BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Teks penuh
Dokumen terkait
Kewenangan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam perjanjian jual beli tanah yaitu: PPAT mel- aksanakan sebagian dari kegiatan pen- daftaran tanah dengan tugas
Abdul Rokman, “ Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Beserta Akibat Hukumnya”, Skripsi, Fakultas Hukum
Perbuatan hukum melakukan pembuatan akta jual beli terhadap tanah yang tidak memiliki sertipikat tersebut adalah suatu perbuatan yang berada di luar kewenangan Camat selaku
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang diatur
Selain Notaris, pembuat akta hibah dapat dilakukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), PPAT ini lebih focus kepada pelaksanaan sebagian kegiatan pendaftaran
Kewenangan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam perjanjian jual beli tanah yaitu: PPAT mel- aksanakan sebagian dari kegiatan pen- daftaran tanah dengan tugas
Pembeli akan dikategorikan sebagai pembeli yang beritikad baik apabila jual beli tanah dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah PPAT serta jual beli tersebut didaftarkan di
Tetapi apabila Pejabat Pembuat Akta Tanah PPAT menganggap perlu jika ada keraguan tentang wewenang orang yang melakukan jual beli itu, maka PPAT dapat meminta kehadiran Kepala Desa dan