PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM
Senjata Rahasia Strategi Pertahanan Natuna Menghadapi Agresi Tiongkok Melalui Spesialisasi Potensi Agromina Bahari Berbasis Integrasi
Edukasi dan Pariwasata
Bidang Kegiatan : PKM GAGASAN TERTULIS
Diusulkan oleh :
MUHAMMAD HANIF NUHA 15/383564/PN/14395 (2015)
HARJUNO MUHAMMAD SOFIAWAN 15/378237/PN/14043 (2015)
ANDRI SEPTIAN CAHYADI 13/348035/PN/13195 (2013)
ANISAH
LUTFI ALFIANTO
13/350057/PN/13337 12/336381/PN/13041
(2013) (2012)
UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
III DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... I
HALAMAN PENGESAHAN ... II
DAFTAR ISI ... III
DAFTAR TABEL ... IV
DAFTAR GAMBAR ... V
RINGKASAN ... VI
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 2
C. Manfaat ... 2
GAGASAN ... 3
A. Polemik Permasalahan Natuna Sekarang dan Masa Depan ... 3
B. Solusi Indonesia Dalam Menyelesaikan Permasalahan Natuna ... 5
C. Instrumen Penangkalan Secara Ekonomi Sebagai Senjata Rahasia ... Pertahanan Natuna ... 5
D. Pihak-Pihak Yang Terlibat ... 7
F. Langkah-Langkah Strategis ... 8
KESIMPULAN ... 9
DAFTAR PUSTAKA ... 9
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... VII
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing ... VII
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ... XIV
IV DAFTAR TABEL
V DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Peta Terbaru Tiongkok 3
Gambar 2. Pesona Pulau Natuna 6
VI RINGKASAN
Kerentanan dan ancaman kedaulatan Natuna menghadapi peningkatan konflik Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang sangat masif, mengharuskan Negara Indonesia menjalankan salah satu fungsi sistem pertahanannya yaitu fungsi penangkalan berupa penggunaan instrumen penangkalan secara ekonomi. Instrumen penangkalan secara ekonomi sebagai strategi defensif aktif bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia di kawasan perbatasan. Maka dari itu, dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari optimalisasi pembangunan daerah di Kepulauan Natuna. Peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat beserta peranannya memiliki andil yang besar dalam mendukung pertahanan kedaulatan Natuna. Kepulauan Natuna memiliki potensi-potensi strategis sumberdaya alam. Akan tetapi potensi-potensi strategis tersebut belum dikelola dan dimanfaatkan secara komersil, hal ini dikarenakan keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kualitas sumberdaya manusia, perubahan sosial lambat, dan sebagainya. Sektor pertanian, perikanan, dan lainnya (agro komplek) merupakan sektor penting yang tidak pernah lepas dari pembangunan di kawasan perbatasan. Langkah optimalisasi pembangunan dapat dilakukan dengan cara spesialisasi potensi berbasis integrasi edukasi dan pariwisata. Spesialisasi potensi berbasis pariwisata pada sektor bahari dapat dilakukan dengan pembuatan kebijakan, pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana transportasi. Spesialisasi potensi berbasis edukasi pada sektor agrokomplek dapat dilakukan dengan peningkatan teknologi, meliputi peningkatan teknologi olahan, peningkatan teknologi tepat guna, dan peningkatan teknologi pemasaran. Spesialisasi potensi berbasis perantara yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bahasa asing. Langkah-langkah strategis implementasi program meliputi beberapa tahap antara lain: persiapan, inisiasi, pengembangan, perencanaan, serta monitoring dan evaluasi. Prediksi hasil dari implementasi konsep gagasan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan rasa nasionalisme dari masyarakat di Kepulauan Natuna. Dengan demikian, fungsi penangkalan melalui instrumen sosial ekonomi dengan spesialisasi potensi agromina bahari berbasis edukasi dan pariwisata sebagai strategi senjata rahasia menghadapi agresi Tiongkok.
1 PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sejak tahun 2009, Tiongkok mengeluarkan peta terbaru yang dikenal dengan “sembilan garis putus-putus” yang mengklaim sebagian wilayah perairan Natuna sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya (Diego, 2015). Pada tanggal 19 Maret 2016, kapal tangkap Tiongkok yaitu Hwai Fey serta dikawal kapal lain melakukan penangkapan ikan (Illegal fishing) di perairan Natuna (Arsana, 2016). Klaim Tiongkok menyatakan bahwa daerah perairan tersebut merupakan traditional fishing zone, namun klaim tersebut bertentangan dengan ketentuan UNCLOS Tahun 1982 (Amri, 2014).
Konflik antara Tiongkok dengan Indonesia sudah diramalkan sejak tahun 2014, tentang perseteruan atas kepemilikan sebagian wilayah Natuna. Menurut Lee (2014), sejak dekade 80’an terdapat permintaan resmi warga etnis Tionghoa di Natuna agar Pemerintah Tiongkok menganeksasi Kepulauan Natuna. Selain itu, potensi konflik antara Tiongkok dengan Indonesia juga diprediksikan akan berkepanjangan. Menurut Raharjo (2014), bahwa terjadi peningkatan konflik Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang semakin tereskalasi, yaitu meningkatnya ketegangan hubungan Tiongkok dengan beberapa negara-negara ASEAN.
Kerentanan dan ancaman kedaulatan Natuna menghadapi peningkatan konflik Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang sangat masif, mengharuskan Negara Indonesia menjalankan salah satu fungsi sistem pertahanannya yaitu fungsi penangkalan. Fungsi ini dilaksanakan dengan strategi yang bertumpu pada instrumen penangkalan berupa instrumen politik, ekonomi, psikologi, teknologi, dan militer (Departemen Pertahanan Republik Indonesia, 2008). Fungsi penangkalan yang sudah dijalankan berupa instrumen penangkalan secara politik dan militer (Kurnia, 2014). Sedangkan, beberapa instrumen penangkalan lain yang belum dilakukan dan memiliki peran strategis dalam mendukung pertahanan kedaulatan Natuna adalah instrumen penangkalan secara ekonomi (Siregar, 2010).
Peran masyarakat di Kepulauan Natuna memiliki andil besar dalam mendukung pertahanan kedaulatan Natuna (Siregar, 2010). Selain itu, peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Provinsi Kepulauan Riau, juga memiliki dampak penting dalam menjaga kedaulatan NKRI (Munaf et al., 2008). Namun hasil penelitian Siregar (2010), bahwa beberapa faktor seperti keterbatasan sarana dan prasarana kegiatan nelayan, tingkat pendidikan yang rendah, perubahan sosial yang lambat, dan sebagainya menunjukkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Natuna.
2 (Perpres No. 02/2015). Menurut Budianta (2010), konsepsi pembangunan kawasan perbatasan secara struktur sosial dan ekonominya, ditentukan oleh potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan aspek kelembagaan.
Kepulauan Natuna memiliki potensi-potensi strategis sumberdaya alam, yaitu potensi ladang Gas - D - Alpha dengan total cadangan 222 Triliun Cubik Feet (TCT), potensi lestari perikanan tangkap mencapai 504.212,85 ton / tahun, potensi pertanian, perkebunan, wisata bahari, potensi arkeologis dan sebagainya (Siregar, 2010). Akan tetapi potensi-potensi strategis tersebut belum dikelola dan dimanfaatkan secara komersil, salah satunya potensi perikanan tangkap hanya dimanfaatkan 4,3 %. Hal ini dikarenakan keterbatasan sarana prasarana alat tangkap, rendahnya kualitas sumberdaya manusia, dan sebagainya (Siregar, 2010). Menurut Budianta (2010), sektor pertanian, perikanan, dan lainnya (agro komplek) merupakan sektor penting yang tidak pernah lepas dari pembangunan di kawasan perbatasan. Langkah optimalisasi pembangunan dapat dilakukan dengan cara spesialisasi potensi berbasis integrasi edukasi dan pariwisata. Spesialisasi dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur daerah, pusat pelayanan sosial ekonomi, transportasi, teknologi tepat guna, dan sebagainya (Budianta, 2010). Menurut BPP-PSPL (2003), bahwa di Kepulauan Natuna berpotensi untuk kegiatan-kegiatan bernuansa pariwisata. Selain itu, untuk operasional optimalisasi potensi-potensi strategis di Kepulauan Natuna dibutuhkan kegiatan edukasi dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia (Munaf et al., 2008).
Dengan demikian, salah satu langkah mempertahankan kedaulatan Natuna dapat menggunakan instrumen penangkalan secara ekonomi, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Natuna dengan optimalisasi pembangunan di kawasan perbatasan. Spesialisasi potensi agromina bahari berbasis integrasi pariwisata dan edukasi merupakan bagian dari instrumen penangkalan secara ekonomi. Instrumen penangkalan secara ekonomi merupakan gagasan penulisan karya tulis ini, sehingga menjadi senjata rahasia dalam mengoptimalkan strategi pertahanan Natuna menghadapi agresi Tiongkok.
B.Tujuan
1. Memberikan alternatif solusi optimalisasi sistem pertahanan Natuna. 2. Mendukung terealisasinya tujuan program Pembangunan Nasional Negara
Indonesia di kawasan perbatasan negara, khususnya di Kepulauan Natuna.
C.Manfaat
1. Bagi Pemerintah Indonesia
Menjadi referensi untuk mengoptimalkan program pembangunan di kawasan perbatasan dan meningkatkan pertahanan kedaulatan Natuna. 2. Bagi Akademisi
3 GAGASAN
A.Polemik Permasalahan Natuna Sekarang dan Masa Depan 1. Permasalahan peta terbaru Tiongkok
Sejak tahun 2009, kondisi sosial dan politik nasional digemparkan oleh peta terbaru Tiongkok berkaitan dengan klaim sebagian wilayah perairan Natuna melalui penggambaran sembilan titik ditarik dari Pulau Spratly di tengah Laut China Selatan, kemudian diklaim sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya (Diego, 2015). Klaim peta perairan tersebut merupakan fakta adanya, terbukti pada tanggal 19 Maret 2016 terdapat kapal Hwai Fey serta dikawal kapal lain terang-terangan memasuki wilayah perairan Natuna untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan (Arsana, 2016). Bahkan adanya peta tersebut membuat kondisi LTS (Laut Tiongkok Selatan) semakin tereskalasi, yaitu meningkatnya ketegangan hubungan Tiongkok dengan beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei Darussalam (Rahardjo, 2014).
Gambar 1. Peta Terbaru Tiongkok Sumber: Anonim, 2014.
2. Potensi sumberdaya alam di Kepulauan Natuna dan permasalahannya
4 Tabel 1. Potensi-potensi Strategis Sumberdaya Alam di Kepualan Natuna No Jenis Potensi
Sumberdaya Alam
Deskripsi Kekayaan Referensi
1. Potensi Cadangan Gas
Memiliki ladang Gas - D - α yang terletak 225 Km disebelah utara pulau Natuna (ZEEI) dengan total 222 Triliun Cubik Feet (TCF)
Purwatiningsih, 2012.
3. Potensi Perikanan Luas area fishing ground Laut Natuna mencapai ± 75,5 % dari WPP 711, keanekaragaman ekosistem tinggi, serta potensi lestari perikanan tangkap mencapai 504.212,85 ton / tahun
Yohana et al., 2015.
4. Potensi Wisata Bahari
Terdapat banyak obyek wisata Bahari, antara lain Pantai Setanau, Pantai Senubing, Pantai Seujung Pulau Sahi, Pantai Senoa, Pantai Tanjung, dan Pantai Teluk Buton.
BPP-PSPL, 2003.
5. Potensi
Agrokompleks
Terdapat banyak komoditas yang sedang dikembangkan, antara lain komoditas di bidang pertanian (jagung, ubi jalar, dan ubi kayu), perkebunan (karet, kelapa, kopi, dan cengkeh), dan peternakan (sapi, kambing, dan kerbau).
BKPM, 2014.
Berdasarkan hasil penelitian dari Munaf et al. (2008), Siregar (2010), dan Yohana (2015), bahwa terhambatnya optimalisasi pemanfaatan potensi-potensi strategis sumberdaya alam di Kepulauan Natuna dikarenakan beberapa faktor antara lain: minimnya sarana dan prasarana, tingkat pendidikan masyarakat rendah, perubahan sosial lambat, maraknya illegal fishing, minimnya teknologi tepat guna, serta pembangunan dan infrastruktur daerah lambat. Laporan dari pemerintah daerah Natuna menyebutkan masih terbatasnya ketersediaan BBM, gas elpiji, listrik yang tidak menyala 24 jam, dan transportasi yang cukup sulit (Anonim, 2015). Selain itu, berdasarkan informasi dari Subejo (2016), sebagian besar nelayan Natuna memiliki ketergantungan kepada kapal dari negara-negara asing dengan menjual hasil tangkapan ikannya.
5 B.Solusi Indonesia Dalam Menyelesaikan Permasalahan Natuna
Secara internasional, upaya Indonesia dalam menyelesaikan konflik Tiongkok dengan beberapa negara ASEAN melalui jalur diplomatik secara multilateral yaitu mewujudkan aturan main (Code of conduct) di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Code of Conduct (CoC) merupakan aturan-aturan antara pihak-pihak yang bersengketa yang memuat mekanisme hukuman dan ganjaran. Namun demikian, lemahnya posisi tawar Indonesia di hadapan negara yang berkonflik, terutama Tiongkok, menjadikan model mediasi ini sulit dilakukan. Dengan demikian, Code of Conduct sebagai produk yang diharapkan pun masih sulit dicapai (Raharjo, 2014).
Menghadapi konflik yang semakin tereskalasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS), TNI telah memperkuat armada militer yang berada di Natuna yaitu menambah satu batalion untuk memperkuat pangkalan angkatan laut yang sudah ada di Natuna, angkatan darat mengerahkan 800 prajurit di Natuna dan menambah jumlahnya hingga 2.000 di tahun 2016, serta angkatan udara juga akan menambah pesawat tempur di wilayah Natuna (Anonim, 2014). Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan nota protes kepada Tiongkok sejak kasus konflik yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2016 (Arsana, 2016). Dengan begitu Indonesia telah melakukan penyelesaian konflik melalui dua jalur, jalur politik dan jalur militer. Akan tetapi, belum mengoptimalkan penguatan pertahanan kedaulatan Natuna. Menurut Munaf et al. (2008) dan Siregar (2010), peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat beserta peranannya memiliki dampak strategis menjaga kedaulatan wilayah Natuna. Dengan demikian, solusi alternatif untuk mengoptimalkan pertahanan Natuna melalui peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.
Untuk penguatan sektor ekonomi, Kementrian Perikanan dan Kelautan (KKP), Ibu Susi Pudjiastuti dan Pemerintah Daerah meminta kepada Kementrian ESDM untuk meningkatkan subsidi energi dan listrik untuk mendukung nelayan natuna dalam melakukan penangkapan ikan. Selain itu, Ibu Susi Pudjiastuti juga meminta kepada pemerintah pusat untuk memberikan bantuan berupa peningkatan sarana dan prasarana, perbaikan transportasi, dan sebagainya dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan di Kepulauan Natuna (Anonim, 2014).
C.Instrumen Penangkalan Secara Ekonomi Sebagai Senjata Rahasia Pertahanan Natuna
6 penangkalan (Raharjo, 2014). Fungsi penangkalan merupakan keterpaduan usaha pertahanan untuk mencegah atau meniadakan niat dari pihak tertentu yang ingin menyerang Indonesia. Fungsi ini dilaksanakan dengan strategi yang bertumpu pada instrumen penangkalan berupa instrumen politik, ekonomi, psikologi, teknologi, dan militer (Departemen Pertahanan Indonesia, 2008).
Instrumen penangkalan secara ekonomi merupakan strategi pertahanan defensif aktif yang dapat menjadi instrumen penekan pada negara lain yang mengancam Indonesia. Selain itu, instrumen penangkalan secara ekonomi memiliki fungsi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, untuk menjaga stabilitas nasional, dan pembangunan pertahanan yang baik (Departemen Pertahanan Indonesia, 2008). Urgensi penerapan instrumen penangkalan secara ekonomi sangat dibutuhkan untuk daerah di kawasan perbatasan, mengingat lambatnya pembangunan daerah yang berdampak pengikisan rasa nasionalisme (Budianta, 2010).
Instrumen penangkalan secara ekonomi di Kepulauan Natuna dalam penulisan gagasan ini tidak terlepas dari penerapan pembangunan daerah di kawasan perbatasan. Pembangunan daerah pada kawasan perbatasan di Kepulauan Natuna salah satunya dapat dilakukan dengan spesialisasi potensi-potensi strategis agromina bahari di Kepulauan Natuna. Konsep spesialisasi potensi-potensi strategis sebagai berikut:
1. Spesialisasi Potensi Berbasis Pariwisata
Langkah spesialisasi potensi strategis berbasis pariwisata di Kepulauan Natuna yang dapat dioptimalkan, melalui sektor bahari. Menurut BPP-PSPL (2003) dan (Pigawati, 2005), sebaran potensi terumbu karang cukup luas, letak yang cukup strategis untuk lalu lintas pelayaran, banyaknya panorama indah dari pantai-pantainya, dan sebagainya sangat memungkikan untuk kegiatan-kegiatan kepariwisataan.
Gambar 2. Pesona Pulau Natuna Sumber: Subejo, 2016.
7 penyewaan penyelaman, paket jelajah pantai, dan pelayanan ekonomi berupa pasar seperti tempat makan dan minum, penjualan souvenir, pertokoan, penginapan, dan sebagainya. Sedangkan, untuk transportasi adalah pembangunan pelabuhan dan bandara sebagai pelayanan jasa transportasi untuk turis asing yang ingin berkunjung di Kepulauan Natuna.
2. Spesialisasi Potensi Berbasis Edukasi
Langkah spesialisasi potensi strategis berbasis edukasi di Kepulauan Natuna yang dapat dioptimalkan, melalui sektor agrokomplek. Kunci spesialisasinya adalah menggunakan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas perikanan, pertanian, dan perkebunan yang ada. Beberapa peningkatan teknologi yang perlu untuk ditingkatkan adalah: (1) peningkatan teknologi olahan, (2) peningkatan teknologi tepat guna, dan (3) peningkatan teknologi pemasaran. Untuk mengadopsi teknologi-teknologi tersebut diperlukan adanya pencerdasan dan penyebaran informasi yang efektif kepada petani dan nelayan terkait teknologi yang akan diterapkan melalui berbagai penyuluhan-penyuluhan.
3. Spesialisasi Potensi Berbasis Perantara
Langkah spesialisasi potensi strategis berbasis perantara di Kepulauan Natuna yang dapat dioptimalkan, melalui sektor sumberdaya manusia. Kunci spesialisasinya adalah peningkatan kulitas kemampuan bahasa asing yang memadai, seperti Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Pembuatan fasilitas pelatihan bahasa Ingris dirasa perlu dibangun oleh pemerintah agar dapat terbentuk sebagian wilayah di Natuna sebagai “the learning center of English language” yang nantinya dapat dijadikan sebagai tempat sumber informasi bagi turis mancanegara.
Berdasarkan Munaf et al. (2008) dan Budianta (2010), konsep spesialisasi potensi agromina bahari seperti diatas diprediksikan mampu meningkatkan kesejahteraan dan rasa nasionalisme secara optimal. Konsep gagasan tersebut sebagai langkah alternatif implementasi instrumen penangkalan secara ekonomi. Dengan demikian, konsep gagasan tersebut sebagai senjata rahasia pertahanan Natuna menghadapi agresi Tiongkok.
D.Pihak-Pihak Yang Terlibat
8 Gambar 3. Pihak-pihak yang terlibat dalam program senjata rahasia
E.Langkah-Langkah Strategis
Dalam pelaksanaan spesialisasi potensi di wilayah kepulauan Natuna diperlukan beberapa tahapan untuk menunjukkan progress atau keberlangsungan program spesialisasi tersebut. Tahapan-tahapan tersebut diantaranya, yaitu:
1. Tahapan Pertama (perencanaan)
Pembentukan tim khusus dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat yang bergerak dan mendukung program senjata rahasia pertahanan natuna, melalui spesialisasi potensi agromina bahari berbasis integrasi edukasi dan pariwasata. 2. Tahapan Kedua (inisiasi)
Identifikasi keseluruhan potensi-potensi strategis agromina bahari, permasalahan pemanfaatan potensi-potensi strategis sumberdaya alam, dan lain-lain. Menganalisis cara optimalisasi dan spesialisasi potensi-potensi agromina bahari berbasis berbasis integrasi edukasi dan pariwasata. Sosialisasi konsep spesialisasi potensi agromina bahari berbasis integrasi edukasi dan pariwisata kepada masyarakat di Kepulauan Natuna.
3. Tahapan Ketiga (pengembangan)
Penyusunan program fungsi penangkalan melalui instrument sosial ekonomi sebagai langkah senjata rahasia pertahanan natuna terhadap agresi tiongkok, yaitu melalui spesialisasi potensi-potensi agromina bahari berbasis berbasis integrasi edukasi dan pariwasata.
4. Tahapan Keempat (perencanaan)
9 5. Tahapan Kelima (monitoring dan evaluasi)
Implementasi program, selama pelaksanaan program perlu dilakukan koordinasi antar tim khusus berkaitan konsep program senjata rahasia
Monitoring
Pelaksanaan program ini dapat dilakukan antara lain dengan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan program senjata rahasia.
Evaluasi
Melakukan evaluasi dari hasil pelaksanaan selama jangka waktu yang ditentukan, berkaitan keberhasilan pelaksanaan program.
KESIMPULAN
Solusi optimalisasi sistem pertahanan kedaulatan Natuna dapat dilakukan dengan fungsi penangkalan melalui instrumen secara ekonomi yaitu dengan spesialisasi potensi agromina bahari berbasis integrasi edukasi dan pariwisata. Konsep instrumen secara ekonomi seperti ini dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga dapat mewujudkan program Pembangunan Nasional Negara Indonesia di kawasan perbatasan, khususnya di Kepulauan Natuna. Langkah-langkah strategis implementasi program meliputi beberapa tahap antara lain: persiapan, inisiasi, pengembangan, perencanaan, dan monitoring dan evaluasi. Prediksi hasil dari implementasi konsep gagasan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan rasa nasionalisme dari masyarakat di Kepulauan Natuna. Dengan demikian, fungsi penangkalan melalui instrumen sosial ekonomi dengan spesialisasi potensi agromina bahari berbasis edukasi dan pariwisata sebagai strategi senjata rahasia menghadapi agresi Tiongkok.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Kekuatan Militer Indonesia di Sekitar Kepulauan Natuna. http://analisismiliter.com/artikel/part/99/Kekuatan_Militer_Indonesia_di_ Sekitar_Kepulauan_Natuna/. diakses tanggal 23 April 2016 16 :09
---. 2014. Maritime Claims in the South China Sea.http://www.state.gov/documents/organization/234936.pdf. Diakses pada 29 April 2016.
---. 2015. Membangun Kelautan dan Perikanan Natuna.
http://www.natunakab.go.id/berita/374-membangun-kelautan-dan-perikanan-natuna.html. Diakses pada 29 April 2016.
---. 2015. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019. Kesekretariatan Negara. Jakarta.
10 Arsana, I. M. A. 2016. Berebut Ikan di Laut Tiongkok Selatan.
http://madeandi.staff.ugm.ac.id/2016/03/28/berebut-ikan-di-laut-tiongkok-selatan/. Diakses pada 24 April 2016.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 2014. Profil Kabupaten Natuna. http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/displayprofil.php?ia=2 103. Diakses pada 29 April 2016.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Sumberdaya Perairan dan Lingkungan (BPP-PSPL). 2003. Kajian Potensi Wisata Bahari di Pulau Bunguran Kabupaten Natuna. Universitas Riau.
Budianta, A. 2010. Pengembangan Wilayah Perbatasan Sebagai Upaya Pemerataaan Pembangunan Wilayah di Indonesia. Jurnal SMARTek. 8 (1): 72-82.
Departemen Pertahanan Republik Indonesia. 2008. Buku Putih Pertahanan Negara. Jakarta.
Diego. 2015. Alasan China Rebutan Natuna dengan Indonesia. http://jakartagreater.com /alasan-china-rebutan-natuna-dengan-indonesia/. Diakses pada 23 April 2016.
Kurnia N. M., E. 2014. Pengaruh Konflik Laut China Selatan Terhadap Sistem Pertahanan Negara Indonesia. Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia. Jakarta.
Lee, V. R. 2014. Is Indonesia Beijing’s Next Target in the South China Sea?. http://thediplomat.com/2014/10/is-indonesia-beijings-next-target-in-the-south-china-sea/. Diakses 23 April 2016.
Munaf, D. R., T. Suseno, R. I. Janu, A. M. Badar. 2008. Peran Teknologi Tepat Guna Untuk Masyarakat Daerah Perbatasan. Jurnal Sosioteknologi. 7 (13): 329-333
Pigawati, Bitta. 2005. Identifikasi potensi dan pemetaan sumberdaya pesisir pulau-pulau kecil dan laut Kabupaten Natuna - provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Ilmu Kelautan. 10 (4): 229-236.
Purwatiningsih, Annisa, dan Masykur. 2012. Eksplorasi dan eksploitasi pertambangan minyak dan gas bumi di laut Natuna bagian utara laut yuridiksi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Natuna. Jurnal Reformasi.2 (2).
Raharjo, S. N. I. 2014. Peran Indonesia Dalam Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan. Jurnal Penelitian Politik. 11 (2): 55-70.
Siregar, C. N. 2010. Peran Sosial, Ekonomi, dan Budaya Masyarakat Dalam Meningkatkan Keamanan Di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Sosioteknologi. 9 (21): 945-956.
Subejo interview. 2016. “Interview Polemik Permasalahan Natuna”. Yogyakarta. Yohana, R., L. T. Setyawanta R., S. Hadiwinoto. 2015. Perbandingan Proses
VII LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Muhammad Hanif Nuha
2 Jenis Kelamin (L/P) Laki-laki
3 Program Studi Agribisnis
4 NIM 15/383564/PN/14395
5 Tempat, Tanggal Lahir Pati, 29 November 1997
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 085741309274
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD IT Abu
Bakar Ash Shidiq Pati
SMP IT Insan Mulia Pati
SMA N 1 Pati
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Keluar 2003-2009 2009-2012 2012-2015 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel / Ilmiah
Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun 1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
VIII Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Harjuno Muhammad Sofiawan
2 Jenis Kelamin (L/P) Laki-laki
3 Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan
4 NIM 15/378237/PN/14043
5 Tempat, Tanggal Lahir Jakarta, 24 April 1997
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 085211476333
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDIT Aliya
Bogor
SMP N 14 Bogor
SMAN 2 BOGOR
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Keluar 2003-2009 2009-2012 2012-2015
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama pertemuan Ilmiah /
Seminar
Judul Artikel / Ilmiah
Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun 1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerim sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
IX Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Andri Septian Cahyadi 2 Jenis Kelamin (L/P) Laki-Laki
3 Program Studi Pemuliaan Tanaman
4 NIM 13/348035/PN/13195
5 Tempat, Tanggal Lahir Pontianak, 17 September 1995
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 082137959824
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Negeri
Purwomartani
Tahun Masuk-Keluar 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama pertemuan Ilmiah /
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun
1. Penulis Biografi Herry Zudianto
Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta
2012
2. Semifinalis Lomba Karya Tulis Al-Qur’an, Nasional
LKTA Gamais Islamic Fair, Undip.
2015
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerim sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM- Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
X Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Anisah
2 Jenis Kelamin (L/P) Perempuan
3 Program Studi Budidaya Perikanan
4 NIM 13/350057/PN/13337
5 Tempat, Tanggal Lahir Kediri, 6 Mei 1995
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 08978654307
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Muhammadiyah
Nitikan
Negeri 16 Yogyakarta
Negeri 10 Yogyakarta
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Keluar 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama pertemuan Ilmiah /
Seminar
Judul Artikel / Ilmiah
Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun
1. Semifinalis Lomba Karya Tulis Al-Qur’an, Nasional
LKTA Gamais Islamic Fair, Undip.
2015
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerim sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM- Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
XI Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Lutfi Alfianto
2 Jenis Kelamin (L/P) Laki-Laki
3 Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
4 NIM 12/336381/PN/12838
5 Tempat, Tanggal Lahir Karanganyar, 10 Agustus 1993
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 085727640290
B. Riwayat Pendidikan
Tahun Masuk-Keluar 1999-2005 2005-2008 2008-2011
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama pertemuan Ilmiah /
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun
1. Juara II Lomba Karya Tulis Al-Qur’an, Nasional
LKTA Kini in Action, ITS.
2014
2. Semifinalis Lomba Karya Tulis Al-Qur’an, Nasional
LKTA Gamais Islamic Fair, Undip.
2015
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerim sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
XII Biodata Dosen Pendamping
E. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Subejo
2 Jenis Kelamin (L/P) Laki-Laki
3 Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
4 NIDN 0001057203
5 Tempat, Tanggal Lahir Purworejo, 1 Mei 1972
6 E-mail [email protected]
7 No Telepon/HP 081327031503
F. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Institusi Universitas Gadjah Mada
The University of Tokyo
The University of Tokyo
Bidang Ilmu Komunikasi pertanian/sosi
1990-1995 2002-2004 2008-2011
G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama pertemuan
ilmiah/seminar
Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat 2 Seminar Kapitalisame
Pangan Global, 3 Workshop Teknik
penulisan ilmiah 4 Seminar Refleksi
Akhir Tahun
XIII 6 Seminar Kajian
Pembangunan Ekonomi Indonesia,
Strategi dan Tantangan pembngunan pertanian
Tokyo, PPI Hitotsubashi Tokyo, 2009 7 Seminar nasional hasil
Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian
Strategi adaptasi petani lahan pasir pantai terhadap perubahan ikim di Kulon Progo
UGM Yogyakarta, 2011
8 Pertemuan Nasional Perhimpunan
9 Seminar nasional hasil penelitian pertanian dan perikanan terkini
Strategi adaptasi petani terhadap perubahan iklim di pesisir selatan Yogyakarta
UGM Yogyakarta, 2012
10 Seminas Dies Natalis SPs UGM
11 Seminar nasional Agroindustry For
12 International Student Summer Course Program on Food security
Food security in Indoensian Perspective
UGM, Agustus 2015
H. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, assosiasi atau dari institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan Nama Pemberi
Penghargaan Tahun
1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerim sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM- Gagasan Tertulis 2016.
Yogyakarta, 25 April 2016
XIV Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No Nama / NIM Program
Agribisnis Pertanian 20 jam Ketua,
mengkoordinasi
Perikanan 20 jam Anggota yang bertanggungjawab
Perikanan 20 jam Anggota yang bertanggungjawab
Pertanian 20 jam Anggota yang bertanggungjawab 5 Lutfi Alfianto Teknologi
Hasil Perikanan