LAPORAN SURVEI NASIONAL
Teks penuh
(2) POPULASI DAN SAMPLE • Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon atau cellphone, yang mempunyai anak sedang sekolah, baik yang bersekolah di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai dengan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas). • Sampel dipilih secara acak dari populasi tersebut dengan metode double sampling atau two phase sampling.. 2 9/16/21 Survei Nasional.
(3) METODOLOGI • Sampel dipilih secara acak dari populasi tersebut dengan metode double sampling atau two phase sampling. • First phase • Sampel dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dari dari populasi warga Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Sampel terdistribusi secara proporsional di 34 provinsi, dan seluruh responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang dilatih. • Sampling fase pertama ini dilakukan dalam berbagai survei nasional selama Maret 2018 sampai Juni 2021. Total sampel dari survei-survei nasional ini berjumlah 296.982 responden, dan 210.001 (71%) di antaranya memiliki nomor telepon. • Second phase • Sampel dipilih secara acak (stratified random sampling) dari daftar responden hasil survei tatap muka dan memiliki telpon. Responden terpilih diwawancarai lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. • Responden yang diwawancarai hanya responden yang memiliki anak yang masih sekolah dijenjang Pendidikan PAUD/TK, SD, SLTP, dan SLTA.. 3 9/16/21 Survei Nasional.
(4) SAMPLING SCHEME SURVEI TATAP MUKA (FIRST PHASE) Populasi desa/kelurahan tingkat Nasional. Prov k. Prov 1. …. …. Desa/kelurahan di tingkat Provinsi dipilih secara random dengan jumlah proporsional. Ds 1 … Ds m. Ds 1 … Ds n RT1 RT2 RT3 ….. Di setiap pedesaan/perkotaan dipilih sebanyak 5 RT dengan cara random. RT5. Di masing-masing RT/Lingkungan dipilih secara random dua KK. KK1 KK2. Laki-laki. Perempuan. Di KK terpilih dipilih secara random Satu orang yang punya hak pilih laki-laki/perempuan. 4 9/16/21 Survei Nasional.
(5) SAMPLING SCHEME SURVEI TELEPON (SECOND PHASE) Populasi Nasional.. Survei-survei yang dilakukan dengan wawacara tatap muka langsung kepada responden. Survei-1. Survei-2. Survei-k. Sampel gabungan dari seluruh survei yang dilakukan.. Sampel TIDAK memiliki nomor telpon. Sampel memiliki nomor telpon. Sampel gabungan dipilah menjadi dua kelompok, kelompok yang memiliki nomor telpon kemudian diacak (stratified random sampling) untuk diwawancarai melalui kontak telpon. Responden yang diwawancarai hanya yang memiliki anak yang masih bersekolah (PAUD, SD, SLTP, SLTA). Responden memiliki Anak yang masih bersekolah (PAUD, SD, SLTP, SLTA). 5 9/16/21 Survei Nasional.
(6) SAMPLE SIZE & MARGIN OF ERROR • Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon sebanyak 8.655 data, dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. • Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel sebanyak 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.. 6 9/16/21 Survei Nasional.
(7) VALIDASI: SAMPEL VS POPULASI CATEGORY Male Female. SAMPLE GENDER 50.0 50.0 RURAL/URBAN. POPULATION 50.3 49.7. Rural. 50.3. 50.2. Urban. 49.7 RELIGION. 49.8. 88.2. 87.2. 11.8 ETHNICITY 41.7 13.7 1.8 4.4 4.0 2.6 3.8 4.4 23.6. 12.8. Islam Others Jawa Sunda Batak Madura Betawi Minang Bugis Melayu Others. 40.2 15.5 3.6 3.0 2.9 2.7 2.7 2.3 27.1. 7 9/16/21 Survei Nasional.
(8) VALIDASI: SAMPEL VS POPULASI KATEGORI. SAMPEL PROVINSI ACEH 1.8 SUMATERA UTARA 5.2 SUMATERA BARAT 1.9 RIAU 2.0 JAMBI 1.3 SUMATERA SELATAN 3.1 BENGKULU 0.8 LAMPUNG 3.2 KEPULAUAN BANGKA 0.5 KEPULAUAN RIAU 0.7 DKI JAKARTA 4.1 JAWA BARAT 17.4 JAWA TENGAH 14.7 D I YOGYAKARTA 1.4 JAWA TIMUR 16.2 BANTEN 4.3 BALI 1.7. POPULASI 1.9 5.5 2.0 2.3 1.3 3.1 0.7 3.2 0.5 0.7 4.0 18.1 13.6 1.5 15.8 4.5 1.6. KATEGORI. SAMPEL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1.9 NUSA TENGGARA TIMUR 1.8 KALIMANTAN BARAT 1.9 KALIMANTAN TENGAH 0.9 KALIMANTAN SELATAN 1.5 KALIMANTAN TIMUR 1.3 KALIMANTAN UTARA 0.3 SULAWESI UTARA 1.0 SULAWESI TENGAH 1.0 SULAWESI SELATAN 3.3 SULAWESI TENGGARA 0.9 GORONTALO 0.4 SULAWESI BARAT 0.4 MALUKU 0.7 MALUKU UTARA 0.4 PAPUA BARAT 0.4 PAPUA 1.8. POPULASI 1.9 2.0 1.8 0.9 1.5 1.3 0.2 1.0 1.1 3.4 0.9 0.4 0.5 0.6 0.4 0.3 1.2 8 9/16/21 Survei Nasional.
(9) PANDEMI COVID-19.
(10) SITUASI PANDEMI SAAT INI Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, menurut Ibu/Bapak, bagaimana situasi pandemi saat ini? Apakah? (%). 74.4% 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0. 44,8. 29,6. 12,4. Jauh lebih baik. Sedikit lebih baik. Sedikit lebih buruk. 8,3. Jauh lebih buruk. Mayoritas, 74.4%, merasa situasi pandemi jauh/sedikit lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya.. 4,9 Tidak tahu. 10 9/16/21 Survei Nasional.
(11) KEMUNGKINAN ANAK TERTULAR COVID-19 DIBANDING ORANG DEWASA Menurut Ibu/Bapak, dibandingkan orang dewasa seberapa mudah seorang anak tertular virus COVID-19? Apakah..? (%). 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0. 40,1. 26,8. 24,3. 7,6 1,3 Lebih mudah tertular dibandingkan orang dewasa. Sama saja. Lebih sulit tertular dibandingkan orang dewasa. Tak akan tertular. Kebanyakan, 40.1%, menilai sama saja kemungkinan anak dan dewasa untuk tertular Covid-19.. Tidak tahu. 11 9/16/21 Survei Nasional.
(12) STATUS VAKSINASI Apakah Ibu/Bapak sudah divaksinasi COVID-19? (%). 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0. Jika belum, Apakah Ibu/Bapak bersedia divaksinasi COVID-19? (%) (Base: Belum divaksin). 44. 40 32. 31. 28. 20 5 0 Sudah, 1 kali Sudah 2 kali Belum vaksin vaksin vaksin. Tidak menjawab. Ya, bersedia. Ragu-ragu. Tidak bersedia. Sekitar 32% mengaku belum divaksinasi Covid-19 sama sekali, dari yang belum divaksin, kebanyakan, 44%, bersedia divaksinasi Covid-19.. Tidak menjawab 12 9/16/21 Survei Nasional.
(13) STATUS VAKSINASI ANAK Jika anak Ibu/Bapak belum divaksinasi, apakah bersedia anak Ibu/Bapak divaksinasi COVID-19? (%) (Base: Belum divaksin). Apakah anak Ibu/Bapak sudah divaksinasi COVID-19? (%). 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0. 92 74 51 30 14 3. 10. 17. 3. Sudah, 1 kali vaksin SD. 2 2 2. Sudah 2 kali vaksin SMP. Belum. Tidak menjawab SMA. 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0. 46 46 47. 33. 31 26 21 14. 15 7 7. Ya, bersedia SD. Anak SMA paling banyak yang sudah divaskinasi Covid-19, baru kemudian SMP dan SD.. Ragu-ragu SMP. 8. Tidak bersedia Tidak menjawab SMA 13 9/16/21 Survei Nasional.
(14) ALASAN KESEDIAAN ORANG TUA ANAKNYA DIVAKSIN (Jika Tidak Bersedia atau Ragu anak divaksinasi) Apa alasannya? (%) (Base: Belum divaksin). (Jika Bersedia anak divaksinasi) Apa alasannya? (%) (Base: Belum divaksin) Untuk melindungi dari COVID-19. 59,6. Mengikuti saran guru atau sekolah 8,4. Anaknya mau. 5,1. Mengikuti saran dokter. 60,5. Tidak dipersayaratkan oleh sekolah. 14,4. Mengurangi keparahan jika terinfeksi. Takut efek samping. 2,9. 4,2. Tidak efektif melindungi. 2,5. Orang-orang tidak mau juga. 1,6. Dilarang orang tua. 0,9. Mengikuti saran orang tua. 1,3. Dilarang suami/istri. 0,7. Mengikuti saran teman. 0,2. Masalah kehalalan. 0,7. Lainnya. Lainnya. 6,9. TT/TJ. TT/TJ. 3,3 0. 10. 21,5. 20. 30. 40. 50. 60. 70. 7,6 0. 10. 20. 30. 40. 50. 60. 70. 14. 9/16/21 Alasan orang tua yang bersedia anaknya yang belum divaksinasi untuk divaksinasi Covid-19 adalah untuk melindungi dari Survei Nasional Covid-19, sementara alasan tidak bersedia anaknya divaksinasi terutama karena takut dengan efek sampingnya..
(15) PENDIDIKAN ANAK.
(16) PEMBELAJARAN JARAK JAUH Dalam pengamatan Ibu/Bapak, sejauh ini bagaimana anak menjalani pembelajaran jarak jauh? Apakah…?(%). 60 49. 50 38. 40. 47 42 31. 30. 26 20. 18 17 16. 20 10. 25. 3. 3. 5. 4. 8. 7. 15 10. 4. 3. 3. 3. 3. 0 Senang sekali PAUD/TK/TPA. Senang. Biasa saja SD. Sudah mulai bosan SMP. Sangat bosan. Tidak menjawab SMA. Kebanyakan anak dinilai sudah mulai bosan/sangat bosan menjalani pembelajaran jarak jauh, terutama anak SMA.. 16 9/16/21 Survei Nasional.
(17) TANTANGAN ANAK DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN JARAK JAUH Apa tantangan yang dihadapi anak dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI 1) Sulit untuk diikuti. 33,9. Koneksi internet yang buruk. 29,3. Tidak ada motivasi. 23,8. Tidak memiliki ponsel yang kompatibel Terganggu oleh anggota keluarga lainnya. 8,9 8,8. kehilangan teman. 7,8. Tidak memiliki laptop yang kompatibel. 3,6. Lainnya. 17,3. TT/TJ. 0,9 0. 5. 10. 15. 20. 25. 30. 35. 40. 17. 9/16/21 Tantangan yang paling banyak dihadapi anak saat pembelajaran jarak jauh ialah pembelajaran yang sulit diikuti, kemudian Survei Nasional kondisi internet yang buruk, dan tidak ada motivasi..
(18) KESIAPAN SEKOLAH MEMULAI PEMBELAJARAN TATAP MUKA Menurut Ibu/Bapak, sejauh mana kesiapan sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka? (%). 70. 61. 60. 54 48. 50 40 30. 60. 27. 29. 34. 24. 20. 13. 10. 8. 6. 11 6. 1. 0 Sangat siap PAUD/TK/TPA. Cukup siap. Kurang siap SD. 1. 0. 6. 1. Tidak siap sama sekali SMP. 4. 5. Tidak menjawab SMA. Mayoritas orang tua menilai sekolah sudah sangat/cukup siap memulai pembelajaran tatap muka, terutama orang tua yang memiliki anak yang bersekolah di SMA.. 18 9/16/21 Survei Nasional.
(19) WAKTU UNTUK MEMULAI PEMBELAJARAN TATAP MUKA YANG AMAN Menurut Ibu/Bapak, saat kapan pembelajaran tatap muka dapat dimulai kembali dengan aman? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI 1) Mulai saja. 62,8. Jika kasus COVID-nya rendah. 13,6. Jika sarana sekolah untuk menjamin kesehatan sudah siap. 11,8. Ketika semua guru sudah divaksinasi. 9,2. Jika pandemi berakhir. 7,8. Lainnya. 7,5. TT/TJ. 2,8 0. 10. 20. 30. 40. 50. 60. 70. Mayoritas orang tua murid berpendapat pembelajaran tatap muka dapat dimulai kembali dengan aman saat ini.. 19 9/16/21 Survei Nasional.
(20) HAL YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK PEMBELAJARAN TATAP MUKA YANG AMAN Dalam pandangan Ibu/Bapak, apa saja yang harus disiapkan untuk pembukaan kembali sekolah yang aman? (%) Tempat cuci tangan pakai sabun Kelas dengan bangku-bangku berjarak aman Hand sanitizer Sistem hadir 50% Guru atau staff yang memantau siswa Siswa diberitahu tentang langkah keamanan Tanda jarak aman Saluran udara yang baik di kelas Orang tua diberi tahu tentang langkah keamanan Uji coba sistem Obat-obatan Thermogun Poster 3M Lainnya TT/TJ. 41,8 33,9 31,4 24,8 21,8 17,7 17,4 16,9 13,5 10,8 7,3 6,8 5,8 10,7 5,2 0. 5. 10. 15. 20. 25. 30. 35. 40. 45 20. 9/16/21 Hal yang harus disiapkan untuk pembukaan kembali sekolah yang aman terutama adalah, tempat cuci tangan pakai sabun, kemudian bangku yang berjarak aman, hand sanitizer, system kehadiran 50%, dan adanya guru /staff yang memantau siswa. Survei Nasional.
(21) IZIN UNTUK ANAK PERGI KESEKOLAH Apakah Ibu/Bapak mengijinkan anak Ibu/Bapak untuk pergi ke sekolah? (%). 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0. 91. 85. 91. 76. 12. Ya PAUD/TK/TPA. 10. 6. Ragu. 4. 10 2. 0. 0. Tidak SD. SMP. 5. 0. 3. 5. Tidak menjawab SMA. 21 Mayoritas orang tua mengizinkan anaknya baik yang bersekolah di PAUD/TK/TPA, SD, SMP, atau SMA untuk pergi ke sekolah. Orang tua murid SMA terlihat paling mengizinkan anaknya pergi kesekolah, baru kemudian orang tua murid SMP, 9/16/21 SD, dan PAUD/TK/TPA. Survei Nasional.
(22) ALASAN MENGIZINKAN DAN TIDAK MENGIZINKAN ANAK KEMBALI KESEKOLAH (JIKA YA) Apa alasan Ibu/Bapak? Apa lagi? (%) (BISA LEBIH DARI 1 JAWABAN) Belajar disekolah lebih baik. (JIKA TIDAK/RAGU) Apa alasan Ibu/Bapak? Apa lagi? (%) (BISA LEBIH DARI 1 JAWABAN) Takut anak tertular. 79,2. Pembelajaran jarak jauh tidak efektif. Khawatir sekolah tidak bisa memastikan protokol kesehatan yang sesuai. 68,9. Anak merindukan teman-temannya. 65,7 44,4. Takut Anak membawa virus kerumah. 34,2. 26,9. Pandemi COVID-19 masih terjadi Anak merindukan gurunya. 17,6. 18,1. Belum semua guru divaksinasi Anak depresi. 6,1. Lainnya. 2,9. TT/TJ. 0,4 0. 14,8. Jenis virus baru mengkhawatirkan. 7,4. Lainnya. 6,5. TT/TJ 20. 40. 60. 80. 100. 12,0 0. 20. 40. Alasan utama orang tua yang mengizinkan anaknya pergi ke sekolah adalah karena belajar di sekolah lebih baik, sementara alasan utama tidak mengizinkan ialah karena takut anak tertular Covid-19.. 60. 80. 22. 9/16/21 Survei Nasional.
(23) PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI PEMBUKAAN KEMBALI SEKOLAH Apakah Ibu/Bapak sudah membuat persiapan untuk anak Ibu/Bapak menghadapi pembukaan kembali sekolah? (%) 70. Jika sudah, Apa yang Ibu/Bapak lakukan? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI 1) Membeli masker. 63,3. 45,7. Membeli buku. 60. 43,7. Membeli seragam dan sepatu. 50. 40,8. Membeli sanitizer. 40. 37,8. Mengajarkan anak tentang pencegahan infeksi Membeli kotak makanan dan peralatannya. 33,5. 30 20. 24,6 8,4. Berdiskusi dengan guru. 10. 3,2. 0 Ya. Tidak. Tidak menjawab. 6,7. Lainnya. 4,2. Tidak menjawab. 0,5 0. 10. Mayoritas, 63.3%, sudah membuat persiapan anak menghadapi pembukaan kembali sekolah. Dari yang sudah mempersiapkan, kebanyakan yang telah disiapkan adalah masker, buku, seragam, dan sanitizer.. 20. 30. 40. 50. 23. 9/16/21 Survei Nasional.
(24) SIKAP ORANG TUA LAIN TERHADAP ANAKNYA UNTUK PERGI KE SEKOLAH Sejauh yang Ibu/Bapak tahu, bagaimana dengan orang tua lain? Apakah mereka mengijinkan anak pergi ke sekolah? (%). 60 50. 48,3 37,0. 40 30 20. 6,9. 10. 1,8. 0 Sebagian besar dari mereka. Lebih banyak dari mereka mengijinkan anak pergi sekolah. Separuh-separuh. 5,8 0,2. Lebih banyak yang Tidak ada orang tua tidak mengijinkan yang saya kenal anaknya sekolah mengijinkan anaknya sekolah. Tidak tahu. Orang tua murid kebanyakan, 48.3%, merasa bahwa Sebagian besar dari orang tua murid lainnya juga mengijinkan anak pergi ke sekolah.. 24. 9/16/21 Survei Nasional.
(25) HAL YANG BISA MEMBUAT ORANG TUA MENGIZINKAN ANAK BERSEKOLAH KEMBALI Apa yang bisa membuat Ibu/Bapak tenang mengijinkan anak bersekolah kembali? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI 1) Sekolah siap menerapkan protokol kesehatan. 48,5. Semua guru divaksinasi. 24,3. Pengawasan ketat pemerintah. 24,2. Kepala sekolah tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. 18,4. Lainnya. 18,3. TT/TJ. 5,4 0. 10. 20. 30. 40. 50. 60 25. 9/16/21 Hal yang bisa membuat orang tua mengizinkan anak bersekolah kembali terutama ialah jika sekolah siap menerapkan protokol Survei Nasional Kesehatan..
(26) HAL YANG MEMBERATKAN ORANG TUA UNTUK MENGIZINKAN ANAK BERSEKOLAH KEMBALI Apa saja yang membuat Ibu/Bapak merasa berat untuk mengijinkan anak bersekolah kembali? (%) (BOLEH LEBIH DARI 1 JAWABAN) Fasilitas sekolah belum siap. 18,0. Sistem pembelajaran (penataan sekolah) belum siap. 16,9. Siswa sulit mengikuti protokol kesehatan. 13,8. Potensi penularan di sekolah lebih tinggi. 11,9. Tidak ada fasilitas cuci tangan. 11,4. Tidak ada pembersih tangan. 7,8. Guru tidak divaksinasi. 6,4. Ventilasi buruk. 6,3. Tidak memiliki cukup masker. 5,4. Guru ceroboh. 3,8. Lainnya. 0,3. Saya tidak merasa keberatan sama sekali. 26,1. TT/TJ. 30,5 0. 5. 10. 15. 20. 25. 30. 35. Hal yang bisa membuat orang tua berat untuk mengizinkan anak bersekolah kembali terutama ialah fasilitas sekolah belum siap kemudian sistem pembelajaran yang belum siap.. 26 9/16/21 Survei Nasional.
(27) ANAK BISA MENGIKUTI PROTOKOL KESEHATAN DI SEKOLAH Menurut Ibu/Bapak, apakah anak Ibu/Bapak bisa mengikuti protokol kesehatan di sekolah? (misalnya, jaga jarak dengan siswa lain, cuci tangan pakai sabun, pakai masker) (%) 60 49. 50. 44. 41 40 30. 35 25. 51. 32 24. 23. 20. 21 9. 10. 3. 0 Sangat meyakinkan PAUD/TK/TPA. Cukup meyakinkan. Ragu-ragu SD. 10. 9. 7. 1. 5. 1. Mereka tidak akan mampu SMP. 4. 7. Tidak tahu SMA. Mayoritas orang tua sangat/cukup yakin anaknya bisa mengikuti protokol kesehatan di sekolah. Namun masih cukup banyak yang ragu terutama orang tua murid PAUD/TK/TPA dan SD.. 27 9/16/21 Survei Nasional.
(28) SUMBER INFORMASI TENTANG PEMBUKAAN KEMBALI SEKOLAH Biasanya dari mana saja Ibu/Bapak mendapat informasi tentang pembukaan kembali sekolah? Dari mana lagi? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI 1) Televisi Grup WhatsApp Tetangga Internet: Berita online Teman Anggota keluarga Facebook Tokoh masyarakat/kader Youtube Internet: Situs Instagram Koran Twitter Radio Pemimpin agama Lainnya TT/TJ. 59,5 29,6 21,9 15,3 14,8 9,5 5,7 3,6 3,6 3,3 3,3 1,6 0,3 0,3 0,0 4,5 1,2 0. 10. 20. 30. 40. TV merupakan sumber informasi utama terkait info pembukaan kembali sekolah.. 50. 60. 70. 28 9/16/21 Survei Nasional.
(29) KEBUTUHAN INFORMASI TAMBAHAN MENGENAI PEMBUKAAN KEMBALI SEKOLAH Apakah Ibu/Bapak membutuhkan informasi lebih banyak tentang pembukaan kembali sekolah? (%) 60. Informasi apa yang Ibu/Bapak butuhkan? Apa lagi? (%) (BOLEH MENJAWAB LEBIH DARI1) Protokol kesehatan di sekolah. 49,5. 50. 35,4. Rencana keseluruhan pemerintah. 24,5. Metode pembelajaran. 41,4 40. 22,7. Waktu belajar. 21,5. Kesiapan sekolah anak. 30 20 9,1. 10. 16,1. Siapa yang mengawasi…. 7,6. Apa yang dapat dilakukan anak…. 7,4. Peran orang tua. 7,0. Lainnya 0 Ya. Tidak. Tidak menjawab. 4,6. TT/TJ. 1,4 0. 5. 10. 15. 20. 25. 30. Sekitar, 41.4%, sudah merasa membutuhkan informasi lebih banyak tentang pembukaan kembali sekolah terutama terkait protokol kesehatan di sekolah, kemudian rencana keseluruhan pemerintah, metode pembelajaran, dan waktu belajar.. 35. 40. 29. 9/16/21 Survei Nasional.
(30) TERIMA KASIH.
(31)
Dokumen terkait
Hasil pengamatan difraksi sinar X pada paduan TiAl yang diimplantasi ion Y pada energi 100 keV dan dosis ion 2,98×10 15 ion/cm 2 setelah proses oksidasi pada suhu 800 °C
Begitu tahu, saya pun berjanji dalam hati untuk tidak lagi membebani orangtua dengan belajar sungguh-sungguh dan berusaha mencari penghasilan sendiri." Dia menilai
Hasil wawancara yang dilakukan pada ibu pengguna alat kontrasepsi hormonal di Kelurahan Lapulu wilayah kerja Puskesmas Perawatan Abeli bahwa mereka tidak
Berdasarkan hasil uji normalitas dapat disimpulkan bahwa grafik normal P-P plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik hidrolisis enzim yaitu pada konsentrasi enzim selulase 5% v/v selama 12 jam pada hidrolisat asam sulfat 1%
Manfaat dari kerja sama yang saling ketergantungan antarsiswa di dalam pembelajaran kooperatif berasal dari empat faktor diungkapkan oleh Slavin (dalam Eggen dan Kauchak, 2012:
Berat barang yang dimasukkan dan dimensi truk yang digunakan sama dengan yang terjadi pada simpul 2 dan fungsi pembatas tidak akan mematikan simpul tersebut
Guru kelas IV mengalami kesulitan untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik terpadu, di duga guru kelas IV belum memahami pembelajaran tematik terpadu dalam