu

21. 30 Juli 2019 Siswa Pengenalan produk tabungan

Memberikan pemahaman mengenai budaya menabung dan

Sosialisasi produk Tabungan

SDN 01 Munggur

Referensi

Dokumen terkait

Adalah orang yang akan diwawancarai, diminta informasi oleh peneliti dan diperkirakan orang yang menjadi informan ini menguasai dan memahami data, informasi ataupun

kertas suara dari masing-masing kotak suara untuk dihitung oleh Sekretaris Panitia Pemilihan sesuai dengan jumlah pemilih yang telah memberikan suara.. (4) Penghitungan

BPR Dana Amanah untuk periode berikutnya dengan masa kerja 5 (lima) tahun sesuai dengan PERMENDAGRI nomor 94 tahun 2017 tentang Pengelolaan Bank Perkredtan Rakyat Milik

Penerapan model pembelajaran mind map dapat meningkatkan hasil belajar IPS Tema Sejarah Peradaban Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri 1 Sruweng tahun ajaran

Dari hasil pra-riset yang dilakukan pada tanggal 19 Juli 2012 oleh peneliti, para pedagang menilai bahwa lokasi pembangunan Pasar Tejoagung tidak strategis, akses

Ini adalah contoh tampilan dari proses kalkulasi hasil trace terhadap routing overhead dan delivery ratio yang dijalankan melalui terminal, dengan menggunakan script pearl..

Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta Nilai

Sehingga dapat menimbulkan beberapa masalah yaitu masih terjadinya kesalahan perhitungan penjualan sehingga hasil laporan penjualan kurang akurat, pencatatan transaksi