SEAMOLEC
Magazine
Team
AAddvviissoorrss
SSEEAAMMOOLLEECC DDiirreeccttoor
Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto
MMaannaaggeerr ooff PPuubblliicc RReellaattiioonn
Muhammad Andriansyah, MT.
EEddiittoorr
Muhammad Andriansyah
Habib Marzuqi
SSttaaffff
Yusmar Hadi
Handi Pradana
LLaayyoouutt
Dyah Permatasari
SSEEAAMMOOLLEECC MMaaggaazziinnee
Kompleks Universitas Terbuka
Jl . Cabe Raya, Pondok Cabe,
Pamulang 1 541 8
Jakarta, INDONESIA
Phone: (62-21 ) 7423725, 74241 54
Fax: (62-21 ) 7422276, 7423830
http://magazine.seamolec.org
[email protected]
SEAMOLEC Magazine is a monthly
publication magazine of the SEAMEO
Regional Open Learning Centre
(SEAMOLEC). Any comments and
information you wish to contribute,
please contact PR/ Marketing Division:
[email protected]
Salam Redaksi
A
pa kabar pembaca setia SEAMOLEC Magazine?
Sebelumnya kami atas nama seluruh jajaran direksi
dan staf SEAMOLEC mengucapkan Selamat Tahun
Baru 201 5.
Pada edisi kali ini kami menyajikan berbagai ulasan program
dan aktifitas SEAMOLEC, diantaranya mengenai Kunjungan
Presiden SEAMEO Council ke Indonesia, SEA Digital
Classroom SEAMOLEC serta Seminar dan Pendidikan
Jarak Jauh untuk menghadapi tantangan era digital dalam
proses belajar mengajar.
Presiden SEAMEO Council berkunjung ke SEAMOLEC
dan bertemu dengan 6 Direktur SEAMEO Centre Indonesia.
Presiden SEAMEO Council juga meresmikan program
Southeast (SEA) Digital Classroom atau Program Kelas
Digital Asia Tenggara yang dikembangkan oleh SEAMOLEC
untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara
melalui pembelajaran digital dan penggunaan perangkat
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kelas dengan
menekankan pada kreativitas dan kolaborasi. Proyek uji
coba program ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah
di Bandung, Jawa Barat, dan Malang, Jawa Timur.
Akhir kata, Selamat membaca kepada pembaca setia
SEAMOLEC Magazine dan Salam Sukses !
Kon
ten
Serba Serbi
Staff Development 2008 - 201 4
Kunjungan Presiden SEAMEO
SEA Digital Classroom
Workshop
SEAMOLEC Gelar Seminar dan
7
4
9
1 2
Pameran Pendidikan Jarak Jauh
Council ke Indonesia
SEAMOLEC
KUNJUNGAN PRESIDEN SEAMEO COUNCIL
KE INDONESIA
P
residen Southeast Asian Ministries of Education Organization (SEAMEO) Council yang juga merupakan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Prof Dr Pham Vu Luan, melaksanakan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 27‐29 Januari 2015. Acara kunjungan ini diantaranya kunjungan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pertemuan dengan 6 Direktur SEAMEO Centre Indonesia, serta kunjungan ke SMKN 57 Jakarta untuk melakukan konferensi video antara Indonesia dan Thailand sekaligus mengetahui informasi lebih lanjut tentang program kerja sama dalam bidang pendidikan kejuruan.SEAMEO adalah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1965, berfungsi untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia
Tenggara. Langkah SEAMEO dalam menggapai hal tersebut adalah melalui pembentukan jaringan dan kemitraan, penyediaan forum intelektual bagi para pembuat kebijakan dan para ahli, dan promosi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Pada tanggal 28 Januari 2015, Presiden SEAMEO Council mengunjungi SEAMOLEC, Jakarta untuk bertemu dengan 6 Direktur SEAMEO Centre Indonesia, yaitu Regional Centre for Tropical Biology (BIOTROP), Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language, QITEP in Mathematics, QITEP in Science, Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON), dan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).
Direktur SEAMOLEC, Dr Ir Gatot Hari Priowirjanto menyampaikan salam juga sambutannya kepada Presiden SEAMEO Council beserta delegasi, diikuti dengan menjelaskan ringkasan inisiatif atau program yang telah dilakukan oleh SEAMOLEC. Ditampilkan juga presentasi multimedia 6 SEAMEO Centre Indonesia untuk menjelaskan prestasi dan program unggulan yang telah dilaksanakan oleh masing‐masing Centre. Pada kesempatan kali ini, Presiden SEAMEO Council meresmikan program Southeast (SEA) Digital Classroom atau Program Kelas Digital Asia Tenggara yang dikembangkan oleh SEAMOLEC untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara melalui
pembelajaran digital dan penggunaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kelas dengan menekankan pada kreativitas dan kolaborasi. Proyek uji coba program ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah di Bandung, Jawa Barat, dan Malang, Jawa Timur. Seluruh metode pengajaran dan pembelajaran disampaikan melalui perangkat media digital dan elektronik, seperti komputer, tablet, maupun ponsel.
Turut diperkenalkan dalam acara ini, program SEA Language 1.0 dan pentas e‐Angklung. SEA Language 1.0 dirancang untuk memfasilitasi model baru dalam pembelajaran bahasa untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015. SEA Language 1.0 dikembangkan
dengan menggunakan App Inventor, aplikasi pemrograman berbasis Android (open source) yang dapat diakses melalui perangkat mobile. Sedangkan, e‐Angklung diperkenalkan sebagai alat musik tradisional dari Jawa Barat, Indonesia dalam format digital. e‐Angklung ini dikembangkan oleh siswa SMA berprestasi di Bandung yang menggunakan platform yang sama dengan SEA Language.
TIK telah menjadi isu utama yang disadari oleh SEAMEO sebagaimana tertuang dalam resolusi SEAMEO Council ke‐ 41 tahun 2006 dan ke‐42 tahun 2007. SEAMOLEC, sejak berdiri pada tanggal 27 Februari 1997, memiliki visi untuk menjadi pusat keahlian dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Banyak program yang telah berjalan dengan baik di negara‐negara Asia Tenggara dan negara lainnya, terutama untuk mendukung program pendidikan jarak jauh dengan memaksimalkan penggunaan TIK. SEAMOLEC juga mengembangkan dan membuka banyak jaringan kerjasama dan kemitraan yang luas antara lembaga pendidikan dan lembaga lainnya, termasuk negara ASEAN +3 (Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Brunei, Filipina, Malaysia, Singapura, Timor Leste, China, Korea Selatan, dan Jepang), juga 8 Associate Member Countries (Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, New Zealand, Spanyol, dan Inggris). Khusus dengan institusi pendidikan di Vietnam, SEAMOLEC telah bekerjasama dengan University of Labour and Social Affairs di Ho Chi Minh, Hanoi Open University, Hanoi University, Kien Giang Vocational College, dan beberapa sekolah menengah atas di Hanoi.
Selama 7 tahun berjalan sejak 2008‐2014, SEAMOLEC telah melatih lebih dari 26.923 guru, dosen, instruktur, pendidik dan administrator TI di berbagai lembaga pendidikan di Asia Tenggara dan lainnya untuk menghadapi tantangan era digital dalam proses belajar mengajar dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang TIK. Penyesuaian rancangan program pelatihan/workshop dan berbagai inisiatif baru untuk menanggapi perubahan kebutuhan serta
tantangan baru, telah dilaksanakan oleh SEAMOLEC dalam rangka meningkatkan respon dan relevansinya dalam melayani mitra kerjanya di Asia Tenggara.
Serba Serbi
Atas, presentasi demo
SEA Digital Classroom.
Kiri, sambutan
kedatangan Presiden
SEAMEO Council dan
Delegasi di SEAMOLEC.
SEAMOLEC Gelar Seminar dan Pameran
SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC)
menyelenggarakan Seminar dan Pameran Jarak Jauh. Rangkaian acara yang berlangsung di Jakarta, 4‐5 Februari 2015 ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Prof. Ainun Na'im. "Seminar dan
Pemeran ini penting untuk
menghadapi tantangan era digital dalam proses belajar mengajar. SEAMOLEC telah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pengajar dan pendidik tentang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan lainnya,' kata Ainun pada pidato pembukaan.
D
alam seminar pendidikan jarak jauh kali ini sejumlah kertas kerja dibahas. Bupati Cianjur yang diwakili oleh Dr. Saepul Milah didaulat menjelaskan tentang perkembangan para anak didik di 18 sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Cianjur yang telah menggunakan IT dalam proses pembelajaran. Hadir pula pembicara Mochamad Hariadi Ph.D dari Institut Teknologi Surabaya, Prof. Suwarno Ph.D dan Dr. Imam Santoso dari Institut Teknologi Bandung, serta best practices ujian dalam 9 jaringan 9 kota oleh Dr. Gatot Hari Priowirjanto dari SEAMOLEC dan Kardiyono, guru SMKN 1 Batang. Mereka semua menyampaikan pengalaman, manfaat, kesulitan dan solusi dalam penggunaan teknologi informasi komunikasi.SEAMEO Centre Indonesia lainnya
juga turut andil meramaikan acara seminar dan pameran ini, yaiu Regional Centre for Tropical Biology (BIOTROP), Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnels (QITEP) in Language, QITEP in Mathematics, QITEP in Science, and Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON), dengan menjelaskan dan menampilkan program‐program unggulan yang dilaksanakan di Asia Tenggara. Direktur SEAMOLEC Dr. Gatot Hari Priowirjanto menyatakan, acara ini diharapkan akan mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan pendidikan, yaitu menjadikan masyarakat lebih berkualitas, hidup lebih baik, mudah, sejahtera dan nyaman. Dengan penyesuaian rancangan program pelatihan dan berbagai inisiatif baru untuk menanggapi perubahan
kebutuhan serta tantangan baru diharapkan dapat meningkatkan respon relevansinya melayani mitra kerjanya di Indonesia dan Asia tenggara.
"SEAMOLEC selama 7 tahun terakhir telah melatih hampir 27 ribu guru, dosen, instruktur, pendidik, dan administrator IT di berbagai lembaga pendidikan di Asia Tenggara. Meraka yang dulunya bekerja secara konvosional itu sekarang sudah mampu telah menggunakan TIK sehingga lebih praktis, mudah, cepat, dan aman", ujarnya.
Gatot menambaahkan, SEAMOLEC telah memiliki unggulan lain, yakni program Southeast (SEA) Digital Classroom atau Program Kelas Digital Asia Tenggara. Program ini baru saja diresmikan oleh Presiden
Pendidikan Jarak Jauh
Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Council yang juga merupakan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Prof Pha VU Luan saat berkunjung ke Indonesia bulan Januari lalu. Program SEA Digital Classroom diciptakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara melalui pembelajaran digital dan penggunaan perangkat TIK di kelas dengan menekankan pada kreativitas dan kolaborasi. "Para Siswa di kelas Sekolah Dasar (SD) akan berjejaringan dan ber‐networking dengan siswa‐siswa sekolah‐sekolah di Asia Tenggara. Begitu juga dengan siswa SMP dan SMA," ujarnya. Proyek uji coba program telah dilaksanakan di beberapa sekolah di Bandung dan Malang. Seluruh metode pengajaran dan pembelajaran disampaikan melalui perangkat media digital dan elaktronik, seperti komputer, tablet, maupun ponsel. Selain itu turut
memperkenalkan dalam acara ini, program Simulasi Digital dan SEA Language 1.0 yang dirancang untuk memfasilitasi model baru dalam pembelajaran TIK dan bahasa untuk mendukung Masyarakat ASEAN 2015.
SEA DIGITAL CLASSROOM SEAMOLEC
MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI MENINGKATKAN KUALITAS
PENDIDIKAN DI ASEAN
H
al tersebut terlihat saat Presiden Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Council yang juga merupakan Menteri Pendidikan dna Pelatihan Vietnam, Prof Dr Pham Vu Luan, melaksanakan kunjungan resmi ke Indonesia pada 27‐29 Januari 2015 lalu. Salah satunya ke SEAMOLEC.Dalam kunjungan ke SEAMOLEC pada 28 Januari kemarin, Presiden SEAMEO Council Phan Vu Luan, bertemu dengan 6 direktur SEAMEO Centre Indonesia. Yakni, regional Centre for Tropical Biology (BIOTROP), Regionla Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personal (QITEP) in Language, QITEP in Mathematics, QITEP in Science, dan Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON).
Dihadapan Phan Vu Luan dan rombongan, De Ir Gatot Hari Priwirjanto selaku direktur SEAMOLEC
menyampaikan program dan pencapaian prestasi yang telah dilaksanakan SEAMOLEC. Salah satu yang akan menjadi unggulan tahun ini, diresmikan pada kunjungan Phan Vu Luan adalah program Southeast (SEA) Digital Classroom atau Program Kelas Digital Asia tenggara.
Gatot menjelaskan, program SEA Digital Classroom diciptakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara melalui pembelajaran digital dan penggunaan perangkat Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) di kelas dengan menekankan pada kreativitas dan kolaborasi. "Para siswa di kelas Sekolah Dasar (SD) akan berjejaringan dan ber‐networking dengan siswa‐siswi sekolah‐sekolah di Asia Tenggara. Begitu juga dengan siswa SMP dan SMA", ternagnya dengan bangga.
Proyek uji coba program ini telah
SEAMEO Regional
Open Learning
Centre
(SEAMOLEC) yang
berkantor di
Kompleks
Universitas Terbuka
(UT), Pondok Cabe,
Pamulang, kian
menunjukkan
ekstensitensi dan
peran strategisnya.
Sebagai lembaga
pendidikan,
SEAMOLEC amat
nyata menjadi
engine perubahan
siswa di ASEAN
dalam menghadapi
masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA).
Serba Serbi
dilaksanakan di beberapa sekolah di Bandung dan Malang. Sluruh metode pengajaran dan pembelajaran disampaikan melalui perangkat media digital dan elektronik, seperti komputer, tablet, maupun ponsel. Turut diperkenalkan dalam acara ini, program SEA Language 1.0 dan pentas e‐Angklung.
SEA Language 1.0 dirancang untuk memfasilitasi model baru dalam pembelajaran bahasa untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015. SEA Language 1.0 dikembangkan dengan menggunakan app inventor, aplikasi pemrograman berbasis Android (open source) yang dapat diakses memlalui perangkat mobile. "Pasra siswa nantinya wajib menguasai tiga bahasa. Misalnya, Indonesia, Thailand, Vietnam," tambahnya.
Sedangkan e‐Angklung diperkenalkan sebagai alat musik tradisional dari Jawa Barat, Indonesia dalam format digital. e‐Angklung ini dikembangkan oleh siswa SMA berprestasi di Bandung yang menggunakan platform yang sama dengan SEA Language.
Dari pantauan Sindo Weekly, Presiden SEAMEO Council beserta delegasi tampak kagum dengan apa yang telah dilakukan SEAMOLEC. Misalnya saja saat mereka menyaksikan bagaimana siswa‐ siswi yang mengikuti program belajar di SEAMOLEC menunjukkan kecakapannya dalam berbahasa Vietnam. Phan Vu Luan memberi apresiasi dengan tersenyum dan tertawa kecil. Hal yang sama kembali terlihat kala sejumlah siswa menunjukkan aksinya memainkan e‐Angklung.
Pada kunjungan ini pula, Phan Vu Luan mendengarkan presentasi 6 SEAMEO Centre Indonesia yang menjelaskan prestasi dan program unggulan masing‐ masing Centre. Misal, prestasi dan program unggulan dari Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) di ASEAN. salah satu yang sudah dilakukan adalah capacity building pada National Institute of Nutrition (NIN) di Vietnam. "Capacity building NIN mengikuti program kia", ujar Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat, Dr. Ir. Dwi Nastiti Iswaranti MSc.
SEMAKIN BANYAK DAN MUDAH
Patut diketahui, SEAMEO adalah organisasi international yang didirikan pada tahun 1965. Organisasi ini berfungsi untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia Tenggara.
Langkah SEAMEO dalam menggapai hal tersebut adalah melalui pembentukan jaringan dan kemitraanm penyediaan forum intelektual bagi para pembuat kebijakan dan para ahli, dan promosi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Adapun isu utama yang disadari oleh SEAMEO adalah pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Isu utama ini sebagaimana tertuang dalam resolusi SEAMEO Council ke‐41 tahun 2006 dan ke‐ 42 tahun 2007.
Sedangkan SEAMOLEC sendiri, berdiri pada 27 Februari 1997. SEAMOLEC memiliki visi untuk menjadi pusat keahlian dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Banyak program yang telah berjalan dengan baik di negara‐negara Asia tenggara dan negara lainnya, terutama untuk mendukung program pendidikan jarak jauh dengan memaksimalkan penggunaan TIK.
Selama 7 tahun terakhir, yakni 2008‐2014, SEAMOLEC telah melatih lebih dari 26.923 guru, dosen, instruktur, pendidikan di Asia Tenggara. Untuk menghadapi tantangan era digital dalam proses belajar mengajar, SEAMOLEC juga meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang TIK dan lainnya. Misalnya, dengan penyesuaian rancangan program pelatihan/ worshop dan berbagai inisiatif baru untuk menanggapi perubahan kebutuhan serta tantangan baru. ini juga dalam rangka meningkatkan respon dan relevansinya melayani mitra kerjanya di Asia Tenggara.
SEAMOLEC telah mengembangkan dan membuka benyak jaringan kerjasama dan kemitraan yang luas antara lembaga pendidikan dan lembaga lainnya, termasuk negara ASEAN +3 (Asia Tenggara, China, Korea Selatan, dan Jepang), juga 8 Associate Member Countries (Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, New Zealand, Spanyol,, dan Inggris). Khusus dengan institusi pendidikan di Vietnam, SEAMOLEC telah bekerjasama dengan University of Labour and Social Affairs di Ho Chi Minh, Hanoi Open University, Hanoi University, Kien Giang Vocational College, dan beberapa sekolah menengah atas di Hanoi.
Selain mengunjungi SEAMOLEC, Phan Vu Luan sebelumnya telah mengunjungi Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu, ada pula kunjungan ke SMKN 57 Jakarta untuk melakukan koonferensi video antara Indonesia dan Thailand sekaligus mengetahui informasi lebih lanjut tentang program kerjasama dalam bidang pendidikan kejuruan.
Kepada Sindo Weekly, Gatot menegaskan, SEAMOLEC telah menjadi engine perubahan dan pergerakan siswa dan mahasiswa Indonesia ke seluruh Asia Tenggara. Sehingga, dengan kedatangan Presiden SEAMEO Council ke Indonesia, di berharap, kerjasama international di bidang pendidikan vokasi akan semakin bertambah. "Kita berharap interaksi antarkelas di Asia juga semakin banyak dan mudah", imbuhnya.
Serba Serbi
M
Maajjaallaahh SSIINNDDOOWWEEEEKKLLYY N
Noo.. 4499 TTaahhuunn IIIIII,, 5