• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN I RENCANA QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAGIAN I RENCANA QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. BAGIAN I RENCANA QUALITY CONTROL DAN QUALITY ASSURANCE.

(2) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 1. Kebijakan dan Tujuan Quality Control dan Quality Assurance.

(3) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. KEBIJAKAN KONTROL KUALITAS DAN JAMINAN MUTU CEMS PABRIK UREA-1 PT. Pupuk Iskandar Muda bertekad menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen dengan kinerja unggul dan berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan tekad tersebut PT. Pupuk Iskandar Muda secara sinergi berupaya melakukan pengelolaan dan perbaikan lingkungan dengan terus-menerus guna mencegah dampak pencemaran emisi NH3 Pabrik Urea-1 melalui:. 1. Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk pengelolaan emisi Urea-1 khususnya CEMS (Contious emission Monitoring System) 2. Menyediakan dokumen kontrol kualitas dan jaminan mutu CEMS 3. Melakukan monitoring kualitas emisi NH3 berdasarkan hasil CEMS 4. Melakukan Tindaklanjut apabila emisi NH3 melebihi baku mutu Pabrik Kebijakan ini bertujuan sebagai komitmen manajemen untuk selalu menjamin kualitas. dan. keakuratan. data. yang. dihasilkan. oleh. CEMS.. Kebijakan. ini. dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, rekanan, pemasok dan pemangku kepentingan lainnya untuk dipahami dan keefektifan ditinjau berkala sekurangkurangnya satu kali dalam setahun.. Lhokseumawe,. Januari 2018. PT. Pupuk Iskandar Muda A.n Manajer Listrik & Intrumen. Azhari Superintendent Intrument.

(4) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 2. Sistem Kontrol Dokumen.

(5) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 2. Sistem Kontrol Dokumen PT. Pupuk Iskandar Muda telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 sejak tahun 1996, sehingga terkait sistem kontrol dokumen atau pengendalian dokumen untuk seluruh dokumen Perusahaan terpusat di Dept. Sismen yang dituangkan pada Prosedur Pengendalian Dokumen PIM-SIS-PD-001 sebagaimana terlampir..

(6) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(7) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(8) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(9) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(10) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(11) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(12) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(13) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(14) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(15) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(16) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(17) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(18) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 3. Acuan Peraturan CEMS dan Deskripsi Sistem CEMS.

(19) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 3. Acuan Peraturan CEMS dan Deskripsi CEMS 3.1. Acuan Peraturan CEMS Acuan peraturan CEMS yang digunakan adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Minyak dan Gas Bumi. Di dalam Peraturan tersebut disebutkan bahwa CEMS harus memiliki Dokumen Manual Kontrol Kualitas (Quality Control) dan Jaminan Mutu (Quality. Assurance) sebagaimana tertuang pada Lampiran IV. Sedangkan untuk Baku Mutu Emisi Amoniak (NH3) terdapat pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 133 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Emisi Bagi Kegiatan Industri Pupuk yang menyebutkan bahwa baku mutu emisi untuk Unit Urea Amoniak (NH3) adalah 300 mg/Nm3 (Lampiran II B). 3.2. Deskripsi Sistem CEMS CEMS (Contious emission Monitoring System) adalah seperangkat peralatan yang berfungsi untuk menganalisa seberapa besar konsentrasi polutan yang di emisikan ke udara ambient oleh sebuah industri. Selain itu, fungsi lainnya ialah sebagai indikator baik tidaknya proses produksi industri. CEMS terdiri dari beberapa buah Gas Analyzer yang terintegrasi denqan sebuah controler. Controler ini bisa berupa Data Logger atau system PLC. Fungsi utama dari controler ini ialah untuk Me-Record hasil Pemantauan emisi dan melakukan auto kalibrasi Gas Analyzer. Controler tersebut dihubungkan lagi dengan sebuah PC agar user / operator dapat melihat hasil pemantauan dalam bentuk data/grafik atau mencetak hasil nya tentunya dengan bantuan software khusus. Ada 3 macam metode Analyzer CEMS yaitu sebagai berikut:. 1. Metode ln-Situ Pada metode ini Sensor dan Analyzer diletakan langsung dititik sampling, sehingga pada metode ini tidak diperlukan pompa sampie untuk mengisap sampie. Kelebihan dari metode ini ialah tidak memiliki time delay dan.

(20) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. memiliki ke tingkat keakuratan yang baik karena proses pengukuran dilakukan secara langsung. 2. Ekstraksi Pada metode ini sampie tidak langsung di ukur di titik sampling, sampai hanya di hisap dengan menggunakan sampie pump lalu di alirkan ke Analyzer setelah di analisa gas dibuang lagi ke atmosfer. 3. Diluted-Extraction Metode ini hampir mirip dengan metode ekstraksi bedanya ialah untuk proses penarikan sampie gas dari titik sampling ke Analyzer dibantu oleh instrument air / Ory air dengan prinsip ejector. Alat yang digunakan untuk menarik gas sampie ini bernama OiJJutionProbe..

(21) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(22) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(23) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 4. Struktur Organinasi dan Penanggungjawab.

(24) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 4. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab CEMS (Contious emission Monitoring System) terpasang pada Pabrik Urea I. Penanggungjawab untuk pengoperasian dan pemeliharaan CEMS tersebut adalah Staf Instrument Bengkel yang dikepalai oleh Kepala Bagian Instrumen. berada dibawah Departemen Listrik dan Intrumen. Adapun tanggung jawab dari Staf Instrumen terkait CEMS adalah sebagai berikut: a. Melakukan start up CEMS b. Melakukan preventif maintenance c. Melakukan kalibrasi d. Melakukan back up data e. Melakukan audit tabung gas standar f. Melakukan perbaikan g. Melakukan audit kinerja CEMS h. Melakukan audit sistem CEMS.

(25) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(26) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 5. Fasilitas, Peralatan dan Inventarisasi Suku Cadang.

(27) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 5. Fasilitas, Peralatan dan Inventarisasi suku cadang 5.1 Fasilitas: 1. 1 Unit Bangunan Shelter Bangunan berukuran 9 m2, yang digunakan sebagai lokasi penempatan alat NH3 analyzer (LDS 6). 2. 1 Unit Panel Box LDS 6. Box khusus untuk panel mesin LDS 6, box ini dilengkapi dengan switch lampu otomatis untuk penerangan di dalam box. 3. +/- 80 M Hybrid and sensor cables Tubing atau selang bermaterial teflon yang disertai dengan coll heater di covernya, berfungsi untuk menjaga temperature gas sampel. 4. 1 unit AC split dan exhaust fan AC digunakan untuk mengkondisikan suhu ruangan shelter aqar terjaga temperaturnya sesuai spesifikasi kebutuhan alat LDS 6. Exhaust fan digunakan ketika membuang sisa gas NH3 atau bocoran gas di dalam shelter. 5.2 Peralatan: 1. Tabung gas standar NH3 100 ppm Tabung gas NH3 standar berkonsentrasi 100 ppm dengan volume 20 L yang digunakan sebagai standar kalibrasi Sensor Cross-Duct In-Situ. 2. LDS 6 (Central Unit) Unit sentral ditempatkan di rak 19 "dengan 4 pemegang untuk pemasangan dalam bingkai berengsel di rak dengan atau tanpa rel teleskopik. LDS 6 beroperasi sebagai unit independen yang ditenagai oleh pasokan listrik utama 100-240 V AC..

(28) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Gambar 1. Central Unit 3. Sensor Cross-Duct a. Sensor cross-duct in-situ, dikonfigurasikan sebagai transmitter dan unit penerima, terhubung melalui kabel sensor. b. Sambungan ke unit pusat LDS 6 menggunakan kabel hybrid dengan panjang maksimal 700 m stainless steel. c. Pembersihan fasilitas pada proses dan sisi sensor, aplikasi yang dapat dikonfigurasi dengan sambungan gas purging untuk: 1) Instrumen udara 2) Membersihkan blower udara 3) Uap 4) Nitrogen 5) Gas proses yang direaktifkan oleh peralatan tekanan. d. Jenis sensor CD 6 dan CD 6C sesuai dengan arahan peralatan tekanan.. Gambar 3. Sensor CD6, Unit Penerima Transmisi.

(29) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 5.3 Inventarisasi Suku Cadang: . 1 Tabung gas standar NH3 100 ppm Tabung gas NH3 standar berkonsentrasi 100 ppm dengan volume 20 L yang digunakan sebagai standar kalibrasi Sensor Cross-Duct In-Situ. (Untuk Inventarisasi harus ditnya ke pak Abdullah).

(30) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 6. Metode dan Prosedur : Analisis dan Akuisisi Data.

(31) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 6. Metode dan Prosedur : Analisis dan Akuisisi Data 6.1 Analisis LDS 6 adalah penganalisis gas dioda laser dengan prinsip pengukuran berdasarkan penyerapan cahaya spesifik komponen gas yang berbeda. LDS 6 cocok untuk pengukuran cepat dan non-kontak konsentrasi gas atau suhu dalam proses atau gas buang. Satu atau dua sinyal dari hingga tiga titik pengukuran diproses secara simultan oleh satu unit penganalisis pusat. Sensor cross-duct in-situ pada setiap titik pengukuran dapat dipisahkan hingga 700 m dari unit pusat dengan menggunakan kabel serat optik. Sensor dirancang untuk operasi di bawah kondisi lingkungan yang keras dan mengandung komponen listrik minimum.. 6.2 Akuisisi Data Akuisisi data dilakukan dengan mengambil nilai dari hasil pengukuran Sensor Cross-Duct yang ditransmisikan melalui kabel hybrid ke LDS 6. Kegiatan akuisisi data yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Back up data multitrend dengan CF/CF2 memory Back up data di multitrend dilakukan dengan masuk ke: . Option. . Export. . PEN option. 2. Membuka trend keluaran amoniak (NH3) dengan software TREND VIEWER Memindahkan data di CF/CF2 memory ke PC yang memiliki slot tersebut, dan membuka trend melalui software TREND VIEWER. Pemindahan data ke tabel dilakukan dengan manual satu persatu tiap PEN..

(32) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 7. Kalibrasi dan Pengawasan Kontrol Kualitas.

(33) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 7. Kalibrasi dan pengawasan kontrol kualitas 7.1. Kalibrasi. 1. Kalibrasi Zero Dilakukan apabila terjadi penyimpangan nilai zero ketika membuat zero KK valve. Kalibrasi Zero dapat dilakukan secara otomatis memakai instrument air dengan durasi 2 jam sekali. Selain itu kalibrasi zero juga dapat dilakukan secara manual dengan cara: a. Mematikan proses sampling dengan menekan tombol F1. b. Pilih stop system 1 c. Pilih F5 dan tekan Zero KK valve d. Pilih factor setting "Zero value" Maka nilai 0 ppm yang awalnya sudah menyimpang, dapat kembali kenilai 0 sebenarnya. 2. Kalibrasi span Kalibrasi ini dilakukan ketika sudah terjadi selisih penunjukan nilai NH3 yang sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil Laboratorium Kalibrasi span ini menggunakan gas standar sampling (NH3) dengan konsentrasi 0.1 ppm untuk range rendah dan 100 ppm untuk range besar. Kalibrasi ini dapat dilakukan manual dengan cara: a. Mematikan proses sampling dengan menekan tombol F1. b. Pilih Stop system. c. Pilih F5 dan tekan Span KKvalve, hingga indikasi NH3 sesuai dengan isi tabung yaitu 0.1 ppm, atau 100 ppm. d. Pilih factor setting "NH3 low I NH3 high" 3. Pengawasan kontrol kualitas Untuk mengontrol kualitas CEMS maka dibuatkan program pengawasan atau perawatan berkala dengan durasi 2 minggu sekali, yang menjadi prioritas pengawasan atau perawatan adalah probe elemen, filter, inlet dan outlet tube flowmeter dan motor vacuum, serta kondisi lingkungan..

(34) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 8. Perawatan: Preventif.

(35) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 8. Perawatan Preventif Inspeksi terhadap sistem CEMS 1 dilakukan secara periodik yaitu setiap 1 minggu, setiap 1 bulan serta setiap 6 bulan sekali. Inspeksi dilakukan oleh staf Instrument pabrik-1. Adapun item pengecekan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Preventif perminggu •. Check nilai pembacaan analyzer. •. Check visual system pembacaan signal dan noise. •. Check sample gas flow display LDS 6. •. Check zero gas flow display LDS 6. 2. Preventif perbulan •. Periksa oli dan air. •. Periksa filter element jika diperlukan. •. Periksa drain dan bersihkan jika diperlukan. •. Periksa instrument air. •. Periksa filter LDS 6 jika diperlukan. •. Periksa suara pump masih normal apa tidak. •. Periksa fan filter photometer jika diperlukan. •. Periksa zero point. 3. Preventif tiap 6 bulan •. Periksa internal filter setiap 6 bulan sekali. •. Periksa probe dan bersihkan. •. Periksa connector fitting. •. Periksa pressure cylinder gas. •. Periksa koneksi antara tabung gas span dan LDS 6.

(36) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 9. Audit Sistem.

(37) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 9. Audit Sistem CEMS (Contious emission Monitoring System) merupakan alat yang berfungsi untuk mengetahui baik atau tidaknya proses produksi di Pabrik, dalam hal ini CEMS NH3 berfungsi untuk mengetahui apakah Pabrik Urea (Prill) berjalan dengan baik dan tidak mencemari lingkungan. Oleh karena itu, CEMS harus selalu beroperasi dengan baik dan data hasil analisa harus seakurat mungkin. Setiap peralatan termasuk CEMS memiliki life time tersendiri sehinqqa diperlukan inspeksi atau audit terhadap keseluruhan sistem CEMS termasuk dari Alat Analyzer sampai dengan keluar data hasil pembacaan CEMS tersebut yang berada di Control Room. Audit dilakukan 1 tahun sekali meskipun telah ada preventif maintenance yang dilakukan setiap minggu, setiap bulan dan setiap 6 bulan. Adapun Audit Sistem yang dilakukan adalah: 1. Pengecekan terhadap Data dibandingkan dengan Hasil Lab dan Gas Standar 2. Pengecekan terhadap tabung gas standar 3. Pengujian test akurasi data 4. Pengecekan terhadap panel lokal analyzer 5. Pengecekan seluruh alat yang terdapat dalam sistem CEMS.

(38) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 10. Audit Kinerja.

(39) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 10. Audit Kinerja Untuk mengetahui kinerja dari CEMS (Contious emtssion Monitoring. System) maka perlu dilakukan audit atau pengecekan terhadap CEMS dengan membandingkan hasil analisa CEMS dengan hasil analisa lain dalam hal ini laboratorium. terakreditas. maupun. dengan. menggunakan. gas. standar. sebagaimana kalibrasi SPAN. Audit kinerja dilakukan secara periodik 1 tahun sekali disamping ada kalibrasi SPAN setiap 2 bulan sekali..

(40) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 11. Program Perbaikan (Corrective Action Program).

(41) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 11. Program Perbaikan (Corrective Action Program) a. Alarm LDS 6 error, dan pompa tidak bekerja Problem ini sering muncul ketika ada beberapa error yang tidak dapat secara otomatis reset oleh sistem. Dengan kata lain problem ini hanya dapat diselesaikan dengan cara manual, yaitu dengan menekan tombol F3, kemudian pilih reset error use. b. Indikasi flow alarm Problem ini muncul ketika indikasi flow pada sistem telah melebihi batas minimum flow yang disyaratkan oleh pengukuran yaitu 100 L/H. Hal ini dapat diperbaiki dengan mengkalibrasi ulang flowmeter melalui option F1 adjust zero flowmeter. Pastikan bahwa RN valve terbuka untuk mengatur flow pada range 300-400 L/H. Selain itu perlu untuk mengecek apakah ada buntuan di sekitar line output LDS 6. c. Temperature alarm, dan pompa tidak bekerja Hal ini terjadi ketika temperature di area probe maupun LDS 6 telah melewati batas maksimum temperature alat yaitu 180°C. Problem ini dapat diperbaiki dengan pengecekan terhadap temperature switch yang berada dibagian probe (ketinggian 60 m). Pastikan bahwa setting switch sudah benar dan tidak ada kabel switch yang putus. Selain itu perlu dipastikan bahwa AC ( air. conditioner) di shelter normal. d. Display LDS 6 blank Problem ini sering terjadi sesaat setelah terjadi power failure dari sumber power shelter. Blank display ini dapat dihindari (preventive) dan diperbaiki dengan mengamankan CPU LDS 6 terlebih dahulu dengan melepas MCB LDS 6 sesaat sebelum power failure. Setelah power kembali normal maka yang perlu dilakukan adalah mereset LDS 6 dan breaker power modul 10..

(42) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 12. Laporan.

(43) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 12.. Laporan. Hasil analisa CEMS yang termonitor di Control Room akan direkapitulasi setiap jam dalam kurun waktu 1 bulan oleh Operator dalam hal ini dilakukan oleh Operator Urea-1. Jika ditemukan hasil analisa yang melebihi baku mutu emisi NH3 yang dipersyaratkan (300 ppm), maka operator wajib melakukan action atau tindak lanjut untuk memperbaiki proses yang terjadi pada Pabrik Urea agar emisi yang dihasilkan memenuhi baku mutu. Setiap bulan laporan rekapitulasi tersebut dikirimkan kepada Bagian Lingkungan Dept K3 LH Kemudian Dept K3 LH akan melaporkan data rekapitulasi CEMS tersebut setiap triwulan kepada KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)..

(44) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 13. Daftar Pustaka.

(45) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 13. Daftar Pustaka 1. www.wikipedia.com/Contious emission Monitoring System 2. PermenLH Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Minyak dan Gas Bumi 3. KepMenLH Nomor 133 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Emisi Bagi Kegiatan Industri Pupuk.

(46) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. BAGIAN II. STANDAR OPERATING PROSEDURE.

(47) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 1. Start Up dan Operasi.

(48) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE START UP LDS 6 CEMS NH3 EXIT AREA PRILLING TOWER UREA-1. Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 I.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memperlancar proses start up LDS 6 dalam pengukuran NH3 exit stack Prill Urea-1.. II.. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di area produksi Urea-1.. III. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument,yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument IV.. V.. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi INSTRUKSI KERJA 1. Pastikan semua kabel sudah terhubung dan terpasang dengan baik 2. Turn ON semua switching yang ada di terminal box 3. Turn ON semua switching yang ada di dalam panci 4. Layar monitor aktif dan tunggu sekitar I jam karena ini proses heating untuk analyzer 5. Check tampilan pada analyzer pastikan tidak ada status "error" dan fault 6. Jika tidak terdapat "error maupun fault" maka system secara otomatis akan "measuring' 7. Setiap 2 jam sekali akan ada proses blow back, dan ini memberikan sinyal / status 8. Setelah proses blow back selesai maka system akan kembali normal" operation". Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(49) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 2. Inspeksi System CEMS/Perawatan Preventif.

(50) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 2. Inspeksi System CEMS/Perawatan Preventif Inspeksi terhadap sistem CEMS Urea-1 dilakukan secara periodik yaitu setiap 1 minggu, setiap 1 bulan serta setiap 6 bulan sekali. Inspeksi dilakukan oleh staf Instrument Pabrik Urea-1. Adapun item pengecekan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Preventif perminggu •. Check nilai pembacaan analyzer. •. Check visual system pembacaan signal dan noise. •. Check sampie gas flow display LDS 6. •. Check zero gas flow display LDS 6. b. Preventif perbulan •. Periksa oli dan air. •. Periksa filter element jika diperlukan. •. Periksa drain dan bersihkan jika diperlukan. •. Periksa instrument air. •. Periksa filter LDS 6 jika diperlukan. •. Periksa suara pump masih normal apa tidak. •. Periksa fan filter photometer jika diperlukan. •. Periksa zero point. c. Preventif tiap 6 bulan •. Periksa internal filter setiap 6 bulan sekali. •. Periksa probe dan bersihkan. •. Periksa connector fitting. •. Periksa pressure cylinder gas. •. Periksa koneksi antara tabung gas span dan LDS 6.

(51) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 3. Prosedur Kalibrasi.

(52) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE KALIBRASI LDS 6 CEMS NH3 EXIT AREA PRILLING TOWER UREA-1. Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 I.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memperlancar proses kalibrasi zero LDS 6 milik unit urea-1. II. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi-1, khususnya di area urea-1, stack prilling tower III. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR KALIBRASI ZERO LDS 6 1. Pastikan instrument air sudah terkoneksi dan pressure regulator @ setting 3 bar 2. Set dan arahkan valve ke posisi "zero" 3. Press key F7 dengan penujukkan "manual cal" yang ada pada tampilan menunya 4. Pilih menu "KK3 zero valve" 5. Check tampilan flow dengan menunjukkan pembacaan 400-500 L/H 6. Set throttle RN-l sampai flow mencapai 400 L/H 7. Tunggu sampai pembacaan analyzer menunjukkan pembacaan "0" 8. Setelah analyzer menunjukkan nilai terendah, masuk ke menu "factor setting" 9. Save pembacaan nilai zero.. Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(53) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE KALIBRASI SPAN 6 CEMS NH3 EXIT AREA PRILLING TOWER UREA-1. Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 VI.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memperlancar proses kalibrasi span LDS 6 milik unit urea-1. VII. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di area urea-1 VIII. TANGGUNG JAWAB IV. Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument V. VI. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR KALIBRASI SPAN LDS 6 1. Pastikan tabung gas sudah terpasang dan terkonek dengan baik 2. Set pressure regulator pada 1,7 bar 3. Set dan arahkan valve ke posisi span 4. Press key F7 dengan penunjukkan "manual cal" yang ada pada tampilan menu 5. Pilih menu "KK4 SPAN Valve" 6. Check tampilan flow di layar monitor dengan menunjukkan pembacaan 400-500 L/H 7. Tunggu sampai pembacaan analyzer menunjukkan nilai yang sesuai dengan range 8. Lanjutkan dengan masuk ke menu "factor setting" 9. Save pembacaan nilai span Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(54) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 4. Prosedur Preventive Maintenance.

(55) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE PREVENTIVE MAINTENANCE ANALYZER NH3 EXIT (CEMS). Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 I.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memperlancar proses preventive maintenance pada alat analyzer NH3 exit CEMS yang dimiliki unit produksi urea-1.. II. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di unit produksi urea-1, area prilling tower exit stack. III. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument. IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR PREVENTIVE MAINTENANCE ANALYZER NH3 EXIT CEMS 1. Koordinasi dengan operator bahwa akan dilakukan maintenance 2. Memposisikan sistem LDS 6 pada posisi switch "maintenance" 3. Melakukan check zero dan menyetting "0" ulang pengukuran LDS 6 4. Melakukan kalibrasi flow meter 5. Aktifkan auto blowback system terhadap sampling line tiap 2 jam sekali 6. Mengembalikan switch "maintenance" ke switch "operation" 7. Membersihkan panel LDS 6 dari debu.. Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(56) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 5. Prosedur Audit 1 : Audit Cylinder gas.

(57) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE AUDIT TABUNG GAS STANDAR ANALYZER NH3 EXIT (CEMS). Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 VI.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memastikan gas standar yang digunakan CEMS NH3 exit milik unit urea-1.. VII. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di unit produksi urea-1. VIII. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument.. IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR AUDIT TEST AKURASI 1. Lakukan pemeriksaan visual bagian luar tabung 2. Lakukan pengujian tekanan hidrostatik atau kebocoran. Jika terdapat bocoran perlu dilakukan penggantian tabung gas standar 3. Tabung yang tidak lulus pengujian hidrostatis perlu diperbaiki 4. Setelah dilakukan inspeksi, perlu dilakukan pemasangan marking pada tabung gas standar. Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(58) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 6. Prosedur Audit 2 : Audit Tes Akurasi Relative.

(59) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE AUDIT TEST AKURASI ANALYZER NH3 EXIT (CEMS). Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 I.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memastikan akurasi hasil analisa NH3 exit CEMS milik unit produksi Urea-1. II. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di unit produksi urea-1. III. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument. IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V.. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR AUDIT TEST AKURASI 1. Koordinasi dengan operator dab staf laboratoriun untuk mengetahui hasil analisa dari CEMS dan analisa dari Lab 2. Melakukan komparasi terhadap hasil CEMS dan hasil Lab 3. Jika terjadi perbedaan signifikan, perlu dilakukan pengujian menggunakan gas standar 4. Lakukan pengujian gas standar sesuai dengan kalibrasi span. Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(60) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 7. Prosedur Audit Sistem.

(61) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE AUDIT SISTEM ANALYZER NH3 EXIT (CEMS). Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 VI.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memastikan sistem CEMS NH3 exit milik unit produksi Urea-1 berjalan dengan baik. VII. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di unit produksi urea-1. VIII. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument. IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V.. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR AUDIT SISTEM CEMS 1. Lakukan evaluasi data hasil analisa CEMS dalam kurun waktu 6 bulan 2. Lakukan pengecekan terhadap tabung gas standar 3. Lakukan pengujian test akurasi data menggunakan gas standar 4. Lakukan pengecekan terhadap panel lokal analyzer 5. Lakukan pengecekan fasilitas dari panel lokal analyzer sampai dengan monitoring di control room 6. Setelah selesai dilakukan audit, dibuatkan laporan hasil audit.. Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(62) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 8. Prosedur Back Up Data.

(63) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. Nomor Dokumen : INTRUKSI KERJA PROSEDURE BACK UP DATA MULTITREND ANALYZER NH3 EXIT (CEMS). Tanggal : Terbitan : Revisi : Halaman :. INSTRUMENT UNIT UREA-1 I.. TUJUAN Instruksi kerja ini dibuat untuk memPERLANCAR proses back up data multitrend untuk keperluan analisa data NH3 exit CEMS milik unit Urea-1.. II. RUANG LINGKUP Instruksi kerja ini hanya berlaku di wilayah kompartemen produksi, khususnya di unit produksi urea-1. III. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dipersiapkan oleh bagian instrument yang disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument. IV. DOKUMEN TERKAIT IM - 2001 - 2120 : Prosedur Kalibrasi V.. INSTRUKSI KERJA PROSEDUR BACK UP DATA MULTITREND ANALYZER NH3 EXIT CEMS 1. Koordinasi dengan operator bahwa akan dilakukan maintenis trend 2. Menyiapkan touch tool yang digunakan untuk menyentuh touchscreen 3. Menyiapkan memory jenis CF/CF2 yan sesuai dengan slot memory 4. Pasang Memory card CF/CF2 5. Pilih ikon menu, kemudian pilih option 6. Pilih ikon export data, pilih export to memory 7. Pilih PEN yang akan diexport yaitu NH3 exit "NORM OP" dan "START UP". Disiapkan oleh : Staf Instrument Unit. Diperiksa oleh : Superintendent Instrument. Disahkan oleh : Manajer Listrik & Intrument.

(64) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 9. Prosedur Pelatihan.

(65) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(66) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(67) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(68) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(69) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(70) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(71) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(72) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(73) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(74) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(75) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(76) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa.

(77) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 10. Sistem Pengamanan CEMS.

(78) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 10. Sistem Pengamanan Sistem pengamanan alat LDS 6, sebagai berikut: • Cover box LDS 6 Cover box LDS 6 ini berfungsi dalam mencegah masuk dan menumpuknya debu dari udara sekitar ke dalam alat analyzer. Debu merupakan salah satu ancaman bagi segala macam alat instrumentasi elektronika. Salah satu bagian yang rawan mengalami malfunction adalah terminal kabel dan PCS elektronika yang ada di di dalam IO modul box. • Password Sistem analyzer MCS 100E ini dilengkapi dengan fasilitas untuk setting parameter dan setting program pada CPUnya. Hal ini berimplikasi pada pengawasan khusus terhadap tingkat sekuritas alat. Dengan adanya gate password diharapkan bahwa tidak semua orang dapat mengakses dan mensetting alat, hanya engineer saja yang mampu masuk ke dalam program. • Temperature switch Dalam fungsinya sebagai safety device temperature pada LDS 6, temperature switch akan bekerja sebagai kontak yang akan lepas jika temperature telah melebihi batas maksimum temperature. Sistem akan secara otomatis shutdown dan menghentikan proses heating. Dengan demikian, maka peralatan elektronik LDS 6 tidak akan mengalami overheated yang berdampak merusak komponen elektronika di dalamnya. • Shelter berkunci ganda Shelter MCS 100E dilengkapi dengan kunci ganda yang mana tidak semua orang bisa masuk. Hanya tim engineer dan operator berkepentingan yang memiliki kunci kunci ganda ini..

(79) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. 11. Prosedur Pelaporan Data.

(80) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA. Berperan aktif dalam ketahanan pangan dan kemakmuran bangsa. I.. TUJUAN Instruksi Kerja ini dibuat sebagai pedoman untuk melakukan pelaporan hasil analisa NH3 exit sesuai dengan data dari Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS) yang terpasang di Pabrik Urea- I.. II.. RUANG LINGKUP Instruksi Kerja ini berlaku untuk pelaporan data kualitas CEMS Pabrik Urea-I.. III.. DEFINISI 1. CEMS merupakan alat yang digunakan untuk melakukan monitoring kualitas emisi NH3 exit yang dipasang pada stack suatu Pabrik. 2. Emisi adalah gas sisa dari proses produksi yang dikeluarkan melalui stack atau cerobong.. IV.. TANGGUNG JAWAB Instruksi kerja ini dibuat (termasuk perubahannya) oleh Bagian Intrument serta disahkan oleh Manajer Listrik & Intrument. V.. DOKUMEN TERKAIT a. PM-Ol-OOOl : Panduan Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik b. IK-36-l008 : Pengendalian Program Manajemen Lingkungan c. SD-36-0004 : Standart Pemantauan dan Pemeriksaan Air Limbah, Emisi, dan Udara Ambient. VI.. INSTRUKSI KERJA 1. Foreman melakukan pencatatan data NH3 exit beserta laju alir yang tertera pada monitor CEMS di Control Room setiap jam sekali. 2. Jika data kualitas emisi NH3 exit melebihi baku mutu (300 ppm), Foreman melaporkan kepada atasan untuk dilakukan tindak lanjut dan dicatat pada logsheet pelaporan CEMS. 3. Setiap satu bulan sekali Bagian Intrument melaporkan data NH3 exit tersebut kepada Bagian Lingkungan DepK3 & LH. VII. LAMPIRAN 1. Form Pemantauan CEMS per jam.

(81)

Gambar

Gambar 3. Sensor CD6, Unit Penerima Transmisi

Referensi

Dokumen terkait