• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR UNTUK MENGINDENTIFIKASI PEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM PAKAR UNTUK MENGINDENTIFIKASI PEN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PAKAR

HOME PROGRAM

UNTUK ANAK AUTIS MENGGUNAKAN

METODE

FORWARD CHAINING

BERBASIS WEB

Rakheena (111080200100) , Yulian Findawati, S.T, M.MT

Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

[email protected]

ABSTRAK

Autisme merupakan gangguan perkembangan mental pada anak yang

menyebabkan seorang anak sulit untuk berinteraksi sosial. Diagnosa autisme biasanya

dilakukan oleh seorang pakar/ahli dibidang tumbuh kembang anak, namun sebenarnya

orang tua juga dapat melakukan diagnosa awal kemungkinan autisme pada anak dengan

melakukan pengamatan perilaku anak dalam kesehariannya terutama dari cara

berkomunikasi, berinterkasi sosial dengan anak sebayanya, dan kemampuan berimajinasi

pada anak. Aplikasi yang dibangun bertujuan untuk membantu orang tua didalam

menentukan

home program yang cocok untuk autis yang diderita oleh anak. Home program merupakan program terapi yang dilakukan di rumah.

Pengetahuan pada sistem direpresentasikan dalam bentuk aturan dan metode

penalaran yang digunakan adalah metode runut maju (forward chainning).

Sistem Pakar ini dinamai Autism Home Program

dan diakses dalam bentuk web

melalui media internet. Keluaran pada sistem berupa spektrum autis yang diderita oleh

anak serta home program yang cocok untuk jenis autis tersebut.

Kata Kunci : Sistem Pakar, Forward Chaining, Autisme, Home Program

EXPERT SYSTEM

HOME PROGRAM

FOR AUTISM CHILD USING

FORWARD

CHAINING

METHOD BASED ON WEB

Rakheena (111080200100) , Yulian Findawati, S.T, M.MT

Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

[email protected]

ABSTRACT

Autism is impaired mental development in children that causes a child difficult to

interact socially. Diagnosis of autism is usually performed by an expert/experts in the

field of flower-growing children, but parents can make early diagnosis of autism in

children with the possibility of observing the behaviour of children in her/his everyday

especially from how to communicate, interact socially with peers, and the ability of their

imagination in children. Applications built aims to assist parents in determining home

program are suitable for autistic suffered by children. Home program is a program of

therapy at home.

Knowledge in the system represented in rules and methods used forward chaining

method.

This expert system named Autism Home Program and accessible in the form of

the web through internet media. Output of the system in the form of autistic spectrum

suffered by children as well as home program are suitable for this type of autism.

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tanaman hias adalah tanaman yang

mempunyai dua fungsi, selain berfungsi

sebagai hiasan juga berguna untuk

menyegarkan atau menyejukkan lingkungan

atau suatu ruangan tertentu. Tanaman hias

akan terlihat indah dan menarik apabila

dirawat dengan tahap perawatan yang benar

sehingga tanaman terlihat teratur dan rapi

tanpa ada cabang yang menjalar. Tanaman

hias yang masih digemari oleh masyarakat

sampai saat ini adalah tanaman bonsai

dimana sesuai berkembangnya peradaban

maka tanaman bonsai mengalami kemajuan

baik dalam segi bentuk, ukuran dan jenis.

Tanaman Bonsai merupakan

tanaman yang dikerdilkan dan dipelihara

didalam pot yang beraneka ragam jenis,

bentuk dan ukurannya. Membentuk tanaman

bonsai adalah membuat duplikat dari bentuk

pohon di alam bebas. Skala duplikat ini bisa

kecil, sedang, hingga cukup besar namun

tetap dibawah ukuran. Oleh karena itu

penanaman dan pemeliharaan bonsai

memerlukan ketelitian dan kesabaran,

berbeda dengan menanam tanaman lainnya.

Bonsai ini ditanam dipot yang beraneka

ragam bentuk dan ukurannya, karena

bentuknya yang indah dan menarik dan biasa

dipajang di halaman rumah sebagai hiasan

untuk menambah keindahan rumah, sehingga

orang yang melihat akan merasa tertarik.

Pertama kalinya tanaman bonsai ini

dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI,

kemudian pada abad ke XV seni tanaman

bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman

kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan

dan keunikan dari tanaman bonsai ini

akhirnya tanaman bonsai ini sampai

merambah ke Amerika Serikat bahkan ke

dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini

banyak digemari dan diminati untuk bisa

memiliki tanaman itu.

Salah satu usaha sukses bertanam

bonsai adalah keberhasilan dalam

pengendalian penyakit. Ada beragam jenis

penyakit yang menyerang bonsai, Penyakit

merupakan suatu keadaan tanaman yang

pertumbuhannya terganggu akibat adanya

organisme pengganggu.

Oleh karena itu untuk

mempermudah user menentukan penyakit

serta solusi pengendalian dari ahli pakar

tanaman bonsai, penulis ingin membangun

suatu aplikasi sistem pakar dalam

(3)

sehingga dapat menghasilkan solusi

pengendalian yang tepat, untuk

mempermudah penanam menentukan

penyakit serta solusi pengendalian dari

seorang pakar tanaman bonsai diperlukan

kemampuan untuk membuat suatu aplikasi

“Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi

Penyakit Tanaman Bonsai Dengan

Menggunakan Metode Breadth-First

Search Berbasis Website” sehingga dapat

menghasilkan solusi pengendalian yang tepat

secara efesien dan efektif.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas,

adapun perumusan masalah yang akan

dibahas sebagai berikut:

a. Bagaimana merancang suatu aplikasi

sistem pakar yang berguna sebagai alat

bantu untuk mendapatkan informasi

tentang penyakit yang terjadi pada

tanaman bonsai dari gejala-gejala yang

ada.

b. Apakah aplikasi sistem pakar ini dapat

digunakan untuk mendapatkan

informasi tentang penyakit yang terjadi

pada tanaman bonsai.

c. Bagaimana merancang suatu aplikasi

sistem pakar yang berguna sebagai alat

bantu untuk mendapatkan solusi

pengendalian dari penyakit pada

tanaman bonsai.

1.3. Batasan Masalah

Dalam penyusunan skripsi batasan

masalah yang ditentukan agar pembahasan

yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan

tidak menyimpang yaitu :

a. Aplikasi dibuat dengan menggunakan

bahasa pemrogaman html, css, jquery,

Java script dan php.

b. Aplikasi ini berjalan pada browser

mozila firefox, google crome, Internet

explorer.

c. Aplikasi dibuat menggunaka

Notepad+ + dan Xampp

d. Database yang digunakan adalah mysql.

e. Data yang digunakan adalah data

penyakit yang umum pada tanaman

bonsai di daerah iklim tropis, data gejela

dari penyakit yang muncul dari tanaman

bonsai, data nilai bobot. Penyakitnya

sebagai berikut : Kutu daun, Ulat,

Thrips, Cabuk putih, Jamur, Cabuk

merah pada batang, Tumor akar.

f. Tanaman bonsai yang di teliti jenis

tanaman beringin.

(4)

Berdasarkan latar belakang diatas,

adapun tujuan dari penulisan skripsi ini

diantaranya:

a. Mengetahui bagaimana cara merancang

suatu aplikasi sistem pakar yang

berguna sebagai alat bantu untuk

mendapatkan informasi tentang

penyakit yang terjadi pada tanaman

bonsai dari gejala-gejala yang ada.

b. Mengetahui apakah aplikasi sistem

pakar ini dapat digunakan untuk

mendapatkan informasi tentang

penyakit yang terjadi pada tanaman

bonsai.

c. Mengetahui bagaimana merancang

suatu aplikasi sistem pakar yang

berguna sebagai alat bantu untuk

mendapatkan solusi pengendalian dari

penyakit pada tanaman bonsai.

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari pengembangan

aplikasi ini adalah sebagai berikut:

a. Memahami penerapan metode

Breadth-First Search dalam sistem pakar.

b. Mempermudah para penyuluh penanam

tanaman bonsai dalam mengetahui jenis

penyakit tanaman bonsai dan solusi

pengendaliannya.

c. Hasil penelitian dapat digunakan

sebagai bahan pijakan bagi para peneliti

berikutnya yang akan membahas

mengenai sistem pakar dengan metode

Breadth-First Search.

1.6. Sistematika Penuliasan

Sistematika penyusunan proposal

ditujukan untuk memberikan gambaran dan

uraian dari proposal skripsi secara

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR

TEORI

2.1 Penelitian Terdahulu

Dalam melakukan penelitian ini,

maka penulis mencantumkan beberapa hasil

penelitian terdahulu sebagai perbandingan

penelitian yang dilakukan.

Tabel 2.1 Penelitian terdaluhu

(5)

DIAGNO a beserta cara penanggulang

Dari hasil perbandingan antara penelitian

terdahulu dan penelitian yang dilakukan,

penulis merancang aplikasi sistem pakar

untuk mengidentifikasi penyakit tanaman

bonsai dengan menggunakan metode breadth

first search berbasis website. Sistem ini lebih

efesien karena metode ini bisa melakukan

diagnosa penyakit bonsai dengan mencari

nilai pembobotan yang lebih tinggi.

2.2 Bonsai

Bonsai adalah tanaman atau pohon

yang dikerdilkan di dalam pot dangkal

dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk

asli pohon besar yang sudah tua di alam

bebas. Menurut Rismunandar, menyatakan,

“tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot

yang beraneka ragam bentuk dan warnanya

itu di Jepang diberi nama bonsai.”dalam

bahasa jepang sai artinya pohon dam bon

artinya pot jadi arti bonsai seluruhnya bila

diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah

pohon dalam pot.

Tanaman bonsai merupakan tanaman

hias yang masih sangat diminati oleh para

masyarakat, namun masih sangat sedikit

comunitas pecinta bonsai di indonesia ini.

2.2.1 Cara Membuat Bonsai

Dalam membuat pohon bonsai

diperlukan beberapa ketrampilan khusus

dalam mengerdilkan pohon yakni:

1) Di tanam di dalam tempat yang kecil

(6)

sebagainya. Karena tanah atau tempat

dengan ruang yang kecil akan membatasi

pertumbuhan pada tanaman sehingga

akar-akar pada tanaman bonsai tidak

akan menjalar kemana-mana. Setelah

pohon di tanam di dalam ruang yang

kecil buang semua tunas barunya kecuali

tunas baru yang diperlukan untuk

penyempurnaan bentuk pohon.

2) Penyempurnaan bentuk pohon

dimaksudkan untuk memperindah bentuk

pohon dan memberi kesan kepada orang

yang melihatnya, penyempurnaan ini

dilakukan dengan melilitkan kawat pada

batang, dahan atau ranting dan

membentuknya dengan cara mengubah

arah pertumbuhannya menurut keinginan

kita. Untuk melilitkannya dibutuhkan

kawat tembaga dari berbagai ukuran

sesuai dengan keperluan kita. Selain

ranting, dahan dan batang

penyempurnaan pun dapat dilakukan

pada akar-akar tunjang agar dapat

tumbuh vertikal ke bawah caranya ialah

dengan melekatkan tanah liat sebesar

kelereng dekat pada ujung akar dengan

demikian akara kan terpaksa tumbuh

lurus vertikal ke bawah namun cara ini

hanya dapat dilakukan pada musim

kemarau jika dilakukan pada musim

hujan tanah liat itu akan terlepas setiap

kali tersiram oleh air hujan.

3) Pohon yang telah dikerdilkan dan

disempurnakan bentuknya maka

diperlukan teknik penuaan yang

dimaksudkan agar pohon akan tampak

lebih tua selain itu juga demi keindahan

dan supaya pohonnya memberi kesan

tumbuh kukuh, tidak mudah tumbang

dan batangnya tidak menyerupai tongkat

yang ditancapkan di tanah. Cara teknik

penuaan ini adalah dahan-dahan dan

ranting-ranting di paksa untuk tumbuh

mendatar atau agak menurun, akar-akar

pada pangkal pohon ditonjolkan dengan

cara memaksa akar-akar tersebut

menjalar di atas permukaan tanah. Ada

kalanya sebagian dari batang pohon

dikupas kulitnya sehingga terlihat

kayunya atau sebatang dahan tua dikuliti

seluruhnya sehingga kayunya kemudian

mati dan memutih.

Pembuatan bonsai memakan waktu

yang lama dan melibatkan berbagai macam

kegiatan, antara lain pemberian pupuk,

pemangkasan, pembentukan tanaman,

penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.

(7)

ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau

sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus

menerus pada tanaman sesuai musim atau

keadaan alam merupakan salah satu daya

tarik bonsai

2.2.2 Penyakit Pada Tanaman Bonsai

Beberapa contoh penyakit umum

pada pohon bonsai yaitu :

1) Kutu daun

Gejala penyakit : daunnya kering atau

menggulung, daun dan

batangnya lemah,

daun berwarna coklat, tidak

ada pertumbuhan daun baru.

Penanggulangannya : menyingkirkan

tanaman yang sakit untuk sementara, bagi

yang tidak parah, daunnya dibersihkan

dengan air hangat seminggu sekali dan

disemprot dengan obat yang sesuai dengan

jenis tanaman dan takaran yang tertera pada

kemasan obat tersebut.

2) Ulat

Gejala penyakit : berlubang-lubang dan

terdapat kotoran ulat

dipermukaannya

Penanggulangannya : ulat yang ada pada

daun diambil dan dimusnahkan.

Usahakan gulma yang tumbuh

disekitarnya dicabut agar tidak

menjadi media datangnya hama dan

jaga kebersihan tanaman

3) Thrips

Gejala penyakit : kuncup gagal menjadi

bunga dan akhirnya rontok,

bercak-bercak pada daun,

serta daun melepuh

kemudian rontok

Penanggulangannya : tanaman dibersihkan

dengan air hangat,

kemudian semprot

daerah yang terserang

dengan obat yang sesuai

jenis dan dosisnya

seminggu sekali selama

dua minggu.

4) Cabuk putih

Gejala penyakit : permukaan daun, baik atas

maupun bawah menjadi

hitam dan terdapat

kerumunan semut. Lalat ini

meletakkan telurnya

dipermukaan bawah daun.

Penanggulangannya : semut yang ada

dimusnahkan.

Tanaman dibersihkan

dengan air sabun atau

(8)

disemprot dengan obat

yang sesuai.

5) Jamur

Gejala penyakit : tanaman kelihatan layu,

mahkota rontok, pucuk

daun keriting, daun sobek

dan menguning, serta

tangkai dan akar

membusuk.

Penanggulangannya : bagian - bagian yang

rusak dibuang

kemudian media

tanam di ganti yang

baru dengan

komposisi yang tepat

dan disemprot

menggunakan obat

yang sesuai tanaman.

6) Cabuk merah pada batang

Gejala penyakit : pada batang ada hewan

cabuk tapi masuk ke dalam

kulit batang, sehingga batang

terlihat bintik-bintik merah.

Penanggulangannya : di sikat dengan sikat

gigi dan inteksida

7) Tumor akar

Gejala penyakit : tidak bisa tumbuh daun

baru, kalau disiram air tidak cepat habis.

Penanggulangannya : di haruskan mengganti

media tanah.

2.3 Sistem Pakar

Menurut Budi Kurniawan (2011:10)

sitem pakar (expert sistem) merupakan paket

perangkat lunak atau paket program

komputer yang ditujukan sebagai penyedia

nasihat dan saran bantu dalam memecahkan

masalah di segala bidang spesialisasi seperti :

sains, perekayasaan matematika, kedokteran,

pendidikan, dan sebagainya.

Sistem pakar merupakan hasil

kerjasama antara seorang pakar bidang

tertentu dan seorang ahli kecerdasan buatan.

Beberapa keterbatasan sistem pakar antara

lain yaitu :

1. Sistem pakar tidak dapat

menangani pengetahuan yang tidak

konsisten

2. Permasalahan yang dipecahkan

harus terstruktur

3. Hanya mampu melakukan sedikit

proses belajar dari pengalaman.

Begitu sistem pakar telah selesai

dibuat kinerja tidak akan

meningkat tanpa ada perubahan

yang dilakukan oleh

(9)

4. Penjelasan yang disajikan terbatas

pada diskripsi langkah-langkah

yang diambil dalam menangani

permasalahan tersebut sesuai

informasi yang telah dimasukkan

ke dalam sistem pakar.

2.4 Hypertext Markup Language (HTML)

Dalam sebuah halaman website html

sebagai penyususnnya merupakan file teks

atau file ASCII yang berisi intruksi/script

kepada web browser untuk menampilkan

suatu tampilan grafis. Didalamm file HTML

terdapat beberapa “tag” atau kode-kode yang

dimengerti oleh web browser dan dapat

menampilkannya di layar monitor.

2.5 Cascading Style Sheets (CSS)

CSS merupakan bahasa yang

digunakan untuk mengatur tampilan suatu

dokumen yang ditulis dalam bahasa markup /

markup language, jika kita berbicara dalam

konteks web, bisa di artikan secara bebas

sebagai : CSS merupakan bahasa yang

digunakan untuk mengatur tampilan / desain

suatu halaman HTML.

Ada 3 cara penambahan file CSS pada

halaman HTML, yaitu :

1. Eksternal

Cara eksternal adalah cara ideal

ketika format CSS diaplikasikan di

banyak halaman web.

2. Internal

CSS internal digunakan ketika

dokumen tunggal web memiliki format

yang unik. Kita menunjukkan CSS

internal di bagian <head> dalam

sebuah halaman HTML menggunakan

tag <style>

Apabila dalam satu dokumen HTML

terdapat lebih dari satu pengaturan style

maka, akan didahulukan berdasarkan

urutan berikut ini.

1. Inline

2. Internal

3. Eksternal

4. Default dari browser

Apabila link ke eksternal ditempatkan

dibawah internal, maka internal akan

digantikan oleh eksternal. (Heri

Kurniawan,2011)

2.6 Hypertext Preprocessor (PHP)

PHP atau memiliki kepanjangan

(10)

suatu bahasa pemrograman yang difungsikan

untuk membangun suatu website dinamis.

PHP menyatu dengan kode HTML,

maksudnya adalah beda kondisi, HTML

digunakan sebagai pembangun dan pondasi

dari kerangka layout website, sedangkan PHP

difungsikan sebagai prosesnya, sehingga

dengan adanya PHP tersebut sebuah website

akan mudah di maintenance.

PHP berjalan pada sisi server,

sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa

server side scripting, artinya bahwa dalam

setiap menjalankan PHP wajib membutuhkan

web server dalam menjalankannya.

`

Gambar 2.1 Proses permintaan script PHP

dari server ke

2.7 JQuery

Jquery adalah suatu library

(framework) javascript yang menekankan

bagaimana interaksi antara javascript dengan

HTML. Jquery mempermudah dan

mempercepat developer web dalam membuat

kode javascript. Secara standar, apabila

seseorang membuat kode javascript, maka

diperlukan kode yang cukup panjang bahkan

terkadang sangat sulit dipahami.

JQuery kompatibel dengan semua

browser, file Jquery hanya satu dan

ukurannya kecil dan cepat aksesnya, fitur

JQuery paling lengkap dibandingkan dengan

framework javascript yang lain, JQuery dapat

bekerja diberbagai web browser, seperti :

mozilla firefok, internet explorer, google

chrome, opera, dan browser lainnya.

2.8 Java Script

Java Script adalah bahasa skrip yang

ditempelkan pada kode HTML dan diproses

di sisi klien. Dengan adanya bahasa ini,

kemampuan dokumen HTML menjadi

semakin luas.

Java script sebagai bahasa pemrogaman

dapat berjalan disemua browser internet. Java

script dipanggil untuk memberikan fungsi

pada halaman web dengan meletakkannya

scara internal pada halaman HTML.

MySQL

MySQL adalah sebuah sistem RDBMS

(11)

Database adalah kumpulan data terhubung

(interrelated data) yang disimpan secara

bersama-sama pada suatu media, tanpa

mengatap satu sama lain atau tidak perlu

suatu kerangkapan data, data disimpan

dengan cara-cara tertentu sehingga mudah

untuk digunakan atau ditampilkan kembali,

data dapat digunakan oleh satu atau lebih

program-program aplikasi secara optimal

(Edhy Sutanta, 2004:18).

MySQL adalah sebuah sistem

manajemen database yang saling

berhubungan.

Notepad ++

Notepad++ adalah sebuah aplikasi

penyunting teks dan penyunting kode sumber

yang berjalan di sistem operasi Windows.

Notepad++ menggunakan komponen

Scintilla untuk dapat menampilkan dan

menyuntingan teks dan berkas kode sumber

berbagai bahasa pemrograman. Notepad++

mendukung banyak bahasa pemrograman.

Flowchart

Flowchart adalah suatu teknik untuk

menyusun rencana sistem dari program.

Selain itu flowchart adalah untaian simbol

gambar yang menunjukkan sebuah alur

sistem yang menunjukkan urutan tindakan

dalam proses dalam bentuk yang mudah

dikomunikasikan. Hubungan dalam

menggambarkan relasi dalam Flowchart

sebagai berikut :

Tabel 2.2 Simbol dalam Flowchart

Gambar Penjelasan

Terminator

Process

Document

Arus Process

Dicision

Manual Operation

Data

2.13 Breadth first Search (BFS)

Breadth first search atau metode

pencarian melebar pertama. Pada metode ini

penelusurannya memeriksa semua node

(simpul) pohon pencarian, di mulai dari

simpul akar. Simpul-simpul dalam tingkat

diperiksa seluruhnya sebelum pindah ke

simpul di tingkat selanjutnya. Proses ini

bekerja dari kiri ke kanan, baru bergerak ke

bawah. Ini berlanjut sampai ke titik tujuan

(12)

Dengan strategi ini, maka dapat dijamin

bahwa solusi yang ditemukan adalah yang

paling baik (Optimal). Tetapi BFS harus

menyimpan semua node yang pernah

dibangkitkan. Hal ini harus dilakukan untuk

penelusuran baik jika solusi sudah

ditemukan.

Root node

(strat)

Goal

Gambar 2.2 Breadth–first search

Kesimpulan dari metode BFS yaitu

untuk mencari suatu permasalahan Bfs akan

memeriksa semua node dalam suatu note

secara urut.

Kelebihan:

1. Tidak akan menemukan jalan buntu

2. Jika ada solusi, maka Breadth First Search

akan menemukannya.

Dan jika ada lebih dari satu solusi , maka

solusi minimum akan ditemukan.

Kekurangan:

1. Membutuhkan memori yang cukup

banyak, karena menyimpan semua node

dalam satu pohon.

2. Membutuhkan waktu yang cukup lama,

karena akan menguji level untuk

mendapatkan solusi pada level

berikutnya.

3.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian

Dalam penulisan proposal ini, penulis

melakukan penelitian di rumah bapak

Ekhwan Santoso, selaku ketua komunitas

bonsai di Sidoarjo Ds. Tenggulunan Rt.08

Rw.03 Candi – Sidoarjo dan di beberapa

penjual tanaman bonsai, yang dilakukan pada

tanggal 28 maret 2015 sampai dengan tanggal

4 maret 2015.

3.2 Bahan Dan Alat Penelitian

9 1

2 3

8 4

7 6

(13)

Dalam melakukan penelitian ini, penulis

menggunakan alat dan bahan anatara lain:

1. Bahan

Bahan yang digunakan penulis dalam

melakukan penelitian meliputi:

a. Data-data yang menunjang

dalam pembuatan aplikasi

sistem pakar mengidentifikasi

penyakit pada tanaman bonsai

yang di peroleh dari internet dan

seorang pakar ( ketua panitia

tanaman bonsai).

b. Buku – buku penunjang penulis

dalam melakukan penelitian,

diantaranya adalah:

1. Buku referensi sistem pakar

2. Buku referensi PHP

3. Buku referensi Database

My SQL

4. Buku referensi penyakit

pada tanaman

5. Buku referensi pada

tanaman bonsai

2. Alat penelitian

a. Perangkat lunak (software) yang

digunakan, meliputi:

1. Microsoft Windows 7

Ultimate Version 2009

Service Pack 1

2. Microsoft Office Word

2007

3. Microsoft Office Visio

2003

4. Xampp

5.

Macromedia

Dreamweaver

6.

Notepad++

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pembuatan tugas akhir ini terbagi

menjadi beberapa tahap pengerjaan yang

tertera sebagai berikut :

1. Pengumpulan data-data yang

diperlukan.

Beberapa metode yang akan

dipakai dalam pengumpulan data:

a. Observasi

Melakukan pengamatan terhadap

data yang diteliti, di rumah bapak

Ekhwan Santoso, selaku ketua

komunitas bonsai di Sidoarjo Ds.

Tenggulunan Rt.08 Rw.03 Candi –

Sidoarjo.

(14)

Selain melakukan observasi,

penulis juga mengajukan wawancara

langsung kepada seorang pakar bonsai

bapak Ekhwan Santoso tentang

penyakit tanaman bonsai dan di

beberapa penjual tanaman bonsai.

3.4 Analisa data yang telah dikumpulkan

Langkah ini merupakan analisa

terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan

data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah

penelitian, wawancara atau studi literatur.

Sistem analis akan menggali informasi

sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan

tercipta sebuah sistem aplikasi yang bisa

melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh

user tersebut.

3.5 Tabel Indikator DataBase

Struktur tabel adalah suatu tatanan dari

tabel yang dibutuhkan dalam sistem untuk

menjalannya suatu sistem. Dan dibawah ini

adalah macam-macam tabel yang dibutuhkan

kedalam sistem.

Tabel 3.1 Indikator Gejala

Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada

ditabel gejala yaitu data gejala yang

dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyakit

dan dari setiap gejala tersebut diberi id yang

berbeda untuk membedakan dari setiap

gejala.

Tabel 3.2 Indikator Penyakit

Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada

ditabel penyakit yaitu data penyakit dan dari

setiap penyakit tersebut diberi id yang

berbeda untuk membedakan dari setiap

penyakit dan dari setiap penyakit diberi solusi

yang tepat untuk menangani penyakit

(15)

Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada

ditabel aturan yaitu dari data gejala dan data

penyakit dikelompokan jadi satu dan dari

setiap aturannya diberi pembobotan, dimana

dari pemberian bobot akan menentukan

gejala yang lebih kuat untuk menentukan

penyakit.

Tabel 3.4 Indikator Temporari Aturan

Pada tabel diatas menunjukkan data yang ada

ditabel temporari aturan adalah untuk

penyimpanan sementara hasil sistem pakar

dianogsa penyakit tamanan bonsai

3.6 Desain Sistem

Tahapan dimana dilakukan penuangan

pikiran dan perancangan sistem terhadap

solusi dari permasalahan yang ada dengan

menggunakan perangkat pemodelan sistem

seperti Struktur Menu, Entity Relationship,

Diagram Contact, Flowchart, dan interface.

3.7 Pembuatan Aplikasi

Penulisan kode program atau coding

(16)

bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.

Dilakukan oleh programmer yang akan

meterjemahkan permintaan yang diminta oleh

user. Tahapan ini lah yang merupakan

tahapan secara nyata dalam mengerjakan

suatu sistem. Dalam artian penggunaan

komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan

ini. Pada tahap ini sistem yang telah

dirancang kemudian diimplementasikan

kedalam bahasa pemrograman yakni bahasa

pemrograman HTML, CSS, Jquery, Java

script dan PHP.

3.8 Pengujian Program

Tahapan akhir dimana sistem yang baru

diuji kemampuan dan keefektifannya

sehingga didapatkan kekurangan dan

kelemahan sistem yang kemudian dilakukan

pengkajian ulang dan perbaikan terhadap

aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.

3.9 Hak Akses Sistem

Adapun dalam pembuatan aplikasi ini

terdapat beberapa hak akses yang

berhubungan atau berinteraksi dengan sistem,

Hak akses tersebut adalah :

3.9.1 Administrator

Sebagai hak akses Admin sebagai

input data penyakit, update data

penyakit, delete data penyakit, data

penyakit, input data gejala, update data

gejala, delete data gejala, data gejala,

input data aturan, update data aturan,

delete data aturan, data aturan, data

Admin.

3.9.2 User

Sebagai hak akses user sebagai

pengunjung yang ingin melakukan test

pengujian penyakit pada tanaman

bonsai.

3.10 Relationship table

Entity (entitas) adalah sesuatu yang

identifikasi dari suatu sistem database bisa

berupa objek, orang , tempat, kejadian atau

konsep yang informasinya akan disimpan di

database. Disebut tabel karena dalam

mempersentasikannya datanya di atur dalam

bentuk baris dan kolom.

Field atau atribut adalah bagian report

yang menunjukkan suatu item data yang

sama atau sejenis. Misalnya field nama, field

nim, dan lain sebagainya. Setiap field harus

mempunyai nama dan tipe data terrtentu.

Pada gambar 3.1 menjelaskan tentang

hubungan keterkaitan antara tabel

(17)

Gambar 3.1 Relasi Tabel

3.11 Struktur Tabel Database

3.11.1 Tabel gejala

Di tabel gejala ini terdapat 3 atribut

yaitu nomor bertipe interger size 11,

id_gejala bertipe varchar size 255, dan

gejala bertipe text.

Tabel 3.5 Gejala

Field Type Size

id_gejala varchar 255 gejala varchar 255

3.11.2 Tabel penyakit

Di tabel penyakit ini terdapat 4

atribut yaitu nomor bertipe interger size

11, id_penyakit bertipe varchar size

255, penyakit bertipe text, dan solusi

bertipe text.

Tabel 3.6 Penyakit

Field Type Size

id_penyakit varchar 255 penyakit text

solusi text

3.11.3 Tabel aturan

Di tabel aturan ini terdapat 4 atribut

yaitu nomor bertipe interger size 11,

id_gejala bertipe varchar size 255,

id_penyakit bertipe varchar size 255,

dan pembobotan bertipe float.

Tabel 3.7 Aturan

Field Type Size

id_aturan varchar 255 id_gejala varchar 255 Id_penyakit Varchar 255 Pembobotan double

3.11.4 Tabel temporari aturan

Di tabel ini terdapat 4 atribut yaitu

nomor bertipe interger size 11,

id_penyakit bertipe varchar size 255,

penyakit bertipe text, dan solusi bertipe

text.

Tabel 3.8 Temporari Aturan

Field Type Size

gejala text penyakit text solusi text Pembobotan double

status varchar 255

(18)

Menurut Jogiyanto (2005) diagram

konteks adalah diagram yang terdiri dari

suatu proses dan menggambarkan ruang

lingkup suatu sistem. Diagram konteks

merupakan level tertinggi dari DFD yang

menggambarkan seluruh input ke sistem

output dari sistem.

Dalam perancangan sistem pakar

pendeteksi penyakit pada bonsai penulis

menggambarkan kedalam sebuah konteks

diagram yang menjelaskan aliran data yang

terjadi didalam sistem secara umum. Entity

atau pelaku yang terlibat ialah user dan

Admin. Untuk Gambarannya bisa dilihat pada

gambar 3.2

Proses Sistem Pakar Deteksi Penyakit Tanaman Bonsai

User Admin

0

Test Penyakit Bonsai

Hasil Penyakit Tanaman Bonsai dan Solusi

Penanganan

Input Data Penyakit, Gejala, Aturan

3.13 Flowchart

Flowchart adalah suatu teknik untuk

menyusun rencana sistem dari program.

3.13.1 Flowchart Sistem Admin

Dalam sistem ini penulis

menggambarkan flowchart yang

menjelaskan alur dari sistem pakar

pendeteksi penyakit pada tanaman

bonsai seperti pada gambar 3.3.

Start

Edit Cover Edit Profil

Y/T Y/T

Gambar 3.3 Flowchart Sistem Admin

3.13.2 Flowchart Sistem User

Dalam sistem ini penulis

menggambarkan flowchart yang

menjelaskan alur dari sistem pakar

pendeteksi penyakit pada bonsai

seperti pada gambar 3.4. Gambar 3.2 Diagram

(19)

Start

Gambar 3.4 Flowchart Sistem User

3.14 Perancangan Struktur Menu

Perancangan struktur menu adalah

perancangan tata urutan menu dari Sistem

pakar untuk mengidentifikasi penyakit

tanaman bonsai dengan menggunakan

metode breadth first search berbasis website

3.14.1 Struktur Menu Admin

Struktur menu Admin

sebagai input data penyakit, update data

penyakit, delete data penyakit, data penyakit,

input data gejala, update data gejala, delete

data gejala, data gejala, input data aturan,

update data aturan, delete data aturan, data

(20)

H

Gambar 3.5 Struktur Menu Admin

3.14.2 Struktur Menu User

Struktur menu sebagai

pengunjung yang ingin melakukan

test pengujian penyakit pada

tanaman bonsai. Untuk gambaran

struktur menu bisa dilihat pada

(21)

3.15 Metode Breadth first Search (BFS)

Root node

(strat)

Gambar 3.7 Breadth–first

search

Penjelasan :

Hasil dari metode pencarian

mengidentifikasi penyakit pada tanaman

bonsai dengan metode breadth-first search

(pencarian melebar pertama), dengan

menelusuri semua node – node yang ada

terlebih dahulu dengan alur penelusuran dari

kiri ke kanan yaitu ada 17. Gambar diatas

merupakan salah satu contoh hanya node

yang di tampilkan ada 9. Dan node tersebut

adalah gejala yang di identifikasi sehingga

mendapatkan hasil dari identifikasi (goal)

yaitu penyakit dan penanggulangannya.

3.16 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Uji Coba Perancangan Sistem

Sebelum program dikompilasi menjadi

file eksekusi, maka perlu diperiksa dan

diketahui adanya kesalahan yang ada pada

program dan kemudian memperbaikinya serta

menyempurnakannya. Dalam hal ini

dilakukan uji coba sistem dengan

mengkompilasi program dan mencoba

memberikan inputan – inputan data untuk

mengetahui gejala penyakit dan identifikasi

hasil penyakit pada tanaman bonsai.

Apabila semua menu dapat berjalan

dengan baik maka langkah selanjutnya yaitu

mengkompilasi program menjadi file .exe

supaya program dapat didistribusikan ke

komputer.

4.1.2 Implementasi Sistem

Implementasi sistem merupakan suatu

tahapan yang menerapkan semua desain

G

0

G

G

0

G

0

G

0

G

0

G

0

G

0

G

(22)

sistem yang telah dibuat kedalam bentuk

interface sehingga suatu software dapat

digunakan oleh user. Untuk menjalankan

program yang telah dibuat, maka terlebih

dahulu membuat rancangan database

menggunakan MySQL sebagai dasar

operasionalnya serta menngunakan bahasa

pemrogaman html, css, jquery, java script

dan php.

Tampilan dibuat untuk berinteraksi

dengan user yang diharapkan bisa

berkomunikasi dan dapat dioperasikan sesuai

keinginan pemakai. Untuk itu implementasi

rancangan antarmuka ini dibagi menjadi dua

bagian, yaitu implementasi rancangan antar

muka user (pemakai umum) dan

implementasi rancangan antarmuka admin

(pakar).

4.1.3 Tampilan Admin

Perangkat lunak ini disediakan untuk

dioperasikan oleh 2 kategori user. User

pertama yaitu pakar, pakar memerlukan akses

login terlebih dahulu untuk memasukkan data

solusi ( pemecahan masah ) yang merupakan

hasil dari identifikasi penyakit tanaman

bonsai. Sedangkan user kedua adalah

pemakai, dapat menjalankan sistem pakar

identifikasi penyakit tanaman bonsai ini

dengan melakukan login memasukkan

password terlebih dahulu.

Sebelum memasuki menu utama,

tampilan awal dari sistem adalah login

masuk pemakai yang merupakan

tampilan awal dari perangkat lunak yang

dapat dilihat pada daftar gambar 4.1

Gambar 4.1 Halaman Login Administrator

Halaman login administrator pada

gambar 4.3.1 merupakan tampilan awal yang

ditampilkan jika seorang admin ingin masuk

dalam hak akses administrator.Administrator

harus memasukkan username dan password

yang telah terdaftar sebelumnya agar bisa

masuk ke halaman utama. Jika username dan

password tidak sesuai atau belum terdaftar

maka akan ditampilkan pesan bahwa

(23)

Gambar 4.2 Halaman Utama Administrator

Halaman utama pada gambar 4.2

merupakan halaman yang ditampilkan setelah

login administrator berhasil. Halaman ini

terdapat dua bagian kiri dan kanan, bagian

kiri berisi tombol sebagai jalan pintas untuk

mengakses data, sedangkan bagian kanan

terdapat tampilan informasi yang dapat

terbuka dan tertutup ketika cursor diarahkan

seperti pesan, user yang login, artikel terbaru

dan artikel popular.

Gambar 4.3 Halaman menu manajemen data

Halaman menu manajemen data pada

gambar 4.3 berikut memiliki dua menu

pertama yaitu menu data yang berisikan tiga

sub menu data yaitu sub menu data gejala,

sub menu data penyakit, dan sub menu data

aturan. Dan menu data kedua berisikan dua

menu data artikel yaitu sub menu add artikel

dan data artikel.

Gambar 4.4 Halaman daftar gejala

Halaman daftar gejala pada gambar 4.4 ini

berisikan daftar gejala yang dibuat untuk

mengidentifikasi penyakit pada tanaman

bonsai.

Gambar 4.5 Halaman tambah data gejala

Halaman tambah data gejala pada gambar 4.5

ini digunakan untuk mengisi data gejala ke

(24)

penyakit tanaman bonsai. Jika simpan sukses

akan muncul konfirmasi sukses.

konfirmasi sukses

Gambar 4.6 Halaman tambah data gejala

Halaman tambah data gejala pada gambar 4.6

ini digunakan untuk mengedit data gejala ke

dalam daftar gejala untuk mengidentifikasi

penyakit tanaman bonsai. Jika simpan sukses

akan muncul konfirmasi sukses.

Konfirmasi sukses

Gambar 4.7 Halaman hapus data gejala

Halaman hapus data gejala pada gambar 4.7

ini digunakan untuk menghapus data gejala.

Di daftar gejala terdapat buton hapus sesuai

yang di pilih dalam daftar gejala untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.

(25)

Gambar 4.8 Halaman data penyakit

Halaman data penyakit pada gamabar 4.8 ini

berisikan daftar penyakit yang dibuat untuk

mengidentifikasi penyakit pada tanaman

bonsai.

Gambar 4.9 Halaman tambah data penyakit

Halaman tambah data penyakit pada gambar

4.9 ini digunakan untuk mengisi data

penyakit ke dalam daftar penyakit untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.

Jika simpan sukses akan muncul

konfirmasi sukses

Gambar 4.10 Halaman edit data penyakit

Halaman edit data penyakit pada gambar 4.10

ini digunakan untuk mengedit data penyakit

ke dalam data penyakit untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.

Jika simpan sukses akan muncul konfirmasi

sukses.

(26)

Gambar 4.11 Halaman hapus data penyakit

Halaman hapus data penyakit pada gambar

4.11 ini digunakan untuk menghapus data

penyakit. Di daftar penyakit terdapat buton

hapus sesuai yang di pilih untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai

konfirmasi sukses.

Gambar 4.12 Halaman data aturan

Halaman data aturan pada gambar 4.12 ini

berisikan data aturan yang dibuat untuk

mengidentifikasi penyakit pada tanaman

bonsai.

Gambar 4.13 Halaman tambah data aturan

penyakit

Halaman tambah data aturan penyakit pada

(27)

data aturan penyakit ke dalam data aturan

penyakit untuk mengidentifikasi penyakit

tanaman bonsai. Jika simpan sukses akan

muncul konfirmasi sukses.

Konfirmasi sukses

Gambar 4.14 Halaman edit data aturan

penyakit

Halaman edit data aturan penyakit pada

gambar 4.14 ini digunakan untuk mengedit

data aturan penyakit ke dalam data aturan

penyakit untuk mengidentifikasi penyakit

tanaman bonsai. Jika simpan sukses akan

muncul konfirmasi sukses.

Konfirmasi sukses

Gambar 4.15 Halaman hapus data aturan

penyakit

Halaman hapus data aturan penyakit pada

gambar 4.15 ini digunakan untuk menghapus

(28)

terdapat buton hapus sesuai yang di pilih

dalam data aturan penyakit untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman bonsai.

Konfirmasi sukses

Gambar 4.16 Halaman menu konfigurasi

Halaman menu konfigurasi pada gambar 4.16

berikut memiliki dua menu yaitu menu edit

profil dan menu konfigurasi cover.

Gambar 4.17 Halaman input artikel

Halaman input artikel pada gambar 4.17 ini

digunakan untuk mempublikasikan macam -

macam artikel yang berisi jenis bonsai,

tutorial bonsai dan penyakit bonsai. Dan

halaman ini berfungsi untuk memberitahukan

informasi tentang artikel yang terdapat pada

website sistem pakar bonsai bagi orang

pecinta bonsai.

Gambar 4.18 Halaman konfigurasi edit profil

Halaman konfigurasi edit profil pada gambar

4.18 ini digunakan untuk mengubah foto

profil yang ada pada halaman admin sesuai

yang di inginkan oleh administrator.

(29)

Halaman konfigurasi edit cover pada gambar

4.19 ini digunakan untuk mengubah cover

halaman yang ada pada halaman admin

sesuai yang di inginkan oleh administrator.

4.1.4 Tampilan user

Gambar 4.20 Halaman Utama User

Halaman utama user pada gambar

4.20 ini merupakan halaman yang

ditampilkan untuk user (pengguna). Halaman

ini berisikan test identifikasi bagi pengguna

dan informasi mengenai program dan bonsai.

Gambar 4.21 Halaman Artikel

Halaman artikel pada gambar 4.21 ini

digunakan untuk memberitahukan penjelasan

tentang informasi yang ada dalam sistem

pakar bonsai. Salah satu contoh jenis bonsai.

Dan untuk informasi lebih lanjut bisa di pilih

link Read More akan memunculkan hasil

penjelasan artikel secara detail seperti gambar

di bawah ini.

Gambar 4.22 Halaman Isi Artikel

(30)

Halaman test identifikasi pada gambar 4.23

ini berfungsi untuk mengetahui penyakit dari

gejala – gejala yang di pilih untuk

menentukan penyakit dari tanaman bonsai.

Gambar 4.24 Halaman Hasil Identifikasi

Halaman hasil identifikasi pada gambar 4.24

ini adalah hasil akhir diagnosa penyakit

bonsai untuk para pecinta tanaman bonsai.

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengujian User

Pengujian user pada sistem pakar bonsai

ini dilakukan dengan mencoba menjalankan

aplikasi secara langsung dan memberikan

beberapa pertanyaan kepada user yang

didasarkan atas pengujian aplikasi. Untuk

pengujian ini dilakukan kepada 10 user

responden untuk memberikan penilaian pada

aplikasi pakar bonsai ini. Pada Tabel 4.1

menunjukkan hasil dari pengujian user.

Tabel 4.1 pengujian user

No. Kriteria

dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem

pakar bonsai ini secara keseluruhan.

(31)

dengan rata-rata sebesar 19 %,

sedangkan untuk nilai baik dengan

rata-rata sebesar 60 %, lalu untuk nilai cukup

dengan rata-rata sebesar 21 %, dan yang

kurang dengan rata-rata sebesar 0 %.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah melalui beberapa tahapan hasil

penelitian dan tahapan aplikasi sistem pakar

untuk mengidentifikasi penyakit tanaman

bonsai, maka dapat diambil kesimpulan

bahwa :

1. Aplikasi sistem pakar untuk

mengidentifikasi penyakit tanaman

bonsai yang telah dibuat dapat

membantu para pecinta bonsai untuk

mengetahui penyakit tanaman

bonsai dan memberi solusi yang

tepat untuk penanganannya.

2. Berdasarkan pengujian yang

dilakukan, pada aplikasi sistem

pakar untuk mengidentifikasi

penyakit tanaman bonsai ini dapat

berjalan dengan baik pada

masing-masing browser mozila firefox,

google crome, Internet explorer.

3. Perangkat lunak yang dihasilkan

mampu mengidentifikasi penyakit

tanaman bonsai dengan

mendokumentasikan informasi

mengenai pengetahuan dari pakar

(spesialis tanaman bonsai). Selain

itu informasi yang dihasilkan dapat

digunakan sebagai alternatif dalam

berkonsultasi tentang penyakit

tanaman bonsai yang meliputi nama

penyakit, gejala atau penyebab, nilai

kepastian dan solusi.

5.2 Saran

Aplikasi system pakar ini kemungkinan

masih ada kekurangan sehingga nantinya

dapat dikembangkan lagi agar menjadi

aplikasi yang lebih baik lagi. Untuk

pengembangan lebih lanjut disarankan :

1. Aplikasi ini masih bisa

dikembangkan lagi, seperti

pengembangan kearah multimedia

atau dapat juga dikembangkan ke

sistem pakar berbasis android.

2. Untuk kedepannya bisa ditambahkan

juga export pdf untuk hasil dianogsa

(32)

KAJIAN PUSTAKA

Adhinta Nicho Pratama, Sukadi. 2013. Sistem

Pakar Untuk Mendiagnosis

Hama Dan Penyakit Tanaman

Padi. UNSA.

Anis Sulistyowati. 2011. Analisa Metode

Breadth First Search dan Depth

First Search pada Sistem Pakar

Pendeteksi Penyebab Kerusakan

Mesin Mobil Honda

CR-V.Fakultas Teknik.Jurusan

Teknik Informatika.Umsida.

Destarianto, Prawidya, dkk. 2013. Penerapan

MetodeInference

TreedanForward Chainingdalam

Sistem Pakar Diagnosis Hama

danPenyakitKedelai Edamame

Berdasarkan Gejala

Kerusakannya. Malang.

Universitas Brawijaya Malang .

Francis.D.Yuri.1991. Hidroponik dan

Bonsai.CV.Bahagia Batang

Pekalongan.Semarang.

http:// www.

dosen.gufron.com/digital/notepad-v653/51/

http//www.Karya Ilmiah Biologi Tentang

Tanaman Bonsai.com diakses

pada 6 Februari 2015

http// www.Pengertian Bonsai.com diakses

pada tanggal 6 Februari 2015

Ketut Catur Wiguna.Teknik Budidaya

Tanaman Bonsai Sebagai Salah

Satu Koleksi Tanaman Hias

Miniatur.Jurusan Pendidikan

Biologi, Fakultas MIPA.

Universitas Pendidikan Ganesha

Muhammad Iqbal.Pengembangan Web

Portal Universitas Menggunakan

Jquery pada STMK Islam

International

Jakarta.Jakarta.Fakultas Sains

dan Teknologi.Program Studi

Teknik Informatika.Universitas

Islam Negeri Hidayatullah

Jakarta.

Moch.Fitrul Hakim. 2014. Penerapan

Customer Relationship

Management Pada Dealer

Yamaha (Study Kasus Dealer

Cahya Yamaha

Tulungagung).Malang.

Fakultas Teknologi

Industri.Program Studi

Informatika S-1.Institut

Teknologi Nasional Malang.

Ruwahid Azzaliawan. 2014. Sistem

Pemandu Pencarian Tempat

Kos Terdekat Di Area ITN

Malang Berbasis

LocationBased Service Pada

Platform

Android.Malang.Fakultas

(33)

Studi Informatika S-1.Institut

Teknologi Nasional Malang.

Siti Ambarwai. 2007. Budi Daya

Tanaman Hias.Azka Mulia

Media. Jakarta.

Soegito sigit. 1978. Bonsai Cara

Membuat dan Merawat

Pohon Mini.PT.Gramedia.

Jakarta

Yuliana. 2013. Aplikasi Biro Jodoh

dengan menggunakan

K-means Berdasarkan

Kesesuaian Sifat Berbasis

Web.Fakultas Teknik.Jurusan

Teknik Informatika.Umsida.

Yuwono, Bambang, dkk. 2008. SISTEM

PAKAR BERBASIS WEB

UNTUK IDENTIFIKASI JENIS

DAN PENYAKIT PADA BUNGA

MAWAR. Yogyakarta, Jurusan

Teknik Informatika UPN

Gambar

Gambar 2.1 Proses permintaan script PHP
Gambar Penjelasan
Tabel 3.3 Indikator Aturan
Gambar 3.1  Relasi Tabel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Agrinetm edia (Sem in ar 20 0 2) yan g ada saat in i m asih m em iliki beberapa kekurangan, yaitu tidak adan ya fasilitas pen girim an aplikasi produk riset, m odul

Dari h hasil yang didapa at t, k kes esim mpu pula lan ya yang dapat ditar arik i dari penelitian tentang g algoritma re ek kome mend n asi yang memanf faatka kan n