“MEMBANGUN BISNIS PARIWISATA DENGAN KONSEP RELIGI DAN ALAM
MENJADI SATU DESTINASI”
Penulis : Pratiwi Perucha
Fakultas : Sastra
Jurusan : Sastra Inggis (S1)
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
Email :
[email protected]
Abstract
Report of this research entitled "membangun bisnis pariwisata dengan konsep religi dan alam menjadi satu destinasi" describes how to view and analyze an opportunity to build a business in field of the the same i.e. tourism, but with a different concept. In this research the writer did a study of literature and observations are used as the data source and the data collection, the writer use is a research method according to David Williams (1995:05). The results of this research, the average
of tourist development that exists in Belitung, everything almost the same, in terms the concept of tourist development is Beach in Belitung, Belitung with beaches and sea that are famous and also the level of advancement Belitung through of tourism beaches and sea. Therefore lots of investors who want to build a new tourism with concept of Beach in Belitung. In this research the writer saw few opportunities to build tourist attractions in Belitung, and certainly with different concepts. In this research, the writer want to show that important for an entrepreneur to see opportunities and capitalize on the opportunities wisely. Through this research, writer saw a business opportunity in field of tourism can be built
and developed by the writer later, the tourism with concept of nature and religion become one. Many people forget that the wealth and beauty of Belitung is not only sea and beach can be enjoyed, but there are natural forests ready to be enjoyed.
1. PENDAHULUAN
Tempat pariwisata sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat, karena pergi ketempat pariwisata merupakan suatu keharusan bagi orang-orang untuk melepaskan penat akibat bekerja keras, juga untuk liburan keluarga atau hanya untuk sekedar bersantai sendiri maupun bersama teman-teman kerja atau teman bermain. Karena bagi kebanyakan orang melepaskan penat jika pergi ke tempat pariwisata lebih bermanfaat dan lebih positif efeknya untuk diri sendiri maupun orang yang kita ajak pergi ketempat wisata tersebut. semakin tinggi jumlah pengunjung yang berkunjung ketempat wisata, semakin tinggi pula tingkat penilaian dari masyarakat atau pengunjung yang berkunjung ketempat wisata tersebut, baik itu dari segi fasilitas, pelayanan, makanan, kebersihan dan management tempat wisata tersebut. oleh sebab itu, semakin tinggi pula resiko yang harus di hadapi oleh pemilik tempat wisata tersebut, terlebih lagi jika ada pengunjung yang complain terhadap tempat wisata tersebut karena pengunjung itu merasa kurangnya tingkat kepuasan baginya terhadap tempat pariwisata yang dia kunjungi itu . tidak hanya itu, masalah juga biasanya muncul karena adanya pengunjung yang complain terhadap masalah parkiran, karena akibat merebaknya juru parkir liar yang tidak bertanggung jawab di tempat wisata tersebut, sehingga pengunjung merasa kurangnya keamanan terhadap kendaraan mereka, tetapi biaya yang mereka keluarkan untuk membayar biaya parkir biasanya juga lumayan tinggi, karena merupakan tempat pariwisata. karena itu pihak yang bertanggung jawab harus bisa meminimalisir kejadian seperti itu, dengan melakukan suatu tindakan yang memungkinkan untuk tidak terjadinya hal seperti itu. Seperti meningkatkan keamanan bagi pengunjung, memilih dengan teliti pegawai-pegawai yang akan dipekerjakan, mengetahui karyawan yang bertugas dan yang diberikan tanggung jawab, memiliki sendiri juru parkir yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Hal tersebut berguna untuk meminimalisir dan bahkan mencegah kejadian seperti yang penulis sebutkan diatas. Karena masalah seperti itu mungkin saja terjadi dan bahkan sangat memungkinkan, jika kurangnya tanggung jawab dan perhatian dari management tempat pariwisata tersebut.
Setiap membangun bisnis tentang pariwisata masalah seperti yang seperti diatas pasti akan selalu muncul dan terjadi, oleh karena itu dibutuhkannya kerjasama yang maksimal anatara pemilik dengan para pekerja yang bekerja di tempat pariwisata itu, selain itu dalam sebuah bisnis akan selalu muncul persaingan antara sesame pebisnis dalam bidang yang sama, oleh karena itu seoang pemilik dari tempat pariwisata atau management tempat tersebut harus bisa bersaing dengan para pebisnis lain, agar tempat wisata yang dibangun akan terus ada dan mungkin akan lebih berkembang, apabila pihak management dari tempat pariwisata sangat siap untuk bersaing dan memiliki strategi bersaing serta strategi untuk bertahan, terlebih lagi jika daerah tersebut baru akan mulai untuk berkembang dan dominannya pembangunannya lebih banyak ke arah untuk pembanguanan tempat wisata. Karena itu, seorang pebisnis harus bisa melihat peluang yang ada agar bisa meminimalisir persaingan antara pebisnis, hal ini diperlukan agar bisa mempertahankan bisnis tersebut. Seorang entrepreneur juga harus bisa menggunakan peluang itu secara bijak dan tepat.
yang dulunya sangat alami dan juga masih tersembunyi pada akhirnya telah diketahui banyak orang, dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh para investor yang tertarik dengan tempat tersebut, membangun dan mengembangkan tempat pariwisata tersebut para investor lakukan guna untuk memperbanyak pariwisata khususnya wisata pantai yang ada dibelitung, sehingga tempat wisata pantai yang ada dibelitung dari waktu ke waktu semakin bertambah banyak.
Dan hal tersebut akhirnya membuat penulis berpikir dan mengambil peluang untuk membangun bisnis tentang pariwisata, tetapi dengan jenis dan konsep yang berbeda dari tempat pariwisata yang ada di Belitung, yakni pariwisata dengan konsep religi dan alam terbuka yang menyatu menjadi satu. Penulis berpikir jika semua investor membangun pariwisata dengan konsep pantai maka suatu saat para pengunjung akan merasa bosan karena banyaknya tempat pariwisata dengan konsep pantai dibangun, maka dari itu penulis ingin membangun tempat pariwisata yang bisa menghijaukan mata para pengunjung yang merasa bosan dengan pantai yang hanya itu-itu saja. Tujuan dari penulis ingin membangun pariwisata dengan konsep yang berbeda dari pariwisata lain yang ada dibelitung seperti itu, karena penulis ingin agar para pengunjung bisa belajar banyak tentang alam terbuka dan selain itu, mereka juga bisa melakukan olahraga, bercocok tanam, juga bisa sambil berwisata religi karena mereka bisa mengetahui lebih banyak makam para leluhur yang dulunya terbengkalai yang tidak mereka ketahui sebelumnya karena tidak diurus dan diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat setempat. Karena hal itu penulis ingin mengajak dan mengingatkan orang-orang bahwa sebelum Belitung maju seperti ini, dulu ada leluhur yang membangun dan mempertahankan tempat yang kita tinggali sekarang ini, setidaknya mereka bisa mengirimkan doa untuk mereka-mereka yang telah meninggal sekaligus mereka bisa berziarah langsung ke makam-makam yang sekarang telah direnovasi. Dan dijadikan sebagai tempat pariwisata.
2. METODE
Metode yang penulis gunakan dalam penelitian untuk membangun bisnis pariwisata ini adalah metode Kulitatif. Pengertian dari Metode Kualitatif adalah data atau informasi yang sifatnya didasarkan pada pendekatan teoritis dan pemikiran logis. Adapun theory tentang metode kualitiatif yang penulis gunakan adalah theory metode kualitatif menurut David William.
Menurut David Williams (1995:05),"penelitian kualitatif adalah pengumpulan data dengan latar belakang alami, dengan metode alami, dan melakukan dengan orang-orang atau peneliti yang tertarik pada alam".
Penulis menggunakan theory yang sampaikan oleh William karena metode yang penulis gunakan adalah metode kualitatif seperti apa yang disampaikan oleh William, dimana dalam penelitian ini penulis melakukan sebuah observasi langsung kelapangan dan juga melakukan komunikasi dengan orang-orang yang juga memiliki ketertarik dengan alam atau pariwisata dengan konsep alam terbuka, dan orang-orang itu juga melakukan investasi atau pembangunan dalam bisnis pariwisata dengan konsep alam terbuka dan juga dengan orang-orang yang mengembangkan dan membangun pariwisata pantai.
berkunjung ataupun masyarakat yang tinggal disekitaran lokasi tempat pariwisata ini. karena tentunya apabila bisnis ini berhasil akan berdampak sangat positif kepada masyarakat sekitar tempat pariwisata ini, karena pemilik tempat wisata juga akan melakukan semacam kerjasama dengan masyarakat sekitar , sehingga lapangan pekerjaan akan bertambah banyak untuk mereka, dan hal tersebut diharapkan akan bisa membantu perekonomian masyarakat. Adapun sasaran yang di pikirikan oleh penulis untuk bisnis ini adalah wisatawan local dan mancanegara yang berlibur kebelitung, dengan melakukan kerjasama dengan berbagai tempat travel yang ada dibelitung, dan tentunya juga diharapkan akan berguna untuk masing-masing perusahaa serta para wisatawan yang terlibat, karena destinasi wisata jadi bertambah semakin banyak, terlebih lagi apabila destinasi wisata tersebut berbeda dari destinasi wisata lain, pada umumnya yang ada di Belitung.
Sedangkan untuk sumber data, penulis menggunakan sumber data sekunder. Dimana data sekunder adalah data-data pendukung yang diperoleh dalam melakukan observasi secara langsung dilapangan. Dan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, penulis melakukannya dengan cara studi literatur serta observasi secara langsung kelapangan dan juga berkomunikasi sekaligus berdiskusi dengan orang-orang yang memang sudah ahli di bidangnya. Karena apabila kita ingin memulai sebuah bisnis kita harus mencari tahu serta menganalisis terlebih dahulu bagaimana latar belakang dan resiko apabila ingin membangun bisnis tersebut, apakah bisnis tersebut akan menguntungkan dan juga akan bermanfaat, baik itu untuk pemilik tempat pariwisata dan juga untuk masyarakat sekitar yang ikut terlibat dalam bisnis pariwisata tersebut atau malah justru menjadi sebaliknya, dan untuk menganalisis hal tersebut kita perlu menggunakan studi literature atau mencari tahu terlebih dahulu latar belakangnya, dan studi literature tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk melakukan pengumpulan data. Serta harus melakukan observasi secara langsung dan melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar dan juga dengan pengusaha yang bergerak di bidang yang sama, sehingga dengan cara seperti itu, akan lebih mudah untuk melihat dan menganalisis seberapa besar peluang untuk membangun bisnis tersebut.
3. PEMBAHASAN
Sebuah penelitian sangat diperlukan untuk seseorang yang akan baru memulai suatu bisnis, karena melalui sebuah penelitian seseorang bisa melihat serta menganalisis peluang untuk membangun bisnis dan juga resiko yang ada dalam bisnis tersebut, dan dari penelitian tersebut mereka bisa melihat bahwa peluang tersebut bisa mereka gunakan secara bijak atau tidak, dalam artian bisnis yang akan mereka bangun akan bermanfaat bagi banyak orang atau tidak bermanfaat sama sekali, dan malah membuat kerugian yang sangat besar. Karena itu dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan tentang hasil dari penelitian yang telah penulis dapatkan dan penulis kumpulkan, melalui sebuah gambar.
Gambar diatas merupakan gambar yang penulis dapatkan pada saat melakukan observasi. Gambar diatas merupakan gambaran konsep tempat pariwisata seperti yang penulis harapkan. Dimana dalam satu tempat pariwisata tersebut kita bisa berwisata religi, edukasi, sport, camping dan lain sebagainya. Karena tempat yang seperti itu, merupakan sebuah contoh tempat apabila penulis ingin membangun bisnis pariwisata dengan konsep alam terbuka.
Kemampuan pemilik tempat dalam melihat peluang dan berani mengambil keputusan merupakan kemampuan yang luar biasa, karena kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh seorang entrepreneur. Selain berani mengambil keputusan karena adanya peluang, hal tersebut juga berdampak positif terhadap masyarakat sekitar, karena pembangunan tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi mereka, serta kerjasama yang dilakukan oleh pemilik dengan masyarakat setempat tentunya akan mampu untuk menambah penghasilan masyarakat sekitar dan secara tidak langsung hal tersebut bisa menambah perekonomian masyarakat yang terlibat dalam bisnis ini. Karena itu, apabila kita melakukan sebuah penelitian selain melihat peluang yang ada, kita juga harus pandai dalam mengelola data yang telah kita dapatkan, terutama data yang kita dapatkan pada saat observasi langsung ke lapangan atau bertanya dengan orang-orang yang terlebih dahulu telah memulai bisnis yang akan kita bangun nantinya.
Penulis juga akan melakukan hal yang sama apabila nanti penulis membangun bisnis pariwisata dengan konsep yang seperti ini dan tentunya tidak persis sama, karena seorang entrepreneur juga harus kreatif dalam membangun sebuah bisnis, agar bisa menarik para minat dari pengunjung . Penulis akan melakukan kerjasama dengan masyarakat setempat, terlebih dalam hal sumber makanan. Karena Belitung kaya akan hasil laut yang sangat sehat dan tentunya masih sangat segar, dan juga kaya akan hasil perkebunan. Karena itu, penulis akan melakukan kerja sama guna memanfaatkan hasil alam yang ada dilaut maupun di darat yang didapatkan dan ditanam oleh masyarakat setempat, karena hasil laut dan perkebunan merupakan mata pencarian bagi masyarakat sekitar. Sehingga hal tersebut tidak hanya berguna untuk pemilik tetapi juga akan sangat berguna bagi masyarakat sekitar, karena seorang entrepreneur harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, karena seorang entrepreneur tidak hanya mencari hasil untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain atau orang-orang yang ada disekitarnya.Bagi seorang entrepreneur, pengolahan data dengan baik dan benar sangat diperlukan, agar data yang kita peroleh dan kumpulkan tidak menjadi sia-sia dan tentunya akan sangat berguna nantinya untuk kita pada saat akan membangun sebuah bisnis dalam bidang yang sama walaupun sedikit banyaknya konsep yang akan dibuat berbeda dari hasil penemuan kita atau observasi yang telah dilakukan.
Melalui buku beliaulah saya belajar sedikit demi sedikit tentang entrepreneurship, belajar tentang teknik agar menjadi seorang entreperenuer yang sukses seperti halnya beliau.
Menurut apa yang penulis baca, bahwa sebuah hobi itu bisa berguna apabila kita bisa mengembangkannya, terlebih lagi jika hobi tersebut bisa kita kembangkan dalam membangun bisnis. Karena apabila pekerjaan yang kita kerjakan dengan hobi kita menjadi satu pekerjaan, hal tersebut bisa membuat pekerjaan dan bisnis yang kita bangun akan terasa lebih mudah, lebih menyenangkan dan juga berguna, yang pastinya untuk diri sendiri juga untuk orang lain. Karena itu penulis memilih untuk membangun bisnis pariwisata, karena penulis sangat menyukai hal-hal tentang pariwisata dan kuliner, selain membuka bisnis pariwisata penulis juga bisa membangun sebuah restaurant di tempat wisata tersebut. karena itu penulis ingin membangun pariwisata dengan konsep wisata alam dan religi menjadi satu destinasi di tempat tinggal penulis. Karena penulis ingin menggabungkan apa yang menjadi keinginan penulis dengan apa yang menjadi hobi penulis, dan tentunya dengan melihat peluang yang ada. Karena walaupun kita ingin membuka bisnis dengan menggabungkan hobi yang kita miliki, tanpa melihat ada atau tidaknya peluang untuk bisnis tersebut, itu sama sekali tidak akan berhasil. Karena terlebih dahulu kita harus melihat peluang untuk menentukan bisnis yang cocok didaerah yang akan kita bangun.
Adapun peluang yang penulis lihat dalam upaya untuk membangun bisnis ini adalah karena merebaknya tempat pariwisata yang semua konsepnya sama dengan tempat wisata yang lain. Karena itu penulis melihat adanya sebuah peluang untuk dimasa yang akan datang, dimana pada saat itu orang-orang mungkin akan merasa jenuh karena maraknya pembangunan wisata dengan konsep yang sama dengan tempat wisata yang lainnya. Sehingga pada saat rasa jenuh itu muncul mereka akan mencari alternative wisata atau destinasi tempat wisata yang lain dan tentunya dengan konsep yang berbeda dengan tempat wisata yang ada sebelumnya. Dan pada saat itulah penulis melihat bahwa adanya peluang yang bisa penulis manfaatkan apabila bisa membangun bisnis pariwisata dengan konsep yang berbeda dari yang lain. Dan tidak hanya itu saja, apabila tempat wisata ini berhasil dibangun, para wisatawan tidak hanya bisa berwisata saja, karena selain bisa berwisata para wisatawan juga bisa belajar banyak tentang tanaman-tanaman langka yang ada di Belitung, tidak hanya wisatawan tetapi anak-anak sekolah juga bisa memanfaatkan tanaman tersebut untuk berwisata edukasi.
Karena penulis terlahir dilingkungan dimana lingkungan tersebut dikelilingi oleh lautan, sehingga penulis bisa tahu dan melihat seperti apa bahayanya cuaca pada saat musim-musim tertentu. Terlebih lagi, saat musim angin kencang dan ombak menjadi besar, suasana lautan terlihat sangat mengerikan dan juga terlihat sangat berbahaya, dan itu menjadi hal yang sangat menyedihkan untuk para nelayan, karena mereka harus berhenti malaut karena laut pada musim-musim itu sangat berbahaya untuk mereka bekerja, hal tersebut tidak terjadi hanya dalam satu minggu, tetapi bisa mencapai tiga atau empat bulan dalan setahun. Karena hal itu, para wisatawan yang berkunjung kebelitung terkadang merasa kecewa karena tidak bisa menikmati wisata pantai yang selama ini mereka inginkan. Dan apabila penulis bisa membangun bisnis pariwisata yang tidak berhubungan dengan pariwisata laut, para wisatawan yang berkunjung kebelitung pada saat musim angin kencang dan ombak besar tidak akan merasa kecewa, karena adanya destinasi wisata yang lain, yang masih bisa mereka kunjungi, karena di tempat wisata ini, mereka bisa merasakan wisata religi, edukasi, sport, swimming, cocok tanam dan juga berkuliner khas Belitung, yang tentunya hasil dari tangkapan dan perkebunan masyarakat yang ada disekitar.
untuk mengontrol tempat dimana mereka membangun bisnis tersebut. mengontrol dalam artian bahwa seorang entrepreneur harus sudah sangat paham seluk beluk atau latar belakang dari tempat dimana mereka membangun bisnis mereka, sehingga apabila mereka sudah mengetahui dengan sangat jelas latar belakang dari tempat mereka membangaun bisnis tersebut, hal itu tidak akan menjadi masalah untuk nantinya, baik untuk bisnis mereka jalankan maupuan untuk masyarakat sekitar yang tinggal di daerah pariwisata tersebut. Seorang entrepreneur juga harus mampu mengontrol sebaik mungkin lingkungan tempat seorang entrepreneur membangun bisnisnya, apabila lingkungan pariwisata tersebut bersih dan aman, maka akan banyak pengunjung yang datang ketempat pariwisata tersebut. karena lingkungan yang bersih, aman dan juga nyaman.
4. KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebuah penelitian sangat diperlukan apabila seseorang ingin mebangun suatu bisnis atau usaha. Karena dengan melakukan sebuah penelitian, seseorang bisa tahu apa kelebihan dan kekurangan dalam penelitain tersebut, dan juga apa kelebihan dan kekurangan apabila ingin membangun bisnis tersebut. Oleh karena itu penelitian di anggap sangat penting. Dan analisis peluang dalam menentukan bisnis juga sangat diperlukan, apabila seorang entrepreneur tidak bisa menganalisis peluang, maka mereka bisa mengalami kegagalan atau kerugian yang sangat besar dalam bisnisnya. Peluang untuk memilih dan menentukan bisnis sangat diperlukan dan butuh strategi yang tepat. Studi literature dan observasi lapangan bisa menjadi salah satu upaya kita dalam melihat peluang yang ada, sekaligus dengan studi literature dan observasi lapangan kita bisa melihat secara langsung dan juga tahu, seperti apa bisnis yang ingin kita bangun sesungguhnya.
Menggabungkan hobi yang kita miliki dengan peluang yang ada, bisa membuat bisnis yang dibangun kemungkin besar akan cepat berkembang dan maju, karena pada dasarnya melakukan pekerjaan sesuai dengan hobi itu sangat menyenangkan, sehingga hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi pemilik tempat wisata sendiri, dan kemungkinan juga akan berdampak sangat positif terhadap para karyawan yang bekerja di tempat wisata tersebut, para masyarakat yang tinggal di sekitaran tempat wisata tersebut dan juga bagi pengunjuang yang datang. Management yang baik dari tempat pariwisata yang dibangun juga sangat penting, karena apabila management yang dijalankan berjalan dengan baik dan lancer, bisa menunjang kualitas dari tempat wisata tersebut dan juga bisa meminimalisir terjadinya banyak complain dari para pengunjung yang merasa tidak puas dengan management yang ada.
5. REFERENSI
[1] Febrani. Putri. H . 2013. “metode penelitian dan pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli”. Universitas Diponegoro. Semarang: eprints undip Journal
[2] Hidayat. Marceilla. 2011. “strategi perencanaan dan pengembangan objek wisata (studi kasus pantai pangandaran kabupaten ciamis jawa barat)”. Politeknik Negeri bandung. Bandung: e-Journal
[3] Reindrawati. Yulie. Dian 2017. “ Tantangan dalam Implementasi social entrepreneurship pariwisata di pulau Madura. Universitas Airlangga. Surabaya :e-Journal Unair
[4] Resnawaty. Risna. Dr . 2016. “strategi community practice dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat”. Social work Journal. Universitas Padjajaran. Bandung : Journal Unpad
[5] Soegoto, Soeryanto, Eddy. 2014. “Entrepreneurship: Menjadi Pebisnis Ulung”. Jakarta: PT Elex MediaKomputindo