• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS JABATAN. PRESENT : Drs. Djati Suroso, MM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS JABATAN. PRESENT : Drs. Djati Suroso, MM"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS

JABATAN

PRESENT :

(2)

► UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang

Pokok-Pokok Kepegawaian

sebagaimana telah diubah dengan UU No.43 Tahun 1999.

► PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi PNS sebagaimana telah

diubah dengan PP No.54 Tahun 2003. ► PERKA BKN NO : 12 TAHUN 2011

tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan

► PER MENNEG PAN DAN RB NO : 33

TAHUN 2011 tentang Pedoman Analisis Jabatan

(3)

1) PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat

tertentu

2) Pengangkatan PNS dlm suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dg kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yg ditetapkan utk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan

3

UU No.43 Th 1999

(4)

4 Prinsip-2 pengangkatan Dalam Jabatan Profesionalisme  kompetensi, Prestasi kerja Jenjang pangkat

tanpa membedakan jenis

kelamin, suku, agama, ras atau golongan

Diperoleh dari hasil Analisis

Jabatan

(5)

5

Analisis jabatan ?

(6)

 Anjab adalah bagian dari proses

manajemen sumber daya manusia yang digunakan untuk mendapatkan informasi jabatan

 Anjab adalah kegiatan utk memperoleh

informasi jabatan yang disajikan secara sistematis

 Manfaat anjab adalah untuk

kelembagaan, tatalaksana dan rekruitmen.

(7)

Pengertian Anjab PerMenPAN &

RB Nomor 33 Th 2011

(8)

Analisis Jabatan adalah

proses pengumpulan,

pencatatan, pengolahan

dan penyusunan data

jabatan menjadi informasi

jabatan

PERKA BKN

NO. 12 TAHUN

(9)

Proses, metode, dan teknik untuk mendapatkan data jabatan,

mengolahnya menjadi informasi jabatan, dan menyajikannya untuk

program-program kelembagaan, kepegawaian

serta ketatalaksanaan, dan memberikan layanan pemanfaannya bagi pihak-pihak

yang menggunakannya. (LAN, 1990 : 2)

PENGERTIAN

(10)

► UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang

Pokok-Pokok Kepegawaian

sebagaimana telah diubah dengan UU No.43 Tahun 1999.

► PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi PNS sebagaimana telah

diubah dengan PP No.54 Tahun 2003. ► PERKA BKN NO : 12 TAHUN 2011

tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan

► PER MENNEG PAN DAN RB NO : 33

TAHUN 2011 tentang Pedoman Analisis Jabatan

(11)

1) PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat

tertentu

2) Pengangkatan PNS dlm suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dg kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yg ditetapkan utk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan

11

UU No.43 Th 1999

(12)

12 Prinsip-2 pengangkatan Dalam Jabatan Profesionalisme  kompetensi, Prestasi kerja Jenjang pangkat

tanpa membedakan jenis

kelamin, suku, agama, ras atau golongan

Diperoleh dari hasil Analisis

Jabatan

(13)

13

Analisis jabatan ?

(14)

 Anjab adalah bagian dari proses

manajemen sumber daya manusia yang digunakan untuk mendapatkan informasi jabatan

 Anjab adalah kegiatan utk memperoleh

informasi jabatan yang disajikan secara sistematis

 Manfaat anjab adalah untuk

kelembagaan, tatalaksana dan rekruitmen.

(15)

Pengertian Anjab PerMenPAN &

RB Nomor 33 Th 2011

(16)

Analisis Jabatan adalah

proses pengumpulan,

pencatatan, pengolahan

dan penyusunan data

jabatan menjadi informasi

jabatan

PERKA BKN

NO. 12 TAHUN

(17)

Proses, metode, dan teknik untuk mendapatkan data jabatan,

mengolahnya menjadi informasi jabatan, dan menyajikannya untuk

program-program kelembagaan, kepegawaian

serta ketatalaksanaan, dan memberikan layanan pemanfaannya bagi pihak-pihak

yang menggunakannya. (LAN, 1990 : 2)

PENGERTIAN

(18)

Kegiatan proses, metoda, dan

teknik untuk mengumpulkan data

jabatan dan menyajikannya untuk

berbagai kepentingan program. Jadi

analisis jabatan terdiri atas tiga

kegiatan pokok, yaitu :

pengumpulan

data jabatan, pengolahan data jabatan,

dan penyajian informasi

jabatan untuk

berbagai program

( Tim Widyaiswara Depnaker, 2003 : 5

)

(19)
(20)
(21)

A. PERSIAPAN

1. Pembentukan Tim Analis

2. Pemberitahuan Kepada Pimpinan Unit

B. PELAKSANAAN LAPANGAN

1. Pengumpulan Data

2. Pengolahan Data

3. Verifikasi Data

4. Penyempurnaan Hasil Olahan

C. PENETAPAN HASIL

1. Presentasi Hasil

2. Pengesahan Hasil

(22)

A. PERSIAPAN

1. Pembentukan Tim Analis

2. Pemberitahuan Kepada Pimpinan Unit

B. PELAKSANAAN LAPANGAN

1. Pengumpulan Data

2. Pengolahan Data

3. Verifikasi Data

4. Penyempurnaan Hasil Olahan

C. PENETAPAN HASIL

1. Presentasi Hasil

2. Pengesahan Hasil

(23)

HASIL AKHIR

ANALISIS

JABATAN

23

Informasi

jabatan

(24)

24

Penyusunan

Informasi Jabatan

Untuk menyusun informasi jabatan diperlukan data antara lain :

(25)

 Nama Jabatan adalah sebutan untuk memberi

ciri dan gambaran atas isi jabatan, yang berupa sekelompok tugas yang melembaga atau

menyatu dalam suatu wadah jabatan.

 Dengan kata lain nama jabatan dimaksudkan

bisa memberikan gambaran pengertian pada pembaca atas jabatan tsb dan dapat

membedakan dengan jabatan lain.

(26)

1. Untuk Jabatan Struktural, diberi nama sebagaimana bunyi dalam

Surat Keputusan misalnya : Kepala, Direktur, Ketua, dll

2. Untuk Jabatan Non Struktural, bila

sudah ada nama yang melembaga atau membaku/standard digunakan nama tsb. Misalnya : Pengagenda, Pengarsip, Pengetik, Peneliti, Instruktur, Penyuluh, Widyaiswara dll

CARA MEMBERIKAN

NAMA JABATAN

(27)

3.

Bila belum ada nama yang melembaga,

 Untuk jabatan keahlian (melakukan fungsi

penemuan dan pengembangan/profesional) Tingkat tinggi : AHLI ……

Tingkat menengah : TEKNISI ……..

 Untuk jabatan yang berhubungan dengan

mesin apabila yang berperan dominan orangnya OPERATOR MESIN…….

Apabila yang berperan dominan pelayanan mesin PELAYAN MESIN foto copi, giling……

(28)

 Untuk jabatan yang membuat

sesuatu dengan seperangkat alat dan dengan keterampilan tertentu : TUKANG….

 Selain itu dapat menggunakan

awalan PE……. Dirumuskan dari bahan kerja : PENGOLAH DATA…... Dirumuskan dari hasil kerja : PENGUMPUL

DATA…..

Dirumuskan dari tugas pokok : PENGAGENDA SURAT dll

(29)

 Ringkas  Substantif

 Jelas dan dapat memberikan pengertian yang

tepat bagi pembaca

 Penamaan JFU dapat dirumuskan

berdasarkan:

◦ Bahan (Pengumpul, Pengadministrasi) ◦ Alat (Operator)

◦ Hasil (Penyusun, Pengonsep) ◦ Proses (Pemroses, Pengolah)

29

Prinsip Pencatuman

NAMA JABATAN

(30)

 Hal ini dimaksudkan sebagai pembeda dengan

jabatan lain, dan untuk memudahkan dalam pengadministrasiannya.

 Pemberian kode jabatan untuk suatu instansi,

biasanya penyusunannya didasarkan atas letak jabatan tsb dalam unit kerja.

(31)

 Yaitu Unit Kerja dimana PNS itu

bekerja saat sekarang.

 Misalnya Unit Organisasi

Dinas….., Biro…., Kantor…. Dst.

3. UNIT KERJA

Mencerminkan tempat atau letak keberadaan suatu jabatan

(32)

 Merupakan uraian singkat yang menggambarkan ruang lingkup

tugas jabatan yang disusun dalam satu kalimat, jelas dan

tuntas mengenai APA yang dikerjakan karyawan dalam

jabatan tsb, BAGAIMANA dikerjakan dan

TUJUAN/MAKSUD APA dilaksanakan

 Ikhtisar jabatan biasa disebut dengan JOB SUMMARY atau

ringkasan Uraian Tugas.

(33)

 Merupakan cerminan uraian jabatan dalam bentuk ringkas  Memberikan gambaran umum tentang kompleksitas jabatan  Digambarkan dalam satu kalimat, yang mencerminkan:

◦ Apa yang dikerjakan (what)

◦ Bagaimana cara mengerjakan (how) ◦ Mengapa/untuk apa dikerjakan (why)

Manajerial:

Memimpin dan melaksanakan objek kerja (What)

berdasarkan/sesuai dengan... (How) agar/untuk/sebagai... (Why)

Fungsional:

Melaksanakan objek kerja (What) berdasarkan/sesuai dengan... (How) agar/untuk/sebagai...(Why)

33

Prinsip Penulisan

Ikhtisar Jabatan !!

(34)

Ikhtisar Jabatan :

Mengusut suatu perkara pidana,

mengajukan, menuduh dan menuntut terdakwa (APA) berdasarkan

bukti-bukti dan saksi-saksi yang syah di depan sidang pengadilan (BAGAIMANA)

agar dilakukan tindakan hukum terdakwa (TUJUAN).

Contoh : 1

(35)

Ikhtisar Jabatan :

Melakukan tata usaha Biro/Dinas…(APA)

dengan cara membuat rencana kegiatan,

membagi tugas, memberi petunjuk,

membimbing, menyelia dan

mengkoordinasikan pelaksanaan surat-surat

administrasi, kebutuhan ATK pada Biro/Dinas

… (BAGAIMANA) agar pelaksanaan tugas

dapat berjalan dengan lancar (TUJUAN).

Contoh : 2

Nama Jabatan :

Kepala

Subbag.TU

(36)

 Mencerminkan posisi jabatan apakah jabatan struktural atau non-struktural (Sesuai SOTK)  Menggambarkan kedudukan:

◦ Atasan langsung

◦ Atasan dari Atasan langsung ◦ Jabatan yang dianalisis

◦ Jabatan lain yang memiliki atasan langsung

yang sama

 Jabatan yang dianalisis diberi tanda (diarsir)

36

5. KEDUDUKAN DALAM

STRUKTUR

(37)

Adalah paparan atau

bentangan atas semua tugas

jabatan yang merupakan upaya pokok yang dilakukan

pemegang jabatan dalam memproses bahan kerja

menjadi hasil kerja dengan

menggunakan perangkat kerja

dan dalam kondisi pelaksanaan tertentu ( LAN, 1990 : 5 ) URAIAN TUGAS

6.URAIAN TUGAS

6.URAIAN TUGAS

(38)

Sistematis, bahwa uraian

tugas tsb harus memenuhi aturan, bentuk,

syarat-syarat tertentu

Ringkas, artinya perlu

menggunakan kata-kata dan kalimat yang singkat dan benar sehingga pembacanya tidak perlu waktu yang lama untuk

memahaminya

URAIAN TUGAS

YANG BAIK HARUS

(39)

Jelas, artinya harus

dapat memberi isi dan maksud yang jelas dan dapat dipahami oleh

pembacanya

Tepat, maksudnya

harus menyajikan uraian yang sesuai dan cocok seperti apa yang dimaksudkan oleh isi

(40)

Syarat isi, dimaksudkan agar uraian tugas

dapat mencerminkan secara tersurat dan

atau tersirat akan obyek, cara dan

tujuannya. Salah satu cara yang

digunakan adalah diuji dengan kalimat :

What

? Apa yg dikerjakan sipemegang

Jabatan

How

? Bagaimana cara tugas itu dilakukan

Why

? Mengapa/untuk tujuan apa tugas

itu dilakukan

PENYUSUNAN URAIAN TUGAS

(41)

Mencatat penerimaan

uang

dalam buku kas

untuk bukti

pertanggungjawaban

CONTOH 1

Pola susunan kalimat pada tugas yang fungsi

pekerjanya erat dengan data, maka

polanya : predikat – obyek bersifat data dan keterangan cara serta tujuan.

(42)

Menyiapkan komputer dan

menghidupkannya ke posisi on

agar siap dioperasikan;

(Pola susunan kalimat pada

tugas yang fungsi

pekerjaannya erat dengan Alat,

polanya adalah : predikat –

obyek berujud Alat dan kata

keterangan cara serta tujuan

(43)

Mengasah gergaji

menggunakan kikir agar

gergaji menjadi tajam

(Pola susunan kalimat pada tugas yang fungsi

pekerjaannya erat dengan

benda, polanya adalah : Predikat

– obyek berujud benda dan kata keterangan cara serta tujuan)

(44)

BAHAN KERJA

adalah masukan

yang diproses

dengan tindak kerja

(tugas) menjadi hasil

kerja.

Bahan kerja akan

menyatu atau

menjadi bagian dari

hasil kerja.

(45)

Bahan kerja dapat

berupa BENDA

BERUJUD misalnya

KAYU merupakan

bahan kerja tukang

kayu untuk

menghasilkan

mebel.

 BENDA TAK BERUJUD

misalnya DATA

merupakan bahan kerja Pengolah Data,

INFORMASI merupakan bahan kerja pramu

informasi.

(46)

 Adanya masukan yang diproses dengan

tindak kerja (tugas) menjadi hasil kerja

 Bahan kerja dapat diolah menjadi hasil kerja,

jika ada perangkat kerja (alat kerja)

contoh:

◦ Surat masuk (untuk diagendakan)

◦ Peraturan, Referensi atau buku (untuk penyusunan

materi bintek)

46

(47)

biasanya

digunakan

berulang-ulang

dan tidak

menjadi bagian

hasil kerja

.

8. ALAT

KERJA

(48)

1. Mesin, misalnya mesin ketik bagi pengetik, mesin bubut logam bagi operator mesin bubut dll

2. Perkakas tangan,

misalnya pahat bagi tukang kayu, martil bagi teknisi

pengolahan mineral dll

ALAT KERJA

BERUPA

(49)

3. Perlengkapan

, alat yang

tidak langsung digunakan

untuk memproses bahan

menjadi hasil kerja, tetapi

diperlukan untuk menunjang

pemrosesan tsb. Misalnya

sarung tangan bagi analis kimia

dll

4. Alat-alat lain

yang tidak

dikatagorikan sebagai mesin,

perkakas tangan dan

perlengkapan. Misalnya Bagan,

Lembaran UU dll

(50)

 Adanya Sarana yang dipergunakan untuk

mengolah bahan kerja menjadi hasil kerja

 Alat kerja tidak terbatas pada sarana materiil,

dapat juga berupa peraturan, pedoman, prosedur kerja atau acuan lain yang digunakan dalam pelaksanaan tugas

Contoh:

◦ Stetoskop digunakan dokter dalam memeriksa

pasien

◦ Peraturan Kepala BKN nomor 12 tahun 2011

digunakan oleh Analis Kepegawaian untuk melaksanakan Analisis Jabatan

50

(51)

HASIL KERJA adalah produk

yang harus dicapai oleh jabatan,

hasil ini dapat berupa :

BENDA misalnya : ketikan surat,

hasil kerja jabatan juru ketik.

JASA misalnya : layanan tamu,

hasil kerja jabatan pramu tamu.

9. HASIL KERJA

(52)

INFORMASI misalnya : kumpulan data, hasil kerja pengumpul

data.

 Untuk Jabatan Struktural,

disamping hasil yang sifatnya teknik yang dihasilkan oleh

tugas-tugas teknik, juga hasil dari tugas manajerial.

 Hasil kerja dihasilkan dari bahan

kerja.

(53)

Rincian atas segala

sesuatu yang

dipertanggungjawab

kan kepada

pemegang jabatan

beserta

segi-seginya.

9. TANGGUG JAWAB

(54)

Wujud obyek tanggung jawab

meliputi : bahan kerja,

perangkat kerja, hasil kerja,

orang, proses, metode dan

teknik, hubungan kerja,

kerahasiaannya, pelaksanaan

kerja.

Segi-segi tanggung jawab

meliputi : kualitas, kuantitas,

keselamatan, kelancaran,

(55)

 Adanya kewajiban yang melekat pada

jabatan, yang terkait dengan benar atau salahnya pelaksanaan tugas.

 Tanggung jawab jabatan dapat meliputi

tanggung jawab terhadap:

◦ Bahan kerja (Kerahasiaan data)

◦ Alat Kerja (Kelengkapan peralatan kerja) ◦ Hasil Kerja (Keakuratan laporan)

◦ Proses Kerja (Kesesuaian pelaksanaan tugas

terhadap peraturan/SOP)

55

Prinsip Penulisan TANGGUNG

JAWAB

(56)

Wewenang adalah hak

dan kekuasaan

pemegang jabatan

untuk mengambil sikap

atau tindakan tertentu.

Wewenang berfungsi

untuk mendukung hasil

pelaksanaan tugas.

(57)

 Wewenang dibedakan menjadi

WEWENANG FORMAL ciri-cirinya bersifat mutlak, tidak bisa diganggu gugat, dan dilindungi peraturan perundang-undangan .WEWENANG INFORMAL

ciri-cirinya bersifat tidak mutlak dan biasanya tidak dilindungi oleh peraturan perundang-undangan

(58)

 Adanya hak pemegang jabatan untuk memilih

alternatif dalam mengambil keputusan/ tindakan yang diakui secara sah oleh semua pihak

 Wewenang dapat terkait dengan:

◦ Bahan Kerja (a.l: Mengembalikan bahan kerja yang

tidak sesuai)pemeriksa usul KP

◦ Alat Kerja (a.l:Melakukan pemeliharaan perangkat

kerja yang digunakan)operator Komputer

◦ Hasil Kerja (a.l:Menyebarluaskan informasi yang

dihasilkan kepada orang lain)penyusun Informasi

◦ Proses Kerja (a.l:Menetapkan prosedur kerja)

pemroses Ijin. 58

(59)

 Disebutkan nama Jabatan yang berada

dibawah Jabatan ybs. Sesuai dalam Struktur Organisasi

 Untuk jabatan non struktural tidak perlu

mencantumkan nama jabatan yang ada dibawahnya.

11. Nama Jabatan

(60)

 Dalam melaksanakan

tugas pemegang jabatan selalu

berhubungan dengan jabatan lain, baik

timbal balik maupun searah,

vertikal,

horizontal

maupun

diagonal.

(61)

 Dapat juga korelasi

jabatan yang berupa hubungan jabatan yang satu dengan

unit dan jabatan lain, baik didalam maupun

diluar lingkungan unit kerja.

(62)

Keadaan lingkungan pemegang jabatan dalam melakukan tugasnya meliputi keadaan

tempat kerja

,

keadaan udara

,

sinar

cahaya,

suara,

getaran

dan

letak.

13. KONDISI LINGKUNGAN

KERJA

(63)

 Adalah kondisi didalam

dan disekitar pemangku jabatan dalam

melaksanakan tugas-tugas jabatan dalam mengolah bahan kerja dengan perangkat kerja menjadi hasil kerja.

(64)

 Kondisi lingkungan

kerja meliputi aspek

keadaan tempat

kerja, udara, suhu, cahaya, suara,

getaran dan letak.

(65)

Dalam bekerja,

pemegang jabatan

mungkin

menghadapi

bahaya pisik, baik

yang berupa

kecelakaan

maupun yang

berupa penyakit.

(66)

 Bahaya tsb dapat

disebabkan karena

bahan kerja yang

diproses, perangkat kerja yang digunakan dalam bekerja, proses kerja, hasil kerja atau karena keadaan

tempat kerja.

(67)

 Upaya fisik adalah

penggunaan bahan kerja menjadi hasil kerja dengan menggunakan perangkat kerja. Penggunaan organ fisik untuk melakukan

upaya fisik tersebut meliputi bagian tubuh.

Upaya Fisik dan

Resiko Bahaya

(68)

 Penggunaan organ tubuh untuk melakukan upaya fisik dapat menimbulkan resiko bahaya, misalnya

jatuh, terkilir atau patah kaki.

(69)

 Syarat jabatan

adalah kualifikasi

yang harus dipenuhi pemegang jabatan untuk dapat melaksanakan pekerjaan atau memangku jabatan

.

15. SYARAT JABATAN

(70)

 Syarat utama bagi

pemegang jabatan untuk

dapat melaksanakan

pekerjaannya secara wajar

ialah kemampuan kerja.

Kemampuan kerja dapat

dimiliki jika ia menguasai

pengetahuan kerja,

sedangkan pengetahuan

kerja dapat diperoleh dari

pengalaman kerja,

pendidikan formal kursus

atau pelatihan.

SYARAT

JABATAN

(71)

SYARAT KETERAMPILAN KERJAKOMPETENSI KERJAPENGETAHUAN KERJALATIHAN KERJAPENDIDIKANPENGALAMAN KERJABAKAT KERJATEMPERAMEN KERJAMINAT

KONDISI FISIK DAN UPAYA

FISIK

(72)

 Disamping syarat-syarat

yang sifatnya material, analisis jabatan, dalam praktek dikenal pula

syarat-syarat yang non teknis analisis jabatan misalnya pangkat,

kelakuan baik dari pihak yang berwajib dll

(73)

 Seseorang dapat

berhasil dalam

pendidikan, kursus atau pelatihan dan dapat berhasil

mendapatkan

pengalaman kerja yang disyaratkan jika ia

memiliki bakat kerja, temperamen kerja dan syarat pisik.

(74)

Tingkat kemampuan untuk

melakukan suatu pekerjaan atau

suatu bagian pekerjaan yang hanya

dapat diperoleh dari praktek, baik

melalui latihan praktek maupun

melalui pengalaman.

Tanpa melalui praktek, orang tidak

dapat mempunyai keterampilan,

suatu keterampilan dapat

mencakup

aspek2 mental, fisik dan

sosial.

KETERAMPILAN

KERJA

(75)

Aspek Mental

yaitu kecakapan

kerja fikiran seperti menganalisa data, membuat keputusan,

menghitung, hafal dsb.

Aspek Sosial

yaitu kecakapan

berhubungan dengan orang lain, seperti mempengaruhi pendapat, berpidato, menawarkan barang dsb.

Aspek Fisik

yaitu kecakapan

melakukan gerakan fisik seperti,lari mencangkul, duduk lama,

mengayuh dayung sampan dsb.

Aspek

Mental-Sosial dan Fisik

(76)

Duduk lama dalam sikap tubuh tertentu, 10 jari tangan

menghentak-hentak tombol mesin ketik dan mata melihat pada

konsep surat.

Contoh

Salah satu Syarat Untuk

Pengetik adalah :

(77)

 Surat/tanda kompetensi kerja merupakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah atau badan-badan tertentu, bahwa pemilik surat/tanda tersebut telah memiliki standar keterampilan untuk mampu melaksanakan pekerjaan tertentu.

KOMPETENSI KERJA

(78)

 Biasanya dijadikan persyaratan bagi pekerjaan yang mempunyai dampak keselamatan bagi manusia atau kerugian materiil

yang besar jika salah menerapkannya

misalnya penerbang, dokter, pengemudi, apoteker dsb.

(79)

 yaitu pengetahuan yang harus dimiliki seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan wajar.

PENGETAHUAN KERJA

(80)

 Pengetahuan kerja merupakan dasar bagi seseorang untuk memperoleh keterampilan kerja, karena tanpa memiliki pengetahuan kerja yang diperlukan orang tidak mungkin memilki keterampilan kerja yang disyaratkan.

PENGETAHUAN

KERJA

(81)

Dalam menentukan syarat pendidikan perlu dipertimbangkan :

◦ Pendidikan yang seharusnya, yaitu

pendidikan yang sebaiknya dijadikan syarat.

◦ Pendidikan Alternatif, Jika tidak didapat

pendidikan yang seharusnya, maka dicari tenaga dengan pendidikan lain.

(82)

Latihan adalah pembinaan dan penciptaan

keterampilan dan pengetahuan kerja

peserta latihan.

Latihan kerja yang menjadi syarat jabatan

dapat dinyatakan menurut macam serta

tingkatan latihan, menurut phase

pelakasanaan apakah Pra-penempatan atau

Latihan Peningkatan Keterampilan.

LATIHAN KERJA

(83)

 Pengalaman kerja akan

memantapkan dan mengembangkan keterampilan dan

pengetahuan kerja, sikap mental dan fisik yang tidak diperoleh dari latihan.

(84)

 Syarat pengalaman

kerja dinyatakan menurut pekerjaan yang harus dan

pernah dilakukan

serta lama

melaksanakan

pekerjaan tersebut.

PENGALAMAN KERJA

(85)

 Bakat adalah kapasitas khusus atau

kemampuan potensial yang disyaratkan bagi seseorang untuk dapat mempelajari beberapa

tugas atau pekerjaan

BAKAT KERJA

(86)

 Persyaratan bakat merupakan salah satu

kriteria dasar untuk menilai kesesuaian potensi seseorang dengan jabatan tertentu.

(87)

◦ G : Intelegensi ◦ V : Bakat Verbal ◦ N : Bakat Numerik

◦ S : Bakat Pandang Ruang

◦ P : Bakat Pencerapan Bentuk ◦ Q : Bakat Ketelitian

◦ K : Koordinasi Motorik ◦ F : Kecekatan Jari

◦ M : Kecekatan Tangan

◦ E : Koordinasi Mata-Tangan-Kaki

◦ C : Kemampuan membedakan warna

87

(88)

G= Inteligensia

(89)

V = BAKAT VERBAL (Verbal Aptitude)

 Yaitu kemampuan untuk memahami arti

kata-kata dan menggunakannya secara effektif

 Kemampuan memahami bahasa,

memahami hubungan antara kata-kata dan memahami arti keseluruhan kalimat dan paragraf.

(90)

N =

BAKAT NUMERIK (Numerical Aptitude)

Kemampuan untuk melakukan operasi

ARTHEMETIK secara cepat dan akurat

S = BAKAT PANDANG RUANG ( Spatial

Aptitude)

Kemampuan berfikir secara visual mengenai

bentuk-bentuk geometris, untuk memahami

gambar-gambar dari benda-benda 3

dimensional

Kemampuan untuk mengingat kaitan dari

(91)

P =BAKAT PENYERAPAN BENTUK ( Form

Perception)

Kemampuan mencerap

perincian-perincian yang berkaitan dengan obyek

atau dalam gambar atau dalam bahan

grafik.

Kemampuan mengingat

perbedaan-perbedaan yang kecil dalam bentuk dan

bayangan benda, panjang dan lebar

(92)

Q = BAKAT KETELITIAN (Clerical Perception)

 Kemampuan mencerap perincian yang

berkaitan dalam bahan verbal atau dalam tabel

 Kemampuan mengetahui adanya

perbedaan huruf-huruf dan angka-angka dalam copy, dalam percobaan percetakan dan lain-lainnya.

(93)

K = BAKAT KORDINASI MOTOR (Motor Coordination)

 Kemampuan untuk mengkoordinir mata

dan tangan dan jari secara cepat dan cermat dalam membuat gerakan yang tepat

 Kemampuan untuk membuat gerak

(94)

F =BAKAT KECEKATAN JARI (Finger Dexterity)

 Kemampuan menggerakkan jari dan

menggerakkan obyek-obyek kecil

dengan jari secara cepat, cermat dan tepat

(95)

M = BAKAT KECEPATAN TANGAN (Manual Dexterity)

 Kemampuan menggerakkan tangan

dengan mudah dan penuh keterampilan

 Bekerja dengan tangan dalam

(96)

E = BAKAT KORDINASI MATA-TANGAN-KAKI (Eye-Hand-Foot Coordination)

 Kemampuan menggerakkan tangan dan

kaki secara kordinatif satu sama lain sesuai dengan rangsangan penglihatan

(97)

C =

BAKAT MEMBEDAKAN WARNA

(Color

Discrimination)

Kemampuan memadukan atau

membedakan berbagai warna, yang

asli, yang gemerlapan.

Mengenal warna khusus atau kombinasi

warna dengan mengingatnya dan

mampu memahami kombinasi warna

yang selaras atau kontras.

(98)

 Dalam Anjab,

temperamen kerja diartikan sebagai syarat kemampuan

penyesuaian diri yang harus dipenuhi

pekerja untuk bekerja sesuai dengan

kharakteristik jabatan.

(99)

 Temperamen kerja

yang disyaratkan bagi suatu jabatan dipertimbangkan dari hasil, bahan, peralatan, kegiatan kerja, tempat

kerja, resiko bahaya dll.

TEMPERAMEN KERJA

(100)

 Temperamen kerja merupakan syarat

kemampuan penyesuaian diri yang harus dipenuhi sesuai dengan sifat pekerjaan.

 Terdapat 10 jenis temparemen kerja.

100

(101)

1. D (DCP) : Directing-Control-Planning 2. F (FIF) : Feeling-Idea-Fact

3. I (INFLU) : Influencing

4. J (SJC) : Sensory & Judgmental Criteria

5. M (MVC) : Measurable and Verifiable Criteria 6. P (DEPL) : Dealing with People

7. R (REPCON) : Repetitive and Continuous 8. S (PUS) : Performing under Stress

9. T (STS) : Set of Limits, Tolerance and Other

Standards

10. V (VARCH) : Variety and Changing Conditions

101

(102)

Kode Penjelasan Illustrasi D Kemampuan menyesuaikan

diri menerima tanggung jawab untuk kegiatan

memimpin, mengendalikan atau merencanakan

Jabatan yang mencakup kegiatan berunding,

mengorganisir, memimpin, mengawasi, merumuskan atau mengambil keputusan akhir

F Kemampuan menyesuaikan diri dengan kegiatan yang mengandung penafsiran perasaan (Feeling), Gagasan (Idea), atau fakta (Fact) dari sudut pandangan pribadi

Jabatan yang menuntut kreativitas, pengungkapan diri atau imajinasi

I Kemampuan menyesuaikan diri untuk

pekerjaan-pekerjaan mempengaruhi orang laing terkait

pendapat, sikap atau pertimbangan mengenai gagasan

Jabatan dimana

pemangkunya melakukan pemberian motivasi,

meyakinkan orang lain atau berunding

102

(103)

103

TABEL ILUSTRASI TEMPERAMEN

(2)

Kode Penjelasan Illustrasi

J Kemampuan menyesuaikan diri pada kegiatan

pembuatan kesimpulan, penilaian atau pembuatan keputusan berdasarkan kriteria rangsangan indera atau pertimbangan pribadi

Jabatan-jabatan yang

pelaksanaannya melibatkan penginderaan (rangsangan) dari satu atau beberapa indera manusia.

M Kemampuan menyesuaikan diri dengan kegiatan

pengambilan kesimpulan, pembuatan pertimbangan atau pembuatan keputusan berdasar kriteria yang dapat diukur atau diuji

Jabatan-jabatan yang

melaksanakan tugas-tugas terkait dengan evaluasi

data, nilai, angka-angka .

P Kemampuan menyesuaikan diri dalam berhubungan

dengan orang lain lebih dari hanya penerimaan dan

pemberian instruksi

Jabatan-jabatan yang menuntut hubungan

dengan orang lain dalam situasi komunikasi yang intens/mendalam

(104)

104

TABEL ILUSTRASI TEMPERAMEN (3)

Kode Penjelasan Illustrasi R Kemampuan

menyesuaikan diri

dengan kegiatan yang berulang atau secara terus-menerus

melakukan kegiatan yang sama sesuai dengan perangkat

prosedur, urutan atau kecepatan tertentu

Jabatan-jabatan yang tugas-tugasnya

dilaksanakan secara rutin yang tidak

memberikan variasi atau kesempatan untuk

membuat pertimbangan pribadi

S Kemampuan

menyesuaikan diri untuk bekerja dengan

ketegangan jiwa tanpa kehilangan ketenangan walaupun jika

berhadapan dengan keadaan darurat kritis, tidak biasa atau bahaya.

Jabatan-jabatan yang mengandung bahaya atau resiko sampai ke tingkat yang berarti, ketegangan jiwa, atau membutuhkan

konsentrasi intens secara terus menerus

(105)

105

TABEL ILUSTRASI TEMPERAMEN

(4)

Kode Penjelasan Illustrasi

T Kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi yang menghendaki pencapaian dengan tepat menurut

batas-batas/indikator/kriteria, toleransi atau standar-standar tertentu

Jabatan-jabatan yang

memiliki tugas/pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan tepat, cermat, terperinci atau dengan sangat teliti dalam

penggunaan bahan,

pekerjaan terkait dengan angka, penyiapan catatan atau inspeksi

V Kemampuan menyesuaikan diri untuk melaksanakan berbagai tugas yang sering berganti dari tugas yang satu ke tugas yang lainnya, yang berbeda sifatnya tanpa kehilangan efisiensi atau ketenangan diri

Jabatan-jabatan yang

memiliki tugas-tugas yang beragam/ berbeda baik secara teknologi, prosedur, lingkungan kerja, atau

syarat mental/fisik dalam pelaksanaannya.

(106)

 Minat ialah kecenderungan

untuk terserap dalam suatu pengalaman dan

mengembangkannya, sedangkan “Ke-engganan” adalah

kecenderungan untuk menghindari sesuatu.

 Minat merupakan komponen

yang penting dalam Anjab

(107)

 Minat kerja merupakan kecenderungan

memiliki kemauan, keinginan, dan kemampuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

 Menggunakan teori minat bipoler dari

Dr.William C. Cottle dan teori karier/kepribadian Holland.

107

(108)

Pilihan untuk melakukan

• Realistik Aktifitas-aktifitas yang memerlukan manipulasi eksplisit, teratur atau sistematik terhadap obyek/alat/benda/mesin

• Investigatif Aktifitas yang memerlukan penyelidikan observasional, simbolik dan sistematik terhadap fenomena dan kegiatan ilmiah

• Artistik Aktifitas yang sifatnya ambigu, kreatif, bebas dan tidak sistematis dalam proses penciptaan produk/karya bernilai seni

• Sosial Aktifitas yang bersifat sosial atau memerlukan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain

• Kewirausahaan Aktifitas yang melibatkan kegiatan pengelolaan/manajerial untuk pencapaian tujuan organisasi

• Konvensional Aktifitas yang memerlukan manipulasi data yang eksplisit, kegiatan administrasi, rutin dan klerikal.

108

(109)

KESESUAIAN MINAT KERJA HOLLAND

NO Tipe Kepribadian Karakteristik Kesesuaian 1. Realistik : kegiatan fisik Stabil, kokoh,

praktis Mekanik, dl. 2. Investigatif: berfikir,

pemahaman Analitis, orisinal, serba ingin tahu, mandiri

Ilmuan/peneliti, dll

3. Sosial : menolong, membantu

orang lain Ramah, kooperatif, pengeertian Pekerja sosial, guru,konselor, dll

4. Convensional : teratur, pasti, dll Praktis, tdk

imanigatif, kaku,dll Arsiparis, manager, dll 5. Kewirausahaan : kegiatan verbal Konfiden, Ambisius,

energik, dll PR, dll 6. Artistik : tidak teratur, tdk

(110)

No Minat Pekerjaan Alternatif Minat yang Dapat Dipilih 1 Realistik (R) Konvensional Investigatif

2 Investigatif (I) Realistik Artistik 3 Artistik (A) Investigatif Sosial

4 Sosial (S) Artistik Kewirausahaan 5 Kewirausahaan (Ke) Sosial Konvensional 6 Konvensional (K) Kewirausahaan Realistik

110

PENENTUAN MINAT DAN

ALTERNATIFNYA

I R A K S Ke Keterangan:

Minat kerja menurut Holland digambarkan sebagai hubungan heksagonal (segi enam) dimana setiap minat yang berdekatan memiliki korelasi/hubungan yang semakin besar.

Teori ini yang mendasari penentuan alternatif minat yang dapat dipilih untuk suatu jabatan.

(111)

 Dalam bekerja, pemegang jabatan

berhubungan dengan data, orang dan

benda.

 Fungsi pekerja adalah fungsi yang

menunjukkan intensitas hubungan

pemegang jabatan terhadap data, orang dan benda.

FUNGSI

PEKERJA

(112)

Intensitas hubungan ini

ditingkat-tingkatkan,

setiap tingkat diberi kode

penunjuk dengan angka,

angka yang kecil

menunjukkan tingkat

yang tinggi dan angka

yang besar menunjukkan

tingkat yang rendah.

(113)

113

FUNGSI PEKERJA

Fungsi Terhadap Data Fungsi Terhadap Orang Fungsi Terhadap Benda

D0 Memadukan O0 Menasehati B0 Memasang (instalasi) D1 Mengkoordinasikan O1 Berunding B1 Mengerjakan presisi D2 Menganalisa O2 Mengajar B2 Mengontrol mesin D3 Menyusun O3 Menyelia B3 Menjalankan mesin D4 Menghitung O4 Menghibur B4 Mengerjakan dengan perkakas D5 Membandingkan/ Mencocokkan O5 Mempengaruhi B5 Melayani mesin

D6 Menyalin O6 Berbicara (Informasi) B6 Memasukkan/ mengeluarkan barang ke/dari mesin

O7 Melayani B7 Memegang O8 Menerima Instruksi

(114)

 Hasil kerja apa yang di hasilkan oleh

pemegang jabatan

 Sebutkan Jumlah satuannya  Waktu yang diperlukan untuk

menghasilkan satuan hasil tersebut berapa lama

16. Prestasi Kerja Yang

Diharapkan

(115)

 Tuliskan informasi yang dapat

disampaikan terkait dengan jabatan yang saat ini dipangku jika ada.

(116)

116

(117)

117

PEMANFAATAN INFORMASI

JABATAN

 PETA JABATAN  URAIAN JABATAN  SYARAT JABATAN HASIL ANJAB PERENCANAAN PEGAWAI REKRUTMEN & SELEKSI PERENCANAAN KARIER PENGANGKATAN DALAM JABATAN REMUNERASI DIKLAT PENILAIAN KINERJA

Analisis beban kerja

(Analisis kebutuhan pegawai)

Standar kualifikasi Kriteria seleksiPola karierStandar kompetensi kerja/jabatan Penilaian kompetensiStandar kinerja Kriteria kinerjaEvaluasi jabatan (Bobot&peringkat jabatan)

(118)

DISTRIBUSI HIRAKHI TUGAS

JFU/JFT IV/III/JFT III/II/JFT II/I

PENYIAPAN BAHAN” “RANCANGAN” “RANCANGAN FINAL” “PENETAPAN” (kumpulan data/ (naskah/isian formulir,dll) (Koreksian naskah,/ancangan, dll) (Pedoman, Rencana,dll) Informasi,dll)

(119)

No Identitas Jabatan Uraian Jabatan Syarat Jabatan

1 Nama Jabatan Uraian Tugas Pangkat dan Golongan Ruang 2 Kode Jabatan Bahan Kerja Pendidikan

3 Unit Kerja Jabatan Alat Kerja Kursus/Pelatihan 4 Letak dalam Struktur Hasil Kerja Pengalaman Kerja 5 Ikhtisar Jabatan Tanggung Jawab Pengetahuan

6 Wewenang Keterampilan 7 Korelasi Jabatan Bakat Kerja

8 Kondisi Lingkungan Kerja Temperamen Kerja 9 Keadaan/Resiko Bahaya Minat Kerja

10 Upaya Fisik

11 Kondisi Fisik

12 Fungsi Pekerja 119

(120)

120

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Secara Simultan (Uji F), Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X1), variabel

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah serta inayah-NYA, sehingga skripsi yang berjudul: “Upaya

Investasi dalam bentuk saham dimana Perusahaan secara langsung atau tidak langsung mempunyai kepemilikan saham 20% sampai 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dimana biaya

Artinya pihak pemerintah daerah Desa Wisata Cimande disarankan untuk melakukan strategi progresif dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan kekuatan (Strength) internal

Variabel respon yang diamati dalam penelitian ini adalah IPK mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2017 STMIK Atma Luhur yang terdiri dari 2 kategori yaitu kategori IPK kurang dari 3

Usaha perkebunan sering disebut pertanian besar, sebab tanamannya diselenggarakan secara besar-besaran. Jenis tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman musiman,

Yritysten kokemaa tilannetta yrityksen rahoitusasemasta ja vakavaraisuudesta selvi- tettiin kysymällä kykeneväisyyttä maksamaan yrityksen toiminnan velkojen lyhennykset ja korot

Adalah talak yang menghilangkan hak suami untuk nikah kembali kepada istrinya, kecuali kalau bekas isterinya telah kawin dengan laki-laki lain dan telah berkumpul