• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIDANG P3 TUGAS AKHIR. Selasa, 23 Juni 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SIDANG P3 TUGAS AKHIR. Selasa, 23 Juni 2013"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

SIDANG P3 TUGAS AKHIR

Selasa, 23 Juni 2013

(2)

ANALISA SISA UMUR KELELAHAN

BENTANGAN BEBAS (FREE SPAN) PADA SUBSEA PIPELINE : STUDI KASUS OIL

PIPELINE CHEVRON INDONESIA COMPANY KALIMANTAN OPERATIONS

Peneliti :

Nurman Firdaus 4309100014 Dosen Pembimbing :

Yoyok Setyo Hadiwidodo, S.T., M.T.

Ir. Hasan Ikhwani, M.Sc

(3)

Pendahuluan Metodologi

Penelitian Hasil Penelitian

Kesimpulan dan Saran Daftar

Pustaka

OUTLINE

(4)

(Kenny, 1993) PENDAHULUAN

(5)

Latar Belakang

•  Chevron Indonesia Company merupakan

industri minyak dan gas yang

menggunakan subsea pipeline untuk

transportasi produknya.

  Salah satu Subsea pipeline terjadi

bentangan bebas (free span) pada

segmen pipa di dasar laut.

(6)

Bentangan Pipa Bawah Laut

(Xu, 1999)

(7)

Permasalahan Bentangan

Bentangan Bebas

(Vedeld,
2013)


Beban-beban pada pipa bawah laut

(Ruby,
2008)


Kelelahan

(Bay,
1981)


Kegagalan Pada Bentangan Bebas

(8)

Lokasi Studi

LokasiBentanganBebasPipa

Utara

(Google Earth, 2013)

(9)

Lokasi Studi

(Google Earth, 2013)

A0aka
 Produc6on

Santan
Field Jalur
Pipeline

Utara

(10)

Gambar Jalur Pipeline

(Chevron Indonesia Company, 2013)

(11)

Berapa
jumlah
bentangan
bebas
pipa
atau
 free
span
yang
6dak
melebihi
batas
panjang


span
maksimum
?

Berapa
nilai
stress
pada
bentangan
bebas
pipa
 yang
6dak
melebihi
batas
panjang
span


maksimum?

Berapa
es6masi
sisa
waktu
operasi
(fa*gue
life)
 pada
bentangan
bebas
pipa
yang
6dak
melebihi


batas
span
yang
diijinkan?

Rumusan Masalah

(12)

•  Mengetahui jumlah bentangan bebas pipa yang tidak melebihi batas panjang span maksimum.

•  Mengetahui nilai stress pada bentangan bebas yang tidak melebihi batas panjang span maksimum

•  Mengetahui estimasi sisa waktu operasi (fatigue life) pada bentangan bebas pipa yang memiliki panjang tidak melebihi batas span maksimum

Tujuan Penelitian

(13)

•  Mendapatkan pengetahuan

mengenai penerapan ilmu teknik kelautan pada dunia kerja

Bagi Penulis

•  Dapat digunakan sebagai informasi awal dalam menganalisa bentangan bebas yang terjadi di lapangan

Bagi

Perusahaan

•  Terjalinnya kerjasama yang baik antara Jurusan Teknik Kelautan ITS dengan Chevron Indonesia Company

Bagi Jurusan Teknik

Kelautan ITS

Manfaat Penelitian

(14)

•  Data bentangan bebas dari inspeksi tahun 2007 yang terdapat pada Map of sheet

•  Bentangan bebas yang dianalisa memiliki karakteristik (L/D>30) dan tidak melebihi panjang span maksimum

•  Keadaan tanah, temperatur, dan marine growth diabaikan

•  Residual stress dan tegangan torsi diabaikan

•  Kedalaman laut konstan

•  Tumpuan pada bentangan diasumsikan fixed-fixed

•  Pemodelan tegangan hanya satu bentangan bebas pipa

Batasan

Batasan Masalah

(15)

Metodologi Penelitian

(16)

Bagan Metodologi Penelitian

(17)

Bagan Metodologi Penelitian

(lanjutan)

(18)

Hasil Penelitian

(19)

Analisa Data

Gambar Peta jaringan pipa bawah laut (Chevron Indonesia Company, 2013)

(20)

Analisa Data

Gambar Peta data survey free span (Chevron Indonesia Company, 2013) 12

4

1 1

1

1 1

5 2

(21)

Analisa Data

Tabel Data Material Pipa

Parameter Unit Value

Outside Diameter (OD) inchi 12,75

Wall Thickness (ts) inchi 0,5

Density Steel (ρs) pcf 490

Corrosion Allowance inchi 0,125

Anti-Corrosion Thickness (tcor) inchi 0,0276

Density of A-Corrosion (ρcor) pcf 90

Concreate Coating (tcc) inchi 1,57

Density of Concreate Coating (ρcc) pcf 190

SMSY psi 52000

SMTS psi 66000

Steel Specification - API 5L

Steel Grade - X-52

Schedule - 40

Modulus Young's (E) psi 3 x 107

Coefficient of Thermal Expansion (α) K-1 11,7 x 10-6

Poisson's Ratio (v) - 0,3

Thermal Conductivity W/Mk 45

Joint Length feet 40

Design Life tahun 25

Year Built - 1997

Service - Crude Oil/Multiphase

Design pressure psi 1350

Operating Pressure psi 450

Maximum Operating Pressure psi 1100

Content Density pcf 61,01

(22)

AnalisaData

Tabel data lingkungan

Parameter Unit Value

Maximum Wave Height 1-years feet 10.7

Maximum Wave Period 1-years s 7.6

Significant Wave Height 1-years feet 5.18 Significant Wave Period 1-years s 5.24 Maximum Wave Height 100-yeasr feet 16.3

Maximum Wave Period 100-years s 8.1

Significant Wave Height 100-years feet 7.93 Significant Wave Period 100-years s 6.23 Current Speed 90% depth 1-years fps 0,97 Current Speed 90% depth 100-years fps 1,27

Water Depth feet 130

Temperature OF 85

Seawater Density lb/ft3 64

Kinematic Viscosity ft2.sec-1 1.076 X 10-5

Logaritmic decrement ( δs) - 0,125

(23)

Pembahasan

Gambar Ilustrasi bentangan bebas di dasar laut

(24)

Validasi Teori Gelombang

 Analisa data gelombang

 Data gelombang menggunakan 100-tahunan dan 1-tahunan, 100-tahunan :H/gT2 = 0,00634 dan d/gT2 = 0,1039 1-tahunan : H/gT2 = 0,00586 dan d/gT2 = 0,14686

 Maka teori gelombang yang sesuai adalah Teori gelombang Stokes orde 2

(25)

Kecepatan Arus dan Gelombang

Parameter Nilai

Satuan 1-tahunan 100-tahunan

Kecepatan partikel gelombang (Uo) 0.006 0.039 m/s Kecepatan gelombang efekif (Uw) 0.005 0.034 m/s

Kecepatan arus (Ud) 0.201 0.262 m/s

Kecepatan arus efektif (Uc) 0,177 0,231 m/s Tabel Kecepatan gelombang dan arus

  Kecepatan gelombang dan arus dihitung setinggi diameter pipa.

  Dari perhitungan kecepatan gelombang dan arus setinggi diameter pipa dicari kecepatan efektif yang mengenai pipa (Uc + Uw). Kecepatan efektif ini digunakan untuk analisa permasalahan selanjutnya.

(26)

Panjang Span Maksimum

Parameter Nilai Satuan

Panjang span maksimum kondisi inline 45.596 m Panjang span maksimum kondisi crossflow 68.412 m

Tabel Panjang span maksimum

  Panjang span maksimum getaran inline lebih kecil getaran crossflow akibat perbedaan nilai reduced velocity (Re).

  The reduced velocity is the velocity at which vortex shedding induced oscillations may occur. (Guo, 2005) Nilai Re getaran inline dipengaruhi oleh stability parameter, sedangkan getaran crossflow tergantung reynolds number.

  Maka panjang span maksimum kondisi inline digunakan untuk batas span diijinkan dan membatasi panjang bentangan bebas yang terjadi di lapangan. Hal ini diambil untuk nilai panjang span maksimum terpendek.

(27)

Screening Pertama Panjang Span Aktual

Tabel screening panjang bentangan sesuai kriteria fatigue

Span Aktual (m) Gap (m) L/D L/D > 30 (Kriteria Fatigue)

47.85 1.31 118.160 Terjadi

94.08 3.07 232.320 Terjadi

23.6 0.98 58.278 Terjadi

34.69 1.24 85.663 Terjadi

41.92 3.53 103.517 Terjadi

74.43 1.96 183.797 Terjadi

45.43 1.19 112.184 Terjadi

40.16 1.32 99.171 Terjadi

38.21 1.35 94.355 Terjadi

32.69 1.42 80.724 Terjadi

35.38 0.6 87.367 Terjadi

42.83 0.92 105.764 Terjadi

49.73 1.35 122.803 Terjadi

(28)

Screening Pertama Panjang Span Aktual (lanjutan)

Tabel screening panjang bentangan sesuai kriteria fatigue

Span Aktual (m) Gap (m) L/D L/D > 30 (Kriteria Fatigue)

64.55 1.74 159.399 Terjadi

49.93 1.12 123.297 Terjadi

49.17 1.36 121.420 Terjadi

22.19 0.9 54.796 Terjadi

38.42 0.66 94.874 Terjadi

19.29 1.27 47.635 Terjadi

22.24 1.11 54.919 Terjadi

32.98 1.02 81.441 Terjadi

33.47 1.51 82.651 Terjadi

55.19 0.99 136.286 Terjadi

56.86 2.5 140.410 Terjadi

24.09 0.95 59.488 Terjadi

28.42 0.94 70.180 Terjadi

189.88 4.8 468.888 Terjadi

236.32 13.06 583.567 Terjadi

(29)

Screening Kedua Panjang Span Aktual

Tabel screening panjang bentangan dengan panjang span maksimum

Span Aktual (m) Gap (m) Span Maks (m) Keterangan

47.85 1.31 45.596 Tidak dianalisa

94.08 3.07 45.596 Tidakdianalisa

23.6 0.98 45.596 Dianalisalanjut

34.69 1.24 45.596 Dianalisa lanjut

41.92 3.53 45.596 Dianalisa lanjut

74.43 1.96 45.596 Tidak dianalisa

45.43 1.19 45.596 Dianalisalanjut

40.16 1.32 45.596 Dianalisalanjut

38.21 1.35 45.596 Dianalisalanjut

32.69 1.42 45.596 Dianalisalanjut

35.38 0.6 45.596 Dianalisalanjut

42.83 0.92 45.596 Dianalisalanjut

49.73 1.35 45.596 Tidakdianalisa

64.55 1.74 45.596 Tidakdianalisa

(30)

Screening Kedua Panjang Span Aktual (lanjutan)

Tabel screening panjang bentangan dengan panjang span maksimum

Span Aktual (m) Gap (m) Span Maks (m) Keterangan

49.93 1.12 45.596 Tidakdianalisa

49.17 1.36 45.596 Tidakdianalisa

22.19 0.9 45.596 Dianalisalanjut

38.42 0.66 45.596 Dianalisalanjut

19.29 1.27 45.596 Dianalisalanjut

22.24 1.11 45.596 Dianalisalanjut

32.98 1.02 45.596 Dianalisalanjut

33.47 1.51 45.596 Dianalisalanjut

55.19 0.99 45.596 Tidakdianalisa

56.86 2.5 45.596 Tidakdianalisa

24.09 0.95 45.596 Dianalisalanjut

28.42 0.94 45.596 Dianalisalanjut

189.88 4.8 45.596 Tidakdianalisa

236.32 13.06 45.596 Tidakdianalisa

(31)

Bentangan yang Dianalisa

  Dari hasil screening panjang bentang bebas pipa dengan kriteria fatigue, semua bentangan di lapangan memungkinan terjadi fatigue karena semua nilai L/D lebih dari 30. Hal ini disesuaikan dengan code DNV RP F 105.

  Kemudian untuk membatasi analisa bentangan bebas, maka

dicari panjang bentangan bebas yang tidak melebihi panjang

span maksimum. Dari tabel sebelumnya dapat diketahui

jumlah bentangan bebas yang belum melebihi panjang span

maksimum sebanyak 17 bentangan. Untuk panjang bentangan

bebas yang melebihi panjang span maksimum

direkomendasikan langsung untuk dimitigasi.

(32)

Panjang Span Efektif

Gambar skenario free span pada pipeline (Vedeld, 2013)

Effective span length is the length of an idealised fixed-fixed span having the same structural response in terms of natural frequencies as the real free span supported on soil. (DNV RP F105 2006)

(33)

Analisa Panjang Span Efektif

Gambar hubungan panjang bentangan dengan panjang span efektif

0 10 20 30 40 50 60

Panjang Span Efeektif (m)

Panjang Bentangan (m)

Hubungan Panjang Bentangan Bebas dengan Panjang Span Efektif

Leff,IL Leff,CF

(34)

Defleksi Bentangan

Gambar gerakan statis dan VIV pada bentangan bebas pipeline

(35)

Analisa Defleksi Pada Free Span

Gambar hubungan panjang bentangan dengan defleksi

0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4

Defleksi (m)

Panjang Bentangan (m)

Hubungan Panjang Bentangan Bebas dengan Defleksi

d,IL d,CF

(36)

Analisa Frekuensi Natural Pada Bentangan

Gambar hubungan panjang bentangan dengan frekuensi natural

0.2 0 0.4 0.6 0.8 1.8 1.2 1.4 1.6 2 1

Frekuensi (Hz)

Panjang Bentangan (m)

Hubungan Panjang Bentangan Bebas dengan Frekuensi Natural

fn,IL fn,CF fs

(37)

Tegangan Pada Bentangan

  Analisa tegangan statis pada bentangan bebas pipa ini mengacu pada code ASME B 31.4. Tegangan yang diperhitungkan yaitu hoop stress, longitudinal stress dan von mises stress.

  Variasi tekanan yang digunakan dalam perhitungan tegangan yaitu Operating pressure (OP) = 3,168 Mpa, Maximum allowable operating pressure (MAOP) = 7.744 Mpadan Design pressure (DP) = 9.504 Mpa. Tegangan luluh atau SMYS (Specified minimum yield stress) = 358 Mpa.

  Tekanan yang melalui semua bentangan bebas diasumsikan

mengalami harga tekanan yang sama.

(38)

Tegangan Hoop

0 50 100 150 200 250 300

Hoop Stress (Mpa)

Panjang Free Span (m)

Hubungan Panjang Free Span dengan Hoop Stress

H,OP H,MAOP H,DP Batas, H

  Persamaan hoop stress

  Jika tekanan yang diberikan pipa makin besar, maka tegangan hoop yang terjadi semakin besar.

Tegangan ijin hoop stress < 0.72 SMYS. Tegangan hoop yang terjadi pada bentangan masih jauh dibawah tegangan ijin.

(39)

Tegangan Longitudinal

0 50 100 150 200 250 300 350

Longitudinal Stress (Mpa)

Panjang Free Span (m)

Hubungan Panjang Free Span dengan Longitudinal Stress

L,OP

L,MAOP

L,DP

Batas, L

Gambar hubungan panjang free span dengan tegangan longitudinal

(40)

Tegangan Von Mises

Gambar hubungan panjang free span dengan tegangan von mises

0 50 100 150 200 250 300 350

Von Mises Stress (Mpa)

Panjang Free Span (m)

Hubungan Panjang Free Span dengan Von Mises Stress

V, OP V, MAOP V, DP Batas V

(41)

Pemodelan CFD

Gambar model domain arus dan pipa

(42)

Pemodelan CFD

Gambar hasil pressure pada pipa

(43)

Pemodelan Multiphysics

Gambar hasil meshing model pipa

(44)

Pemodelan Multiphysics

Gambar Luaran tegangan von mises

(45)

Validasi Tegangan

Tabel validasi perhitungan von mises manual dengan pemodelan

Panjang Span Aktual (m)

Von Mises Stress (Mpa)

Koreksi Perhitungan (%)

Manual Permodelan

45.43 244.854 253 3.22

(46)

Stress Range Pada Bentangan

Gambar hubungan panjang bentangan dengan stress range

0 50 100 150 200 250 300

Stress range (Mpa)

Panjang bentangan bebas (m)

Hubungan panjang bentangan bebas dengan stress range

SIL SCF

Stress range merupakan perbedaan daerah tegangan minimum dan maksimum dalam siklus tegangan. (DNV RP C203)

.

(47)

Fatigue Damage

Gambar hubungan panjang bentangan dengan fatigue damage

0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12

Fatigue damage

Panjang bentangan bebas (m)

Hubungan stress range dengan fatigue damage

Dfat,CF Dfat,IL

(48)

Fatigue Life

Tabel sisa umur kelelahan pada bentangan

Span Aktual (m) Dfat Fatigue Life (tahun)

19.29 0.090544 82.8326

22.19 0.092937 80.6996

22.24 0.093657 80.0796

23.6 0.098376 76.2381

24.09 0.099539 75.3472

28.42 0.108407 69.1835

32.69 0.11053 67.855

32.98 0.111276 67.3998

33.47 0.112539 66.6434

34.69 0.11381 65.8994

35.38 0.115258 65.0711

38.21 0.120413 62.2855

38.42 0.120922 62.0233

40.16 0.124432 60.2741

41.92 0.126475 59.3004

42.83 0.129716 57.8187

45.43 0.134398 55.8044

(49)

Kesimpulan

1.  Jumlah bentangan bebas yang tidak melebihi panjang span maksimum sebanyak 17 bentangan. Panjang span maksimum sebagai batas panjang span diijinkan 45,85 m.

2.  Tegangan yang terjadi pada panjang bentangan bebas yang tidak melebihi panjang span maksimum masih dibawah tegangan yang diijinkan.

3.  Sisa umur kelelahan bentangan bebas pipa yang dianalisa Tugas Akhir masih lebih dari design life pipa yaitu 25 tahun.

(50)

Saran

•  Analisa panjang bentangan bebas maksimum bisa menggunakan metode lain seperti Finite elemen.

•  Analisa tegangan yang terjadi pada bentangan bebas dapat menggunkan code lain.

•  Perhitungan sisa umur kelelahan dapat menggunakan kombinasi beban selain VIV amplitude stress yang terjadi di sekitar pipa.

(51)

Contoh Support Pada Bentangan

Gambar Vertikal support member pada bentangan

(52)

Daftar Pustaka

•  American Society of Mechanical Engineers. 2002. ASME B31.4 : Pipeline Transportation System For Liquid Hydrocarbons And Other Liquids. The American Society of Mechanical Engineers, USA.

•  Arif, U. 2011. Analisa Freespan Akibat Scouring Pipa Bawah Laut.Ocean Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

•  Bai, Y. 2003. Pipelines And Risers. Elsevier. New York.

•  Bhirawa, T. 2009. Analisa Fatigue Pada Free Span Pipa Bawah Laut di Laut Jawa. Ocean Engineering, Institut Teknologi Bandung. Bandung.

•  Chakrabarti, S.K. 1987. Hydrodynamics of Offshore Structure. Computational Mechanics Publication. London

•  Chevron Indoensia Company. 2013. Data Kerja Praktek. Kerja Praktek. Balikpapan

•  Det Norske Veritas Offshore Standard F101. 2007. Recommended Practices for Submarine Pipelines System. Det Norske Veritas, Norway.

•  Det Norske Veritas Recommended Practices C203. 2005. Recommended Practices for Fatigue Design of Offshore Stell Structure. Det Norske Veritas, Norway.

•  Det Norske Veritas Recommended Practices F105. 2006. Recommended Practices for Free Spanning Pipelines. Det Norske Veritas, Norway.

•  Det Norske Veritas Recommended Practices F109. 2010. Recommended Practices for On- Bottom Stability Design Of Submarine Pipelines. Det Norske Veritas, Norway.

•  Det Norske Veritas Recommended Practices F204. 2005. Recommended Practices for Riser Fatigue. Det Norske Veritas, Norway.

(53)

Daftar Pustaka

•  Djatmiko, E. B. 2003. Analisis Keandalan dan Kelelahan Offshore Structure Design and Modelling. Ocean Engineering Trainning Center, Jurusan Teknik Kelautan-ITS.

•  Guo, B. 2005. Offshore Pipeline. Elsevier. New York.

•  Hafid, M. 2009. Fatigue Analysis Due To Vortex Induced Vibration Effects On Pipeline ConfigurationWith Inclinate Angel Variation. Ocean Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

•  Ikhwani, H. 2009. Diktat Kuliah Perancangan Pipa Bawah Laut (Edisi 1). Jurusan Teknik Kelautan. Surabaya.

•  Le Mehaute, B. 1976. An Introduction to Hydrodynamics and Water Waves.

Springer-Verlag. New York.

•  Mousselli, A. H. 1981. Offshore Pipeline Design, Analysis, and Methods. Penn Well Book. Oklahoma.

•  Popov, E.P. 1996. Mekanika Teknik. Penerbit Erlangga . Jakarta

•  Ramadhan, A. T. 2008. Analisa Fatigue Pada Free Span Akibat Beban VIV. Ocean Engineering, Institut Teknologi Bandung. Bandung

•  Soegiono. 2007. Pipa Laut. Airlangga University Press. Surabaya.

•  Techet, A.H. 2005. Vortex Induced Vibrations. http://www.glasssteelandstone.com accessed at July 15th 2013 10:00 a.m.

•  Vedeld, K., Sollund, H., Hellesland, J. 2013. “ Free Vibrations of Free Spanning Offshore Pipelines”. Engineering Structures. Vol. 56, hal. 18-82

•  Xu T., Bo L., Yong B. 1999. “Wave Induced Fatigue of Multi Span Pipelines”. Marine Structures. Vol. 12, hal. 84-10

(54)

Terima Kasih

Gambar

Gambar Jalur Pipeline
Gambar Peta jaringan pipa bawah laut (Chevron Indonesia Company, 2013)
Gambar Peta data survey free span (Chevron Indonesia Company, 2013) 12 4111115 2
Tabel  Data  Material  Pipa
+7

Referensi

Dokumen terkait