BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Vertigo adalah suatu gejala atau perasaan dimana seseorang atau benda

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Vertigo merupakan suatu fenomena yang terkadang sering ditemui di masyarakat. Vertigo adalah suatu gejala atau perasaan dimana seseorang atau benda di sekitarnya seolah-olah sedang bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan “Jika sensasi atau ilusi berputar yang dirasakan adalah diri sendiri, hal tersebut merupakan vertigo subjektif. Sebaliknya, jika yang berputar adalah lingkungan sekitarnya, maka itu disebut vertigo objektif” (Rustinah, 2008; Mudzakir, et al, 2009). Seseorang yang mengalami vertigo akan mempersepsikan suatu gerakan yang abnormal atau suatu ilusi berputar. Vertigo dapat berlangsung sementara maupun berjam-jam namun juga bisa berlangsung ketika seseorang tersebut dalam kondisi tidak bergerak sama sekali (Mudzakir, et al, 2009).

Pada tahun 2009 dan 2010 di Indonesia angka kejadian vertigo sangat tinggi sekitar 50% dari usia 40-50 sampai orang tua yang berumur 75 tahun. Menurut prevalensi angka kejadian vertigo perifer yang terjadi di Amerika Serikat kecenderungan terjadi pada wanita (Dewanto, et al, 2009; Miralza, 2008, dalam jurnal penelitian Sumarliyah, dkk, 2011). Menurut penelitian yang di lakukan oleh Enjtep menunjukkan bahwa sebagian besar penderita vertigo mengalami gangguan pada ruang otak yang mengatur keseimbangan dan 28,3% diantaranya mengalami penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangan (Kompas, 2011).

Pada saat studi pendahuluan, pasien yang mengalami vertigo atau kekambuhan gejalanya biasa disebabkan oleh faktor kelelahan, lesu, gangguan pada

(2)

organ gastrointestinal, nyeri otot, hipertensi (tekanan darah tinggi) dan hipotensi (tekanan darah rendah). Namun untuk frekuensi atau seringnya angka kekambuhan gejala pada pasien yang mengalami vertigo selalu tidak menentu, hal ini karena vertigo tersebut akan timbul jika pada pasien tersebut muncul faktor penyababnya. Vertigo juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam atau bagian vestibular dan kemungkinan disebabkan oleh gangguan pada otak. Vestibular merupakan suatu sistem dari telinga bagian dalam yang berfungsi sebagai alat keseimbangan. Menurut Neurologychannel (dalam buku menyayangi otak, 2011), sistem vestibular tersebut bertanggung jawab untuk menghubungkan rangsangan terhadap indera dengan pergerakan tubuh dan menjaga agar suatu objek tetap berada dalam fokus ketika tubuh bergerak. Selain disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular dan gangguan pada otak, vertigo juga bisa disebabkan oleh faktor idiopatik, trauma, fisiologis, konsumsi obat dan penyakit atau sindrom lain seperti Meniere (Dewanto, et al.2009). Menurut Wratsongko (2006), Vertigo biasa terjadi disertai dengan mual dan muntah, bahkan ada juga bisa disertai dengan diare. Akibat selanjutnya vertigo dapat menyebabkan dehidrasi dan jatuh.

Banyak tindakan atau terapi yang sering digunakan oleh seseorang yang mengalami vertigo. Salah satunya yaitu terapi farmakologi atau obat. Seperti halnya upaya yang sudah dilakukan di praktik mandiri dokter yang akan diteliti yaitu memberikan obat untuk meringankan vertigo. Seseorang yang mengalami vertigo biasa mengkonsumsi obat untuk mengurangi atau menghilangkan gejala vertigo. Namun obat yang di konsumsi tentu saja memiliki efek samping. Banyak terapi-terapi lain selain farmakologi. Salah satunya terapi-terapi rehabilitasi vestibular yaitu epley

(3)

Dalam penelitian ini menggunakan metode brandt daroff karena metode ini dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita/ pasien vertigo di rumah. Latihan ini dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Metode brandt daroff atau brandt daroff exercise biasa di kenal dengan senam vertigo yang digunakan sejak tahun 1980 untuk terapi fisik vertigo. Senam vertigo ini memberikan efek meningkatkan darah ke otak sehingga dapat memperbaiki fungsi alat keseimbangan tubuh dan memaksimalkan kerja dari sistem sensori.

Menurut Joesoef (2006) dalam jurnal penelitian Sumarliyah, dkk (2011) “Input visual memberikan objek berupa orientasi ruang”. Pada anatomi sistem keseimbangan, saluran atau kanal semisirkularis dan vestibula yang berfungsi sebagai alat keseimbangan dan coklea yang berfungsi sebagai pendengaran terletak di telinga bagian dalam. Sistem-sistem ini bekerja dengan cara menghubungkan saraf vestibulococlear dengan pusat vestibular yang terletak di otak dan sistem keseimbangan. Selain sistem vestibular, terdapat juga sistem propiosepsi yang terdiri dari sensor-sensor gerakan, posisi dan tekanan yang berada pada otot, kulit dan sendi yang berfungsi memberikan stimulus berupa sentuhan dan objek ruang yang sangat penting untuk menjaga posisi tetap seimbang.

Metode Brandt Daroff merupakan salah satu bentuk terapi fisik atau senam fisik vestibuler untuk mengatasi gangguan vestibular seperti vertigo. Terapi fisik ini dilakukan untuk mengadaptasikan diri terhadap gangguan keseimbangan. Latihan

Brandt Daroff memiliki keuntungan atau kelebihan dari terapi fisik lainnya atau dari

terapi farmakologi yaitu dapat mempercepat sembuhnya vertigo dan untuk mencegah terjadinya kekambuhan tanpa harus mengkonsumsi obat. Selain itu, latihan Brandt Daroff dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan Pasien tidak perlu berkeliling mencari dokter yang bisa menyembuhkan vertigonya. Namun,

(4)

selain kelebihan-kelebihan di atas, metode ini juga memiliki kelemahan yaitu metode ini tidak boleh langsung dilakukan setelah pasien diberikan terapi epley maneuver maupun semont maneuver (Bahrudin, 2013; Lumbantobing, 2001)

Dalam penelitian yang sudah dilakukan oleh Sumarliyah dkk (2011), senam vertigo dengan menggunakan metode Brandt Daroff dapat memaksimalkan kinerja tiga sistem yang berfungsi sebagai alat keseimbangan. Menurut informasi dari Cambridge University Hospital (2014), brandt daroff memiliki kelebihan yaitu mengurangi respon stimuli yang berupa perasaan tidak nyaman dan sensasi berputar pada otak, dan juga membantu mereposisi Kristal yang berada pada kanalis semisirkularis.

Dari uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penggunaan metode Brandt Daroff sebagai terapi fisik untuk mengatasi vertigo yang sedang dialami oleh seseorang.

1.2. Rumusan Masalah

Apakah ada pengaruh penggunaan metode brandt daroff terhadap perubahan intensitas pusing pada penderita vertigo ?

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh penggunaan metode Brandt Daroff terhadap perubahan intensitas pusing pada penderita vertigo.

1.3.2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi intensitas pusing pada vertigo sebelum dilakukan senam vertigo menggunakan metode Brandt Daroff

(5)

b. Mengidentifikasi intensitas pusing pada vertigo sesudah dilakukan senam vertigo menggunakan metode Brandt Daroff

c. Menganalisis pengaruh metode Brandt Daroff terhadap perubahan intensitas pusing pada vertigo.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi Instansi Pendidikan

Sebagai tambahan informasi pengetahuan dan wawasan dalam ilmu keperawatan tentang metode Brandt Daroff sebagai latihan dalam mengatasi vertigo.

1.4.2. Bagi pelayanan kesehatan

Sebagai terapi alternatif untuk pasien yang mengalami vertigo atau gangguan keseimbangan.

1.4.3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan masukan dan sumber data yang bermanfaat untuk peneliti selanjutnya sebagai bahan pokok dalam memberikan pengetahuan atau wawasan tentang metode brandt daroff.

1.4.4. Bagi Pasien Vertigo

Sebagai bentuk latihan atau terapi alternative dalam mengatasi gejala vertigo selain menggunakan terapi farmakologi (obat-obatan) dan dapat mengatasi vertigo dengan cepat.

1.5. Keaslian Penulisan

Sepengetahuan penulis, penelitian tentang pengaruh penggunaan metode brandt daroff dengan perubahan intensitas nyeri kepala pada penderita vertigo ini

(6)

belum pernah dilakukan di Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang di fokuskan pada pengaruh metode brandt daroff sebagai latihan dalam mengatasi vertigo. Penelitian yang terkait dengan penelitian ini adalah :

a. Sumarliyah, dkk (2011) Jurnal Penelitian Pengaruh Senam Vertigo Terhadap Keseimbangan Tubuh Pada Pasien Vertigo Di Rs Siti Khodijah Sepanjang. Penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling dengan 28 responden dan desain penelitian menggunakan analisis one group pre-experimental pre dan post test. Hasil dari penelitian tersebut bahwa masing-masing sebanyak 14 orang dari 28 responden yang diteliti sesudah dilakukan senam vertigo mengalami perbaikan keseimbangan tubuh serta mempunyai keseimbangan tubuh antara sedang dan baik. Keseimbangan tubuh pada pasien vertigo sebelum dan sesudah dilakukan senam vertigo ada pengaruh. Perbedaan dengan penelitian tersebut yaitu dalam penelitian yang akan dilakukan menggunakan teknik Accidental sampling dan design penelitian pre-experimental.

b. Ferdiansyah, Rully, dkk. (2008) Evaluasi Jangka Pendek Proporsi Kesembuhan Pasien Vertigo Posisi Paroksimal Jinak Yang Menjalani Terapi Reposisi Kanalit (Canalith Repositioning Treatment/ CRT) Dengan Dan Tanpa Latihan Brandt Daroff. Penelitian ini menggunakan studi deskripsi dengan jumlah responden 40 pasien. Metode yang digunakan yaitu membagi responden menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 20 pasien. Hasil dari penelitian yaitu kelompok yang menjalani terapi CRT saja sebanyak 10 pasien. Sedangkan kelompok yang menjalani terapi kombinasi antara CRT dan latihan Brandt Daroff sebanyak 13 pasien. Kesimpulannya adalah kesembuhan pasien

(7)

VPPJ tanpa latihan brandt daroff sebesar 50%, sedangkan proporsi kesembuhan pasien VPPJ dengan latihan brandt daroff 65%. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian yang akan dilakukan menggunakan analisis experimental dengan design pre-experimental One

Group Pretest-Posttest dan pasien berumur > 30 tahun.

c. Han, DongWook, et al. (2011) The Effect Of Brandt-Daroff Exercise On The Vestibular Organ Of Women With Vertigo. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 17 wanita yang diberikan kuesioner tentang gejala vertigo yang terdiri dari lima faktor yaitu merasakan pusing ketika bangun tidur, merasakan pusing ketika di dalam mobil, perahu atau pesawat terbang, merasakan pusing ketika melihat dari ketinggian, merasakan pusing ketika mengganggukan kepala ke bawah atau melihat ke atas. Kuesioner tersebut untuk mengukur fungsi keseimbangan dan hasilnya di uji dengan analisis Wilcoxon sign rank test and ANOVA test. Kesimpulannya adalah metode Brandt Daroff efektif untuk meningkatkan fungsi vestibular dengan periode latihan selama 2 minggu.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :