Kontruksi Realitas PKS Lovers di Sosial Media
(Analisis Framing pada Fitur Wall Facebook terkait pemberitaan LHI)
Dini Safitri
Universitas Negeri Jakarta ABSTRAK
LHI merupakan mantan presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang saat ini berstatus sebagai tersangka tindak pidana korupsi (TPK). LHI ditangkap pada 31 januari 2013 dengan dugaan suap kasus daging impor dengan PT Indoguna Utama. Yang menarik dari sejak kasus ini ada, adalah pertarungan opini yang kemudian timbul sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik antara PKS lovers dengan pihak diluar PKS lovers. Penulis tertarik meneliti framing PKS Lovers di sosial media dikarenakan kegiatan PKS Lovers yang sangat massif memanfaatkan sosial media sebagai media komunikasi politik untuk merespon berita-berita negatif terkait LHI dan PKS. Teori yang digunakan adalah Analisis Framing dan Konstruksi Realitas. Metodologi penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah kualitatif dengan menggunakan analisis framing dan Konstruksi Realitas dari Peter Berger dan Thomas Luckman. Ada tiga sumber Framing PKS Lovers di Facebook, pertama bersumber dari aktivitas share dari link portal berita yang berafiliasi dengan PKS Lovers. Kedua, dari aktivitas share dari link tulisan atau gambar yang dipostkan sesama PKS Lovers diberbagai sosial media. Ketiga, dari pemikiran pribadi yang direduplikasi dari berbagai sumber sosial media PKS Lovers dan arahan dari pengajian pekanan PKS lovers. Ketiga sumber ini, menjadi gatekepeer PKS Lovers bergiat di sosial media. Dengan kehadiran
gatekepeer ini, PKS lovers semakin solid di dunia maya dan menunjukan eksistensi PKS lovers sebagai kader yang memiliki pola pemikiran taat kepada pemimpin sampai siap
bertarung dengan ide-ide kritis yang menjatuhkan LHI ataupun PKS.
Kata Kunci: LHI, PKS Lovers, Analisis Framing, Konstruksi Realitas
Latar Belakang
Konstruksi realitas PKS lovers di sosial media, mengambil facebook sebagai objek penelitian. Facebook merupakan salah satu sosial media yang paling digandrungi di Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan socialbakers 2013, Indonesia berada di urutan ke empat pengguna facebook di dunia setelah AS, Brasil dan India. Pemilihan Facebook sebagai objek penelitian dikarenakan beberapa pertimbangan yaitu: 1) memiliki timeline yang
unlimited sehingga bisa menshared foto, video, musik, artikel, dll. 2) memiliki dinding
profile yang lengkap dan biasanya di isi dengan data yang cenderung benar. 3) mudah
mencari teman. 4) bisa menjadi tempat diskusi. 5) mudah dalam pemasaran ide atau promosi barang dan jasa. 6) terdapat fasilitas game
ada sebelum LHI terjerat kasus hukum. Presiden PKS, yang sebelumnya merupakan sekjen PKS, Anis Matta dalam sebuah wawancara kepada sebuah situs berita, detik.com mengatakan,
"Insya Allah ada 500 ribu kader PKS yang masuk sosial media dalam waktu dekat. Ini diarahkan untuk kepentingan menuju Pemilu 2014, sebagai bentuk kampanye untuk mensukseskan partai mencapai target 3 besar dalam Pemilu 2014," kata Sekjen PKS Anis Matta di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/2/2011).
PKS menyadari bahwa sosial media merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai sumber berita dan informasi. Melalui sosial media, siapapun dapat berinteraksi dan membangun pemikiran dan pengamatannya terhadap suatu hal, baik itu kritik, otokritik, menyebarkan
hegemoni ideologi sampai membuat gerakan yang terorganisasi, seperti membangun topik-topik diskusi di Facebook.
Salah satu sosial media yang paling banyak dikutip oleh PKS lovers di Facebook adalah link dari isi berita website PKSPiyungan. Kehadiran website PKSPiyungan, memberikan tambahan semangat dan antusiasme baru untuk kader PKS bergiat di sosial media. PKSPiyungan dianggap sebagai referensi PKS Lovers dalam menyebarkan dan berbagi inspirasi kerja dakwah PKS dalam masyarakat. Kader PKS berharap, mereka dapat menjadi gerakan yang inklusif dan pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat.
Namun berdasarkan pengamatan seorang bloger, gerakan PKS untuk aktif di sosial media, justru bisa menjadi hal yang dekonstruktif untuk PKS Lovers sendiri. Alasannya karena kader PKS yang terbiasa dengan pola pemikiran yang taat kepada pemimpin akan bertarung dengan ide-ide kritis yang akan merekonstruksi ideologinya secara berkala dan berbenturan dengan ideologi kolektif yang ada di masyarakat. Akankah ide bergiat di sosial media oleh PKS lovers dapat membangun citra positif bagi PKS atau menghancurkan PKS itu sendiri?
PKS dan Kasus Lutfi Hasan Ishaq (LHI)
Penetapan LHI sebagai tersangka dalam kasus suap impor sapi oleh KPK pada Selasa malam, 30/1/2013, membuat seluruh keluarga besar PKS terguncang. Ini pukulan besar bagi PKS, karena sebelumnya partai ini dikenal anti korupsi. Bahkan, Pengamat politik,
korupsi, proses penangkapan LHI berlangsung sangat cepat. KPK menjemput LHI ke kantor DPP PKS hanya beberapa jam setelah penetapan LHI sebagai tersangka.
Majelis Syuro PKS kemudian juga bergerak cepat mencari pengganti jabatan presiden partai yang ditinggalkan LHI. Akhirnya hanya dua hari berselang, Anis Matta kemudian ditunjuk sebagai presiden PKS yang baru. PKS pun dapat mengambil momen, saat orasi politik Anis Matta tampil di layar kaca, dalam kapasitas sebagai Presiden PKS yang baru. Orasi politik Anis Matta dinilai cukup berhasil mengembalikan semangat dan kepercayan diri para kader PKS yang sempat down. Dan dalam beberapa kesempatan wawancara dengan media, Anis Matta selalu optimis bahwa elektabilitas PKS tidak terpengaruh oleh kasus suap LHI. Sebaliknya Menurut Anis, kader PKS semakin solid, dan ia pun yakin PKS akan masuk
partai tiga besar dalam pemilu 2014.
Sebagian ucapan Anis, dibuktikan PKS dengan kemenangan dalam Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara. Namun kedua kemenangan dalam pilkada tersebut belum menjadi ukuran, karena karakter pilkada berbeda dengan karakter pemilu legislatif. Dalam pemilu legislatif ujung tombak kemenangan partai ada di para calon anggota legislatif. Pemilih yang kritis akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk citra partai secara keseluruhan. PKS harus bekerja keras untuk meyakinkan para pemilih kritis ini, selain menjaga pemilih tradisional untuk tetap percaya, dan tidak lari, atau golput.
PKS, LHI dan PKS Lovers di Sosial Media
Di saat Menteri PKS menyatakan perang terhadap pembalakan liar, muncul kasus
Soeripto…
Di saat Politisi PKS menyatakan perang terhadap Century, muncul kasus Misbakhun…
Di saat Menteri PKS menyatakan perang terhadap Pornografi, muncul kasus Arifinto… Di saat Menteri PKS menyatakan perang tehadap produk impor, muncul kasus LHI…
Hanya kebetulankah?
Demikian juga, data Media Trend yang berasal dari FB dan Twitter, pengiriman pesan tentang PKS menempati jumlah terbesar yang mencapai sekitar 250.000 Buzz. Berdasarkan data tersebut, terlihat PKS merajai pemberitaan di Media Sosial. Walaupun pemberitaan tersebut lebih ke sentimen index negatif. Namun hal tersebut juga menjadi sebuah fenomena, dimana sosial media mengalami lalu lintas yang ramai, dikarenakan perbincangan politik yang membuat orang terbuka untuk membedah sisi PKS dari seluruh penjuru angin. Baik pengkritik maupun PKS Lovers di sosial media, terlihat secara massif mengirimkan pesan atau isu melalui media sosial, yang membuat PKS dan kasus LHI menjadi topik terpopuler. Terlebih lagi, kader PKS menyakini keberadaan sosial media menjadi penyeimbang bagi media massa kerap memberitakan isu negatif seputar kasus LHI.
Aktivitas PKS Lovers di sosial media beragam, tidak hanya membuat penyataan,
share poster, share artikel, namun juga sampai pembuatan grup di Facebook yang
menyatakan dukungan terhadap LHI serta pembelaan terhadap PKS. Aksi ini di dukung oleh sejumlah media online partisan yang dimiliki PKS baik skala nasional maupun lokal, seperti PKSPiyungan, Islamedia, Dakwatuna, dll. Bagi PKS Lovers, kasus LHI tidak berpengaruh besar terhadap kesetiaan pada PKS, justru PKS Lovers semakin giat melakukan penyangkalan dan justifikasi di sosial media. Bahkan menurut data dari penaaksi.com semenjak kasus LHI terjadi perubahan geopolitik PKS, dimana heartland PKS semakin meluas ke daerah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, yang dahulunya hanya sebatas Sumatra dan sebagian Jawa Barat. Hal ini membuat rimland PKS melebar ke daerah Indonesia Timur. (Heartland adalah daerah yang menjadi jantung kekuatan dari gerakan politik. Rimland adalah daerah yang menjadi perluasan ruang gerak dari Heartland)
Konstruksi Realitas PKS Lovers di Sosial Media
Berdasarkan pengamatan penulis di sejumlah sosial media, konstruksi realitas PKS
Lovers di sosial media bila ditarik garis merah memiliki ide seragam, yaitu:
1. Kasus LHI merupakan sebuah konspirasi dari pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan PKS. Pihak-pihak ini diduga datang dari pemerintah yang berkuasa dan didukung dengan zionis (AS).
2. LHI sudah lama menjadi target operasi dengan skenario untuk membubarkan PKS
4. Kejanggalan Kasus LHI yang berubah-berubah dan tidak menyentuh esensi korupsi, tapi lebih kepada pembunuhan karakter LHI dengan sejumlah perempuan.
Pemanfaatan sosial media seperti Facebook oleh PKS lovers tidak saja berisi sanggahan atau pembelaan terkait kasus LHI namun juga untuk memberikan informasi kegiatan dan kampanye PKS. Hal tersebut dilakukan, terkait strategi cyber army yang merupakan program unggulan PKS dalam mendulang suara di pemilu 2014. Dalam sebuah wawancara di media, Anis Mata mengatakan bahwa deklarasi cyber army sudah dilakukan di Jogja pada 2011 dengan target 500.000 cyber activist PKS di sosial media. Pasukan cyber ini digerakan melalui DPW PKS di seluruh Indonesia dan luar negeri. Landasannya adalah perlawanan, Lawanlah tulisan dengan tulisan. Lawan tulisan yang negatif tentang PKS
dengan tulisan yang positif. Pada akhirnya, pembaca akan mendapatkan informasi yang benar dari tulisan yang keluar dari kader PKS yang mampu memberikan contoh dan keteladanan. Kasus LHI yang menyudutkan PKS, adalah pelajaran yang berharga untuk perkembangan PKS menghadapi pemilu 2014. Dengan kekuatan media sosial, PKS dinilai akan semakin besar bila banyak orang yang menulis tentang keunikan dan kehebatan PKS.
Analisis Framing PKS Lovers di Sosial Media
Frame PKS Lovers di Sosial Media, sesuai dengan arahan dari pernyataan sejumlah elit PKS yang dikutip disejumlah Media. Salah satunya seperti frame Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid, dalam menanggapi pertanyaan wartawan soal kasus LHI. Hidayat menyatakan media mainstream, menjadi penyebab jatuhnya citra partai dari pemberitaan negatif yang disampaikan. Terlebih, pemberitaan persidangan Ahmad Fathanan dan sejumlah saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/5).
Hidayat mengatakan, apa yang diungkapkan sejumlah saksi termasuk Fathanah tidak sepenuhnya disampaikan oleh media. PKS merasa tersudutkan atas pemberitaan-pemberitaan di media yang dianggap tidak berimbang. Contohnya adalah Fakta persidangan, saat Fathanan menyampaikan, dana safari dakwah ternyata tidak sampai ke PKS. TV nasional yang tadinya menyiarkan secara lansung, tiba-tiba memotong siarannya. Hidayat juga menyatakan media mainstream bias kepentingan politik, salah satu penyebabnya, karena beberapa pemilik media berpolitik. Hidayat juga merasa pemberitaan media arus utama, tidak
cover both side, framing media lebih mengarah kepada sisi negatif PKS. Selain itu, media
meminta agar kasus LHI tidak terlalu dipolemikan dengan tuduhan Fathanah adalah kader PKS. Karena terdapat pengkuan Fathanah bukan kader PKS.
Keberadaan PKS Lovers yang ikut menyebarkan frame dari sejumlah elit PKS atas kasus LHI, menunjukan eksistensi kader PKS secara global masih solid. Oleh karena itu, Hidayat masih percaya diri jika pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 partainya masih mendapat suara besar sekitar lima persen. Secara nasional, PKS menargetkan meraih tiga besar suara pada Pemilu 2014, sedangkan untuk Pemilu Legislatif 2014, PKS menargetkan 120 kursi di DPR. Untuk itu PKS Lovers tetap terus berperang sebagai cyber
aktivist hingga tercapai cita-cita yang diinginkan, walaupun bayarannya adalah 2M (Makasih
Mas/ Makasih Mba).
Konstruksi realitas yang dilakukan PKS lovers, ditujukan sebagai self immpression. Menurut Littejohn (2005:88), self immpression dilakukan dengan harapan orang-orang akan memandang apa yang dituangkan dalam wall facebook sebagai hal yang istimewa, atau untuk menunjukkan apa yang ia rasakan terhadap orang yang menjadi teman dan memastikan terciptanya harmoni yang sesuai, sehingga interaksi yang dapat berlanjut, atau self immpression juga dapat pula digunakan untuk menipu, menghilangkan, membingungkan, menyesatkan atau menghina.
Metode Penelitian
Metode dalam penelitian ini adalah Metode Analisis framing dan Konstruksi Realitas Berger dan Luckman. Metode analisis Framing adalah salah satu metode analisis teks yang berada dalam kategori penelitian konstruksionis. Menurut Eriyanto (2002:37), paradigma konstruksionis memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tapi hasil dari sebuah konstruksi. Analisis framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media. Realitas sosial dimaknai dan dikonstruksi dengan makna tertentu. Peristiwa dipahami dengan bentuk tertentu. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta ke dalam fakta agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih ingat, untuk mengiringi interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data di dapatkan dengan melakukan analisis dokumen dan observasi.
Hasil Penelitian
KPK, dan tidak berapa lama disidangkan di pengadilan tipikor. Namun selama 9 bulan kasus ini disidangkan di pengadilan, sampai dengan makalah ini diturunkan, kasus ini belum menemukan sejumlah titik terang, bahkan semakin berkembang, tidak hanya memunculkan sejumlah nama elit PKS, tapi juga memunculkan sejumlah nama yang merujuk kepada ‘orang dekat’ Presiden SBY. Namun hal tersebut secara jelas dan tegas dibantah langsung oleh SBY dalam sebuah pidato di depan pers. Begitu juga dengan sejumlah staf kepresidenan ikut membantah, seperti Dipo Alam, dan Julian Adlin Pasha.
Polemik ini timbul karena LHI dalam sidang dipengadilan Tipikor, Kamis (10/10/2013) diperdengarkan rekaman antara LHI dengan BP (Bunda Putri), saat ditanya siapakah BP? LHI menjawab BP mengondisikan para pengambil keputusan. Sehari setelah
pernyataan tersebut, SBY langsung bereaksi bahwa pernyataan LHI tersebut bohong 1000%. PKS lovers memanfaatkan reaksi keras SBY dan beropini bahwa sikap SBY soal bunda putri dinilai lebay dengan mengutip sejumlah link berita terkait, seperti ini:
October 11
http:/ / news.okezone.com/ read/ 2013/ 10/ 11/ 339/ 880197/ sikap-sby-soal-bunda-putri-dinilai-lebay
Setelah Pernyataan SBY tersebut, beredar foto-foto BP dengan sejumlah pejabat. Dan hal ini juga dimanfaatkan PKS lovers untuk melakukan serangan di sosial media.
October 12
sangkal terus dah ...
http:/ / news.detik.com/ read/ 2013/ 10/ 12/ 192526/ 2385428/ 10/ ?992204topnews
Tidak hanya foto BP yang beredar bersama pejabat tersebar luas di dunia maya, reaksi presiden SBY juga reaktif. Tidak terima dipojokan dekat dengan BP, SBY berjanji akan membuka identitas BP sebenarnya, tapi ternyata janji tersebut dibatalkan sendiri oleh SBY. Dan hal ini menjadi tema serangan PKS Lovers untuk menyerang SBY.
October 14
jadi inget lirik lagu dangdut jadoel
:"kau yang bejanji kau yang mengingkari..."
SBY batal umumkan identitas Bunda Putri - kontan.co.id nasional.kontan.co.id
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berubah pikiran. SBY dipastikan tidak akan mengumumkan identitas Bunda Putri kepada publik.
PKS lovers tidak hanya melakukan serangan kepada lawan politiknya, tapi juga mengutip sejumlah pernyataan pembelaan dari pejabat PKS yang berhubungan dengan LHI, BP, dan PKS
jhiaaa... bisa juga ya pak HNW becanda... :) Error! Hyperlink reference not valid.
Sebelum nama BP muncul, sebetulnya ada nama Sengman yang muncul, namun kemunculan nama Sengman ini tidak seheboh BP karena Presiden SBY, tidak terlalu reaktif. Tapi bagi PKS Lovers, nama Sengman yang katanya juga orang dekat SBY ini juga menjadi sasaran opini PKS Lovers di media sosial.
Dw i Kurniaw an
Metrotvnew s.com - Kisah Sengman dengan Presiden SBY I m.metrotvnews.com
Metrotvnews.com, Jakarta: Kedekatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pengusaha Sengman Tjahya perlahan mulai terungkap. Kedekatan SBY dengan Sengman terlihat nyata saat SBY menjabat sebagai P
Sebelum kedua nama tersebut muncul, PKS memang di buly di sejumlah sosial media, diantaranya adalah Partai Korupsi Sapi. Namun kader PKS terus melakukan pembalasan. Sejumlah argumen pembelaan bermunculan. Pasalnya, sebelum adanya kasus ini, PKS dikenal sebagai Partai bersih yang anti korupsi, namun sekalinya ada kader yang tertangkap, tidak tanggung-tanggung langsung Presiden Partai. Berikut ini sejumlah frame pembelaan PKS Lovers
January 31
Banyak kader PKS yang saking semangatnya menaruh komentar macam -macam terkait proses hukum terhadap Ust LHI , tanpa pemahaman yang cukup terhadap proses hukum itu sendiri, sehingga tidak sedikit komentar-2 nya keliru dan nyasar-nyasar tidak karuan.
Padahal sikap yang terbaik adalah yang dianjurkan oleh Ust LHI sendiri, yaitu tetap tenang, dan menahan diri, termasuk menahan diri dari komentar-komentar yang salah kaprah, dan juga seperti yang sikap yang dicontohkan oleh Ust Tifatul Sembiring dan sejumlah qiyadah Partai lainnya yang menyerahkan semuanya pada proses hukum positif di NKRI , yang paling penting di masa-masa berat ini tetap mejaga hubungan baik dengan Allah SWT, memohon petunjuk agar dibukakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah, dan tidak mengurangi semangat dalam melakukan kebaikan, serta tidak malu untuk tetap menghidupkan wacana anti-korupsi dalam setiap liqoat -liqoat kita, apapun yang terjadi.
http:/ / www.bersamadakwah.com/ 2013/ 01/ kulwit -tifatul-sembiring-terkait-status.html Error! Hyperlink reference not valid.
Banyak Frame yang digulirkan terkait dengan LHI, AF dan PKS dalam fakta persidangan dan cerita-cerita yang mengeliling fakta persidangan. Namun PKS lovers adalah PKS Lovers
tetap membela, walaupun seolah-seolah dibuat seperti frame negatif, berikut beberapa contohnya.
Dw i Kurniaw anlikes an article onkompasiana.com. hahaha, aya-aya wae
Nasib PKS dan Ustad Bejad
Nasib PKS dan Ustad Bejad
OPINI| 07 April 2013 | 05:45 Dibaca:2879 Komentar:12 5
Andri Tuempat I desegar
Dari beberapa temuan diatas, penulis juga menemukan beberapa buah frame kasus LHI dalam pandangan PKS Lovers:
1. Adanya ketidakberimbangan media dalam memberitakan kasus LHI, dalam hal ini media yang paling tidak bersahabat adalah Metro TV dan Tempo. PKS Lovers menilai kedua media ini paling banyak memutar balikan fakta
Jalu Pradhono Priambodo
Breaking News
ternyata Jubir KPK sudah diganti.
Ga tanggung-tanggung, diganti fungsionaris PKS - sumber MetroTV nan terpercaya
2. PKS lovers tidak hanya mempertanyakan keseimbangan media dalam memberitakan kasus LHI, tapi juga kinerja KPK dalam memproses kasus hukum LHI dinilai juga tidak adil. Banyak pejabat, khususnya dari partai yang berkuasa sudah menjadi tersangka, tapi belum dipenjarakan.
Agung Trisetyarso
Penegakkan hukum oleh KPK harus kita dukung sepenuhnya, tapi terkadang ada hal2x yang akhir2x ini membikin rakjat agak semriwing: mengivestigasi SMI yg kerja di WB dilakukan dengan cara nunduk2x, begitu juga ketika berhadapan Ketua Umum yang sekaligus Ketua Dewan Pembina PD yang juga menyambi sebagai Presiden RI; Tapi, ketika menginvestigasi sebuah parpol kecil di TB Simatupang dilakukan dengan gagah sekali dan arogan sekali. Ke-naif-an KPK akhir2x ini yg membuat rakjat mulai agak geram, dan khawatirnya berlaku sabda Rasulullah SAW: "Jika hukum hanya
3. PKS lovers melihat adanya operasi intelejen dalam menghancurkan PKS, PKS sebagai partai yang tidak diingini oleh partai lainnya, dan didukung oleh penggiringan media yang tidak berimbang
Fathan Noviardie FurqonOoo... jadi standar ganda begini tho.. kirain yg ada di motor doank kader PKS mesti baca
Operasi Intelijen ! 2
4. PKS lovers melihat kasus LHI ini sebagai ujian yang akan menjadikan PKS partai berkuasa dimasa mendatang. PKS lovers mengklaim, fenomena ini ditandai kemenangan di dua pilkada Jabar dan Sumut, dimana kader PKS berhasil meraih kemenangan ditengah terpuruk citra PKS yang diframe oleh media sedemikian masiifnya. Namun PKS lovers tetap bekerja di sosial media sebagai arus perlawanan frame media yang menurut PKS lovers tidak berimbang.
Yugi SukrianasharedI slamedia's
Aih syahdu sekali Fahri Hamzah.. Fahri Hamzah : Sabarlah I khwan https:/ / twitter.com/ Fahrihamzah
Agung Trisetyarso March 7
Selepas kemenangan Pilgub Jabar dan Sumut, elektabilitas PKS melejit naik ke + 21.2, sudah jauh meninggalkan partai-partai politik lain yang masih dikisaran < + 5.00. Golkar elektabilitasnya membaik, sebagaimana Nasdem, yang tetap terpuruk adalah Partai Demokrat. Sedangkan PDI P semakin
terpuruk. Sumber:http:/ / politicawave.com/ parpol— withTaura Taufikurahmanand4 others.
865Like· · Share Abdul Wahid Abdullah,Rully Medianto,Muhammad Reza Kahar Azizand5 otherslike this.
Kesimpulan
pemilu 2014. Walaupun, berbagai tantangan terus dihadapi PKS lovers, khususnya terkait kasus LHI yang membuat citra PKS jatuh di titik terendah. Namun PKS Lovers tidak patah semangat demi mencapai cita-citanya.
DAFTAR PUSTAKA Buku
Arikunto, Suharsimi.(2002).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Berger, Peter L, Thomas Luckmann.(1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang
Sosiologi Pengetahuan. Penerjemah Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.
Bungin, Burhan.(2001). Imaji Media Massa: Konstruksi dan Makna Realitas Sosial Iklan
Televisi dalam Masyarakat Kapitalis. Yogyakarta: Jendela.
DeFleur, Melvin dan Sandra Ball-Rokeach.(1989). Theories of Mass Communication 5th
Edition. New York: Longman.
Eriyanto.(2008). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta:LkiS
Furchan, A.(2004.Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Littlejohn, Stephen W. & Karen A. Foss.(2009). Teori Komunikasi. Penerjemah Mohammad
Yusuf Hamdan, Jakarta: Salemba Humanika.
Panuju, Redi.(2003). Framing Analysis. Surabaya:Universitas dr.Sutomo
Sobur, Alex.(2001). Analisis Teks Media, Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis
Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Sugiyono.(2009).Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Sumanto.(1995) Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Yogyakarta : Andi Offset.
http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/badai-politik-dan-masa-depan-pks-532210.html (diakses 25 Juni 2013)
http://politik.kompasiana.com/2013/02/01/kasus-lhi-dan-upaya-bully-terhadap-pks-529780.html (diakses 25 Juni 2013)
http://media.kompasiana.com/new-media/2013/02/07/pertarungan-politik-di-media-sosial-pks-pemenangnya-531661.html (diakses 25 Juni 2013)
http://partai-politik-presiden.blogspot.com/2013/03/nasib-pks-setelah-lhi-diboyong-kpk.html (diakses 25 Juni 2013)
http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/24/18/730343/desakralisasi-pks (diakses 25 Juni 2013)
http://www.kaskus.co.id/thread/519e1197552acfb301000001/woww--cyber-war-army-pks-cukup-tangguh-lakukan-counter-attack-ke-kpk (diakses 25 Juni 2013)
http://www.antaranews.com/berita/377288/ini-tiga-strategi-pks-gaet-pemilih-pemula (diakses 25 Juni 2013)
http://news.detik.com/read/2013/04/17/023158/2222195/10/?nd772204topnews (diakses 25 Juni 2013)
http://www.radarbanten.com/read/berita/10/11224/Hidayat-Nur-Wahid-Media-Sudutkan-PKS.html (diakses 26 Juni 2013)