SISTEM PAKAR
HOME PROGRAMUNTUK ANAK AUTIS MENGGUNAKAN
METODE
FORWARD CHAININGBERBASIS WEB
Rakheena (111080200100) , Yulian Findawati, S.T, M.MT
Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
[email protected]
ABSTRAK
Autisme merupakan gangguan perkembangan mental pada anak yang
menyebabkan seorang anak sulit untuk berinteraksi sosial. Diagnosa autisme biasanya
dilakukan oleh seorang pakar/ahli dibidang tumbuh kembang anak, namun sebenarnya
orang tua juga dapat melakukan diagnosa awal kemungkinan autisme pada anak dengan
melakukan pengamatan perilaku anak dalam kesehariannya terutama dari cara
berkomunikasi, berinterkasi sosial dengan anak sebayanya, dan kemampuan berimajinasi
pada anak. Aplikasi yang dibangun bertujuan untuk membantu orang tua didalam
menentukan
home program yang cocok untuk autis yang diderita oleh anak. Home program merupakan program terapi yang dilakukan di rumah.Pengetahuan pada sistem direpresentasikan dalam bentuk aturan dan metode
penalaran yang digunakan adalah metode runut maju (forward chainning).
Sistem Pakar ini dinamai Autism Home Program
dan diakses dalam bentuk web
melalui media internet. Keluaran pada sistem berupa spektrum autis yang diderita oleh
anak serta home program yang cocok untuk jenis autis tersebut.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Forward Chaining, Autisme, Home Program
EXPERT SYSTEM
HOME PROGRAMFOR AUTISM CHILD USING
FORWARDCHAINING
METHOD BASED ON WEB
Rakheena (111080200100) , Yulian Findawati, S.T, M.MT
Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
[email protected]
ABSTRACT
Autism is impaired mental development in children that causes a child difficult to
interact socially. Diagnosis of autism is usually performed by an expert/experts in the
field of flower-growing children, but parents can make early diagnosis of autism in
children with the possibility of observing the behaviour of children in her/his everyday
especially from how to communicate, interact socially with peers, and the ability of their
imagination in children. Applications built aims to assist parents in determining home
program are suitable for autistic suffered by children. Home program is a program of
therapy at home.
Knowledge in the system represented in rules and methods used forward chaining
method.
This expert system named Autism Home Program and accessible in the form of
the web through internet media. Output of the system in the form of autistic spectrum
suffered by children as well as home program are suitable for this type of autism.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman hias adalah tanaman yang
mempunyai dua fungsi, selain berfungsi
sebagai hiasan juga berguna untuk
menyegarkan atau menyejukkan lingkungan
atau suatu ruangan tertentu. Tanaman hias
akan terlihat indah dan menarik apabila
dirawat dengan tahap perawatan yang benar
sehingga tanaman terlihat teratur dan rapi
tanpa ada cabang yang menjalar. Tanaman
hias yang masih digemari oleh masyarakat
sampai saat ini adalah tanaman bonsai
dimana sesuai berkembangnya peradaban
maka tanaman bonsai mengalami kemajuan
baik dalam segi bentuk, ukuran dan jenis.
Tanaman Bonsai merupakan
tanaman yang dikerdilkan dan dipelihara
didalam pot yang beraneka ragam jenis,
bentuk dan ukurannya. Membentuk tanaman
bonsai adalah membuat duplikat dari bentuk
pohon di alam bebas. Skala duplikat ini bisa
kecil, sedang, hingga cukup besar namun
tetap dibawah ukuran. Oleh karena itu
penanaman dan pemeliharaan bonsai
memerlukan ketelitian dan kesabaran,
berbeda dengan menanam tanaman lainnya.
Bonsai ini ditanam dipot yang beraneka
ragam bentuk dan ukurannya, karena
bentuknya yang indah dan menarik dan biasa
dipajang di halaman rumah sebagai hiasan
untuk menambah keindahan rumah, sehingga
orang yang melihat akan merasa tertarik.
Pertama kalinya tanaman bonsai ini
dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI,
kemudian pada abad ke XV seni tanaman
bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman
kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan
dan keunikan dari tanaman bonsai ini
akhirnya tanaman bonsai ini sampai
merambah ke Amerika Serikat bahkan ke
dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini
banyak digemari dan diminati untuk bisa
memiliki tanaman itu.
Salah satu usaha sukses bertanam
bonsai adalah keberhasilan dalam
pengendalian penyakit. Ada beragam jenis
penyakit yang menyerang bonsai, Penyakit
merupakan suatu keadaan tanaman yang
pertumbuhannya terganggu akibat adanya
organisme pengganggu.
Oleh karena itu untuk
mempermudah user menentukan penyakit
serta solusi pengendalian dari ahli pakar
tanaman bonsai, penulis ingin membangun
suatu aplikasi sistem pakar dalam
sehingga dapat menghasilkan solusi
pengendalian yang tepat, untuk
mempermudah penanam menentukan
penyakit serta solusi pengendalian dari
seorang pakar tanaman bonsai diperlukan
kemampuan untuk membuat suatu aplikasi
“Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi
Penyakit Tanaman Bonsai Dengan
Menggunakan Metode Breadth-First
Search Berbasis Website” sehingga dapat
menghasilkan solusi pengendalian yang tepat
secara efesien dan efektif.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
adapun perumusan masalah yang akan
dibahas sebagai berikut:
a. Bagaimana merancang suatu aplikasi
sistem pakar yang berguna sebagai alat
bantu untuk mendapatkan informasi
tentang penyakit yang terjadi pada
tanaman bonsai dari gejala-gejala yang
ada.
b. Apakah aplikasi sistem pakar ini dapat
digunakan untuk mendapatkan
informasi tentang penyakit yang terjadi
pada tanaman bonsai.
c. Bagaimana merancang suatu aplikasi
sistem pakar yang berguna sebagai alat
bantu untuk mendapatkan solusi
pengendalian dari penyakit pada
tanaman bonsai.
1.3. Batasan Masalah
Dalam penyusunan skripsi batasan
masalah yang ditentukan agar pembahasan
yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan
tidak menyimpang yaitu :
a. Aplikasi dibuat dengan menggunakan
bahasa pemrogaman html, css, jquery,
Java script dan php.
b. Aplikasi ini berjalan pada browser
mozila firefox, google crome, Internet
explorer.
c. Aplikasi dibuat menggunaka
Notepad+ + dan Xampp
d. Database yang digunakan adalah mysql.
e. Data yang digunakan adalah data
penyakit yang umum pada tanaman
bonsai di daerah iklim tropis, data gejela
dari penyakit yang muncul dari tanaman
bonsai, data nilai bobot. Penyakitnya
sebagai berikut : Kutu daun, Ulat,
Thrips, Cabuk putih, Jamur, Cabuk
merah pada batang, Tumor akar.
f. Tanaman bonsai yang di teliti jenis
tanaman beringin.
Berdasarkan latar belakang diatas,
adapun tujuan dari penulisan skripsi ini
diantaranya:
a. Mengetahui bagaimana cara merancang
suatu aplikasi sistem pakar yang
berguna sebagai alat bantu untuk
mendapatkan informasi tentang
penyakit yang terjadi pada tanaman
bonsai dari gejala-gejala yang ada.
b. Mengetahui apakah aplikasi sistem
pakar ini dapat digunakan untuk
mendapatkan informasi tentang
penyakit yang terjadi pada tanaman
bonsai.
c. Mengetahui bagaimana merancang
suatu aplikasi sistem pakar yang
berguna sebagai alat bantu untuk
mendapatkan solusi pengendalian dari
penyakit pada tanaman bonsai.
1.5. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari pengembangan
aplikasi ini adalah sebagai berikut:
a. Memahami penerapan metode
Breadth-First Search dalam sistem pakar.
b. Mempermudah para penyuluh penanam
tanaman bonsai dalam mengetahui jenis
penyakit tanaman bonsai dan solusi
pengendaliannya.
c. Hasil penelitian dapat digunakan
sebagai bahan pijakan bagi para peneliti
berikutnya yang akan membahas
mengenai sistem pakar dengan metode
Breadth-First Search.
1.6. Sistematika Penuliasan
Sistematika penyusunan proposal
ditujukan untuk memberikan gambaran dan
uraian dari proposal skripsi secara
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR
TEORI
2.1 Penelitian Terdahulu
Dalam melakukan penelitian ini,
maka penulis mencantumkan beberapa hasil
penelitian terdahulu sebagai perbandingan
penelitian yang dilakukan.
Tabel 2.1 Penelitian terdaluhu
DIAGNO a beserta cara penanggulang
Dari hasil perbandingan antara penelitian
terdahulu dan penelitian yang dilakukan,
penulis merancang aplikasi sistem pakar
untuk mengidentifikasi penyakit tanaman
bonsai dengan menggunakan metode breadth
first search berbasis website. Sistem ini lebih
efesien karena metode ini bisa melakukan
diagnosa penyakit bonsai dengan mencari
nilai pembobotan yang lebih tinggi.
2.2 Bonsai
Bonsai adalah tanaman atau pohon
yang dikerdilkan di dalam pot dangkal
dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk
asli pohon besar yang sudah tua di alam
bebas. Menurut Rismunandar, menyatakan,
“tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot
yang beraneka ragam bentuk dan warnanya
itu di Jepang diberi nama bonsai.”dalam
bahasa jepang sai artinya pohon dam bon
artinya pot jadi arti bonsai seluruhnya bila
diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah
pohon dalam pot.
Tanaman bonsai merupakan tanaman
hias yang masih sangat diminati oleh para
masyarakat, namun masih sangat sedikit
comunitas pecinta bonsai di indonesia ini.
2.2.1 Cara Membuat Bonsai
Dalam membuat pohon bonsai
diperlukan beberapa ketrampilan khusus
dalam mengerdilkan pohon yakni:
1) Di tanam di dalam tempat yang kecil
sebagainya. Karena tanah atau tempat
dengan ruang yang kecil akan membatasi
pertumbuhan pada tanaman sehingga
akar-akar pada tanaman bonsai tidak
akan menjalar kemana-mana. Setelah
pohon di tanam di dalam ruang yang
kecil buang semua tunas barunya kecuali
tunas baru yang diperlukan untuk
penyempurnaan bentuk pohon.
2) Penyempurnaan bentuk pohon
dimaksudkan untuk memperindah bentuk
pohon dan memberi kesan kepada orang
yang melihatnya, penyempurnaan ini
dilakukan dengan melilitkan kawat pada
batang, dahan atau ranting dan
membentuknya dengan cara mengubah
arah pertumbuhannya menurut keinginan
kita. Untuk melilitkannya dibutuhkan
kawat tembaga dari berbagai ukuran
sesuai dengan keperluan kita. Selain
ranting, dahan dan batang
penyempurnaan pun dapat dilakukan
pada akar-akar tunjang agar dapat
tumbuh vertikal ke bawah caranya ialah
dengan melekatkan tanah liat sebesar
kelereng dekat pada ujung akar dengan
demikian akara kan terpaksa tumbuh
lurus vertikal ke bawah namun cara ini
hanya dapat dilakukan pada musim
kemarau jika dilakukan pada musim
hujan tanah liat itu akan terlepas setiap
kali tersiram oleh air hujan.
3) Pohon yang telah dikerdilkan dan
disempurnakan bentuknya maka
diperlukan teknik penuaan yang
dimaksudkan agar pohon akan tampak
lebih tua selain itu juga demi keindahan
dan supaya pohonnya memberi kesan
tumbuh kukuh, tidak mudah tumbang
dan batangnya tidak menyerupai tongkat
yang ditancapkan di tanah. Cara teknik
penuaan ini adalah dahan-dahan dan
ranting-ranting di paksa untuk tumbuh
mendatar atau agak menurun, akar-akar
pada pangkal pohon ditonjolkan dengan
cara memaksa akar-akar tersebut
menjalar di atas permukaan tanah. Ada
kalanya sebagian dari batang pohon
dikupas kulitnya sehingga terlihat
kayunya atau sebatang dahan tua dikuliti
seluruhnya sehingga kayunya kemudian
mati dan memutih.
Pembuatan bonsai memakan waktu
yang lama dan melibatkan berbagai macam
kegiatan, antara lain pemberian pupuk,
pemangkasan, pembentukan tanaman,
penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.
ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau
sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus
menerus pada tanaman sesuai musim atau
keadaan alam merupakan salah satu daya
tarik bonsai
2.2.2 Penyakit Pada Tanaman Bonsai
Beberapa contoh penyakit umum
pada pohon bonsai yaitu :
1) Kutu daun
Gejala penyakit : daunnya kering atau
menggulung, daun dan
batangnya lemah,
daun berwarna coklat, tidak
ada pertumbuhan daun baru.
Penanggulangannya : menyingkirkan
tanaman yang sakit untuk sementara, bagi
yang tidak parah, daunnya dibersihkan
dengan air hangat seminggu sekali dan
disemprot dengan obat yang sesuai dengan
jenis tanaman dan takaran yang tertera pada
kemasan obat tersebut.
2) Ulat
Gejala penyakit : berlubang-lubang dan
terdapat kotoran ulat
dipermukaannya
Penanggulangannya : ulat yang ada pada
daun diambil dan dimusnahkan.
Usahakan gulma yang tumbuh
disekitarnya dicabut agar tidak
menjadi media datangnya hama dan
jaga kebersihan tanaman
3) Thrips
Gejala penyakit : kuncup gagal menjadi
bunga dan akhirnya rontok,
bercak-bercak pada daun,
serta daun melepuh
kemudian rontok
Penanggulangannya : tanaman dibersihkan
dengan air hangat,
kemudian semprot
daerah yang terserang
dengan obat yang sesuai
jenis dan dosisnya
seminggu sekali selama
dua minggu.
4) Cabuk putih
Gejala penyakit : permukaan daun, baik atas
maupun bawah menjadi
hitam dan terdapat
kerumunan semut. Lalat ini
meletakkan telurnya
dipermukaan bawah daun.
Penanggulangannya : semut yang ada
dimusnahkan.
Tanaman dibersihkan
dengan air sabun atau
disemprot dengan obat
yang sesuai.
5) Jamur
Gejala penyakit : tanaman kelihatan layu,
mahkota rontok, pucuk
daun keriting, daun sobek
dan menguning, serta
tangkai dan akar
membusuk.
Penanggulangannya : bagian - bagian yang
rusak dibuang
kemudian media
tanam di ganti yang
baru dengan
komposisi yang tepat
dan disemprot
menggunakan obat
yang sesuai tanaman.
6) Cabuk merah pada batang
Gejala penyakit : pada batang ada hewan
cabuk tapi masuk ke dalam
kulit batang, sehingga batang
terlihat bintik-bintik merah.
Penanggulangannya : di sikat dengan sikat
gigi dan inteksida
7) Tumor akar
Gejala penyakit : tidak bisa tumbuh daun
baru, kalau disiram air tidak cepat habis.
Penanggulangannya : di haruskan mengganti
media tanah.
2.3 Sistem Pakar
Menurut Budi Kurniawan (2011:10)
sitem pakar (expert sistem) merupakan paket
perangkat lunak atau paket program
komputer yang ditujukan sebagai penyedia
nasihat dan saran bantu dalam memecahkan
masalah di segala bidang spesialisasi seperti :
sains, perekayasaan matematika, kedokteran,
pendidikan, dan sebagainya.
Sistem pakar merupakan hasil
kerjasama antara seorang pakar bidang
tertentu dan seorang ahli kecerdasan buatan.
Beberapa keterbatasan sistem pakar antara
lain yaitu :
1. Sistem pakar tidak dapat
menangani pengetahuan yang tidak
konsisten
2. Permasalahan yang dipecahkan
harus terstruktur
3. Hanya mampu melakukan sedikit
proses belajar dari pengalaman.
Begitu sistem pakar telah selesai
dibuat kinerja tidak akan
meningkat tanpa ada perubahan
yang dilakukan oleh
4. Penjelasan yang disajikan terbatas
pada diskripsi langkah-langkah
yang diambil dalam menangani
permasalahan tersebut sesuai
informasi yang telah dimasukkan
ke dalam sistem pakar.
2.4 Hypertext Markup Language (HTML)
Dalam sebuah halaman website html
sebagai penyususnnya merupakan file teks
atau file ASCII yang berisi intruksi/script
kepada web browser untuk menampilkan
suatu tampilan grafis. Didalamm file HTML
terdapat beberapa “tag” atau kode-kode yang
dimengerti oleh web browser dan dapat
menampilkannya di layar monitor.
2.5 Cascading Style Sheets (CSS)
CSS merupakan bahasa yang
digunakan untuk mengatur tampilan suatu
dokumen yang ditulis dalam bahasa markup /
markup language, jika kita berbicara dalam
konteks web, bisa di artikan secara bebas
sebagai : CSS merupakan bahasa yang
digunakan untuk mengatur tampilan / desain
suatu halaman HTML.
Ada 3 cara penambahan file CSS pada
halaman HTML, yaitu :
1. Eksternal
Cara eksternal adalah cara ideal
ketika format CSS diaplikasikan di
banyak halaman web.
2. Internal
CSS internal digunakan ketika
dokumen tunggal web memiliki format
yang unik. Kita menunjukkan CSS
internal di bagian <head> dalam
sebuah halaman HTML menggunakan
tag <style>
Apabila dalam satu dokumen HTML
terdapat lebih dari satu pengaturan style
maka, akan didahulukan berdasarkan
urutan berikut ini.
1. Inline
2. Internal
3. Eksternal
4. Default dari browser
Apabila link ke eksternal ditempatkan
dibawah internal, maka internal akan
digantikan oleh eksternal. (Heri
Kurniawan,2011)
2.6 Hypertext Preprocessor (PHP)
PHP atau memiliki kepanjangan
suatu bahasa pemrograman yang difungsikan
untuk membangun suatu website dinamis.
PHP menyatu dengan kode HTML,
maksudnya adalah beda kondisi, HTML
digunakan sebagai pembangun dan pondasi
dari kerangka layout website, sedangkan PHP
difungsikan sebagai prosesnya, sehingga
dengan adanya PHP tersebut sebuah website
akan mudah di maintenance.
PHP berjalan pada sisi server,
sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa
server side scripting, artinya bahwa dalam
setiap menjalankan PHP wajib membutuhkan
web server dalam menjalankannya.
`
Gambar 2.1 Proses permintaan script PHP
dari server ke
2.7 JQuery
Jquery adalah suatu library
(framework) javascript yang menekankan
bagaimana interaksi antara javascript dengan
HTML. Jquery mempermudah dan
mempercepat developer web dalam membuat
kode javascript. Secara standar, apabila
seseorang membuat kode javascript, maka
diperlukan kode yang cukup panjang bahkan
terkadang sangat sulit dipahami.
JQuery kompatibel dengan semua
browser, file Jquery hanya satu dan
ukurannya kecil dan cepat aksesnya, fitur
JQuery paling lengkap dibandingkan dengan
framework javascript yang lain, JQuery dapat
bekerja diberbagai web browser, seperti :
mozilla firefok, internet explorer, google
chrome, opera, dan browser lainnya.
2.8 Java Script
Java Script adalah bahasa skrip yang
ditempelkan pada kode HTML dan diproses
di sisi klien. Dengan adanya bahasa ini,
kemampuan dokumen HTML menjadi
semakin luas.
Java script sebagai bahasa pemrogaman
dapat berjalan disemua browser internet. Java
script dipanggil untuk memberikan fungsi
pada halaman web dengan meletakkannya
scara internal pada halaman HTML.
MySQL
MySQL adalah sebuah sistem RDBMS
Database adalah kumpulan data terhubung
(interrelated data) yang disimpan secara
bersama-sama pada suatu media, tanpa
mengatap satu sama lain atau tidak perlu
suatu kerangkapan data, data disimpan
dengan cara-cara tertentu sehingga mudah
untuk digunakan atau ditampilkan kembali,
data dapat digunakan oleh satu atau lebih
program-program aplikasi secara optimal
(Edhy Sutanta, 2004:18).
MySQL adalah sebuah sistem
manajemen database yang saling
berhubungan.
Notepad ++
Notepad++ adalah sebuah aplikasi
penyunting teks dan penyunting kode sumber
yang berjalan di sistem operasi Windows.
Notepad++ menggunakan komponen
Scintilla untuk dapat menampilkan dan
menyuntingan teks dan berkas kode sumber
berbagai bahasa pemrograman. Notepad++
mendukung banyak bahasa pemrograman.
Flowchart
Flowchart adalah suatu teknik untuk
menyusun rencana sistem dari program.
Selain itu flowchart adalah untaian simbol
gambar yang menunjukkan sebuah alur
sistem yang menunjukkan urutan tindakan
dalam proses dalam bentuk yang mudah
dikomunikasikan. Hubungan dalam
menggambarkan relasi dalam Flowchart
sebagai berikut :
Tabel 2.2 Simbol dalam Flowchart
Gambar Penjelasan
Terminator
Process
Document
Arus Process
Dicision
Manual Operation
Data
2.13 Breadth first Search (BFS)
Breadth first search atau metode
pencarian melebar pertama. Pada metode ini
penelusurannya memeriksa semua node
(simpul) pohon pencarian, di mulai dari
simpul akar. Simpul-simpul dalam tingkat
diperiksa seluruhnya sebelum pindah ke
simpul di tingkat selanjutnya. Proses ini
bekerja dari kiri ke kanan, baru bergerak ke
bawah. Ini berlanjut sampai ke titik tujuan
Dengan strategi ini, maka dapat dijamin
bahwa solusi yang ditemukan adalah yang
paling baik (Optimal). Tetapi BFS harus
menyimpan semua node yang pernah
dibangkitkan. Hal ini harus dilakukan untuk
penelusuran baik jika solusi sudah
ditemukan.
Root node
(strat)
Goal
Gambar 2.2 Breadth–first search
Kesimpulan dari metode BFS yaitu
untuk mencari suatu permasalahan Bfs akan
memeriksa semua node dalam suatu note
secara urut.
Kelebihan:
1. Tidak akan menemukan jalan buntu
2. Jika ada solusi, maka Breadth First Search
akan menemukannya.
Dan jika ada lebih dari satu solusi , maka
solusi minimum akan ditemukan.
Kekurangan:
1. Membutuhkan memori yang cukup
banyak, karena menyimpan semua node
dalam satu pohon.
2. Membutuhkan waktu yang cukup lama,
karena akan menguji level untuk
mendapatkan solusi pada level
berikutnya.
3.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian
Dalam penulisan proposal ini, penulis
melakukan penelitian di rumah bapak
Ekhwan Santoso, selaku ketua komunitas
bonsai di Sidoarjo Ds. Tenggulunan Rt.08
Rw.03 Candi – Sidoarjo dan di beberapa
penjual tanaman bonsai, yang dilakukan pada
tanggal 28 maret 2015 sampai dengan tanggal
4 maret 2015.
3.2 Bahan Dan Alat Penelitian
9 1
2 3
8 4
7 6
Dalam melakukan penelitian ini, penulis
menggunakan alat dan bahan anatara lain:
1. Bahan
Bahan yang digunakan penulis dalam
melakukan penelitian meliputi:
a. Data-data yang menunjang
dalam pembuatan aplikasi
sistem pakar mengidentifikasi
penyakit pada tanaman bonsai
yang di peroleh dari internet dan
seorang pakar ( ketua panitia
tanaman bonsai).
b. Buku – buku penunjang penulis
dalam melakukan penelitian,
diantaranya adalah:
1. Buku referensi sistem pakar
2. Buku referensi PHP
3. Buku referensi Database
My SQL
4. Buku referensi penyakit
pada tanaman
5. Buku referensi pada
tanaman bonsai
2. Alat penelitian
a. Perangkat lunak (software) yang
digunakan, meliputi:
1. Microsoft Windows 7
Ultimate Version 2009
Service Pack 1
2. Microsoft Office Word
2007
3. Microsoft Office Visio
2003
4. Xampp
5.
Macromedia
Dreamweaver
6.
Notepad++
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pembuatan tugas akhir ini terbagi
menjadi beberapa tahap pengerjaan yang
tertera sebagai berikut :
1. Pengumpulan data-data yang
diperlukan.
Beberapa metode yang akan
dipakai dalam pengumpulan data:
a. Observasi
Melakukan pengamatan terhadap
data yang diteliti, di rumah bapak
Ekhwan Santoso, selaku ketua
komunitas bonsai di Sidoarjo Ds.
Tenggulunan Rt.08 Rw.03 Candi –
Sidoarjo.
Selain melakukan observasi,
penulis juga mengajukan wawancara
langsung kepada seorang pakar bonsai
bapak Ekhwan Santoso tentang
penyakit tanaman bonsai dan di
beberapa penjual tanaman bonsai.
3.4 Analisa data yang telah dikumpulkan
Langkah ini merupakan analisa
terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan
data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah
penelitian, wawancara atau studi literatur.
Sistem analis akan menggali informasi
sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan
tercipta sebuah sistem aplikasi yang bisa
melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh
user tersebut.
3.5 Tabel Indikator DataBase
Struktur tabel adalah suatu tatanan dari
tabel yang dibutuhkan dalam sistem untuk
menjalannya suatu sistem. Dan dibawah ini
adalah macam-macam tabel yang dibutuhkan
kedalam sistem.
Tabel 3.1 Indikator Gejala
Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada
ditabel gejala yaitu data gejala yang
dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyakit
dan dari setiap gejala tersebut diberi id yang
berbeda untuk membedakan dari setiap
gejala.
Tabel 3.2 Indikator Penyakit
Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada
ditabel penyakit yaitu data penyakit dan dari
setiap penyakit tersebut diberi id yang
berbeda untuk membedakan dari setiap
penyakit dan dari setiap penyakit diberi solusi
yang tepat untuk menangani penyakit
Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada
ditabel aturan yaitu dari data gejala dan data
penyakit dikelompokan jadi satu dan dari
setiap aturannya diberi pembobotan, dimana
dari pemberian bobot akan menentukan
gejala yang lebih kuat untuk menentukan
penyakit.
Tabel 3.4 Indikator Temporari Aturan
Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada
ditabel temporari aturan adalah untuk
penyimpanan sementara hasil sistem pakar
dianogsa penyakit tamanan bonsai
3.6 Desain Sistem
Tahapan dimana dilakukan penuangan
pikiran dan perancangan sistem terhadap
solusi dari permasalahan yang ada dengan
menggunakan perangkat pemodelan sistem
seperti Struktur Menu, Entity Relationship,
Diagram Contact, Flowchart, dan interface.
3.7 Pembuatan Aplikasi
Penulisan kode program atau coding
bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.
Dilakukan oleh programmer yang akan
meterjemahkan permintaan yang diminta oleh
user. Tahapan ini lah yang merupakan
tahapan secara nyata dalam mengerjakan
suatu sistem. Dalam artian penggunaan
komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan
ini. Pada tahap ini sistem yang telah
dirancang kemudian diimplementasikan
kedalam bahasa pemrograman yakni bahasa
pemrograman HTML, CSS, Jquery, Java
script dan PHP.
3.8 Pengujian Program
Tahapan akhir dimana sistem yang baru
diuji kemampuan dan keefektifannya
sehingga didapatkan kekurangan dan
kelemahan sistem yang kemudian dilakukan
pengkajian ulang dan perbaikan terhadap
aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.
3.9 Hak Akses Sistem
Adapun dalam pembuatan aplikasi ini
terdapat beberapa hak akses yang
berhubungan atau berinteraksi dengan sistem,
Hak akses tersebut adalah :
3.9.1 Administrator
Sebagai hak akses Admin sebagai
input data penyakit, update data
penyakit, delete data penyakit, data
penyakit, input data gejala, update data
gejala, delete data gejala, data gejala,
input data aturan, update data aturan,
delete data aturan, data aturan, data
Admin.
3.9.2 User
Sebagai hak akses user sebagai
pengunjung yang ingin melakukan test
pengujian penyakit pada tanaman
bonsai.
3.10 Relationship table
Entity (entitas) adalah sesuatu yang
identifikasi dari suatu sistem database bisa
berupa objek, orang , tempat, kejadian atau
konsep yang informasinya akan disimpan di
database. Disebut tabel karena dalam
mempersentasikannya datanya di atur dalam
bentuk baris dan kolom.
Field atau atribut adalah bagian report
yang menunjukkan suatu item data yang
sama atau sejenis. Misalnya field nama, field
nim, dan lain sebagainya. Setiap field harus
mempunyai nama dan tipe data terrtentu.
Pada gambar 3.1 menjelaskan tentang
hubungan keterkaitan antara tabel
Gambar 3.1 Relasi Tabel
3.11 Struktur Tabel Database
3.11.1 Tabel gejala
Di tabel gejala ini terdapat 3 atribut
yaitu nomor bertipe interger size 11,
id_gejala bertipe varchar size 255, dan
gejala bertipe text.
Tabel 3.5 Gejala
Field Type Size
id_gejala varchar 255 gejala varchar 255
3.11.2 Tabel penyakit
Di tabel penyakit ini terdapat 4
atribut yaitu nomor bertipe interger size
11, id_penyakit bertipe varchar size
255, penyakit bertipe text, dan solusi
bertipe text.
Tabel 3.6 Penyakit
Field Type Size
id_penyakit varchar 255 penyakit text
solusi text
3.11.3 Tabel aturan
Di tabel aturan ini terdapat 4 atribut
yaitu nomor bertipe interger size 11,
id_gejala bertipe varchar size 255,
id_penyakit bertipe varchar size 255,
dan pembobotan bertipe float.
Tabel 3.7 Aturan
Field Type Size
id_aturan varchar 255 id_gejala varchar 255 Id_penyakit Varchar 255 Pembobotan double
3.11.4 Tabel temporari aturan
Di tabel ini terdapat 4 atribut yaitu
nomor bertipe interger size 11,
id_penyakit bertipe varchar size 255,
penyakit bertipe text, dan solusi bertipe
text.
Tabel 3.8 Temporari Aturan
Field Type Size
gejala text penyakit text solusi text Pembobotan double
status varchar 255
Menurut Jogiyanto (2005) diagram
konteks adalah diagram yang terdiri dari
suatu proses dan menggambarkan ruang
lingkup suatu sistem. Diagram konteks
merupakan level tertinggi dari DFD yang
menggambarkan seluruh input ke sistem
output dari sistem.
Dalam perancangan sistem pakar
pendeteksi penyakit pada bonsai penulis
menggambarkan kedalam sebuah konteks
diagram yang menjelaskan aliran data yang
terjadi didalam sistem secara umum. Entity
atau pelaku yang terlibat ialah user dan
Admin. Untuk Gambarannya bisa dilihat pada
gambar 3.2
Proses Sistem Pakar Deteksi Penyakit Tanaman Bonsai
User Admin
0
Test Penyakit Bonsai
Hasil Penyakit Tanaman Bonsai dan Solusi
Penanganan
Input Data Penyakit, Gejala, Aturan
3.13 Flowchart
Flowchart adalah suatu teknik untuk
menyusun rencana sistem dari program.
3.13.1 Flowchart Sistem Admin
Dalam sistem ini penulis
menggambarkan flowchart yang
menjelaskan alur dari sistem pakar
pendeteksi penyakit pada tanaman
bonsai seperti pada gambar 3.3.
Start
Edit Cover Edit Profil
Y/T Y/T
Gambar 3.3 Flowchart Sistem Admin
3.13.2 Flowchart Sistem User
Dalam sistem ini penulis
menggambarkan flowchart yang
menjelaskan alur dari sistem pakar
pendeteksi penyakit pada bonsai
seperti pada gambar 3.4. Gambar 3.2 Diagram
Start
Gambar 3.4 Flowchart Sistem User
3.14 Perancangan Struktur Menu
Perancangan struktur menu adalah
perancangan tata urutan menu dari Sistem
pakar untuk mengidentifikasi penyakit
tanaman bonsai dengan menggunakan
metode breadth first search berbasis website
3.14.1 Struktur Menu Admin
Struktur menu Admin
sebagai input data penyakit, update data
penyakit, delete data penyakit, data penyakit,
input data gejala, update data gejala, delete
data gejala, data gejala, input data aturan,
update data aturan, delete data aturan, data
H
Gambar 3.5 Struktur Menu Admin
3.14.2 Struktur Menu User
Struktur menu sebagai
pengunjung yang ingin melakukan
test pengujian penyakit pada
tanaman bonsai. Untuk gambaran
struktur menu bisa dilihat pada
3.15 Metode Breadth first Search (BFS)
Root node
(strat)
Gambar 3.7 Breadth–first
search
Penjelasan :
Hasil dari metode pencarian
mengidentifikasi penyakit pada tanaman
bonsai dengan metode breadth-first search
(pencarian melebar pertama), dengan
menelusuri semua node – node yang ada
terlebih dahulu dengan alur penelusuran dari
kiri ke kanan yaitu ada 17. Gambar diatas
merupakan salah satu contoh hanya node
yang di tampilkan ada 9. Dan node tersebut
adalah gejala yang di identifikasi sehingga
mendapatkan hasil dari identifikasi (goal)
yaitu penyakit dan penanggulangannya.
3.16 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Uji Coba Perancangan Sistem
Sebelum program dikompilasi menjadi
file eksekusi, maka perlu diperiksa dan
diketahui adanya kesalahan yang ada pada
program dan kemudian memperbaikinya serta
menyempurnakannya. Dalam hal ini
dilakukan uji coba sistem dengan
mengkompilasi program dan mencoba
memberikan inputan – inputan data untuk
mengetahui gejala penyakit dan identifikasi
hasil penyakit pada tanaman bonsai.
Apabila semua menu dapat berjalan
dengan baik maka langkah selanjutnya yaitu
mengkompilasi program menjadi file .exe
supaya program dapat didistribusikan ke
komputer.
4.1.2 Implementasi Sistem
Implementasi sistem merupakan suatu
tahapan yang menerapkan semua desain
G
0
G
G
0
G
0
G
0
G
0
G
0
G
0
G
sistem yang telah dibuat kedalam bentuk
interface sehingga suatu software dapat
digunakan oleh user. Untuk menjalankan
program yang telah dibuat, maka terlebih
dahulu membuat rancangan database
menggunakan MySQL sebagai dasar
operasionalnya serta menngunakan bahasa
pemrogaman html, css, jquery, java script
dan php.
Tampilan dibuat untuk berinteraksi
dengan user yang diharapkan bisa
berkomunikasi dan dapat dioperasikan sesuai
keinginan pemakai. Untuk itu implementasi
rancangan antarmuka ini dibagi menjadi dua
bagian, yaitu implementasi rancangan antar
muka user (pemakai umum) dan
implementasi rancangan antarmuka admin
(pakar).
4.1.3 Tampilan Admin
Perangkat lunak ini disediakan untuk
dioperasikan oleh 2 kategori user. User
pertama yaitu pakar, pakar memerlukan akses
login terlebih dahulu untuk memasukkan data
solusi ( pemecahan masah ) yang merupakan
hasil dari identifikasi penyakit tanaman
bonsai. Sedangkan user kedua adalah
pemakai, dapat menjalankan sistem pakar
identifikasi penyakit tanaman bonsai ini
dengan melakukan login memasukkan
password terlebih dahulu.
Sebelum memasuki menu utama,
tampilan awal dari sistem adalah login
masuk pemakai yang merupakan
tampilan awal dari perangkat lunak yang
dapat dilihat pada daftar gambar 4.1
Gambar 4.1 Halaman Login Administrator
Halaman login administrator pada
gambar 4.3.1 merupakan tampilan awal yang
ditampilkan jika seorang admin ingin masuk
dalam hak akses administrator.Administrator
harus memasukkan username dan password
yang telah terdaftar sebelumnya agar bisa
masuk ke halaman utama. Jika username dan
password tidak sesuai atau belum terdaftar
maka akan ditampilkan pesan bahwa
Gambar 4.2 Halaman Utama Administrator
Halaman utama pada gambar 4.2
merupakan halaman yang ditampilkan setelah
login administrator berhasil. Halaman ini
terdapat dua bagian kiri dan kanan, bagian
kiri berisi tombol sebagai jalan pintas untuk
mengakses data, sedangkan bagian kanan
terdapat tampilan informasi yang dapat
terbuka dan tertutup ketika cursor diarahkan
seperti pesan, user yang login, artikel terbaru
dan artikel popular.
Gambar 4.3 Halaman menu manajemen data
Halaman menu manajemen data pada
gambar 4.3 berikut memiliki dua menu
pertama yaitu menu data yang berisikan tiga
sub menu data yaitu sub menu data gejala,
sub menu data penyakit, dan sub menu data
aturan. Dan menu data kedua berisikan dua
menu data artikel yaitu sub menu add artikel
dan data artikel.
Gambar 4.4 Halaman daftar gejala
Halaman daftar gejala pada gambar 4.4 ini
berisikan daftar gejala yang dibuat untuk
mengidentifikasi penyakit pada tanaman
bonsai.
Gambar 4.5 Halaman tambah data gejala
Halaman tambah data gejala pada gambar 4.5
ini digunakan untuk mengisi data gejala ke
penyakit tanaman bonsai. Jika simpan sukses
akan muncul konfirmasi sukses.
konfirmasi sukses
Gambar 4.6 Halaman tambah data gejala
Halaman tambah data gejala pada gambar 4.6
ini digunakan untuk mengedit data gejala ke
dalam daftar gejala untuk mengidentifikasi
penyakit tanaman bonsai. Jika simpan sukses
akan muncul konfirmasi sukses.
Konfirmasi sukses
Gambar 4.7 Halaman hapus data gejala
Halaman hapus data gejala pada gambar 4.7
ini digunakan untuk menghapus data gejala.
Di daftar gejala terdapat buton hapus sesuai
yang di pilih dalam daftar gejala untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.
Gambar 4.8 Halaman data penyakit
Halaman data penyakit pada gamabar 4.8 ini
berisikan daftar penyakit yang dibuat untuk
mengidentifikasi penyakit pada tanaman
bonsai.
Gambar 4.9 Halaman tambah data penyakit
Halaman tambah data penyakit pada gambar
4.9 ini digunakan untuk mengisi data
penyakit ke dalam daftar penyakit untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.
Jika simpan sukses akan muncul
konfirmasi sukses
Gambar 4.10 Halaman edit data penyakit
Halaman edit data penyakit pada gambar 4.10
ini digunakan untuk mengedit data penyakit
ke dalam data penyakit untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.
Jika simpan sukses akan muncul konfirmasi
sukses.
Gambar 4.11 Halaman hapus data penyakit
Halaman hapus data penyakit pada gambar
4.11 ini digunakan untuk menghapus data
penyakit. Di daftar penyakit terdapat buton
hapus sesuai yang di pilih untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai
konfirmasi sukses.
Gambar 4.12 Halaman data aturan
Halaman data aturan pada gambar 4.12 ini
berisikan data aturan yang dibuat untuk
mengidentifikasi penyakit pada tanaman
bonsai.
Gambar 4.13 Halaman tambah data aturan
penyakit
Halaman tambah data aturan penyakit pada
data aturan penyakit ke dalam data aturan
penyakit untuk mengidentifikasi penyakit
tanaman bonsai. Jika simpan sukses akan
muncul konfirmasi sukses.
Konfirmasi sukses
Gambar 4.14 Halaman edit data aturan
penyakit
Halaman edit data aturan penyakit pada
gambar 4.14 ini digunakan untuk mengedit
data aturan penyakit ke dalam data aturan
penyakit untuk mengidentifikasi penyakit
tanaman bonsai. Jika simpan sukses akan
muncul konfirmasi sukses.
Konfirmasi sukses
Gambar 4.15 Halaman hapus data aturan
penyakit
Halaman hapus data aturan penyakit pada
gambar 4.15 ini digunakan untuk menghapus
terdapat buton hapus sesuai yang di pilih
dalam data aturan penyakit untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.
Konfirmasi sukses
Gambar 4.16 Halaman menu konfigurasi
Halaman menu konfigurasi pada gambar 4.16
berikut memiliki dua menu yaitu menu edit
profil dan menu konfigurasi cover.
Gambar 4.17 Halaman input artikel
Halaman input artikel pada gambar 4.17 ini
digunakan untuk mempublikasikan macam -
macam artikel yang berisi jenis bonsai,
tutorial bonsai dan penyakit bonsai. Dan
halaman ini berfungsi untuk memberitahukan
informasi tentang artikel yang terdapat pada
website sistem pakar bonsai bagi orang
pecinta bonsai.
Gambar 4.18 Halaman konfigurasi edit profil
Halaman konfigurasi edit profil pada gambar
4.18 ini digunakan untuk mengubah foto
profil yang ada pada halaman admin sesuai
yang di inginkan oleh administrator.
Halaman konfigurasi edit cover pada gambar
4.19 ini digunakan untuk mengubah cover
halaman yang ada pada halaman admin
sesuai yang di inginkan oleh administrator.
4.1.4 Tampilan user
Gambar 4.20 Halaman Utama User
Halaman utama user pada gambar
4.20 ini merupakan halaman yang
ditampilkan untuk user (pengguna). Halaman
ini berisikan test identifikasi bagi pengguna
dan informasi mengenai program dan bonsai.
Gambar 4.21 Halaman Artikel
Halaman artikel pada gambar 4.21 ini
digunakan untuk memberitahukan penjelasan
tentang informasi yang ada dalam sistem
pakar bonsai. Salah satu contoh jenis bonsai.
Dan untuk informasi lebih lanjut bisa di pilih
link Read More akan memunculkan hasil
penjelasan artikel secara detail seperti gambar
di bawah ini.
Gambar 4.22 Halaman Isi Artikel
Halaman test identifikasi pada gambar 4.23
ini berfungsi untuk mengetahui penyakit dari
gejala – gejala yang di pilih untuk
menentukan penyakit dari tanaman bonsai.
Gambar 4.24 Halaman Hasil Identifikasi
Halaman hasil identifikasi pada gambar 4.24
ini adalah hasil akhir diagnosa penyakit
bonsai untuk para pecinta tanaman bonsai.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Pengujian User
Pengujian user pada sistem pakar bonsai
ini dilakukan dengan mencoba menjalankan
aplikasi secara langsung dan memberikan
beberapa pertanyaan kepada user yang
didasarkan atas pengujian aplikasi. Untuk
pengujian ini dilakukan kepada 10 user
responden untuk memberikan penilaian pada
aplikasi pakar bonsai ini. Pada Tabel 4.1
menunjukkan hasil dari pengujian user.
Tabel 4.1 pengujian user
No. Kriteria
dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
pakar bonsai ini secara keseluruhan.
dengan rata-rata sebesar 19 %,
sedangkan untuk nilai baik dengan
rata-rata sebesar 60 %, lalu untuk nilai cukup
dengan rata-rata sebesar 21 %, dan yang
kurang dengan rata-rata sebesar 0 %.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah melalui beberapa tahapan hasil
penelitian dan tahapan aplikasi sistem pakar
untuk mengidentifikasi penyakit tanaman
bonsai, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa :
1. Aplikasi sistem pakar untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman
bonsai yang telah dibuat dapat
membantu para pecinta bonsai untuk
mengetahui penyakit tanaman
bonsai dan memberi solusi yang
tepat untuk penanganannya.
2. Berdasarkan pengujian yang
dilakukan, pada aplikasi sistem
pakar untuk mengidentifikasi
penyakit tanaman bonsai ini dapat
berjalan dengan baik pada
masing-masing browser mozila firefox,
google crome, Internet explorer.
3. Perangkat lunak yang dihasilkan
mampu mengidentifikasi penyakit
tanaman bonsai dengan
mendokumentasikan informasi
mengenai pengetahuan dari pakar
(spesialis tanaman bonsai). Selain
itu informasi yang dihasilkan dapat
digunakan sebagai alternatif dalam
berkonsultasi tentang penyakit
tanaman bonsai yang meliputi nama
penyakit, gejala atau penyebab, nilai
kepastian dan solusi.
5.2 Saran
Aplikasi system pakar ini kemungkinan
masih ada kekurangan sehingga nantinya
dapat dikembangkan lagi agar menjadi
aplikasi yang lebih baik lagi. Untuk
pengembangan lebih lanjut disarankan :
1. Aplikasi ini masih bisa
dikembangkan lagi, seperti
pengembangan kearah multimedia
atau dapat juga dikembangkan ke
sistem pakar berbasis android.
2. Untuk kedepannya bisa ditambahkan
juga export pdf untuk hasil dianogsa
KAJIAN PUSTAKA
Adhinta Nicho Pratama, Sukadi. 2013. Sistem
Pakar Untuk Mendiagnosis
Hama Dan Penyakit Tanaman
Padi. UNSA.
Anis Sulistyowati. 2011. Analisa Metode
Breadth First Search dan Depth
First Search pada Sistem Pakar
Pendeteksi Penyebab Kerusakan
Mesin Mobil Honda
CR-V.Fakultas Teknik.Jurusan
Teknik Informatika.Umsida.
Destarianto, Prawidya, dkk. 2013. Penerapan
MetodeInference
TreedanForward Chainingdalam
Sistem Pakar Diagnosis Hama
danPenyakitKedelai Edamame
Berdasarkan Gejala
Kerusakannya. Malang.
Universitas Brawijaya Malang .
Francis.D.Yuri.1991. Hidroponik dan
Bonsai.CV.Bahagia Batang
Pekalongan.Semarang.
http:// www.
dosen.gufron.com/digital/notepad-v653/51/
http//www.Karya Ilmiah Biologi Tentang
Tanaman Bonsai.com diakses
pada 6 Februari 2015
http// www.Pengertian Bonsai.com diakses
pada tanggal 6 Februari 2015
Ketut Catur Wiguna.Teknik Budidaya
Tanaman Bonsai Sebagai Salah
Satu Koleksi Tanaman Hias
Miniatur.Jurusan Pendidikan
Biologi, Fakultas MIPA.
Universitas Pendidikan Ganesha
Muhammad Iqbal.Pengembangan Web
Portal Universitas Menggunakan
Jquery pada STMK Islam
International
Jakarta.Jakarta.Fakultas Sains
dan Teknologi.Program Studi
Teknik Informatika.Universitas
Islam Negeri Hidayatullah
Jakarta.
Moch.Fitrul Hakim. 2014. Penerapan
Customer Relationship
Management Pada Dealer
Yamaha (Study Kasus Dealer
Cahya Yamaha
Tulungagung).Malang.
Fakultas Teknologi
Industri.Program Studi
Informatika S-1.Institut
Teknologi Nasional Malang.
Ruwahid Azzaliawan. 2014. Sistem
Pemandu Pencarian Tempat
Kos Terdekat Di Area ITN
Malang Berbasis
LocationBased Service Pada
Platform
Android.Malang.Fakultas
Studi Informatika S-1.Institut
Teknologi Nasional Malang.
Siti Ambarwai. 2007. Budi Daya
Tanaman Hias.Azka Mulia
Media. Jakarta.
Soegito sigit. 1978. Bonsai Cara
Membuat dan Merawat
Pohon Mini.PT.Gramedia.
Jakarta
Yuliana. 2013. Aplikasi Biro Jodoh
dengan menggunakan
K-means Berdasarkan
Kesesuaian Sifat Berbasis
Web.Fakultas Teknik.Jurusan
Teknik Informatika.Umsida.
Yuwono, Bambang, dkk. 2008. SISTEM
PAKAR BERBASIS WEB
UNTUK IDENTIFIKASI JENIS
DAN PENYAKIT PADA BUNGA
MAWAR. Yogyakarta, Jurusan
Teknik Informatika UPN