DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Penjelasan
Mengenai
Mekanisme
Perpajakan
TAHUN 2014
PENGGUNAAN DANA
APBN/APBD
DANA APBN/APBD
Pada dasarnya di dalam setiap penggunaan dana
APBN/APBD terdapat PPN dan/atauPPh.
PPN dan/atau PPh atas pengeluaran dana APBN/APBD
dipungut atau dipotong oleh Bendahara Pengeluaran dana APBN/APBD yang telah memiliki NPWP.
Bendaharawan Pemerintah yang mengelola dana
APBN dan atau APBD wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. Nama Bendahara pada NPWP sebaiknya dikaitkan dengan nama SATKERnya.
REKANAN yang menerima dana APBN/APBD adalah
Badan Hukum atau Orang Pribadi yang telah memiliki NPWP dan telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).
KEWAJIBAN BENDAHARA
PENGELOLA DANA APBN DAN ATAU APBD
MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWP
MENGHITUNG, MEMOTONG, MENYETOR DAN MELAPOR
PPh YANG TERUTANG SETIAP BULAN DENGAN FORMULIR YANG SESUAI
MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PADA SAAT MELAKUKAN
PEMOTONGAN PAJAK (PPh pasal 21, PPh PASAL 23 DAN PPh FINAL)
MENGISI DAN MENANDATANGANI DAN MENYAMPAIKAN
SURAT PEMBERITAHUNAN PAJAK DENGAN FORMULIR YANG SESUAI
LAPORAN BENDAHARA
PENGELOLA DANA APBN DAN/ATAU APBD
SPT MASA PPh PASAL 21 (SETIAP BULAN)
SPT MASA PPh PASAL 22 (SETIAP BULAN PENGADAAN BARANG)
SPT MASA PPh PASAL 23 (SETIAP BULAN PENGADAAN JASA)
SPT MASA PPh FINAL PASAL 4 AYAT 2 (SETIAP BULAN JASA KONSTRUKSI DAN /ATAU SEWA TANAH DAN BANGUNAN)
5
DANA APBN/APBD
BENDAHARA PEMERINTAH
* BADAN HUKUM USAHA * ORANG PRIBADI
REKANAN
KE
KPP PRATAMA
BANK/ KANTOR POS
LAPOR
SETOR
PAJAK PPh & PPN SSP
PENGGUNAAN DANA
APBN/APBD
PEMBAYARAN ATAS GAJI/HONOR/UPAH/
HADIAH/UANG TRANSPORT
DIKENAKAN
PEMOTONGAN PPh
21
PENGADAAN (PEMBELIAN)BARANG
DIKENAKAN PEMUNGUTAN PPh 22 DAN ATAU
PPN
PENGADAAN JASA (PERBAIKAN)
DIKENAKANPEMOTONGAN PPh 23/PPh FINAL DAN PPN
PENGENAAN BEA METERAI
PPh PASAL 21
GAJI
PEMBAYARAN HONOR
UPAH
UANG TRANSPORT
DLL
DASAR HUKUM
UU No.7 Tahun 1983 stdtd UU No.36 Tahun 2008
tentang Pajak Penghasilan Pasal 21
PP No. 80 tahun 2010 tentang tarif pemotongan
dan pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD
Permenkeu 262/PMK.03/2010 tentang Tata Cara
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Anggota
POLRI, dan Pensiunannya atas Penghasilan yang Menjadi Beban APBN atau APBD
PerdirjenPajak Nomor 31/PJ/2012 tentang pedoman
teknis Pemotongan PPh Pasal 21
ILUSTRASI SINGKAT
1. GAJI & TUNJANGAN dikurangi Biaya Jabatan, Iuran Pensiun
dan PTKP = Penghasilan Kena Pajak X (Tarif PPh pasal 17)
2. HONOR*) PNS Gol. IV = 15% (FINAL)
Gol. III = 5% (FINAL)
Gol. I dan II = 0% (FINAL)
NON PNS ber NPWP = 5% Tidakber NPWP = 6%
*) Pembayaran lain dengan nama apa pun, kecuali biaya
perjalanan dinas, perlakuannya dipersamakan dengan honor
3. HONOR kepada BUKAN PEGAWAI (NON PNS)
sehubungan dengan pemberian jasa a. Tidak berkesinambungan
Tarif Ps. 17 x 50% x Jumlah Bruto
(min : 5% x 50% x jumlah bruto atau 6% x 50%
x jumlah bruto bagi yg tidak ber NPWP) b. Berkesinambungan
- 50% Jumlah bruto kumulatif x Tarif psl 17 (lapisan tarif berdasar 50% x jumlah bruto kumulatif)
Lanjutan
:----
(50% Jumlah bruto –PTKP) x Tarif Pasal 17
(lapisan tarif berdasar jumlah PKP Kumulatif)
dengan syarat :
- tidak mendapat penghasilan di tempat lain
dan
- ber NPWP
Bagi yang tidak punya NPWP dikenakan 20%
lebih tinggi
Yang termasuk kategori bukan pegawai (non PNS) meliputi :
tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari
pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film,
bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis, dan seniman lainnya;
olahragawan
penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator; pengarang, peneliti, dan penerjemah;
pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik komputer dan
sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan;
Agen iklan
Lanjutan : kategori bukan pegawai (non PNS)
pengawas atau pengelola proyek;
pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang
menjadi perantara;
Petugas penjaja barang dagangan; Petugas dinas luar asuransi
Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling
dan kegiatan sejenis lainnya
Lanjutan
:---4. Honor ke peserta kegiatan (non PNS) : a.l.
a. peserta perlombaan dalam segala bidang
b. peserta rapat, konferensi, sidang,
pertemuan,
atau kunjungan kerja
c. peserta atau anggota dalam suatu
kepanitiaan
sebagai penyelenggara kegiatan ttn
d. peserta pendidikan dan pelatihan
e. peserta kegiatan lainnya
Lanjutan….
PPh 21 terutang
Tarif psl 17 x jumlah penghasilan bruto
Bagi yang tidak punya NPWP dikenakan
20% lebih tinggi
LANJUTAN
5. UPAH HARIAN/MINGGUAN
UPAH PERHARI<200.000 TDK DIPOTONG PAJAK UPAH PERHARI>200.000 MAKA SISANYA
DIKENAKAN PAJAK 5% yg ber NPWP DAN 6%(TDK berNPWP)
CONTOH
Upah Budi 140.000 maka tdk dipotong pajak Upah Anto 210.000 maka
210.000-200.000=10.000
PPh 21 Anto = 5% X 10.000 = Rp 500
Pemungutan Penyetoran dan
Pelaporan PPh Pasal 21
PPh Pasal 21 dipotong oleh bendaharawan
pada saat pembayaran penghasilan (membuat
bukti potong)
Penyetoran paling lambat tanggal 10 bulan
berikutnya menggunakan SSP atas nama
Bendaharawan dan ditandatangani dan dicap
oleh bendaharawan pemotong
Pelaporan menggunakan formulir SPT 1721
ke KPP Pratama; paling lambat tanggal 20
bulan berikutnya
PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK
(PTKP)
URAIAN SETAHUN SEBULAN
DIRI PEGAWAI
24.300.000 2.025.000TAMBAHAN UNTUK PEGAWAI YANG
KAWIN 2.025.000 168.750
TAMBAHAN UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA SEDARAH DAN SEMENDA DLM GARIS KETURUNAN LURUS SERTA ANAK ANGKAT YG DITANGGUNG
SEPENUHNYA, MAKS 3 ORANG
2.025.000 168.750
STATUS
Mulai 2013
STATUS Mulai 2013
TK/0
24.300.000
K/0
26.325.000
TK/1
26.325.000
K/1
28.350.000
TK/2
28.350.000
K/2
30.375.000
TK/3
30.375.000
K/3
32.400.000
PTKP UNTUK KARYAWATI
HANYA UTK DIRI SENDIRI, YAITU RP 24.300.000,00
SETAHUN
STATUS KAWIN STATUS TDK KAWIN
- UTK DIRI SENDIRI
- TANGGUNGAN MAKS 3 ORG
SYARAT.
MENUNJUKKAN KET. TERTULIS DARI PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT
SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN STATUS KAWIN SUAMI TDK MENERIMA/ MEMPEROLEH PENGHASILAN
- UTK DIRI SENDIRI
PPh PASAL 22
BELANJA BARANG
DASAR HUKUM PPh 22
UU No. 36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat
atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan Pasal 22
Permenkeu 154/PMK03/2007 Jo 236/KMK03/2003
Jo 392/KMK.03/2001 Jo 254/KMK.03/2001
(DIHAPUS mulai 31 Agustus 2010)
Permenkeu 154/PMK.03/2010 mengganti PMK
254/KMK.03/2001 mulai 31 Agustus 2010
BESARNYA PUNGUTAN PPh PASAL 22
ATAS PEMBELIAN BARANG
OLEH :
BENDAHARA PEMERINTAH PUSAT/DAERAH,
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
INSTANSI/LEMBAGA PEMERINTAH
DAN LEMBAGA NEGARA LAINNYA
PPh 22 = 1,5 % DARI HARGA BELI
DIKECUALIKAN DARI
PEMUNGUTAN PPh Pasal 22
PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG YANG JUMLAHNYA PALING BANYAK Rp 2.000.000,00
(BUKAN JUMLAH YANG DIPECAH-PECAH) mulai 31-8-2010
Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
mulai 31-8-2010
TATA CARA
PEMUNGUTAN DAN PENYETORAN
DIPUNGUT PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN
DISETOR PADA HARI YANG SAMA
KE BANK PERSEPSI/KANTOR POS DAN GIRO
Setelah Penyetoran maka
SSP lembar ke 1 untuk WP Rekanan
SSP Lembar ke 3 dan 5 untuk Bendahara Pemungut PPh PASAL 22
PENGISIAN PADA SSP
SSP DIISI ATAS NAMA DAN NPWP WAJIB PAJAK REKANAN TETAPI DITANDATANGANI OLEH
BENDAHARA
-
SSP sekaligus merupakan bukti pemungutan
PPh Pasal 22
-
Apabila WP rekanan belum berNPWP maka
SSP diisi atas nama dan NPWP bendaharawan,
dengan konsekuensi tarif pemungutan menjadi
3% (100% lebih tinggi dari tarif normal)
TATA CARA PELAPORAN
PELAPORAN PPh PASAL 22
SPT MASA
F.1.1.32.02
KE KPP PRATAMA
SELAMBAT-LAMBATNYA
TANGGAL 14 BULAN BERIKUTNYA
JIKA JATUH PADA HARI LIBUR
TARIF PPh 22 & PENGHITUNGANNYA
CONTOH
Pembelian ATK Tgl Pembayaran
Rp 2.310.000,-12 April 2010
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) 100/110 x
2.310.000 Rp 2.100.000,-PPN 10 % x
2.100.000 Rp
210.000,-PPh pasal 22 1.5% x 2.100.000
Rp 31.500,- (Rekanan ber-NPWP)
3% x 2.100.000 Rp 63.000,- (Rekanan Tidak ber-NPWP)
PPh pasal 22 PPN
12 April 2010 7 Mei 2010
PPh pasal 22 14 Mei 2010
Batas Waktu Penyetoran
Batas Waktu Pelaporan
PPh PASAL 23
BELANJA JASA
DASAR HUKUM PPh 23
UU No. 36 Tahun 2008 tentang perubahan
keempat atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang
Pajak Penghasilan pasal 23
Permenkeu 244/PJ.03/2008 tentang jenis jasa
lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23
ayat (1) huruf c angka 2 UU No. 7 Tahun
1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
telah diubah terakhir dengan UU No. 36
Tahun 2008
PEMOTONG PPh PASAL 23/26
ADALAH :
• BADAN PEMERINTAH
• SUBJEK PAJAK BADAN DALAM NEGERI • PENYELENGGARA KEGIATAN
• BENTUK USAHA TETAP
• PERWAKILAN PERUSAHAAN LUAR NEGERI LAINNYA
• ORANG PRIBADI TERTENTU YANG DITUNJUK DIRJEN PAJAK
Saat MEMBERIKAN PENGHASILAN YANG BERASAL PENYERAHAN JASA BARANG MODAL PENYELENG. KEGIATAN SELAIN YG TLH DIPOTONG
JENIS JASA YANG DIKENAKAN PPh Pasal 23
No. Jenis Penghasilan
(ber-NPWP) (tidak ber-NPWP)
1 Dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g UU PPh
15% 30% 2 Bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)
huruf f UU PPh
15% 30% 3 Royalti 15% 30% 4. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain
yang telah dipotong PPh 21
15% 30% 5. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan
penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final pasal 4 (2)
2 % 4%
6. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi (*), jasa konsultan
2% 4%
7 Jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan PMK-244/PMK.03/2008 dengan tarif 2%
a. Jasa penilai (appraisal);
b. Jasa aktuaris;
c. Jasa akuntansi, pembukuan, dan asestasi laporan keuangan;
d Jasa perancang (design);
e Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap;
f Jasa penunjang di bidang penambangan migas :
g Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas :
h Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara: 1)bidang aeronautika, termasuk :
2)bidang non-aeronatika, termasuk : i Jasa penebangan hutan;
j Jasa pengolahan limbah;
k Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services);
l Jasa perantara dan/atau keagenan;
m Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek, KSEI dan KPEI;
n Jasa custodian/penyimpanan/penitipan, kecuail yang dilakukan oleh KSEI;
o Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara
p Jasa mixing film;
q Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan;
r Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;
s Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, perawatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV Kable, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;
t Jasa maklon
u Jasa penyelidikan dan keamanan;
v Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer; yaitu kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha jasa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran, konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konferensi pers, dan kegiatan lain yang memanfaatkan jasa
penyelenggara kegiatan w Jasa pengepakan;
x Jasa penyediaan tempat dan / atau waktu dalam media masa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi;
y Jasa pembasmian hama;
z Jasa kebersihan atau cleaning service;
TARIF PPh 23 & PENGHITUNGANNYA
CONTOH
Sewa Kendaraan Tgl Pembayaran
Rp 1.100.000,-20 April 1.100.000,-2010
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) 100/110 x
1.100.000 Rp 1.000.000,-PPN 10 % x
1.000.000 Rp
100.000,-PPh pasal 23 2% x 1.000.000 Rp 20.000,- (Rekanan ber-NPWP)
4% x 1.000.000 Rp 40.000,- (Rekanan Tidak ber-NPWP)
PPh pasal 23 PPN
10 Mei 2010 7 Mei 2010
PPh pasal 23 20 Mei 2010
Batas Waktu Penyetoran
37
TATA CARA PEMOTONGAN PPh PASAL 23
BUKTI PEMOTONGAN
DILAKUKAN PADA SAAT PENGHASILAN DIBAYARKAN
F.1.1.33.06 1
2
3
UNTUK REKANAN
LAMPIRAN SPT MASA PPh PASAL 23
38
TATA CARA PENYETORAN PPh PASAL 23
JUMLAHKAN PPh PSL 23 DALAM BUKTI PEMOTONGAN
SELAMA SATU BULAN TAKWIM
DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAU
KANTOR POS DAN GIRO DGN MENGGUNAKAN SSP atas nama Bendaharawan
PALING LAMBAT TGL 10 BULAN TAKWIM BERIKUTNYA SETELAH BULAN SAAT
TERUTANGNYA PAJAK
APABILA TGL 10 JATUH PD HARI LIBUR, MAKA PENYETORAN DILAKUKAN PADA
39
TATA CARA PELAPORAN PPh PASAL 23/26
MENGISI DGN LENGKAP DAN BENAR SPT MASA PPh PSL 23/26 (F.1.1.32.03)
RANGKAP 2
* LEMBAR KE-3 SSP BUKTI SETORAN PPh PSL 23/26
* DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PPh PSL 23/26 (D.1.1.32.05) * LEMBAR KE-2 BUKTI PEMOTONGAN (F.1.1.33.06)
LAMPIRAN
KE KPP PRATAMA
SELAMBAT-LAMBATNYA TANGGAL 20 BULAN
BERIKUTNYA
JIKA JATUH PD HARI LIBUR PD HARI KERJA
DASAR HUKUM UU PPh Pasal 4 ayat (2)
PP No. 5 Tahun 2002
TARIF = 10 % DARI JUMLAH BRUTO NILAI PERSEWAAN
Tanah, Rumah, Toko, Gudang
ruangan, gedung perkantoran, rumah toko
SEWA ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN
Termasuk Biaya Perawatan, Pemeliharaan, Keamanan, Fasilitas Lainnya
DASAR HUKUM UU PPh Pasal 4 ayat (2)
PP No.51Tahun 2008
Jasa Konstruksi :
layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan
layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi
JASA KONSTRUKSI
Pekerjaan Konstruksi :
keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan
perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan
yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya
TARIF JASA KONSTRUKSI
2% (dua persen) untuk Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil
4% (empat persen) untuk Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha
3% (tiga persen) untuk Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa selain Penyedia Jasa
sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b
4% (empat persen) untuk Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha
PENYETORAN DAN PELAPORAN
PPh FINAL
SEWA DAN JASA
KONSTRUKSI
PENYETORAN PAJAK DILAKUKAN PALING
LAMBAT TANGGAL 10 BULAN BERIKUTNYA
MENGGUNAKAN SSP ATAS NAMA DAN NPWP
BENDAHARAWAN SERTA DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN
MEMBUAT BUKTI PEMOTONGAN PPh FINAL
PELAPORAN PAJAK DILAKUKAN PALING
LAMBAT TANGGAL 20 BULAN BERIKUTNYA MENGGUNAKAN SPT MASA PPh FINAL
DILAMPIRI BUKTI POTONG PPh FINAL
P P N
ATAS
BELANJA BARANG
DAN
BELANJA JASA
DASAR HUKUM PPN
BENDAHARAWAN
UU Nomor 42 Tahun 2009 perubahan keempat
atas UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai
PP 144 tahun 2000 tentang barang dan jasa yg
tidak kena PPN
PP 12 tahun 2001 stdtd PP 31 tahun 2007 Tentang
Impor dan atauPenyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yg bersifat strategis yg dibebaskan dari pengenaan PPN
Kepmenkeu 563/KMK.03/2003 tentang Penunjukan
Bendaharawan Pemerintah dan KPPN untuk
Memungut, Menyetor dan Melaporkan PPN dan PPnBM
MENGENAL PPN
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak
yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah Pabean.
Pengenaan PPN pada prinsipnya semua Barang
dan Jasa dikenakan PPN, kecuali yang
dikecualikan oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Bendahara HARUS mencari rekanan PKP, apabila
terpaksa/sulit menemukan rekanan PKP maka
sementara dengan rekanan non PKP dengan syarat tidak boleh membuat Faktur Pajak/ membuatkan Faktur Pajak.
TIDAK DIKENAKAN PPN
1. Pembayaran yg jumlahnya paling banyak Rp
1.000.000 (termasuk PPN) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah
2. Pembelian buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan
buku-buku pelajaran agama
3. Pembelian barang hasil pertambangan yang diambil
langsung dari sumbernya
4. Barang-barang kebutuhan pokok, barang hasil
pertanian
5. Makanan ternak,unggas dan ikan
6. Bibit dan atau benih pertanian, perkebunan,
kehutanan, peternakan dan perikanan
LANJUTAN
8. Jasa di bidang pelayanan kesehatan medik seperti
Jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan,
laboratorium kesehatan, dan sanatorium;
9. Jasa di bidang pelayanan sosial;
10.Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko 11.Jasa di bidang perbankan, asuransi, dan sewa guna
usaha dengan hak opsi;
12.Jasa di bidang keagamaan; 13.Jasa di bidang pendidikan;
14.Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah
dikenakan Pajak Tontonan;
LANJUTAN
15.Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan;
16.Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air; 17.Jasa di bidang tenaga kerja;
18.Jasa dibidang perhotelan meliputi jasa persewaan
kamar termasuk fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelan untuk tamu yang menginap dan jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan dihotel, penginapan, motel, losmen dan hostel
19.Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka
menjalankan pemerintahan secara umum
Pemungutan Penyetoran dan
Pelaporan PPN
PPN dipungut oleh bendaharawan pada saat
pembayaran
Penyetoran menggunakan SSP atas nama
Wajib Pajak Rekanan dan ditandatangani dan
dicap oleh bendaharawan pemungut paling
lambat tanggal 7 bulan berikutnya
Pelaporan menggunakan formulir
1107
PUT
ke KPP Pratama; paling lambat tanggal 14
bulan berikutnya
BEA METERAI
UU No.13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai Permenkeu nomor 55/PMK.03/2009
KepdirjenPajak Nomor 02/PJ/2003
Bea Meterai adalah Pajak atas dokumen.
Dokumen yg memuat jumlah uang atau dokumen
kontrak /perjanjian.
Penerima Dokumen terutang Bea Meterai
- 3.000 atas bukti pembayaran senilai 250.000 s.d 1 juta - 6.000 atas bukti pembayaran senilai diatas 1 juta
- 6.000 atas dokumen kontrak/perjanjian
JENIS PAJAK NPWP TANDA TANGAN DAN CAP
PPh PASAL 22 DAN PPN
REKANAN
BENDAHARA
PPh PASAL 21
BENDAHARA BENDAHARA
PPh PASAL 23
BENDAHARA BENDAHARA
PPh FINAL SEWA TANAH
DAN /ATAU BANGUNAN
BENDAHARA BENDAHARA
PPh FINAL JASAKONSTRUKSI
BENDAHARA BENDAHARA
JENIS PAJAK KODE AKUN PAJAK KODE JENIS SETORAN
PPh PASAL 21
Gaji PNS dan Honor non PNS
411121
100
PPh PASAL 21 Final
Honor PNS
411121
402
PPh PASAL 22 (Barang)
411122
900
PPh PASAL 23 (Jasa )
411124
104
PPh FINAL SEWA TANAH
DAN /ATAU BANGUNAN
411128
403
PPh FINAL JASA KONSTRUKSI
411128
409