Dampak Ekonomi dan Sosial Undang Undang Nomor 33 Tahun 2014
Tentang Jaminan Produk Halal
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Tim Peneliti:
LATAR BELAKANG
•
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal•
Pasal 4: Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal•
Produk yang dimaksud adalah yang terkait dengan makan, minuman, obat, kosmetik, produk kimawi, produk biologi, produk rekayasa genetic, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat WAJIB bersertifikat halal.TUJUAN PENELITIAN
1.
Menganalisis dampak sosial dan ekonomi UU RI No. 33 Tahun 2014.2.
Menganalisis dampak UU RI No. 33 Tahun 2014 terhadap kegiatan bisnis industri kosmetika, makanan dan minuman, dan obat-obatan.3.
Menganalisis perilaku konsumen menanggapi UU RI No. 33 Tahun 2014 apabila diterapkanMETODE PENELITIAN
•
Secara garis besar metode yang diterapkan adalah Regulatory Impact Analysis (RIA)•
Analisis yang digunakan untuk mengukur dampak dari suatu kebijakan terhadap perekonomian.•
Pada negara maju (OECD) RIA dilakukan sebelum suatu kebijakan/peraturan dikeluarkan.•
RIA menjamin bahwa suatu kebijakan EFEKTIF.METODE PENELITIAN
•
RIA memperbaiki decision-making process sampai pada regulasi final.•
Research questions RIA:•
What, in general terms, is the problem to be addressed? Penerapan UU 33 Tahun 2014•
What is the specific policy objective to be achieved? Seluruh produk kosmetik, obat-obatan, makanan dan minuman WAJIB memiliki sertifikasi halalREGULATORY IMPACT ANALYSIS
Dalam proses RIA perlu diidentifikasi :1.
What groups in society are being affected?• Industry dan Moslem Consumers
2.
What is the size of each group?• Diukur menggunakan GDP masing-masing industri
3.
What is the nature of the impact on each group?• Untuk Industri indepth interview (berapa lama dan biaya pengurusan sertifikasi halal, impact terhadap kemunduran bisnis, impact terhadap peningkatan konsumen)
• Konsumen survey rumah tangga (seberapa besar keperdulian rumah tangga terhadap sertifikasi halal)
4.
How large are these effects?COST AND BENEFIT ANALYSIS
•
Metode yang paling sering digunakan dalam RIA.•
Informasi berupa data quantitative dan qualitative.•
Prinsip benefit/cost:•
Regulasi baru dilaksanakan apabila seluruh pihak better off.•
Total benefits lebih besar dari total costs.COST AND BENEFIT ANALYSIS
•
Indepth interview kepada Pelaku usaha bertujuan untuk mendapatkan informasi untuk analisis COST berdasarkan indepth interview kepada pelaku usaha:1.
Biaya yang dikeluarkan agar comply terhadap UU 33 Tahun 2014. Apabila UU 33 2014 Mandatory atau voluntary.2.
Biaya produksi, transport, marketing yang lebih tinggi apabila UU 33 Tahun 2014 diterapkan secara mandatory.COST AND BENEFIT ANALYSIS
•
Indepth interview kepada Pelaku usaha bertujuan untuk mendapatkan informasi untuk analisis BENEFIT:1.
Kemungkinan peningkatan permintaan konsumen apabila produk memiliki sertifikasi halal berdasarkan survey konsumenCONTOH RIA YANG PERNAH DILAKUKAN FEB UI
• Mengutip dari hasil penelitian LPEM UI, Ketua Asosiasi Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo menjelaskan, akan ada penurunan permintaan untuk jenis minuman isotonik sebesar 14,7% jika ada kenaikan harga per Rp 3.000 sebagai akibat kebijakan cukai terhadap minuman berkarbonasi. Sementara untuk jenis minuman teh siap saji akan turun permintaannya sebesar 18,6%. Hasil kajian ini menunjukkan dampak yang ditimbulkan dari kebijakan itu akan luar biasa.
• "Minuman berpemanis itu dikonsumsi seluruh masyarakat. Kalau dikenakan cukai dampaknya sangat luas sebab itu melibatkan penjual kecil. Kalau dikenakan sebenarnya pemerintah akan rugi juga karena PPh akan turun, pajak badan akan turun, pajak perorangan juga akan turun. Konsekuensinya akan ada pelemahan pertumbuhan ekonomi dan industri," ujar Triyono dalam konferensi persnya di Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (15/12).
• Lebih lanjut, Triyono menyatakan, meskipun akan ada potensi kenaikan pendapatan atas cukai minuman
berkarbonasi sebesar Rp 590 miliar, namun disaat yang bersamaan pemerintah juga akan kehilangan penerimaan seperti penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 562,7 miliar, pajak penghasilan badan sebesar Rp 736,1 miliar dan biaya pemungutan pajak Rp 74,7 miliar. Ini adalah satu hal yang sangat ironi sebab target untuk menambah pendapatan namun ujung-ujungnya malah terjadi kebocoran income yang jauh lebih besar.
IMPLIKASI PENERIMAAN PEMERINTAH
Perubahan permintaan berbagai jenis minuman akibat
pengenaan cukai pada minuman berkarbonasi diperkirakan akan menyebabkan perubahan penerimaan Pemerintah
sebagai berikut:
Apabila dikenakan cukai Rp. 3000
Komponen anggaran pemerintah (juta Rp.)
Nilai untuk 1 tahun (Juta Rp)
Penerimaan PPN yang hilang (10%*Kerugian total industri) -562,660.77 Penerimaan PPh Badan yang hilang (1.3082*PPN Hilang) -736,095.38 Tambahan penerimaan cukai (Rp. 3000*kuantitas permintaan setelah
minuman berkarbonasi dikenakan cukai)
590,032.50
Biaya Pemungutan (12.66%*tambahan penerimaan cukai) -74,687.66 Penerimaan pemerintah (Tambahan penerimaan - kehilangan
penerimaan)
Contingent Valuation Model
•
Bagian dari analisis kuantitatif CBA untuk memperkirakan dampak UU 33 2014 terhadap konsumen.•
Menganalisis perilaku/kepedulian konsumen terhadap sertifikasi halal.•
Memprediksi probability konsumen tetap membeli/tidak membeli suatu produk apabila tidak memiliki sertifikasi halal.•
Memprediksi willingness to pay konsumen untuk produk tertentu(probability tetap membeli/tidak membeli suatu produk apabila harga naik dengan tingkat tertentu).
Review UU 33 2014 kuesioner & indepth Penyusunan interview guidelines
Survey & In-depth interview
Pengolahan data Cost and Benefit
Anyalisis, Discrete Choice Model Rekomendasi
Kebijakan