• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPSE - Kementerian Hukum dan HAM RI BAB VI ADENDUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SPSE - Kementerian Hukum dan HAM RI BAB VI ADENDUM"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

Metode e-Seleksi Sederhana (dengan Pascakualifikasi)

BAB VI. ADENDUM KERANGKA ACUAN KERJA(KAK)

ADENDUM KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PERENCANAAN RENOVASI GEDUNG KANTOR, REHABILITASI POS JAGA ATAS, PEMBANGUNAN PAGAR BARU, DAN PERLUASAN BLOK HUNIAN

PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KUPANG

1. DATA PROYEK

Pekerjaan : Perencanaan Renovasi Gedung Kantor, Rehabilitasi Pos Jaga Atas, Pembangunan Pagar Baru, dan Perluasan Blok Hunian Pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang

Lokasi : Kota Kupang

Sumber Dana : APBNP

Tahun Anggaran : 2017

Waktu Pelaksanaan : 20 hari kalender

2. LATAR BELAKANG

Dengan melihat kenyataan bahwa gedung kantor Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang,4 Pos Jaga saat nya di rehabilitasi karena ada bagian –bagian tertentu dari konstruksinya yang sudah rusak yang perlu perbaikan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar lagi supaya dalam pelaksanaan tugas administrasi dan pengamanan para tahanan tetap berjalan sebagaimana mestinya . dan sesuai dengan daya tampung Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang sudah melampaui kapasitas sehingga seharusnya sudah saatnya dibangun Blok Tahanan baru serta pagar pengaman demi mengantisipasi jangan terjadi kelebihan kapasitas sesuai dengan kebutuhan ruang tahanan dan syarat dan pedoman bahwa setiap ruangan bisa menampung sesuai dengan yang di syaratkan,dan dalam pembangunan fasilitas pagar dapat membantu para petugas jaga dalam mengamankan para Nara Pidana.sehingga dalam perencanaan harus berpedoman pada standard an pedoman pembangunan Rumah Tahan Negara.

a. Setiap Bangunan Negara harus direncanakan untuk kepentingan dan dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan negara.

b. Pemberi jasa perencanaan kegiatan rehab untuk Bangunan Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan/rehab teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional.

c. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan rehab perlu disiapkan secara matang, sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan kegiatan.

(2)

3. MAKSUD DAN TUJUAN.

Secara khusus maksud dan tujuan Rehabilitasi Gedung Kantor ,Pos Jaga , Pembagunan Blok Tahanan dan Pagar pengaman.

a. Rehabilitasi Gedung Kantor bertujuan agar semua bagian kantor yang sudah rusak dapat diperbaiki sehingga kegiatan-kegiatan dalam gedung Kantor bisa berjalan sesuai dengan yang di harapkan .

b. Rehabilitasi Pos Jaga Bertujuan agar supaya konstruksi bangunan Pos Jaga terpelihara dengan baik sehingga para petugas jaga bisa menjalankan tugasnya dengan baik pula karena tidak terganggu dengan kerusakan- kerusakan yang ada.

c. Pembangunan Blok Tahanan Agar tersedianya Ruang Tahanan yang layak dalam menampung para tahanan .sehingga tidak terjadi kelebihan kapasitas dan diharapkan dalam perencanaan juga berpedoman pada standard dan pedoman pembangunan blok tahanan.

d. Pembuatan Pagar Demi pengamanan para tahanan sehingga jangan terjadi tahanan melarikan diri maka dibuat pagar pengaman yang sesuai standard dari pagar pengaman yang di syaratkan dalam pedoman pembangunan pagar rumah tahanan.

4. SASARAN

Sasaran kegiatan adalah dalam Perencanaan Rehabilitasi Gedung Kantor dan Pos Jaga supaya bagian konstruksi yang rusak agar dapat dilihat dan direncanakan dengan baik sehingga gedung kantor dan pos jaga bisa berfungsi .

Perencanaan Blok Tahanan dan Pagar Pengamanan supaya dapat memenuhi kebutuhan ruang dan pengamanan,dan diharapkan direncanakan sesuai dengan standard.

Lingkup Pekerjaan Perencanaan terdiri dari komponen kegiatan sebagai berikut:

 Penyusunan Rencana Anggaran Biaya  Penyusunan rencana pelaksanaan

 Penyunusan rencana detail ( Gambar Kerja,Rks,BQ dll )  Persiapan Pelelangan

 Pengawasan berkala

5. LOKASI KEGIATAN

(3)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

Metode e-Seleksi Sederhana (dengan Pascakualifikasi) 6. SUMBER PENDANAAN

Sumber pendanaan kegiatan ini dibiayai oleh APBNP tahun anggaran 2017. 7. NAMA DAN ORGANISASI PEMBERI KERJA.

Satuan Kerja : Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang

8. STANDAR TEKNIS

Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara,Keoutusan Direktur Jendral Cipta Karya No.295/KPTS/Ck/1997,tanggal 1 AprIl 1997 yang dapat meliputi tugas-tugas Perencanaan lingkungan,site/tapak,dan perencanaan fisik bangunan Negara dan produk Hukum lain yang terkait dengan Pekerjaan.

a) Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan gedung ) membua interpretasi secara garis besar terhadap kerangka Acuan ( KAK) . dan konsultansi dengan pemilik kegiatan mengenai kondisi bangunan

(4)
(5)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

(6)
(7)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

(8)
(9)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

(10)
(11)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

(12)

b) Penyusunan pra rencana seperti Rencana Pembangunan ,Pra rencana termasuk program dan konsep ruangan,perkiraan biaya,dan konsep pembangunan gedung sampai finishing,keterngan persyaratan bangunan dan lingkungan. c) Penysunan pengembangan rencana antara lain.

 Rencana Arsitektur beserta uraian konsep dan fisualisasi, rencana struktur beserta uaraian konsep dan

perhitungannya.

 Rencana pembangunan gedung beserta uraian konsep dan perhitungannya.

 Perkiraan biaya.

d) Penyusunan rencana detail antara lain membuat:

 Gambar-gambar detail arsitektur,detail struktur,detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencan yang telah di setujui.  Rencana kerja dan Syarat-syaratnya ( RKS )

 Rencana Volume pelaksanaan pekerjaan,rencana anggaran biaya pembangunan gedung.

 Laporan akhir perencanaan.

e) Mengadakan Persiapan Pelelangan, seperti membantu Pemimpin Proyek di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu Panitia Pelelangan menyusun program pelaksanaan pelelangan. f) Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan,

termasuk menyusun berita acara penjelasan, evaluasi penawaran, menyusun kembali dokumen pelelangan dan melaksanakan tugas- tugas yang sama apabila terjadi Lelang ulang.

g) Mengadakan Perencanaan berkala selama Pembangunan fisik dan melaksanakan kegiatan seperti :

 Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan.

 Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan Pembangunan gedung.  Memberikan saran-saran, pertimbangan dan rekomendasi

tentang penggunaan bahan

 Membuat Laporan Akhir Perencanaan berkala.

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

(13)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

Metode e-Seleksi Sederhana (dengan Pascakualifikasi)

h) Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan Mekanikal - Elektrikal Bangunan.

9. FASILITAS DARI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

10. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI Terlampir

11. PENDEKATAN METODOLOGI

a. Konsep Bangunan pengembangan harus selaras/menyesuaikan dengan bangunan di lingkungan sekitarnya.

b. Dalam perencanaan harus menyediakan fasilitas pengolah limbah dan antisipasi terhadap bahaya kebakaran serta bencana.

c. Teknis konstruksi yang disaratkan oleh perencana hendaknya menggunakan teknologi sederhana sampai dengan teknologi tinggi atau Hightech, karena merupakan bangunan monumental dan waktu pelaksanaan sangat terbatas, dari pekerjaan pondasi sampai dengan finishing.

d. Lokasi pekerjaan yang tersedia sangat terbatas, sehingga perencana wajib menjelaskan rencana pekerjaan yang bersifat fabrikasi harus dilaksanakan di luar lokasi.

e. Lokasi pekerjaan berada di Rumah Tahanan, sehingga untuk pengadaan material ke lokasi proyek harus ada peraturan yang khusus supaya tidak terganggu akses lalu lintas.

12. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

a. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran- keluaran yang diminta, Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.

b. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal, antara dan pokok yang harus dihasilkan Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini.

c. Dalam melaksanakan tugas, konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat.

d. Jangka waktu pelaksanaan, khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan maksimal 20 (Duapuluh) hari Kalender.

13. INFORMASI DAN TENAGA AHLI 1. INFORMASI.

(14)

Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen, maupun yang dicari sendiri. Kesalahan / kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana.

2. TENAGA AHLI.

a) Untuk melaksanakan tujuannya, konsultan Perencana harus menyediakan Tenaga Ahli yang memenuhi ketentuan dari Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen, baik ditinjau dari segi lingkup kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan.

b) Tenaga Ahli yang dilibatkan adalah tenaga ahli yang cukup berpengalaman dibidangnya masing-masing, yaitu terdiri dari:

 Team Leader, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta, berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan 2 (dua) tahun untuk S2.

 Tenaga Ahli Struktur, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta, berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang- kurangnya 2 (dua) tahun.

 Tenaga Ahli Arsitektur, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Arsitektur (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta ,berpengalaman dalam perencanaan bangunan bertingkat non perumahan sekurang - kurangnya 2 (dua) tahun.

 Tenaga Ahli Estimasi Biaya, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta ,berpengalaman dalam menghitung biaya pembangunan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.

 Asisten Tenaga Ahli, yang dibutuhkan terdiri dari Asisten Tenaga Ahli Arsitektur, Asisten Tenaga Ahli Struktur  Tenaga Pendukung, yang dibutuhkan terdiri dari tenaga

surveyor, tenaga operator komputer, tenaga cad operator / drafman, Tenaga administrasi dan tenaga Lokal.

(15)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

Metode e-Seleksi Sederhana (dengan Pascakualifikasi)

Konsultan perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi :

1. Jadwal kegiatan secara detail.

2. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). 3. Konsep penanganan pekerjaan Perencanaan.

15. HASIL KELUARAN

Hasil keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya: 1. Rencana Blok Tahanan, Pagar, Rehab Kantor dan Pos Jaga

2. Basic Design (Pra-Rancangan Arsitektural) dalam gambar 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ).

4. Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan 5. Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS) Pekerjaan

16. LAPORAN PERENCANAAN

Laporan yang harus disusun oleh konsultan perencana terdiri dari : 1. Laporan Pendahuluan, berisi Rencana Kerja yang akan

dilaksanakan dan hasil orientasi lapangan serta kerangka kegiatan yang harus dijelaskan seperti kegiatan persiapan, pengurusan perijinan, mobilisasi tenaga dan peralatan, jadwal pelaksanaan dan jadwal penugasan personil atau tenaga ahli serta program kerja berikutnya diserahkan 21 (Dua Puluh Satu) hari setelah SPMK. Laporan Pendahuluan diserahkan kepada pemilik pekerjaan sebanyak 5 (lima) set.

2. Laporan Antara, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan, hasil sonder, Kendala dan Solusi Penyelesaiannya, Gambar-gambar pra-rencana, Draf Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Laporan Antara harus diserahkan selambat- lambatnya 21 (Dua puluh Satu) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.

3. Laporan Akhir Perencanaan, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan, Kendala dan Solusi Penyelesaiannya, Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Laporan Akhir Perencanaan tersebut diserahkan selambat-lambatnya 21 (Dua puluh Satu) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.

17. FORMAT LAPORAN

Laporan yang harus disusun oleh konsultan perencana terdiri dari : 1. Laporan Pendahuluan, berisi Rencana Kerja yang akan

(16)

perijinan, mobilisasi tenaga dan peralatan, jadwal pelaksanaan dan jadwal penugasan personil atau tenaga ahli serta program kerja berikutnya diserahkan 21 (Dua Puluh Satu) hari setelah SPMK. Laporan Pendahuluan diserahkan kepada pemilik pekerjaan sebanyak 5 (lima) set.

2. Laporan Antara, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan, hasil sonder, Kendala dan Solusi Penyelesaiannya, Gambar-gambar pra-rencana, Draf Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Laporan Antara harus diserahkan selambat- lambatnya 21 (Dua puluh Satu) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.

3. Laporan Akhir Perencanaan, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan, Kendala dan Solusi Penyelesaiannya, Gambar-Gambar Detail Hasil Perencanaan. Laporan Akhir Perencanaan tersebut diserahkan selambat-lambatnya 21 (Dua puluh Satu) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.

18. LAIN-LAIN

a. Sewaktu-waktu Penyedia Jasa dapat diminta oleh Pengguna Jasa mengadakan diskusi atau memberi penjelasan mengenai tahap atau hasil kerjanya;

b. Penyedia Jasa harus menyerahkan foto Dokumentasi (dalam album) yang berkaitan dengan palaksanaan pekerjaan survey lapangan;

c. Penyedia Jasa harus selalu mendiskusikan usulan-usulan hasil pekerjaan ini dengan Pemilik pekerjaan.

d. Semua peralatan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Penyedia Jasa;

e. Hal-hal yang belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja ini aka dijelaskan dalam berita acara penjelasan pekerjaan

19. PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun, maka Konsultan Perencana hendaknya memeriksa dan mempelajari semua bahan yang telah diterima dan mencari bahan masukan yang diperlukan dalam upaya mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB

(17)

Dokumen Pengadaan Jasa KonsultansiBadan Usaha

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari ini Senin tanggal sembilan bulan Juli tahun dua ribu dua belas, Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan TIMTIK (Lelang Ulang),

Pokja ULP Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan Pembangunan Pembangunan blok hunian Lapas Lahat

Sehubungan dengan evaluasi dokumen kualifikasi peserta pelelangan untuk pekerjaan Pengadaan Pengadaan Jasa Perencanaan Rehab Blok Hunian Menjadi 2 Lantai Lembaga Pemasyarakatan

Pokja ULP menetapkan 1 (satu) penyedia barang/jasa yang telah lulus evaluasi (memenuhi syarat) untuk diusulkan dan ditetapkan sebagai Pemenang Lelang Perencanaan Renovasi

Peserta diharapkan membawa semua Dokumen Kualifikasi Asli yang diunggah pada SPSE paket Pekerjaan MANAJEMEN KONSTRUKSI REHAB PEMBANGUNAN PAGAR KELILING DAN PAGAR

Peserta diharapkan membawa semua Dokumen Kualifikasi Asli yang diunggah pada SPSE Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Keliling dan Pagar Tembok Depan, Pembangunan

Kelalaian menyampaikan dokumen penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan ini sepenuhnya merupakan resiko peserta.. Demikian Berita

Pengadaan Genset pada Kantor Imigrasi Klas I Semarang Tahun Anggaran 2012 dari tanggal 28 Juni. sampai dengan tanggal 4