Penerapan Dan Realisasi Alat Ukur Tekanan Darah
Memperhatikan Usia, Penyakit Dan Kebutuhan Makanan
Bekerjasama Yayasan SD Islam MARYAM, Manyar
Sambongan, Surabaya
Team Pengusul :
Paulus Susetyo W., ST, MT Ir. Ratna Adil, MTSubari, A. Md Mahasiswa : Choirul Anam Nrp. 1110141002 Abdul Lathif Nrp. 1110141005 Arif Kurniawan Nrp. 1110141018 Nabilatan Rosyid Nrp. 1110141020 Zulfikar Choirurrochim Nrp. 1110141029
PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2017
HALAMAN PENGESAHAN
PENGABDIAN MASYARAKAT 2017
Surabaya, 3 Mei 2017 Mengetahui,
Ketua Prodi Elektronika D3,
(Dr. Eng. Bambang Sumantri, ST, M.Sc) NIP/NIK 197812102003121002
Ketua Pengusul,
(Paulus Susetyo Wardana, ST, MT) NIP/NIK 197004101996031002
Mengetahui,
Ketua Prodi Elektronika D4,
(Ardik Wijayanto, ST, MT) NIP/NIK 197706202002121002
Menyetujui,
Ketua Lembaga Pengusulan,
(Eko Henfri Binugroho, S.ST., M.Sc) NIP. 197912232003121002 Judul Kegiatan : Penerapan Dan Realisasi Alat Ukur
Tekanan Darah Memperhatikan Usia, Penyakit Dan Kebutuhan Makanan Bekerjasama Dengan Yayasan SD Islam MARYAM, Manyar Sambongan, Surabaya
Ketua Pengusul
A. Nama Lengkap : Paulus, Susetyo Wardana, ST, MT
B. NIP : 197004101996031002
C. Jabatan Fungsional : Penata Muda (III/a) D. Program Studi : Teknik Elektronika
E. No. HP : 081217430301
F. Surel (email) : [email protected]
Anggota Pengusul
1. Ir. Ratna Adil, MT 2. Subari, A.Md Mahasiswa : 1. Choirul Anam 2. Abdul Lathif 3. Arif Kurniawan 4. Nabilatan Rosyid 5. Zulfikar Choirurrochim : NIP. 195103231987112001 NIP. 197405062000031002 3D4EA Nrp. 1110141002 3D4EA Nrp. 1110141005 3D4EA Nrp. 1110141018 3D4EA Nrp. 1110141020 3D4EA Nrp. 1110141029 Lama Kegiatan Biaya Keseluruhan : 6 Bulan
iii
DAFTAR ISI
Halaman judul ... i
Halaman pengesahan ... ii
Daftar isi ... iii
Abstrak ... iv
Bab I Pendahuluan ... 1
1. Latar Belakang ... 1
2. Perumusan Masalah ... 2
3. Tujuan dan Manfaat ………. 2
4. Batasan Masalah ……….. 2
Bab II Tinjauan Pustaka ... 3
Bab III Metodologi ... 20
1. Gambaran Umum Sistem ... 20
2. Perancangan dan Pembuatan Alat ... 22
3. Pembuatan Software ………. 29
4. Pembuatan casing alat ……….. 32
5. Pengujian Alat ... 33
Bab IV Biaya dan Jadwal Pelaksanaan ... 34
Bab V Daftar Pustaka ... 35 Lampiran
1. Rincian Biaya
2. Biodata Ketua dan Anggota Peneliti 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti
4. Rincian Tugas Ketua dan Anggota Peneliti
5. Surat Kerjasama dengan Yayasan SD Islam MARYAM Surabaya 6. Daftar Guru-guru SD Islam MARYAM Surabaya
iv ABSTRAK
Telah banyak dilakukan penelitian mengenai alat untuk mengukur tekanan darah secara digital, namun dengan mengetahui nilai tekanan darah saja tidak cukup, harus diketahui juga kondisi tekanan darah. Dalam menentukan kondisi tekanan darah tersebut normal atau tidak, perlu diperhatikan beberapa faktor diantaranya nilai tekanan darah,usia, jenis kelamin, dan indeks berat tubuh. Untuk penderita beberapa penyakit khusus seperti penyakit jantung,diabetes dan gagal ginjal sangat penting untuk mengontrol tekanan darah nya secara berkala. Maka dari itu dibutuhkan alat yang mampu menginformasikan kondisi tekanan darah dan dapat secara rutin mengamati perubahan nya. Dengan menggunakan Mikrokontroller ATMEGA 32 sebagai pengolah data, sensor tekanan MPX-5050 yang digunakan sebagai pembaca tekanan darah dan LCD grafik yang digunakan untuk menampilkan nilai tekanan darah dari waktu ke waktu. Dengan tensimeter ini maka kondisi tekanan darah dapat diamati dengan lebih mudah dan akurat. Tensimeter ini memiliki toleransi error kurang dari 3% dibandingkan dengan tensimeter digital buatan Omron dan Tensimeter ini dapat menampilkan saran bagi si pasien untuk menjaga pola makan dan pola hidup agar terhindar dari penyakit berbahaya. Khususnya bagi umur usia lanjut yang rentan terkena penyakit seperti diabetes, jantung dan struk.
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Memeriksakan darah secara rutin merupakan salah satu tindakan preventif yang konkret dan tepat. Namun pengukuran tekanan darah biasanya hanya dilakukan di rumah sakit dan klinik saja. Padahal pengukuran tekanan darah yang rutin akan jauh lebih baik daripada berkunjung ke rumah sakit atau klinik kesehatan.
Untuk dapat melakukan pengukuran darah dengan tensimeter yang menggunakan air raksa dengan tepat dibutuhkan kemampuan khusus dan pengalaman tersendiri. Padahal tidak semua orang dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan tensimeter biasa dengan tepat dan akurat. Setelah pengukuran berhasil dilakukan, maka untuk dapat mengerti kondisi kesehatan kita perlu dilakukan sebuah proses lagi.
Untuk membantu dan mempermudah perawat atau dokter dalam melaksanakan pekerjaannya, maka penulis ingin membuat suatu sistem yang dapat meringankan tugas dari perawat atau dokter dalam melakukan pengukuran tekanan darah. Sehingga pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Dengan sistem ini, pengukuran tekanan darah tidak lagi membutuhkan konsentrasi dari perawat atau dokter yang melakukan pengukuran. Karena alat ini sudah bekerja secara otomatis dalam melakukan pengukuran tekanan darah.
Berdasarkan hal tersebut, akan dibuat sebuah tensimeter digital yang dapat membantu pengguna untuk dapat mengetahui tekanan darah mereka, sedang tinggi atau rendah. Tidak hanya itu, ada beberapa fitur tambahan yang merupakan nilai lebih dari tensimeter digital lainnya. Alat ini dapat mempermudah user untuk mengenali seberapa besar kemungkinan user terserang Cardiovascular disease, sehingga user dapat mengatur gaya hidup mereka agar dapat melakukan pencegahan-pencegahan terhadap kemungkinan terserang Cardiovascular disease tersebut.
2 1.2 Perumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana merancang desain alat yang dapat menghasilkan data pengukuran tekanan darah yang sesuai.
2. Membuat software untuk mendapatkan tekanan darah dan prosentase resiko terserang Cardiovascular disease.
3. Merancang alat yang dapat menganalisa kondisi pasien dengan memperhatikan tekanan darah, usia, jenis kelamin, indeks berat tubuh, penyakit yang diderita dan memberi saran makanan apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.
1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan dari pembuatan pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan alat ukur tekanan darah manusia berbasis mikrokontroler secara otomatis, cepat dan akurat dan bisa mengaplikasikan pada manusia khususnya pada para guru di SD Islam MARYAM, Manyar Sambongan, Surabaya.
2 Manfaat yang dapat diharapkan sebagai hasil dari alat ini untuk mempermudah user untuk dapat mengontrol tekanan darahnya dan membantu user untuk menata gaya hidupnya jika ternyata dirinya berpotensi untuk mengalami Cardiovascular disease. Dengan adanya alat ini diharapkan masyarakat dapat lebih meningkatkan kesadaran mereka akan bahayanya tekanan darah yang tidak terkontrol.
1.4. Batasan Masalah
Adapun batasan-batasan masalah yang dibuat agar dalam pengerjaan pengabdian masyarakat dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
1. Pengukuran dilakukan sesuai prosedur medis yang ada.
2. Error dibanding dengan tensimeter digital buatan pabrik yang diizinkan tidak melebihi 5%.
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tekanan Darah
2.1.1 Pengertian Tekanan Darah
Di dalam tubuh manusia terdapat suatu cairan yang memiliki fungsi penting dalam melakukan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh hewan dan manusia tergantung dari sistem transportasi yang dibentuk oleh darah. Sesuai dengan fungsinya, yakni sebagai alat pengangkut sari-sari makanan darah memiliki alat pengendali, yakni jantung. Jantunglah yang akan mensuplai atau memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh bagian tubuh.
Ketika terjadi pemompaan darah oleh jantung, maka darah akan mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah sehingga akan menimbulkan tekanan yaitu tekanan darah. Pembuluh darah yang keluar dari jantung disebut pembuluh nadi (arteri). Dinding ototnya tebal, elastis dan membantu tenaga pemompaan jantung dalam peredaran darah. Secara umum, proses pemompaan darah dimulai dari jantung menghisap darah dari pembuluh balik masuk ke dalam serambi kiri dan dari vena pulmonalis masuk ke serambi kanan.
Jika serambi jantung menguncup maka bilik jantung mengembang, darah akan mengalir dari serambi ke bilik. Waktu itu otot bilik mengendor maksimum dan ruang bilik mengembang maksimum, peristiwa ini disebut diastolis. Sedangkan setelah darah masuknke dalam bilik, rangsangan melalui berkas His (sekelompok serabut Purkinje yang berasal dari nodus A-V yang membawa impuls di sepanjang septum interventrikular menuju ventrikel) terputus sebentar, kurang lebih sepersepuluh detik dan digunakan oleh otot jantung untuk beristirahat. Setelah itu, darah kembali dipompa kepembuluh nadi paru-paru maupun aorta sama banyaknya, maka peristiwa ini disebut sistolis Tekanan darah systolic dan diastolic merupakan salah satu indikator untuk mengukur fungsi fisiologis jantung terutama untuk manusia. Saat baik untuk melakukan pengukuran tekanan darah adalah saat istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang – kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.
4 Gambar 2.1 Jantung Manusia [18]
2.1.2 Pengukuran Tekanan darah
Untuk mengukur tekanan darah digunakan alat yang disebut sphygmomanometer. Alat ini terdiri dari sebuah pompa, sumbat udara yang diputar, kantong karet yang dibungkus kain, dan pembaca tekanan yang bisa berupa mirip jarum pada multimeter atau dengan air raksa.
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimakan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat sebelum melakukan pengukuran tekanan darah. Sebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan pastikan kandung kemih kosong dan menghindari konsumsi kopi, alkohol dan rokok, karena semua hal tersebut akan meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya. Sebaiknya istirahat duduk dengan tenang selama 5 menit sebelum pemeriksaan dan jangan berbicara, atau bergerak saat pemeriksaan. Menenangkan pikiran, karena pikiran yang tegang dan stress akan meningkatkan tekanan darah. Berikut Cara pengukuran tekanan darah :
1. Pemeriksa memasang kantong karet terbungkus kain (cuff ) pada lengan atas. 2. Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam
5 Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan ( brachial artery ) sehingga aliran darah berhenti sementara.
4. Udara dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
5. Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan dan pemeriksaan. Pertama penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan lewat stetoskop. Saat terdengar denyut jantung untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan penunjuk tekanan adalah tekanan systolic.
6. Seiring dengan dengan turunnya tekanan darah, bunyi denyut yang terdengar melalui stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolic.
7. Pada saat pengukuran posisi duduk harus tegak dan posisi manset sejajar pada jantung. 8. Ukuran dari manset yang digunakan juga mempengaruhi dari hasil pengukuran. Manset
yang benar untuk digunakan saat pengukuran adalah harus melebihi diameter lengan tampat manset dililitkan.
Gambar 2.2 Pengukuran menggunakan sphygmonanometer[18] 2.2 Alat Ukur Tekanan darah
Banyak penelitian yang telah membuat Sphygmonanometer Digital dari yang tampilannya LCD biasa, sampai yang output keluarannya berupa suara yang di khususkan
6 bagi penderita tuna netra. Dari berbagai Sphygmonanometer Digital yang telah dibuat untuk mengukur tekanan darah, dengan berbagai macam sensor tekanan dengan tipe dan sensitivitas sensor yang berbeda - beda digunakan dalam penelitian yang sebelumnya. Pada studi kasus kali ini, alat ini menggambil acuan untuk menentukan filter frekuensi cut off pada metode oscillometri. Pada DataSheet Sphygmonanometer Digital buatan SamsungARMBlood “Pressure Monitor –S3P8245” ditentukan cutbahwaoff fre yang digunakan disini, Low Pass Filter adalah 38Hz dan High Pass Filter adalah 0,8Hz.
.
Gambar 2.3 Arm Blood Pressure Monitor
Sumber : S3P8245_ARM_Blood_Pressure_Monitor.Pdf DataSheet
2.3 Metode Korotkoff
Di tahun 1905 ada sebuah konferensi di Akademi Medis St Petersburg, Dr.Nicolai Korotkoff mengumumkan suatu metode baru untuk menentukan tekanan darah, Bunyi Korotkoff adalah keteraturan yang didengar melalui stetoskop ketika aliran darah pada lengan diberi tekanan oleh manset. Umumnya disepakati bahwa ada lima tahap bunyi Korotkoff, masing-masing tahap adalah karakteristik volume dan mutu bunyi keteraturan yang terdengar. Berikut tahapan korotkoff :
1. Tahap 1 ( Korotkoff 1 )
7 sepenuhnya. Sebagai konsekuensi tidak ada bunyi keteraturan yang terdengar di atas tekanan yang sistolik itu. Kita mengingat bahwa tekanan bergerak-gerak antara tekanan sistolik dan diastolic. Pada sistolik tekanannya cukup besar dinding nadi membuka dan darah melaluinya. Penutupan dinding nadi mengakibatkan terjadinya pencabangan keteraturan bunyi.
2. Tahap 2 ( Korotkoff 2 )
Tahap ini adalah karakteristik dari bunyi yang mendesir. Keteraturan disebabkan oleh adanya pencampuran darah
ketika sampai terjadi peningkatan di nadi. Kadang-kadang jika lipatan lengan dikosongkan dan dipelankan, keteraturan bunyi hilang sementara. Ini terjadi ketika pembuluh darah dibawah lipatan lengan terlampau banyak dan sering menjadi tanda suatu hipertensi dan inilah yang disebut sebagai kesenjangan auscultatory.
3. Tahap 3 ( Korotkoff 3 )
Di dalam tahap ini ada penerusan bunyi. Pencabangan keteraturan sama dengan yang didengar pada tahap 1. Pada tahap ini arus darah yang ditingkatkan adalah melawan atau menekan terhadap dinding nadi.
4. Tahap 4 ( Korotkoff 4 )
Dalam posisi ini ada sesuatu yang kasar yang menutup bunyi. Arus darah sedang menjadi lebih bergolak sedikit. Beberapa praktisi memilih untuk merekam titik ini sebagai tekanan yang diastolic.
5. Tahap 5 ( Korotkoff 5 )
8 2.4 Metode Osilasi
Gambar 2.4 Contoh sinyal output dari sensor[5]
Pengukuran dengan metode oscillometri biasanya digunakan untuk sebagian besar peralatan non invasive otomatis. Pada studi kasus mendeteksi tekanan darah menggunakan handcuff, alat yang digunakan untuk menekan tekanan darah pada lengan dan juga menggunakan sensor tekanan seperti MPX-5050 yang mana mendeteksi sinyal-sinyal tekanan yang terjadi pada saat handcuff dipompa dan dilepaskan muatan udaranya sehingga diperoleh parameter-parameter tertentu titik tertentu.
Pada Gambar 2.5, dimana merupakan contoh sinyal output tegangan dari sensor berdasarkan variable waktu saat handcuff dipompa pada tekanan tertentu dan dilepas sampai udara terbuang dari handcuff. Sinyal-sinyal ini diperoses oleh filter seperti high pass filter yang mana membuang sinyal frekuensi 0.08Hz sedangkan yang dibutuhkan adalah 1 Hz ( frekuensi tekanan darah adalah 1 Hz sedangkan 0.08Hz merupakan frekuensi hancuff)
Gambar 2.5 Contoh sinyal hasil Ekstraksi[5]
9 (DBP) dan tekanan systolic (SBP). Untuk mendapatkan nilai tekanan systolic dan diastolic dengan cara mencari nilai puncak pada sinyal hasil ekstraksi yang mendekati nilai koefisien*MAP. Dimana nilai koefisien ini untuk tekanan systolic yaitu antara 0.46-0.64, sedangkan untuk tekanan diastolic yaitu 0.43-0.73. Dalam beberapa beberapa aplikasi ada yang menggunakan nilai koefisien untuk systolic 0.6 sedangkan untuk diastolic 0.8.
2.5 Klasifikasi Tekanan darah manusia
Kondisi tekanan darah manusia secara garis besar di kategorikan menjadi 3 jenis berdasarkan nilai tekanan darah nya yakni hipertensi, normal dan hipotensi. Berikut Tabel range nilai tekanan darahnya:
Tabel 2.1 Range klasifikasi Tekanan Darah [18]
2.6 Tekanan darah manusia berdasarkan jenis kelamin dan usia
Pria memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari pada wanita. Usia juga berpengaruh terhadap nilai tekanan darah manusia, hal ini dikarenakan semakin tua usia kita maka ke elastisan otot aliran darah semakin berkurang sehingga tekanan darah akan cenderung meningkat seiring pertambahan usia. Berikut Tabel nilai tekanan darah normal berdasarkan usia dan jenis kelamin.
10 Tabel 2.2 Tekanan darah normal berdasarkan usia dan jenis kelamin[14]
2.7 Indeks Berat tubuh terhadap resiko penyakit
Indeks berat tubuh merupakan hasil perhitungan antara berat badan dan luas permukaan tubuh. Semakin tinggi nilai Indeks berat tubuh maka akan semakin tinggi resiko terkena hipertensi yang dapat mengakibatkan penyakit jantung.
BMI= Berat badan (kg)
Tinggi badan2 (m)……… (2.1)
11 2.8 Sensor Tekanan MPX 5050
Sensor tekanan MPX 5050 mempunyai ouput berupa tegangan positif.Sensor ini mempunyai beberapa tipe, dan tipe yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah tipe MPX 5050GP. Sensor ini mempunyai range tekanan hingga 7.25 PSI dengan range output tegangan mulai 0.2 hingga 4.7 Volt.
Gambar 2.6 Sensor tekanan MPX5050GP [12]
Sensor ini memiliki satu port sebagai penghubung dengan tekanan positif yang diukur. Terdapat 6 pin tetapi hanya 3 pin yang digu nakan yaitu pin 1 sebagai keluaran, pin 2 sebagai ground, dan pin 3 sebagai tegangan suplai sensor . Pada Gambar 1 dapat dilihat karakteristik sensor jika digunakan pada rentang 0o sampai 80oC. Sensitivitas sensor adalah 90 mV/1 kPa dan akurasinya ± 0,1125 VDC.
Gambar 2.7 Grafik keluaran dengan tekanan [12]
Prinsip kerja MPX5050GP didasarkan pada efek piezoresistive. Efek piezoresistive mengacu pada perubahan resistansi material dalam merespon tekanan. Material yang
12 digunakan dalam sensor ini adalah fluorosilikon gel. Ketika tekanan diberikan maka akan terjadi perbedaan resistansi pada silikon. Perbedaan resistansi ini akan menimbulkan beda tegangan tertentu yang sebanding dengan tekanan yang dideteksi. ilikon.Perbedaan resistansi ini akan menimbulkan beda tegangan tertentu yang sebanding dengan tekanan yang dideteksi.
2.9 Operational Amplifier ( OP AMP )
Pada mulanya op-amp adalah rangkaian perhitungan analog, rangkaian pengaturan dan rangkaian instrumentasi. Fungsi utamanya adalah untuk melakukan operasi matematika linier (tegangan dan arus), integrasi, dan penguatan. Kini op-amp dapat dijumpai dimana saja dalam berbagai bidang : reproduksi suara, dan sistem komunikasi.
Op-amp dalam konfigurasinya terdapat masukan dan keluaran tunggal. Konfigurasi terakhir ini banyak digunakan dalam industry elektronika. Setiap orang yang akan terlibat dalam dunia elektronika harus memahami kegunaan op-amp, menetahui karakteristiknya dan mengenali konfigurasi dasar rangkaian op-amp.
2.9.1 Rangkaian Non-Inverting Amplifier
Pada penguatan ini, output yang dihasilkan tidak terbalik dari hasil input. Karena itu penguatannya disebut non-inverting sehimgga tidak terdapat tanda negatif pada rumus ini.
13 Vout =( R2/R1 + 1 ) x Vin... (2.2)
Keterangan:
Vout = Tegangan keluaran dari Rangkaian Amplifier Gambar 2.7 Vin = Tegangan masukan dari Rangkaian Amplifier Gambar 2.8
R1 = Resistor 1 dari Rangkaian Amplifier Gambar 2.8
R2 = Resistor 2 dari Rangkaian Amplifier Gambar 2.8
2.9.2 Rangkaian High Pass Filter
Rangkaian High Pass Filter adalah sebuah Filter yang outputnya hanya melewatkan frekuensi diatas frekuensi cut-off. Dibawah frekuensi tersebut idealnya tidak ada.
Gambar 2.9 Rangkaian Fourth Order high Pass Filter [17] Dengan rumus perhitungan sebagai berikut:
HPF Orde 2 Pertama :
...(2.3)
...(2.4) Keterangan:
Vout = Tegangan keluaran dari Rangkaian HPF Gambar 2.9 Vin = Tegangan masukan dari Rangkaian HPF Gambar 2.9 R1 = Resistor 1 dari Rangkaian HPF Gambar 2.9
R2 = Resistor 2 dari Rangkaian HPF Gambar 2.9 C = Kapasitor dari Rangkaian HPF Gambar 2.9 Fc = Frekwensi Cutoff yang diinginkan
14 Dengan Konstanta a1= 1,85 dan b1= 1,00. HPF Orde 2 Kedua :
...(2.5) ...(2.6) Dengan Konstanta : a1 = 0,7 dan b1 = 1,00
2.9.3 Rangkaian Low Pass Filter
Rangkaian Low Pass Filter adalah sebuah filter yang outputnya hanya melewatkan frekuensi dibawah frekuensi cut-off. Dibawah frekuensi tersebut idealnya tidak ada.
Gambar 2.10 Rangkaian Fourth Order Low Pass Filter [17]
Dengan rumus perhitungan sebagai berikut: LPF Orde 2 Pertama :
...(2.7)
...(2.8)
Keterangan:
Vout = Tegangan keluaran dari Rangkaian HPF Gambar 2.10 Vin = Tegangan masukan dari Rangkaian HPF Gambar 2.10 R1 = Resistor 1 dari Rangkaian HPF Gambar 2.10
15 R2 = Resistor 2 dari Rangkaian HPF Gambar 2.10
C1 = Kapasitor 1 Rangkaian HPF Gambar 2.10 C2 = Kapasitor 2 Rangkaian HPF Gambar 2.10 Fc = Frekwensi Cutoff yang diinginkan
Dengan Konstanta a1= 1,85 dan b1= 1,00.
LPF Orde 2 Kedua :
...(2.9)
...(2.10)
Dengan Konstanta a1 = 0,77 dan b1 = 1,00.
2.10 Mikrokontroller ATMEGA 32
AVR ( Advance Versatile RISC ) adalah mikrokontroler RISC (reduce instruction set computer) 8 bit dengan kapasitas memori 32Kbyte yang menggunakan in system programmable flash. yaitu memori dengan teknologi nonvolatile memori yang dapat ditulis maupun dihapusberkali-kali. Selain itu mikrokontroller ini juga dilengkapi dengan 2Kbytes Internal SRAM arsitektur havard yang dibuat tahun 1996. Penggunaan mikrokontroler ini dikarenakan AVR memiliki keunggulan yaitu kecepatan eksekusi program yang lebih besar.Hal ini karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock. [8] Pin-pin yang terdapat pada AVR ATMEGA 32 dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan catu daya. b. GND merupakan pin ground.
c. Port A (PA0-PA7), Port B (PB0-PB7), Port C (PC0-PC7), dan Port D (PD0-PD7) merupakan pin input/output dua arah dan pin fungsi khusus.
d. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. e. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.
f. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. g. AREF merupakan pin masukan tegangana referensi ADC.
16 Gambar 2.11 Konfigurasi Pin ATMEGA 32 [11]
Untuk lebih jelasnya konfigurasi pin pada ATMega 32 dapat dilihat pada Gambar 2.11 diatas. Instruksi pada memori program dieksekusi dengan pipelining single level. Selagi sebuah instruksi sedang dikerjakan, instruksi berikutnya diambil dari memori program. Atmega 32 berkerja pada level tegangan antara 4.5v sampai 5.5v dan juga membutuhkan kristal sebesar 0 sampai 16MHz untuk seri tanpa l, sedangkan pada atmega32L dapat berkerja antara masukan tegangan ke ic tersebut sekitar 2.5 v sampai 5.5v dan juga membutuhkan Kristal sebesar 0 sampai 8MHz. Arsitektur CPU dari AVR ditunjukkan oleh Gambar 2.12.
17 Gambar 2.12 Arsitektur CPU ATMEGA 32 [11]
2.10.1 ADC Mikrokontroller ATMEGA 32
Didalam atmega 32 juga terdapat ADC internal, dimana pada fitur itu berfungsi untuk mengubah sinyal listrik analog menjadi sinyal digital. Didalam penggunaan ADC harus dipertimbangkan tentang spesifikasi yang dimiliki ADC tersebut, antara lain yaitu kecepatan konversi (convertion time), keakurasian (accuracy), dan stabilitas. Jumlah bit tiap ADC menentukan tingkat ketelitian data,kecepatan konversi tiap-tiap ADC, semakin jumlah bit yang diwakil oleh ADC tersebut, maka ketelitianya akan semakin tinggi, karena itu maka jumlah bit menentukan lebar level tegangan tiap tingkatanya, dengan persamaan:
Vt = Vf / 2n ………(2.11)
18 Vt = tegangan pertingkat
Vf = tegangan skala penuh n = jumlah bit
Atmega 32 memiliki 8 chanel input ADC dengan multiplexer, dan memiliki waktu konversi 65 sampai 260 mikrodetik, dan juga mempunyai resolusi 10 bit.
2.11 Pompa Angin DC ( AIR PUMP DC )
Pompa angin dc mempunyai nama umum yang juga disebut dengan rolling pump. Rolling pump terdiri dari tiga jenis pompa yaitu air pump(pompa angin), vacuum pump (pompa vakum) dan liquid pump (pompa cairan).Masing-masing pompa mengandung silinder diafragma berbasis multiple yang digunakan untuk meminimalkan getaran dan juga dapat menyebabkan pompa dapat beroperasi dalam kondisi tenang, umur panjang, dan tekanan discharge tinggi.
Gambar 2.13 Mekanisme air pump [18]
Mekanisme pompa rolling sederhana dan mudah diimplementasikan menggunakan beberapa silinder per motor. Hal ini yang menyebabkan rolling pumpini menghemat ruang dan arus tinggi. Selain itu, struktur ini juga mengurangi variasi torsi motor dan dengan demikian mengurangi denyut
Pompa ini memiliki fitur aliran yang sangat tinggi dantekanan kompresi yang tinggi (80 sampai 120 kPa) dibandingkan dengan ukuran mereka. Katup pembuangan dengan konstruksi (katup topi) memungkinkan operasi diam, dengan tingkat kebisingan yang dipertahankan rendah dari tanpa beban dengan kondisi tekanan maksimum.
19 2.12 Solenoid valve
Solenoid valve adalah sebuah katup elektromenkanis yang biasa digunakan dengan cairan atau gas. Katup dikendalikan oleh sebuah arus listrik yang melewati solenoid. Ada beberapa tipe aliran katup dan berbeda pula penggunaannya.
Fungsi dari micro solenoid valve ini biasanya digunakan untuk mengatur pendistribuisian suatu cairan atau gas. Solenoid menawarkan switching yang cepat dan aman, dengan kehandalan yang tinggi dan umur yang panjang, serta bahan yang baik, dan kontrol daya yang rendah menjadikan micro solenoid valve ini cocok untuk digunakan pada alat-alat yang membutuhkan pengaturan aliran cairan atu gas.
Dalam alat pengukur tekanan darah ini juga membutuhkan pengatur aliran udara yang digunakan untuk pengisian dan pelepasan udara dalam handcuff yang dapat diatur.
20
BAB III
METODOLOGI
3.1 Gambaran Umum Sistem
Pada Gambar berikut menunjukkan kerja sistem secara umum
:.
Gambar 3.1. Blok diagram secara keseluruhan Perancangan dan pembuatan perangkat keras ini
diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap sistem dalam hal sebagai berikut : 1. Pemberian input variabel melalui Pushbutton.
2. Menghidupkan motor pompa dan solenoid valve dalam rangka memberi dan membuang udara pada handcuff.
3. Pendeteksian sinyal tekanan dengan sensor tekanan MPX - 5050 GP.
4. Peredaman sinyal-sinyal tertentu yang terkandung dalam sinyal tekanan tekanan oleh filter HPF dan LPF.
21 6. Pengolahan sinyal tekanan di ADC internalatmega 32
7. Pengolahan sinyal tekanan untuk mendapatkan tekanan systolic dan diastolic dalam atmega 32.
8. Menampilkan pada LCD Grafik 84x48 pixel.
9. Menyimpan data hasil pengukuran berdasarkan waktu RTC.
Fungsi dari masing –masing blok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Push Button
Push Button digunakan untuk member instruksipada alat untuk memulai kerja system serta menginputkan variabel pasien.
2. Atmega 32
Atmega 32 digunakan untuk mengolah sinyal tekanan yang masuk pada ADC internal, menghitung tekanan systolic dan diastolic, memberikan sinyal untuk mengaktifkan driver motor pompa dan solenoid, membaca waktu RTC, menampilkan hasil padaa LCD..
3. Selenoid Valve
Solenoid valve digunakan untuk membuang udara pada handcuff. 4. Motor pompa
Motor pompa ini dugunakan untuk memompa udara atau angin menuju handcuff sehingga menimbulkan tekanan pada handcuff.
5. Handcuff
Handcuff digunakan untuk media untuk mengikat tangan untuk mendapatkan tekanan tertentu yang digunakan dalam mendeteksi tekanan darah.
6. Sensor tekanan MPX-5050GP
Sensor tekanan ini digunakan untuk pendeteksian tekanan melalui tekanan yang masuk pada lubang sensor tersebut. Keluaran sinyal dari sensor ini adalah tegangan dengan range 0.2- 4.7 volt.
7. Low Pass Filter
Low Pass Filter digunakan untuk menyaring sinyal-sinyal yang masuk dalam mikrokontroler. Frekuensi yang diloloskan adalah dibawah 38 Hz.
8. High Pass Filter
22 Frekuensi yang diloloskan adalah mulai 0.8 Hz, dimana merupakan frekuensi tekanan darah. 9. Amplifier
Amplifier digunakan untuk menguatkan sinyal-sinyal hasil keluaran dari high pass filter yang merupakan sinyal tekanan darah .
10. Real Time Clock
Real Time Clock digunakan sebagai pewaktuan eksternal dari system guna menginformasikan kapan data disimpan.
11. LCD Grafik
LCD Grafik digunakan sebagai media untuk menampilkan data pengukuran serta grafik nilai tekanan darah pasien dari waktu ke waktu.
12. Buzzer
Buzzer digunakan sebagai peringatan bagi pengguna yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, ginjal atau stroke ketika tekanan darahnya berada diatas tekanan darah yang harus dijaga
3.2 Perancangan dan Pembuatan Alat ( Hardware ) 3.2.1 Perancangan Board Mikrokontroler
Sistem pada pengabdian masyarakat ini menggunakan mikrokontroler Atmega 32 dimana terdapat ADC internal yaitu pada port a yang digunakan untuk konversi sinyal analog menjadi sinyal digital dan digunakan untuk perhitungan untuk mencari tekanan darah dengan menggunakan metode osilometri. Sedangkan pada port b digunakan untuk output ke LCD Grafik 84x48, port c digunakan sebagai input dari keypad, dan port d digunakan untuk RTC dan mengaktifkan motor pompa dan solenoid.
23 Gambar 3.2 Rangkaian Minimum System
Gambar 3.3 Board Minimum System
3.2.2 Perancangan Low Pass Filter
Rangkaian low pass filter (LPF) ini digunakan untuk melewatkan sinyal input dibawah frekuensi yang telah ditentukan. Sesuai dengan referensi karakteristik sinyal tekanan darah frekuensi cutoff LPF adalah 38Hz. Untuk mendapatkan sinyal yang baik maka LPF yang digunakan adalah orde 4, yaitu dengan merangkai 2 LPF orde 2 secara seri.
24 Gambar 3.4 Rangkaian Low Pass Filter Orde 4
Perhitungan frekuensi cut off dari low pass filter ini adalah sebagai berikut:
LPF orde 2 ke-1
Cari Nilai C1 dan C2, dengan ketentuan C2 > C1, berikut perhitungannya :
...(3.1) Dengan Konstanta : a1= 1,85 dan b1= 1
Dari rumus di atas, dengan menentukan besarnya nilai C1 terlebih dahulu yaitu sebesar 0,1 uF, maka di dapatkan nilai C2 yaitu sebesar 0,11 uF. Setelah itu dicari Nilai R1 dan R2
menggunakan rumus sebagai berikut :
...(3.2)
Dengan rumus di atas, maka di dapatkan nilai R1 dan R2, yaitu sebesar 38,71K.
LPF orde 2 ke-2
Terlebih dahulu dicari nilai C1 dan C2 dengan rumus:
25 Nilai C1 ditentukan sebesar 0.33 uF sehingga didapat nilai C2 sebesar 2,2 uF. Setelah itu
mencari nilai R1 dan R2 dengan rumus sebagai berikut :
...(3.4) Konstanta : a1 = 0,77 dan b1 = 1
Dengan rumus di atas, maka di dapatkan nilai R1 dan R2, yaitu sebesar 4,86 K.
Gambar 3.5 Board Low Pass Filter
3.2.3 Perancangan High Pass Filter
Rangkaian high pass filter ini digunakan untuk melewatkan sinyal input diatas frekuensi yang telah ditentukan. HPF yang digunakan adalah HPF orde 4, yaitu dengan merangkai HPF orde 2 secara seri. Frekuensi cut off HPF ini sebesar 0.8 Hz.
26
HPF orde 2 ke-1
Pertama-tama menetukan nilai C1 dan C2, yaitu sebesar 10 uF. Untuk menghitung nilai R1 dan R2. Berikut rumus perhitungannya:
...(3.5)
...(3.6) Dengan Konstanta : a1= 1,85 dan b1= 1
Dari rumus di atasdandidapatR2=18,39R1= 21K
HPF orde 2 ke-2
Sama seperti HPF orde dua ke-1, pertama-tama menetukan nilai C1 dan C2, yaitu sebesar 10 uF. Untuk menghitung nilai R1 dan R2. Berikut rumus perhitungannya:
...(3.7)
...(3.8) Dengan Konstanta : a1 = 0,77 dan b1 = 1
27 Gambar 3.7 Board High Pass Filter
3.2.4 Rangkaian Driver Motor Pompa dan Solenoid Valve
Gambar 3.8 Rangkaian Driver Motor dan Valve
Rangkaian ini bekerja ketika kaki base transistor mendapat sinyal dari mikrokontroler. Disini digunakan sebuah transistor BD 139. Dan digunakan sebuah diode IN4002 yang berfungsi mencegah arus balik pada saat motor atau valve nyala hingga arus 1A
.
28 1.3.1 Rangkaian Amplifier Non-Inverting
Setelah sebelumnya sinyal diproses oleh High Pass Filter 0,8 Hz, sinyal yang dihasilkan masih terlalu kecil sehingga diperlukan penguatan sekitar 10 kali sehingga sinyal tersebut dapat diolah dengan ADC mikrokontroller. Pada rangkaian Amplifier Non Inverting digunakan Op-Amp TL074.
Gambar 3.10 Rangkaian Penguat Op-Amp
Untuk menentukan besar penguatannya gunakan perhitungan sebagai berikut:
...(3.9)
Sehingga jika kita membutuhkan penguatan sebesar 10 kali dari input, maka dapat digunakan Rf sebesar 100 KΩ dan Rg sebesar 10 KΩ.
3.2.6 Rangkaian Konfigurasi Real Time Clock
Pada rangkaian ini menggunakan IC DS1307, resistor 10K sebanyak dua buah, baterai 3v dan Kristal 32.748MHz. Masing-masing resistor 10K diberi inputan tegangan sebesar 5v dan masuk ke pin SCL dan SDA. Pin scl masuk ke dalam pin mikrokontroler atmega32 pada port d.4 sedangkan pin SCA dihubungkan pada port d.3 Pin SDA (serial data I/O) merupakan jalur data antara RTC dengan mikrokontroler. Sedangakn SCL (serial clock input) digunakan untuk mensinkronkan data yang berpindah melalui jalur serial. Secara berkala mikrokontroler akan membaca pewaktuan dari RTC dan datanya akan diolah.
29
Gambar 3.11 Rangkaian Real Time Clock
Gambar 3.12 Board Real Time Clock 3.3 Pembuatan Software
3.3.1 Diagram Sistem
30 Gambar 3.13 adalah flowchart sistem dari tiap blok yang dijadikan satu pada mekanisme sistem. Proses pertama adalah pengisian data pasien berupa usia,jenis kelamin,berat badan,tinggi badan dan riwayat penyakit. Proses berikutnya adalah pasien menekan tombol pump untuk mengaktifkan motor dan solenoid hingga tekanan didalam manset sehingga udara akan berkurang secara perlahan hingga tekanan mencapai 30mmHg udara akan dibuang seluruhnya secara cepat oleh solenoid, dari sinyal yang telah direkam tadi dicari nilai MAP atau yang biasa disebut sinyal puncak, kemudian dengan mengalikan nilai MAP tersebut dengan 0.54 maka akan dihasilkan nilai SBP dan dengan mengalikan 0,44 maka akan dihasilkan nilai DBP. Nilai koefisien 0.54 dan 0.44 digunakan setelah melakukan proses uji coba dengan membandingkan hasil pengukuran dengan tensimeter digital buatan pabrik berkali-kali dengan mengganti nilai koefissien tersebut sehingga diperoleh hasil pengukuran yang paling mendekati. Kemudian system akan mengolah data tekanan darah yang telah diukur dengan data yang telah diisi oleh pasien sehingga menghasilkan diagnosa yang kemudian ditampilkan ke pasien.
31 Gambar 3.14 adalah flowchart dari sistem peringatan dini untuk pasien yang memiliki riwayat penyakit diabetes, jantung, ginjal dan stroke. Jika tekanan darah yang diukur termasuk kategori prehipertensi maka buzzer akan berbunyi satu kali, jika termasuk kategori hipertensi 1 maka buzzer akan berbunyi dua kali dan jika termasuk kategori hipertensi 2 maka buzzer akan berbunyi tiga kali.
3.3.2 Kalibrasi Sensor MPX-5050 GP
Dalam program ini terdapat sebuah koefisien untuk mengubah besaran ADC menjadi besaran tekanan mmHg. Dalam datasheet sensor MPX-5050GP, kalibrasi Sensor disini bertujuan untuk menkonversi dari besaran analog menjadi sebuah besaran tekanan (mmHg).
Gambar 3.15 Gambar Datasheet Sensor MPX-5050GP Sumber : MPX5050GP Datasheet
Sebelum memulai pengukuran maka harus dihitung konversi tekanan untuk output sensor dengan cara melakukan perhitungan sebagai berikut:
32 Atmega32 (10 bit) ADC Resolusi ADC = Vref /210 -1 = 5/1023
= 0,00488758553275 V / bit = 4,88758553275 mV/bit Sensitivitas sensor MPX 5050 GP = 90 mV/Kpa
= 11.9990131532 mmHg/bit Perubahan tiap bit ADC = resolusi ADC / sensitivits sensor
= 4,88758553275 / 11.9990131532 = 0.4073322923 mmHg / bit Tekanan = Nilai ADC x 0.4073322923 mmHg / bit
3.4 Pembuatan Chasing Alat
Setelah keseluruhan bagian dari sistem dibuat, maka seluruh rangkaian dijadikan satu untuk dikemas agar tampak lebih bagus dan dengan mudah digunakan oleh siapa saja. Berikut adalah foto dari alat yang sudah jadi :
Gambar 3.16 Tampak luar alat
Tampak pada Gambar 3.15 bagian-bagian dari interface alat yang telah dibuat terdiri dari: 1. Pushbutton atas
2. Pushbutton kiri 3. Pushbutton bawah 4. Pushbutton kanan 5. Pushbutton emergency
33 6. Pushbutton pump 7. Pushbutton ok 8. Pushbutton cancel 9. LCD Grafik 10. Manset
Gambar 3.17 Tampak bagian dalam alat
Pada Gambar 3.17 dapat di lihat bagian dalam dari alat terdiri dari baterai, motor dc, solenoid, saluran udara, board pushbutton, board pengolah sinyal, board RTC, board utama dan LCD Grafik.
3.5 Pengujian Alat
Dalam hal ini pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat. Pengujian ini dilaksanakan untuk mengetahui kehandalan dari sistem dan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum.
Sebelum dilakukan penyambungan dengan perangkat keras lainnya, maka terlebih dahulu dilakukan tahap pengujian alat dan rangkaian. Tujuan pengujian perangkat keras ini adalah untuk mengetahui ketepatan dan ketelitian dari perangkat keras yang dibuat, sehingga akan diketahui kekurangan-kekurangan yang mungkin bisa untuk diperbaiki lagi
34 BAB IV
BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN A. Ringkasan Anggaran
Tabel 1. Rekapitalasi Anggaran
NO NAMA BIAYA JUMLAH BIAYA YANG
DIUSULKAN
1 Bahan Habis dan ATK Rp 12.500.000,-
2 Transportasi Rp 1.500.000,-
3 Seminar Nasional dan perjalanan Rp 3.000.000,-
Total Biaya Rp 17.000.000,-
B. Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Persiapan Alat dan Bahan
Membuat Hardware
(Mikrokontroler, Amplifier dan Filter)
Membuat Software Membuat Pengolah sinyal Pengujian sistem pada lcd Grafik
Pengambilan data Pembuatan Laporan Presentasi/Survey
35 BAB V
DAFTAR PUSTAKA
[1] Adi, Agung Nugroho. 2010. Mekatronika. yogyakarta. CV. GRAHA ILMU
[2] Adiluhung, Johan. Alat Pengukur Tekanan Darah Otomatis Berbasis Mikrokontroller Untuk Pasien Rawat Jalan dengan SMS Gateway. Surabaya, Indonesia : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
[3] Andrianto, Heri. 2008. Pemrogram Mikrokontroller AVR ATMEGA 16. Bandung. INFORTAMIKA.
[4] Arthur C. Guyton, John E. Hall, Textbook of Medical Physilogy Eleventh Edition, Elseyier Saunder: Philadelphia.
[5] C.S. Chua dan Siew Mun Hin. Digital Blood Pressure Meter, sensor Application Engineering Singapore : Singapore.
[6] Maulidi, Nur Jannah. 2010. Gluterma Meter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah Manusia Berbasis Mikrokontroller ATMEGA 8535. Semarang. Universitas Negeri Semarang. [7] Hartomo, Rizky Yoga. 2014. Perancangan dan Pembuatan Tensimeter Digital Dengan
Masukan Lima Variable yang Khusus. Surabaya. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. [8] Samsung Electronics Co. Ltd. ARM Blood Pressure Monitor, Korea. 2010, Samsung
Electronics.
[9] Tjokroprawwiro, Askandar. 2007. Ilmu Penyakit Dalam Surabaya. Airlangga University Press.
[10] U.S. Department of Health and Human Service, The SeventhReport of the joint National Committee on Prevention,Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure. National Institute of Health America.
[11] ATMega32 datasheet.pdf [12] MPX5050 datasheet.pdf
[13] www.medicinesia.com, diakses pada januari 2015
[14] www.yinyang6868.blogspot.com, diakses pada januari 2015 [15] www.atmel.com, diakses pada januari 2015
36 [17] www.electronics-tutorials.ws, diakses pada Maret 2015
[18] www.google/images.com , diakses pada Maret 2015
LAMPIRAN 1
Rincian Total Biaya Pekerjaan
NO NAMA BIAYA JUMLAH BIAYA YANG
DIUSULKAN
1 Bahan Habis dan ATK Rp 12.500.000,-
2 Transportasi Rp 1.500.000,-
3 Seminar Nasional dan perjalanan Rp 3.000.000,-
Total Biaya Rp 17.000.000,-
1. Bahan Habis dan ATK
No Rincian Jumlah Biaya Satuan (Rp) Total (Rp)
1 Sensor Tekanan MPX5050 2 250.000,- 500.000,-
2 Rangkain Pengkondisian signal sensor
2 500.000,- 1.000.000,-
3 Mikrokontroller ATMega 32 4 750.000,- 3.000.000,-
4 ADC Mikrokontroller ATMega 32 4 250.000,- 1.000.000,-
5 Keypad 2 350.000,- 700.000,-
6 LCD 84x48 pixel 2 750.000,- 1.500.000,-
7 Kabel dan peralatan pendukung 2 250.000,- 500.000,-
8 Pompa Angin DC 2 500.000,- 1.000.000,-
9 Selonoid Valve 2 250.000,- 500.000,-
10 Handcuff 2 100.000,- 200.000,-
10 Kertas A4 3 rim 100.000,- 300.000,-
11 Tinta Printer 3 dos 200.000,- 600.000,-
12 CD dan Casing 20 biji 10.000,- 200.000,-
13 Pembuatan dan Penggandaan Proposal
14 Dokumentasi 5 kali 100.000,- 500.000,- Subtotal 12.500.000,- 2. Transportasi No Rincian Jumlah (kali) Biaya Satuan (Rp) Total (Rp)
1 Belanja Alat dan Bahan 10 50.000,- 500.000,-
2 Pengujian Alat ke Pasien 10 100.000,- 1.000.000,-
Subtotal 1.500.000,-
3. Seminar Nasional & Perjalanan
NO Rincian Jumlah Biaya/Orang
(Rp)
Total (Rp)
1 Seminar Nasional 2 orang 500.000,- 1.000.000,-
2 Transportasi 2 orang 500.000,- 1.000.000,-
3 Akomodasi 2 orang 500.000,- 1.000.000,-
LAMPIRAN 2 :
BIODATA KETUA DAN ANGGOTA PENGUSUL
Ketua Pengusul A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar)
Paulus Susetyo Wardana, S.T. L/P 2 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
3 Jabatan Struktural Kepala Unit Maintenance Repair & Calibration (MRC)
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 19700410 199603 1 002 5 Tempat dan Tanggal Lahir Malang, 10 April 1970
6 Alamat Rumah Jl. Kejawan Gebang 4/19D Keputih Sukolilo Surabaya
7 Nomor Telepon/Faks/ HP 081217430301 8 Nomor Telepon/Faks -
9 Jumlah mahasiswa yang sudah dibimbing
D3: 30 orang D4: 25 orang 10 Pengalaman membimbing
mahasiswa selain Tugas Akhir
11 Mata Kuliah yang sudah pernah diampu
a. Mikroprosesor dan T. Antarmuka 1 b. Mikroprosesor dan T. Antarmuka 2 c. Mikrokontroler
d. Jaringan Sensor e. Bahasa Assembly f. Elektronika Optik g. Rangkaian Elektronika h. Perawatan & Perbaikan B. Riwayat Pendidikan S1/D4 S2 S3 Nama Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember -
Bidang Ilmu Elektronika Biomedik -
Tahun Masuk – Lulus 1999 – 2002 2010 - 2012 - Judul Skripsi/Thesis Rancang bangun
Sistem Photoperiodisma pada GreenHouse Tanaman Bunga Krisan Pengenalan Pola Electromyograph pada gerakan lengan pasien Amputee -
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 tahun terakhir (Bukan skripsi, tesis, maupun disertasi)
No. Posisi dalam tim
Tahun Judul Pendanaan
Sumber Jumlah 2 Ketua 2007 Sistem Kontrol Robot
otomatis KRI PENS Rp. 9.000.000 3 Anggota 2007 s.d. 2009 Pengembangan Prototipe Kontroler Adaptif berbasis
Mikrokontroler Menggunakan Logika Fuzzy
untuk Sistem Pengendali Otomatis Kualitas Air
Tambak Udang
DIKTI Rp.
87.000.000
D. Pengalaman Penyampaian makalah secara Oral pada pertemuan/ Seminar Ilmiah dalam 5 tahun terakhir
No. Nama Pertemuan/ Seminar
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat 1 Electronics Enginnering Comunications Industrial Seminar 2012 Analisa Sinyal Electromyograph saat Ebow Joint Bergerak
Mei 2012
Universitas Brawijaya Malang
E. Pengalaman penulisan Buku dalam 5 tahun terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah
Halaman
Penerbit
F. Penghargaan yang pernah diraih dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1 Runner-Up ABU Robocon 2009 atas nama Tim GRUSH
Asia Pasific Boardcasting Union (ABU)
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan pengabdian masyarakat
Surabaya, 3 Mei 2017 Ketua Pengusul,
(Paulus Susetyo Wardana, S.T.) NIP. 197004101996031002
Anggota Pengusul 1: A. Identitas diri
1 Nama Lengkap dan Gelar Ir. Ratna Adil, MT (P) 2 Jabatan / Golongan Lektor Kepala / IVc
3 Jabatan Fungsional Dosen PENS
4 NIP / NIDN 195103231987112001 / 0023035104 5 Perguruan Tinggi PENS
6 Alamat Kantor Jl. Raya ITS Sukolilo Surabaya 7 Telp. / Faksmile 031-5947280 / 031-5946114 8 Kota Perguruan Tinggi Surabaya
9 Bidang Ilmu Teknik Elektronika 10 Tempat dan Tanggal Lahir Surabaya, 23 Maret 1951
11 Alamat Rumah Jl. Wisma Permai IX/16 Surabaya 12 Nomor Telepon/Faks/HP 031-5932915 / 085257604656
13 E-mail [email protected]
14 Jumlah Mahasiswa yang sudah dibimbing
D3: 50 orang D4: 40 orang 15 Pengalaman membimbing
selain Tugas Akhir
1. PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) 2. Kerja Praktek
16 Mata Kuliah yang sudah pernah diampu 1. Rangkaian Listrik 1 2. Rangkaian Listrik 2 3. Elektronika Medika 1 4. Elektronika Medika 2 5. Pengolahan Sinyal
B. Riwayat Pendidikan
S1 S2
Nama Perguruan Tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Bidang Ilmu Elektronika Medika Sistem Pengaturan – Elektronika Medika Tahun Masuk - Lulus 1972 − 1980 2000 − 2003
Judul Skripsi / Thesis Analisa dan Sintesa Cardiac Pacemaker
Sistem Optimasi Cardiac Pacemaker dengan Electric dan Magnetic
Nama Pembimbing Ir. Sutikno DR. Ir. M NUH, DEA
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Surabaya, 3 Mei 2017 Ketua Peneliti,
( Ir. Ratna Adil, MT ) NIP. 195103231987112001
Anggota Pengusul 2 : A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Subari, A. Md L
2 Jabatan Fungsional PLP Pelaksana Lanjutan Lab. Elka Medika 3 NIP/NIK/Identitas lainnya 1974050619742000031002
4 Tempat dan Tanggal Lahir Subari, 6 Mei 1974
5 Alamat Rumah Perum Griya Amerta Regency Blok D/4 Medayu Utara Surabaya
6 Nomor Telepon/Faks/ HP 088803038011
7 Nomor Telepon/Faks Kantor 031-5947280 Ext. 4142 8 Pengalaman membantu
praktikum dosen yang sudah pernah dijalani
a. Praktikum Pengaturan Otomatis b. Praktikum Bahasa Assembly c. Praktikum Elektronika Industri d. Praktikum Elektronika Optik e. Praktikum Elektronika Medika
B. Riwayat Pendidikan
D3
Nama Perguruan Tinggi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Bidang Ilmu Teknik Elektronika
Tahun Masuk – Lulus 1995 - 1998
Judul Skripsi/Thesis Pengaturan Kecepatan Motor AC Menggunakan Triac MAC 525
C. Pengalaman Mengikuti Pelatihan/ Training
No. Tahun Mtaeri Pelatihan Tempat
1 2010 Elektro Pneumatik Dasar PPPPTK VEDC Malang 2 2011 Pelatihan Singkat 30 jam
Tenaga Kependidikan Dalam Negeri Bidang Pranata Laboratorium Pendidkan
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan pengabdian masyarakat.
Surabaya, 3 Mei 2017 Anggota Pengusul 2,
(Subari, A.Md.)
LAMPIRAN 3 : Rincian Tugas Ketua dan Anggota Pengusul
Rincian Tugas Ketua Pengusul : 1. Membuat proposal penelitian. 2. Menentukan ide judul penelitian.
3. Mengumpulkan ide penelitian dari para peneliti yang lain. 4. Menentukan jadwal pelaksanaan penelitian dan perkiraan biaya 5. Melakukan penelitian bersama dengan anggota peneliti.
6. Membuat makalah penelitian untuk presentasi penelitian dan makalah jurnal. 7. Membuat laporan penelitian bersama anggota peneliti.
Rincian Tugas Anggota Pengusul :
1. Membantu pembuatan proposal penelitian bersama dengan Ketua Peneliti. 2. Memberikan inspirasi ide-ide penelitian bersama Ketua Peneliti.
3. Membantu pembuatan jadwal pelaksanaan bersama Ketua Peneliti. 4. Melakukan penelitian bersama Ketua Peneliti.
5. Membantu membuat makalah dan jurnal bersama Ketua Peneliti.
6. Menjadi wakil tampil sebagaipresenter makalah saat Ketua Peneliti berhalangan hadir.