BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kerja Praktek
Untuk dapat terjun ke dunia kerja setelah lulus kuliah, setiap mahasiswa harus memiliki kesiapan dalam menghadapi keprofesianalan pekerjaannya yang sesuai dengan bidang yang digelutinya. Banyak sekali hal yang menjadi hambatan bagi seseorang yang belum mengalami pengalaman kerja untuk terjun ke dunia pekerjaan, seperti halnya ilmu prngetahuan yang diperoleh di kampus bersifat statis ( pada kenyataannya masih kurang adaptif atau kaku terhadap kegiatan kegiatan dalam dunia kerja yang nyata ), teori yang diperoleh belum tentu sama dengan praktik kerja di lapangan , dan keterbatasan waktu dan ruang yang mengakibatkan ilmu pengetahuan yang diperoleh masih terbatas. Dikarenakan hal di atas, maka universitas menetapkan mata kuliah kerja praktek agar para mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan yang tidak diberikan oleh kampus. Pada umumnya kegiatan kerja praktek yang dilakukan pada salah satu perusahaan ( berkaitan dengan desain interior ) itu meliputi : kerterkaitan antara gagasan desain dengan pelaksanaan, keterampilan teknis yang memadai, dan tata laksana proses dalam desain. JONAS DESIGN merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan desain interior yang telah memiliki pengalaman dalam menangani bidangnya. Oleh karenanya JONAS DESIGN telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kerja praktek di tempatnya sehingga penulis dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kerja yang tidak diperoleh di dalam perkuliahan.
1.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek
Adapun maksud diadakannya kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
a. Mahasiswa menerapkan ilmu teori yang didapat semasa kuliah kedalam
dunia kerja.
b. Mahasiswa mempelajari penguasaan sejumlah pengetahuan yang berkait dengan aspek kebutuhan manusia didalam ruang sebagai mahluk individual maupun sosial. Pengetahuan yang dimaksud mencangkup sejarah desain, psikologi, sosiologi, ergonomi, konstruksi bangunan, fisika tiknik, metodologi dan estetika.
c. Mahasiswa mempelajari penguasaan keterampilan dalam proses
perancangan desain interior antara lain kemampuan membuat program, kemampuan membuat presentasi desain, kemampuan berkomunikasi dan sebagainya
d. Mahasiswa mempelajari tentang berbagai persoalan yang muncul berupa kebutuhan-kebutuhan akibat aktivitas manusia di dalam ruang dan waktu. e. Mahasiswa mempelajari proses pembangunan/konstruksi terkait aspek
keterampilan seperti problem solving, technical drawing, komunikasi verbal dan tekstual, etika profesi, moral dan etos kerja
Adapun tujuan dari mata kuliah kerja praktek ini secara rincidapat dilihat sebagai berikut:
1. Tujuan Umum Kerja Praktek
a. Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja, guna mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.
b. Mengaplikasi secara langsung konsep-konsep perencanaan dan perancangan desain interior dalam kegiatan kerja sebenarnya
c. Mahasiswa mampu dan kompeten secara kreatif memecahkan
masalah-masalah yang berhubungan dengan fungsi dan kualitas dari lingkungan ruang interior, meliputi penyusunan program ruang, analisis deasain, perencanaan ruang, estetika, dan pengawasan secara berkala di lapangan dengan menggunakan pengetahuan, khususnya dalam konstruksi dan sistem-sistem bangunan interior berikut komponen-komponennya, peraturan-peraturan alat- alat, bahan atau material dan kelengkapan lainnya.
d. Mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang bentuk, skala,tekstur, warna cahaya dan pronsip-prinsip penyusunannya didalam proses desain interior.
e. Mahasiswa dapat mengidentifikasi, meneliti, dan secara kreatif meme
cahkan permasalahan dalam ruang dan mengarahkan perancangan
menuju lingkungan fisik yang sehat, aman dan nyaman.
f. Mahasiswa mengerti bahwa kedudukan interior terletak diantara teknik dan seni, dimana pertimbangan yang proporsional antara keduanya akan menghasilkan suatu desain yang selain indah juga nyaman dan menjamin kesehatan penggunannya
2. Tujuan khusus Kerja Praktek
a. Sebagai bahan dasar dalam menyusun laporan kerja praktek.
b. Meningkatkan efisensi dan efektivitas proses pendidikan yang menuju profesionalisme
c. Keahlian profesi yang diperoleh melalui kerja praktek dapatmemberikan rasa percaya diri
d. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses belajar
e. Mahasiswa memahami bahwa desain interior merupakan suatu pekerjaan praktek yang menganalisis informasi yang terprogram, merumuskan arah konsep, memperbaiki arah desain, dan
menghasilkan dokumen yang dikomunikasikan melalui grafik dan konstruksi.
f. Mahasiswa sebagai desainer interior memiliki tanggung jawab sebagai berikut :
Meneliti dan menganalis persyaratan dan tujuan klien,
mengembangkan dokumen desain dan menggambarkan diagram dan outline untuk keperluan tersebut.
Memformulasikan perancangan awal, membuat konsep
perancangan secara dua dimensi dan tiga dimensi dan membuat sketsa agar mampu menyatukan dengan kebutuhan klien dengan berdasarkan pada pengetahuan mengenai prinsip-prinsip desain dan teori tentang kebiasaan manusia.
Memastikan bahwa perencanaan ruang dan konsep desainnya
mempertimbangkan aspek keselamatan, fungsional, keindahan, serta memastikan bahwa seluruh elemen yang dirancang sesuai dengan persyaratan kesehatan dan kesehatan umum termasuk didalamnya pengkodean, aksesibilitas, lingkungan, dan petunjuk keberlangsungan
Memilih warna, bahan, dan finishing agar sesuai dengan konsep desain dan yang sesuai secara sosio-psikologis, fungsional, kemudahan perawatan, penampilan, lingkungan,dan persyaratan keamanan.
Memilih dan memilah furnitur berikut fitur dan perlengkapannya, mengawasi proses pengerjaannya agar sesuai dengan konsep desain termasuk pembuatan gambar kerja furnitur dan deskripsi detail produknya
1.3 Sasaran Kerja Praktek
Untuk mencapai tujuan dari mata kuliah Kerja Praktek, maka mahasiswa melakukan praktek kerja pada organisasi / instansi / perusahaan dibidang Desain
Interior, baik konsultan maupun kontraktor. Mahasiswa terlibat langsung didalam proses pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh perusahaan tersebut, yang meliputi proses: tahap perencanaan, tahap penyusunan penawaran, tahap lelang, tahap pengawasan lapangan, tahap pelaksanaan di lapangan dan workshop. Dari tahapan pekerjaan yang telah diikuti kemudian disusun dalam bentuk laporan danmemberikan suatu kesimpulan serta saran – saran yang sangat berguna bagi perkembangan keilmuan di bangku kuliah
1.4 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Ruang lingkup yang dilaksanakan mahasiswa saat melaksanakan Kerja Praktek antara lain:
1.4.1 Dalam Ruang Lingkup didalam Kantor
1. Diikutsertakan saat merencanakan sebuah desain sesuai denganarahan yang diberikan dari pemberi tugas.
2. Membantu membuat denah dan layout sesuai dengan hasil survey yang telah dilakukan oleh pegawai kantor yang lain maupun oleh praktekan.
3. Diperkenankan mengikuti diskusi dalam merencanakan sebuah proyek dan memberikan gagasan atau ide yang menarik.
4. Menjalankan proses asistensi gambar denah dan layout yang sudah dibuat kepada kepala divisi desain untuk akhirnya dipertimbangkan oleh direktur perusahaan.
5. Membuat sketsa sebuah desain yang akhirnya dibuat dalam bentuk animasi 3 Dimensi dari sebuah proyek yang dijalankan perusahaan yang terlebih dahulu diadakan briefing mengenai proyek tersebutdan kemauan owner.
6. Turut berperan dalam pemilihan material yang digunakan untuk proyek yang dijalankan perusahaan atas tuntunan dari kepala divisi desain dan direktur selaku desainer tertinggi.
7. Ikut serta mengerjakan gambar konstruksi yang ada dengan dibantu oleh kepala divisi desain dan pegawai kantor yang juga mengerjakan proyek yang sama.
8. Membantu kebutuhan pegawai lain saat membuat animasi 3 Dimensi walaupun sudah terbentuk desain dalam bentuk sketsa. 9. Membantu kerja kepala divisi desain sesuai dengan arahan dan
kebutuhan kepala divisi desain. 1.4.2 Dalam Ruang Lingkup diluar Kantor
1. Diikutsertakan saat proses penerimaan kerja dari owner kepada perusahaan, mencatat segala kebutuhan dan masukan yang owner inginkan dari sebuah proyek serta ikut memberikan masukan mengenai proses kedepannya.
2. Ikut serta melihat ke proyek yang dikerjakan, membantu mengukur dan mendokumentasikan dalam bentuk foto serta memperhatikan area sekeliling proyek yang sedang berlangsung untuk nantinya menjadi sebuah informasi yang membantu saat proses mendesain dan pengerjaan.
3. Diperkenankan ikut serta saat proses presentasi desain yang telah dibuat oleh tim desain yang juga diikuti oleh praktekan. Mencatat kebutuhan owner serta komplain yang diajukan pada desain yang diberikan perusahaan kepada owner. Sebelumnya praktekan juga membantu menyiapkan materi presentasi yang dibuat dalam bentuk powerpoint yang berisikan desain-desain yang telah dibuat tim desain maupun praktekan sebelumnya untuk akhirnya dibawa presentasi ke owner.
4. Diajak melihat perkembangan desain yang sedang ada sekarang ini dengan berkunjung ketempat-tempat yang mampu membuat desain praktekan dan tim desain lainnya berkembang sehingga
nantinya berguna pada saat proses mendesain proyek-proyek lain ke depannya.
1.5 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN
Merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang pemilihan perusahaan tempat kerja praktek, maksud serta tujuan dan permasalahan secara umum beserta teknik pengumpulan data yang digunakan.
BAB II TINJAUAN LITERATUR
Berisi 2 hal yaitu pengenalan perusahaan tempat kerja praktek yang meliputi lokasi peusahaan, sejarah singkat dan profil perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan deskripsi pekerjaan, dan referensi proyek-proyek yang telah dikerjakan oleh perusahaan dan yang berisi pengenalan lapangan yang meliputi gambaran dan data umum proyek sampai pada tahap penyerahan akhir proyek dan masa pemeliharaan proyek.
BAB III TINJAUAN PROYEK
Berisi seluruh laporan hasil kerja praktikan yang mencakup semua yang telah dikerjakan oleh praktekan saat melakukan kerja praktek di perusahaan, dan dilengkapi beberapa dokumen gambar kerja yang telah dibuat praktekan selama melakukan kerja praktek.
BAB IV ANALISA PROYEK
Pada Bab IV ini terdapat penjelasan mengenai perananan praktekan
selama kerja praktek dan penjelasan mengenai porsi kerja praktekan dalam mengerjakan proyek yang dibahas. Menjelaskan proses dalam pemilihan bahan-bahan dan material dalam bangunan. Disini juga dijelaskan pula secara rinci mengenai proyek yang dibahas mulai dari hasil survey,
penjelasan mengenai desain dan furniture yang digunakan sampai kehasil akhir gambar 3 Dimensi yang sesuai dengan rumusan ide proyek tersebut. BAB V PENUTUP
Merupakan bab terakhir dari penelitian, dimana menghasilkan kesimpulan akhir dari kerja praktek yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya dan disertai dengan saran-saran yang kiranya dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan