e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
155 ANALISIS PENGARUH LABEL HALAL, KEAMANAN BAHAN, PROMOSI,
DAN HARGA PADA PRODUK KOSMETIK SARIAYU TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
(Studi Kasus Pada Mahasiswi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Angkatan 2015-2018 Universitas Islam Malang)
Oleh
Khumairotul Khuwaroh*) Agus Widarko **)
M. Khoirul Anwaruddin BS ***) Email : [email protected]
Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang
ABSTRACT
This study aims to examine and analyze the influence of halal labels, material safety, promotion and prices on consumer purchasing decisions. Population and sample were 100 respondents who had used Sariayu cosmetic products. Data collection through questionnaires. Data analysis in this study uses SPSS version 14. Testing the application of data used in this study include validity test, reliability test, normality test, heterocedestity test, multicollinearity test, F test and t test.
The results of the analysis show that halal labels, material security, promotion and prices have a positive effect on consumer purchasing decisions. The results of the t test show a significance value > 0.05, therefore the halal and price label variables have a significant effect on consumer purchasing decisions. While the material and promotion security variables show a significance value of <0.05, therefore the material and promotion security variables are stated to have no significant effect on consumer purchasing decisions
Keyword: Halal labels, Ingredients safety, Promotion, Price, Buying decision
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Secara etimologis, kosmetik (kosmetikos) berasal dari bahasa yunani yang memiliki arti “keterampilan berhias”. Kosmetik berkembang dengan pesat dari masa ke masa dengan bahan yang terkandung pada kosmetik, Pada zaman sekarang kosmetik sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar wanita, hal ini terjadi karena sebagai bentuk penunjang penampilan yang mengharuskan untuk selalu berpenampilan dalam keadaan yang maksimal, entah sebagai tuntutan dari pekerjaan, kegiatan, maupun tuntutan dari diri sendiri untuk meningkatkan percaya diri.
Sejarah mengenai kosmetik ini berawal pada masa Mesir kuno yang ditandai dengan menggunakan krim kulit sebagai pelembap dan nutrisi kulit yang terbuat dari
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
156 lilin lebah, air mawar dan minyak zaitun. Rempah rempah dan alam yang tersedia melimpah di zaman dahulu banyak dimanfaatkan untuk alat kecantikan tradisional karena memiliki segudang manfaat yang baik untuk kulit, hal itu digunakan para ratu dan putri raja sebagai bahan campuran air untuk mandi, seperti contohnya ratu Cleopatra yang menggunakan susu sebagai campuran air mandi agar kulitnya semakin lembap, kenyal dan kencang. perkembangan kosmetik secara besar di awali pada abad ke-20 dimana kosmetik sudah menjadi bagian industri dan bisnis, serta telah mengalami perkembangan yang sangat pesat mengenai bahan yang digunakan, pada 40 tahun terakhir industri kimia memberi banyak bahan dasar dan bahan aktif pada kosmetik.
Kosmetik tidak hanya sekedar merias wajah, namun juga termasuk perawatan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, perkembangan kosmetik yang sangat pesat merangsang para produsen untuk menghadirkan produk baru yang inovatif dan menghasilkan produk terbaik untuk memenuhi hasrat permintaan dan kebutuhan konsumen yang mudah berubah ubah setiap waktunya mengikuti zaman. Dari sekian banyak produk kecantikan yang tersebar, ada beberapa pengelompokan produk mengenai kosmetik yang salah satunya adalah menurut peraturan menteri kesehatan RI di uraikan sebagai berikut, preparat untuk sunscreen contohnya sunscreen foundation, preparat untuk cukur contohnya sabun cukur, preparat perawatan kulit contohnya pembersih dan pelembap, preparat kuku contohnya cat kuku, preparat kebersihan badan contohnya deodorant, preparat kebersihan gigi contohnya pasta gigi, preparat make-up (kecuali mata) contohnya bedak dan lipstik, preparat pewarna rambut contohnya pewarna rambut, preparat untuk rambut contohnya shampoo, preparat wangi-wangian contohnya parfum, preparat bagian mata contohnya maskara, preparat untuk mandi contohnya sabun, preparat bayi contohnya bedak khusus bayi.
Industri kosmetik dituntut untuk mampu memenuhi tuntutan konsumen dengan terus ber inovasi sehingga mampu memberikan pilihan produk yang banyak dan sesuai kebutuhan. Demand yang tinggi serta banyaknya karakteristik konsumen berbanding lurus dengan permintaan pasar sehingga produsen menggali berbagai cara untuk dapat memasarkan produk kosmetik agar tepat sasaran guna meraup hasil yang maksimal, padahal ini strategi segmentasi pasar dapat digunakan para pemasar untuk dapat memasarkan produknya agar lebih spesifik yang bertujuan untuk memudahkan dalam memahami selera konsumen sehingga produk yang dihasilkan nantinya dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Misalnya, walau sama-sama perempuan, konsumen atau pelanggan Muslim akan lebih memilih produk halal karena berpedoman pada aturan agama bahwa bahan-bahan yang dikonsumsi atau digunakan dianjurkan bahan yang sesuai dengan syariat Islam.
Pengambilan keputusan konsumen menggambarkan kemampuan konsumen dalam memperoleh dan menganalisis informasi dan mewujudkannya dalam bentuk sikap untuk memilih atau membeli barang berdasarkan pilihan-pilihan yang ada. Berbagai teori dan kajian empiris menegaskan bahwa keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh keberagaman produk, kualitas produk, pelayanan, keamanan bahan, fasilitas, harga, promosi dan lokasi. Penelitian ini mengkaji terkait faktor label (halal), keamanan bahan, harga, serta promosi. Pemilihan variabel tersebut karena dugaan peneliti bahwa faktor tersebut berpengaruh sangat signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
157 Mengenai agama Islam, telah di jelaskan bahwasannya sebagai Muslim wajib hukumnya untuk menggunakan dan mengkonsumsi sesuatu yang halal, semakin baik pemahaman seseorang maka semakin selektif seseorang dalam memilih dan menggunakan produk halal. Pertimbangan halal atau tidaknya suatu produk bagi umat Muslim merupakan latar belakang utama atas ketatnya pemilihan produk. Untuk itu di Indonesia konsumen di lindungi oleh badan hukum yang khusus mengawasi obat dan makanan yaitu (LPPOM-MUI) Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik yang didirikan sejak tahun 1989, lembaga ini bertugas menyeleksi layak atau tidaknya suatu produk beredar di pasaran, serta memberi sertifikat label halal ketika produk tersebut lulus seleksi untuk beredar di pasar Indonesia.
Keamanan bahan pada kosmetik adalah hal penting bagi konsumen, karena hal itu memiliki dampak bagi tubuh penggunanya bila menggunakan bahan atau zat yang bukan seharusnya diperuntukkan sebagai zat kosmetik. Oleh karena itu, produksi kosmetik telah di atur oleh badan POM untuk memastikan produk-produk yang beredar di pasaran sesuai dengan syarat mutu yang ditetapkan. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi hak-hak konsumen akan barang yang aman dan sesuai untuk digunakan, tak terkecuali untuk produk kosmetik. Keputusan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.38.70 yang mengatur cara pembuatan kosmetik agar daya saing produk kosmetika dalam negeri dapat bersaing dengan produk kosmetik internasional.
Promosi merupakan faktor penting bagi pemasaran, yakni sebagai cara produsen dalam memperkenalkan dan menawarkan produk kepada konsumen. Promosi dilakukan dengan menyebarkan informasi, membujuk dan merayu yang bertujuan untuk menarik konsumen agar lebih mengenal dan tertarik untuk mencoba kemudian konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut. Meski demikian, konsumen tidak serta merta tertarik untuk membeli produk yang dipromosikan, sehingga perusahaan memerlukan strategi promosi yang tepat agar mampu memasarkan produknya dengan baik dan memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Lupiyoadi (2006:120) menyatakan bahwa promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat pening dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Salah satu faktor yang menentukan berhasil dan tidaknya persaingan bisnis adalah harga. Harga yang terjangkau atau sesuai dengan kualitas dan kuantitas barang yang ditawarkan akan menjadi pertimbangan penting bagi konsumen. Selain itu yaitu pilihan atau varian produk, semakin banyak pilihan yang tersedia, maka konsumen akan semakin tertarik untuk membeli sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Kotler (2008:345) menyatakan bahwa harga adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Dalam penetapan harga perusahaan harus memilih harga yang cocok untuk pangsa pasar yang dituju, karena bila terjadi kesalahan penetapan harga akan berakibat pada keberhasilan dari pemasaran produk tersebut. Hal ini tentunya akan berujung pada untung dan ruginya perusahaan.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
158 Salah satu produk kosmetik yang sangat diminati di pasaran adalah Sariayu-Martha Tilaar. Dugaan atas tingginya minat konsumen atas produk tersebut adalah karena unsur-unsur pertimbangan seperti kualitas, harga, promosi, dan ada tidaknya label halal MUI pada kemasan produk. Menurut Nining Suryaningsih selaku Product Manager Perusahaan, saat ini persaingan produk semakin ketat dan semakin banyak pilihan merek, sehingga perusahaan merasa begitu dituntut untuk mampu menghadirkan pilihan terbaik kepada konsumen. Hal ini diupayakan dengan menggunakan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan dan pengemasan yang baik, serta jaminan halal yang dirasa menjadi pertimbangan utama bagi konsumen Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Ditegaskan oleh Suryaningsih bahwa sertifikasi halal MUI merupakan hal wajib ayng harus dimiliki oleh produk Martha Tilaar yang dipasarkan, khususnya pada produk Sariayu Hijab.
Sertifikasi Halal pada produk-produk Martha Tilaar Group telah diusahakan mulai tahun 2009, utamanya adalah produk-produk Sariayu. Dengan kata lain, perusahaan menyadari betapa pentingnya memasarkan produk yang sesuai dengan standar Halal secara produksi atau pengolahannya. Adapun sertifikasi halal dan Sistem Jaminan Halal telah diajukan pada tahun 2011 ke LPPOM-MUI, dan telah disahkan pada tahun 2012 dengan status A. Produk di pasaran yang telah bersertifikat halal antara lain sariayu hijab care series, sariayu putih langsat series, sariayu color trend, sariayu two way cake trend, dan sariayu lipstick.
Halal pada perkembangan zaman telah menjadi suatu gaya hidup masyarakat saat ini. Hal ini menarik peneliti untuk melihat bagaimana pengaruh dan tingkat keagamaan Umat Muslim dalam membeli produk serta faktor manakah yang paling besar dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, maka dari itu penulis tertarik untuk melasksanakan penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Label Halal, Keamanan Bahan, Promosi, dan Harga pada produk kosmetik Sariayu terhadap keputusan pembelian konsumen”.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka pokok permasalahan dalam penilitian ini antara lain:
1. Apakah label halal berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu?
2. Apakah keamanan bahan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu?
3. Apakah promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu?
4. Apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu?
5. Apakah label halal, keamanan bahan, promosi, dan harga berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen produk kosmetik sariayu?
TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
159 1. Untuk menganalisis faktor label halal apakah berpengaruh terhadap keputusan
pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu.
2. Untuk menganalisis faktor keamanan bahan apakah berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu.
3. Untuk menganalisis faktor promosi apakah berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu.
4. Untuk menganalisis faktor harga apakah berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk kosmetik sariayu.
5. Untuk menganalisis pengaruh label halal, keamanan bahan, promosi, dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen produk kosmetik sariayu.
MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan supaya perusahaan mempertimbangkan label halal, keamanan bahan, promosi, dan harga supaya konsumen mau menjatuhkan pilihan kepada produk Sariayu tersebut.
2. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan atau referensi untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.
KERANGKA KONSEPTUAL
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu label halal, keamanan bahan, promosi, harga, sedangkan variabel terikat adalah keputusan pembelian mahasiswa Universitas Islam Malang Fakultas Ekonomi Manajemen Angkatan 2015-2018. Secara sistematis kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat di gambarkan seperti berikut:
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
160 Keterangan:
= Pengaruh Langsung
Dari Gambar 1 Menjelaskan keterkaitan pengaruh antar variabel diantaranya: (H1) : Label Halal berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. (H2) : Keamanan Bahan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen (H3) : Promosi pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. (H4) : Harga berpengaruh terhadap keputusan pembeliankonsumen.
(H5) : Bahwa label halal, keamanan bahan, promosi, dan harga berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban dari pertanyaan penelitian yang belum di uji kebenarannya. Notoatmojo (2012) menyatakan “hipotesis merupakan jawaban sementara dari pertanyaan penelitian”. Berdasarkan tinjauan teori, bisa di dapatkan hipotesis penelitian sebagai berikut:
H1 : Label Halal berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian konsumen. H2 : Keamanan Bahan berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian
konsumen
H3 : Promosi pelayanan berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian konsumen
H4 : Harga berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian konsumen.
H5 : Label halal, keamanan bahan, promosi, dan harga berpengaruh langsung secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan pada skripsi ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan dua variabel, yaitu variabel terikat dan variabel dependen. Variabel independen adalah label halal (X1), keamanan bahan (X2), promosi (X3), harga (X4), sedangkan variabel dependen adalah keputusan pembelian konsumen (Y). Penelitian ini di lakukan pada mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis angkatan 2015-2018 di Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193 Malang 65144. Populasi yang diambil adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2015-2018 di Universitas Islam Malang. Selanjutnya, jumlah sampel yang dapat digunakan sebesar 100. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah, responden yang merupakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2015-2018 yang pernah menggunakan produk kosmetik sariayu.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
161 Tabel 1. Definisi Operasional Variabel
No. Variabel Indikator
1. Label Halal (X1) 1. Label Halal pada produk sariayu menjamin kehalalan produk.
2. Label halal pada produk sariayu mampu mengalahkan pesaing dari produk lain.
3. Label halal yang dimiliki adalah bersifat resmi dari LPPOM-MUI. 4. Dalam proses pembuatan produk Sariayu dibawah pengawasan
LPPOM-MUI. 2. Keamanan Bahan
(X2)
1. Bahan Baku produk sariayu menggunakan bahan yang alami. 2. Produk sariayu terjamin keamanan bahannya.
3. Air yang digunakan dalam pembuatan produk Sariayu merupakan air yang bersih.
4. Dalam proses pembuatan produk sariayu tidak tercampur dengan barang haram.
3. Promosi (X3) 1. Produk sariayu melalukan promosi penjualan melalui iklan.
2. Informasi yang diberikan menarik sehingga saya berminat menggunakan produk Sariayu.
3. Banyak orang yang merekomendasikan produk Sariayu. 4. Program paket yang ditawarkan relatif terjangkau. 4. Harga (X4) 1. Harga produk Sariayu terjangkau oleh semua kalangan.
2. Harga dengan kualitas Sariayu sesuai dengan yang ditawarkan. 3. Harga produk Sariayu sesuai dengan manfaat yang dirasakan. 4. Harga produk Sariayu dapat bersaing dengan produk kosmetik lain. 5. Keputusan Pembelian
(Y)
1. Anda memutuskan untuk membeli produk Sariayu karena kualitas bahan yang digunakan
2. Ada minat ketertarikan untuk menggunakan produk Sariayu karena sudah berlabel halal.
3. Anda menyadari adanya kebutuhan untuk menggunakan produk yang terbuat dari bahan-bahan alami.
4. Membeli produk Sariayu lebih dari satu kali.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dengan menggunakan teknik angket atau kuesioner dengan skala Likert. Selanjutnya, uji instrumen dilakukan melalui uji Validitas & Reliabilitas, sedangkan uji hipotesis dilakukan melalui analisis Regresi Linier Berganda. Taraf nyata yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah 0,05 (α 5%).
ANALISIS DATA Analisis Deskriptif
Dalam deskripsi variabel penelitian terdapat variabel yang diteliti yakni variabel independen (label halal, keamanan bahan, promosi dan harga) dan variabel dependen (keputusan pembelian konsumen). Hasil penelitian dari masing-masing variabel diuraikan sebagai berikut:
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
162 Tabel 2. Deskripsi variabel Label Halal (X1)
Item Label Halal (X1) Rata-rata Indkator Rata-rata Variabel SS S N TS STS TOTAL F F F F F F X1.1 60 300 33 132 7 21 100 453 4,53 4, 45 X1.2 54 270 31 124 11 33 4 8 100 435 4,34 X1.3 59 295 33 132 7 21 1 1 100 449 4,49 X1.4 55 275 35 140 8 24 2 4 100 443 4,43
Sumber: Data diolah (2019)
Tabel 3. Deskripsi variabel Keamanan Bahan (X2)
Item Keamanan Bahan (X2) Rata-rata Indkator Rata-rata Variabel SS 5 S 4 N 3 TS 2 STS 1 TOTAL F F F F F F X2.1 47 235 35 140 17 51 1 2 100 428 4,28 4,34 X2.2 47 235 43 172 8 24 2 4 100 435 4,35 X2.3 43 215 45 180 12 36 100 431 4,31 X2.4 57 285 31 124 12 36 100 445 4,45
Sumber: Data diolah (2019)
Tabel 4. Deskripsi variabel Promosi (X3)
Item Promosi (X3) Rata-rata Indkator Rata-rata Variabel SS S N TS STS TOTAL F F F F F F X3.1 59 295 37 148 3 9 1 2 100 454 4,54 4,33 X3.2 50 250 33 132 15 45 2 4 100 431 4,31 X3.3 44 220 30 120 18 54 8 16 100 410 4,10 X3.4 44 220 47 188 9 27 100 435 4,35
Sumber: Data diolah (2019)
Tabel 5. Deskripsi variabel Harga (X4)
Item
Harga (X4) Rata-rata Rata-rata
SS S N TS STS TOTAL indkator Variabel F F F F F F X4.1 52 260 41 164 4 12 2 4 1 1 100 441 4,41 4,34 X4.2 50 250 41 164 8 24 1 1 100 439 4,39 X4.3 43 215 49 196 7 21 1 2 100 434 4,34 X4.4 43 215 40 160 13 39 4 8 100 422 4,22
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
163 Tabel 6. Deskripsi variabel Keputusan Pembelian Konsumen (Y)
Item
Keputusan pembelian konsumen (Y) Rata-rata Rata-rata
SS S N TS STS TOTAL indkator Variabel F F F F F F Y1 49 245 40 160 10 30 1 2 100 437 4,37 4,37 Y2 51 255 39 156 9 27 1 2 100 440 4,40 Y3 55 275 37 148 7 21 1 2 100 446 4,46 Y4 45 225 40 160 12 36 3 6 100 427 4,27
Sumber: Data diolah (2019)
Keterangan:
Y1 = Anda memutuskan membeli produk sariayu karena kualitas bahan yang digunakan Y2 = Ada minat ketertarikan untuk menggunakan produk sariayu karena sudah berlabel
halal
Y3 = Anda menyadari adanya kebutuhan untuk menggunakan produk yang terbuat dari bahan-bahan alami
Y4 = Membeli Produk sariayu lebih dari satu kali
UJI INSTRUMEN Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk menguji seluruh item yang digunakan dalam kuesioner, yakni pada seluruh variabel penelitian. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka hasil pengujian Validitas adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Uji Validitas
Variabel Item r hitung r tabel Keterangan
Label Halal X1.1 0.591 0.196 Valid X1.2 0.748 0.196 Valid X1.3 0.576 0.196 Valid X1.4 0.535 0.196 Valid Keamanan Bahan X2.1 0.720 0.196 Valid X2.2 0.665 0.196 Valid X2.3 0.698 0.196 Valid X2.4 0.658 0.196 Valid Promosi X3.1 0.572 0.196 Valid X3.2 0.771 0.196 Valid X3.3 0.835 0.196 Valid X3.4 0.643 0.196 Valid Harga X4.1 0.533 0.196 Valid X4.2 0.758 0.196 Valid X4.3 0.678 0.196 Valid X4.4 0.722 0.196 Valid Keputusan Pembelian Konsumen Y1 0.751 0.196 Valid Y2 0.700 0.196 Valid Y3 0.639 0.196 Valid Y4 0.649 0.196 Valid
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
164 Berdasarkan tabel di atas, r tabel 0.196 yang di dapat dari rumus df = n – 2 dengan sig 0,05 dimana n adalah jumlah responden, maka df = 100 – 2 = 98. Dimana r hitung di dapatkan dari dari hasil pengujian spss sedangkan r tabel di dapatkan dari tabel pada lampiran 3 sesuai dengan df 98 pada sig 0,05. Secara keseluruhan, seluruh item yang digunakan dalam kuesioner penelitian memiliki nilai r hitung > r tabel, sehingga dapat dinyatakan valid dapat dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian.
Uji reliabilitas mengindikasikan mengenai stabilitas dan konsistensi dimana instrument mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka hasil pengujian Reliabilitas adalah sebagai berikut:
Uji Reliabilitas
Tabel 8. Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
1 Label Halal 0.834 Reliabel
2 Keamanan Bahan 0.806 Reliabel
3 Promosi 0.796 Reliabel
4 Harga 0.823 Reliabel
5 Keputusan Pembelian Konsumen 0.812 Reliabel
Sumber: Data diolah (2019)
Berdasarkan tabel 8, terbukti bahwa nilai Cronbach’s Alpha > 0,06 maka dapat dinyatakan reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur yang dipercaya.
Uji Normalitas
Uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, asumsi data dikatakan normal apabila variabel data memiliki signifikansi lebih dari 0,05. Hasil uji dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 9. Uji Normalitas
X1 X2 X3 X4 Y
N 100 100 100 100 100
Normal Parametersa Mean 15.81 2.6668 15.52 16.34 14.30
Std. Deviation 2.646 .14728 2.952 2.288 3.301 Most Extreme Differences Absolute .106 .115 .113 .113 .093 Positive .103 .115 .113 .087 .087 Negative -.106 -.104 -.110 -.113 -.093 Kolmogorov-Smirnov Z 1.060 1.155 1.133 1.135 .927
Asymp. Sig. (2-tailed) .211 .139 .153 .152 .356
Sumber: Data diolah (2019)
Nilai Kolmogorov Smirnov Z dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yang diperoleh pada seluruh variabel lebih dari 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data pada seluruh variabel penelitian berdistribusi normal.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
165 UJI ASUMSI KLASIK
Uji Heteroskedestisitas
Hasil uji Heteroskedestisitas diterangkan pada tabel 10 berikut:
Tabel 10. Uji Heterokedestisitas
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.356 1.113 2.116 .037 X1 -.029 .065 -.055 -.448 .655 X2 .059 .065 .124 .900 .371 X3 -.061 .063 -.142 -.964 .338 X4 -.043 .060 -.089 -.708 .481
Sumber: Data diolah (2019)
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai sig. Untuk variabel Label halal (X1) adalah 0,655, untuk variabel keamanan Bahan (X2) adalah 0,371, untuk variabel Promosi (X3) adalah 0,338 dan untuk variabel Produk (X4) adalah 0,481. Maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tidak ditemukannya masalah Heterokedestisitas pada model Regresi, karena Sig > 0,05. Serta dapat dilanjutkan untuk pengujian Regresi Linier Berganda.
Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent), hasil uji dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 11. Uji Multikolineritas
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
X1 .671 1.491
X2 .533 1.875
X3 .467 2.143
X4 .647 1.545
Sumber: Data diolah (2019)
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) adalah 1,491 untuk variabel Label Halal (X1), 1,875 untuk variabel Keamanan Bahan (X2), 2,143 untuk variabel Promosi (X3) dan 1,545 untuk variabel Harga (X4). Dari keempat variabel tersebut memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen tidak terjadi multikolinieritas.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
166 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
Persamaan Regresi
Hasil analisis Regresi linear berganda dijelaskan sebagai berikut: Tabel 12. Ringkasan hasil analisis Regresi
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.546 1.725 1.476 .143 X1 .253 .100 .233 2.527 .013 X2 .173 .101 .176 1.707 .091 X3 .088 .098 .100 .903 .369 X4 .344 .093 .346 3.698 .000
Sumber: Data diolah (2019)
Sehingga, hasil persamaan regresi linier berganda tabel 4.13 diatas adalah sebagai berikut:
Y = 2,546 + 0,253X1+0,173X2+0,088X3+0,344X4 + 0,05
Sekanjutnya, interpretasi dari persamaan etrsebut adalah sebagai berikut:
1. Variabel Y merupakan variabel terikat yang dipengaruhi oleh variabel bebas yang diantaranya adalah Label Halal (X1), Keamanan Bahan (X2), Promosi (X3) dan Harga (X4). Jadi keputusan pembelian konsumen (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas.
2. Koefisien regresi label halal menunjukkan nilai sebesar 0,253. Menjelaskan bahwa jika label halal terhadap keputusan pembelian konsumen mempunyai sifat hubungan yang berbanding lurus dan memiliki pengaruh positif yang artinya apabila pada produk sariayu terdapat label halal maka keputusan pembelian konsumen juga akan meningkat.
3. Koefisien regresi keamanan bahan menunjukkan nilai sebesar 0,173. Menjelaskan bahwa jika keamanan bahan terhadap keputusan pembelian konsumen mempunyai sifat hubungan yang berbanding lurus dan memiliki pengaruh positif yang artinya apabila pada produk sariayu berbahan alami, tidak memiliki efek samping dan aman maka keputusan pembelian konsumen juga akan meningkat.
4. Koefisien regresi promosi menunjukkan nilai sebesar 0,088. Menjelaskan bahwa jika promosi terhadap keputusan pembelian konsumen mempunyai sifat hubungan yang berbanding lurus dan memiliki pengaruh positif yang artinya apabila pada produk sariayu meningkatkan promosi maka keputusan pembelian konsumen juga akan meningkat.
5. Koefisien regresi harga menunjukkan nilai sebesar 0,344. Menjelaskan bahwa jika harga terhadap keputusan pembelian konsumen mempunyai sifat hubungan yang berbanding lurus dan memiliki pengaruh positif yang artinya apabila pada produk sariayu terdapat harga yang sesuai maka keputusan pembelian konsumen juga akan meningkat.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
167 Uji F (Simultan)
Uji F dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai aktual (goodness of fit) dan dilakukan untuk mengetahui apakah model yang digunakan telah cocok atau tidak. Hasil uji F dapat dilihat berdasrakn tabel 4.14 dibawah ini:
Tabel 14. Uji F
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 171.645 4 42.911 20.282 .000a
Residual 200.995 95 2.116
Total 372.640 99
Sumber: Data diolah (2019)
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diartikan bahwa nilai sebesar 20.282 dengan tingkat signifikansi dari hasil uji F sebesar 0,000 < (0,05) maka secara simultan Label Halal, Keamanan bahan, Promosi dan Harga memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.
Uji t (Parsial)
Uji dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel indpendent (Label Halal, Keamanan bahan, Promosi dan Harga) terhadap variabel dependent (Keputusan Pembelian Konsumen). Dasar yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai signifikansi yang dihasilkan dengan alpha 0,05. Hasil uji t dapat dilihat sebgaimana tabel berikut:
Tabel 15. Uji t
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.546 1.725 1.476 .143 X1 .253 .100 .233 2.527 .013 X2 .173 .101 .176 1.707 .091 X3 .088 .098 .100 .903 .369 X4 .344 .093 .346 3.698 .000
Sumber: Data diolah (2019)
Tabel 15 menunjukkan bahwa variabel bebas keamanan bahan dan promosi mempunyai nilai signifikansi
< 0,05. Sedangkan variabel bebas label halal dan harga memiliki nilai signifikansi > 0,05. Dengan demikian variabel bebas label halal dan harga berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian konsumen.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
168 PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian, label halal dan harga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen sariayu. Sedangkan berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menyatakan bahwa keamanan bahan dan promosi berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang dapat menimbulkan naik-turunnya jumlah konsumen sariayu dan menjadi faktor penting bagi produk sariayu dalam menjaga kestabilan jumlah konsumen supaya produk sariayu dapat mencapai target yang telah ditentukan. Jumlah konsumen yang memutuskan membeli produk sariayu menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan aktivitas dan situasi pada produk sariayu sebab proses pengambilan keputusan oleh konsumen tidak serta merta dilakukan secara instan namun melalui pemilihan dan evaluasi atas beberapa pertimbangan berdasarkan pengetahuan sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau jasa seperti yang diutarakan oleh Sutardi (2003:415) yaitu “pengambilan keputusan konsumen adalah pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya” sesuai pada kenyataannya beberapa faktor yang menjadi pertimbangan konsumen untuk mendapatkan keputusan pembelian diantaranya adalahlabel halal, dan harga. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati (2018), Palma, dkk (2016), Rahayu, dkk (2016), dan Yesi (2017) bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen.
HASIL PENELITIAN 1. Label Halal
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat diketahui bahwa variabel Label Halal menunjukkan nilai sebesar 2,527 dan nilai signifikansi sebesar 0,013 (< 0,05)
sehingga dinyatakan terdapat pengaruh signifikan antara Label Halal (X1) terhadap keputusan pembelian Konsumen (Y).
2. Keamanan Bahan
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel Keamanan Bahan menunjukkan nilai sebesar 1,707 dan nilai signifikansi sebesar 0,091 (> 0,05)
sehingga tidak terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara fasilitas (X2) terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).
3. Promosi
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat diketahui bahwa variabel promosi menunjukkan nilai sebesar 0,903 dan nilai signifikansi sebesar 0,369 (> 0,05) sehingga dinyatakan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara Promosi (X3) terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).
4. Harga
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat diketahui bahwa variabel harga menunjukkan nilai sebesar 3,698 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) sehingga terdapat pengaruh signifikan antara produk (X4) terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
169 IMPLIKASI DAN KETERBATASAN PENELITIAN
Implikasi Hasil Penelitian
Variabel keputusan pembelian konsumen yang terdiri dari empat indikator, di mana hasil menunjukkan bahwa pertimbangan-pertimbangan utama dalam keputusan pembelian produk Sariayu adalah karena kualitas bahan produk yang telah dipercaya, telah tersertifikasi Halal oleh MUI dan termasuk dalam kategori baik. Selain itu, pertimbangan lain terlihat pada tingginya nilai pada indikator ketiga yakni terkait kesadaran konsumen bahwa bahan-bahan yang digunakan adalah bahan alami. Ketiga indikator tersebut dikuatkan lagi dengan temuan bahwa mayoritas responden yang diteliti telah melakukan pembelian produk Sariayu sebanyak lebih dari satu kali.
Hasil pengujian variabel label halal yang terdiri dari empat indikator menunjukkan bahwa indikator dengan label halal pada produk sariayu menjamin kehalalan produk ditetapkan dalam kategori baik, untuk indikator yang kedua dengan pernyataan label halal pada produk Sariayu mampu mengalahkan pesaing dari produk lain ditetapkan dalam kategori baik, untuk indikator yang ketiga dengan pernyataan label halal yang dimiliki adalah bersifat resmi dari LPPOM-MUI ditetapkan dalam kategori baik, dan untuk indikator yang terakhir keempat dengan pernyataan dalam proses pembuatan produk Sariayu dibawah pengawasan LPPOM-MUI juga ditetapkan dalam kategori baik.
Selanjutnya, hasil pengujian variabel fasilitas yang terdiri dari empat indikator menunjukkan bahwa indikator pertama dengan pernyataan Bahan baku produk Sariayu menggunakan bahan yang alami ditetapkan dalam kategori baik, dan untuk indikator yang kedua dengan pernyataan Produk Sariayu terjamin keamanan bahannya ditetapkan dalam kategori baik. Untuk indikator yang ketiga dengan pernyataan air yang digunakan dalam pembuatan produk Sariayu merupakan air yang bersih ditetapkan dalam kategori baik, dan untuk indikator yang terakhir keempat dengan pernyataan dalam proses pembuatan produk Sariayu tidak tercampur dengan barang haram ditetapkan dalam kategori baik.
Berdasarkan hasil pengujian variabel promosi yang terdiri dari empat indikator menunjukkan bahwa indikator pertama dengan pernyataan produk sariayu melalukan promosi penjualan melalui iklan ditetapkan dalam kategori baik, untuk indikator yang kedua dengan pernyataan Informasi yang diberikan menarik sehingga saya berminat menggunakan produk Sariayu ditetapkan dalam kategori baik, dan untuk indikator yang ketiga dengan pernyataan Banyak orang yang merekomendasikan produk Sariayu ditetapkan dalam kategori baik, sedangakan untuk indikator terakhir yang keempat dengan pernyataan Program paket yang ditawarkan relatif terjangkau juga ditetapkan dalam kategori baik.
Variabel produk yang terdiri dari empat indikator, dan menunjukkan bahwa indikator pertama dengan pernyataan Harga produk Sariayu terjangkau oleh semua kalangan ditetapkan dalam kategori baik, dan untuk indikator yang kedua dengan pernyataan harga dengan kualitas Sariayu sesuai dengan yang ditawarkan ditetapkan dalam kategori baik, untuk indikator yang ketiga dengan pernyataan harga produk Sariayu sesuai dengan manfaat yang dirasakan ditetapkan dalam kategori baik, sedangkan untuk indikator yang terakhir atau keempat dengan pernyataan harga produk
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
170 Sariayu dapat bersaing dengan produk kosmetik lain ditetapkan dalam kategori cukup baik.
KETERBATASAN PENELITIAN
1. Penelitian ini hanya menngunakan empat variabel, label halal, keamanan bahan, promosi dan harga, kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel bebas atau mengganti dengan variabel yang lain.
2. Periode penelitian ini cukup singkat yaitu lima bulan sehingga penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan
3. Kuesioner terbatas dan pertanyaan masih kurang memadahi
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dirumuskan simpulan sebagai berikut:
1. Label harga berpengaruh positif (0,253) dan signifikan (0,013) terhadap keputusan pembelian konsumen Sariayu.
2. Keamanan bahan berpengaruh positif (0,173) dan tidak signifikan (0,091) terhadap keputusan pembelian konsumen Sariayu.
3. Promosi berpengaruh positif (0,088) dan tidak signifikan (0,369) terhadap keputusan pembelian konsumen Sariayu.
4. Harga berpengaruh positif (0,344) dan signifikan (0,000) terhadap keputusan pembelian konsumen Sariayu.
5. Adapun secara simultan variabel harga, keamanan bahan, promosi, dan harga memiliki pengaruh signifikan
(p-value 0,000 < 0,05) terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk kecantikan Sariayu.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Bagi peneliti
Diharapkan dapat meneliti dengan variabel-variabel lain diluar variabel yang telah diteliti ini misalnya lokasi, fasilitas, produk agar memperoleh hasil yang lebih berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada subjek yang lebih banyak sehingga hasilnya lebih signifikan. Peneliti yang akan meneliti diinstansi yang sama diharapkan dapat meneliti dengan variabel yang berbeda seperti promosi dan kepercayaan konsumen.
2. Bagi perusahaan
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa label halal dan harga mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, artinya label halal, keamanan bahan, promosi dan harga yang disediakan perusahaan sariayu dapat menjadi pertimbangan oleh konsumen sariayu.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
171 DAFTAR PUSTAKA
Amalia, Euis. 2010. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Depok: Gramatama Publishing. Ghozali. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Kotler, Armstrong. 2010. Principles of Marketing (ed.13). England Pearson. Sarwat Ahmad. 2017. Halal Atau haram? Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sumarwan. 2015. Pemasaran strategik: Perspektif Perilaku Konsumen dan marketing
Plan. Bogor: PT.Penerbit IPB Press.
Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen, Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran Edisi 3. Yogyakarta: C.V. Andi Offset Tranggono, Latifah. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Adisasmito, Wiku. 2008. “Analisis Kebijakan Nasional MUI dan BPOM dalam Labeling Obat dan Makanan”. Jurnal Kebijakan Nasional MUI dan BPOM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Anggar, Krisnasakti. 2012. “Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda (studi kasus pad konsumen di kota Semarang)”. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Anggraeni, Maya. 2016. “Pengaruh Label Halal, Citra Merek (Brand Image), dan Word of Mouth (WOM) Terhadap Minat Beli Ulang Produk (Studi Kasusu pada Restoran Solaria Ambarukno Plaza Yogyakarta)”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Anwar, Iful. 2015. “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian”. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen/ Volume 4. No.12/ Edisi Desember 2015/ Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.
Arumsari, Dheany. 2012. “Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek Aqua (Studi kasus toko Bhakti mart KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah)”. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponogoro Semarang.
e – Jurnal Riset Manajemen PRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
172 Departemen Agama RI, 2003. “Petunjuk Teknis Pedoman Sistem Produksi Halal”, Jakarta: Bagian Proyek Sarana dan Prasarana Produk Halal Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggara Haji Departemen Agama R.I.
Ernawati, Titi. 2015. “Pengaruh Label Halal dan Tingkat Harga Terhadap Keputusan Menggunakan Produk Kosmetik (Studi Kasus: Mahasisiwi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)”. Skripsi. Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Fatkhurohmah. 2015. “Pengaruh Pemahaman Label Halal dan Faktor Sosial Terhadap Niat Membeli Produk Makanan Kemasan Berlabel Halal (Studi pada Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Al-Barokah)”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Helmi, Lovidya. 2012. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keinginan untuk Membeli Produk Makanan Organik Berlabel Halal”. Skripsi. Depok: Fakultas Ekonomi Program Ekstensi Manajemen Universitas Indonesia.
Rahmawati, Ristu. 2016. “Pengaruh Citra Merek dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk di Nurul Izza Yogyakarta”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tarigan, Eka Dewi Setia. 2016. “Pengaruh Gaya Hidup, Label Halal dan Harga
Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah Pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultan Ekonomi Universitas Medan Area Medan”. Jurnal Konsep Bisnis dan Manajemen/ Volume 3. No.1/ Edisi November 2016/ Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area. ISSN: 2648 E-ISSN: 2407-263X.
Utami, Wahyu Budi. 2013. “Pengaruh Label Halal Terhadap Keputusan Membeli (survei pada pembeli produk kosmetik wardah di outlet wardah Griya Muslim An-nisa Yogyakarta)”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Widodo, Tri. 2015. “Pengaruh Labelisai Halal dan Harga Terhadap Keputusan Konsumen pada Produk Indomie (studi kasus mahasiswa universitas muhammadiyah surakarta”). Skripsi. Surakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Khumairotul Khuwaroh*) Adalah Alumni Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Agus Widarko, SE, MM**) Adalah Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unisma M. Khoirul Anwaruddin BS, SE, MM***) Adalah Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unisma