KUALITAS PREPARAT SECTION ORGAN TANAMAN SRIKAYA (Annona squamosa)
DENGAN PEWARNA ALAMI FILTRAT DAUN JATI MUDA (Tectona grandis)
SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA
Ayu Rosana Dewi
1, Elly Purwanti
2, Nurwidodo
31,2,3
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang Telp 0341-464316
e-mail korespondensi: [email protected]
ABSTRAK
Penggunaan pewarna dalam pembuatan preparat sangat dibutuhkan. Karena pewarnaan dapat membantu memperjelas pengamatan sel dan jaringan di bawah mikroskop. Keterbatasan pewarna sintetis karena harganya yang mahal, maka dibutuhkan pewarna pengganti yang mempunyai fungsi yang sama dengan pewarna sintetik. Pemanfaatan bahan pewarna alami merupakan alternatif yang murah dan mudah didapat, sehingga penggunaan daun jati muda (Tectona
grandis) sebagai alternatif pewarna alami ini dapat digunakan sebagai pengganti pewarna sintetik dan diharapkan
dapat menghasilkan warna yang dapat diserap oleh jaringan tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menganalisis kualitas pewarna alami filtrat daun jati muda (Tectona grandis) dan menganalisis konsentrasi terbaik yang digunakan serta pengembangan berupa sumber belajar biologi. Organ tanaman srikaya (Annona squamosa) yang diamati adalah bagian batang, akar dan daun. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% dengan 3 kali pengulangan. Bagian jaringan yang diamati pada tanaman srikaya (Annona squamosa) adalah jaringan dermal, jaringan pembuluh dan jaringan dasar. Metode yang digunakan untuk mengamati jaringan tumbuhan yang telah diberi pewarna dari filtrat daun jati muda (Tectona grandis) yang disayat melintang adalah dengan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat daun jati muda (Tectona grandis) sebagai pewarna alami preparat section organ tanaman srikaya (Annona squamosa) dapat diserap jaringan tumbuhan. Hal ini dibuktikan dengan terlihat jelas bagian jaringan dan bagian-bagian jaringan dapat dibedakan dengan jelas. Terserapnya warna dan kekontrasan warna pada jaringan menunjukkan bahwa pewarna dari filtrat daun jati muda dapat mengikat kuat pada jaringan. Hasil pengamatan pewarnaan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) terhadap preparat section organ tanaman srikaya (Annona
squamosa) dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi berupa atlas botani.
Kata Kunci: Pewarna alami, Tectona grandis, Section tumbuhan, Atlas botani
Pembuatan preparat dalam pengamatan sel dan jaringan tumbuhan atau hewan sangat membutuhkan pewarnaan. Pewarnaan bertujuan agar dapat mempertajam atau memperjelas berbagai elemen tisu, terutama sel-selnya (Wahyuni, 2008). Tanpa pewarnaan, sel dan jaringan tumbuhan atau hewan akan transparan sehingga sulit untuk diamati.
Pewarnaan adalah proses pemberian warna pada jaringan yang telah dipotong sehingga unsur jaringan menjadi kontras dan dapat dikenali dengan menggunakan mikroskop. Proses timbulnya warna pada jaringan yang diwarnai terikat dengan terjadinya ikatan molekul antara zat warna dengan jaringan tertentu. Zat warna yang terikat pada jaringan akan menyerap sinar dengan panjang gelombang tertentu sehingga jaringan akan tampak berwarna (Saidi, 2010).
Pewarna dari filtrat daun jati muda dapat menimbulkan kontras warna antar jaringan sehingga jaringan dapat dibedakan, jadi pewarna ini telah memenuhi tujuan dari pewarnaan jaringan dalam pembuatan preparat. Proses pewarnaan pada preparat jaringan tumbuhan oleh filtrat daun muda jati dikarenakan adanya reaksi ikatan elektrostatik antara muatan ion zat warna dan bagian sel yang berbeda muatan sehingga jaringan tumbuhan dapat terwarnai menjadi merah. Zat
warna basa memiliki muatan ion negatif sedangkan zat warna asam bermuatan positif (Nurwanti dkk., 2013).
Pentingnya penelitian mengenai penggunaan pewarna alami daun jati muda (Tectona grandis) untuk memberikan informasi bahwa daun jati muda bisa digunakan sebagai bahan pewarna preparat. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi berupa atlas botani. Atlas botani merupakan panduan untuk studi praktis tumbuhan yang memuat tumbuhan representatif (mewakili dari tiap ordo maupun famili tertentu) dengan disertai penjelasan yang mudah dipahami (M’Alpine, 1883). Pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi berupa atlas ini akan sangat bermanfaat, karena sumber belajar biologi berupa atlas berasal dari hasil penelitian/riset lebih akurat, sesuai fakta dan sesuai dengan metode ilmiah. Selain itu, hasil penelitian berupa atlas juga sebagai sarana untuk siswa maupun guru dalam mempelajari struktur jaringan tumbuhan. Sehingga baik siswa atau guru dengan mudah mengerti bagian-bagian pada jaringan tumbuhan.
METODE PENELITIAN .
Jenis, Rancangan, Populasi dan Sampel Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini akan
mendeskripsikan daun jati muda (Tectona grandis)
sebagai pewarna alami preparat section tumbuhan srikaya (Annona squamosa). Data yang diperoleh akan dianalisis untuk dikembangkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk atlas botani.
Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap persiapan alat dan bahan yang akan digunakan, tahap pembuatan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) dan pembuatan preparat section tanaman srikaya (Annona squamosa). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung menggunakan mikroskop, dari pengamatan langsung tersebut kemudian preparat section yang terlihat jaringan pada batang, akar dan daun difoto dengan menggunakan kamera. Hasil foto tersebut kemudian dicetak dan dialbumkan untuk divalidasi melalui angket oleh tim validasi yang dipilih berdasarkan keahlian dalam bidang mikrotektik. Angket yang dinilai meliputi kejelasan preparat dan kekontrasan preparat yang terlihat setelah preparat sudah dienthelen dan dinilai oleh tim penelaah.
Penelitian Tahap Pembuatan Filtrat Daun Jati Muda (Tectona grandis)
Adapun langkah-langkah dalam pembuatan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) adalah sebagai berikut: 1. Mencuci daun jati muda hingga bersih kemudian di
angin-anginkan hingga tidak terdapat kandungan air. 2. Menimbang daun jati muda dengan timbangan analitik
kemudian menghaluskan menggunakan mortal martil sesuai dengan takaran yang diinginkan yaitu tiap pembuatan organ tanaman srikaya 200 gram. Memberi pelarut etanol 96% sebanyak 200 ml pada daun jati yang telah dihaluskan.
3. Melarutkan dengan etanol ± 15 menit sesuai dengan konsentrasi yang diinginkan. Adapun perhitungan dalam melakukan pelarutan filtrat adalah sebagai berikut:
Perhitunga konsentrasi 100% : b/v (100%)
Perhitungan konsentrasi pengenceran : v/v (100%) =
𝑎
𝑎+𝑏𝑥100%
Keterangan :
a = volume zat terlarut (g)
b = volume pelarut etanol (ml) (Tim kimia dasar, 2014).
4. Daun jati yang sudah dilarutkan kemudian disaring dan ditempatkan pada Erlenmeyer.
5. Beri label tiap botol flakon plastik yaitu : konsentrasi
10%, 20%, 30%, 40%,50%,
60%,70%,80%,90%,100%. Analisis Data
Proses analisis data disajikan dengan cara deskriptif kualitatif dan analisis persentase, sebab data yang diperoleh dalam bentuk deskriptif, namun data tidak disajikan dalam bentuk grafik atau secara kuantitatif (nominal/angka). Data berupa persentase tingkat kejelasan preparat dan tingkat kekontrasan warna yang diperoleh dari angket yang diisi oleh penelaah.
HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian
Pewarnaan preparat section organ tanaman srikaya (Annona squamosa) pada setiap konsentrasi menunjukkan hasil yang berbeda baik pada setiap ulangan. Pewarnaan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) dapat dikatakan dapat mewarnai jaringan tumbuhan.
Berikut adalah hasil pewarnaan dengan filtrat daun jati muda (Tectona grandis) dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100 % dan dengan pewarnaan safranin pada preparat section organ batang, akar, dan daun tanaman srikaya (Annona
squamosa):
A. Batang
Gambar 1. Foto Preparat Section Batang dengan Konsentrasi 0%
Preparat : Batang Konsentrasi : 0%
Perbesaran : 4 × 10 Potret : Iphone 6
Konsentrasi Filtrat Daun
Jati (Tectona grandis) Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
Konsentrasi 10% Konsentrasi 20% Konsentrasi 30% Konsentrasi 40% Konsentrasi 50% Konsentrasi 60%
Konsentrasi 70%
Konsentrasi 80%
Konsentrasi 90%
Konsentrasi 100%
Gambar 2. Foto Preparat Section Batang Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarna Filtrat Daun Jati Muda (Tectona grandis)
Preparat : Batang Potret : Iphone 6 Perbesaran : 4 × 10
Pewarnaan : Filtrat Daun Jati Muda
Gambar 3. Foto Preparat Section Batang Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarnaan Safranin
Preparat : Batang Potret : Iphone 6
Perbesaran : 4 × 10 Pewarnaan : Safranin
B. Akar
Gambar 4. Foto Preparat Section Akar dengan Konsentrasi 0%
Preparat : Akar Konsentrasi : 0%
Perbesaran : 4 × 10 Potret : Iphone 6
Pewarnaan : Tanpa pewarnaan
Konsentrasi Filtrat Daun
Jati (Tectona grandis) Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
Konsentrasi 10%
Konsentrasi 20%
Konsentrasi 30%
Konsentrasi 50% Konsentrasi 60% Konsentrasi 70% Konsentrasi 80% Konsentrasi 90%
Konsentrasi 100%
Gambar 5. Foto Preparat Section Akar Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarna Filtrat Daun Jati Muda (Tectona grandis)
Preparat : Akar Potret : Iphone 6 Perbesaran : 4 × 10
Pewarnaan : Filtrat Daun Jati Muda
Gambar 6. Foto Preparat Section Akar Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarnaan Safranin 100%
Preparat : Akar Potret : Iphone 6
Perbesaran : 4 × 10 Pewarnaan : Safranin
C. Daun
Gambar 7. Foto Preparat Section Daun dengan Konsentrasi 0%
Preparat : Daun Konsentrasi : 0%
Perbesaran : 10 × 10 Potret : Iphone 6
Pewarnaan : Tanpa pewarnaan
a
d
c
b
Konsentrasi Filtrat Daun
Jati (Tectona grandis) Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
Konsentrasi 10%
Konsentrasi 20%
Konsentrasi 30%
Konsentrasi 40%
Konsentrasi 60% Konsentrasi 70% Konsentrasi 80% Konsentrasi 90% Konsentrasi 100%
Gambar 8. Foto Preparat Section Daun Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarna Filtrat Daun Jati Muda (Tectona grandis)
Preparat : Daun Potret : Iphone 6 Perbesaran : 10 × 10
Gambar 9. Foto Preparat Section Daun Tanaman Srikaya (Annona squamosa) dengan Pewarnaan Safranin
Preparat : Daun Potret : Iphone 6
Perbesaran : 10 × 10
Pewarnaan : Safranin
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian mengenai kualitas preparat section organ tanaman srikaya (Annona
squamosa) dengan pewarnaan filtrat (Tectona grandis)
dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Filtrat daun jati muda (Tectona grandis) mempunyai
kualitas sebagai pewarna alami preparat section organ tanaman srikaya (Annona squamosa).
2. Kesepuluh konsentrasi pada ketiga organ tanaman
srikaya (Annona squamosa) yaitu batang, akar dan daun dengan pemberian pewarna dari filtrat daun jati muda (Tectona grandis) dapat mengikat pada jaringan organ tersebut. Kesepuluh konsentrasi memiliki kualitas yang berbeda-beda.
3. Dari ketiga organ yang paling dapat menyerap
pewarna filtrat daun jati muda (Tectona grandis) adalah organ akar tanaman srikaya (Annona
squamosa).
4. Hasil penelitian kualitas preparat section organ
tanaman srikaya (Annona squamosa) dengan pewarna alami filtrat daun jati muda dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi SMA kelas XI berupa atlas botani pada materi struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada tumbuhan dan hewan.
DAFTAR RUJUKAN
Anam, Choirul. 2016. Studi Pemanfaatan Potensi Pigmen Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami Preparat Section
Tumbuhan Sirsak (Annona muricata)
Dikembangkan Sebagai Bahan Ajar Biologi.
Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Muhammadiyah Malang
Artati, E., Lucky W.N.S., Mutiara, Tintin. 2009.
Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan
Perbandingan Berat Bahan dengan Volume Pelarut pada Ekstraksi Antosianin dari Daun
Jati dengan Pelarut Aquadest. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret
Badan Tenaga Nuklir Nasional. 2011. Harga Satuan
Standar Badan Tenaga Nuklir Nasional. Jakarta:
Badan Tenaga Nuklir Nasional
Bisri, Chasan, dkk. 2014. Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Pewarnaan Alternatif Alami Preparat Section Tanaman Cabe Merah Besar (Capsicum annuum L.). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Malang
Hamid, T. Dasep, M. 2005. Perubahan Sifat Fisika dan Kimia Kain Sutra Akibat Pewarnaan Alami Kulit Akar Pohon Mengkudu (Morinda citrifolia).
Jurnal Teknologi XIX (2): hal 163-170
Kwartiningsih, Endang., Setyawardhani, Dwi A.,
Wiyatno, Agus., Triyono, Adi. 2009. Zat Pewarna Alami dari Kulit Buah Manggis.
Ekuilibrum Vol. 8(1): hal. 41-47
Lindy, Tri Eko Nanda. 2008. Aplikasi Ekstrak Antosianin Buah Duwet (Syzigium cumini) pada Produk Jelly, Yogurt dan Minuman Berkarbonasi.
Skripsi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
M’Alpine F.C.S. 1883. Botanical Atlas A Guide to
Practical Study. New York: The Century Co
Moebadi, Widjajanto & Yudani, Titi. 2012. Dasar-Dasar
Mikroteknik. Malang: Jurusan Biologi Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Nurwanti, Mita., Budiono, J.Djoko., P. Rinie Pratiwi. 2013. Pemanfaatan Filtrat Daun Muda Jati Sebagai Bahan Pewarna Alternatif dalam Pembuatan Preparat Jaringan Tumbuhan. BioEdu Vol. 2(1): hal 73-76
a
b
c
d
Sa’diyah, Rizka Auliyatus. 2015. Penggunaan Filtrat
Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Pewarna Alternatif Jaringan Tumbuhan pada Tanaman Melinjo (Gnetum gnemon). BioEdu Vol. 4 (1): hal 765-769
Saidi, Dzul Effendi Bin Mohd. 2010. Serbuk Akar Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Zat Warna Alternatif pada Histotenik. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Medan: Universitas Sumatera Utara
Suntoro, Handari. 1983. Metode Pewarnaan. Jakarta: Penerbit Bhratara Karya Aksara
Tim Kimia Dasar. 2015. Kimia Anorganik. Malang:
Laboratorium Kimia Universitas
Muhammadiyah Malang
Wahyuni, Sri. 2008. Mikroteknik. Malang: UMM Press.
Wahyuni, Sri. 2015. Buku Petunjuk Praktikum
Mikroteknik. Malang: Laboratorium Biologi
Universitas Muhammadiyah Malang
Wahyuni, Sri. 2015. Identifikasi Preparat Gosok Tulang
(Bone) Berdasarkan Teknik Pewarnaan.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi 2015, yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, tema: “Peran Biologi dan Pendidikan Biologi dalam Menyiapkan Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global”21 Maret 2015. Malang.